

materi dinamika atmosfer
Presentation
•
Geography
•
10th Grade
•
Hard
MELIANA BALOK TAEK
Used 1+ times
FREE Resource
34 Slides • 0 Questions
1
DINAMIKA ATMOSFER
MATERI
Karakteristik Lapisan Atmosfer
Pengukuran Unsur Cuaca
2
DINAMIKA ATMOSFER
MATERI
Karakteristik Lapisan Atmosfer
Pengukuran Unsur Cuaca
3
Tebal atmosfer kira-kira 1000 km dari permukaan bumi.
Fungsi atmosfer
Pelindung bumi
penyeimbang keadaan di dalam dan luar bumi
mengurangi rasa panas yg diberikan oleh matahari
melindungi bumi dari jatuhnya meteor
menjaga agar gravitasi bumi tetap stabil
ATMOSFER/LAPISAN UDARA
4
Tebal atmosfer kira-kira 1000 km dari permukaan bumi.
Fungsi atmosfer
Pelindung bumi
penyeimbang keadaan di dalam dan luar bumi
mengurangi rasa panas yg diberikan oleh matahari
melindungi bumi dari jatuhnya meteor
menjaga agar gravitasi bumi tetap stabil
ATMOSFER/LAPISAN UDARA
5
Pembagian lapisan atmosfer secara vertikal dapat dibedakan atas dasar perbedaan suhu, Berdasarkan parameter ini atmosfer dibagi menjadi lima lapisan utama
Lapisan-lapisan
Atmosfer
6
Pembagian lapisan atmosfer secara vertikal dapat dibedakan atas dasar perbedaan suhu, Berdasarkan parameter ini atmosfer dibagi menjadi lima lapisan utama
Lapisan-lapisan
Atmosfer
7
Lapisan terbawah dari atmosfer.
ketinggian 0-8 km di daerah kutub, 0-16 km di daerah Equator atau Khatulistiwa.
Di lapisan ini terjadi gejala gejala cuaca seperti awan, hujan, dan konveksi.
Kandungan unsur didominasi unsur Nitrogen dari Oksigen.
TROPOSFER
Ketinggian lapisan ini 12-50 km.
Di Lapisan ini tidak ditemukan uap air,awan,maupun debu atmosfer.
Di lapisan ini terdapat lapisan Ozon yang tugasnya sebagai tempat penyaringan sinar Ultraviolet
STRATOSFER
8
Lapisan terbawah dari atmosfer.
ketinggian 0-8 km di daerah kutub, 0-16 km di daerah Equator atau Khatulistiwa.
Di lapisan ini terjadi gejala gejala cuaca seperti awan, hujan, dan konveksi.
Kandungan unsur didominasi unsur Nitrogen dari Oksigen.
TROPOSFER
Ketinggian lapisan ini 12-50 km.
Di Lapisan ini tidak ditemukan uap air,awan,maupun debu atmosfer.
Di lapisan ini terdapat lapisan Ozon yang tugasnya sebagai tempat penyaringan sinar Ultraviolet
STRATOSFER
9
3. MESOSFER
Di lapisan ini terjadi beberapa fenomena:
-Munculnya aurora.
-perubahan suhu berikisar dari 40oC - 1232oC.
-Bermuatan listrik.
-Tempat pemantulan gelombang radio.
4.TERMOSFER /IONOSFER
Eksosfer adalah lapisan terakhir yang menyelimuti bumi dengan jarak di atas 800 kilometer sampai dengan 3260 kilo meter. Pada lapisan ini terjadi berbagai interaksi antara gas yang ada di luar angkasa.
5.EKOSOFER
10
3. MESOSFER
Di lapisan ini terjadi beberapa fenomena:
-Munculnya aurora.
-perubahan suhu berikisar dari 40oC - 1232oC.
-Bermuatan listrik.
-Tempat pemantulan gelombang radio.
4.TERMOSFER /IONOSFER
Eksosfer adalah lapisan terakhir yang menyelimuti bumi dengan jarak di atas 800 kilometer sampai dengan 3260 kilo meter. Pada lapisan ini terjadi berbagai interaksi antara gas yang ada di luar angkasa.
5.EKOSOFER
11
PENGUKURAN CUACA
Komponen-komponen cuaca meliputi:
Suhu Udara
Tekanan Udara
Kelembapan Udara
Angin
Hujan
Awan
12
PENGUKURAN CUACA
Komponen-komponen cuaca meliputi:
Suhu Udara
Tekanan Udara
Kelembapan Udara
Angin
Hujan
Awan
13
Suhu udara merupakan keadaan panas udara pada suatu tempat.
Suhu udara dipengaruhi oleh pancaran sinar matahari (radiasi).
Udara panas dari panas pemukaan bumi dapat naik ke atas melalui proses konveksi.
Skala temperatur digunakan istilah derajad dan menggunakan skala Celcius (oC) atau skala Fahrenheit (oF).
SUHU UDARA
14
Suhu udara merupakan keadaan panas udara pada suatu tempat.
Suhu udara dipengaruhi oleh pancaran sinar matahari (radiasi).
Udara panas dari panas pemukaan bumi dapat naik ke atas melalui proses konveksi.
Skala temperatur digunakan istilah derajad dan menggunakan skala Celcius (oC) atau skala Fahrenheit (oF).
SUHU UDARA
15
Faktor-faktor yang mempengaruhi suhu udara:
a. Intensitas dan durasi harian sari radiasi matahari yang diterima suatu daerah.
b. Sifat-sifat fisik permukaan daerah dan daerah sekitarnya.
c. Sudut datang dan lamanya penyinaran.
d. pertukaran panas yang terjadi pada proses penguapan (evaporasi), pengembunan (kondensasi), pembekuan (frezzing), dan pencairan (melting) air.
e. Suhu akan berkurang rata-rata 0,6oC setiap kenaikan 100 m mdpl.
f. Pelenyapan radiasi matahari di atmosfer karena pemantulan, pemencaran atau pembauran dan penyerapan.
16
Faktor-faktor yang mempengaruhi suhu udara:
a. Intensitas dan durasi harian sari radiasi matahari yang diterima suatu daerah.
b. Sifat-sifat fisik permukaan daerah dan daerah sekitarnya.
c. Sudut datang dan lamanya penyinaran.
d. pertukaran panas yang terjadi pada proses penguapan (evaporasi), pengembunan (kondensasi), pembekuan (frezzing), dan pencairan (melting) air.
e. Suhu akan berkurang rata-rata 0,6oC setiap kenaikan 100 m mdpl.
f. Pelenyapan radiasi matahari di atmosfer karena pemantulan, pemencaran atau pembauran dan penyerapan.
17
Perbedaan pemanasan matahari mengakibatkan tekanan udara pada daerah satu dengan daerah yang lain berbeda.
Semakin ke atas atau tinggi suatu tempat semakin rendah tekanan udaranya.
Alat untuk mengukur tekanan udara disebut Barometer.
Satuan tekanan udara adalah Bar.
Satu Bar=1000 milibar (Mb)
Faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan udara adalah : Tinggi rendahnya suatu tempat dan Temperatur.
2.TEKANAN UDARA
18
Perbedaan pemanasan matahari mengakibatkan tekanan udara pada daerah satu dengan daerah yang lain berbeda.
Semakin ke atas atau tinggi suatu tempat semakin rendah tekanan udaranya.
Alat untuk mengukur tekanan udara disebut Barometer.
Satuan tekanan udara adalah Bar.
Satu Bar=1000 milibar (Mb)
Faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan udara adalah : Tinggi rendahnya suatu tempat dan Temperatur.
2.TEKANAN UDARA
19
Kelembapan udara disebut juga kelengasan udara.
Adalah kandungan uap air dalam udara.
Semakin tinggi uap air yang dikandung maka semakin lembab uadar tersebut.
Alat untuk mengukur kelembapan udara adalah Hygrometer atau Psychrometer.
3.KELEMBAPAN UDARA
20
Kelembapan udara disebut juga kelengasan udara.
Adalah kandungan uap air dalam udara.
Semakin tinggi uap air yang dikandung maka semakin lembab uadar tersebut.
Alat untuk mengukur kelembapan udara adalah Hygrometer atau Psychrometer.
3.KELEMBAPAN UDARA
21
Kelembapan udara dibedakan menjadi tiga:
yaitu perbandingan uap air dalam setiap volume udara atau densitas uap air dalam udara.
Contohnya :
dalam 1 m3 udara terdapat uap air sebanyak 15 gram artinya kelembapan absolutnya 15 gram/m3.
b. Kelembapan Absolut
yaitu perbandingan uap air yang terkandung dalam setiap unit massa udara.
Contohnya :
dalam 1 kg udara terkandung uap air sebanyak 25 gram berarti kelembapan spesifiknya adalah 25 gram/kg.
a. Kelembapan Spesifik
22
Kelembapan udara dibedakan menjadi tiga:
yaitu perbandingan uap air dalam setiap volume udara atau densitas uap air dalam udara.
Contohnya :
dalam 1 m3 udara terdapat uap air sebanyak 15 gram artinya kelembapan absolutnya 15 gram/m3.
b. Kelembapan Absolut
yaitu perbandingan uap air yang terkandung dalam setiap unit massa udara.
Contohnya :
dalam 1 kg udara terkandung uap air sebanyak 25 gram berarti kelembapan spesifiknya adalah 25 gram/kg.
a. Kelembapan Spesifik
23
c. Kelembapan Relatif atau Kelembapan Nisbi (RH)
24
c. Kelembapan Relatif atau Kelembapan Nisbi (RH)
25
26
27
Angin terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara antara satu tempat dengan tempat lainnya.
Perbedaan tekanan tersebut disebabkan karena kedua tempat memiliki suhu yang berbeda sebagai akibat radiasi matahari yang berbeda pula.
Tiupan angin terjadi apabila suatu daerah ada perbedaan tekanan udara yaitu tekanan udara maksimum dan tekanan udara minimum.
Alat pengukur kecepatan angin adalah Anemometer.
4.ANGIN
28
Angin terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara antara satu tempat dengan tempat lainnya.
Perbedaan tekanan tersebut disebabkan karena kedua tempat memiliki suhu yang berbeda sebagai akibat radiasi matahari yang berbeda pula.
Tiupan angin terjadi apabila suatu daerah ada perbedaan tekanan udara yaitu tekanan udara maksimum dan tekanan udara minimum.
Alat pengukur kecepatan angin adalah Anemometer.
4.ANGIN
29
Macam-macam angin berdasarkan gerakan dan sifatnya :
a. Angin Darat dan Angin Laut
b.Angin Muson (Monsun) atau Angin Musim
c. Angin Lembah dan Angin Gunung
d. Angin Pasat dan Antipasat
Ada tiga hal penting yang berhubungan dengan sifat angin, yaitu:
kekuatan angin
arah angin
kecepatan angin
30
Macam-macam angin berdasarkan gerakan dan sifatnya :
a. Angin Darat dan Angin Laut
b.Angin Muson (Monsun) atau Angin Musim
c. Angin Lembah dan Angin Gunung
d. Angin Pasat dan Antipasat
Ada tiga hal penting yang berhubungan dengan sifat angin, yaitu:
kekuatan angin
arah angin
kecepatan angin
31
Angin darat dan angin laut terjadi sepanjang tahun.
Siang hari daratan lebih cepat menerima panas matahari.
Massa udara memuai dan tekanan udara di daratan lebih rendah daripada di laut ke darat yang disebut angin laut.
Keadaan sebaliknya terjadi pada malam hari.
Daratan lebih cepat melepaskan panas daripada laut sehingga udara di atas laut menjadi lebih panas daripada di lautan.
A. Angin Darat dan Angin Laut
32
Angin darat dan angin laut terjadi sepanjang tahun.
Siang hari daratan lebih cepat menerima panas matahari.
Massa udara memuai dan tekanan udara di daratan lebih rendah daripada di laut ke darat yang disebut angin laut.
Keadaan sebaliknya terjadi pada malam hari.
Daratan lebih cepat melepaskan panas daripada laut sehingga udara di atas laut menjadi lebih panas daripada di lautan.
A. Angin Darat dan Angin Laut
33
Angin Muson yang terjadi di Indonesia ada dua yaitu angin Muson Barat dan Angin Muson Timur.
Angin Muson Barat terjadi Okt-April
Angin Muson Timur terjadi April-Okt.
Pergerakan Muson Barat banyak mengandung uap air mengakibatkan sebagian besar wilayah Indonesia mengalami musim penghujan
Pergerakan Muson Timur bersifat kering mengakibatkan sebagian besar wilayah Indonesia mengalami musim kemarau
Peralihan musim penghujan ke kemarau atau sebaliknya disebut musim pancaroba.
b. Angin Muson (Angin Monsun) atau Angin Musim
34
Angin Muson yang terjadi di Indonesia ada dua yaitu angin Muson Barat dan Angin Muson Timur.
Angin Muson Barat terjadi Okt-April
Angin Muson Timur terjadi April-Okt.
Pergerakan Muson Barat banyak mengandung uap air mengakibatkan sebagian besar wilayah Indonesia mengalami musim penghujan
Pergerakan Muson Timur bersifat kering mengakibatkan sebagian besar wilayah Indonesia mengalami musim kemarau
Peralihan musim penghujan ke kemarau atau sebaliknya disebut musim pancaroba.
b. Angin Muson (Angin Monsun) atau Angin Musim
DINAMIKA ATMOSFER
MATERI
Karakteristik Lapisan Atmosfer
Pengukuran Unsur Cuaca
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 34
SLIDE
Similar Resources on Wayground
28 questions
Tanah Dan Keberlangsungan Kehidupan
Presentation
•
9th Grade
27 questions
HUKUM PASCAL DAN ARCHIMEDES
Presentation
•
10th Grade
27 questions
Perhitungan Statika Bangunan 1
Presentation
•
10th Grade
28 questions
Pengukuran
Presentation
•
10th Grade
26 questions
PROYEK IPAS
Presentation
•
10th Grade
24 questions
BUMI DAN ANTARIKSA
Presentation
•
10th Grade
30 questions
Presentasi Klasifikasi Materi
Presentation
•
10th Grade
31 questions
Hikayat
Presentation
•
10th Grade
Popular Resources on Wayground
24 questions
PBIS-HGMS Day 10
Quiz
•
6th - 8th Grade
10 questions
HCS SCI 03 Summer School Review 3
Quiz
•
3rd Grade
11 questions
Home Scope
Quiz
•
7th - 8th Grade
15 questions
HCS SCI 05 Summer School Assessment 3 Review
Quiz
•
5th Grade
35 questions
Lufkin Road Middle School Student Handbook & Policies Assessment
Quiz
•
7th Grade
18 questions
Geo 11.3 Area of Circles and Sectors
Quiz
•
9th - 11th Grade