
Kerajaan Islam Di Indonesia: Jejak Sejarah dan Pengaruhnya
Presentation
•
History
•
10th Grade
•
Practice Problem
•
Medium
Florentina Endang
Used 5+ times
FREE Resource
33 Slides • 7 Questions
1
KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA: JEJAK SEJARAH DAN PENGARUHNYA PADA MASYARAKAT
SEJARAH Kelas X
SMA Negeri 1 Nekamese
Disusun oleh: Dra. Florentina Endang. S
2
Peran Kerajaan Islam dalam Pembentukan Budaya
Mendorong Konversi Keagamaan
Kerajaan Islam mendorong konversi keagamaan secara massal, memperluas pengaruh Islam di masyarakat. Melalui pengaruh politis otoritarian, sultan atau penguasa kerajaan Islam, membantu percepatan penyebaran ajaran Islam di wilayahnya. Islamnya seorang raja dan kebijakan kerajaan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, menjadi daya tarik bagi rakyat untuk memeluk Islam pula. Dengan bantuan pemerintah kerajaan Islam, proses islamisasi di Nusantara semakin masif. Kerajaan-kerajaan Islam berhasil membangun peradaban dan menopang Islamisasi dengan cara memajukan lembaga-lembaga pendidikan Islam seperti pesantren, surau, atau langgar.
3
a. Mengajak manusia berbuat baik, yaitu patuh mengerjakan agama secara bersungguh-sungguh, mengerjakan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang Alla
2. Penyebaran Agama Melalui Pendidikan
b. Menjaga tradisi, maksudnya sesuatu yang diangap penting dan diperlukan oleh keluarga dan masyarakat, harus diturunkan dan diajarkan kepada anak cucu secara turun-temurun sebagai regenerasi
Lembaga pendidikan Islam yang didukung oleh kerajaan Islam membantu penyebaran ajaran Islam dan pembentukan budaya Islam di Indonesia
Tujuan penyelenggaraan pendidikan agama pada masa kerajaan Islam adalah....
4
1. Sosial:
Masyarakat pada masa kerajaan Islam di Indonesia umumnya mengikuti ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat struktur sosial yang didasarkan pada ajaran Islam, sesuai keagamaan dan keilmuan.Tradisi-tradisi Islam turut memengaruhi kehidupan sosial masyarakat, seperti adat istiadat, upacara, dan perayaan agama.
Peran Kerajaan Islam dalam Penyebaran agama
2. Politik:
Kekuasaan politik pada masa kerajaan Islam dipegang oleh sultan atau raja yang memerintah berdasarkan ajaran Islam. Pemerintahan didasarkan pada hukum Islam, dengan penggunaan syariah sebagai landasan dalam menjalankan negara. Tidak bis dipungkiri beberapa kerajaan memang sering kali saling berperang atau bersekutu dalam rangka memperluas pengaruh politik.
3. Ekonomi:
Ekonomi pada masa kerajaan Islam di Indonesia sangat dipengaruhi oleh perdagangan, terutama perdagangan maritim. Pelabuhan-pelabuhan strategis menjadi pusat kegiatan ekonomi dan titik pertukaran barang antara kerajaan-kerajaan di wilayah Nusantara dan luar negeri. Sistem ekonomi didasarkan pada prinsip-prinsip Islam, dengan adanya zakat, wakaf, dan sistem perdagangan yang diatur sesuai dengan hukum Islam.
Kerajaan Islam menjadi pusat penyebaran ajaran Islam di Indonesia melalui peran sebagai pelindung agama dan pembangunan institusi keagamaan. Kehidupan sosial, politik, dan ekonomi pada masa kerajaan Islam di Indonesia.
5
a. Meningkatnya rasa keadilan dan toleransi dalam masyarakat karena penerapan hukum Islam yang adil.
b. Terbentuknya nilai-nilai moral dan etika Islam dalam kehidupan sehari-hari masyarakat
Dampak Sosial Kerajaan Islam bagi masyarakat saat itu
a. Perekonomian berkembang pesat karena peningkatan perdagangan, terutama perdagangan maritim yang diatur oleh kerajaan Islam.
b. Pelabuhan-pelabuhan strategis menjadi pusat perdagangan internasional, memperkaya kerajaan dan mempengaruhi pola konsumsi dan produksi masyarakat
Dampak ekonomi
Dampak Politik
a. Sistem pemerintahan yang didasarkan pada prinsip Islam memberikan stabilitas politik dan keamanan di wilayah kekuasaan kerajaan Islam.
b. Terbentuknya tradisi pemerintahan yang mempertahankan kedaulatan dan keutuhan wilayah melalui prinsip-prinsip Islam
6
Multiple Choice
Siswa SMA berseragam sekolah dan berhijab. Hal ini dampak persebaran budaya Islam dalam bidang ......
Pendidikan
Politik
Ekonomi
Sosial
Budaya
7
Multiple Choice
Jemaat pada gambar di samping ini sedang mengikuti ceramah pada acara tarawih pada bulan Ramadhan. Jika diklasifikasikan dari sisi cara penyebaran agama, maka kegiatan ini adalah penyebaran agama melalui ....
Tasawuf
Pendidikan
Dakwah
Kesenian
Sufisme
8
Kerajaan Demak adalah kerajaan Islam pertama di Jawa yang berperan penting dalam penyebaran dan penguatan Islam di Indonesia.
Peran Demak dalam memperkuat kebudayaan Islam meliputi pembangunan masjid-masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan, penyebaran ilmu agama Islam, dan dukungan terhadap pelaksanaan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari
Beberapa kerajaan Islam utama di Indonesia
Letak Kerajaan Demak berada di pesisir pantai utara Jawa, tepatnya di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Posisinya itu terbilang sangat strategis, karena masuk dalam jalur lalu lintas pelayaran dan perdagangan rempah-rempah antara wilayah Indonesia timur dengan Selat Malaka.
Demak sebagai pusat Penyebaran Islam
di Jawa, terutama berkat peran penting Wali Songo (sembilan wali), antara lain Sunan Kalijaga, Sunan Bonang, dan Sunan Ampel, dalam memperkuat basis keagamaan dan budaya Islam di wilayahnya. Wali Songo menggunakan berbagai metode, seperti seni dan kebudayaan, untuk menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat Jawa, juga melalui perkawinanan para pejabat istana atas restu dari wali songo
1. Kerajaan Demak
9
Multiple Choice
Demak maju pesat dan mampu mengembangkan potensi yang ada untuk berkembang, naik dalam bidang agama, sosial, ekonomi maupun politik. Upaya mempertahankan hegemoni ekonomi, kerajaan Demak mengerahkan angkatan militernya guna menghalau bangsa Portugis yang mulai mengincar Nusantara.
Sultan Trenggono, yang membawa kerajaan pada masa kejayaan juga melakukan penaklukan di berbagai wilayah di Pulau Jawa. Namun sepeninggal Sultan Trenggono Demak mulai mengalami kemunduran. Penyebab utama adalah ......
Tidak ada pemimipin yang cakap seperti Sultan Trenggono
Perang saudara perebutan tahta
Tidak bisa membendung keluatan Portugis di Malaka
Tidak bisa membendung kekuatan VOC di Maluku
Wali Songo tidak memiliki peran sebagai penasihat raja
10
Kerajaan Samudera Pasai, terletak di Aceh, adalah kerajaan Islam pertama di Indonesia.
Peran Pasai dalam memperkuat kebudayaan Islam meliputi pengembangan pendidikan Islam, penyebaran agama Islam ke wilayah-wilayah sekitarnya, dan pengaturan hubungan dagang dengan dunia luar
Kerajaan Samudra Pasai yang didirikan oleh Marah Silu
bergelar Sultan Malik al- Saleh, sebagai raja pertama yang memerintah tahun 1285 – 1297. Pada masa pemerintahannya, datang seorang musafir dari Venetia (Italia) tahun 1292 yang bernama Marcopolo, melalui catatan perjalanan Marcopololah maka dapat diketahui bahwa raja Samudra Pasai bergelar Sultan.
letaknya yang strategis, maka Samudra Pasai berkembang sebagai kerajaan Maritim, dan bandar transito. Dengan demikian Samudra Pasai menggantikan peranan Sriwijaya di Selat Malaka.
Kerajaan Samudra Pasai memiliki hegemoni (pengaruh) atas pelabuhan-pelabuhan penting di Pidie, Perlak, dan lain-lain. Samudra Pasai berkembang pesat pada masa pemerintahan Sultan Malik al-Tahir II. Hal ini juga sesuai dengan keterangan Ibnu Batuta.
2. Kerajaan Samudera Pasai
11
Komoditi perdagangan dari Samudra yang penting adalah lada, kapurbarus dan emas. Dan untuk kepentingan perdagangan sudah dikenal uang sebagai alat tukar yaitu uang emas yang dinamakan Deureuham (dirham).
Penyebaran Islam Melalui Pedagang: Samudera Pasai menjadi pusat perdagangan yang ramai, dikunjungi oleh pedagang dari berbagai negara seperti India, Gujarat, dan Cina. Melalui interaksi dengan pedagang dari Gujarat, Islam mulai tersebar di wilayah ini. Samudera Pasai menerima pengaruh Islam dari pedagang Gujarat, bukan langsung dari Mekah.
Pusat Pembelajaran Islam: Samudera Pasai juga berkembang sebagai pusat pembelajaran Islam. Para ulama dan cendekiawan Islam berperan dalam menyebarkan agama dan budaya Islam di sini. Samudera
Pasai menjadi titik penting dalam pengembangan Islam di Nusantara pada masa itu.
Pengaruh Budaya Islam: Samudera Pasai memainkan peran kunci dalam pengembangan budaya Islam di wilayah Sumatera. Ini mencakup perkembangan seni, arsitektur, sastra, dan adat istiadat berbasis Islam.
Kesimpulannya, Kerajaan Samudera Pasai menjadi penyokong penting dalam penyebaran agama Islam di Indonesia karena statusnya sebagai pusat perdagangan yang ramai dan pusat pembelajaran Islam yang berkembang pesat. Pengaruh Islam di Samudera Pasai berasal dari pedagang Gujarat dan juga didukung oleh hubungan langsung dengan Mekah
12
Kerajaan Aceh, terletak di ujung barat laut Sumatera, merupakan pusat Islam awal di Indonesia.
Peran Aceh dalam memperkuat kebudayaan Islam meliputi pengembangan perdagangan internasional, penyebaran Islam ke wilayah-wilayah sekitarnya, dan pendirian lembaga pendidikan agama.
Asal-Usul Islam di Aceh: Islam pertama kali masuk ke
Aceh melalui pedagang Arab dan Gujarat dari India, yang membawa ajaran Islam ke wilayah ini sejak abad ke-7 Masehi. Namun, pengaruh Islam di Aceh baru dirasa semakin kuat abad ke-12 dan 13 Masehi, terutama dari Gujarat.
Pengaruh Islam dari Mekah: Meskipun Aceh memiliki hubungan perdagangan dengan berbagai wilayah, termasuk Gujarat dan Cina, pengaruh utama agama Islam di Aceh diduga berasal dari Mekah. Para pedagang dan ulama dari Arab dan Gujarat berperan dalam menyebarkan agama Islam di wilayah ini, yang kemudian diperkuat oleh penguasa Aceh
Perkembangan Islam di Aceh: Islam berkembang pesat di Aceh melalui peran penting para ulama dan pelaut Gujarat yang menetap di sana. Aceh menjadi pusat pendidikan Islam dengan didirikannya lembaga-lembaga keagamaan seperti pesantren dan masjid-masjid.
3. Kerajaan Aceh
13
Peran sebagai Penyokong Islam: Aceh menjadi penyokong penting dalam penyebaran Islam di Indonesia. Kerajaan ini aktif dalam mendukung dakwah Islam, membangun masjid, sekolah Islam, dan pusat-pusat ilmu pengetahuan. Aceh juga memainkan peran dalam menjaga kestabilan dan keberlangsungan Islam di wilayah-wilayah sekitarnya, terutama selama periode kejayaan Kesultanan Aceh di bawah Sultan Iskandar Muda
Kesultanan Aceh: Pada masa Kesultanan Aceh yang paling makmur di bawah Sultan Iskandar Muda (1607-1636), Aceh mencapai puncak kejayaannya. Sultan Iskandar Muda menjadi tokoh penting dalam memperkuat kekuasaan politik dan penyebaran agama Islam di wilayahnya
Masjid Raya Baiturrahman (atas). dan sketsa istana Aceh
menurut Denys Lombard (bawah )
14
Peran sebagai Penyokong Islam: Aceh menjadi penyokong penting dalam penyebaran Islam di Indonesia. Kerajaan ini aktif dalam mendukung dakwah Islam, membangun masjid, sekolah Islam, dan pusat-pusat ilmu pengetahuan. Aceh juga memainkan peran dalam menjaga kestabilan dan keberlangsungan Islam di wilayah-wilayah sekitarnya, terutama selama periode kejayaan Kesultanan Aceh di bawah Sultan Iskandar Muda
Kesultanan Aceh: Pada masa Kesultanan Aceh yang paling makmur di bawah Sultan Iskandar Muda (1607-1636), Aceh mencapai puncak kejayaannya. Sultan Iskandar Muda menjadi tokoh penting dalam memperkuat kekuasaan politik dan penyebaran agama Islam di wilayahnya
sketsa Pelabuhan Aceh, di tengah adalah istana Aceh (atas). dan Hasil lustrasi istana Aceh berdasarkan sketsa dibuat oleh Sayed Dahlan Al-Habsyi (bawa)
15
Pusat Perdagangan dan Islam: Aceh merupakan pusat perdagangan yang strategis di jalur rempah-rempah. Keberhasilan ekonomi ini membantu Aceh menjadi pusat penyebaran Islam di kawasan Nusantara.
Peran Ulama dan Budaya Islam: Ulama-ulama seperti Syamsuddin al-Sumatrani, Hamzah Fansuri, dan Nuruddin al-Raniri memainkan peran penting dalam pengembangan keilmuan dan budaya Islam di Aceh.
Pengaruh Islam di Aceh berasal dari Gujarat, India, yang membawa ajaran Islam ke wilayah tersebut melalui perdagangan dan dakwah. Proses penyebaran Islam ini diperkuat oleh faktor ekonomi, politik, dan sosial yang menjadikan Aceh sebagai pusat keislaman di Nusantara.
Gunongan tempat permandian keluarga kerajaan Aceh yang masih ada hingga kini (atas). dan koin emas sebagai alat tukar dalam perdagangan (bawa)
16
Warisan Budaya Islam: Selain peran politik dan keagamaan, Aceh juga mengembangkan warisan budaya Islam yang kaya, termasuk adat-istiadat berbasis Islam, seni dan arsitektur Islam, serta tradisi keagamaan seperti upacara keagamaan dan perayaan Islam. Hal ini memperkuat identitas Islam di Aceh dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi keberlanjutan dan keberagaman budaya Islam di Indonesia
Kerajaan Aceh, dengan lokasinya yang strategis sebagai pelabuhan perdagangan dan pusat kebudayaan, memainkan peran vital dalam penyebaran agama Islam di Sumatera dan Indonesia. Pengaruh Islam di Aceh berasal dari berbagai sumber, termasuk pedagang Gujarat dan hubungan langsung dengan Mekah.
Benteng Indra Patra (atas).
17
Multiple Choice
Ini sketsa bentuk istana kerajaan Aceh berdasarkan laporan atau kesaksian dalam bentuk tertulis yang kemudian dituangkan dalam bentu sketsa oleh Denys Lombard. Sketsanya saja luar biasa indah apalagi bentuk aslinya jika masih ada. Tempat pemandian keluarga raja dan masjid masih bisa disaksikan hungga kini. Jika dianalisa berdasarkan letak geografis Aceh, maka penyebab tidak ditemukan istana Aceh walau hanya sisa-sisanya adalah ....
Material dari bangunan istana sering kali dipindahkan atau digunakan kembali untuk konstruksi lain, sehingga tidak tersisa lagi bangunan aslinya.
Lokasi pasti istana-istana kerajaan Aceh dari zaman dahulu sering kali sulit ditentukan dengan akurat. Sisa-sisa bangunan yang tersisa mungkin sulit ditemukan atau terpendam di bawah tanah.
Upaya restorasi dan pelestarian warisan udaya mungkin tidak selalu terfokus pada bangunan istana, terutama jika bangunan tersebut sangat terpapar risiko kerusakan atau hilang akibat faktor lingkungan.
Bencana alam gempa bumi, gunung meletus dan tsunamai melanda Aceh
Peperangan seperti Perang Aceh melawan Belanda, dapat menjadi penyebab kerusakan berbagai bangunan istana dan infrastruktur kerajaan.
18
Kerajaan Gowa Tallo, berlokasi di Sulawesi Selatan, adalah salah satu pusat Islam di Nusantara.
Peran Gowa Tallo dalam memperkuat kebudayaan Islam mencakup penyebaran agama Islam, pengembangan seni dan budaya Islam, serta pengaturan sistem pemerintahan berdasarkan prinsip-prinsip Islam
Kerajaan Gowa-Tallo bermula dari kerajaan Hinduh-Budha yang berkembang di Sulawesi sebelum abad ke-16. Pada akhir abad ke-16, Gowa-Tallo memeluk Islam dan berubah menjadi kesultanan di bawah Sultan Alauddin I Mangarangi Daeng Manrabia.
Asal Usul Kerajaan Tallo: Kerajaan Tallo berasal dari keturunan To Manurung yang berasal dari Kalimantan. Kerajaan ini didirikan pada abad ke-13 di wilayah sekitar Sungai Tallo oleh Datu ri Bandang. Pada perkembangannya, Tallo berkembang menjadi salah satu kerajaan yang kuat di Sulawesi Selatan.
Hubungan dengan Kerajaan Gowa: Pada awalnya, Tallo dan Gowa adalah dua kerajaan yang terpisah. Namun, seiring waktu, hubungan antara Tallo dan Gowa berkembang, termasuk melalui pernikahan dan aliansi politik antarbangsanya.
3. Kerajaan Gowa-Tallo
19
Pernikahan dan Penyatuan: Pada tahun 1607, terjadi pernikahan antara Putri Tenri Tatta dari Tallo dengan Sultan Alauddin dari Gowa. Hal ini membawa Tallo dan Gowa menjadi lebih dekat secara politik. Setelah pernikahan tersebut, terjadi penyatuan antara Kerajaan Tallo dan Kerajaan Gowa menjadi satu kesatuan di bawah pemerintahan Sultan Gowa.
Pengaruh Islam di Gowa-Tallo diperkirakan berasal dari Mekah, Gujarat, dan Cina melalui jalur perdagangan maritim yang intensif.
Teori-teori masuknya Islam ke Nusantara menyebutkan bahwa kontak dengan pedagang Gujarat, Mekah, dan bahkan Tiongkok membawa agama Islam ke wilayah Indonesia, termasuk Sulawesi
3. Kerajaan Gowa-Tallo
Istana kerajaan Gowa Tallo- Balla Lampoa
20
Pertumbuhan Mataram Islam: Mataram Islam berkembang melalui proses pendirian oleh Panembahan Senopati pada akhir abad ke-16. Di bawah pemerintahan Sultan Agung (1613-1645), Mataram mencapai puncak kejayaannya dan menjadi pusat kekuasaan Islam di Jawa Tengah [1]. Kontribusi Mataram dalam penyebaran Islam meliputi pembangunan masjid, pondok pesantren, dan penyelenggaraan haji bagi rakyatnya
Mataram Islam menjadi pusat kebudayaan dan keagamaan Islam di Jawa, mempengaruhi pola kehidupan masyarakat sekitarnya.
Pengaruh Islam: Islam di Mataram berasal dari Mekah melalui ajaran dan perdagangan. Penduduk di kerajaan ini menerima agama Islam, meskipun pola keagamaannya cenderung sinkretis
Sultan Agung (1613-1645) dikenal sebagai penguasa yang kuat dan berhasil memperluas wilayah serta memperkokoh kekuasaan Islam di Jawa. Konribusi Sultan Agung yang masih digunakan dan diterapkan hingga kini adalah SISTEM PENANGGALAN JAWA
Kehidupan sosial masyarakat di Kerajaan Mataram Islam tercermin dalam nilai-nilai Islam, seperti keadilan, solidaritas, dan kebersamaan
3. Kerajaan Mataram
21
Perkembangan Sekarang: Saat ini, wilayah yang dulunya menjadi kerajaan Mataram kini merupakan bagian dari Provinsi Jawa Tengah (Kasununan Surakarta Hadiningrat dan Pura Mangkuregaran) dan Kasultanan Yogyakarta
Hadiningrat (menjadi provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta di Indonesia).
Kerajaan Mataram Islam dibagi 2 oleh pemerintah Hindia Belanda dalam perjanjian Gianti 1755, menjadi Kasununan Surakarta Hadiningrat dan Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat.
Warisan budaya dan nilai-nilai Islam yang diperkenalkan oleh Kerajaan Mataram terus mempengaruhi masyarakat Indonesia.
Situs-situs sejarah Mataram Islam menjadi tempat wisata sekaligus peninggalan bersejarah yang dijaga untuk memahamkan generasi masa kini tentang nilai-nilai keislaman dan kebudayaan Indonesia.
Kerajaan Mataram Islam tidak hanya meninggalkan warisan sejarah, tetapi juga memberikan kontribusi yang berkelanjutan dalam pembentukan identitas dan kehidupan masyarakat Indonesia saat ini.
Mataram saat ini
sistem penanggalan dsri Sultan Agung
22
Kehidupan masyarakat pada masa kerajaan Islam di Indonesia mencerminkan struktur sosial yang terorganisir, kegiatan sehari-hari yang beragam, perkembangan seni, sastra, dan arsitektur yang maju, serta peran penting ulama dan intelektual dalam melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Islam. Selain itu, kearifan lokal juga turut dipengaruhi oleh kebudayaan Islam.
II. Kehidupan Masyarakat pada Masa Kerajaan Islam
1. Struktur Sosial Masyarakat:
Masyarakat pada masa kerajaan Islam di Indonesia terdiri dari golongan bangsawan (raja dan keluarganya), bangsawan bawahan (para pembesar kerajaan), pedagang, petani, dan rakyat jelata. Struktur ini mencerminkan hierarki yang kuat di masyarakat.
Kel. Sultan Hemengkubuwono X
Pembesar keraton Yogyakarta
Abdi Dalem Kraton Yogyakarta
23
2. Kehidupan Sehari-hari:
Masyarakat umumnya hidup dalam komunitas yang terorganisir di sekitar pusat kerajaan. Mereka beraktivitas dalam perdagangan, pertanian, dan kerajinan. Kehidupan sehari-hari juga dipengaruhi oleh nilai-nilai agama Islam dalam berbagai aspek. Ulama memegang peran penting dalam memberi nasihat kepada penguasa dan mengelola kehidupan keagamaan masyarakat
24
Pada masa kerajaan Islam, terjadi kemajuan seni dan arsitektur, seperti bangunan masjid yang megah dan seni kaligrafi yang indah. Sastra Islam juga berkembang dengan penulisan kitab-kitab agama dan sastra Islam.
3.Perkembangan Seni, Sastra, dan Arsitektur
a. Arsitektur Megah:
Bangunan masjid yang megah menjadi ciri khas pada masa kerajaan Islam di Indonesia. Contohnya adalah Masjid Agung Demak dan Masjid Menara Kudus, yang menunjukkan keindahan dan keagungan arsitektur Islam pada masa itu
b. Seni Kaligrafi yang Indah:
Seni kaligrafi berkembang pesat dengan keindahan tulisan Arab yang diukir pada berbagai media seperti batu, kayu, dan kertas. Kaligrafi Islam menjadi ekspresi seni yang unik dan sarat makna spiritua
Kaligrafi Dekorasi dan salah satu ornamen di masjid Mantingan Jawa Tegah yang terinspirasi dari seni kaligrafi
25
Sastra Islam di Indonesia berkembang melalui penulisan kitab-kitab agama, seperti tafsir Al-Quran, hadis, dan karya-karya sastra seperti hikayat dan syair. Karya-karya sastra ini memperkaya warisan intelektual dan budaya Islam di Indonesia.
Seni, arsitektur, dan sastra pada masa kerajaan Islam di Indonesia tidak hanya mencerminkan keahlian teknis, tetapi juga spiritualitas dan kedalaman budaya Islam. Peninggalan-peninggalan ini menjadi warisan berharga dalam sejarah kebudayaan Indonesia.
c. Pengembangan Sastra Islam
1) sastra
Sastra: Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia menghasilkan karya sastra berupa hikayat, babad, syair, dan suluk yang mencerminkan nilai-nilai Islam dan kearifan lokal. Contoh karyanya adalah Hikayat Amir Hamzah dan Babad Tanah Jawi [1], serta berbagai karya lain yang menggambarkan kehidupan dan ajaran Islam.
26
Seni: Arsitektur Islam di Indonesia tercermin dalam masjid-masjid megah seperti Masjid Agung Demak dan Masjid Menara Kudus yang menggabungkan gaya arsitektur Islam dengan unsur lokal. Seni kaligrafi, ukiran, dan kerajinan tangan lainnya juga berkembang sebagai ekspresi seni Islam.
2) Seni
Arsitektur:
Arsitektur: Karya arsitektur Islam di Indonesia menampilkan keindahan dan keunikan bangunan-bangunan seperti Masjid-masjid dan istana yang menggabungkan estetika Islam dengan elemen budaya Nusantara. Arsitektur ini memperlihatkan ciri khas bangunan dengan kubah, mihrab, dan ukiran-ukiran yang menggambarkan keagungan Islam
Kraton Yogyakarta
Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta
Masjid Agung Demak
27
Ulama dan intelektual menjadi pilar penting dalam melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Islam. Mereka menjadi penjaga ajaran agama, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan menjadi pusat pendidikan di pesantren. Carilah informasi lebih lanjut tentang siapa Wali Songo dan para ulama Indonesia ini
Peran Ulama dan Intelektual:
Wali songo
Prof. Dr. Quraish Shihab
Buya Hamka
Ulama -ulama Indonesia
Gus Dur, KH. Wahid Hasyim dan KH Hasyim Asyari (ayah dan kakek Gus Dur presiden ke-4 Indonesia)
28
Multiple Choice
Kelima tokoh di samping ini bukan hanya dikenal pada tingkat nasional, tetapi duniapun mengenal dengan baik. Mengapa bisa terkenal dan memiliki pemikiran yang luar biasa?
Berasal dari lingkungan keluarga yang mengutamakan keberhasialan dan kehormatan diatas segalanya
Memiliki beaya cukup untuk pendidikan sampai luar negeri
Memiliki orang tua yang luar biasa
Mengutamakan karier sehingga semua orang mengenalnya
Mengutamakan pendidikan sebagai bekal masa depan
29
Kebudayaan lokal seperti adat dan tradisi mengalami transformasi dengan masuknya nilai-nilai Islam. Contohnya, upacara adat yang diintegrasikan dengan nilai-nilai agama Islam.
Kearifan Lokal yang Terpengaruh budaya Islam
Masjid Agung Demak
Contoh lain akulturasi budaya masyarakat di Nusantara dengan ajaran Islam
a. Contoh Akulturasi Budaya Islam dalam Seni Bangunan
rsitektur Masjid Agung Demak yang memiliki atap berlapis atau Ranggon.
Dalam tradisi Hindhu-Budha di Nusantara, atap berlapis atau Ranggon berakar dari konsep "Meru." Jika pada asalnya, konsep Meru terdiri atas 9 lapis, atap Masjid Agung Demak hanya terdiri atas 3 susun.
Masjid Kudus
30
Kebudayaan lokal seperti adat dan tradisi mengalami transformasi dengan masuknya nilai-nilai Islam. Contohnya, upacara adat yang diintegrasikan dengan nilai-nilai agama Islam.
b. Contoh Akulturasi Budaya Islam dalam Seni Ukir
Gambar di bawah ini meja rias masa kini
Ukiran ornamen Masjid Mantingan, Jepara (termasuk stilir Kera dan Ketam)
31
c. Ukiran di gapura makam Sunan Sendang, Paciran, Lamongan (Jatim)
d. Ukiran di gapura makam Sunan Sendang, Paciran, Lamongan (Jatim)
32
e.Seni Ukir di mimbar Masjid Nurul Huda Gelgel, Klungkung (Bali)
f. Seni Ukir Kaligrafi di Nisan Makam Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik)
g. Ukiran dan ornamen di kompleks Makam Sunan Kudus
33
Seni ukir patung berbentuk manusia dan binatang di atas batu maju pesat pada era Hindu-Buddha kuno. Akan tetapi, dalam Islam, lukisan atau ukiran bergambar makhluk hidup tidak diperbolehkan.
Maka itu, setelah Islam masuk ke nusantara dan berpengaruh dominan, seni ukir di kayu dan batu berkembang dengan obyek tulisan arab (kaligrafi), dedaunan, bunga, hingga bentuk abstrak wujud manusia maupun binatang (stilir)
34
Fill in the Blanks
Type answer...
35
Fill in the Blanks
Type answer...
36
3. Contoh Akulturasi Budaya Islam dalam Kesenian
a. Wayang kulit
b. Seni Kriya Kulit Tatah Sungging
Wayang Kulit. Wayang adalah pertunjukan drama tradisionil yang populer sekali di Indonesia. Lakon wayang biasanya berdasarkan cerita yang diambil dari epik Ramayana dan Mahabharata. Kedua epik ini asalnya dari India, tapi ceritanya sudah diubah/disesuaikan demham budaya Indonesia
Kerajinan tatah sungging merupakan kerajinan yang terbuat dari bahan kulit mentah atau kulit perkamen, yang diproses dengan cara ditatah atau dipahat kemudian disungging atau diwarnai dengan teknik gradasi. Produk dari kerajinan tatah sungging ini diantaranya yang paling terkenal adalah wayang kulit.
37
3. Contoh Akulturasi Budaya Islam dalam Kesenian
c. Tari Seudati dari Aceh
d. Tari Saman dari Aceh
e. Tari Zapin dari Riau
f. Tari Glipang dari Probolinggo
g. Permainan debus di Banten
h. Seni vokal Beluk dari Sunda
38
3. Contoh Akulturasi Budaya Islam dalam Kesenian
i. Kesenian Koromong di Sumedang
k. Penggunaan bedug di Masjid untuk penanda jadwal sholat.
j. Kesenian Jathilan di Yogyakarta dan Jawa Tengah
39
Contoh Akulturasi Budaya Islam dalam Seni Sastra
a. Hikayat Raja-Raja Pasai: Merupakan salah satu karya sastra yang menggabungkan cerita sejarah dan legenda dengan nilai-nilai Islam. Hikayat ini mencerminkan pengaruh Islam dalam narasi dan nilai moralnya .
Sastra Islam di Indonesia berkembang melalui penulisan kitab-kitab agama, seperti tafsir Al-Quran, hadis, dan karya-karya sastra seperti hikayat dan syair. Karya-karya sastra ini memperkaya warisan intelektual dan budaya Islam di Indonesia
b. Syair-syair Islam: Seni sastra berupa syair atau puisi yang mencerminkan ajaran Islam dalam tema dan bahasa. Syair-syair ini menggambarkan keindahan bahasa Arab dan nilai-nilai keagamaan Islam.
40
c. Hikayat dan Babad: Karya sastra seperti hikayat dan babad menggambarkan sejarah lokal yang disatukan dengan elemen Islam, seperti keberadaan wali-wali atau tokoh-tokoh keagamaan dalam cerita-cerita ini.
b. Syair-syair Islam: Seni sastra berupa syair atau puisi yang mencerminkan ajaran Islam dalam tema dan bahasa. Syair-syair ini menggambarkan keindahan bahasa Arab dan nilai-nilai keagamaan Islam.
Penggunaan Huruf Arab dalam Aksara: Sastra Islam sering menggunakan aksara Arab atau Arab-Melayu (Arab gundul) dalam penulisan, menunjukkan pengaruh Islam dalam bidang aksara dan tulisan. Bahkan pengaruh itu saat ini dalam keseharian kita manfaatkan tidak memandang iman kepercayaa. yang sedang diyakinin.
Contoh penggunaan angka
.
1,2,3,4,5,6,7,8,9,0
KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA: JEJAK SEJARAH DAN PENGARUHNYA PADA MASYARAKAT
SEJARAH Kelas X
SMA Negeri 1 Nekamese
Disusun oleh: Dra. Florentina Endang. S
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 40
SLIDE
Similar Resources on Wayground
33 questions
Corak Kehidupan Masyarakat Pra Aksara
Presentation
•
10th Grade
33 questions
Cara Berpikir Sejarah - Diakronik dan Sinkronik
Presentation
•
10th Grade
31 questions
Kolonialisme dan Perlawanan Bangsa Indonesia
Presentation
•
10th Grade
34 questions
Perjuangan Fisik dan Diplomasi
Presentation
•
11th Grade
34 questions
Sejarah Seru
Presentation
•
11th Grade
35 questions
Untitled Lesson
Presentation
•
9th Grade
35 questions
SEJARAH INDONESIA
Presentation
•
10th Grade
33 questions
Passato Prossimo vs. Imperfetto
Presentation
•
10th Grade
Popular Resources on Wayground
5 questions
A Home on the Shore
Quiz
•
3rd Grade
28 questions
US History Regents Review
Quiz
•
11th Grade
6 questions
A Horse Tale
Quiz
•
3rd Grade
20 questions
Math Review
Quiz
•
3rd Grade
10 questions
Juneteenth History and Significance
Interactive video
•
5th - 8th Grade
20 questions
Dividing Fractions
Quiz
•
5th Grade
55 questions
A Long Walk to Water Final Review
Quiz
•
6th - 8th Grade
10 questions
Equation Word Problems
Quiz
•
7th Grade
Discover more resources for History
20 questions
Insurance
Quiz
•
9th - 12th Grade
10 questions
Juneteenth: History and Significance
Interactive video
•
7th - 12th Grade
6 questions
Mayan Mathematics part 1
Presentation
•
9th - 12th Grade
40 questions
Flags of the World
Quiz
•
KG - Professional Dev...
10 questions
Unit 9 Quiz
Quiz
•
9th - 12th Grade