Search Header Logo
FISIKA INTI DAN RADIOAKTIVITAS

FISIKA INTI DAN RADIOAKTIVITAS

Assessment

Presentation

Physics

12th Grade

Medium

Created by

Yeti Rusmiati_SMAN 25 Bandung

Used 16+ times

FREE Resource

33 Slides • 7 Questions

1

FISIKA INTI DAN

RADIOAKTIVITAS
Yeti Rusmiati, S.Pd., M.PFis
NIP. 19750626 200801 2 002

2

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari bab ini, kalian dapat menganalisis karakteristik inti atom, proses peluruhan alfa, beta, gamma, radioaktivitas, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

3

media

4

media

5

media

6

media

​A. PENEMUAN INTI ATOM

7

1. Sejarah Penemuan Inti Atom

media
media
media
media
media
media
media

8

9

media
media
media
media

10

Multiple Choice

Perbedaan teori atom Rutherford dengan teori atom Bohr adalah ....

1

Pada teori atom Bohr, spektrum atom hydrogen diskrit, sedangkan pada teori atom Rutherford kontinu

2

Pada teori atom Bohr, elektron mengelilingi inti sambil memancarkan energi, sedangkan pada teori atom Rutherford tidak memancarkan energi

3

Pada teori atom Bohr, elektron berputar pada lintasan stasioner, sedangkan pada teori atom Rutherford berupa lintasan parabolik

4

Pada teori atom Bohr, lintasan parabolik stasioner tidak memiliki energi, sedangkan pada teori atom Rutherford setiap lintasan memiliki energi

5

Pada teori atom Bohr, elektron tidak dapat pindah lintasan, sedangkan pada teori atom Rutherford elektron dapat berpindah lintasan

11

Multiple Select

Pernyataan berikut yang sesuai dengan konsep model atom Bohr adalah ....

1

elektron bergerak mengelilingi inti atom tanpa membebaskan energi

2

energi sebesar hf akan dipancarkan ketikaelektron pindah dari lintasan luar ke lintasan dalam

3

elektron hanya akan menempati lintasan dengan jari-jari sebesar n2 r1 dengan n = bilangan kuantum dan r1 = jari-jari lintasan dasar

4

lintasan-lintasan yang boleh ditempati elektron adalah yang memiliki momentum sudut kelipatan dari h/2𝝅

5

litasan elektron makin lama makin kecil sehingga akan bergabung ke dalam inti atom

12

2. Karakteristik inti atom

media

​A = jumlah nukleon (proton + neutron) = nomor massa

Z = jumlah proton = jumlah elektron = nomor atom

massa/sma muatan posisi

proton 1,0773 +e dalam inti

neutron 1,0087 0 dalam inti

elektron 0,00056 -e mengorbit inti

media

​1 sma = 1,66053 x 10-27 = 931,49 MeV/c2

13

Multiple Choice

Jumlah proton, netron, dan elektron pada atom natrium adalah ....

1

11, 11, 23

2

11, 23, 11

3

11, 12, 11

4

12, 11, 11

5

11, 12, 23

14

B. Defek Massa dan Energi Ikat

media

15

16

media

17

Multiple Choice

Partikel-partikel dalam inti atom yang memiliki nomer massa (A) besar

pada umumnya memiliki energi ikat yang sangat besar sehingga untuk

melepaskan ikatan antar partikel diperlukan “penganggu” ikatan tersebut.

Gangguan ini biasanya dilakukan melalui penembakan neutron pada inti

atom, seperti salah satu contohnya adalah reaksi fisi pada Uranium.

1

Benar

2

Salah

18

C. Radioaktivitas

media

19

20

media
  • ​Nuklida dengan nukleon yang lebih banyak memiliki volume yang lebih besar

  • Gaya ikat inti tidak dapat menjangkau volume nukleon yang semakin besar

  • neutron pada inti yang lebih berat cenderung mudah untuk dilepaskan

  • isotop dengan nukleon yang lebih banyak cenderung tidak stabil

  • Unsur-unsur dengan inti ringan (inti yang mempunyai Z <20) terletak segaris dengan pita kestabilan, artinya unsur-unsur ini merupakan unsur yang stabil. Sementara unsur-unsur inti berat (Z>20) terletak di atas pita kestabilan, artinya unsur-unsur ini cenderung tidak stabil dan menghasilkan pancaran radiasi emisi beta atau emisi alfa.

21

D. Partikel Radiasi

media

22

  • ​Isotop yang tidak stabil, cenderung akan membuat dirinya stabil dengan melepaskan nukleon (proton+neutron) yang disebut dengan peristiwa peluruhan.

  • Proses peluruhan ini dapat terjadi baik secara alamiah maupun secara buatan (dengan perlakuan tertentu).

  • Isotop-isotop tersebut harus melepaskankan nukleon, maka proses peluruhan itu melepaskan partikel-partikel baru dan juga unsur yang baru.

  • Partikel-partikel tersebut dinamakan partikel radiasi yang terdiri dari partikel neutron, proton, deutron, tritron, sinar alfa, sinar beta, positron, atau sinar gamma.

  • Semakin kecil ukuran suatu partikel radiasi, maka semakin besar daya tembusnya.

  • Satuan dosis radiasi umumnya dinyatakan dalam rad (dosis serapan radiasi) yang sebanding dengan 0,01 joule radiasi energi yang diserap per 1 kilogram jaringan.

  • Satuan dosis radiasi ini dapat digunakan untuk mengukur kerusakan yang ditimbulkan bagi lingkungan sekitar, bukan hanya semata- mata memberikan informasi energi radiasi.

23

24

E. Peluruhan Radioaktif

1. Peluruhan Alfa (α)

media

25

Peluruhan Proton

Peluruhan Netron

2. Peluruhan Beta (β)

media
media

26

Fill in the Blank

Proses dimana positron bertemu dengan elektron kemudian

keduanya akan bergabung dan musnah disebut ....

27

media

28

3. Radiasi Sinar Gamma (γ)

media

Replace this text with your body text.

​Duplicate this text as many times as you would like.

media

29

media

30

F. Reaksi Inti (Fisi dan Fusi)

Replace this text with your body text.

​Duplicate this text as many times as you would like.

Replace this text with your body text.

​Duplicate this text as many times as you would like.

Replace this text with your body text.

​Duplicate this text as many times as you would like.

Replace this text with your body text.

​Duplicate this text as many times as you would like.

Replace this text with your body text.

​Duplicate this text as many times as you would like.

Replace this text with your body text.

​Duplicate this text as many times as you would like.

Replace this text with your body text.

​Duplicate this text as many times as you would like.

media

31

Reaksi Fisi

Replace this text with your body text.

​Duplicate this text as many times as you would like.

Replace this text with your body text.

​Duplicate this text as many times as you would like.

Replace this text with your body text.

​Duplicate this text as many times as you would like.

media

32

media

33

Reaksi Fusi

Replace this text with your body text.

​Duplicate this text as many times as you would like.

media

34

Multiple Choice

  1. Perhatikan karakteristik sinar radioaktif berikut ini:

  1. (1) Foton sinar ini tidak bermassa dan bermuatan, mereka murni energi elektromagnetik dan mempunyai sifat ionisasi yang rendah

  2. (2) Panjang gelombangnya pendek dan frekuensinya tinggi, hal ini menunjukkan betapa cepat dan tinggi energinya.

  3. (3) Intensitas radiasinya yang tinggi dapat membunuh sel hidup. Energi radiasi yang tinggi membunuh sel-sel dengan cara menghancurkan DNA sehingga menutup kemampuan sel untuk tumbuh dan berkembang.(4) Dibutuhkan beton yang tebal untuk menghentikan radiasi sinar ini. Selain dari beton, timbal (Pb) mempunyai kerapatan yang tinggi dapat digunakan sebagai penghalang radioaktif.

Pernyataan yang menunjukkan karakteristik sinar gamma adalah ….

1

(1), (2) dan (3)

2

(1), (2) dan (4)

3

(1) dan (3)

4

(2) dan (4)

5

(1), (2), (3) dan (4)

35

Multiple Choice

  1. Unsur ini secara kimiawi beracun, dapat menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan. Kematian bisa menyusul jika dosisnya cukup besar. Untungnya, unsur ini tidak bertahan lama dalam bentuk unsurnya karena dengan cepat bergabung dengan oksigen untuk membentuk senyawa yang semuanya secara kimiawi relatif tidak berbahaya. Mereka tidak akan larut dalam air atau dalam sistem biologis. Senyawa unsur ini tidak menyerang sistem saraf dan terbukti tidak berbahaya secara kimiawi. Bahaya terbesar unsur ini bagi manusia adalah potensinya untuk digunakan dalam bom fisi nuklir. Kegunaannya adalah pada reaktor fisi khususnya reaktor breeder.

Berdasarkan teks, unsur yang dimaksud adalah ….

1

Uranium

2
  1. Neptunium

3

Plutonium

4

Timbal

5

Arsenik

36

media

37

media

38

media

39

media

40

media

FISIKA INTI DAN

RADIOAKTIVITAS
Yeti Rusmiati, S.Pd., M.PFis
NIP. 19750626 200801 2 002

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 40

SLIDE