Search Header Logo
IKM-2024

IKM-2024

Assessment

Presentation

Mathematics

7th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Akhmad Yani

Used 1+ times

FREE Resource

37 Slides • 0 Questions

1

media

Asesmen Pembelajaran dalam

Kurikulum Merdeka

Tim Pengembang Kurikulum Pendis

2

media
media

PusdiklatTenaga Teknis

pusdiklat_teknis

PusdiklatTenaga Teknis

Pembelajaran

dan asesmen merupakan satu kesatuan yang tidak

terpisahkan. Pendidik dan peserta didik perlu memahami kompetensi
yang diharapkan, sehingga keseluruhan

proses

pembelajaran

dapat digunakan untuk mencapai kompetensi tersebut. Asesmen bukan
sekedar proses untuk mengisi laporan akhir hasil belajar, tapi juga
merupakan proses untuk refleksi dan perbaikan proses pembelajaran
yang berkelanjutan.

01

02

03

Latar

Belakang

Tujuan asesmen tidak hanya berhenti pada menentukan atau mengukur
tingkat kemampuan peserta didik, namun tujuan akhirnya adalah menjadi
input dalam perbaikan pembelajaran. Maka harapan secara lebih luas dan
jangka panjang sebagai bagian tidak terpisahkan dari pembelajaran, hasil
asesmen akan dapat meningkatkan mutu pembelajaran.

Maka

pendidik

diharapkan

dapat

memahami

pola

pikir

tentang

pengembangan pembelajaran dan asesmen dengan memahami bahwa
setiap peserta didik memiliki kekhasan, termasuk kemampuan sehingga
hal itu menentukan tingkat kecepatan belajar yang juga berbeda.
Perencanaan pembelajaran dan asesmen yang dirancang pendidik harus
menyesuaikan kondisi demikian.

3

media

PusdiklatTenaga Teknis

pusdiklat_teknis

PusdiklatTenaga Teknis

Apa yang akan kita pelajari?

Asesmen

Pembelejaran

Konsep Dasar

Asesmen

Perencanaan

Asesmen

Pembelajaran

Pengolahan Hasil

Asesmen

Pelaporan

Kemajuan Belajar

4

media
media

PusdiklatTenaga Teknis

pusdiklat_teknis

PusdiklatTenaga Teknis

KONSEP ASESMEN PEMBELAJARAN

5

media

Asesmen untuk perbaikan
proses pembelajaran

Berfungsi sebagai
asesmen formatif

Asesmen untuk evaluasi
pada akhir proses
pembelajaran

Berfungsi sebagai
asesmen sumatif

Selama ini pelaksanaan asesmen
cenderung berfokus pada asesmen
sumatif yang dijadikan acuan untuk
mengisi laporan hasil belajar. Hasil
asesmen belum dimanfaatkan
sebagai umpan balik untuk
perbaikan pembelajaran.

Pada kurikulum merdeka, pendidik
diharapkan lebih berfokus pada
asesmen formatif dibandingkan
sumatif dan menggunakan hasil
asesmen formatif untuk perbaikan
proses pembelajaran yang
berkelanjutan.

Perubahan Paradigma Penilaian
(Asesmen)

Asesmen UNTUK Proses

Pembelajaran

(Assessment FOR Learning)

Asesmen PADA AKHIR
Proses Pembelajaran
(Assessment OF Learning)

Asesmen SEBAGAI
Proses Pembelajaran
(Assessment AS Learning)

Asesmen untuk refleksi
proses pembelajaran

Berfungsi sebagai
asesmen formatif

6

media
media

PusdiklatTenaga Teknis

pusdiklat_teknis

PusdiklatTenaga Teknis

1.Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, fasilitasi pembelajaran, dan
penyediaan informasi yang holistik, sebagai umpan balik bagi pendidik, peserta didik, dan orang tua/wali
dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya

Asesmen dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsinya dengan keleluasaan untuk menentukan
teknik dan waktu pelaksanaan asesmen agar efektif mencapai tujuan pembelajaran

Asesmen dirancang secara adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya (reliable) untuk menjelaskan
kemajuan belajar, menentukan keputusan tentang langkah dan sebagai dasar untuk menyusun program
pembelajaran selanjutnya

Laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif,
memberikan informasi yang bermanfaat tentang karakter dan kompetensi yang dicapai, serta strategi
tindak lanjut

Hasil asesmen digunakan oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua/wali sebagai
bahan refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran

Prinsip Asesmen

7

media

Merupakan alat ukur untuk
mengetahui pencapaian hasil
belajar peserta didik dalam satu
lingkup materi atau periode tertentu,
misalnya satu lingkup materi, akhir
semester, atau akhir tahun ajaran;

Capaian hasil belajar untuk
dibandingkan dengan kriteria
capaian yang telah ditetapkan

Digunakan pendidik atau satuan
pendidikan untuk mengevaluasi
efektivitas program pembelajaran.

Kedua memiliki kesamaan yaitu adanya umpan balik untuk pemberian
intervensi kepada peserta didik maupun perbaikan proses pembelajaran

berikutnya.

Karakteristik Asesmen
Formatif dan Sumatif

Formatif

Sumatif

Terpadu dengan proses pembelajaran,
sehingga asesmen formatif dan
pembelajaran menjadi suatu kesatuan.
Perencanaan asesmen formatif dibuat
menyatu dengan perencanaan
pembelajaran;

Melibatkan peserta didik dalam
pelaksanaannya (misalnya melalui
penilaian diri, penilaian antarteman, dan
refleksi metakognitif terhadap proses
belajarnya);

Memperhatikan kemajuan
penguasaan dalam berbagai ranah,
meliputi sikap, pengetahuan, dan
keterampilan, sehingga dibutuhkan
metode/strategi pembelajaran dan
teknik/instrumen.

“Pendidik dan satuan
pendidikan diberikan
keleluasaan untuk

mengatur pelaksanaan

asesmen formatif
maupun sumatif

melalui berbagai teknik

guna mengukur dan

mengintervensi capaian
yang dilakukan dalam

pembelajaran”

8

media

Dilakukan secara terus
menerus bersamaan dengan
proses pembelajaran

menggunakan berbagai teknik
asesmen sesuai dengan
target pada tujuan
pembelajaran

memberikan umpan balik baik
untuk peserta didik maupun
pendidik

berorientasi pada perubahan,
bukan sekadar memenuhi
kuantitas nilai yang termuat
dalam rapor

bersifat informatif

Dilakukan untuk
mengonfirmasi capaian
pembelajaran peserta didik
pada periode tertentu (akhir
lingkup materi, semester atau
akhir jenjang)

Hasilnya akan digunakan
sebagai bahan pengolah
laporan hasil belajar

Pemberian umpan balik tetap
dilakukan walaupun data hasil
pengukuran capaian telah
didapat

Menggunakan berbagai teknik
asesmen

Hal yang harus diperhatikan
dalam melaksanakan Formatif

Pelaksanaan Asesmen Formatif dan Sumatif

Hal yang harus diperhatikan
dalam melaksanakan Sumatif

Asesmen

Formatif

Sumatif

9

media

PERENCANAAN ASESMEN PEMBELAJARAN

10

media

Perencanaan Asesmen Pembelajaran

1.Mengembangkan

Kriteria Ketercapaian
Tujuan Pembelajaran

(KKTP) dariTP

Menentukan teknik
asesmen yang relevan

dan berdiferensiasi

Menyusun instrumen
asesmen yang relevan

teknik yang
ditetapkan

Pendidik dalam merancang asesmen pembelajaran mendasarkan pada kondisi peserta didik,
karakteristik materi, dan kompetensi yang akan dipelajari oleh peserta didik. Bentuk teknik dan
instrumen yang digunakan dapat menyesuaikan dengan keragaman peserta didik dan materi

yang akan dipelajari. Pendidik dapat menggunakan lebih dari satu teknik dan instrument

asesmen yang dibutuhkan untuk memfasilitasi keragaman peserta didik.

11

media

Pemberian soal/pertanyaan yang menuntut peserta didik
menjawab secara lisan, dan dapat diberikan secara klasikal
ketika pembelajaran

Asesmen performa dapat berupa praktik, menghasilkan produk,
melakukan projek, dan membuat portofolio.

Peserta didik diamati secara berkala, dengan fokus secara
keseluruhan maupun individu. Observasi bisa dilakukan dalam
tugas atau aktivitas rutin/harian.

Teknik Asesmen Pembelajaran

“Terdapat berbagai teknik

dalam melakukan
asesmen, pendidik

diberikan keleluasaan

memilih teknik dan

instrumen agar asesmen
selaras dengan kegiatan
pembelajaran. Sehingga
hasil belajar peserta didik
valid dan dapat ditindak

lanjuti”

Observasi

Penilaian Kinerja (Performance Test)

Tes Lisan

Teknik Asesmen

Tes dengan soal dan jawaban disajikan secara tertulis.

Tes Tertulis

Kumpulan dokumen hasil penilaian, penghargaan, dan karya
peserta didik dalam bidang tertentu yang mencerminkan
perkembangan (reflektif-integratif) dalam kurun waktu tertentu.

Portofolio

12

media

Teknik dan Instrumen Asesmen

“Terdapat berbagai teknik

dalam melakukan
asesmen, pendidik

diberikan keleluasaan

memilih teknik dan

instrumen agar asesmen
selaras dengan kegiatan
pembelajaran. Sehingga
hasil belajar peserta didik
valid dan dapat ditindak

lanjuti”

Rubrik

Ceklist

Grafik Perkembangan

Instrumen Asesmen

Catatan Anekdotal

Pedoman yang dibuat untuk menilai dan mengevaluasi kualitas
capaian kinerja peserta didik. Capaian kinerja dituangkan dalam
bentuk kriteria atau dimensi yang akan dinilai yang dibuat secara
bertingkat dari kurang sampai terbaik.

Daftar informasi, data, ciri-ciri, karakteristik atau elemen yang
dituju.

Catatan singkat hasil observasi pada peserta didik. Berisi
catatan performa dan perilaku peserta didik yang penting,
disertai latar belakang kejadian dan hasil analisa dari observasi
yang telah dilakukan.

Grafik

atau

infografik

yang

menggambarkan

tahap

perkembangan belajar peserta didik.

13

media

PENGOLAHAN HASIL ASESMEN

14

media

Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)

Pengolahan hasil penilaian dapat
dilakukan dengan menganalisis
secara kuantitatif dan/atau kualitatif
terhadap data hasil pelaksanaan
penilaian yang berupa angka dan/atau
deskripsi. Pendidik perlu menentukan
kriteria untuk memetakan
ketercapaian tujuan pembelajaran.

Untuk mengetahui apakah peserta
didik telah berhasil mencapai tujuan
pembelajaran, pendidik perlu
menetapkan kriteria atau indikator
ketercapaian tujuan pembelajaran.

Kriteria ini dikembangkan pendidikan
saat menyusun perencanaan
pembelajaran, baik dalam bentuk
rencana pelaksanaan pembelajaran
(RPP) ataupun modul ajar.

Dalam menentukan kriteria ketercapaian tujuan
pembelajaran, ada beberapa hal penting yang perlu
diperhatikan:

Tidak disarankan untuk menggunakan angka mutlak (misalnya

75, 80, dan sebagainya) sebagai kriteria. Yang paling
disarankan adalah menggunakan deskripsi, namun jika
dibutuhkan, pendidik diperkenankan untuk menggunakan
interval nilai (misalnya 70 - 85, 85 - 100, dan sebagainya).

Kriteria yang digunakan untuk menentukan apakah peserta

didik telah mencapai tujuan pembelajaran dapat dikembangkan
menggunakan beberapa pendekatan; deskripsi kriteria, rubrik,
dan interval nilai.

1. Menggunakan deskripsi kriteria

2. Menggunakan rubrik

3. Menggunakan interval nilai

15

media

Kriteria:
Laporan peserta didik menunjukkan kemampuannya menulis teks eksplanasi,
hasil pengamatan, dan pengalaman secara jelas. Laporan menjelaskan
hubungan kausalitas yang logis disertai dengan argumen yang logis sehingga
dapat meyakinkan pembaca.

Contoh Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran

1. Menggunakan deskripsi kriteria

Contoh salah satu tujuan pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia Fase C:
“peserta didik mampu menulis laporan hasil pengamatan dan wawancara”

16

media

Contoh Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran

2. Menggunakan rubrik

Contoh salah satu tujuan pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia Fase C: “peserta didik mampu
menulis laporan hasil pengamatan dan wawancara”

17

media

Contoh Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran

3. Menggunakan interval

Contoh salah satu tujuan pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia Fase C: “peserta didik
mampu menulis laporan hasil pengamatan dan wawancara”

18

media

PusdiklatTenaga Teknis

pusdiklat_teknis

PusdiklatTenaga Teknis

Pengolahan Hasil Asesmen

(1)

Mengolah Hasil Asesmen dalam
Satu Tujuan Pembelajaran

(2)

Mengolah Capaian Tujuan
Pembelajaran menjadi Nilai Akhir

19

media

Pendidik telah melaksanakan asesmen untuk salah satu tujuan pembelajaran mata pelajaran IPAS
Fase C: Menyelidiki ragam sumber energi yang dapat dimanfaatkan di lingkungan sekitar

Rubrik penilaiannya dapat dibuat sebagai berikut:

Pengolahan Hasil Asesmen

Mengolah Hasil Asesmen dalam Satu Tujuan Pembelajaran
1

Asesmen sumatif dilaksanakan
secara periodik setiap selesai

satu atau lebih tujuan

pembelajaran.

Hasil asesmen perlu diolah
menjadi capaian dari tujuan

pembelajaran

setiap peserta didik. Pendidik

dapat

menggunakan data kualitatif
sebagai hasil asesmen tujuan
pembelajaran peserta didik.

Namun, dapat juga

menggunakan data kuantitatif

dan mendeskripsikannya secara

kualitatif. Pendidik diberi

keleluasaan untuk mengolah
data kuantitatif, baik secara
rerata maupun proporsional.

Bukti Tujuan
Pembelajaran

Perlu Bimbingan

(0-60)

Cukup
(61-70)

Baik

(71-80)

Sangat Baik

(81-100)

1.Mampu
mengurai
kan
manfaat
sumber
energi

Belum mampu
menguraikan

manfaat

sumber energi

Menguraikan

1 contoh
manfaat

sumber energi

Menguraikan

2 contoh
manfaat

sumber energi

Menguraikan

lebih dari
2 contoh
manfaat

sumber energi

2.Mampu
melakuka
n
pengama
tan
sesuai
prosedur

Memerlukan
bimbingan

dalam

melakukan
prosedur

pengamatan

Melakukan
prosedur

pengamatan

secara mandiri,
namun masih

ditemukan
1 atau 2 kali
kesalahan

Melakukan
prosedur

pengamatan
secara mandiri
dengan tepat

Mampu

mengarahkan
teman yang
lain dalam
melakukan
prosedur

pengamatan

Pendidik menentukan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran pada kualitas yang diyakininya, misalkan pada kualitas

CUKUP, peserta didik dianggap telah mencapai kriteria ketercapaian kompetensi.

20

media

Nama
Kualitas Bukti
(Indikator 1)

Kualitas Bukti
(Indikator 2)
Deskripsi
Nilai

(rerata)

Amar

Baik
(75)

Cukup
(69)

Mampu menguraikan 2 contoh manfaat sumber energi dan dapat
melakukan prosedur pengamatan secara mandiri meskipun masih
ditemukan 1 atau 2 kali kesalahan

72

Badu

Perlu

Bimbingan

(55)

Cukup
(63)

Belum mampu menguraikan manfaat sumber energi tetapi dapat
melakukan prosedur pengamatan secara mandiri meskipun masih
ditemukan 1 atau 2 kali kesalahan

59*

Candra

Sangat Baik

(95)

Baik
(80)

Mampu menguraikan lebih dari 2 contoh manfaat sumber energi
serta dapat melakukan prosedur pengamatan secara mandiri
dengan tepat

87,5

Berdasarkan hasil asesmen TES untuk indikator 1 dan UNJUK KERJA untuk indikator 2 yang telah dilaksanakan pendidik, untuk
pengolahan hasil asesmen tujuan pembelajaran dapat disajikan seperti dalam tabel berikut ini

Pendidik menentukan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran pada kualitas yang diyakininya, misalkan pada

kualitas CUKUP, peserta didik dianggap telah mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran.

* peserta didik belum memenuhi kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran.

Pengolahan Hasil Asesmen

21

media

Penting untuk Diperhatikan

Untuk mendapatkan nilai akhir mata pelajaran tersebut, data kuantitatif langsung
diolah, sedangkan untuk deskripsi, pendidik dapat memberikan penjelasan
mengenai kompetensi yang sudah dikuasai peserta didik, mana kompetensi yang
belum dikuasai, dan dapat ditambahkan tindak lanjut secara ringkas bila ada.

Mengolah Capaian Tujuan Pembelajaran menjadi Nilai
Akhir
2

Pendidik tidak mencampur

penghitungan dari hasil asesmen

formatif dan sumatif karena asesmen
formatif dan sumatif memiliki fungsi

yang berbeda.

Asesmen formatif bertujuan untuk

memberikan umpan balik pada

proses sehingga asesmen formatif

bukan menjadi penentu atau

pembagi untuk nilai akhir

Dalam mengolah dan menentukan

hasil akhir asesmen sumatif, pendidik

perlu membagi asesmennya ke

dalam beberapa kegiatan asesmen

sumatif agar peserta didik dapat

menyelesaikan asesmen sumatifnya

dalam kondisi yang optimal (tidak

terburu-buru atau tidak terlalu padat).

Untuk situasi ini, nilai akhir

merupakan gabungan dari beberapa

kegiatan asesmen tersebut

Bila pengukuran pencapaian dilakukan untuk setiap tujuan
pembelajaran dengan data kuantitatif (angka pencapaian)

Cara 1

Contoh Pengolahan Tujuan Pembelajaran menjadi Nilai Akhir dapat
dilakukan melalui 2 cara berdasarkan bentuk datanya:

Bila pengukuran pencapaian dilakukan untuk setiap tujuan
pembelajaran dengan data kualitatif (skala dengan deskriptor)

Cara 2

Pengolahan Hasil Asesmen

22

media

Bila pengukuran pencapaian dilakukan untuk setiap tujuan
pembelajaran dengan data kuantitatif (angka pencapaian)

Cara 1

Misalnya, dalam 1 semester ada 6 tujuan
pembelajaran untuk mapel IPA, 7 tujuan
pembelajaran untuk B.Indonesia, dan 5
tujuan pembelajaran untuk mapel Agama
(contoh hanya 3 mapel, namun cara ini
dapat berlaku untuk semua mapel).

Asumsi: satuan pendidikan
menggunakan rentang nilai untuk
ketercapaian tujuan pembelajaran.
Rentang ini bisa sama untuk setiap mapel
atau berbeda, tergantung kesepakatan para
pendidik di satuan pendidikan.

Ketuntasan ditentukan untuk setiap
tujuan pembelajaran, bukan hasil akhir
pengolahan nilai sumatif per mata
pelajaran. Ketidaktuntasan ditandai (*) di
tujuan pembelajaran tertentu saja. Hal ini
bertujuan untuk mengkomunikasikan
kepada orang tua dan peserta didik
tentang tujuan pembelajaran mana yang
belum dituntaskan oleh peserta didik.

Pada contoh ini pendidik menyepakati bahwa rentang nilai 0-55 belum mencapai ketuntasan dan 56- 100 sudah mencapai ketuntasan.

Pengolahan Hasil Asesmen

23

media

Pengolahan Hasil Asesmen

Bila pengukuran pencapaian dilakukan untuk setiap tujuan
pembelajaran dengan data kualitatif (skala dengan deskriptor)

Cara 2

Asumsi:
Penilaian tujuan pembelajaran ini
dilakukan dengan menggunakan
rubrik 4 kategori yaitu:

Perlu bimbingan (1)
peserta didik masih kesulitan
dan sangat bergantung pada
bimbingan

Cukup (2)
peserta didik masih kesulitan
dalam mencapai sebagian
tujuan pembelajaran

Baik (3)
peserta didik sudah
menuntaskan sebagian besar
indikator tujuan pembelajaran

Sangat Baik (4)
peserta didik mengikuti
pembelajaran selanjutnya dan
dilibatkan diberikan
pengayaan

Tanda centang
iberikan sesuai
dengan rubrik
ketercapaian
yang ada pada
masing-masing
tujuan
pembelajaran

Deskriptor
tertera pada
rubrik penilaian
yang telah
disusun.

24

media

Pengolahan Hasil Asesmen untuk Nilai Rapor

Contoh Data Kuantitatif

25

media

Pengolahan Hasil Asesmen untuk Nilai Rapor

Contoh Data Kualitatif

26

media

Penyusunan Deskripsi berdasarkan Capaian Pembelajaran

Terdapat 3 opsi dalam menyusun deskripsi capaian kompetensi pada rapor, ketiga opsi tersebut sebagai
berikut:

Dalam penyusunan deskripsi

capaian kompetensi,

pendidik harus

mengidentifikasi capaian
kompetensi tertinggi dan
terendah. Untuk melihat

capaian kompetensi tertinggi
ditandai dengan warna hijau

dan capaian kompetensi
terendah ditandai dengan

warna merah

Opsi 1 : Deskripsi Berdasarkan CP
1

27

media

Penyusunan Deskripsi berdasarkan Capaian Pembelajaran

Opsi 2 : Deskripsi Berdasarkan ATP
2

Dalam penyusunan deskripsi

capaian kompetensi,

pendidik harus

mengidentifikasi capaian
kompetensi tertinggi dan
terendah. Untuk melihat

capaian kompetensi tertinggi
ditandai dengan warna hijau

dan capaian kompetensi
terendah ditandai dengan

warna merah

28

media

Penyusunan Deskripsi berdasarkan Capaian Pembelajaran

Opsi 3 : Deskripsi mengambil dari poin-poin
penting dari materi yang sudah diberikan
3

Dalam penyusunan deskripsi

capaian kompetensi,

pendidik harus

mengidentifikasi capaian
kompetensi tertinggi dan
terendah. Untuk melihat

capaian kompetensi tertinggi
ditandai dengan warna hijau

dan capaian kompetensi
terendah ditandai dengan

warna merah

29

media

PELAPORAN KEMAJUAN BELAJAR

30

media

Pelaporan hasil penilaian (asesmen) dituangkan dalam bentuk laporan kemajuan belajar. Laporan
hasil belajar merupakan dokumen yang disusun berdasarkan pengolahan hasil Penilaian.

Bentuk-bentuk laporan hasil belajar diantaranya:`

Pengolahan Hasil Asesmen

Rapor
1

Portofolio
2

Diskusi/Konferensi

3

Pameran Karya

4

31

media

Sebagaimana diuraikan pada prinsip asesme, laporan
hasil belajar hendaknya bersifat sederhana dan
informatif. Dapat memberikan informasi yang bermanfaat
tentang karakter dan kompetensi yang dicapai, serta
strategi tindak lanjut bagi pendidik, satuan pendidikan dan
orang tua untuk mendukung capaian pembelajaran.

Bentuk Laporan Hasil Belajar

Rapor

1

1.Identitas peserta didik

2.Nama satuan pendidikan

3.Kelas

4.Semester

5.Mata pelajaran

6.Nilai

7.Deskripsi

8.Catatan guru

9.Presensi

10. Kegiatan ekstrakurikuler.

Komponen pada Rapor DIKDASMEN

Catatan:

Format dapat disesuaikan berdasarkan

struktur kurikulum masing-masing

jenjang.

Deskripsi capaian kompetensi peserta

didik berisi informasi tentang

kompetensi yang sudah dicapai dan
kompetensi yang perlu ditingkatkan.

Deskripsi menggunakan kalimat positif

dan memotivasi.

32

media

Tujuan dari portofolio adalah kumpulan dokumen dari hasil
karya peserta didik. Isi portofolio adalah hasil karya peserta
didik yang dipilih oleh peserta didik, berdasarkan hasil diskusi
dengan pendidik. Portfolio bisa berupa foto, video, infografis,
poster atau karya apapun yang bukan berupa lembar soal -
jawaban.

Bentuk Laporan Hasil Belajar

Portofolio

2

33

media

Tujuan diskusi adalah berbagi informasi antara pendidik,
peserta didik dan orang tua. Sekolah perlu menentukan
fungsi dari suatu diskusi untuk dapat mengembangkan struktur,
dan kegiatannya melibatkan menentukan target belajar. Diskusi
atau konferensi bisa dalam struktur formal maupun informal.

Bentuk Laporan Hasil Belajar

Diskusi/Konferensi

3

34

media

Tujuan dari pameran karya adalah sebagai perayaan proses
belajar peserta didik dan juga sebagai asesmen sumatif.
Pameran karya berisi proses dari pembelajaran hingga produk
dari sebuah proyek belajar. Pameran karya bisa mengundang
orang

tua

peserta

didik,

komunitas

sekolah

maupun

mengundang peserta didik dan pendidik dari sekolah lain untuk
saling belajar dan mendapatkan umpan balik dari audiens yang
lebih luas selain pendidik kelas

Bentuk Laporan Hasil Belajar

Pameran Karya

4

35

media

Pembelajaran dilaksanakan menggunakan prinsip

mastery learning yang sangat sesuai dengan

pembelajaran berdiferensiasi atau pembelajaran
sesuai tahap capaian (teaching at the right level).

Setiap peserta didik mempelajari tujuan pembelajaran

yang sama dalam setiap pertemuan, namun bagi

peserta didik yang tidak dapat mencapai kriteria

ketercapaian tujuan pembelajaran perlu

ditindaklanjuti dengan memberikan perlakukan
khusus. Tidak seharus menunggu hingga tahun

ajaran, tetapi perlu segera diberikan.

Mekanisme Kenaikan Kelas

Pada SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA,

SMK/MAK, atau sederajat, kenaikan kelas
mempertimbangkan pencapaian peserta

didik pada semua mata pelajaran dan

ekstrakurikuler serta prestasi lain selama 1

(satu) tahun ajaran

Dalam Kurikulum Merdeka penggunaan fase dalam Capaian

Pembelajaran adalah salah satu alasan mengapa peserta didik

dapat terus naik kelas bersama teman-teman sebayanya

meskipun ia dinilai belum sepenuhnya mencapai kompetensi

yang ditetapkan dalam Capaian Pembelajaran di fase

sebelumnya atau tujuan pembelajaran yang ditargetkan untuk

dicapai pada kelas tersebut.

Apabila terdapat tujuan

pembelajaran pada

mata pelajaran tertentu

yang tidak tercapai

sampai saatnya

kenaikan kelas, maka

pada rapor peserta didik

tersebut dituangkan

nilai aktual yang dicapai
dan dideskripsikan bahwa

peserta didik tersebut
masih memiliki tujuan

pembelajaran yang perlu

ditindaklanjuti di kelas

berikutnya

Dalam proses penentuan
peserta didik tidak naik

kelas, perlu dilakukan

musyawarah dan

pertimbangan yang matang
sehingga opsi tidak naik

kelas menjadi pilihan
paling akhir apabila

seluruh pertimbangan dan

perlakuan telah
dilaksanakan.

a.Laporan kemajuan belajar yang
mencerminkan pencapaian peserta
didik pada semua mata pelajaran

b.Laporan pencapaian projek
penguatan profil pelajar Pancasila

c.Portofolio

d.Paspor keterampilan (skill passport)
dan rekognisi pembelajaran lampau
pada peserta didik jenjang SMK

e.Prestasi akademik dan non-
akademik

f.Ekstrakurikuler

g.Penghargaan peserta didik

h.Tingkat kehadiran

36

media

Isu-isu terkait Kenaikan Kelas

Contoh Isu

Pertimbangan yang Diambil Sekolah

Peserta didik mempunyai tujuan

pembelajaran yang belum

tuntas

(ada tujuan-tujuan

pembelajaran

yang hasilnya belum memenuhi

pencapaian minimum).

Peserta didik dapat dipertimbangkan naik di kelas berikutnya dengan
pendampingan tambahan untuk menyelesaikan tujuan pembelajaran
yang belum tercapai/tuntas.

Peserta didik mempunyai

masalah

presensi/ketidakhadiran

yang banyak (Banyaknya jumlah
ketidakhadiran disepakati oleh

satuan pendidikan)

Dapat dipertimbangkan dengan mengetahui alasan ketidakhadiran.
Jika peserta didik tidak hadir karena kondisi keluarga (siswa yang
membantu orang tua bekerja karena alasan ekonomi) atau masalah
kesehatan peserta didik, maka dapat dipertimbangkan naik dengan
catatan khusus. Jika alasan ketidakhadiran karena “malas”, meskipun
kecil kemungkinan untuk naik kelas; peserta didik tetap dapat
dipertimbangkan naik dengan catatan di rapor bagian sikap yang
perlu ditindaklanjuti di kelas berikutnya. Misalnya, permasalahan
ketidakhadiran harus diselesaikan dalam jangka waktu satu tahun
dengan cara konseling atau behavior treatment lain. Khusus
permasalahan ketidakhadiran, wali kelas harus dapat mendeteksi
permasalahan ini sedini mungkin, sehingga tidak terjadi penumpukan
jumlah ketidakhadiran dari peserta didik di akhir semester.

Setiap peserta didik memiliki

kecepatan belajar yang berbeda-
beda. Peserta didik perlu diberi
kesempatan dan keluasan waktu

dalam mencapai tujuan

pembelajaran (TP) yang akan
diukur pada satu fase tertentu.

Apabila terdapat peserta didik yang
belum menuntaskan capaian tujuan

pembelajaran pada tahapan

tertentu, seperti akhir semester

atau akhir kelas maka peserta didik
berhak memperoleh kesempatan

untuk belajar pada tahapan

selanjutnya (termasuk kenaikan
kelas), dengan tetap menuntaskan
tujuan pembelajaran yang belum

diselesaikan.

37

media

PusdiklatTenaga Teknis

pusdiklat_teknis

PusdiklatTenaga Teknis

media

Asesmen Pembelajaran dalam

Kurikulum Merdeka

Tim Pengembang Kurikulum Pendis

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 37

SLIDE