Search Header Logo
RUANG KOLABORASI MODUL 1.1

RUANG KOLABORASI MODUL 1.1

Assessment

Presentation

Other

Professional Development

Hard

Created by

Indra Setiawan

Used 2+ times

FREE Resource

16 Slides • 0 Questions

1

media
media

RUANG KOLABORASI MODUL 1.1

Penugasan Kelompok

media
media
media
media

2

PRESENTASI DISKUSI KELOMPOK

NILAI LUHUR KEARIFAN BUDAYA DAERAH ASAL YANG RELEVAN DENGAN PENGUATAN KARAKTER MURID DAN PEMIKIRAN KHD

media
media

3

media

Lina Soimatun, S.Pd
SMA Al-Irsyad

media

Indra Setiawan, ST
SMK N 2 Tegal

media

Rini Anggryaeni, S.Pd SMA N 3 Tegal

media

Abdul Wahab, S.Kom
SMK N 2 Tegal

media

Pranoto Wibowo, M.T
SMP N 13 Tegal

media

Dewi Sukmaningsih,S.Pd
SMP N 5 Tegal

​​Kelompok 2 PGP 11.​623

media
media

Purwaningsih, S.Pd
Fasilitator

Ade Warastuti, S.Pd
Pengajar Praktik

media

Teguh Raharjo Nawawi, S.Kom, M. Pd
Pengajar Praktik

media

4

Materi Diskusi:


  1. Apa​ kekuatan konteks sosio-kultural di daerah Anda yang sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara?

  2. Bagaimana pemikiran Ki Hajar Dewantara dapat dikontekstualkan sesuai dengan nilai-nilai luhur kearifan budaya daerah asal yang relevan menjadi penguatan karakter murid sebagai individu sekaligus sebagai anggota masyarakat pada konteks lokal sosial budaya di daerah Anda?​

  3. Sepakati satu kekuatan pemikiran Ki Hajar Dewantara yang menebalkan laku murid di kelas atau sekolah anda sesuai dengan konteks lokal sosial budaya di daerah Anda yang dapat diterapkan?​

media

5

Kekuatan Konteks Sosio-Kultural Di Daerah Anda
Yang Sejalan Dengan Pemikiran
Ki Hajar Dewantara?


Salah satu Kekuatan Konteks Sosio-Kultural Di Daerah Tegal Yang Sejalan Dengan Pemikiran Ki Hajar Dewantaratra adalah tradisi menjelang Lebaran yaitu nyadran , Nyadran ini di lakukan pas malam hari Lebaran. Nyadran salah satu tradisi yang tumbuh di Tegal. Tradisi ini merupakan kunjungan bagi yang muda ke yang lebih tua atau dituakan seperti orang tua, budhe, om, kakak dan sebagainya. Ketika berkunjung mereka membawa bingkisan atau oleh-oleh berupa gula teh dan makanan ringan. Berkunjung dari satu tempat ke tempat yang lain, baik sendiri atau pun berkelompok dengan saudara yang lain. 

Silaturahmi tidak sebatas kerabat atau keluarga saja tapi juga rekan sejawat dan relasi. Hikmah lebaran selalu memberikan nilai yang positif untuk seluruh umat. Konteks yang diambil dalam tradisi nyadaran adalah religious, gotong royong, Kerjasama, Kreatif, toleransi.

media

6

Tantangan dan Solusi Tradisi Nyadran


Terkadang nyadran ini jadi persoalan sendiri bagi sebuah keluarga. Dan bahkan tidak jarang suami istri bisa ribut karena nyadran. Apa masalahnya? Salah satu sebabnya adalah persoalan biaya. Idealnya, nyadran itu ya yang dibawa ya Gula, Teh, dan cemilan ringan. Katakanlah menyediakan budget satu paket seharga 20 ribu rupiah, bila ada 40 keluarga yang akan dikunjungi, maka tentu biaya akan menjadi 800 ribu rupiah hanya untuk nyadran. Itulah kenapa bila tidak di siapkan pelan – pelan jauh hari, akan menggangu ibadah puasa kita.
Jadi sebenarnya tidak ada yang salah dengan sebuah tradisi, karena menyambung silaturahmi adalah sesuatu yang baik dan bahkan dapat memperlancar rejeki dan umur panjang. Tinggal bagaimana kita mengakali dan menyiapkan segala sesuatunya di jauh – jauh hari.

media

7

TRADISI ASLI MASYARAKAT TEGAL LAINNYA ADALAH :

  • Tradisi moci

  • Tradisi mudun lemah/Turun Tanah : merupakan upacara adat yang dilakukan saat usia anak berusia 7 bulan dimana saat itu anak pertama kali bisa menginjakkan kakinya ke tanah.

  • Tradisi mutih : Tradisi ini dilaksanakan pada saat akan melangsungkan pernikahan, tetapi yang melakukan tradisi ini hanya calon pengantin wanitanya saja

  • Tradisi Pitung Wulanan/Mitoni : Tradisi ini dilakukan oleh wanita yang sedang hamil, yang usia kandungannya tujuh bulan

  • Tradisi Sedekah Bumi : Tradisi ini dilaksanakan pada saat akhir tahun, warga berbondong-bondong membuat gunungan sedekah bumi yang isinya buah-buahan dan sayur-sayuran

  • Tradisi Prebegan, Tradisi Tarian khas Tegal yaitu tari endel, Seni Tradisional Balo-Balo, Tradisi Muludan

media

8


Pemikiran KHD dapat dikontekstualkan di sekolah
sesuai dengan nilai- nilai kearifan lokal antara lain :

  1. Gotong Royong

    Kegiatan pembiasaan kerja bakti membersihkan lingkungan kelas dan lingkungan sekolah " Jum'at bersih"

  2. ​Toleransi/Kepedulian

    Jum'at berbagi dg membagikan nasi bungkus kpd orang orang yg membutuhkan misal maaf tukang becak, ojol, panti

  3. Religius

    Pembiasaan tadarus bersama di lapangan setiap hari juz 30

  4. Kreatif

    Jum'at literasi 1 anak membaca 1 jenis buku fiksi/ non fiksi

  5. Kerjasama

    Jum'at sehat, seluruh warga sekolah mengikuti jalan sehat/ senam bersama

media

9

​​​Berdasarkan diskusi dari 6 orang anggota kelompok 2 kami sepakat bahwa satu kekuatan pemikiran KHD yang menebalkan laku murid di kelas atau sekolah kami sesuai dengan konteks lokal sosial budaya di daerah kami adalah :

Budi pekerti luhur seperti kedisiplinan anak, menerapkan 5 s, kebiasaan positif, tata krama, menanamkan akhlak harus berkesinambungan, berinteraksi dengan orang lain.

media

10




Hasil Diskusi Presentasi
“Ruang Kolaborasi Modul 1.1”
Kelompok B Kelas PGP 11.623

media
media
media
media

11

Q n A

  • Question : Implementasi apa yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah dari tradisi “nyadran” selain kegiatan-kegiatan yang telah disebutkan dalam presentasi?

  • Answer : ada hal lain yang dapat diimplementasikan dari kegiatan nyadran ini yaitu tentang adanya nilai berbudi pekerti luhur. Dimana peserta didik mendapatkan sebuah pengajaran bahwa “tangan diatas lebih baik daro tangan dibawah”. Anak-anak diharapkan dapat dengan Ikhlas untuk berbagi dengan sesame tanpa harus emngharap imbalan “pecingan” disaat melakukan kunjungan silaturahmi (nyadran) tersebut

media

12

Q n A

  • Question: apakah nilai silaturahmi dari tujuan “nyadran” ini dapat masuk kedalam nilai-nilai luhur sesuai filosofi KHD?

  • Answer : berdasarkan praktik baik yang dilakukan Pak Indra dikelasnya yaitu melakukan silaturahmi (kunjungan) pada salah satu peserta didik yang sedang sakit. Dan ada juga peserta didik seorang yatim yang tidak diterima dengan keluarganya, pak indra dan teman-teman sekelas mencoba mencarikan tempat singgah untuk anak tersebut, dan berakhir dengan tempat panti asuhan yang ditinggalinya sekarang. Dengan 2 contoh ini dapat kita simpulkan nilai silaturahmi yang kita ajarkan dapat memberikan pengajaran sebuah empati, anak-anak diajarkan untuk cepat tanggap dengan lingkungan sekitar.

media

13

Q n A

  • Question : apa peran guru yang dapat kita implementasikan di sekolah sesuai dengan nilai-nilai luhur yang ada di kegiatan “nyadran” ini?

  • Answer : guru sejatinya adalah seorang pemimpin, Dimana mereka harus dapat mencontohkan segala tindak tanduk pada peserta didik. Ini sudah sangat sewajarnya dilakukan oleh seorang guru, Dimana mereka harus bersemboyan sesuai dengan tri logi filosofi KHD yaitu :Ing Ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, tutu wuri handayani” yaitu guru harus menjadi contoh yang baik, dan memberi dorongan Dimana siswa dapat menemukan karakteristik baiknya.

media

14

Q n A

  • Question : apakah nilai silaturahmi dari tujuan “nyadran” ini dapat masuk kedalam nilai-nilai luhur sesuai filosofi KHD?

  • Answer : berdasarkan praktik baik yang dilakukan Pak Indra dikelasnya yaitu melakukan silaturahmi (kunjungan) pada salah satu peserta didik yang sedang sakit. Dan ada juga peserta didik seorang yatim yang tidak diterima dengan keluarganya, pak indra dan teman-teman sekelas mencoba mencarikan tempat singgah untuk anak tersebut, dan berakhir dengan tempat panti asuhan yang ditinggalinya sekarang. Dengan 2 contoh ini dapat kita simpulkan nilai silaturahmi yang kita ajarkan dapat memberikan pengajaran sebuah empati, anak-anak diajarkan untuk cepat tanggap dengan lingkungan sekitar.

  • Tanggapan : dengan adanya silaturahmi yang diajarkan di lingkungan sekolah tentunya akan berdampak bagi terwujudnya “sekolah zero bulliying”. Karena anak-anak sudah selesi dengan ketimpangan social yang Dimana mereka harus mampu peka terhadap lingkungan untuk membantu bukan untuk melakukan perundungan.

media

15



Refleksi Hasil Diskusi :

Nilai-nilai luhur budaya yang dapat kita wujudkan untuk ditransferkan kepada peserta didik adalah :
religious, gotong royong, Kerjasama, kreatif akan menebal lakunya sesuai dengan perkembangan zaman yang ada. Sehingga tercipta generasi-generasi muda yang tidak hanya cerdas dalam pemikiran namun mereka cerdas dalam bertingkah laku. Mendahulukan adab disbanding dengan ilmu.

media

16

media

S e k i a n

media
media
media

RUANG KOLABORASI MODUL 1.1

Penugasan Kelompok

media
media
media
media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 16

SLIDE