Search Header Logo
KONSEP DASAR ASUHAN NEONATUS DENGAN MASALAH LAZIM

KONSEP DASAR ASUHAN NEONATUS DENGAN MASALAH LAZIM

Assessment

Presentation

Other

University

Practice Problem

Hard

Created by

rosita syarifah

FREE Resource

33 Slides • 0 Questions

1

media

Konsep dasar dan asuhan
masalah yang lazim pada
bayi baru lahir neonates
bayi dan balita

ROSITA SYARIFAH., S.SIT., M.KEB

2

media

Bercak mongol

Bercak bewarna biru yang biasanya terlihat di bagian sakral, walaupun kadang terlihat

di bag tubuh yg lain.

Etiologi:

Bercak mongol adalah bawaan sejak lahir, warna khas dari bercak mongol ditimbulkan

oleh adanya melanosit yang mengandung melanin pada dermis yang terhambat selama

proses migrasi dari krista neuralis ke epidermis. Lebih dari 80% bayi yang berkulit

hitam. Orang Timur dan India Timur memiliki lesi ini, sementara kejadian pada bayi

yang kulit putih kurang dari 10%

3

media
media

Penatalaksanaan:

Bercak mongol ini mulai pudar pada usia dua
tahun pertama dan menghilang antara usia

7-13 tahun. Kadang-kadang juga menghilang
setelah dewasa. Sebagian kecil, sekitar 5%

anak yang lahir dengan bercak mongol masih
memiliki bercak mongol hingga mereka

dewasa. Bercak mongol ini biasanya tidak
berbahaya dan tidak memerlukan perawatan

ataupun pencegahan khusus.

4

media
media
media

Hemangioma

Suatu tumor jaringan lunak akibat proliferasi dari pembuluh darah yg tidak normal dan dpt
terjadi pada setiap jaringan pembuluh darah.

Etiologi:

Hemangioma terjadi karena adanya proliferasi (pertumbuhan yang berlebih) dari

pembuluh darah yang tidak normal, dan bisa terjadi disetiap jaringan pembuluh

darah. Hemangioma termasuk tumor jinak yang banyak terdapat pada bayi dan anak.

Hingga saat ini apa yang menjadi penyebabnya masih belum jelas, namun diperkirakan

berhubungan dengan mekanisme dari control pertumbuhan pembuluh darah.

https://youtu.be/wd32BZnvp2w

5

media
media
media

Penatalaksanaan:

Cara konservatif

Hemangioma akan mengalami pembesaran pada bulan-bulan pertama kemudian

mencapai pembesaran maksimum, setelah itu mengalami regresi spontan sekitar

umur 1 tahun dan berlangsung terus sampai umur 5 tahun. Untuk hemangioma

Kapiler (Strawberry Hemangioma), sering tidak diterapi karena hemangioma jenis

ini bila dibiarkan akan hilang dengan sendirinya dan kulit terlihat normal.

https://youtu.be/XoHbao-Y4bU

6

media

Cara aktif

Dilakukan pada hemangioma yang tumbuh pada organ vital seperti pada;
mata,telinga, tenggorokan, hemangioma yang mengalami perdarahan, hemangioma
yang mengalami infeksi, hemangioma yang mengalami pertumbuhan yang cepat
dan menimbulkan deformitas (kelainan) jaringan.

Pembedahan

Dilakukan pada hemangioma dengan pertumbuhan yang terlalu
cepat, hemangioma yang tidak mengecil setelah 6-7 tahun, atau
hemangioma yang terletak pada wajah, leher, tangan yang
tumbuh dengan cepat sehingga perlu eksisi local untuk
mengendalikannya

7

media

Radiasi

Pengobatan ini sudah tidak dilakukan lagi karena penyinaran
berakibat kurang baik untuk anak-anak yang pertumbuhan tulangnya
masih sangat aktif, serta komplikasi yang ditimbulkan bila radiasi
dilakukan untuk jangka waktu yang lama.

8

media
media
media
media

9

media
media

MUNTAH

Muntah dapat merupakan gejala tanda penyakit refluks (gastroesphageal reflux disease),
sumbatan usus, infeksi telinga, infeksi usus, infeksi paru, radang otak, atau alergi protein.

Jika refluks isi lambung menyebabkan gejala dan/atau komplikasi, maka disebut
sebagai gastroesophageal reflux (GERD).

Pada GERD, gumoh atau muntah berkaitan dengan penurunan berat badan, rewel, menangis
terus – menerus, penolakan makan, atau gangguan napas kronik. GERD memerlukan
pemeriksaan khusus dan pengobatan oleh dokter.

10

media

peningkatan berat badan yang kurang baik berkaitan dengan muntah atau gumoh berlebihan,

Muntah yang sering, banyak, disertai gejala lain (mencret, demam, kembung), berwarna kuning
atau hijau, atau menyemprot memerlukan pemeriksaan oleh dokter.

Muntah yang sering dapat menyebabkan dehidrasi.
Gejala bayi yang dehidrasi antara lain mata tampak cekung, tidak ada air mata saat menangis, kulit

kering, mulut kering, tampak lemas atau rewel, dan urin berkurang.

11

media

PENANGANAN

Jika bayi muntah, usakahan agar bayi tetap mendapatkan asupan cairan

seperti susu atau oralit. Berikan cairan sedikit – sedikit atau sering.
Namun jika bayi tidak mau minum, muntah setiap kali minum, atau
terdapat tanda dehdrasi, segera bawa bayi ke dokter.

12

media
media

gumoh

Gumoh (spitting up atau gastroesophageal reflux) merupakan keluarnya
sebagian susu saat atau setelah bayi menyusu.

Gumoh sering ditemui pada bayi sampai usia 1 tahun dan merupakan hal yang
normal terjadi. Volume susu yang mengalir keluar dari mulut bervariasi,
umumnya 1 – 2 sendok makan.

Bayi yang mengalami gumoh terlihat aktif, nyaman, mengalami peningkatan
berat badan yang baik, dan tidak mengalami gangguan pernapasan.

Sebagian besar episode gumoh pada bayi sehat berlangsung <3 menit, terjadi
setelah makan, dan tidak bergejala atau berkaitan dengan gejala ringan.

·

13

media

Patofisiologi

Gumoh terutama terjadi karena ukuran lambung bayi yang masih sangat kecil (seukuran bola
pingpong) dan katup lambung yang belum kuat. Sampai usia 4 bulan, lambung bayi hanya dapat
menampung susu dalam jumlah kecil setiap kali minum.

Volume susu yang terlalu banyak akan menyebebakan gumoh.

Katup lambung bayi juga belum dapat menutup dengan erat sehingga susu yang sudah berada
dalam lambung dapat mengalir kembali ke mulut jika volume susu terlalu besar atau jika bayi
langsung berbaring setelah minum.

Gumoh umumnya terjadi saat bayi minum susu terlalu banyak, saat bersendawa, atau menelan
banyak udara.

Bayi dapat menelan banyak udara jika minum terlalu cepat atau saat menangis.

14

media

Apabila bayi gumoh cukup dibersihkan dengan kain bersih untuk mencegah iritasi kulit dan tidak
memerlukan pengobatan khusus.

Gumoh akan berkurang dan menghilang saat bayi mencapai usia 18 – 24 bulan, yaitu saat
ukuran lambung lebih besar dan katup lambung lebih kuat.

Namun, jika gumoh disertai gangguan napas (tersedak, batuk, atau bunyi napas yang tidak
biasa), lebih banyak dari 2 sendok makan setiap kali gumoh, atau berat badan bayi yang sulit
naik, maka bayi sebaiknya dibawa berobat ke dokter anak.

Gumoh sering ditemui pada bayi namun jarang menyebabkan komplikasi seperti radang saluran
cerna atas (esofagitis), yaitu sekitar 5%.

15

media

Untuk mencegah gumoh, setelah minum susu posisikan bayi

tegak selama 30 menit, pastikan bahwa tidak ada yang

menekan bagian perut bayi, dan sendawakan bayi. Jangan
paksakan bayi untuk minum susu lebih banyak dari yang

diinginkan.

16

media
media

Ruam popok

pada bayi adalah kelainan kulit berupa iritasi yang terjadi pada area
kulit yang tertutup oleh popok. Ruam popok merupakan penyebab
kelainan kulit yang sering terjadi pada anak, terutama usia 9-12
bulan.

17

media
media
media

Cara mengatasi ruam popok pada anak
terdiri dari lima langkah sebagai berikut:

18

media

Penyebab ruam popok pada anak adalah iritasi, infeksi, atau alergi.

Episode ruam popok dapat semakin sering terjadi saat anak mengalami diare atau sedang
mengonsumsi antibiotik.
Iritasi adalah kemerahan pada kulit yang biasanya disebabkan oleh kontak antara kulit dengan urin atau

feses.

Infeksi biasanya disebabkan oleh bakteri atau jamur. Reaksi alergi seringkali disebabkan oleh
alergi terhadap bahan popok, dan bahan pewangi/alkohol yang terdapat pada tisu pembersiH

19

media

Bila didapatkan tanda-dan gejala berikut:

1.Ruam popok tampak kemerahan dan tidak membaik setelah dirawat selama 2-3 hari

2.Muncul luka yang bernanah

3.Terdapat demam

4.Ruam disertai rasa nyeri hebat

5.Tampak ruam berwarna merah terang dengan bintik-bintik kemerahan di bagian tepi

6.Bila terdapat infeksi jamur dan bakteri, dokter akan memberikan krim anti jamur dan
antibiotika. Demikan juga bila ada faktor alergi dan cenderung sering kambuh, setelah sembuh
bisa digunakan krim emolien untuk memperbaiki barier kulit di sekitar popok.

20

media

Oral thrush atau pseudomembran
kandidiasis akut

adalah suatu infeksi jamur yang umum terjadi pada bayi.
Infeksi ditandai dengan tampilan plak lembut berwarna
putih menyerupai gumpalan susu yang dapat diseka dan
meninggalkan bekas kemerahan atau eritema

21

media

Faktor etiologi terjadinya oral thrush pada bayi umumnya
diakibatkan karena oral higiene yang tidak adekuat. Sumber infeksi
dapat berasal dari jalan lahir, kulit puting ibu, ataupun dot botol
susu. Tidak optimalnya pembersihan mulut bayi pasca menyusui juga
berperan meningkatkan risiko terjadinya oral thrush

22

media

Kondisi mulut normal pada bayi ditandai dengan mukosa
berwarna merah segar. Apabila timbul bercak putih ataupun
kemerahan dapat dicurigai telah terjadi infeksi. Jamur
bukanlah satu-satunya infeksi pada mulut bayi, walaupun
paling sering ditemui. Anamnesis dan pemeriksaan yang
detil diperlukan guna penegakan diagnosis yang tepat

23

media

Tampilan klinis yang memperkuat diagnosis tersebut adalah dijumpai
gumpalangumpalan dengan meninggalkan dasar hiperemis pada mukosa jika
diusap/diangkat terutaa pada mukosa palatum mole

Kunci tatalaksana kasus infeksi jamur pada bayi adalah peningkatan oral higiene
yang adekuat. Apabila ditemui bercak putih yang dicurigai jamur dan tidak
menimbulkan bekas hiperemis pada dasar mukosa, maka hal yang pertama kali
dilakukan adalah segera membersihkan mulut bayi dan mengeliminasi faktor
pemicunya

Literatur menunjukkan bahwa miconazole gel lebih efektif untuk terapi oral
thrush pada bayi

https://www.youtube.com/watch?v=IGiZXZOCwpw

24

media

Ikterus fisiologis

Ikterus Neonatorium adalah disklorisasi pada kulit atau
organ lain karena penumpukan bilirubin
Ikterus fisiologis adalah ikterus yang timbul pada hari kedua
dan ketiga yang tidak mempunyai dasar patologis, kadarnya
tidak melewati kadar yang membahayakan atau mempunyai
potensi menjadi “kernikterus” dan tidak menyebabkan
suatu morbiditas pada bayi

25

media

1.

ikterus fisiologis muncul pada hari kedua dan ketiga dan

2.

semakin tampak pada hari ke-5 dan ke-6.

3.

Pada neonatus cukup bulan, kadar bilirubin indirek setelah 2 x 24 jam tidak melewati 15
mg% dan 10 mg% per hari pada neonatus kurang bulan.

4.

Kecepatan peningkatan kadar bilirubin tidak melebihi 5 mg%

5.

per hari.

6.

Kadar bilirubin direk kurang dari 1 mg%.

7.

Ikterus akan hilang pada 10 hari pertama umur bayi.

8.

Ikterus fisiologis tidak terbukti mempunyai hubungan dengan keadaan patologis tertentu.

26

media

Penyebab Ikterus Fisiologis

1) Brestfeeding Jaudince

Ikterus dapat terjadi pada bayi yang mendapatkan ASI
secara eksklusif.

Pada hari ke- 2 atau ke- 3, biasanya ASI belum banyak
diproduksi dan dikonsumsi bayi sehingga bayi kekurangan ASI,
akibatnya terjadi ikterus.keadaan ini tidak memerlukan
pengobatan karena ini tidak memerlukan pengobatan karena
akan berangsur-angsur sembuh.

27

media

Ikterus ASI (Breatsmilk Jaundince)

Ikterus ini berkaitan dengan pemberian ASI dari seorang ibu tertentu
dan umunya akan terjadi pada setiap bayi bergantung pada
kemampuan bayi itu mengubah bilirubin indirek.

Kondisi ikterus tidak membahayakan bagi bayi dan biasanya timbul
pada 4-7 hari pertama dan berlangsung lebih lama dari ikterus
fisiologis yang berlangsung 3-12 minggu.

28

media

Ikterus karena ketidakcocokan golongan darah
dan rhesus ibu dan janin.

a) Sel darah merah janin diserang oleh antibodi yang diproduksi

oleh tubuh bayi.

b) Serangan antibodi dari ibu menyebabkan pecahnya sel darah

dari ibu menyebabkan pecahnya sel darah merah sehingga

akan meningkatkan pelepasan bilirubin dari sel darah merah.

29

media

Lebam pada kulit kepala bayi

a) Sefalhematom ( Lebam pada kulit kepala bayi) dapat timbul akibat
proses persalinan.

b) Sefalhematom terjadi akibat penumpukan darah beku di bawah
kulit kepala.

c) Jika terjadi bekuan darah di kulit kepala, maka secara alamiah
tubuh akan menghancurkan bekuan ini sehingga bilirubin juga akan
keluar yang mungkin saja terlalu banyak

30

media

Tanda dan Gejala Ikterus Fisiologis

Bayi baru lahir yang mengalami bilirubin dapat diamati yaitu ketika kadar bilirubin meningkat
dalam darah, maka warna kuning akan dimulai dari kepala lalu turun kelengan, badan, dan
berakhir di kaki.

Kadar bilirubin yang cukup tinggi akan memperlihatkan tubuh bayi kuning hingga bawah lutut
serta telapak tangan.

Untuk memudahkan pengecekan warna kuning yaitu dengan menekan jari pada kulit yang
diamati. Ada baiknya dilakukan di bawah cahaya atau sinar matahari.

Pada anak dan orang dewasa warna kuning pada kulit akan timbul jika jumlah bilirubin > d
mg/dL.

Pada bayi baru lahir, warna kuning pada kulit akan terjadi jika kadar bilirubin mencapai 5 mg/dL.

Warna kuning bukanlah petunjuk gejala klinis tetapi penyakit lain ang menyertai mungkin Akan
menunjukkan suatu gejala seperti keadaan bayi yang tampak sakit, demam, dan malas minum

31

media

Penatalaksanaan Medis Dan Kewenangan Bidan
Terhadap Ikterus Fisiologis

1) Penanganan Sendiri di Rumah
Anjurkan ibu untuk memberikan ASI yang cukup yaitu 8-12 kali sehari.
Anjurkan ibu untuk menjemur bayinya karena matahari akan membantu memecahkan bilirubin
sehingga lebih mudah diproses di hati.

Caranya :
(1) Tempatkan bayi dekat jendela yang terbuka untuk mendapatkan matahari pukul 7-8 pagi.
(2) Atur posisi bayi agar wajahnya tidak langsung menghadap kematahari.
(3) Lakukan penyinaran selama 30menit yaitu 15 menit terlentang dan 15 menit tengkurap.
(4) Usahakan sinar matahari langsung mengenai kulit bayi oleh karenanya sebaiknya bayi
telanjang, tetapi jaga agar bayi tdak kedinginan.
(5) Jika ikterus terus berlanjut hingga lebih dari 3 minggu, segera rujuk ke rumah sakit.

32

media

Terapi medis dapat dilakukan dengan terapi sinar (Phototheraphy) yaitu :

Tempatkan bayi baru lahir di dalam inkubator dengan bank cahaya fototerapi
dan kira-kira 12-30 inci dari bayi baru lahir tersebut.

Gunakan selimut serat optik jika ada.

Lindungi mata bayi baru lahir dengan menggunakan penutup mata yang lembut.
Berhati-hatilah dalam penempatan penutup mata agar tidak menyumbat lubang
hidung.

Lepaskan penutup mata sesering mungkin untuk memeriksa adanya rabas mata
akibat reaksi terhadap profilaksis rutin atau infeksi ( konjungtivitis) akibat
pajanan mikroorganisme di jalan lahir.

33

media

1.

Saat diterapi, bayi tidak menggunakan pakaian kecuali popok dan seringlah ganti posisinya.

2.

Pantau kondisi kulit dan ganti popok lebih sering.

3.

Pantau asupan dan keluaran serta amati adanya tanda-tanda

4.

dehidrasi.

5.

Pantau suhu dan pertahankan lingkungan termal yang netral.

6.

Pantau intensitas cahaya dengan bilimeter.

7.

Pindahkan bayi dari terapi untuk menggendong dan memberi makan, kecuali jika
dikontraindikasikan.

https://www.youtube.com/watch?v=ooPfnVQwoSM

media

Konsep dasar dan asuhan
masalah yang lazim pada
bayi baru lahir neonates
bayi dan balita

ROSITA SYARIFAH., S.SIT., M.KEB

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 33

SLIDE