Search Header Logo
Teks Puisi

Teks Puisi

Assessment

Presentation

Other

7th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Eria Agustin

FREE Resource

14 Slides • 1 Question

1

media

MENGEKSPRESIKAN

PERASAAN

MELALUI PUISI

Eria Agustin, S.Pd.

2

media

A. Mengidentifikasi Unsur Pembangun Teks Puisi

3

media

APA ITU PUISI?

Puisi adalah bentuk karya sastra yang berisi
tanggapan, pendapat, pikiran dan perasaan
penyair mengenai berbagai hal. Pemikiran
penyair ini kemudian dituangkan dengan
menggunakan bahasa-bahasa yang singkat,
padat, apik dan indah untuk mewakili perasaan
serta memiliki struktur batin dan fisik khas penyair.

4

Multiple Choice

Apa itu puisi?

1

si adalah bentuk karya sastra yang berisi
tanggapan, pendapat, pikiran dan perasaan
penyair mengenai berbagai hal

2

Puisi adalah karya sastra

3

Puisi adalah sebuah tanggapan terhadap perasaan

4

Puisi adalah pikiran penyair

5

media

Struktur batin

Struktur lahir

Unsur Pembangun Puisi

Unsur pembangun puisi yang bersifat tersirat atau terkandung
dalam setiap kata, larik, dan bait puisi.

Unsur pembangun puisi yang bersifat terlihat atau tersurat dalam
puisi sehingga secara lahiriah dapat ditangkap oleh indra
pembaca.

6

media

Tema

Struktur Batin

Rasa

Nada

Amanat

7

media

Diksi

Struktur Lahir

Imaji

Tipografi

Rima dan ritme

Majas

8

media

JENIS-JENIS MAJAS

3. MAJAS PENEGASAN
Majas penegasan adalah bahasa kiasan yang digunakan untuk memperjelas dan mempertegas suatu obyek
dalam sebuah kalimat. Macam-macam majas penegasan adalah pleonasme, repetisi, retorika, tautologi, paralelisme,
klimaks, antiklimaks, dan aliterasi.

1. MAJAS PERBANDINGAN
Majas ini berfungsi untuk menyandingkan atau membandingkan dua objek. Yang termasuk ke dalam majas
perbandingan antara lain metafora, personifikasi, asosiasi, hiperbola, alegori, metonimia, sinekdok, simile, simbolik, dan
eufimisme.

2. MAJAS PERTENTANGAN
Majas pertentangan menggambarkan dua obyek yang saling berkebalikan dan bertentangan. Majas
pertentangan merupakan salah satu jenis majas yang cukup sering digunakan bahkan dalam percakapan umum
sehari-hari. Yang termasuk ke dalam majas pertentangan yaitu litotes, paradoks, kontradiksi interminus, dan antitesis.

4. MAJAS SINDIRAN
Majas Sindiran adalah kata kiasan yang digunakan untuk menyindir sebuah obyek kalimat secara halus dan
tersirat. Contoh dari majas sindiran yaitu ironi, sinisme, satire, inuendo, dan sarkasme.

9

media

MACAM-MACAM MAJAS

3. MAJAS ASOSIASI
Majas asosiasi adalah gaya bahasa yang membandingkan dua obyek berbeda, tetapi dianggap sama dengan
memberi kiasan berupa kata sambung “bagaikan”, “seperti”, “selayaknya”, dan “bak”.
Contoh: - Rina dan Rani adalah saudara kembar, tetapi memiliki sifat yang jauh berbeda bak langit dan bumi.
- Ibu dan anak itu sangatlah mirip selayaknya pinang dibelah dua.

1. MAJAS METAFORA
Majas metafora adalah majas yang membandingkan dua obyek berbeda tetapi obyek tersebut memiliki
kemiripan.
Contoh: - Negara perlu membenahi sistem pemerintahannya ketika mulai dikuasai oleh tikus berdasi.
- Ridwan adalah keturunan darah biru.
2. MAJAS PERSONIFIKASI
Ciri dari majas personifikasi adalah menggunakan benda mati untuk mengungkapkan analogi perbandingan.
Benda mati yang digunakan dalam majas personifikasi bertindak layaknya makhluk hidup (manusia).
Contoh: - Angin berbisik merdu seakan-akan ingin mengajakku bercerita.
Riuh nyaring kicauan burung camar memecah keheningan pagi.

4. MAJAS HIPERBOLA
Majas hiperbola adalah majas yang mengungkapkan sesuatu secara berlebihan hingga terdengar tidak masuk akal.
Contoh: - Andri berlari secepat kilat karena takut datang terlambat ke sekolah.
- Aku memiliki cita-cita setinggi langit.
- Ayah membanting tulang setiap hari agar dapat menyekolahkan anak-anaknya.

10

media

MACAM-MACAM MAJAS

7. MAJAS SINEKDOT PARS PRO TOTO
Majas Pars Pro Toto menggunakan sebagian unsur dari suatu obyek untuk menunjukkan dan menggambarkan
keseluruhan bagian dari obyek tersebut.
Contoh: - Mereka sebaiknya segera angkat kaki dari rumah ini.
- Dimas tak kunjung menampakkan batang hidungnya padahal aku telah menunggunya selama berjam-jam.

5. MAJAS ALEGORI
Majas alegori adalah majas yang membandingkan dua obyek dengan menggunakan kata-kata kiasan.
Contoh: - Hidup ibarat roda yang selalu berputar.
- Seorang anak yang terlahir di dunia ibarat kertas putih. Orang tua yang bertugas menuliskan dan melukiskan
sesuatu di atasnya.
6. MAJAS METONIMIA
Majas metonimia biasanya menggunakan sebuah merek dagang untuk menggambarkan sesuatu hal dalam kalimat.
Contoh: - Para jamaah haji berangkat ke tanah suci Makkah menggunakan Garuda.
- Paman diantar ayah menggunakan kijang untuk ke rumah sakit.

8. MAJAS SINEKDOT TOTEM PRO PARTE
Majas totem pro parte adalah kebalikan dari majas pars pro toto. Di mana majas ini menggunakan keseluruhan
bagian dari sebuah obyek untuk merujuk pada benda atau situasi tertentu.
Contoh: - Indonesia berhasil menahan imbang Vietnam pada laga semifinal Piala AFF 2016.
- Djarum Indonesia menganugerahkan beasiswa pendidikan pada insan berprestasi tanah air.

11

media

MACAM-MACAM MAJAS

11. MAJAS PARADOKS
Majas paradoks menggunakan gaya bahasa kiasan untuk membandingkan suatu fakta dengan sesuatu yang sangat
berkebalikan.
Contoh: - Aku selalu merasa kesepian meskipun sedang berada di keramaian ibu kota.
- Bapak itu buta tetapi ia dapat melihat nikmat Allah SWT yang begitu tiada tara.

9. MAJAS EUFIMISME
Majas eufimisme digunakan untuk menggantikan istilah kasar atau kurang etis agar lebih terdengar halus dan sopan.
Contoh: - Masyarakat yang kurang mampu tahun ini memperoleh bantuan sembako dan uang tunai dari pemerintah. (
kurang mampu = miskin)
- Banyak TNI yang gugur demi menjaga batas wilayah NKRI. (gugur = mati)
10. MAJAS LITOTES
Majas litotes merupakan salah satu majas pertentangan yang digunakan sebagai kiasan guna merendahkan diri.
Contoh: - Silakan mampir ke gubuk tempat tinggalku yang kecil dan kumuh.
- Wajahku sangat buruk rupa dibandingkan orang lain di luar sana.

12. MAJAS RETORIKA
Ciri khas dari majas retorika adalah berbentuk kalimat tanya. Majas ini meskipun berbentuk kalimat tanya tetapi tidak
memerlukan jawaban karena digunakan sebagai penegasan.
Contoh: - Siapa yang tidak merasa sedih ketika tim yang didukung kalah?
- Bagaimana mungkin orang yang telah mati bisa hidup kembali?

12

media

MACAM-MACAM MAJAS

15. MAJAS SARKASME
Hampir sama dengan majas ironi, hanya saja majas sarkasme memiliki gaya bahasa berupa sindiran yang lebih kasar.
Contoh: - Kau bodoh sekali, pengetahuan dasar seperti ini saja kau tidak paham.
- Kau menyanyi dengan suara sumbang, telingaku sakit sekali.

13. MAJAS ALITERASI
Majas aliterasi adalah salah satu jenis majas yang menggunakan pengulangan huruf konsonan pada setiap awal kata
untuk memberi penegasan pada kalimat tersebut.
Contoh: - Beli baju biru bersama Budi.
- Lintasi laut, lewati lembah.
14. MAJAS IRONI
Majas ironi termasuk majas sindiran yang menggunakan gaya bahasa sindiran untuk menyembunyikan fakta dengan
menggunakan kata-kata yang bertentangan.
Contoh: - Makanan ini sangat enak, sampai aku tidak ingin mencicipinya lagi.
- Hari ini Anda sangat tepat waktu, datang ke rapat hanya untuk mendengarkan penutupannya saja.

16. MAJAS PLEONASME
Majas pleonasme adalah majas yang menambahkan keterangan pada kalimat yang sudah jelas (sebenarnya tidak
diperlukan).
Contoh: - Dia sudah turun ke bawah.
- Bapak naik ke atas genting rumah.

13

media

MACAM-MACAM MAJAS

19. MAJAS KONTRADIKSI INTERMINUS
Majas ini digunakan untuk menyangkal pernyataan yang disebutkan sebelumnya.
Contoh: - Semua murid boleh bermain, kecuali murid yang tidak mengerjakan tugas.

17. MAJAS SINISME
Majas sinisme adalah gaya bahasa yang mengungkapkan sindiran secara langsung tanpa menggunakan kiasan.
Meskipun tidak menggunakan kiasan untuk memperhalus seperti ironi, sinisme tidak disampaikan dengan cara kasar.
Contoh: - Sudahlah, jangan kau teruskan gengsimu itu. Nanti kau sendiri yang susah karena kehabisan uang.
- Sikapmu tadi sungguh tidak sopan, kau tak pantas bersikap seperti itu kepadanya.

18. MAJAS REPETISI
Majas repetisi ini merupakan majas pengulangan kata, frasa, atau klausa untuk mempertegas maksudnya.
Contoh: - Mereka yang ku sayang, mereka yang ku cinta, mereka yang rindu.
- Dirimu yang kutunggu, dirimu yang kunanti, dirimu yang kuharap.

20. SIMILE
Majas simile adalah gaya bahasa yang digunakan dengan cara menyamakan suatu aktivitas dengan ungkapan yang
bermakna sama dengan menggunakan kata penghubung bak, bagaikan, atau yang semisalnya. Majas simile tidak
menyandingkan dua objek, tapi menyandingkan suatu aktivitas dengan ungkapan yang maknanya serupa.
Contoh: - Aku dan dia selalu bertengkar setiap hari seperti anjing dan kucing.
- Gadis remaja yang masih belia sama laksana bunga mawar yang baru mekar.

14

media

MACAM-MACAM MAJAS

23. INNUEDO
Majas innuedo adalah gaya bahasa yang digunakan untuk mengungkapkan sindiran dengan cara mengecilkan
kenyataan yang sebenarnya.
Contoh: - Sudahlah, ini bukanlah kesalahanmu, kok. Ini semua karena kita sedang sial saja saat itu.
- Kau tak perlu menangisi dia terus. Dia hanyalah laki-laki yang tidak pantas untuk menjadi pendamping
hidupmu.

21. SIMBOLIK
Majas simbolik adalah gaya bahasa yang memperumpamakan sesuatu dengan suatu simbol, lambang, benda, hewan,
atau tokoh. Simbol yang digunakan biasanya sudah familiar secara umum.
Contoh: - Merpati adalah lambang kesucian cinta.
- Yin dan yang adalah lambang keharmonisan, kesimbangan hidup.
22. ANTITESIS
Majas antitesis adalah gaya bahasa yang memadukan sepasang kata yang memiliki arti yang bertentangan.
Contoh: - Moralitas pemuda dapat mempengaruhi tinggi rendahnya angka kriminal suatu bangsa.
- Salah satu yang dinilai dalam sebuah artikel adalah panjang pendeknya paragraf.

24. SATIRE
Majas Satire adalah gaya bahasa yang digunakan untuk mengungkapkan sindiran dengan menggunakan kata-kata
kiasan seperti ironi, namun dengan cara yang keras seperti sarkasme.
Contoh: - Nuranimu lagi tidur ya? Bisa-bisanya kau mengeroyoki temanmu di depan umum.
- Syaraf otakmu sedang putus ya? Bisa-bisanya kau berpikir curang seperti itu!

15

media

MACAM-MACAM MAJAS

27. KLIMAKS
Majas klimaks adalah gaya bahasa yang menyebutkan lebih dari dua hal secara berurutan dari tingkatan paling
rendah menuju tingkatan yang lebih tinggi.
Contoh: - cara ulang tahun Universitas dihadiri oleh mahasiswa, karyawan, dosen dan dihadiri oleh rektor.
- Lomba diselenggarakan dari tingkat kabupaten, kota, provinsi, bahkan tingkat nasional.

25. TAUTOLOGI
Majas tautologi adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata yang bersinonim untuk menegaskan sesuatu.
Contoh: - Jadilah anak yang berbakti, taat, patuh, dan penurut kepada kedua orang tua.
- Dalam kehidupan bermasyarakat, hendaknya hidup bersama dengan rukun, akur, dan berasudara.
26. PARALELISME
Majas paralelisme adalah gaya bahasa yang mengulang kata-kata dengan definisi yang berbeda. Pengulangan
dilakukan dalam kata, baris, ataupun dalam kalimat.
Contoh: - Cinta adalah kasih sayang. Cinta adalah kesetiaan. Cinta adalah pengorbanan.
- Rindu itu tak dapat dibendung. Rindu tak dapat ditunda. Rindu tak dapat dimusnahkan.

28. ANTIKLIMAKS
Berkebalikan dari majas klimaks, majas antiklimaks adalah gaya bahasa yang menyebutkan lebih dari dua hal secara
berurutan dari tingkatan paling tinggi menuju tingkatan yang lebih rendah.
Contoh: - Rakyat harus pandai memilih. Mulai dari presiden, gubernur, bupati, camat hingga kepala desa harus memilih
orang yang berkompeten.
- Semoga menjadi anak yang berguna bagi bangsa, agama, masyarakat, keluarga, dan orang tua khususnya.

media

MENGEKSPRESIKAN

PERASAAN

MELALUI PUISI

Eria Agustin, S.Pd.

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 15

SLIDE