Search Header Logo
MODUL 1

MODUL 1

Assessment

Presentation

Education

KG

Practice Problem

Hard

Created by

Parluhutan Sihombing

FREE Resource

33 Slides • 0 Questions

1

media
media
media

Apa itu miskonsepsi? Miskonsepsi adalah suatu pemahaman yang salah
atau tidak sesuai dengan suatu konsep.

Berikan tanda ceklis (v) di kolom ‘asumsi sebelum membaca modul’ pada
pernyataan yang termasuk konsep kesiapan sekolah dan tanda silang (x)
pada pernyataan yang termasuk miskonsepsi kesiapan sekolah.

Untuk menggunakan Lembar Kerja, klik LINK INI dan tekan tombol
Gunakan Template / Use Template di kanan atas layar Anda. Lembar ini
dapat digunakan dalam bentuk digital atau cetak.

Anda juga dapat menampilkannya dalam format lain.

1

Permainan “Mana yang Miskonsepsi”?

LEMBAR KERJA

Modul 1. Mengapa penguatan transisi PAUD-SD penting? | Materi 1 - Lembar Kerja (JENJANG SD TANJUNGBALAI

2

media
media
media

No.

Pernyataan

asumsi
sebelum
membaca
modul

refleksi
setelah
membaca
modul

1
Anak diharapkan mencapai kesiapan bersekolah di usia 6 tahun(sebelum masuk SD)

2

PAUD boleh diajarkan calistung

3
Kemampuan baca tulis hitung hanya dilakukan melalui pengenalan keaksaraan dan angka

4

Anak sudah harus dapat baca tulis hitung saat masuk di SD.

5

Kesiapan bersekolah tidak hanya kemampuan baca tulis hitung

6
Peserta didik kelas 1 dan 2 SD bukanlah termasuk kategori anak usia dini.

Apa itu miskonsepsi? Miskonsepsi adalah suatu pemahaman yang salah atau tidak
sesuai dengan suatu konsep.
Berikan tanda ceklis (v) di kolom ‘asumsi sebelum membaca modul’ pada
pernyataan yang termasuk konsep kesiapan sekolah dan tanda silang (x) pada
pernyataan yang termasuk miskonsepsi kesiapan sekolah.

2

Permainan “Mana yang Miskonsepsi”?

LEMBAR KERJA

Modul 1. Mengapa penguatan transisi PAUD-SD penting? | Materi 1 - Lembar Kerja (SD TANJUNGBALAI

3

media
media
media

Materi 1.

Guru menyadari miskonsepsi yang umum terjadi mengenai
‘makna kesiapan bersekolah’ dan ‘proses transisi PAUD- SD’

Modul 1

Mengapa penguatan transisi PAUD-SD penting?

BADAN STANDAR KURIKULUM, DAN ASESMEN PENDIDIKAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
REPUBLIK INDONESIA
2022

4

media
media
media

Perjalanan belajar yang akan Bapak/Ibu lalui

adalah sebagai berikut:

Pada Modul 1, Anda akan diajak diperkenalkan pada target perubahan
perilaku yang ingin dicapai melalui gerakan transisi PAUD-SD mulai tahun
2023, serta bagaimana memaknai penguatan transisi PAUD hingga SD
kelas 2 (dua) sebagai bentuk pemenuhan hak anak.

Pada Modul 2, Anda akan diperkenalkan pada wajah lingkungan belajar di
SD dan PAUD yang mendukung transisi PAUD-SD; serta keterampilan
untuk menerapkan praktik pembelajaran yang mendukung transisi
PAUD-SD pada masa dua minggu awal di tahun ajaran baru.

Kemudian pada Modul 3-4, Anda akan dikenalkan pada cara membangun
kemampuan literasi numerasi, kematangan emosi untuk berkegiatan di
lingkungan belajar dan kemampuan fondasi lainnya secara holistik dan
bertahap, dan dilakukan melalui kegiatan pembelajaran, serta praktik
asesmen yang sesuai bagi anak yang masuk pada fase transisi PAUD hingga
SD kelas awal.

Lalu, pada modul 5-6, Anda akan diajak belajar bagaimana merencanakan
dan melaporkan pembelajaran yang berfokus pada penguatan capaian
kemampuan fondasi anak, baik di PAUD maupun di SD kelas awal.

Modul 1. Mengapa penguatan transisi PAUD-SD penting? | Materi 1 TANJUNGBALAI

2

5

media
media
media

Perjalanan belajar yang akan Bapak/Ibu lalui adalah sebagai berikut:

MODUL 1

Mengapa
penguatan

transisi
PAUD-SD
penting?

Materi 1 : Miskonsepsi
yang umum terjadi
mengenai ‘makna kesiapan
bersekolah’ dan ‘proses
transisi PAUD- SD’

Materi 2 : Memahami
hubungan antara
penguatan transisi PAUD
SD serta kaitannya dengan
pemenuhan hak anak serta
kesiapan bersekolah;

Materi 3 : memahami
landasan prinsipil serta
kebijakan yang mendasari
gerakan penguatan transisi
PAUD-SD

MODUL 2

Bagaimana
membangun
lingkungan
belajar yang
mendukung

transisi

PAUD-SD?

Materi 1 : Identifikasi
praktik pembelajaran
yang sesuai untuk
anak usia dini

Materi 2.1 : Masa dua
minggu awal di tahun
ajaran : Anak
mengenal sekolah

Materi 2.2 : Masa dua
minggu awal di tahun
ajaran : sekolah
mengenal anak
dengan asesmen
awal

MODUL 3

Bagaimana
membangun
kemampuan

literasi numerasi
secara bertahap

sejak PAUD
hingga SD?

Materi 1 : Miskonsepsi
literasi dan numerasi pada
PAUD-SD

Materi 2 : Memahami
lingkup literasi pada
PAUD-SD

Materi 3 : Bagaimana
membangun kemampuan
literasi secara bertahap

Materi 4 : Memahami
konsep dasar lingkup
numerasi pada PAUD-SD

Materi 5 : Bagaimana
membangun kemampuan
numerasi secara bertahap

MODUL 4

Bagaimana
membangun
kemampuan
fondasi secara

holistik dan

bertahap sejak

PAUD hingga SD?

Materi 1 : Memahami
pentingnya membangun
kemampuan fondasi pada
PAUD hingga SD kelas
awal.

Materi 2 :Memahami
kemampuan fondasi yang
perlu dibangun pada anak
usia dini bersifat holistik.

Materi 3 : Memahami
bagaimana kemampuan
fondasi dapat dibangun
secara bertahap dan
berkesinambungan di
PAUD dan SD.

MODUL 5

Bagaimana

merencanakan
pembelajaran

yang

menguatkan

transisi

PAUD-SD?

Materi 1 : Memiliki
kemampuan
meramu tujuan
pembelajaran

Materi 2 :Kegiatan
pembelajaran
yang mendukung
tujuan
pembelajaran

MODUL 6

Bagaimana
melaporkan
pembelajaran

yang

menguatkan

transisi

PAUD-SD?

Materi 1 : Asesmen
untuk anak usia dini

Materi 2 : Fungsi,
teknik dan instrumen
asesmen

Materi 3 : menyusun
laporan hasil belajar
yang spesifik dan
mudah dipahami.

Materi 4 :
menginformasikan
hasil belajar secara
dialogis.

6

media
media
media
media
media
media
media
media

Perubahan Pada Praktik Penguatan Transisi PAUD SD yang Berpihak pada Anak tercakup

Ke dalam 3 indikator kinerja sebagai berikut :

Seperti apa linimasa untuk mewujudkan perubahan tersebut? Mari kita lihat di halaman berikutnya!

Apa Perubahan yang ingin kita lihat di PAUD dan SD pada tahun ajaran 2023/2024?

Modul 2. Bagaimana membangun lingkungan belajar yang mendukung transisi PAUD-SD? | Materi 1

1

Tidak
melakukan tes
calistung

1.

Anak (serta orang tua) dengan
lingkungan belajarnya agar
dapat merasa nyaman dalam
berkegiatan

2.

Sekolah dengan anak melalui
kegiatan pembelajaran yang
bertujuan untuk mendapatkan
potret capaian siswa melalui
asesmen awal, dan digunakan
sebagai basis perancangan
kegiatan pembelajaran
selanjutnya

1.

Memilih kegiatan pembelajaran yang
memberikan pengalaman
menyenangkan dan bermakna
(memastikan ketercapaian
kemampuan fondasi)

2.

Melaksanakan kegiatan asesmen di
kelas dengan teknik yang menguatkan
sikap terhadap belajar yang positif
(teknik yang digunakan tidak berupa
tes lisan dan tes tertulis)

3.

Menyusun informasi mengenai
perkembangan anak yang penting
untuk diketahui oleh orang tua/wali
murid

Indikator
Kinerja 1 :
PPDB SD

Indikator Kinerja 2 :

Masa Perkenalan di dua minggu pertama di

tahun ajaran baru (2023) di PAUD dan SD

Indikator Kinerja 3 :

Pelaksanaan pembelajaran

di PAUD dan SD

7

media
media
media
media
media

5

LINIMASA INTERVENSI

2023

Internalisasi oleh Dinas, SD, dan satuan PAUD

JAN

FEB

MAR

APR

MEI

JUN

JUL

Dinas
melakukan
advokasi ke
satpen dengan
menggunakan
SE

Satpen menyiapkan
rencana tahun ajaran baru
(PPDB; masa perkenalan di
dua minggu pertama;
proses pembelajaran)
dengan menggunakan alat
bantu yang disediakan

Sosialisasi
dikuatkan
kembali oleh
dinas

Perubahan
Terobservasi pada SD
dan PAUD saat Tahun
Ajaran 2023/2024

Belajar bersama di komunitas belajar
satuan, maupun antar satuan

Forum Komunikasi PAUD-SDkab/kota mengawal advokasi yang dilakukan
di kab/kota, baik secara mandiri atau melalui kemitraan; dan berperan
sebagai narahubung antara satpen/masyarakat yang ingin mendukung,
dengan sumber informasi dan alat bantu yang disiapkan Kementerian

seluruh alat bantu
dapat diakses di

https://ditpsd.kem

dikbud.go.id/

Himbauan + informasi

tentang alat bantu

Modul 1. Mengapa penguatan transisi PAUD-SD penting? | Materi 1

8

media
media
media

Apa yang dimaksud dengan konsep kesiapan bersekolah dan transisi PAUD-SD?

6

Transisi PAUD-SD adalah proses di mana anak berpindah dari perannya
sebagai peserta didik PAUD, menjadi peserta didik SD. Transisi yang efektif
adalah saat anak tidak perlu melakukan terlalu banyak penyesuaian,
sebagai akibat dari perpindahannya.

Siap Sekolah = Kondisi di mana anak
memiliki kemampuan fondasi sebagai
pembelajar sepanjang hayat

Transisi = Anak berpindah dan
menyesuaikan diri dengan
lingkungan belajar baru

Modul 1. Mengapa penguatan transisi PAUD-SD penting? | Materi 1

9

media
media

Siap sekolah = memiliki kemampuan fondasi untuk menjadi
pembelajar sepanjang hayat

7

Kemampuan fondasi:

1.

Mengenal nilai agama dan budi pekerti

2.

Kematangan emosi yang cukup untuk berkegiatan di lingkungan
belajar

3.

Keterampilan sosial dan bahasa yang memadai untuk berinteraksi
sehat dengan teman sebaya dan individu lainnya

4.

Pemaknaan terhadap belajar yang positif

5.

Pengembangan keterampilan motorik dan perawatan diri yang
memadai untuk dapat berpartisipasi di lingkungan sekolah secara
mandiri.

6.

Kematangan kognitif yang cukup untuk melakukan kegiatan belajar,
seperti dasar literasi, numerasi serta pemahaman tentang hal-hal
mendasar yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Kemampuan fondasi dibangun secara berkesinambungan melalui
lingkup pembelajaran di PAUD hingga lingkup pembelajaran di SD kelas
awal sampai kelas 2 (dua); serta dapat dipayungi oleh Standar
Kompetensi Lulusan Anak Usia Dini (STPPA). Perlu diingat pula bahwa
anak usia dini memiliki rentang usia 0-8 tahun.

1

2

3

4

5

6

Modul 1. Mengapa penguatan transisi PAUD-SD penting? | Materi 1

1

2

3

4

5

6

10

media

Masih banyak anak yang langsung masuk kelas 1 SD, sehingga tidak
mendapatkan fase fondasi yang menjadi hak-nya. Kondisi ini semakin
marak terjadi di masa pandemi.

Mengapa penting mendukung kesiapan bersekolah melalui
penguatan transisi PAUD-SD?

Miskonsepsi di lapangan

8

1

Hak setiap anak untuk mendapatkan fase fondasi belum terpenuhi
2

Masih banyak praktik PPDB serta pembelajaran yang belum
mencerminkan pemahaman bahwa membangun kemampuan fondasi
(kematangan sosial emosional, kemampuan literasi dan numerasi dasar,
serta kemampuan fondasi lainnya) merupakan suatu proses bertahap dan
berkelanjutan yang dibangun sejak PAUD hingga SD kelas awal.

Modul 1. Mengapa penguatan transisi PAUD-SD penting? | Materi 1

11

media
media
media
media
media
media
media

9

Kesimpulan: Apakah yang dimaksud dengan kesiapan
bersekolah melalui penguatan transisi PAUD-SD itu?

9

PAUD

SD Kelas Awal

Siap Sekolah

Transisi PAUD-SD

Proses

Capaian

Kesiapan sekolah dapat dimaknai sebagai capaian.

Namun, perlu diingat bahwa kesiapan sekolah bukanlah upaya untuk mensertifikasi mana anak yang
sudah “siap” atau “belum siap”.

Tujuan pembelajaran sesungguhnya adalah memastikan setiap anak mendapatkan hak-nya untuk
memiliki kemampuan fondasi untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat - di tingkatan kelas
manapun.

Transisi PAUD SD adalah upaya untuk memastikan setiap anak mendapatkan haknya tersebut.

Modul 1. Mengapa penguatan transisi PAUD-SD penting? | Materi 1

12

media
media
media

No.

Pernyataan

asumsi
sebelum
membaca
modul

refleksi
setelah
membaca
modul

1
Anak diharapkan mencapai kesiapan bersekolah di usia 6 tahun
(sebelum masuk SD)

2

PAUD boleh diajarkan calistung

3
Kemampuan baca tulis hitung hanya dilakukan melalui pengenalan
keaksaraan dan angka

4

Anak sudah harus dapat baca tulis hitung saat masuk di SD.

5

Kesiapan bersekolah tidak hanya kemampuan baca tulis hitung

6
Peserta didik kelas 1 dan 2 SD bukanlah termasuk kategori anak usia
dini.

Setelah membaca materi sebelumnya, apakah terdapat perubahan pada jawaban Anda? Anda
dapat membuka kembali file / slide yang telah Anda isi sebelumnya.

Kemudian, Anda dapat memberikan tanda ceklis (v) di kolom ‘refleksi setelah membaca modul’
pada pernyataan yang termasuk konsep kesiapan sekolah dan tanda silang (x) pada pernyataan
yang termasuk miskonsepsi kesiapan sekolah.

1

Permainan “Mana yang Miskonsepsi”?

LEMBAR KERJA

Modul 1. Mengapa penguatan transisi PAUD-SD penting? | Materi 1 - Lembar Kerja

13

media
media
media

Lanjutkan perjalanan belajar Anda
setelah menyelesaikannya!

Latihan Pemahaman 1.1

Modul 1. Mengapa penguatan transisi PAUD-SD penting? | Materi 1

Cek pemahaman Anda dengan mengerjakan

latihan berikut:

https://forms.gle/1BZYXjn78FjTWCBw6

14

media
media
media
media

Pada Modul 1,

Subtopik 1.
Peserta bimtek menyadari miskonsepsi yang umum terjadi
mengenai ‘makna kesiapan bersekolah’ dan ‘proses transisi
PAUD- SD’

Materi 2.

Guru

memahami

hubungan

antara

penguatan

transisi

PAUD

SD

serta

kaitannya

dengan

pemenuhan

hak

anak serta kesiapan bersekolah;

Modul 1

Mengapa penguatan transisi PAUD-SD penting?

BADAN STANDAR KURIKULUM, DAN ASESMEN PENDIDIKAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
REPUBLIK INDONESIA
2022

15

media
media
media

Perjalanan belajar yang akan Bapak/Ibu lalui adalah sebagai berikut:

MODUL 1

Mengapa
penguatan

transisi
PAUD-SD
penting?

Materi 1 : Miskonsepsi
yang umum terjadi
mengenai ‘makna kesiapan
bersekolah’ dan ‘proses
transisi PAUD- SD’

Materi 2 : Memahami
hubungan antara
penguatan transisi PAUD
SD serta kaitannya dengan
pemenuhan hak anak serta
kesiapan bersekolah;

Materi 3 : memahami
landasan prinsipil serta
kebijakan yang mendasari
gerakan penguatan transisi
PAUD-SD

MODUL 2

Bagaimana
membangun
lingkungan
belajar yang
mendukung

transisi

PAUD-SD?

Materi 1 : Identifikasi
praktik pembelajaran
yang sesuai untuk
anak usia dini

Materi 2.1 : Masa dua
minggu awal di tahun
ajaran : Anak
mengenal sekolah

Materi 2.2 : Masa dua
minggu awal di tahun
ajaran : sekolah
mengenal anak
dengan asesmen
awal

MODUL 3

Bagaimana
membangun
kemampuan

literasi numerasi
secara bertahap

sejak PAUD
hingga SD?

Materi 1 : Miskonsepsi
literasi dan numerasi pada
PAUD-SD

Materi 2 : Memahami
lingkup literasi pada
PAUD-SD

Materi 3 : Bagaimana
membangun kemampuan
literasi secara bertahap

Materi 4 : Memahami
konsep dasar lingkup
numerasi pada PAUD-SD

Materi 5 : Bagaimana
membangun kemampuan
numerasi secara bertahap

MODUL 4

Bagaimana
membangun
kemampuan
fondasi secara

holistik dan

bertahap sejak

PAUD hingga SD?

Materi 1 : Memahami
pentingnya membangun
kemampuan fondasi pada
PAUD hingga SD kelas
awal.

Materi 2 :Memahami
kemampuan fondasi yang
perlu dibangun pada anak
usia dini bersifat holistik.

Materi 3 : Memahami
bagaimana kemampuan
fondasi dapat dibangun
secara bertahap dan
berkesinambungan di
PAUD dan SD.

MODUL 5

Bagaimana

merencanakan
pembelajaran

yang

menguatkan

transisi

PAUD-SD?

Materi 1 : Memiliki
kemampuan
meramu tujuan
pembelajaran

Materi 2 :Kegiatan
pembelajaran
yang mendukung
tujuan
pembelajaran

MODUL 6

Bagaimana
melaporkan
pembelajaran

yang

menguatkan

transisi

PAUD-SD?

Materi 1 : Asesmen
untuk anak usia dini

Materi 2 : Fungsi,
teknik dan instrumen
asesmen

Materi 3 : menyusun
laporan hasil belajar
yang spesifik dan
mudah dipahami.

Materi 4 :
menginformasikan
hasil belajar secara
dialogis.

16

media
media
media
media
media
media

Perhatikan gambar anak tangga berikut!

Modul 1. Mengapa penguatan transisi PAUD-SD penting? | Materi 2

3

Ananda A,
saat masuk
Kelas 1 SD

tidak melalui

PAUD

Ananda B,
saat masuk
Kelas 1 SD

tidak melalui

PAUD

Ananda C,
saat masuk
Kelas 1 SD

sudah

melalui PAUD

Ananda D,
saat masuk
Kelas 1 SD

sudah

melalui PAUD

Anggaplah anak tangga di samping
ini adalah potret kondisi peserta
didik saat masuk kelas 1 SD.

Ananda A dan ananda B
sama-sama tidak pernah melalui
PAUD, namun capaian ananda B
lebih baik.

Ananda D lebih tinggi capaiannya
dibandingkan ananda C, padahal
sama-sama sudah pernah ikut
PAUD.

Apakah Anda menemukan kondisi
yang mirip di kelas Anda?
Mengapa capaian peserta didik
di satu kelas bisa berbeda-beda?

Materi 1.2

17

media
media
media

1. Laju perkembangan anak

berbeda-beda. Banyak faktor yang
mempengaruhi laju perkembangan anak.
Gizinya saat bertumbuh, kesempatannya
berinteraksi dan berkegiatan di rumah,
kualitas pendidikan sebelumnya, dan
masih banyak lagi.

2. Tidak hanya laju perkembangan, namun

kesempatan belajar anak pun
berbeda-beda. Tidak semua anak
mendapatkan hak-nya untuk dibangun
kemampuan fondasinya di PAUD.

3. Di mana pun titik berangkat anak,

mereka berhak mendapatkan hak yang
sama, yaitu memiliki kemampuan fondasi
agar dapat siap bersekolah dan menjadi
pembelajar sepanjang hayat.

“TRANSISI PAUD SD adalah suatu
gerakan yang ingin memastikan

setiap anak, di manapun titik

berangkatnya, memiliki hak untuk

dibina kemampuan fondasinya.

Mengapa kondisi peserta didik
bisa berbeda-beda?

4

1

2

3

Modul 1. Mengapa penguatan transisi PAUD-SD penting? | Materi 2

18

media
media
media
media
media

Cara pandang kita menentukan perilaku kita pada anak:

5

Apabila kita
mencermati
kemampuan anak
berdasarkan “Siap”
atau “belum siap”
maka tindak
lanjutnya berpotensi
berujung pada
pelabelan.

Namun apabila kita
mencermati
kemampuan anak
berdasarkan
identifikasi
“kemampuan yang
belum dan sudah
dimiliki” maka tindak
lanjutnya berpotensi
berujung ke
pembinaan.

Modul 1. Mengapa penguatan transisi PAUD-SD penting? | Materi 2

19

media
media

Apa saja kemampuan fondasi yang perlu dimiliki peserta didik?

Aspek Kemampuan fondasi

Contoh butir perilaku dari aspek fondasi

Mengenal nilai agama dan budi
pekerti

Mengenal konsep Tuhan YME dan mengetahui kegiatan
ibadah sesuai dengan agama atau kepercayaannya.

Bersedia menjalin interaksi dengan teman sebayanya

Keterampilan sosial dan bahasa
yang memadai untuk
berinteraksi sehat dengan
teman sebaya dan individu
lainnya

Dapat meminta tolong

Dapat mengucap maaf dan terima kasih

Kematangan emosi yang cukup
untuk berkegiatan di lingkungan
belajar

mampu menunggu

dapat mempertahankan perhatian untuk mengikuti kegiatan
di kelas dalam rentang waktu yang sesuai dengan usianya.

Pemaknaan terhadap belajar
yang positif

senang datang ke sekolah

mau mencoba kembali atau memperbaiki pekerjaan jika
melakukan kesalahan.

menunjukkan keingintahuan dengan mengajukan
pertanyaan

6

Modul 1. Mengapa penguatan transisi PAUD-SD penting? | Materi 2

20

media
media

Aspek Kemampuan fondasi

Contoh butir perilaku dari aspek fondasi

Pengembangan keterampilan
motorik dan perawatan diri yang
memadai untuk dapat
berpartisipasi di lingkungan
sekolah secara mandiri.

Mampu mengelola barang-barang milik pribadi yang dibawa
ke sekolah. (Tahu mana barang miliknya, bisa membereskan
tas sendiri)

Mampu secara bertahap menjaga kebersihan diri sendiri

Kematangan kognitif yang cukup
untuk melakukan kegiatan
belajar, seperti kepemilikan
dasar literasi, numerasi serta
pemahaman dasar mengenai
hal-hal mendasar yang terjadi
dalam kehidupan sehari-hari

Mampu menyimak dan menyampaikan gagasan sederhana

Menyadari keterhubungan antara simbol angka/huruf dengan
kata dan bilangan

Mampu membilang jumlah benda atau objek dan
menggunakan angka sebagai simbol jumlah objek atau
benda

Memahami kosakata konsep waktu (sekarang, nanti, kemarin,
hari ini, besok, lama, sebentar, pagi, siang, malam)

Apa saja kemampuan fondasi yang perlu dimiliki peserta didik?

7

(lanjutan)

Modul 1. Mengapa penguatan transisi PAUD-SD penting? | Materi 1.2

21

media
media
media

“Siapa yang bertanggung jawab agar anak memiliki

kemampuan fondasi tersebut?”

Satuan Pendidikan dapat:

1. Berkoordinasi dengan berbagai pihak di satuannya untuk

menyiapkan tahun ajaran baru 2023/2024 melalui penggunaan
sumber belajar yang sudah disiapkan oleh Kementerian (dapat
diakses di laman https://ditpsd.kemdikbud.go.id/hal/alat-bantu)

2. Memahami bahwa baca tulis hitung hanyalah bagian sempit dari

kemampuan literasi numerasi, dan bahwa ada aspek kemampuan
lain yang sangat penting untuk dibangun, seperti kematangan
emosi dan kemandirian untuk berkegiatan di lingkungan belajar.

3. Tidak melabelkan anak berdasarkan capaiannya. Setiap anak

memiliki laju perkembangan dan kesempatan belajar yang
berbeda. Tujuan pembelajaran sesungguhnya adalah memastikan
setiap anak mendapatkan haknya untuk memiliki kemampuan
fondasi agar menjadi pembelajar sepanjang hayat - di tingkatan
kelas manapun.

4. Menyampaikan pentingnya dukungan dari rumah dalam

komunikasi dengan orang tua/ wali murid agar anak
mendapatkan pengalaman pembinaan yang berkesinambungan
sejak satuan pendidikan hingga di rumah.

Tanggung jawab agar anak memiliki kemampuan fondasi ada pada
satuan pendidikan serta orang tua.

8

1

2

3

4

“Strategi apa yang
akan Anda pilih
sesuai situasi sekolah
Anda?”

Modul 1. Mengapa penguatan transisi PAUD-SD penting? | Materi 2

22

media
media
media

“Siapa yang bertanggung jawab agar anak memiliki

kemampuan fondasi tersebut?”

Orang tua/Wali dapat:

1. Membawa anak mengikuti perkenalan sekolah saat pembukaan

pendaftaran bagi siswa SD agar anak dapat lebih familiar dengan
lingkungan barunya.

2. Membantu anak saat akan memulai rutinitas baru

3. Menceritakan kepada anak tentang kegiatan sehari-hari yang akan

terjadi di sekolah seperti bermain dengan teman baru, mempunyai
pekerjaan rumah, dan menunjukkan cara mempersiapkan tas
sekolah

4. Menolong anak-anak untuk beradaptasi secara bertahap.

5. Membantu anak memahami hubungan relasi yang lebih luas

6. Menjelaskan kepada anak tentang pengalaman baru memiliki teman

baru dan guru baru, serta bagaimana berinteraksi dengan mereka

7. Menyampaikan kepada anak bahwa guru di sekolah adalah

pengganti orang tua selama di lingkungan sekolah, sehingga orang
tua mendorong anak untuk selalu bertanya dan meminta bantuan
apabila mereka mengalami kesulitan di sekolah

Tanggung jawab agar anak memiliki kemampuan fondasi ada pada
satuan pendidikan serta orang tua.

9

1

2

3

4

5

6

7

“Bagaimana Anda akan
melibatkan orangtua murid
di sekolah Anda dalam
mengembangkan
kemampuan fondasi anak?”

Modul 1. Mengapa penguatan transisi PAUD-SD penting? | Materi 2

23

media
media
media

Kita perlu berhenti memaknai kesiapan sekolah

sebagai suatu proses penilaian mengenai mana

anak yang sudah “siap” atau “belum siap”,

karena tujuan pembelajaran sesungguhnya adalah

memastikan setiap anak mendapatkan haknya

untuk memiliki kemampuan fondasi menuju

pembelajar sepanjang hayat.

10

Modul 1. Mengapa penguatan transisi PAUD-SD penting? | Materi 2

24

media
media
media

Lanjutkan perjalanan belajar Anda
setelah menyelesaikannya!

Latihan Pemahaman 1.2

Modul 1. Mengapa penguatan transisi PAUD-SD penting? | Materi 2

Cek pemahaman Anda dengan mengerjakan

latihan berikut:

https://forms.gle/x1rfxrfd3S1g6rcs6

25

media
media
media
media

Materi 3.

Guru memahami landasan prinsipil
serta kebijakan yang mendasari
gerakan

penguatan

transisi

PAUD-SD.

Modul 1

Mengapa penguatan transisi PAUD-SD penting?

BADAN STANDAR KURIKULUM, DAN ASESMEN PENDIDIKAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
REPUBLIK INDONESIA
2022

26

media
media
media

Perjalanan belajar yang akan Bapak/Ibu lalui adalah sebagai berikut:

MODUL 1

Mengapa
penguatan

transisi
PAUD-SD
penting?

Materi 1 : Miskonsepsi
yang umum terjadi
mengenai ‘makna kesiapan
bersekolah’ dan ‘proses
transisi PAUD- SD’

Materi 2 : Memahami
hubungan antara
penguatan transisi PAUD
SD serta kaitannya dengan
pemenuhan hak anak serta
kesiapan bersekolah;

Materi 3 : memahami
landasan prinsipil serta
kebijakan yang mendasari
gerakan penguatan transisi
PAUD-SD

MODUL 2

Bagaimana
membangun
lingkungan
belajar yang
mendukung

transisi

PAUD-SD?

Materi 1 : Identifikasi
praktik pembelajaran
yang sesuai untuk
anak usia dini

Materi 2.1 : Masa dua
minggu awal di tahun
ajaran : Anak
mengenal sekolah

Materi 2.2 : Masa dua
minggu awal di tahun
ajaran : sekolah
mengenal anak
dengan asesmen
awal

MODUL 3

Bagaimana
membangun
kemampuan

literasi numerasi
secara bertahap

sejak PAUD
hingga SD?

Materi 1 : Miskonsepsi
literasi dan numerasi pada
PAUD-SD

Materi 2 : Memahami
lingkup literasi pada
PAUD-SD

Materi 3 : Bagaimana
membangun kemampuan
literasi secara bertahap

Materi 4 : Memahami
konsep dasar lingkup
numerasi pada PAUD-SD

Materi 5 : Bagaimana
membangun kemampuan
numerasi secara bertahap

MODUL 4

Bagaimana
membangun
kemampuan
fondasi secara

holistik dan

bertahap sejak

PAUD hingga SD?

Materi 1 : Memahami
pentingnya membangun
kemampuan fondasi pada
PAUD hingga SD kelas
awal.

Materi 2 :Memahami
kemampuan fondasi yang
perlu dibangun pada anak
usia dini bersifat holistik.

Materi 3 : Memahami
bagaimana kemampuan
fondasi dapat dibangun
secara bertahap dan
berkesinambungan di
PAUD dan SD.

MODUL 5

Bagaimana

merencanakan
pembelajaran

yang

menguatkan

transisi

PAUD-SD?

Materi 1 : Memiliki
kemampuan
meramu tujuan
pembelajaran

Materi 2 :Kegiatan
pembelajaran
yang mendukung
tujuan
pembelajaran

MODUL 6

Bagaimana
melaporkan
pembelajaran

yang

menguatkan

transisi

PAUD-SD?

Materi 1 : Asesmen
untuk anak usia dini

Materi 2 : Fungsi,
teknik dan instrumen
asesmen

Materi 3 : menyusun
laporan hasil belajar
yang spesifik dan
mudah dipahami.

Materi 4 :
menginformasikan
hasil belajar secara
dialogis.

27

media
media
media
media
media

Kita telah memahami bahwa di manapun titik berangkat anak, mereka berhak mendapatkan
hak yang sama, yaitu memiliki kemampuan fondasi agar dapat siap bersekolah dan menjadi
pembelajar sepanjang hayat.

Lalu, bagaimana kita dapat memastikan setiap anak memiliki kemampuan fondasi sebagai
pembelajar sepanjang hayat?

Berikut ini adalah cara yang bisa dilakukan untuk transisi PAUD SD dalam kebijakan Merdeka
Belajar Merdeka Bermain:

Penguatan PAUD sebagai
fondasi pendidikan dasar

Dilakukan melalui:

Penguatan desain pembelajaran di

PAUD

Penguatan kompetensi guru

Evaluasi internal dan eksternal yang

berorientasi pada kualitas layanan

Dilakukan melalui:

Kerangka pembelajaran yang yang

mendekatkan pembelajaran SD kelas
awal dengan pembelajaran bagi anak
usia dini

Dukungan dari dinas

Kerangka pembinaan guru

Penguatan ekosistem lainnya

Penguatan keselarasan
pembelajaran PAUD-SD

Dua Strategi Transisi PAUD SD

dalam Kebijakan Merdeka Belajar Merdeka Bermain

Modul 1. Mengapa penguatan transisi PAUD-SD penting? | Materi 3

3

28

media
media
media
media

Mari kita perdalam tiga hal ini
di halaman berikutnya!

4

Strategi penguatan keselarasan pembelajaran PAUD-SD
dilaksanakan melalui tiga hal:

Kebijakan

tentang
Struktur

Pembelajaran

Penambahan

Alat Bantu

Penguatan
Ekosistem

Modul 1. Mengapa penguatan transisi PAUD-SD penting? | Materi 3

29

media
media
media
media

Kebijakan tentang struktur pembelajaran apa saja yang

menguatkan keselarasan pembelajaran PAUD-SD?

5

Permendikbudristek No
5 dan 7 Tahun 2022
tentang SKL & Standar Isi

Kurikulum Merdeka
(Kepmendikbudristek
No 262/M/2020)
tentang:
1. Lingkup Pembelajaran
2. Buku Teks

STPPA dan SKL SD (serta standar isinya) dibangun
dalam satu lajur perkembangan.

STPPA (dan standar isinya) dapat memayungi
lingkup pembelajaran hingga kelas 2 SD.

Kurikulum kelas 1 SD sudah disederhanakan.

Kurikulum PAUD sudah secara eksplisit meliputi kemampuan
literasi dan numerasi yang lebih luas dari sekedar baca tulis
hitung, dan menghimbau metode pengajarannya harus
bertahap dan menyenangkan (tidak drilling).

Buku teks untuk 1 SD sudah disesuaikan (sehingga tidak
mewajibkan anak sudah harus bisa baca tulis hitung).

Modul 1. Mengapa penguatan transisi PAUD-SD penting? | Materi 3

*untuk penjelasan lebih detail dapat dilihat di dokumen berikut.

30

media
media
media

Contoh Penyederhanaan Kurikulum di Kelas 1 SD

Buku teks Kurikulum Merdeka
menyertakan gambar visual,
sehingga tidak menyiratkan

kewajiban bahwa siswa kelas 1 SD

sudah harus dapat membaca.

Buku Kurikulum Merdeka

membimbing siswa untuk memiliki
kemampuan kesadaran bilangan

(number sense) dengan

menggunakan konten visual.

6

Modul 1. Mengapa penguatan transisi PAUD-SD penting? | Materi 3

31

media
media
media

Apa yang dimaksud dengan penambahan alat bantu?
Alat bantu apa saja yang mendukung penguatan
keselarasan pembelajaran PAUD-SD?

7

Penyediaan
Sumber Belajar
Guru

Adanya modul sumber belajar yang bisa digunakan
secara mandiri oleh guru PAUD dan guru SD.

Adanya video inspirasi sebagai alat bantu guru
dalam memahami konsep kunci.

Modul ajar serta contoh-contoh kegiatan yang
dapat digunakan secara terpisah bagi guru yang
ingin membangun perencanaan pembelajaran di
kelas.

Modul 1. Mengapa penguatan transisi PAUD-SD penting? | Materi 3

32

media
media
media
media
media

Penguatan ekosistem seperti apa saja yang
menguatkan keselarasan pembelajaran PAUD-SD?

8

Kebijakan

Kampanye

Permendikbud No 1/2021 tentang Penerimaan Peserta Didik
Baru secara konsisten sudah secara tegas melarang tes
calistung. Di tahun 2021, sudah terbit juga SE tentang
keselarasan pembelajaran PAUD-SD. Di awal tahun 2023,
dinas diminta untuk menerbitkan SE kepada satpen tentang
transisi PAUD-SD.

Telah terbentuk forum komunikasi PAUD-SD di 204 kab/kota,
dan harapannya semakin banyak kab/kota memiliki forum
ini. Kementerian telah dan akan terus melatih perwakilan
guru dari setiap kab/kota, agar dapat menjadi narasumber
Forum Komunikasi PAUD-SD, dan dapat menjadi teman
belajar Anda.

Pemerintah pusat akan melakukan kampanye dengan
berbagai pihak untuk menyerukan pentingnya penguatan
transisi PAUD SD, serta praktik pembelajaran yang perlu
terjadi di SD dan di PAUD.

Modul 1. Mengapa penguatan transisi PAUD-SD penting? | Materi 3

Forum Komunikasi

PAUD-SD

33

media
media
media

Lanjutkan perjalanan belajar Anda
setelah menyelesaikannya!

Latihan Pemahaman 1.3

Modul 1. Mengapa penguatan transisi PAUD-SD penting? | Materi 3

Cek pemahaman Anda dengan mengerjakan

latihan berikut:

https://forms.gle/5MKmnk4yQTuNccAWA

media
media
media

Apa itu miskonsepsi? Miskonsepsi adalah suatu pemahaman yang salah
atau tidak sesuai dengan suatu konsep.

Berikan tanda ceklis (v) di kolom ‘asumsi sebelum membaca modul’ pada
pernyataan yang termasuk konsep kesiapan sekolah dan tanda silang (x)
pada pernyataan yang termasuk miskonsepsi kesiapan sekolah.

Untuk menggunakan Lembar Kerja, klik LINK INI dan tekan tombol
Gunakan Template / Use Template di kanan atas layar Anda. Lembar ini
dapat digunakan dalam bentuk digital atau cetak.

Anda juga dapat menampilkannya dalam format lain.

1

Permainan “Mana yang Miskonsepsi”?

LEMBAR KERJA

Modul 1. Mengapa penguatan transisi PAUD-SD penting? | Materi 1 - Lembar Kerja (JENJANG SD TANJUNGBALAI

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 33

SLIDE