Search Header Logo
erupsi

erupsi

Assessment

Presentation

Science

1st - 5th Grade

Hard

Created by

Yanti Sapitri

FREE Resource

3 Slides • 0 Questions

1

media

Materi Pokok Pendukung Topik

Pengertian Erupsi

Sebagai masyarakat Indonesia yang memiliki banyak gunung aktif, khususnya yang bertempat tinggal di
dekat pegunungan yang statusnya aktif, maka harus tetap waspada dan selalu ikuti informasi dari
pemerintah setempat.

Sebelum mengetahui gunung apa saja yang aktif di Indonesia, dan gunung apa saja yang pernah erupsi,
mungkin ada yang belum tahu apa itu Erupsi?

Erupsi merupakan proses aktivitas dari gunung aktif atau gunung berapi dalam mengeluarkan material
bumi atau isi perut bumi yang diikuti dentuman suara yang cukup kuat, yang menyebar ke atmosfer dan
permukaan bumi.

Material yang dikeluarkan pun bermacam-macam mulai dari batu besar dan kecil, kerikil, lava panas, dan
lahar, serta asap hitam. Gunung yang erupsi juga mengeluarkan zat gas, seperti karbon dioksida, klorida,
uap air, asam sulfida, dan asam sulfat.

Menurut jenisnya, erupsi gunung juga tergolong menjadi beberapa klasifikasi, seperti berdasarkan
kekuatan letusan gunungnya, berdasarkan proses keluarnya material, dan berdasarkan tekanan gas,
kekentalan serta kedalaman magma.

Ciri-Ciri Gunung Akan Erupsi

Gunung yang masih aktif tentunya bisa meletus atau erupsi sewaktu-waktu. Maka dari itu, masyarakat
harus tetap waspada dan memperhatikan ciri gunung yang akan erupsi bagi mereka yang tinggal di sekitar
pegunungan.

Diketahui ada beberapa jenis gunung yang erupsi dalam dekade waktu tertentu, ada yang beberapa tahun
sekali, ratusan tahun sekali, bahkan ada gunung yang erupsi dalam setahun lebih dari satu kali, namun
berbeda-beda kekuatan letusannya.

Gunung berapi yang masih aktif akan mempunyai beberapa ciri-ciri jika akan erupsi. Biasanya, ditandai
dengan munculnya sumber air panas, aktivitas vulkanis, adanya kerucut atau kubah di atas puncaknya,
serta bau belerang yang menyengat.

Berikut kita akan merangkum beberapa ciri gunung aktif yang akan mengalami erupsi, di antaranya:

Munculnya sumber air panas atau geiser disekitar gunung yang akan erupsi.

Perubahan suhu yang terjadi, sekitar gunung yang akan erupsi, biasanya suhunya akan naik atau
lebih terasa panas.

Banyak sumber uap air di sekitar gunung.

Adanya sumber gas belerang atau Solfatara.

Meningkatkan magma, yaitu dekatnya jarak magma ke permukaan bumi. Inilah yang
menyebabkan suhu disekitar gunung terasa panas.

2

media

Mata air banyak yang mengering.

Sering terdengar suara gemuruh, kadang disertai gempa.

Banyak tumbuh-tumbuhan menjadi layu, akibat dari meningkatnya suhu sekitar gunung.

Banyaknya binatang liar di gunung yang turun ke pemukiman warga.

Adanya asap yang keluar dari puncak gunung.

Serta terjadinya hujan abu.

Itulah beberapa ciri atau tanda gunung akan mengalami erupsi, sehingga masyarakat bisa lebih berhati-
hati dan waspada dengan perubahan alam yang terjadi.

Letusan Gunung Berapi Yang Pernah Terjadi di Indonesia

Kalau mengingat kejadian Gunung Merapi meletus, ini memang bukan pertama kalinya. Bahkan, sudah
terjadi sejak 1930. Indonesia bahkan belum merdeka! Dan, terakhir nih, erupsi hebat itu terjadi pada 26
Oktober 2010 atau 12 tahun yang lalu.

Saking dahsyatnya si awan panas yang keluar dari Gunung Merapi, setidaknya ada 353 korban jiwa pada
saat itu. Dan, kerugian material yang didapat juga mencapai Rp 3,62 triliun. Wow!

Kejadian ini juga jadi penyebab juru kunci Gunung Merapi, Mbah Maridjan meninggal. Kalau kata Tirto,
Mbah Maridjan memang menolak untuk dievakuasi, karena ingin menjaga amanat dari Sultan Hemengku
Buwono IX sebagai juru kunci.

Gunung Merapi ini memang kerap kali bikin deg-degan masyarakat sekitarnya. Soalnya, ia jadi salah satu
dari 127 gunung aktif yang ada di Indonesia. Jadi, memang bisa kapan saja meletus. Nah, Gunung Merapi
ini meletus terakhir kali pada 21 Juni 2020

Yang paling terbaru adalah erupsi gunung Marapi di sumatera Barat pada tanggal 3 Desemeber 2023, yang
memakan korban pendaki meninggal dunia.

Terjadinya gunung meletus tersebut merupakan tanda kebesaran yang Allah SWT tunjukkan bagi
hambanya yang hidup di dunia.

Gunung Meletus salah satu bencana alam yang sering terjadi di beebrapa wilayah Indonesia. Kejadian
tersebut sebagai pengingat dari Allah SWT juga peringatan agar kita dari waktu ke waktu harus selalu ingat
dan siap sedia dalam menerima takdir Allah, dan harus sabar.

Apakah dengan datangnya musibah seseorang masih akan tetap beriman, lepas beriman, atau justru
semakin bertambah keimanannya.

3

media

Apa itu Mitigasi Bencana Gunung Meletus?
Berdasarkan UU No. 24 Tahun 2007 dan PP No. 21 Tahun 2008, mitigasi adalah serangkaian upaya untuk
mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan
kemampuan menghadapi ancaman bencana.

Tujuan mitigasi bencana dilakukan untuk mengurangi risiko dan dampak yang diakibatkan oleh bencana
terhadap masyarakat yang berada pada kawasan rawan bencana. Adapun yang dilakukan yakni meliputi:

Pelaksanaan penataan tata ruang;
Pengaturan pembangunan, pembangunan infrastruktur, tata bangunan;
Penyelenggaraan pendidikan, penyuluhan, dan pelatihan baik secara konvensional maupun modern.
Sementara mitigasi bencana gunung meletus adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk mengurangi
dampak atau risiko yang disebabkan oleh bencana erupsi gunung berapi atau gunung api meletus.
Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana gunung meletus adalah bagian dari
aktivitas vulkanik yang dikenal dengan istilah "erupsi". Bahaya letusan gunung api dapat berupa awan
panas, lontaran material (pijar), hujan abu lebat, lava, gas racun, tsunami dan banjir lahar.


Mitigasi Bencana Gempa Bumi, Simak Langkah-langkahnya
Langkah-langkah Mitigasi Bencana Gunung Meletus
Bagaimana langkah-langkah mitigasi bencana gunung meletus? Ada beberapa langkah yang perlu
diperhatikan dalam upaya mitigasi bencana gunung meletus yang dibagi menjadi tiga, yakni sebelum,
saat, dan setelah terjadi gempa bumi.

Mengutip dari informasi BPDB Kota Kediri, berikut ini langkah-langkah mitigasi bencana gunung berapi:

Sebelum Terjadi Letusan Gunung Berapi
Tindakan yang harus dilakukan oleh pihak berwenang/pemerintah meliputi:

Pemantauan dan pengamatan kegiatan pada gunung api yang sedang aktif.
Pembuatan dan penyediaan peta kawasan rawan bencana letusan gunung api, peta zona risiko bahaya
gunung api, serta peta pendukung lainnya, seperti peta geologi gunung api.
Membuat langkah-langkah prosedur tetap penanggulangan bencana letusan gunung api.
Melakukan bimbingan dan penyebarluasan informasi gunung api kepada masyarakat.
Penyelidikan dan penelitian geologi, geofisika, dan geokimia di gunung api.
Peningkatan sumber daya manusia dan pendukungnya, seperti peningkatan sarana dan prasarana.
Tindakan yang harus dilakukan oleh individu/masyarakat meliputi:
Mengenali daerah setempat yang dapat dijadikan tempat mengungsi.
Memantau dan mendengarkan informasi tentang status gunung api.
Mengikuti bimbingan dan penyuluhan dari pihak yang bertanggung jawab.
Memiliki persediaan kebutuhan-kebutuhan dasar, seperti obat-obatan dan makanan yang memadai.
Mengikuti arahan evakuasi pihak berwenang.
Membawa barang-barang yang berharga, terutama dokumen dan surat penting.

media

Materi Pokok Pendukung Topik

Pengertian Erupsi

Sebagai masyarakat Indonesia yang memiliki banyak gunung aktif, khususnya yang bertempat tinggal di
dekat pegunungan yang statusnya aktif, maka harus tetap waspada dan selalu ikuti informasi dari
pemerintah setempat.

Sebelum mengetahui gunung apa saja yang aktif di Indonesia, dan gunung apa saja yang pernah erupsi,
mungkin ada yang belum tahu apa itu Erupsi?

Erupsi merupakan proses aktivitas dari gunung aktif atau gunung berapi dalam mengeluarkan material
bumi atau isi perut bumi yang diikuti dentuman suara yang cukup kuat, yang menyebar ke atmosfer dan
permukaan bumi.

Material yang dikeluarkan pun bermacam-macam mulai dari batu besar dan kecil, kerikil, lava panas, dan
lahar, serta asap hitam. Gunung yang erupsi juga mengeluarkan zat gas, seperti karbon dioksida, klorida,
uap air, asam sulfida, dan asam sulfat.

Menurut jenisnya, erupsi gunung juga tergolong menjadi beberapa klasifikasi, seperti berdasarkan
kekuatan letusan gunungnya, berdasarkan proses keluarnya material, dan berdasarkan tekanan gas,
kekentalan serta kedalaman magma.

Ciri-Ciri Gunung Akan Erupsi

Gunung yang masih aktif tentunya bisa meletus atau erupsi sewaktu-waktu. Maka dari itu, masyarakat
harus tetap waspada dan memperhatikan ciri gunung yang akan erupsi bagi mereka yang tinggal di sekitar
pegunungan.

Diketahui ada beberapa jenis gunung yang erupsi dalam dekade waktu tertentu, ada yang beberapa tahun
sekali, ratusan tahun sekali, bahkan ada gunung yang erupsi dalam setahun lebih dari satu kali, namun
berbeda-beda kekuatan letusannya.

Gunung berapi yang masih aktif akan mempunyai beberapa ciri-ciri jika akan erupsi. Biasanya, ditandai
dengan munculnya sumber air panas, aktivitas vulkanis, adanya kerucut atau kubah di atas puncaknya,
serta bau belerang yang menyengat.

Berikut kita akan merangkum beberapa ciri gunung aktif yang akan mengalami erupsi, di antaranya:

Munculnya sumber air panas atau geiser disekitar gunung yang akan erupsi.

Perubahan suhu yang terjadi, sekitar gunung yang akan erupsi, biasanya suhunya akan naik atau
lebih terasa panas.

Banyak sumber uap air di sekitar gunung.

Adanya sumber gas belerang atau Solfatara.

Meningkatkan magma, yaitu dekatnya jarak magma ke permukaan bumi. Inilah yang
menyebabkan suhu disekitar gunung terasa panas.

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 3

SLIDE