Search Header Logo
Materi Drama Kelas 11

Materi Drama Kelas 11

Assessment

Presentation

Arts

12th Grade

Hard

Created by

Darma Jari

Used 41+ times

FREE Resource

14 Slides • 0 Questions

1

media

2

media

3

media

Pengertian Teks Drama

Menurut etimologi, istilah drama berangkat dari
bahasa Yunani yaitu “draomai”, yang mana memiliki
arti sebagai yang berbuat, berlaku, bertindak, dan
beraksi. Berdasarkan sejarah kata tersebut, teks
drama dapat dipahami sebagai suatu perbuatan atau
tindakan yang ditulis dan selanjutnya digunakan
dalam pementasan di sebuah panggung.

4

media

Ciri-Ciri Teks Drama

1.

Teks drama memiliki cerita yang berbentuk dialog, baik yang dituturkan
oleh narator maupun tokoh.

2.

Seluruh dialog pada teks drama tidak menggunakan tanda petik.

3.

Teks drama memiliki beberapa petunjuk khusus yang harus dilakukan
oleh aktor atau aktris yang memerankan tokoh-tokoh di dalam teks
tersebut.

4.

Teks drama terletak di atas dialog atau di samping kiri dialog.

5.

Teks drama memuat banyak konflik dan aksi.

6.

Teks drama harus dilakonkan atau dipentaskan.

7.

Teks drama biasanya dapat dipentaskan dengan durasi kurang dari tiga
jam.

8.

Teks drama tidak dapat diulang dalam satu masa tertentu.

5

media

Unsur-Unsur Teks Drama

Unsur Intrinsik

Unsur intrinsik, berarti unsur yang berada di dalam sebuah teks drama. Unsur-unsur intrinsik ini
adalah sebagai berikut:

1.

Tokoh dan Penokohan: drama memiliki arti sebagai karakter rekaan yang ada dalam sebuah
cerita drama. Sementara itu, penokohan atau karakterisasi dalam teks drama merupakan
sebuah gambaran yang menceritakan karakter tokoh tersebut.

2.

Latar (Setting): Latar atau setting dalam teks drama yaitu sebuah aspek ruang atau tempat,
waktu, hingga suasana terjadinya peristiwa dalam sebuah teks drama.

3.

Alur: Alur dalam teks drama adalah sebuah rangkaian peristiwa yang terjalin pada sebuah teks
sastra, dengan berlandaskan hukum sebab dan akibat. Alur sendiri dapat dipahami sebagai
pola dan keterkaitan peristiwa untuk menggerakkan cerita ke arah pertikaian dan penyelesaian
cerita tersebut.

4.

Tema: Tema dalam teks drama adalah suatu gagasan pokok yang didukung oleh jalinan unsur
lainnya, misalnya seperti tokoh, alur, dan latar cerita dengan wujud sebuah dialog.

5.

Amanat: Amanat dalam teks drama yaitu suatu pesan yang disampaikan oleh pengarang
kepada pembaca teks drama atau penonton pementasan drama.

6

media

Unsur-Unsur Teks Drama

Unsur Ekstrinsik
Selanjutnya, unsur ekstrinsik teks drama dapat diartikan semua unsur
yang berada di luar teks drama, tetapi memiliki peran dalam
keberadaan teks drama tersebut. Unsur-unsur ekstrinsik ini adalah
sebagai berikut:
1. Biografi atau riwayat hidup pengarang teks drama
2. Falsafah hidup pengarang teks drama
3. Unsur sosial budaya masyarakat yang menjadi inspirasi dalam

pembuatan naskah atau teks drama

7

media

Struktur Teks Drama

1. Prolog

Bagian pertama dari struktur teks drama adalah prolog. Prolog dapat dipahami sebagai kata pendahuluan atau kata-kata pembuka yang
memiliki peran sebagai pengantar. Prolog sendiri biasanya berisi penjelasan gambaran umum tentang tokoh, konflik, latar belakang cerita,
atau berbagai hal yang terjadi dalam drama. Dalam pementasan drama, prolog sering kali disampaikan oleh narator atau bisa disebut juga
dengan dalang, terkadang juga prolog secara khusus disampaikan oleh tokoh tertentu dalam drama.

2. Dialog

Bagian kedua dari struktur teks drama yaitu dialog. Dialog dapat didefinisikan sebagai sebuah percakapan atau pembicaraan antara dua
orang atau lebih. Dalam struktur teks drama, dialog menjadi unsur yang memiliki peran yang sangat penting. Hal itu dikarenakan sebuah
pementasan drama dibangun dengan menggunakan setiap dialog antar tokohnya.

Dalam teks drama, dialog juga dapat menyampaikan gambaran tentang perasaan dari para tokoh. Hal ini yang menjadikan pementasan
drama perlu diperankan oleh aktor atau aktris yang dapat menjiwai karakter dan perasaan dari tokoh yang diperankan. Selain itu, aktor dan
aktris juga harus mampu mengucapkan dialog dari tokoh yang diperankan, misalnya dengan menggunakan suara yang sesuai dengan
perasaan dan watak dari karakternya.

3. Epilog

Bagian ketiga dari struktur teks drama yaitu epilog. Epilog pada dasarnya adalah kata penutup dalam sebuah teks drama, yang mana fungsi
dari epilog untuk mengakhiri sebuah pementasan drama. Dalam pementasan drama, epilog biasanya memuat simpulan atau amanat atau
isi pokok dari teks drama. Sama seperti prolog, epilog umumnya disampaikan oleh narator atau dalang. Namun, bisa jadi karena kebutuhan
pementasan epilog disampaikan oleh tokoh dalam drama tersebut.

8

media

Kaidah Kebahasaan Drama

Teks drama berisi dialog.
Banyak menggunakan tanda petik pada dialog
Pada bagian prolog dan epilog, teks drama banyak menggunakan kata ganti orang ketiga, yaitu

seperti dia, beliau, ia, -nya, dan lain sebagainya.

Pada bagian dialog, teks drama banyak menggunakan kata ganti orang pertama dan kedua,

misalnya yaitu aku, saya, kami, kita, dan kamu.

Teks drama banyak memakai konjungsi temporal atau keterangan waktu, misalnya yaitu sebelum,

sekarang, setelah itu, mula-mula, kemudian, dan lain sebagainya.

Teks drama banyak memakai kata kerja yang menggambarkan suatu peristiwa, misalnya seperti

menyuruh, menobatkan, menyingkirkan, menghadap, beristirahat, dan lain sebagainya.

Teks drama banyak menggunakan kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau

dirasakan oleh tokoh, misalnya seperti merasakan, menginginkan, mengharapkan, mendambakan,
mengalami, dan lain sebagainya.

Teks drama banyak menggunakan kata-kata sifat untuk menggambarkan tokoh, tempat, atau

suasana, misalnya yaitu ramai, bersih, baik, gagah, kuat, dan lain sebagainya

9

media

Jenis-Jenis Drama

A. Berdasarkan Ada Tidaknya Naskah
1. Drama tradisional, adalah jenis drama yang sering kali tidak

memakai teks atau naskah drama.

2. Drama modern, adalah jenis drama yang banyak memakai teks atau

naskah drama.

10

media

F. Jenis-Jenis Teks Drama

B. Berdasarkan Bentuk Sastra Percakapannya
1. Drama puisi, adalah jenis drama yang percakapannya dibuat berupa

puisi atau mengandung banyak unsur dari puisi.

2. Drama prosa, adalah jenis drama yang percakapannya dibuat

berupa prosa.

11

media

F. Jenis-Jenis Teks Drama

C. Berdasarkan Sajian Isinya
1.

Drama tragedi, adalah jenis drama yang menyajikan tokohnya dalam keadaan sedih
atau muram. Drama ini biasanya terjadi karena tokoh tersebut sedang berada suatu
situasi yang gawat. Dalam situasi yang merugikan tersebut, bisa jadi dapat
mengantarkan tokoh ke dalam keputusasaan dan kehancuran. Drama tragedi sering
juga disebut dengan drama serius. Drama serius biasa dipahami sebagai drama yang
menggambarkan pertikaian antar tokoh dan kekuatan yang luar biasa. Akhir dari
drama serius umumnya akan terjadi malapetaka atau kesedihan yang ditimpa tokoh
utama.

2.

Drama komedi, adalah jenis drama ringan yang menghibur. Meskipun penuh dengan
lelucon atau humor, drama ini sering kali memuat tentang sindiran. Berbeda dengan
drama tragedi, drama komedi biasanya memiliki akhir yang bahagia.

3.

Drama tragedi komedi, adalah jenis drama yang menggunakan alur sedih atau duka
cita, akan tetapi akhir dari drama ini memberikan kebahagiaan kepada tokoh
utamanya.

12

media

F. Jenis-Jenis Teks Drama

D. Berdasarkan Kuantitas Percakapannya
1.

Drama pantomim, adalah jenis drama yang dipentaskan dengan tidak banyak
memakai kata-kata. Drama ini lebih memaksimal penggunaan gerakan tubuh
dari para tokohnya.

2.

Drama mini kata, adalah jenis drama yang dipentaskan hanya dengan
menggunakan sedikit kata-kata. Drama ini biasanya memaksimal penggunaan
gerakan tubuh dari para tokoh dan banyak bunyi dari mulut para tokoh, tetapi
bunyi yang dihasilkan tidak berupa kata-kata.

3.

Drama monolog, adalah jenis drama yang menampilkan drama dengan hanya
satu tokoh utama yang bermonolog atau berbincang sendiri sepanjang
pementasan.

4.

Drama dialog, adalah jenis drama yang mementaskan para tokohnya untuk
berdialog dengan menggunakan kata-kata.

13

media

F. Jenis-Jenis Teks Drama

E. Berdasarkan Besarnya Pengaruh Unsur Seni Lainnya
1. Drama opera, adalah jenis pementasan drama yang mengutamakan

seni suara dan musik.

2. Drama sendratari, adalah jenis pementasan drama yang

mengutamakan seni tari.

3. Drama tablo, adalah jenis pementasan drama yang tidak banyak

tindakan atau dialog.

14

media

F. Jenis-Jenis Teks Drama

F. Berdasarkan Bentuk-Bentuk Lainnya
1.

Drama absurd, adalah jenis pementasan drama yang secara sadar mengabaikan atau
melanggar konvensi alur, penokohan, dan tematik.

2.

Drama baca, adalah jenis teks drama yang hanya cocok untuk dibaca dan tidak cocok untuk
dipentaskan.

3.

Drama borjuis, adalah jenis pementasan drama yang memiliki tema tentang kehidupan kaum
bangsawan.

4.

Drama domestik, adalah jenis pementasan drama yang memiliki tema tentang kehidupan
rakyat biasa.

5.

Drama liturgis, adalah jenis teks drama yang dipentaskan bersamaan dengan upacara
kebaktian gereja.

6.

Drama satu babak, adalah jenis pementasan drama yang hanya memiliki satu babak dan satu
tema dengan jumlah aktor atau aktris yang sedikit, dan memiliki alur yang ringkas.

7.

Drama rakyat, adalah jenis pementasan drama yang muncul dan berkembang dalam festival
rakyat. Drama ini biasanya banyak dipentaskan di wilayah pedesaan

media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 14

SLIDE