
INDONESIA DALAM PANGGUNG DUNIA
Presentation
•
History
•
12th Grade
•
Practice Problem
•
Hard
geraldo alfrida
FREE Resource
77 Slides • 0 Questions
1
INDONESIA DALAM PANGGUNG DUNIA
ALFRIDA PALUNGAN,S.S
GURU SEJARAH
SMAN 2 TANA TORAJA
2
INDONESIA DALAM PANGGUNG DUNIA
POLITIK
LUAR
NEGERI
1. Pengertian Politik Luar
Negeri
2. Tujuan Politik Luar Negeri
3. Prinsip-Prinsip Politik Luar
Negeri
4. Landasan Politik Luar
Negeri
5. Arah Kebijakan Politik Luar
Negeri
PELAKSANAAN
POLITIK LUAR NEGERI
BEBAS AKTIF
1.LAHIRNYA POLITIK BEBAS AKTIF
2.POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA
PADA
MASA
DEMOKRASI
PARLEMENTER / LIBERAL
3.PADA
MASA
DEMOKRASI
TERPIMPIN/ORLA (SOEKARNO)
4.PADA MASA ORBA (SOEHARTO)
5.PADA
ERA
REFORMASI
(B.J
HABIBIE,
ABDURRAHMAN
WAHID,
MEGAWATI,
SBY,
JOKOWI)
PERAN
INDONESIA
DALAM UPAYA
MENCIPTAKAN
PERDAMAIAN
DUNIA
1. KAA 1955
2. GERAKAN NON
BLOK
3. MISI
PEMELIHARAAN
PERDAMAIAN
GARUDA
4. ASEAN
3
POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA
4
POLITIK LUAR NEGERI
“suatu kebijaksanaan yang diambil oleh
pemerintah dalam rangka hubungannya
dengan
dunia
internasional
dalam
usaha untuk mencapai tujuan nasional”
2 September 1948
Mohammad Hatta menyampaikan
pidatonya yang berjudul “Mendayung
Diantara Dua Karang” di sidang
Badan Pekerja Komite Nasional
Indonesia Pusat (BP-KNIP)
Indonesia
menganut politik
luar negeri BEBAS-
AKTIF
5
Mohammad Hatta
”… melindungi segenap
bangsa Indonesia dan
seluruh tumpah darah
Indonesia dan untuk
memajukan kesejahteraan
umum, mencerdaskan
kehidupan bangsa, dan ikut
melaksanakan ketertiban
dunia yang berdasarkan
perdamaian abadi dan
keadilan sosial…”
6
PRINSIP – PRINSIP
POLITIK LUAR
NEGERI
7
LANDASAN POLITIK LUAR NEGERI
BEBAS - AKTIF
LANDASAN
IDIIL
LANDASAN
KONSTITUSIONAL
LANDASAN
OPERASIONAL
P
A
N
C
A
S
I
L
A
Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Nilai-
nilai yang terkandung dalam Pancasila harus
dijadikan sebagai pedoman dan pijakan dalam
melaksanakan politik luar negeri Indonesia.
UUD ‘45
Senantiasa berubah
sesuai dengan
kepentingan
nasional
8
LANDASAN
KONSTITUSIONAL
PEMBUKAAN UUD 1945
Alinea IV
Alinea I
"... kemerdekaan
ialah hak segala
bangsa dan oleh
sebab itu maka
penjajahan di atas
dunia harus
dihapuskan karena
tidak sesuai dengan
peri kemanusiaan
dan peri keadilan ..."
"... dan ikut melaksanakan
ketertiban dunia berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi
dan keadilan sosial ..."
9
LANDASAN OPERASIONAL
1. Awal kemerdekaan :
∙Maklumat politik pemerintah 1 November 1945
“Politik damai dan hidup berdampingan secara damai; tidak campur tangan
terhadap urusan dalam negeri negara lain; politik bertetangga baik dan
kerjasama dengan semua negara dibidang ekonomi, politik, dan lain-lain;
serta selalu mengacu pada piagam PBB dalam melakukan hubungan dengan
negara lain”.
2. Demokrasi Terpimpin :
∙Amanat presiden yang berjudul “ Penemuan Kembali Revolusi Kita” pada 17 Agustus
1959 atau lebih dikenal dengan “ Manifesto Politik Republik Indonesia” yang
kemudian dijadikan GBHN.
∙Batang tubuh UUD 1945 Pasal 11 dan Pasal 13 ayat 1, 2 dan 3
10
Lanjutan . . .
UUD 1945 Pasal 11
”Presiden dengan persetujuan Dewan
Perwakilan Rakyat menyatakan perang,
membuat perdamaian, dan perjanjian
dengan negara lain.”
UUD 1945 Pasal 13
Ayat 1: ”Presiden mengangkat duta dan
konsul.”
Ayat
2:
”Dalam
mengangkat
duta,
Presiden memperhatikan pertimbangan
Dewan Perwakilan Rakyat.”
Ayat
3:
”Presiden
menerima
penempatan duta negara lain dengan
memperhatikan pertimbangan Dewan
Perwakilan Rakyat.”
3.
Orde Baru :
∙Ketetapan
MPRS
no
XII/MPRS/1966
tanggal 5 Juli 1966 tentang penegasan
kembali landasan kebijaksanaan politik
luar negeri Indonesia. Isinya adalah :
⮚ Bebas
aktif,
anti
imperialism
dan
kolonialisme
dalam
segala
bentuk
manifestasinya
dan
ikut
serta
melaksanakan
ketertiban
dunia
yang
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian
abadi, dan keadilan social.
⮚ Mengabdi kepada kepentingan nasional
dan amanat penderitaan rakyat
∙Dipertegas lagi dalam Ketetapan MPR 22
Maret 1973
∙TAP MPR RI. NO. 1V/MPR/1978
∙TAP MPR RI. NO. II/MPR/1983
11
TAP MPR NO IV/MPR/1999 pada 19 Oktober 1999 tentang
GBHN dalam rangka mewujudkan tujuan nasional periode
1999-2004
12
ARAH KEBIJAKAN
POLITIK LUAR NEGERI
INDONESIA
•Menegaskan arah politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan
berorientasi
pada
kepentingan
nasional,
menitik
beratkan
pada
solidaritas
antar
negara
berkembang,
mendukung
perjuangan
kemerdekaan bangsa-bangsa, menolak penjajahan dalam segala bentuk,
serta meningkatkan kemandirian bangsa dan kerjasama internasional
bagi kesejahteraan rakyat.
•Dalam
melakukan
perjanjian
dan
kerjasama
internasional
yang
menyangkut kepentingan dan hajat hidup rakyat banyak harus dengan
persetujuan lembaga perwakilan rakyat.
•Meningkatkan kualitas dan kinerja aparatur luar negeri agar mampu
melakukan diplomasi pro-aktif dalam segala bidang untuk membangun
citra positif Indonesia di dunia internasional, memberikan perlindungan
dan pembelaan terhadap warga negara dan kepentingan Indonesia, serta
memanfaatkan setiap peluang positif bagi kepentingan nasional.
13
•Meningkatkan
kualitas
diplomasi
guna
mempercepat
pemulihan
ekonomi
dan
pembangunan
nasional,
melalui
kerjasama ekonomi regional maupun internasional dalam
rangka stabilitas, kerjasama dan pembangunan kawasan.
•Meningkatkan kesiapan Indonesia dalam segala bidang untuk
menghadapi perdagangan bebas, terutama dalam menyongsong
pemberlakuan AFTA, APEC dan WTO.
•Memperluas perjanjian ekstradisi dengan negaranegara sahabat
serta
memperlancar
prosedur
diplomatik
dalam
upaya
melaksanakan ekstradisi bagi penyelesaian perkara pidana.
•Meningkatkan kerjasama dalam segala bidang dengan negara
tetangga yang berbatasan langsung dan kerjasama kawasan
ASEAN
untuk
memelihara
stabilitas,
pembangunan
dan
kesejahteraan.
ARAH KEBIJAKAN
POLITIK LUAR NEGERI
INDONESIA
14
PELAKSANAAN POLITIK LUAR NEGERI
BEBAS - AKTIF
15
PERANG
ASIA
TIMUR
RAYA 🡪
JEPANG
DENGAN
CEPAT
MENGUA
SAI ASIA
Angkatan
Perang
Amerika
mulai
menyerang
secara
besar-
besaran
kearah
Jepang
6 Agustus
1945
Amerika
membom
kota
Hiroshima
Uni Soviet
menyatakan
perang
terhadap
Jepang pada
tanggal 8
Agustus
1945
9 Agustus 1945
Amerika
membom kota
Nagasaki
Jepang
meyerah
tanpa
syarat pada
15 Agustus
1945
VACUM OF POWER
DI INDONESIA
(Digunakan sebagai
kesempatan untuk
memerdekakan diri)
Bangsa Indonesia
menyatakan diri
sebagai Negara yang
merdeka.
NEXT . . . . .
NEXT
16
Indonesia belum
memiliki rumusan
yang jelas mengenai
bentuk politik luar
negerinya. Akan tetapi
pada masa tersebut
politik luar negeri
Indonesia sudah
memiliki landasan
operasional yang jelas
yaitu hanya
mengonsentrasikan
diri pada tiga sasaran
utama.
Sesuai dengan sasaran utama kebijakan politik luar negeri sebagaimana disebut diatas maka
Indonesia harus berusaha memperkuat kekuatan diplomasinya dengan menarik simpati
negara-negara lain.
PASCA KEMERDEKAAN . . .
NEXT
17
PERANG DINGIN
Dalam perang dingin
yang sedang
berkecamuk antara
Blok Amerika (Barat)
dengan Blok Uni
Soviet (Timur) pada
masa awal berdirinya
negara Indonesia,
Indonesia memilih
sikap tidak memihak
kepada salah satu
blok yang ada.
NEXT
18
Secara resmi
politik luar negeri
Indonesia baru
mendapatkan
bentuknya pada
saat Wakil
Presiden
Mohammad Hatta
memberikan
keterangannya
kepada BP KNIP
(Badan Pekerja
Komite Nasional
Indonesia Pusat)
mengenai
kedudukan politik
Indonesia pada
bulan September
1948.
MOH. HATTA
19
AWAL MUNCULNYA
POLITIK BEBAS AKTIF
INDONESIA
20
BEBAS AKTIF
21
POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA
PADA MASA DEMOKRASI
PARLEMENTER
7 KABINET
1950-1959
DALAM BIDANG
POLITIK LUAR NEGERI
22
23
POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA PADA MASA DEMOKRASI
TERPIMPIN/ORLA
SOEKARNO
1959-1965
POLITIK INDONESIA
CONDONG KE BLOK
KOMUNIS ?!?!?
OLDEFOS Vs. NEFOS
POLITIK MERCUSUAR
USAHA MEMPERTAHANKAN YANG TIDAK DIIMBANGI DENGAN KONDISI PEREKONOMIAN DALAM
NEGERI 🡪 INFLASI TERUS-MENERUS
24
POLITIK LUAR NEGERI PADA
MASA DEMOKRASI TERPIMPIN
REVOLUSIONER
Untuk mencari dukungan dan
pengakuan terhadap kedaulatan
Indonesia, dan untuk menunjukkan
karakter yang dimiliki pada bangsa-
bangsa lain di dunia internasional
SOEKARNO mempromosikan
NASAKOM untuk mengalahkan
NEKOLIM 🡪 Politik luar negeri
condong ke BLOK KOMUNIS
25
FAKTOR INTERNAL
FAKTOR EKSTERNAL
Adanya dominasi PKI
dalam kehidupan
politik.
•Sikap negara-negara
Barat yang kurang
simpati dan tidak
mendukung terhadap
perjuangan bangsa
Indonesia.
Soekarno mengizinkan PKI
berkembang di Indonesia karena
alasan agar komunis mampu
berasimilasi dengan revolusi
Indonesia dan tidak merasa di anggap
sebagai kelompok luar.
NAMUN, ketika
terjadi konfrontasi
kedekatan JAKARTA
dengan MOSKOW,
AS menyatakan
dukungan terhadap
INDONESIA untuk
merebut IRIAN
BARAT terhadap
BELANDA. (TAKTIK
KONFRONTATIF AS)
26
INDONESIA KELUAR DARI PBB
MALAYSIA
DITETAPKAN
DEBAGAI
ANGGOTA
TIDAK TETAP
DEWAN
KEAMANAN
PBB
KARENA SOEKARNO
BERNGGAPAN BAHWA PBB
BERPIHAK PADA BLOK BARAT
SOEKARNO
MENYATAKAN
INDONESIA KELUAR
DARI PBB
Mundurnya Indonesia dari PBB berujung
pada
terhambatnya
pembangunan
dan
modernisasi Indonesia karena menjauhnya
Indonesia dari pergaulan Internasional.
27
SOEKARNO
OLDEFOS
(Old
Established
FORCES ) 🡪
kekuatan lama
yang telah mapan yakni negara-
negara
kapitalis
yang
neokolonialis
dan
imperialis
(Nekolim)
NEFOS ( New Emerging Forces )
🡪kekuatan baru yang sedang
muncul
yaitu
negara-negara
progresif
revolusioner
(termasuk
Indonesia
dan
negara-negara
komunis
umumnya)
yang
anti
imperialisme dan kolonialisme.
Dalam upaya mengembangkan NEFOS,
Presiden SOEKARNO melaksanakan
pembentukan poros JAKARTA-PEKING
dan POLITIK MERCUSUAR
28
29
POROS JAKARTA - PEKING
1. KONFRONTASI DENGAN MALAYSIA YANG
MENYEBABKAN INDONESIA MEMBUTUHKAN BANTUAN
MILITER DAN LOGISTIK.
1. INDONESIA PERLU UNTUK MENCARI NEGARA YANG
MAU MEMBANTUNYA DALAM MASALAH DANA
DENGAN PERSYARATAN YANG MUDAH, yakni CHINA &
UNI SOVIET
Ruang gerak Indonesia di forum internasional
menjadi sempit sebab hanya berpedoman ke
negara-negara komunis.
30
Ditinggalkannya
masalah-
masalah
domestik
seperti
masalah ekonomi.
SOEKARNO
beranggapan
bahwa pertumbuhan ekonomi
pada
fase
awal
berdirinya
suatu negara adalah hal yang
tidak
terlalu
penting,
yang
harus
diutamakan
adalah
pemusnahan
pemusnahan
pengaruh-pengaruh asing
Perekonomian dalam
negeri tidak stabil
Inflasi secara
terus-menerus
Penghasilan Negara < Pengeluaran
untuk proyek-proyek politik mercusuar
MERUPAKAN SALAH SATU PENYEBB
KRISIS POLITIK DAN EKONOMI PADA
MASA AKHIR PEMERINTAHAN
DEMOKRASI TERPIMPIN
31
32
33
• Orde
Baru
hadir
dengan
semangat
"koreksi
total"
atas
penyimpangan yang dilakukan oleh Soekarno pada masa Orde
Lama
• Ekonomi Indonesia berkembang pesat meskipun hal ini terjadi
bersamaan dengan praktik korupsi yang merajalela
• kesenjangan antara rakyat yang kaya dan miskin juga semakin
melebar
• memilih perbaikan dan perkembangan ekonomi sebagai tujuan
utamanya
dan
menempuh
kebijakannya
melalui
struktur
administratif yang didominasi militer
Era Orde Baru (1966-
1998)
34
• Soeharto merestrukturisasi politik dan ekonomi dengan dwi
tujuan, bisa tercapainya stabilitas politik pada satu sisi dan
pertumbuhan ekonomi di pihak lain. Dengan ditopang kekuatan
Golkar, TNI, dan lembaga pemikir serta dukungan kapital
internasional, Soeharto mampu menciptakan sistem politik
dengan tingkat kestabilan politik yang tinggi
• terjadi eksploitasi sumber daya selama masa pemerintahannya
• pertumbuhan ekonomi yang besar namun tidak merata di
Indonesia
• prioritas dalam politik luar negeri orba adalah pembangunan
dan stabilitas
• politik luar negeri yang revolusioner pada era orde lama,
menjadi lebih ramah dan aktif di dunia internasional
35
36
Sejak keluar dari keanggotaan PBB, Indonesia praktis
terkucil dari pergaulan internasional. Kenyamanan dan
kebersamaan hidup dengan bangsa lain tidak dapat
dirasakan lagi. Begitu pula pembangunan negara menjadi
terhambat sehingga berakibat pada kesengsaraan rakyat.
Menyadari adanya kerugian itu, Pemerintahan Orde Baru
memutuskan untuk masuk kembali menjadi anggota PBB.
Pada tanggal 3 Juni 1966 akhirnya disepakati bahwa
Indonesia harus kembali menjadi anggota PBB dan badan-
badan
internasional
lainnya.
Indonesia
secara
resmi
akhirnya kembali menjadi anggota PBB sejak tanggal 28
Desember 1966. Indonesia tetap diterima kembali sebagai
anggota PBB yang ke-60.
37
Indonesia
telah
memulihkan
hubungan
dengan
Singapura
dengan
perantaraan
Habibur
Rachman
(Dubes
Pakistan
untuk Myanmar). Pemerintah
Indonesia menyampikan nota
pengakuan terhadap Republik
Singapura pada tanggal 2 Juni
1966 yang disampikan pada
Perdana
Menteri
Lee
Kuan
Yew.
Akhirnya pemerintah
Singapurapun
menyampikan
nota jawaban kesediaan untuk
mengadakan
hubungan
diplomatik.
Normalisasi
hubungan
Indonesia
dan
Malaysia
dimulai
dengan
diadakan
perundingan
di
Bangkok pada 29 Mei-1 Juni
1966
yang
menghasilkan
perjanjian Bangkok.
38
PENDIRIAN ASEAN
39
INTEGRASI WILYAH
TIMOR-TIMUR KE
WILAYAH INDONESIA
40
• Organization of Petroleum Exporting
Countries (OPEC)
• Consultative Group on Indonesia (CGI).
• Asia Pasific Economic Cooperation
(APEC).
• International Monetery Fund (IMF)
• World Bank
• Organisasi Konferensi Islam.
KEIKUT SERTAAN
INDONESIA DALAM
ORGANISASI
INTERNASIONAL
41
Perbaikan ekonomi yang menjadi
prioritas
pemerintah
orba
dituangkan dalam pembangunan
lima
tahun
(Pelita).
Pelita
direncanakan
setiap
lima
tahun
dan ditetapkan sebagai Garis Besar
Haluan
Negara
(GBHN)
oleh
Majelis Permusyawaratan Rakyat
(MPR).
42
43
44
REFORMASI
“…pada kenyataannya, era reformasi yang diharapkan mampu memperbaiki sistem
pemerintahan Orde Baru masih diwarnai dengan kondisi instabilitas politik. Hal ini
ditandai dengan singkatnya masa pemerintahan setiap presiden pasca Orde Baru,
mulai dari Presiden B J Habibie yang hanya memerintah selama satu tahun, dilanjutkan
dengan pemerintahan Gus Dur yang bertahan selama dua puluh bulan, dan Megawati
selama tiga setengah tahun. Keadaan tersebut turut berimplikasi pula pada
ketidakstabilan politik luar negeri Indonesia. “
45
B.J Habibie
(1998-1999)
“ Usaha memperbaiki citra Indonesia di kancah
Internasional yang sempat terpuruk sebagai
dampak krisis ekonomi di akhir era Orde Baru
dan kerusuhan pasca jajak pendapat di Timor-
Timur. “
Merealisasikan
kebebasan
pers
maupun
kebebasan
berpendapat
dalam
perundang-undangan.
Cara
yang
ditempuh oleh Habibie adalah mendorong ratifikasi empat
konvensi internasional dalam masalah hak pekerja dan
pembentukan Komisi Nasional (Komnas) Perempuan.
Berhasil menarik simpati dari Dana Moneter
Internasional/International
Monetary
Funds
(IMF) dan Bank Dunia
untuk
mencairkan
program
bantuan
untuk
mengatasi
krisis
ekonomi
Lepasnya Timor Timur dari Negara Kesatuan
Republik Indonesia pada tahun 1998 seiring
dengan hasil jejak pendapat yang lebih tinggi
untuk menentukan nasib sendiri.
46
Abdurrahman Wahid
(1999-2000)
“ Tujuan politik luar negeri Indonesia
pada era Gus Dur masih terfokus pada
usaha stabilitas ekonomi dan keamanan
melalui diplomasi yang direalisasikan
melalui investasi swasta, diplomasi
bantuan luar negeri, perdagangan bebas,
otonomi regional, dan sistem politik
demokratis. “
meningkatnya kredibilitas Indonesia di mata
internasional
mengalirnya
bantuan
internasional
untuk
membantu perekonomian dalam negeri
keberhasilan pengelolaan masalah ancaman
integrasi bangsa
47
Mereformasi
TNI
yang
telah
dianggap
mencoreng HAM 🡪 pemberhentian Wiranto
Reposisi
angkatan
militer
untuk
kembali
kepada tugasnya sendiri untuk merealisasikan
demokrasi di Indonesia
Penggalangan dukungan internasional untuk
mengembalikan
kredibilitas
Indonesia
🡪
intensitas kunjungan luar negeri Gus Dur yang
tinggi selama dua puluh bulan ia menjabat,
yang juga dianggap sebagai aksi pemborosan,
walaupun langkah tersebut dilakukan untuk
membuka pintu investasi asing di Indonesia
‘diplomasi persatuan’ yang juga ditujukan
untuk mendapatkan dukungan internasional
terhadap permasalahan disintegrasi bangsa
yang dihadapi Indonesia yang menjadi isu yang
diprioritaskan, hal itu berdasarkan gerakan
separatisme yang muncul di Aceh, Papua, dan
lain-lain yang membuahkan hasil dukungan
dari Australia dan Selandia Baru.
Namun,
kunjungan
luar negeri Gus Dur
tidak
diikuti
dengan
kebijakan
yang
komprehensif
untuk
memajukan
Indonesia. Di sisi lain,
Gus
Dur
kurang
memperlihatkan
sensitivitas domestik,
hal
ini
diperlihatkannya
dengan
mengambil
kebijakan yang dinilai
kontroversial
seperti
idenya
untuk
membuka
hubungan
kerjasama
perdagangan
dengan
Israel yang kemudian
dibatalkan
karena
menuai
kecaman
dalam negeri.
48
Megawati Soekarnoputri
(2001-2004)
Mereduksi hubungan internasional dengan
Barat dengan memutus hubungan dengan IMF
dan melakukan perdagangan dengan Rusia
dengan adanya pembelian pesawat Sukhoi
Adanya investasi sektor swasta,
perdagangan
bebas,
dan
kekuatan
otonomi
regional
yang lebih diutamakan
49
Susilo Bambang
Yudhoyono (2004-2014)
Presiden pertama pasca Orde Baru yang dipilih
secara demokratis pada pemilu tahun 2004.
50
CIRI-CIRI
POLUGR
I
INDONE
SIA
PADA
MASA
PEMERI
NTAHAN
SBY
51
Indonesia aktif dalam ASEAN dan
keanggotannya dalam G-20 sebagai poros
utama kawasan
Indonesia menjadi tuan rumah berbagai
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)
lahirnya isu lingkungan yakni pemanasan
global, isu HAM, ancaman integrasi bangsa,
maupun terorisme masih mewarnai Indonesia`
Indonesia mampu menjadi salah satu anggota
Dewan HAM dan Dewan Keamanan PBB,
NAMUN… Prestasi tersebut tidak diiringi
dengan
kebijakan
yang
menunjukkan
karakterstik Indonesia dengan mendukung
resolusi nuklir Iran dalam DK PBB.
52
JOKO WIDODO
2014-2019
53
“ Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika adalah
sebuah konferensi antara negara-
negara Asia dan Afrika yang kebanyakan baru
saja memperoleh kemerdekkaan. KAA
diselenggarakan oleh Indonesia, Myanmar
(dahulu Burma), Sri Lanka (dahulu Ceylon),
India, dan Pakistan dan dikoordinasi oleh
Menteri Luar Negeri Indonesia Sunario.
Pertemuan ini berlangsung antara 18-24 April
1955 di Gedung
Merdeka, Bandung, Indonesia. Tujuannya
mempromosikan kerjasama ekonomi dan
kebudayaan Asia-Afrika dan melawan
kolonialisme atau neokolonialisme Amerika
Serikat, Uni Soviet, atau negara imperalis
lainya. “
54
Latar Belakang Diselenggarakannya
Konferensi Asia-Afrika
1. Bangsa-bangsa
Asia-Afrika
memiliki
persamaan
nasib dan sejarah yakni sama-sama menjadi sasaran
penjajahan bangsa-bangsa Eropa.
2. Semakin meningkatnya kesadaran bangsa-bangsa
Asia-Afrika yang masih terjajah untuk memperoleh
kemerdekaan.
3. Perubahan politik yang terjadi setelah Perang Dunia
IIberakhir
yakni
situasi
internasional
diliputi
kecemasan
akibat
adanya
perlombaan
senjata
antara Blok Barat dan Blok Timur.
4. Diantara bangsa-bangsa Asia yang telah merdeka
masih belum terdapat kesadaran untuk bersatu,
yang kemudian Rusia dan Amerika Serikat ikut
melibatkan diri dalam masalah tersebut.
55
•Kerja
sama
ekonomi,
antara
lain
mengusahakan
kemajuan
ekonomi,
memajukan
perdagangan,
saling
memberikan
bantuan
teknik,
dan
mendirikan bank-bank.
•Kerja sama kebudayaan, antara lain
memajukan
kerja
sama
kebudayaan
sebagai
jalan
terpenting
untuk
mendapatkan
pengertian
antara
bangsa-bangsa Asia-Afrika, memajukan
pendidikan
dan
pengajaran
dengan
pertukaran pelajar, pelatih, dan guru.
•Masalah
hak
asasi
manusia,
yakni
menjunjung
tinggi
hak-hak
asasi
manusia seperti yang tercantum dalam
Piagam
PBB
serta
menentang
ras
diskriminasi.
•Masalah
bangsa-bangsa
yang
belum
merdeka,
yakni
menentang
adanya
imperialisme
dan
menuntut
kemerdekaan
bagi
rakyat
Aljazair,
Maroko, dan Tunisia.
Hasil-Hasil Konferensi
56
•Masalah-masalah lain, yakni mengakui hak-hak bangsa Arab di Palestina dan
menuntut soal Palestina diselesaikan secara damai, menuntuk kembalinya
wilayah Irian Barat (sekarang Papua) kepada Indonesia serta menuntut hak
wilayah Aden bagi Yaman.
•Mengusahakan perdamaian dan kerja sama di dunia dengan cara :
a. Mendesak PBB untuk menerima nagara-negara yang telah memenuhi
persyaratan yakni Kamboja, Sri Lanka, Jepang, Yordania, Laos, Libya, Nepal,
dan Vietnam.
b. Mengusulkan supaya diadakan pelarangan atas pembuatan, percobaan, dan
penggunaan senjata nuklir.
c.Mengusulkan diadakan kerja sama semua negara di seluruh dunia atas dasar
menghormati hak-hak manusia.
d. Pernyataan mengenai usaha memajukan perdamaian dan kerja sama di
dunia.
Selain keputusan KAA di atas, konferensi Asia-Afrika juga mengajak semua
bangsa di dunia untuk hidup bersama dalam perdamaian dan menjalankan kerja
sama dalam suasana persahabatan atas dasar sepuluh prinsip yang dikenal
dengan “Dasasila Bandung” (Bandung Declaration)
LANJUTAN . . . .
DASASILA BANDUNG
57
1. Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta asas-asas
yang termuat di dalam piagam PBB.
2. Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa.
3. Mengakui persamaan semua suku bangsa dan persamaan semua
bangsa, besar maupun kecil.
4. Tidak melakukan campur tangan atau intervensi dalam soalan-soalan
dalam negeri negara lain.
5. Menghormati hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri sendiri
secara sendirian mahupun secara kolektif, yang sesuai dengan Piagam
PBB.
6. A. Tidak menggunakan peraturan-peraturan dan pertahanan kolektif
untuk bertindak bagi kepentingan khusus dari salah satu negara-negara
besar, B. Tidak melakukan campur tangan terhadap negara lain
7. Tidak
melakukan
tindakan
ataupun
ancaman
agresi
mahupun
penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan
politik suatu negara.
8. Menyelesaikan segala perselisihan internasional dengan cara damai,
seperti perundingan, persetujuan, arbitrasi, atau penyelesaian masalah
hukum , ataupun lain-lain cara damai, menurut pilihan pihak-pihak yang
bersangkutan, yang sesuai dengan Piagam PBB.
9. Memajukan kepentingan bersama dan kerjasama.
10. Menghormati hukum dan kewajiban–kewajiban internasional.
58
Pengaruh Konferensi Asia-Afrika
59
Peranan Indonesia dalam KAA
60
Gerakan Non-Blok/Non Align Movement (NAM)
Gerakan Non Blok (non-aligned) merupakan
organisasi
negara-negara
yang
tidak
memihak Blok Barat maupun Blok Timur.
Berdirinya
Gerakan
Non
Blok
dilatar
belakangi oleh hal-hal sebagai berikut :
•Diilhami
Konferensi
Asia-Afrikadi
Bandung (1955)di mana negara-negara
yang pernah dijajah perlu menggalang
solidaritas untuk melenyapkan
segala
bentuk kolonialisme.
•Adanya krisis Kuba pada tahun 1961di
mana Uni Soviet membangun pangkalan
peluru kendali secara besar-besaran di
Kuba, hal ini mangakibatkan Amerika
Serikat
merasa
terancam
sehingga
suasana
menjadi
tegang.
Ketegangan
antara Blok Barat dan Blok Timur ini
mendorong terbentuknya GNB.
PEMRAKARSA
61
Gerakan Non Blok bertujuan meredakan ketegangan
dunia sebagai akibat pertentangan antara Blok Barat
dan Blok Timur.
TUJUAN
PENGARUH
a. Pernyataan dari kedua negara adikuasa
(Amerika Serikat dan Uni Soviet) untuk
mengurangi senjata-senjata nuklirnya.
b. Gencatan senjata antara Irak dan Iran.
c.Usaha penyelesaian sengketa di Kamboja
secara damai.
d. Penarikan
pasukan
Uni
Soviet
dari
Afganistan.
e. Meningkatkan hubungan kerja sama di
bidang ekonomi antar anggota Gerakan
Non Blok dan dengan negara-negara maju
di luar Gerakan Non Blok.
62
1. Presiden Soekarno adalah satu dari lima pemimpin dunia yang
mendirikan GNB.
2. Ikut memprakarsai berdirinya Gerakan Non Blok dengan
menandatanganiDeklarasi Beograd sebagai hasil Konferensi
Tingkat Tinggi Gerakan Non Blok I pada tanggal 1-6 September
1961.
3. Indonesia menjadi pemimpin GNB pada tahun 1991. Saat itu
Presiden Soeharto terpilih menjadi ketua GNB. Sebagai
pemimpin GNB, Indonesiasukses menggelar KTT X GNB di
Jakarta.
4. Indonesia juga berperan penting dalam meredakan
ketegangan di kawasan bekas Yogoslavia pada tahun 1991.
5. Indonesia sebagai tempat penyelenggaraan Konferensi Tingkat
Tinggi Gerakan Non Blok X yang berlangsung pada tanggal 1-6
September 1992 di Jakarta.
6. Ekspor dan impor perdagangan Indonesia dengan negara
anggota GNB.
63
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
Perserikatan
Bangsa-Bangsa
adalah
sebuah
organisasi
internasional
yang
anggotanya hampir seluruh negara di
dunia.
Lembaga
ini
dibentuk
untuk
memfasilitasi dalam hokum internasional,
keamanan internasional, pengembangan
ekonomi, perlindungan social, hak asasi,
dan pencapaian perdamaian dunia.
PBB didirikan oleh San Francisco pada 24
Oktober
1945
setelah
Konferensi
Dumbarton
Oaks
di
Washington,
DC.
Namun
sidang
umum
yang
pertama
dihadiri oleh
wakil dari negara
baru
berlangsung pada 10 Januari 1946 di
Church House,London. Dari 1919 hingga
1946, terdapat sebuah organisasi yang
mirip bernama Liga Bangsa-Bangsa yang
bisa dianggap sebagai pendahulu PBB.
A. Asas PBB
1. Persamaan
derajat
dan
kedaulatan
semua
negara
anggota.
2. Persamaan hak dan kewajiban
semua negara anggota.
3. Penyelesaian sengketa secara
damai.
4. Setiap
anggota
akan
memberikan bantuan kepada
PBB sesuai ketentuan Piagam
PBB.
5. PBB tidak boleh mencampuri
urusan dalam negeri negara
anggota.
ASAS & TUJUAN
64
B. Tujuan PBB
1. Memelihara
perdamaian
dan
keamanan
dunia.
2. Mengembangkan hubungan persahabatan
antar
bangsa
berdasarkan
asas-asas
persamaan derajat, hak menentukan nasib
sendiri, dan tidak mencampuri urusan dalam
negeri negara lain.
3. Mengembangkan
kerjasama
internasional
dalam
memecahkan
masalah-masalah
ekonomi, sosial, budaya, dan kemanusiaan.
Menyelesaikan
perselisihan
dengan
cara
damai
dan
mencegah
timbulnya
peperangan.
4. Memajukan
dan
menghargai
hak
asasi
manusia serta kebebasan atau kemerdekaan
fundamental
tanpa
membedakan
warna
kulit, jenis kelamin, bahasa, dan agama.
5. Menjadikan pusat kegiatan bangsa-bangsa
dalam mencapai kerjasama yang harmonis
untuk mencapai tujuan PBB.
Republik
Indonesia
tidak
hanya
menerima bantuan dari PBB akan
tetapi juga berperan aktif baik secara
langsung
maupun
tidak
langsung
terhadap PBB, yakni sebagai berikut :
•Secara tidak
langsung, Indonesia ikut
menciptakan perdamaian dunia
melalui kerja sama dalam
konferensi Asia Afrika, ASEAN,
maupun Gerakan Non Blok.
•Secara langsung
yakni Indonesia mengirimkan
Pasukan Garuda atau Kontingen
Garuda (KONGA) sebagai
sumbangan terhadap PBB untuk
menciptakan perdamaian dunia.
65
🡪 pasukan tentara nasional indonesia yang di
tugaskan
sebagai
pasukan
perdamaian
di
negara lain.
66
Pertama kali di
lakukan pengiriman
pasukan misi garuda
yaitu pada tahun
1957. Pengirimina ini
di latar belakangi
oleh; karena adanya
konflik di Timur
Tengah terkait
masalah
nasionalisasi terusan
Suez
yang di lakukan
oleh Presiden
Mesir Ghamal
Abdul Nasser pada
26 juli 1956, yang
mengakibatkan
pertikaian menjadi
meluas dan
melibatkan negara
di luar kawasan
tersebut.
KONGA I
67
•Indonesia mengirimkan kontingen ke
United
Nations
For
The
Congo
(UNOC) sebanyak 1 batalyon.
•Konflik
ini
muncul
berhubungan
dengan kemerdekaan Kongo (Zaire)
pada juni 1960 dari Belgia yang justru
memicu pecahnya perang saudara.
Maka
dari
itu,
PBB
membentuk
pasukan perdamaian untuk Kongo,
UNOC.
•Pasukan ini terdiri dari; Batalyon
330/siliwangi,
Detasemen
polisi
militer, dan Peleton KKO angkatan
laut.
68
Konga IV dikirim ke Vietnam pada 1973. Konga IV
berada di bawah misi ICCS dan dipimpin oleh Brigjen
TNI Wiyogo Atmodarminto.Pada tanggal 23 Januari
1973 pasukan Garuda IV diberangkatkan ke Vietnam
yang dipimpin oleh Brigadir Jenderal TNI Wiyogo
Atmodarminto, yang merangkap Deputi Militer Misriga
dengan kekuatan 294 orang yang terdiri dari anggota
ABRI dan PNS Departemen Luar Negeri. Kontingen
Garuda IV ini merupakan Kontingen ICCS (International
Commission of Cantre and Supervision) pertama yang
tiba di Vietnam. Tugas kontingen Garuda IV adalah
mencegah pelanggaran-pelanggaran, menjaga status
quo, mengawasi evakuasi pasukan dan alat-alat perang
serta mengawali pertukaran tawanan perang.
69
Hingga tahun
2014,
Indonesia
telah
mengirimkan
Kontingen
Garudanya
sampai denga
KONGA yang
ke Dua puluh
tiga (XXIII).
Sejak tahun 1975,
hingga kini
indonesia dicatat
peran dalam
memelihara
perdamaian dunia
semakin berpera
aktif, di tandai
dengan di
dirikannya
Indonesian Peace
Security Centre
(IPSC).
70
1. 1985 🡪
Indonesia memberikan bantuan pangan ke Ethiopia pada
waktu dilanda bahaya kelaparan.
2. Indonesia
pernah
dipilih
sebagai
anggota
tidak
tetap
Dewan
Keamanan PBB pada tahun 1973-1974.
3. Berdasarkan Frago (Fragmentery Order) Nomor 10/10/08 tanggal 30
Oktober 2008, penambahan Kontingen Indonesia dalam rangka misi
perdamaian dunia di Lebanon Selatan.
4. Indonesia
telah
berpartisipasi
dalam
4operasi
pemeliharaan
perdamaian PBB (UNPKO) sejak UNEF (Un Emergency Forces) di Sinai
tahun 1957.
5. Penyumbang pasukan / Polisi / Troops / Police (Contributing Country)
dengan jumlah personil sebanyak 1.618. Saat ini Indonesia terlibat
aktif 6 UNPKO yang tersebar di 5 Negara.
6. Pengiriman PKD dibawah bendera PBB menunjukkan komitmen kuat
bangsa Indonesia sebagai bangsa yang cinta damai.
71
“ Association of South East Asia
Nations atau Perhimpunan Bangsa-
Bangsa Asia Tenggara (PERBARA),
merupakan organisasi kerja sama
regional negara-negara Asia
Tenggara di bidang ekonomi, sosial,
dan kebudayaan. Meskipun
organisasi ini bertekad
mewujudkan stabilitas dan
keamanan kawasan Asia Tenggara
dari pengaruh asing, tetapi bukan
merupakan organisasi politik. Hal
ini dapat dilihat dari latar belakang
berdirinya ASEAN. “
1. Adam Malik (Indonesia)
2. Tun Abdul Razak (Malaysia)
3. S Rajaratman (Singapura)
4. Narciso Ramos (Filipina)
5. Thanat Khoman (Thailand)
PEMRAKARS
A
72
FAKTOR PENDORONG
BERDIRINYA ASEAN
•Faktor Eksternal, yakni akibat krisis Indocina yang
ditimbulkan oleh gerakan komunis yang berusaha
menguasai
seluruh
Vietnam,
Laos,
dan
Kamboja
(Kampuchea) sebagai negara komunis, maka negara-
negara tetangga di kawasan ini merasa khawatir dan
bersepakat
menghadapi
ancaman
ini
dengan
membentuk ASEAN.
•Faktor Internal, yakni setelah berakhirnya Perang Dunia
IIlahirlah
negara-negara
baru
diAsia
Tenggara.
Munculnya negara-negara baru ini pada umumnya
banyak memiliki persamaan masalah, oleh karena itu
perlu sikap dan tindakan bersama untuk mewujudkan
stabilitas dan keamanan kawasan ini melalui ASEAN.
73
TUJUAN ASEAN
Tercantum dalam Deklarasi Bangkok 8 Agustus 1967 adalah sebagai
berikut :
1. Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial serta
pengembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara.
2. Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional.
3. Meningkatkan kerja sama yang aktif serta saling membantu satu
sama lain dalam masalah ekonomi, sosial, budaya, teknik, ilmu
pengetahuan, dan administrasi.
4. Saling memberikan bantuan dalam bentuk sarana-sarana latihan dan
penelitian dalam bidang-bidang pendidikan, professional, teknik, dan
administrasi.
5. Bekerja sama dengan lebih efektif dalam meningkatkan penggunaan
pertanian serta industri, perluasan perdagangan komoditi
internasional, perbaikan sarana-sarana pengangkutan dan
komunikasi serta peningkatan taraf hidup rakyat.
6. Meningkatkan studi-studi tentang Asia Tenggara.
7. Memelihara kerja sama yang erat dan berguna bagi organisasi-
organisasi internasional dan regional yang ada dan bertujuan serupa.
74
PERAN INDONESIA DALAM
ASEAN
•Indonesia merupakan salah satu negara pemrakarsa berdirinya ASEAN pada tanggal 8
Agustus 1967.
•Indonesia berusaha membantu pihak-pihak yang bersengketa untuk mencari penyelesaian
dalam masalah Indocina. Indonesia berpendapat bahwa penyelesaian Indocina secara
keseluruhan dan Vietnamkhususnya sangat penting dalam menciptakan stabilitas di kawasan
Asia Tenggara. Pada tanggal 15-17 Mei 1970 di Jakarta diselenggarakan konferensi untuk
membahas penyelesaian pertikaian Kamboja. Dengan demikian Indonesia telah berusaha
menyumbangkan jasa-jasa baiknya untuk mengurangi ketegangan-ketegangan dan konflik-
konflik bersenjata di Asia Tenggara.
•Indonesia sebagai penyelenggara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pertama ASEAN yang
berlangsung di Denpasar, Bali pada tangga 23-24 Februari 1976.
•Pada tanggal 7 Juni 1976 Indonesia ditunjuk sebagai tempat kedudukan Sekretariat Tetap
ASEAN dan sekaligus ditunjuk sebagai Sekretaris Jendral Pertama adalah Letjen. H.R.
Dharsono yang kemudia digantikan oleh Umarjadi Njotowijono.
•Indonesia menjadi tempat pembuatan pupuk se-ASEAN, tepatnya di Aceh yang nantinya
akan digunakan negara-negara ASEAN, otomatis Indonesia mendapatkan keuntungan dan
juga bisa mengurangi pengangguran di Indonesia.
75
76
•Pada bulan Agustus 2007 diresmikan Asean Forum
2007 di Jakarta. Forum ini diselenggarakan untuk
mendukung
terwujudnya
Komunitas
Asean
2015
diselenggarakan dalam rangka memperingati hari jadi
ASEAN ke-40.
•Pada KTT Asean ke-19 tanggal 17-19
November
2011 Indonesia kembali menjadi tuan rumah.
•Kesepakatan
Kawasan
Bebas
Senjara
Nuklir
Asia
Tenggara atau Southeast Asia Nuclear Weapon Free
Zone (SEANWFZ)
77
INDONESIA DALAM PANGGUNG DUNIA
ALFRIDA PALUNGAN,S.S
GURU SEJARAH
SMAN 2 TANA TORAJA
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 77
SLIDE
Similar Resources on Wayground
73 questions
Perlawanan Bangsa Indonesia Terhadap Hegemoni Bangsa Eropa
Lesson
•
11th Grade
69 questions
SEJKSSMT5B6:CABARAN SELEPAS PEMBENTUKAN MALAYSIA (6.1)(6.2)
Lesson
•
12th Grade - University
71 questions
Bab Sel
Lesson
•
11th Grade
70 questions
Structuring Organizations for Today's Challenges
Lesson
•
University
66 questions
Pedagogik 1 - Teori Belajar
Lesson
•
University
67 questions
Hiragana Practice
Lesson
•
12th Grade
68 questions
Comparatives
Lesson
•
KG - University
79 questions
Peristiwa Penting di Eropa
Lesson
•
11th Grade
Popular Resources on Wayground
15 questions
Fractions on a Number Line
Quiz
•
3rd Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
29 questions
Alg. 1 Section 5.1 Coordinate Plane
Quiz
•
9th Grade
22 questions
fractions
Quiz
•
3rd Grade
11 questions
FOREST Effective communication
Lesson
•
KG
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
Discover more resources for History
10 questions
Peloponnesian War: Key Events and Figures
Interactive video
•
6th - 12th Grade
50 questions
Quarter 3 Test/Early Cold War
Quiz
•
11th - 12th Grade
7 questions
History of St. Patrick's Day for Kids | Bedtime History
Interactive video
•
1st - 12th Grade
5 questions
TED-Ed: The breathtaking courage of Harriet Tubman - Janell Hobson
Interactive video
•
KG - University
36 questions
8th Grade US History STAAR Review
Quiz
•
KG - University
7 questions
Julius Caesar for Kids | Bedtime History
Interactive video
•
1st - 12th Grade
16 questions
US History Timeline Practice
Quiz
•
9th - 12th Grade