

Statistika
Presentation
•
Mathematics
•
11th Grade
•
Practice Problem
•
Hard
Standards-aligned
Dina Muslimah
FREE Resource
25 Slides • 0 Questions
1
BAHAN BACAAN PESERTA DIDIK
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
PENYAJIAN DATA
A.Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan pembelajaran 1 ini diharapkan kalian dapat menyajikan data dengan
menggunakan berbagai diagram, tabel distribusi frekuensi, dan histogram serta dapat
menggunakannya untuk menyelesaikan masalah terkait statistika.
B.Uraian Materi
Ketika seseorang peneliti ingin mengetahui kondisi suatu hal tidak jarang peneliti harus
mengumpulkan data terlebih dahulu. Sebagai contoh, seorang peneliti ingin mengetahui
kondisi jumlah penduduk Indonesia selama 20 tahun sebelumnya. Dengan demikian
peneliti dapat mengumpulkan data jumlah penduduk Indonesia setiap tahunnya kemudian
dapat mendiskripsikan, mendapatkan informasi yang berguna mengenai jumlah penduduk,
dan bahkan dapat memprediksi keadaan jumlah penduduk Indonesia di tahun-tahun
mendatang.
Penyajian data yang baik dan benar tentunya sangat bermanfaat untuk memberi gambaran
yang sistematis tentang peristiwa-peristiwa yang merupakan hasil penelitian atau
observasi, data lebih cepat dimengerti, memudahkan dalam membuat analisis data, dan
pengambilan keputusan atau kesimpulan lebih tepat, cepat, dan akurat.
Di SMP, tentunya kalian telah mempelajari beberapa bentuk penyajian data dalam bentuk
diagram, seperti diagram garis, diagram batang, diagram lingkaran, dan lainnya.
1.Diagram Garis
Diagram garis digunakan untuk menyajikan perkembangan data statistik yang kontinu
(berkesinambungan), misalnya jumlah penduduk tiap tahun di suatu wilayah, keadaan
suhu badan pasien RS tiap jam, omset penjualan barang di suatu toko.
Pada diagram garis, sumbu X (horizontal) biasanya menyatakan satuan waktu,
sedangkan sumbu Y (vertikal) biasanya menyatakan frekuensi.
Contoh 1
Hasil penjualan komputer di toko Planet Computer pada periode Januari – Juli 2019
ditunjukkan pada tabel di bawah ini.
Tabel 1. Hasil penjualan computer periode Januari-Juli 2019
2
Bulan
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Juni
Juli
Jumlah (Unit)
10
15
30
35
25
45
60
Data tersebut dapat ditunjukkan dalam diagram garis (tunggal) seperti pada gambar di
bawah ini.
Grafik Garis Berganda (Multiple Line Chart)
Grafik yang terdiri dari beberapa garis untuk menggambarkan perkembangan beberapa
hal atau kejadian sekaligus.
Contoh 2.
Hasil penjualan Barang A dan B di toko “Melati” periode Januari sampai Juni 2019
ditunjukkan pada Tabel di bawah ini.
Bulan
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Juni
Jenis Barang A
25
40
45
10
50
45
Jenis Barang B
10
15
35
25
40
60
Data tersebut dapat ditunjukkan dalam diagram garis berganda seperti pada gambar di
bawah ini.
3
2.Diagram Lingkaran
Diagram lingkaran adalah bentuk penyajian data dengan menggunakan sektor-
sektor (juring-juring) dalam suatu lingkaran. Diagram ini sangat baik untuk
menunjukkan perbandingan antara objek yang satu dengan objek lainnya terhadap
keseluruhan dalam suatu penyelidikan.
Contoh 3
Data berikut ini menunjukkan banyaknya peminat kegiatan ekstra kurikuler siswa
kelas XII di SMA Merdeka. Kegiatan Olah raga ada 90 orang, PMR ada 60 orang,
dan Paskibra ada 50 orang.
Sebelum membuat diagram lingkaran, terlebih dahulu ditentukan besar persentase
tiap objek terhadap keseluruhan data dan besar sudut pusat sektor lingkaran yang
sesuai sebagaimana ditunjukkan pada tabel di bawah ini.
Diperoleh diagram lingkaran
4
3.Diagram Batang
Diagram batang adalah penyajian data dengan menggunakan persegi panjang-
persegi panjang dengan arah vertikal atau horizontal. Tinggi setiap persegi panjang
(batang) sesuai dengan jumlah data masing-masing objek.
Contoh 4
Tabel berikut menunjukkan banyaknya siswa di Kota A menurut tingkat sekolah
pada tahun 2019
Tingkat Sekolah
Jumlah Siswa
SD
1.562
SMP
1.019
SMA
818
STM
432
Data tersebut ditunjukkan dengan diagram batang seperti pada gambar berikut.
Tiga jenis diagram di atas paling sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Selain penyajian data dengan diagram di atas, juga ada diagram lainnya seperti
diagram batang daun (Steam and Leaf Plot), diagram kotak garis, diagram pencar,
dan piktogram.
5
Diagram-diagram di atas umumnya digunakan untuk menyajikan data yang variasi
jenis datanya sedikit atau jumlah datanya sedikit. Bagaimana kalau variasi jenis
datanya sudah banyak atau data yang diolah dalam jumlah besar? Nah, untuk
keperluan penyajian data yang jumlahnya besar, maka pada bagian ini kalian akan
mempelajari
cara
menyajikan
dalam
tabel
distribusi
frekuensi
dan
memvisualisasikan ke dalam bentuk grafik histogram, poligon frekuensi, dan ogive.
4.Tabel Distribusi Frekuensi
Jika ukuran data cukup besar (n > 30), maka sebaiknya data disajikan dalam bentuk
tabel distribusi frekuensi. Tabel distribusi frekuensi dibedakan menjadi dua, yaitu
tabel distribusi frekuensi tunggal dan tabel distribusi frekuensi berkelompok.
Contoh 5.
Berikut ini data berat badan 40 siswa SD Merdeka (dalam kg)
32 35 37 33 34 33 32 36 37 35
37 36 35 32 32 34 34 36 35 33
34 34 33 36 37 36 37 35 36 36
32 33 37 36 36 33 34 37 32 34
Tabel distribusi frekuensi tunggal dari data tersebut sebagai berikut.
Untuk data yang sangat besar, sebaiknya menggunakan tabel distribusi frekuensi
berkelompok. Langkah-langkah membuat tabel distribusi frekuensi berkelompok
adalah :
a.Tentukan jangkaun data ( J ), yaitu datum terbesar dikurangi datum terkecil.
J = X maks – X min
b.Tentukan banyak kelas interval ( k ) dengan aturan H.A. Sturges, dengan rumus:
k = 1 + 3,3 log n
k = bilangan bulat, dan n = banyaknya data.
c.Tentukan panjang kelas interval ( p ) dengan rumus : 𝑝 =
𝑗𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎𝑢𝑎𝑛 (𝐽)
𝑏𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘𝑛𝑦𝑎 𝑘𝑒𝑙𝑎𝑠 (𝑘)
6
d.Tentukan batas kelas interval (batas bawah dan batas atas). Batas bawah kelas
pertama dapat diambil sama dengan nilai datum terkecil atau nilai yang lebih
kecil dari datum terkecil.
e.Tentukan frekuensi dari setiap kelas interval dengan terlebih dahulu menentukan
turusnya.
Contoh 6.
Hasil nilai tes matematika 30 siswa kelas XI IPA SMA sebagai berikut :
60 61 30 62 43 55 67 68 69 39
41 63 67 50 76 57 65 49 54 88
40 71 70 51 56 54 78 54 72 69
Sajikan dalam tabel distribusi frekuensi.
Jawab:
• Dari kumpulan data di atas, datum terbesar adalah 88, dan yang terkecil adalah
30, sehingga diperoleh jangkauan data ( J ) = 88 – 30 = 58.
• Banyak kelas interval ( k ) = 1 + 3,3 log 30 = 1 + 3,3 (1,477)
= 1 + 4,874 = 5,874 6
• Panjang kelas interval ( p ) =
𝐽
𝑘 =
58
6 = 9,67 10
• Batas bawah kelas yang pertama, disini batas bawah kelas pertama adalah datum
terkecil (tetapi tidak harus, dapat juga digunakan bilangan lain).
Misalnya batas bawah kelas interval pertama digunakan datum terkecil = 30,
sehingga batas atas kelas interval pertama = (30 + p) – 1 = (30 + 10) – 1 = 39 (10
adalah panjang kelas).
Diperoleh tabel distribusi frekuensi berikut.
Berikut ini beberapa istilah sehubungan dengan tabel distribusi frekuensi untuk
data berkelompok.
•Batas bawah kelas dan batas atas kelas
Untuk kelas 30-39, batas bawah adalah 30 dan batas atas adalah 39.
7
•Tepi bawah kelas dan tepi atas kelas
Untuk kelas 30-39, tepi bawah kelasnya adalah (30-0,5) = 29,5 dan tepi atas
kelasnya (39 + 0,5) = 39,5.
Tepi bawah diperoleh dari batas bawah kelas dikurangi setengah satuan
pengukuran terkecil yang digunakan, sedangkan tepi atas kelas diperoleh dari
batas atas kelas ditambah setengah satuan pengukuran terkecil.
•Panjang interval kelas
Untuk kelas 30-39, Panjang interval kelas adalah (tepi atas – tepi bawah) =
39,5 – 29,5 = 10.
•Titik tengah kelas
Titik tengah kelas interval (mid point) yaitu rataan antara batas bawah dan
batas atas interval. Untuk kelas 30-39, titik tengah kelas adalah
30+39
2
= 34,5.
5.Histogram dan Poligon Frekuensi
Setelah mengelompokkan data ke dalam beberapa kelas menjadi tabel distribusi
frekuensi, kita dapat menyajikan data berkelompok tersebut dalam bentuk grafik.
Penyajian data dalam bentuk grafik ini bertujuan untuk menyampaikan data kepada
pembaca dalam bentuk gambar. Bagi kebanyakan orang, melihat informasi yang
disajikan dari gambar lebih mudah daripada melihat dari dari kumpulan
bilanganbilangan pada tabel atau distribusi frekuensi.
Ada tiga macam grafik yang biasanya digunakan untuk menyajikan atau
mempresentasikan data berkelompok, yaitu:
Histogram
Histogram adalah penyajian distribusi frekuensi menggunakan diagram batang
tegak. Pada histogram, antara dua batang yang berdampingan tidak terdapat jarak,
berbeda dengan penyajian diagram batang terdahulu. Sumbu datar pada
histogram menyatakan kelas-kelas interval, sedangkan sumbu tegak menyatakan
frekuensi. Dalam hal ini, batas kelas interval merupakan tepi bawah dan tepi atas.
Tepi bawah = batas bawah – 0,5
Tepi atas = batas atas + 0,5 ( 0,5 jika nilai datanya teliti hingga satuan)
Jika setiap titik tengah sisi atas persegi panjang yang berdampingan dihubungkan
dengan suatu garis, maka terbentuk grafik yang disebut poligon frekuensi.
8
Contoh 7
Gambar histogram dan polygon frekuensi dari tabel distribusi frekuensi dari
contoh 6 diatas.
Nilai Tes Matematika
Frekuensi
30 - 39
2
40 - 49
4
50 - 59
8
60 - 69
10
70 - 79
5
80 - 89
1
Jawab:
Nilai Tes Matematika
Tepi Kelas
Titik Tengah
Frekuensi
30 - 39
29,5 – 39,5
34,5
2
40 - 49
39,5 – 49,5
44,5
4
50 - 59
49,5 – 59,5
54,5
8
60 - 69
59,5 – 69,5
64,5
10
70 - 79
69,5 – 79,5
74,5
5
80 - 89
79,5 – 89,5
84,5
1
Histogram
9
6.Tabel Distribusi Frekuensi Kumulatif dan Ogive
Tabel distribusi frekuensi kumulatif diperoleh dari tabel distribusi frekuensi biasa,
dengan cara menjumlahkan frekuensi demi frekuensi.
Tabel distribusi frekuensi kumulatif ada 2 macam, yaitu distribusi frekuensi
kumulatif kurang dari dan distribusi frekuensi kumulatif lebih dari.
Untuk membuat tabel distribusi frekuensi kumulatif kurang dari, digunakan tepi atas
kelas. Sedangkan untuk distribusi frekuensi kumulatif lebih dari, digunakan tepi
bawah kelas.
Contoh 8
Nilai Tes Matematika
Frekuensi
30 - 39
2
40 - 49
4
50 - 59
8
60 - 69
10
70 - 79
5
80 - 89
1
Jawab:
Tabel distribusi frekuensi kumulatif kurang dari
Nilai
Frekuensi kumulatif
≤ 39,5
2
≤ 49,5
2+4 = 6
≤ 59,5
6+8 = 14
≤ 69,5
14+10 = 24
≤ 79,5
24+5 = 29
≤ 89,5
29+1 = 30
10
Tabel distribusi frekuensi kumulatif kurang dari
Nilai
Frekuensi kumulatif
≤ 29,5
28+2 = 30
≤ 39,5
24+4 = 28
≤ 49,5
16+8 = 24
≤ 59,5
6+10 = 16
≤ 69,5
1+5 = 6
≤ 79,5
1
Dari tabel distribusi frekuensi kumulatif kurang dari dan lebih dari, kita dapat
menggambarkan ogive kurang dari atau ogive positif dan ogive lebih dari atau ogive
negatif.
(Ogive adalah grafik distribusi frekuensi kumulatif, berupa kurva yang menghubungkan
titik-titik yang membentuk poligon frekuensi kumulatif kurang dari atau lebih dari)
Contoh 9.
Gambarkan ogive positif dan ogive negatif dari tabel distribusi frekuensi kumulatif
pada contoh 8 di atas.
Jawab:
Ogive positif, diperoleh dari tabel distribusi frekuensi kumulatif kurang dari.
Ogive negatif, diperoleh dari tabel distribusi frekuensi kumulatif lebih dari.
11
Coba kalian perhatikan perbedaannya! Ogive positif kurvanya selalu naik, sedangkan
ogive negatif kurvanya selalu turun.
C.Rangkuman
•Penyajian data yang baik dan benar bermanfaat untuk memberi gambaran yang
sistematis tentang peristiwa-peristiwa yang merupakan hasil penelitian atau observasi,
data lebih cepat dimengerti, memudahkan dalam membuat analisis data, dan
pengambilan keputusan atau kesimpulan lebih tepat, cepat, dan akurat.
•Tabel distribusi frekuensi adalah bentuk penyajian data dengan cara membagi data
menjadi beberapa kelompok dan disajikan dalam suatu tabel yang terdiri dari kelas
interval dan frekuensi.
•Histogram adalah penyajian distribusi frekuensi menggunakan diagram batang tegak,
dimana di antara dua batang yang berdampingan tidak terdapat jarak. Sumbu datar pada
histogram menyatakan kelas-kelas interval, sedangkan sumbu tegak menyatakan
frekuensi.
•Poligon frekuensi adalah grafik yang diperoleh dengan cara menghubungkan setiap titik
tengah sisi atas persegi panjang yang berdampingan pada histogram dengan suatu garis.
•Tabel distribusi frekuensi kumulatif diperoleh dari tabel distribusi frekuensi biasa
dengan cara menjumlahkan frekuensi demi frekuensi. Tabel distribusi frekuensi
kumulatif ada 2 macam, yaitu distribusi frekuensi kumulatif kurang dari dan distribusi
frekuensi kumulatif lebih dari.
•Ogive adalah grafik distribusi frekuensi kumulatif, berupa kurva yang menghubungkan
titik-titik yang membentuk poligon frekuensi kumulatif kurang dari (ogive positif) atau
lebih dari (ogive negatif)
12
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2
UKURAN PEMUSATAN DATA
A.Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan pembelajaran 2 ini diharapkan kalian dapat menentukan ukuran
pemusatan data berupa mean, modus dan median, menganalisis ukuran pemusatan data
yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan histogram serta
menggunakannnya untuk menyelesaikan masalah.
B.Uraian Materi
Dalam pembicaraan sehari-hari kita sering mendengar teman kita atau orang lain
mengatakan kalimat-kalimat pernyataan seperti:
•“Rata-rata orang yang bekerja di perusahaan itu datang
jam 7 pagi”
•“Eh, Jangan salah, rata-rata orang yang datang di pestaku
waktu itu orang kaya lho!”.
•”rata-rata orang menonton sinetron pada jam 8 sesudah
makan malam”.
Pertanyaan kemudian adalah apakah memang benar yang dimaksud “rata-rata” pada
kalimat-kalimat itu menunjukkan arti “rata-rata” yang dimaksud dalam ilmu statistika?.
Bukankah “rata-rata” dalam kalimat itu bisa diganti dengan kata “kebanyakan”?. Kata
“kebanyakan” yang dalam ketiga pernyataan tersebut dikatakan “rata-rata” diartikan
sebagai “modus” yang dalam statistika merupakan data yang paling sering muncul.
Pernyataan-pernyataan di atas walaupun tidak menggunakan istilah yang benar dalam
statistika, namun sudah sangat familiar dituturkan oleh masyarakat. Hal ini menunjukkan
bahwa ukuran pemusatan data sangat banyak aplikasinya dalam kehidupan nyata kita
sehari-hari.
Pernahkah kalian menyaksikan secara langsung proses
penghitungan suara dalam suatu pesta demokrasi,
misalnya pemilihan kepala desa, pemilihan Bupati dan
Wakil Bupati, pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur,
pemilihan anggota DPR/DPD, atau pemilhan Presiden?
Panitia membuka surat suara, mengamati, dan mencatat
pilihan rakyat yang tertera pada surat suara.
13
Setiap surat suara menghasilkan satu data perhitungan. Nama calon yang paling sering
muncul menjadi pemenang kontestasi. Suara yang paling sering muncul dalam hal ini
adalah salah aplikasi modus dalam kehidupan nyata.
Ukuran pemusatan dari sekumpulan data merupakan suatu nilai yang diperoleh dari
sekumpulan data yang dapat dipergunakan untuk mewakili kumpulan data tersebut. Suatu
kumpulan data biasanya mempunyai kecenderungan untuk terkonsentrasi pada suatu nilai
pemusatan.
Pada kegiatan pembelajaran 2 ini, kalian akan mempelajari ukuran pemusatan data yaitu
rata-rata hitung (mean), modus, dan median dari data berkelompok yang disajikan dalam
tabel distribusi frekuensi dan histogram.
1.Rata-rata (Mean) Data Kelompok
Rata-rata (mean) data berkelompok dapat ditentukan dengan 3 cara, yaitu:
a.Cara rumus umum rata-rata hitung:
Keterangan:
𝑥𝑖 = nilai Tengah kelas ke-i
𝑓𝑖 = frekuensi kelas ke-i
b.Cara Simpangan Rataan (Rataan Sementara)
Keterangan:
𝑥𝑠̅ = rataan sementara (nilai tengah kelas dengan frekuensi terbesar)
𝑓𝑖 = frekuensi kelas ke-i
𝑑𝑖 = selisih setiap nilai tengah dengan rataan sememntara (𝑑𝑖 = 𝑥𝑖 − 𝑥𝑠̅ )
c.Cara Pengkodean (Cara coding):
Keterangan:
𝑥𝑠̅ = rataan sementara (nilai tengah kelas dengan frekuensi terbesar)
𝑥̅ = ∑𝑓𝑖. 𝑥𝑖
∑𝑓𝑖
= 𝑓1. 𝑥1 + 𝑓2. 𝑥2 + 𝑓3. 𝑥3 + ⋯ + 𝑓𝑛. 𝑥𝑛
𝑓1 + 𝑓2 + 𝑓3 + ⋯ + 𝑓𝑛
𝑥̅ = 𝑥𝑠̅ + ∑𝑓𝑖. 𝑑𝑖
∑𝑓𝑖
𝑥̅ = 𝑥𝑠̅ + 𝑝. ∑𝑓𝑖. 𝑢𝑖
∑𝑓𝑖
14
𝑓𝑖 = frekuensi kelas ke-i
𝑢𝑖 = kode, dengan ketentuan: 𝑢𝑖 = 0 untuk kelas 𝑥𝑠̅ kode bulat negatif berurutan
(−1, −2, −3, … ) untuk kelas-kelas sebelum 𝑥𝑠̅ dan kode bulat positif berurutan
(+1, +2, +3, … ) untuk kelas-kelas sesudah 𝑥𝑠̅ .
𝐂𝐨𝐧𝐭𝐨𝐡 𝟏
Tabel berikut memperhatikan berat badan 50 orang siswa SMA Merdeka.
Berat Badan (kg)
f
31-35
4
36-40
6
41-45
9
46-50
14
51-55
10
56-60
5
61-65
2
Tentukan rata-rata hitungnya dengan menggunakan:
a.Rumus umum mean
b.Rataan sementara
c.Metode pengkodean
Jawab:
a.Rataan dengan rumus umum mean
Nilai 𝑥𝑖 diperoleh dari nilai tengah setiap interval kelas. Misalnya pada baris
pertama, nilai 𝑥𝑖 =
1
2(31 + 35) =
1
2(66) = 33. Demikian pula nilai 𝑥𝑖 yang lain.
Nilai rata-rata hitung (mean) adalah:
𝑥̅ =
∑𝑓𝑖.𝑥𝑖
∑𝑓𝑖= 2.365 = 47,3
Jadi, rata-rata (mean) berat badan siswa SMA Merdeka adalah 47,3 kg.
Berat Badan (kg)
𝑓𝑖
𝑥𝑖
𝑓𝑖. 𝑥𝑖
31-35
4
33
132
36-40
6
38
228
41-45
9
43
387
46-50
14
48
672
51-55
10
53
530
56-60
5
58
290
61-65
2
63
126
Jumlah
50
-
2.365
15
b.Rataan dengan menggunakan rataan sementara
Keterangan:
•Kolom (3), pilih rataan sementara 𝑥𝑠̅ , yaitu nilai 𝑥𝑖 dengan frekuensi terbesar,
sehingga diperoleh 𝑥𝑠̅ = 48
•Kolom (4), isikan dengan selisih dari kolom (3) dengan 48 atau 𝑥𝑖– 48.
•Kolom (5), isikan dengan hasil kali kolom (2) dengan kolom (4).
Nilai rata-rata hitung (mean) adalah:
𝑥̅ = 𝑥𝑠̅ +
∑𝑓𝑖.𝑑𝑖
∑𝑓𝑖
= 48 +
−35
50= 48 – 0,7 = 47,3
Jadi, rata-rata (mean) berat badan siswa SMA Merdeka adalah 47,3 kg.
c.Rataan dengan menggunakan Metode pengkodean
Keterangan:
•Kolom (3), pilih rataan sementara 𝑥𝑠̅ = 𝟒𝟖 (kelas dengan frekuensi terbesar).
•Kolom (4), isi kode 0 pada kelas 𝑥𝑠̅ , bilangan negatif berurutan (−1, −2, −3)
pada baris sebelumnya dan bilangan positif berurutan (1, 2, 3) pada baris
setelahnya.
•Panjang kelas, p = 5.
Berat Badan (kg)
𝑓𝑖
𝑥𝑖
𝑑𝑖 = 𝑥𝑖 − 𝑥𝑠̅𝑓𝑖. 𝑥𝑖
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
31-35
4
33
33 − 48 = −15−60
36-40
6
38
38 − 48 = −10−60
41-45
9
43
43 − 48 = −5−45
46-50
14
48
48 − 48 = 0
0
51-55
10
53
53 − 48 = 5
50
56-60
5
58
58 − 48 = 1050
61-65
2
63
63 − 48 = 1530
Jumlah
50
-
-
−35
Berat Badan (kg)
𝑓𝑖
𝑥𝑖
𝑢𝑖
𝑓𝑖. 𝑥𝑖
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
31-35
4
33
−3
−12
36-40
6
38
−2
−12
41-45
9
43
−1
−9
46-50
14
48
0
0
51-55
10
53
1
10
56-60
5
58
2
10
16
Nilai rata-rata hitung (mean) adalah:
𝑥̅ = 𝑥𝑠̅ + 𝑝.
∑𝑓𝑖.𝑑𝑖
∑𝑓𝑖
= 48 + 5.
−7
50= 48+( – 0,7 )= 47,3
Jadi, rata-rata (mean) berat badan siswa SMA Merdeka adalah 47,3 kg.
2.Modus Data Berkelompok
Modus adalah ukuran pemusatan data yang digunakan untuk menyatakan kejadian
yang paling banyak terjadi atau paling banyak muncul. Modus data berkelompok
ditentukan dengan rumus:
Contoh 2
Tentukan modus data berat badan 50 orang siswa SMA Merdeka pada tabel berikut
Berat Badan
𝑓𝑖
31 − 35
4
36 − 40
6
41 − 45
9
46 − 50
14
51 − 55
10
56 − 60
5
61 − 65
2
Jawab:
Letak Modus pada kelas interval: 46 – 50
Tepi bawah kelas modus L = 46 – 0,5 = 45,5
Panjang kelas interval P = 5
𝑑1= 14 – 9 = 5
𝑑2= 14 – 10 = 4
61-65
2
63
3
6
Jumlah
50
-
-
−7
17
sehingga diperoleh modus adalah
𝑀𝑜 = 𝐿 + 𝑝(
𝑑1
𝑑1+𝑑2)= 45,5 + 5. (
5
5+4)
= 45,5 + (
25
9)= 45,5 + 2,78 = 48,28
Jadi, modus berat badan siswa SMA Merdeka adalah 48,28 kg.
3.Median Data Kelompok
Median adalah ukuran yang terletak di tengah setelah data diurutkan. Median data
berkelompok ditentukan dengan rumus:
Contoh 3
Tentukan median data berat badan 50 orang siswa SMA Merdeka pada tabel berikut.
Berat Badan
𝑓𝑖
F
31 − 35
4
4
36 − 40
6
10
41 − 45
9
19
46 − 50
14
33
51 − 55
10
43
56 − 60
5
48
61 − 65
2
50
Jumlah
50
-
Jawab:
Letak Median pada datum ke
𝑛
2=
50
2= 25
jadi, letak median pada interval kelas 46 – 50 (dilihat dari frekuensi kumulatif = 33,
berarti terletak data ke-20 sampai ke-33)
L = 46 – 0,5 = 45,5 (tepi bawah kelas median) p = 5 (panjang kelas)
F = 19 (frekuensi kumulatif sebelum kelas median)
𝑓𝑚= 14 (frekuensi kelas median)
Sehingga diperoleh median adalah
𝑀𝑒= 𝐿 + 𝑝
𝑛
2−𝐹
𝑓𝑚= 45,5 + 5. (
25−19
14)
18
= 45,5 + 5. (
6
14) = 45,5 + (
30
14)
= 45,5 + 2,14 = 47,64
Jadi, median berat badan siswa SMA Merdeka adalah 47,63 kg
Contoh 4
Data hasil ulangan matematika 40 siswa kelas XII SMA Merdeka disajikan pada
histogram berikut. Hitunglah:
a.Mean
b.Modus
c.Median
a.Mean
Untuk menentukan nilai mean, kita perlu membuat tabel distribusi frekuensi dari
histogram di atas, kemudian kita akan menggunakan metode pengkodean untuk
menghitung nilai mean sebagai berikut.
Nilai tengah 𝑥𝑖dapat ditentukan dari titik tengah setiap tepi kelas. Rataan
sementara 𝑥𝑠̅ = 𝟕𝟖 diambil dari kelas dengan frekuensi terbesar.
Panjang kelas p diperoleh dari selisih dua tepi kelas, misalnya diambil kelas yang
pertama, maka p = 65,5 – 60,5 = 5
Sehingga, diperoleh rata-rata hitung (mean) adalah: 𝑥̅ = 𝑥𝑠̅ + 𝑝.
∑𝑓𝑖.𝑢𝑖
∑𝑓𝑖
19
= 78 + 5.(
−16
40) = 78 + 5(-0,4) = 78 - 2 = 𝟕𝟔
Jadi, rata-rata nilai ulangan matematika 40 siswa tersebut adalah 76.
b.Modus
Di atas kita telah membuat tabel distribusi frekuensi, namun untuk contoh ini kita
akan menentukan modus dari data pada histogram agar kalian mengetahui cara
menentukan modus langsung dari histogram.
diperoleh tepi bawah kelas modus L = 75,5
•𝑑1= 12 – 10 = 2 dan 𝑑2 = 12 – 8 = 4
•Panjang kelas interval adalah selisih dari dua tepi kelas, p = 65,5 – 60,5 = 5.
sehingga diperoleh modus adalah 𝑀𝑜 = 𝐿 + 𝑝(
𝑑1
𝑑1+𝑑2) = 75,5 + 5(
2
2+4)
= 75,5 +
10
6= 75,5 + 1,67 = 77,17
Jadi, modus nilai ulangan matematika 40 siswa tersebut adalah 77,17.
c.Median
Median juga dapat secara langsung dihitung dari data histogram seperti berikut ini.
20
Pertama, kita harus menentukan frekuensi kumulatif untuk setiap kelas interval,
yaitu dengan menjumlahkan frekuensi kelas dengan frekuensi kelas-kelas
sebelumnya, seperti ditunjukkan di bagian atas frekuensi setiap kelas pada
histogram.
Letak Median pada datum ke
𝑛
2 =
40
2= 20
jadi, letak median pada interval kelas dengan tepi 75,5 – 80,5 (dilihat dari frekuensi
kumulatif = 30, berarti terletak data ke-19 sampai ke-30)
L = 75,5 (tepi bawah kelas median)
p = 5
F = 18 (frekuensi kumulatif sebelum kelas median)
𝑓𝑚= 12 (frekuensi kelas median)
Sehingga diperoleh median adalah
𝑀𝑒= 𝐿 + 𝑝
𝑛
2−𝐹
𝑓𝑚= 75,5 + 5. (
20−18
12)
= 75,5 + 5(
2
12) = 75,5 +
10
12
= 75,5 + 0,83 = 76,33
Jadi, median nilai ulangan matematika 40 siswa tersebut adalah 76,33.
4.Kuartil dan Desil untuk Data Kelompok
Selain ukuran pemusatan data, juga ada ukuran letak data yang didasarkan pada letak
ukuran tersebut dalam suatu distribusi data. Ukuran letak data membagi sekumpulan
data yang berurutan menjadi beberapa bagian yang sama, diantaranya kuartil, desil,
dan persentil. Pada bagian ini kita hanya menambahkan pembahasan tentang kuartil
dan desil.
Kuartil
Jika kumpulan data terurut dibagi menjadi 4 bagian yang sama, maka didapat 3
pembagian dan tiap pembagian itu dinamakan kuartil. Gambarannya sebagai berikut.
21
Kuartil tengah (Q2) sama saja dengan Median yang telah dibahas di atas. Kuartil data
berkelompok ditentukan dengan rumus:
dimana 𝑄𝑖adalah pada datum ke
𝑖.𝑛
4, untuk i = 1, 2, 3.
Keterangan :
𝐿𝑖= Tepi bawah kelas kuartil ke - i
p = panjang kelas interval
𝐹𝑖= frekuensi kumulatif tepat sebelum kelas kuartil ke - i
𝑓𝑖= frekuensi kelas kuartil ke - i
n = banyak datum
Contoh 5
Tentukan 𝑄1dan 𝑄3data berat badan 50 orang siswa SMA Merdeka pada tabel berikut.
Langkah awal kita tambahkan kolom Frekuensi Kumulatif (F).
Letak 𝑄1pada datum ke
1
4𝑛 =
1
450 = 12,5
Jadi, letak 𝑄1pada interval kelas : 41 – 45 (Frekuensi kumulatif 19, berarti letak data
ke- 11 sampai ke-19)
𝐿1= 41 – 0,5 = 40,5
p = 5,
F = 10 dan f = 9
Sehingga diperoleh Kuartil bawah (𝑄1) adalah
𝑄1 =𝑀𝑒= 𝐿1 + 𝑝(
1
4𝑛−𝐹
𝑓) = 40,5 + 5(
1
4(50)−10
9
)
22
= 40,5 + 5(
12,5 −10
9
) = 40,5 + 5 (
2,5
9) = 40,5 +
12,5
9
= 40,5 + 1,39 = 41,89
Jadi, nilai kuartil bawah (Q1) berat badan siswa SMA Merdeka adalah 41,89 kg.
Letak 𝑄3pada datum ke
3
4𝑛 =
3
450 = 37,5
Jadi, letak 3pada interval kelas : 51 – 55 (Frekuensi kumulatif 43, berarti letak data ke-
34 sampai ke-43)
𝐿3= 51 – 0,5 = 50,5
p = 5,
F = 33 dan f = 10
Sehingga diperoleh Kuartil bawah (𝑄1) adalah
𝑄3 =𝑀𝑒= 𝐿3 + 𝑝(
3
4𝑛−𝐹
𝑓) = 50,5 + 5(
3
4(50)−33
10
)
= 50,5 + 5(
37,5 −33
10
) = 50,5 + 5 (
4,5
10) = 40,5 +
22,5
10
= 50,5 + 2,25 = 52,75
Jadi, nilai kuartil atas (Q3) berat badan siswa SMA Merdeka adalah 52,75 kg
Desil
Jika kumpulan data dibagi menjadi 10 bagian yang sama, maka didapat 9 pembagian
dan tiap pembagian itu dinamakan desil. Desil data berkelompok ditentukan dengan
rumus :
dimana 𝐷𝑖adalah pada datum ke
𝑖.𝑛
10
Keterangan :
𝐿𝑖= Tepi bawah kelas Desil ke - i
p = panjang kelas interval
𝐹𝑖= frekuensi kumulatif tepat sebelum kelas Desil ke - i
𝑓𝑖= frekuensi kelas Desil ke - i
n = banyak datum
23
i = 1,2,3,…9
Contoh 6
TentukanD3 dan D8 data berat badan 50 orang siswa SMA Merdeka pada tabel berikut.
Langkah awal sama halnya pada kuartil, kita tambahkan kolom Frekuensi Kumulatif
(F).
Letak 𝐷3pada datum ke
𝑖
10𝑛 =
3
10(50) = 15
Jadi, letak 𝐷3pada interval kelas : 41 – 45 (Frekuensi kumulatif 19, berarti letak data
ke- 11 sampai ke-19)
𝐿3= 41 – 0,5 = 40,5
p = 5,
F = 10 dan f = 9
Sehingga diperoleh Kuartil bawah (𝐷3) adalah
𝐷3 = 𝐿3 + 𝑝(
3
10𝑛−𝐹
𝑓
) = 40,5 + 5(
3
10(50)−10
9
)
= 40,5 + 5(
15 −10
9
) = 40,5 + (
25
9)
= 40,5 + 2,78 = 43,28
Jadi, nilai Desil ketiga (𝐷3) berat badan siswa SMA Merdeka adalah 43,28 kg.
Letak 𝐷8pada datum ke
𝑖
10𝑛 =
8
10(50) = 40
Jadi, letak 𝐷8pada interval kelas : 51 – 55 (Frekuensi kumulatif 43, berarti letak data
ke- 34 sampai ke-43)
𝐿8= 51 – 0,5 = 50,5
p = 5,
F = 33 dan f = 10
24
Sehingga diperoleh Desil ke-8(𝐷8) adalah
𝐷8 = 𝐿8 + 𝑝(
8
10𝑛−𝐹
𝑓
) = 50,5 + 5(
8
10(50)−33
10
)
= 50,5 + 5(
40 −33
10) = 50,5 + (
35
9)
= 50,5 + 3,5 = 54
Jadi, nilai desil kedelapan (𝐷8) berat badan siswa SMA Merdeka adalah 54 kg.
C.Rangkuman
•Ukuran pemusatan dari sekumpulan data merupakan suatu nilai yang diperoleh dari
sekumpulan data yang dapat dipergunakan untuk mewakili kumpulan data tersebut,
meliputi mean, modus, dan median.
•Mean atau rata-rata hitung adalah jumlah semua data dibagi banyaknya data.
Mean data berkelompok dapat dihitung dengan 3 cara, yaitu:
Rumus umum mean:
𝑥̅ = ∑𝑓𝑖. 𝑥𝑖
∑𝑓𝑖
= 𝑓1. 𝑥1 + 𝑓2. 𝑥2 + 𝑓3. 𝑥3 + ⋯ + 𝑓𝑛. 𝑥𝑛
𝑓1 + 𝑓2 + 𝑓3 + ⋯ + 𝑓𝑛
Cara Simpangan Rataan (Rataan Sementara):
𝑥̅ = 𝑥𝑠̅ + ∑𝑓𝑖. 𝑑𝑖
∑𝑓𝑖
Cara Pengkodean:
𝑥̅ = 𝑥𝑠̅ + 𝑝. ∑𝑓𝑖. 𝑢𝑖
∑𝑓𝑖
•Modus adalah ukuran pemusatan data yang digunakan untuk menyatakan kejadian
yang paling banyak terjadi atau paling banyak muncul. Modus data berkelompok
ditentukan dengan rumus:
𝑀𝑜 = 𝐿 + 𝑝(
𝑑1
𝑑1+𝑑2)
•Median adalah ukuran yang terletak di tengah setelah data diurutkan. Median data
berkelompok ditentukan dengan rumus:
𝑀𝑒= 𝐿 + 𝑝
𝑛
2−𝐹
𝑓𝑚
•Kuartil adalah ukuran yang membagi sekumpulan data terurut dibagi menjadi 4
bagian yang sama. Kuartil data berkelompok ditentukan dengan rumus:
25
𝑄𝑖 =𝑀𝑒= 𝐿𝑖 + 𝑝(
𝑖
4𝑛−𝐹𝑖
𝑓𝑖)
•Desil adalah ukuran yang membagi sekumpulan data terurut dibagi menjadi 10
bagian yang sama. Desil data berkelompok ditentukan dengan rumus:
𝐷𝑖 = 𝐿𝑖 + 𝑝(
𝑖
10𝑛−𝐹𝑖
𝑓𝑖
)
BAHAN BACAAN PESERTA DIDIK
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
PENYAJIAN DATA
A.Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan pembelajaran 1 ini diharapkan kalian dapat menyajikan data dengan
menggunakan berbagai diagram, tabel distribusi frekuensi, dan histogram serta dapat
menggunakannya untuk menyelesaikan masalah terkait statistika.
B.Uraian Materi
Ketika seseorang peneliti ingin mengetahui kondisi suatu hal tidak jarang peneliti harus
mengumpulkan data terlebih dahulu. Sebagai contoh, seorang peneliti ingin mengetahui
kondisi jumlah penduduk Indonesia selama 20 tahun sebelumnya. Dengan demikian
peneliti dapat mengumpulkan data jumlah penduduk Indonesia setiap tahunnya kemudian
dapat mendiskripsikan, mendapatkan informasi yang berguna mengenai jumlah penduduk,
dan bahkan dapat memprediksi keadaan jumlah penduduk Indonesia di tahun-tahun
mendatang.
Penyajian data yang baik dan benar tentunya sangat bermanfaat untuk memberi gambaran
yang sistematis tentang peristiwa-peristiwa yang merupakan hasil penelitian atau
observasi, data lebih cepat dimengerti, memudahkan dalam membuat analisis data, dan
pengambilan keputusan atau kesimpulan lebih tepat, cepat, dan akurat.
Di SMP, tentunya kalian telah mempelajari beberapa bentuk penyajian data dalam bentuk
diagram, seperti diagram garis, diagram batang, diagram lingkaran, dan lainnya.
1.Diagram Garis
Diagram garis digunakan untuk menyajikan perkembangan data statistik yang kontinu
(berkesinambungan), misalnya jumlah penduduk tiap tahun di suatu wilayah, keadaan
suhu badan pasien RS tiap jam, omset penjualan barang di suatu toko.
Pada diagram garis, sumbu X (horizontal) biasanya menyatakan satuan waktu,
sedangkan sumbu Y (vertikal) biasanya menyatakan frekuensi.
Contoh 1
Hasil penjualan komputer di toko Planet Computer pada periode Januari – Juli 2019
ditunjukkan pada tabel di bawah ini.
Tabel 1. Hasil penjualan computer periode Januari-Juli 2019
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 25
SLIDE
Similar Resources on Wayground
20 questions
Materi Kaidah Pencacahan (2)
Lesson
•
12th Grade
21 questions
Addition and Subtraction
Lesson
•
KG
18 questions
Fractions Intro
Lesson
•
KG - 12th Grade
21 questions
Normal Distribution Intro
Lesson
•
11th Grade
19 questions
9.3 - The Natural Base, e
Lesson
•
11th - 12th Grade
20 questions
Finding Zeros of a Function
Lesson
•
10th - 12th Grade
19 questions
Union and Intersection of Sets
Lesson
•
10th Grade
19 questions
Parallel & Perpendicular Slopes
Lesson
•
10th - 12th Grade
Popular Resources on Wayground
15 questions
Fractions on a Number Line
Quiz
•
3rd Grade
10 questions
Probability Practice
Quiz
•
4th Grade
15 questions
Probability on Number LIne
Quiz
•
4th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
22 questions
fractions
Quiz
•
3rd Grade
6 questions
Appropriate Chromebook Usage
Lesson
•
7th Grade
10 questions
Greek Bases tele and phon
Quiz
•
6th - 8th Grade
Discover more resources for Mathematics
23 questions
TSI Math Vocabulary
Quiz
•
10th - 12th Grade
80 questions
ACT Math Important Vocabulary
Quiz
•
11th Grade
20 questions
SSS/SAS
Quiz
•
9th - 12th Grade
15 questions
Exponential Growth and Decay Word Problems Practice
Quiz
•
9th - 12th Grade
11 questions
Slopes of Parallel and Perpendicular Lines
Quiz
•
7th - 11th Grade
13 questions
Identify Transformations in Geometry
Quiz
•
8th - 12th Grade
20 questions
Quadratic Transformations Review
Quiz
•
9th - 12th Grade
10 questions
Area of 2D Shapes
Quiz
•
7th - 11th Grade