Search Header Logo
Pembelajaran

Pembelajaran

Assessment

Presentation

Instructional Technology

Professional Development

Practice Problem

Hard

Created by

Supriyanto, PSP

Used 3+ times

FREE Resource

14 Slides • 2 Questions

1

media

PEMBELAJARAN
BERDIFERENSIASI
BERBASIS TIK

SUPRIYANTO

2

media

Tujuan

Menjelaskan 5 intervensi sekolah Penggerak

Menjelaskan konsep Pembelajaran Berdiferensiasi

Menjelaskan Flip Classroom dan MERDEKA sebagai sintak pembelajaran Berdiferensiasi

Menggunakan Teknologi Informasi dalam Pembelajaran Berdiferensiasi

3

media
media

PENGANTAR

SEKOLAH PENGGERAK

4

media

Latar Belakang

Pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia

1945 menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapat
pendidikan yang berkualitas

meluasnya akses pendidikan belum sepenuhnya berbanding lurus dengan

peningkatan dan pemerataan mutu Pendidikan

Hasil survei PISA tahun 2018 menunjukkan 60% (enam puluh persen)

sampai dengan 70% (tujuh puluh persen) peserta didik di Indonesia masih
berada di bawah standar kemampuan minimum dalam sains, matematika,
dan membaca

5

Multiple Select

Pada tahun 2024, pemerintah sebuah negara memutuskan untuk meningkatkan penggunaan energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mengurangi emisi karbon. Program ini mencakup peningkatan investasi dalam teknologi energi surya, angin, biomassa, dan hidroelektrik. Tujuannya adalah untuk mencapai 50% penggunaan energi terbarukan dalam total konsumsi energi nasional dalam 10 tahun ke depan. Grafik di bawah ini menunjukkan distribusi sumber energi yang digunakan di negara tersebut pada tahun 2024 dan proyeksi untuk tahun 2034. Berdasarkan grafik, sumber energi alternatif manakah yang diproyeksikan mengalami peningkatan terbesar dalam penggunaan dari tahun 2024 hingga 2034?

1
  • Energi Surya

2
  • Energi Angin

3
  • Biomassa

4

Energi Hidroelektrik

6

Match

Jodohkan berikut ini

Hitam

Pria

Senang

Makan

Putih

Wanita

Susah

Minum

7

media

8

media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media

• Sekolah sebagai tugas
• Pimpinan sebagai pengatur
Manajemen sekolah terlalu administratif
• Masih ada PAUD yg belum melibatkan orang tua

Ekosistem

• Guru sebagai pelaksana kurikulum
• Guru sebagai sumber pengetahuan satu-satunya
• Pelatihan guru berdasarkan teori
• PAUD: Metode drilling & teacher-centered

Guru

Kategori

Situasi sekarang

• Penilaian bersifat sumatif/ menghukum

• Siswa sebagai penerima pengetahuan
• Fokus kepada kegiatan tatap muka
• Pendekatan: Bermain vs Calistung
• Pengajaran berdasarkan pembagian umur

• Perkembangan linear
• Kurikulum berdasarkan konten
• Fokus kepada kegiatan akademik
Patahan antara kurikulum PAUD dan SD

Arahan di masa depan

Sekolah sebagai kegiatan yang menyenangkan
Pimpinan memberikan pelayanan
Manajemen sekolah yang kolaboratif dan kompeten
• Keselarasan pendidikan di rumah dan keluarga

• Guru sebagai pemilik dan pembuat kurikulum
• Guru sebagai fasilitator dari berbagai sumber pengetahuan
• Pelatihan guru berdasarkan praktik
• PAUD: Kompetensi meliputi pedagogik dan sosio emosional

• Pembelajaran berorientasi pada siswa
• Pembelajaran memanfaatkan teknologi
• Pendekatan: Bermain adalah belajar, bermakna & sesuai konteks
• Pengajaran berdasarkan level kemampuan siswa

• Perkembangan fleksibel
• Kurikulum berdasarkan kompetensi
• Fokus kepada soft skill dan pengembangan karakter
Transisi yang mulus dari PAUD ke SD

• Penilaian bersifat formatif/ mendukung

Pedagogi

Kurikulum

Sistem
Penilaian

Saat ini terdapat lima kelompok tantangan dunia pendidikan yang perlu dihadapi

9

Replace this with a header

Replace with sub-header

Replace this with your body text. Duplicate this text as many times as you would like. All provided templates can be reused multiple times. Wish you a good day.

Happy teaching!

10

media

Tahapan Implementasi Kurikulum Merdeka

Sumber : Panduan Pembelajaran dan Asesmen 2022

11

media

12

media

Untuk bisa membuatpembelajaran
yang berpusat pada peserta didik,
maka asesmen menjadi tahap
pertama yang harus kitalakukan

Asesmen ini biasa disebutjuga
asesmen diagnostik

Yang perlu dikenali antara lain:
potensi, karakteristik, kebutuhan,
tahap perkembangan pesertadidik,
tahap capaian pembelajaran anak,
dll

Setelah berhasil mengidentifikasi potensi,
karakteristik, tingkat capaian,kemampuan,
maka bagian berikutnya adalah menyusun
proses pembelajaran yang sesuai dengan
data asesmenkita.

Perencanaan ini juga termasuk
pengelompokkan peserta didikdalam
tingkat yangsama.

Dengan penyusunan pembelajaran yang
sesuai dengan capaian ataupun tingkat
kemampuan peserta didik ini, maka kita
menempatkan peserta didik sebagaipusat
utama pembelajarannya, sesuai dengan
filosofi Ki HadjarDewantara

• Selama proses pembelajaran ini,perlu

dibuat adanya asesmen-asesmen
berkala untuk melihat proses
pemahaman murid, kebutuhan,
kemajuan selama pembelajaran atau
biasa disebut asesmenformatif.

• Adapun asesmen sumatif, sebagai

proses evaluasi ketercapaian tujuan
pembelajaran di akhir suatu
pembelajaran juga diperlukan untuk
membantu pendidik merancangprojek
berikutnya

Asesmen

Perencanaan

Pembelajaran

TAHAPAN

13

media

Aspek Kebutuhan Belajar Siswa

Tomlinson (2001) dalam bukunya yang berjudul How to Differentiate Instruction in
Mixed Ability Classroom menyampaikan bahwa kita dapat mengkategorikan
kebutuhan belajar murid, paling tidak berdasarkan 3 aspek

Ketiga aspek tersebut adalah :

1. Kesiapan belajar (readiness) murid

2. Minat murid

3. Profil belajar murid

14

media

Kesiapan Belajar

Kesiapan belajar (readiness) adalah kapasitas untuk mempelajari materi baru. Sebuah tugas
yang mempertimbangkan tingkat kesiapan murid akan membawa murid keluar dari zona
nyaman mereka, namun dengan lingkungan belajar yang tepat dan dukungan yang
memadai, mereka tetap dapat menguasai materi baru tersebut.

Ada banyak cara untuk membedakan kesiapan belajar.

tujuan melakukan pemetaan kebutuhan belajar murid berdasarkan tingkat kesiapan belajar
adalah untuk memodifikasi tingkat kesulitan pada bahan pembelajaran, sehingga dipastikan
murid terpenuhi kebutuhan belajarnya (Joseph, Thomas, Simonette & Ramsook, 2013).

Tomlinson (2001) mengatakan bahwa merancang pembelajaran berdiferensiasi mirip
dengan menggunakan tombol equalizer pada stereo atau pemutar CD.

15

media
media

KESIAPAN BELAJAR MURID (READINESS)

16

media

Contoh pemetaan
kebutuhan belajar

berdasarkan Kesiapan

Belajar Murid (Readiness)

Ibu Lusi akan mengajar pelajaran Matematika. Tujuan Pembelajaran yang ia
tetapkan adalah: murid dapat menyajikan dan menyelesaikan masalah yang
berkaitan dengan keliling bangun datar.

Ia kemudian membuat pemetaan kebutuhan belajar dan memberikan penugasan
seperti di bawah ini:

Kesiapan
belajar
(Readiness)

Beberapa murid telah memahami
konsep keliling; dapat melakukan
operasi hitung dasar.

Beberapa murid telah memahami konsep keliling
namun belum lancar dalam melakukan operasi hitung
dasar.

Beberapa murid belum
memahami konsep keliling.

Tugas

Murid diminta mengerjakan
soal-soal tantangan yang
mengaplikasikan konsep keliling
dalam kehidupan sehari-hari.
murid akan diminta untuk bekerja
secara mandiri dan saling
memeriksa pekerjaan
masing-masing.

Murid menggunakan bantuan benda-benda konkret
untuk menghitung keliling bangun datar (misalnya
menggunakan lidi atau sedotan). Jika mengalami
kesulitan, murid diminta menerapkan strategi “3
before me” (bertanya kepada 3 teman sebelum
bertanya langsung pada guru). Guru akan sesekali
datang ke kelompok ini untuk memastikan tidak ada
miskonsepsi.

Murid akan mendapatkan
pembelajaran eksplisit
tentang konsep keliling.
Guru akan memberikan
scaffolding yang lebih
banyak dalam proses ini.

High

Middle

Low

media

PEMBELAJARAN
BERDIFERENSIASI
BERBASIS TIK

SUPRIYANTO

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 16

SLIDE