
Materi&Kuis KOPI
Presentation
•
Fun
•
11th Grade
•
Practice Problem
•
Easy
Siti Azizah
Used 1+ times
FREE Resource
27 Slides • 5 Questions
1
PRODUKSI PENGOLAHAN HASIL PERKEBUNAN
Mata Pelajaran : Pengolahan Hasil Pertanian
Pengampu
: Siti Nur Azizah, S.TP, MP
2
Peta Kompetensi
Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian
Kelompok Keahlian Teknologi
Pengolahan Hasil Perkebunan
Menetapkan teknik
produksi produk
hasil perkebunan
Menetapkan sarana
dan prasarana untuk
produk hasil
perkebunan
Menentukan teknik
pengendalian mutu
dalam proses
pengolahan hasil
perkebunan
Menentukan produk
hasil perkebunan
3
Pengolahan Kopi
• Buah kopi atau Coffea sp. Terdiri atas 3
bagian yaitu lapisan kulit luar (exocarp),
daging buah (mesocarp) kulit tanduk
(parchment) dan biji (endosperm).
• Secara umum kopi beras ini mengandung air,
gula, lemak, selulosa, kafein, dan abu
• Biji kopi mengandung protein, minyak atsiri
dan asam-asam organik
• Mengandung kafein 1,21%
Karakteristik Kopi
4
Pengolahan Kopi
• Robusta
Aromanya wangi sedap mirip percampuran bunga dan
buah
Memiliki rasa asam yang tidak dimiliki oleh kopi robusta
Memiliki bodi atau rasa yang tidak dimiliki oleh kopi
robusta
Rasa lebih mild atau halus
Terkenal memiliki rasa pahit
• Arabika
(rasa yang lebih seperti coklat
bau yang dihasilkan khas dan manis
memiliki tekstur yang kasar
• Liberika
memiliki kualitas buah dan rendemen yang rendah
sehingga jumlahnya sangat terbatas
Ragam Spesies Kopi
5
Pengolahan Kopi
• Pemanenan kopi memegang peranan penting pada kopi yang dihasilkan.
• Buah kopi yang sudah masak akan menghasilkan biji kopi yang bermutu baik
dan disukai
• Pemanenan buah yang masak akan memiliki keuntungan yaitu :
kulit mudah dikupas sehingga memudahkan pemrosesan
warna dan citarasa biji lebih baik
buah lebih bernas atau berisi karena buah yang lebih besar
menghasilkan rendemen yang lebih tinggi
Pemanenan
Kopi
6
Pengolahan Kopi
• Buah kopi yang telah masak ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut :
kulit buah kopi yang sudah berubah warna menjadi warna merah
Buah kopi yang masak juga ditandai dengan kekerasan dan komposisi gula
yang terkandung pada daging buah
Daging buah kopi yang masak mengandung lendir dan berasa manis
Pemanenan
Kopi
7
Pengolahan Kopi
Beberapa istilah dalam pengolahan produk primer :
• Kopi gelondong
buah kopi yang dipetik dari kebun sebagai hasil panen (kadar air 60-65%)
• Kopi HS
biji kopi yang dihasilkan dari pengolahan buah kopi cara basah dan masih memiliki
kulit tanduk pada biji kopinya
• Kopi gelondong kering
buah kopi kering setalah diolah dengan proses pengolahan secara kering (kadar air
12%)
• Kopi beras
biji kopi kering hasil pengolahan primer dan memiliki kadar air berkisar antara 12-
13 %
Pengolahan Produk Primer
8
Pengolahan Kopi
Proses pengolahan primer buah kopi pasca pemanenan dilakukan dengan
dua cara yaitu
• cara basah
dilakukan di perkebunan besar dan buah kopi yang diproses adalah kopi
arabica. Pada pengolahan cara basah, kopi robusta jarang sekali diproses
dengan cara basah
• cara kering
dilakukan oleh para petani dan buah yang diproses adalah kopi robusta
Pengolahan Produk Primer
9
Pengolahan Kopi
PANEN
SORTASI BUAH
PULPING
FERMENTASI
PENCUCIAN
PENGERINGAN
PENGGERBUSAN
SORTASI BIJI
PENGEMASAN
PENGGUDANGAN
SORTASI BUAH
PENGERINGAN
PENGUPASAN
PENGOLAHAN CARA BASAH
PENGOLAHAN CARA KERING
Pengolahan Cara Basah
Prinsip dasar pengolahan basah adalah
menghilangkan lendir dari buah kopi
dimana senyawa gula yang terkandung di
dalam lendir memiliki sifat higroskopis
(menyerap air). Permukaan biji kopi yang
cenderung lembab akan menghalangi
proses pengeringan yang dapat berakibat
terjadinya kontaminasi. Bakteri tumbuh
pada permukaan kopi akibat adanya
senyawa gula pada permukaan biji kopi.
Adanya lendir juga dapat mengakibatkan
kotoran mudah lengket dan akan
menurunkan mutu biji kopi.
10
Pengolahan Cara Basah
1. Sortasi
•
Sortasi merupakan tahapan yang
bertujuan untuk menghasilkan
keseragaman mutu buah kopi yang akan
menentukan hasil akhir kopi baik cita rasa
maupun mutu fisiknya.
•
Sortasi kopi dilakukan untuk memisahkan
buah kopi yang superior dan buah kopi
dan inferior serta kotoran yang ada.
•
Buah kopi yang superior yaitu buah kopi
yang segar, besar, dan matang (berwarna
merah) dipisahkan dari buah kopi yang
inferior yaitu buah kopi yang kopong,
busuk, cacat, dan mentah
11
Pengolahan Cara Basah
2. Pengupasan
•
bertujuan untuk menghilangkan epicarp dan mesocarp.
Pengupasan dilakukan dengan menggunakan mesin pengupas atau
dapat menggunakan tenaga manual tergantung dari volume
produksi
•
Alat pengupas dengan menggunakan mesin ada dua macam yaitu
vis pulper atau raung pulper
12
Pengolahan Cara Basah
3. Fermentasi
•
Fermentasi dilakukan untuk menghilangkan
lendir yang masih tersisa dipermukaan biji kopi.
•
Fermentasi dapat dilakukan dengan cara
fermentasi basah dan fermentasi kering.
•
Penghilangan lendir juga dapat dilakukan dengan
cara penambahan bahan kimia, cara enzimatis
dan cara mekanis
•
Reaksi yang fermentasi ditandai dengan
peningkatan suhu air, perubahan warna air
menjadi lebih keruh, dan terjadinya gelembung
gas di dalam air
•
Fermentasi cara basah diawali dengan
penggilingan untuk memecah kulit buah
(pulping).
•
fermentasi kering yang dilakukan
denganmenumpuk gundukan biji kopi
membentuk kerucut dan ditutup menggunakan
karung goni
13
Pengolahan Cara Basah
4. Pencucian
•
Biji kopi yang telah dilakukan fermentasi
selanjutnya dicuci dan dibersihkan untuk
menghentikan proses fermentasi biji kopi
•
Pencucian dilakukan dengan dua cara
yaitu manual dan sistem batch/kontinyu.
Cara manual dilakukan jika volume
prosesnya sedikit. Sedangkan sistem
batch/kontinyu dilakukan untuk proses
yang volumenya besar
14
Pengolahan Cara Basah
5. Pengeringan
•
Tahap ini bertujuan untuk menurunkan kadar
air kopi HS(Horn Skin) yang memiliki kadar air
60-65 % menjadi 12 %
•
Pengeringan dilakukan dengan dua tahap
yaitu pengeringan pendahuluan dan
pengeringan lanjutan
•
Pengeringan awal bertujuan untuk
menurunkan kadar air hingga 20-25 % dan
membantu terbentuknya warna biru pada biji
kopi
•
Pengeringan lanjutan yang dilakukan dapat
dengan menggunakan sinar matahari atau
secara mekanis menggunakan alat
15
Pengolahan Cara Basah
6. Penggarbusan/Hulling
•
bertujuan untuk memisahkan kulit tanduk
dan kulit ari dari biji kopi
•
Proses penggerbusan sebaiknya pengupasan
dilakukan pada biji kopi yang telah dingin
karena sifat fisiknya telah stabil
•
Proses penggerbusan ini akan menghasilkan
biji kopi beras
•
Rendemen hasil pengolahan kopi arabica
berkisar antara 16-20 % artinya untuk
menghasilkan 1 kg biji kopi beras dibutuhkan
buah kopi gelondong basah antara 5-6 kg
16
Pengolahan Kopi
Pengolahan Cara Kering
•
Pengolahan cara kering dilakukan untuk mengolah kopi
robusta dan buah kopi yang berwarna tidak seragam
(merah, kuning atau hijau).
•
Dibandingkan dengan pengolahan cara basah,
pengolahan cara kering lebih murah dari segi biaya,
peralatan lebih sederhana, dan dapat dilakukan di
rumah.
•
Pengolahan cara kering ini meliputi tahap pengeringan,
pengupasan, sortasi dan pengemasan.
17
Pengolahan Kopi
1.
•
Pengolahan cara kering ini berbeda dengan pengolahan
cara basah yaitu tidak dilakukan fermentasi
•
Pengeringan dilakukan hingga kadar air mencapai
maksimal 12,5 % dan biasanya waktu yang dibutuhkan
untuk melakukan penjemuran antara 2-3 minggu
2. Pengupasan Kulit
•
bertujuan untuk memisahkan biji kopi dari kulit buah,
kulit tanduk dan kulit arinya
•
Alat pengupasan kulit atau huller sederhana yang biasa
dipakai ada tiga macam yaitu huller putar tangan
(manual), hullerdengan pengerak motor, dan
hummermill
18
Pengolahan Kopi
3. Sortasi Kopi Beras
No
Kriteria
Satuan
Persyaratan
1.
Serangga hidup
-
Tidak ada
2.
Biji berbau busuk dan atau berbau
kapang
-
Tidak ada
3.
Kadar air
% fraksi massa
Maks 12,5
4.
Kadar kotoran
% fraksi massa
Maks 0,5
•
Kopi beras hasil penggerbusan maupun penguasan kulit kemudian
disortasi secara fisik berdasarkan ukuran dan cacat
Tabel1. Persyaratan umum biji kopi beras
19
Pengolahan Kopi
4. Pengemasan
Pengemasan yang dilakukan di perkebunan besar umumnya
dilakukan secara manual dalam dua tahap. Pengemasan tahap
pertama adalah pengemasan sebelum sortasi dengan
menggunakan silo. Sedangkan pengemasan tahap selanjutnya
adalah pengemasan siap kirim dengan menggunakan karung goni
atau karung plastik. Biasanya biji kopi beras dikemas antara 60-90
kg per karung.
20
Pengolahan Kopi
• Pengolahan sekunder dari biji kopi merupakan pengolahan lanjutan dari
kopi beras untuk menghasilkan kopi bubuk yang siap seduh.
• Alat yang digunakan dapat menggunakan alat yang modern atau juga dapat
menggunakan peralatan sederhana yang tersedia dalam skala rumah
tangga
Pengolahan Produk Sekunder
21
Pengolahan Kopi Sekunder
1. Penyiapan bahan baku
•
produk kopi yang berkualitas, dibutuhkan bahan baku yang
berkualitas
•
Biji kopi yang akan diproses sebaiknya diperhatikan aspekukuran
bijinya karena akan berpengaruh terhadap efisiensi produksi.Biji kopi
dengan ukuran yang seragam akan mudah diolah dan menghasilkan
mutu produk yang seragam pula
•
Kadar air yang tinggi juga menyebabkan waktu sangrai lebih lama
sehingga kebutuhan bahan bakar lebih banyak
22
Pengolahan Kopi Sekunder
2. Penyangraian (roasting)
Selama proses penyangraian, ada tiga tahapan reaksi fisik
dan kimiawi yang berjalan secara berurutanyaitu:
1.
Penguapan air
2.
Penguapan senyawa volatile
3.
Pirolisis
Pirolisis merupakan reaksi dekomposisi senyawa
hidrokarbon antara lain karbohidrat, hemiselulosa dan
selulosa yang ada di dalam biji kopi akibat dari
pemanasan. Reaksi ini umumnya terjadi setelah suhu
penyangraian di atas 1800C
23
Pengolahan Kopi Sekunder
1. Penyangraian (roasting)
Kalangan praktisi industry kopi yaitu SCAA (Specialty Coffee Association
of America) kopi bubuk mengenal tiga tingkatan penyangraian, antara lain sebagai berikut:
1. Ringan (light)
Suhu penyangraian adalah 193-1990C. Kadar air yang hilang pada light roast adalah 3-5%.
Pada penyangraian ringan (light ), sebagian warna permukaan biji kopi berubah kecoklatan.
2. Menengah (medium)
Suhu penyangraian adalah 2040C. Kadar air yang hilang pada medium roast adalah 5-8%.
3. Gelap (dark)
Suhu penyangraian adalah 213-2210C. Kadar air yang hilang pada dark roast adalah 8-14%.
Pada penyangraian gelap, warna biji kopi sangrai makin mendekati hitam karena senyawa
hidrokarbon ter-pirolisis menjadi unsur karbon. Sedangkan senyawa gula mengalami proses
karamelisasi.
24
Pengolahan Kopi Sekunder
3. Pencampuran
•
bertujuan untuk menghasilkan aroma
dan cita rasa yang khas. Pencampuran
dilakukan dengan cara mencampurkan
beberapa jenis kopi (robusta, arabica),
jenis proses yang dilakukan maupun asal
kopi
•
Pencampuran dapat dilakukan dengan
alat pencampur tipe hexagonal. Biasanya
produsen kopi melakukan pencampuran
kopi ini untuk menghasilkan produk
dengan aroma dan citarasa yang khas
yang berbeda dengan produk yang lain
25
Pengolahan Kopi Sekunder
4. Penggilingan
•
Penggilingan dilakukan untuk memperluas
permukaan kopi sehingga senyawa
pembentuk cita rasa dan senyawa penyegar
mudah larut ke dalam air panas.
•
Biji kopi sangrai dihaluskan dengan alat
penghalus (grinder) sampai diperoleh
butiran kopi bubuk dengan kehalusan
tertentu.
•
Penggilingan juga dapat menggunakan alat
sederhana misalnya batu penumbuk.
•
Mesin penghalus biji kopi sangrai yang
umum digunakan oleh industry kopi bubuk
adalah tipe burr-mill
26
Pengolahan Kopi Sekunder
4. Penggilingan
Hasil penggilingan biji kopi
dibedakan menjadi:
Coarse
: bubuk kasar
Medium
: bubuk sedang
Fine
: bubuk halus
Very fine
: bubuk amat halus
27
Tahapan Proses
Proses Kontrol
Kontrol mutu
Penyangraian
Suhu, waktu, berat kopi masuk/keluar, konsumsi
minyak/listrik
Warna biji, cita rasa, keseragaman
Pendinginan
Suhu laju aliran udara
Warna biji keseragaman
Pencampuran
Proporsi berat
Keseragaman cita rasa
Penghalusan/Penggilingan
Berat biji kopi masuk, berat kopi bubuk keluar,
suhu kopi bubuk, konsumsi listrik/minyak
Tingkat kehalusan, kerapatan butiran, warna
bubuk, cita rasa
Pengemasan
Berat kopi bubuk masuk, keluaran kemasan,
konsumsi listrik
Berat, kerapatan kemasan, jenis kemasan
Pengepakan
Berat per kardus , isi kemasan per kardus,
keutuhan kardus
Berat, label, kerapatan kardus
28
Categorize
kategorikan sesuai jenis kopi dibawah ini
29
Video Response
Bagaima prinsip pengolahan kopi cara basah?

30
Word Cloud
apa yang kalian pahami tentang phirolisis?
31
Reorder
bagaimana urutan tahapan proses dalam pengolahan kopi cara basah ?
sortasi
pengupasan
fermentasi
pencucian
pengeringan
32
Multiple Choice
Tahap dimana biji kopi akan mengalami dikomposisi senyawa volatil yang menyebabkan terjadinya perubahan warna dan aroma saat proses penyangraian pada suhu 85 derajat dinamakan ....
plasmolisis
kareolisis
phirolisis
hidrolisis
PRODUKSI PENGOLAHAN HASIL PERKEBUNAN
Mata Pelajaran : Pengolahan Hasil Pertanian
Pengampu
: Siti Nur Azizah, S.TP, MP
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 32
SLIDE
Similar Resources on Wayground
24 questions
Teks Argumentasi
Lesson
•
11th Grade
26 questions
Promosi dan Pemasaran - Prakarya
Lesson
•
11th Grade
24 questions
Peluang Usaha (Part 2)
Lesson
•
11th Grade
25 questions
Perbedaan Produk Barang dan Jasa - PKK XI PMHP
Lesson
•
11th Grade
26 questions
PENDIDIKAN MORAL TING.2 UNIT 14 : MENANGANI KONFLIK IDENTITI
Lesson
•
10th Grade
24 questions
Materi Teks Ceramah Kelas XI
Lesson
•
11th Grade
26 questions
Sistem Sirkulasi (Darah)
Lesson
•
11th Grade
26 questions
Permainan Bola Voli
Lesson
•
10th Grade
Popular Resources on Wayground
15 questions
Fractions on a Number Line
Quiz
•
3rd Grade
14 questions
Boundaries & Healthy Relationships
Lesson
•
6th - 8th Grade
13 questions
SMS Cafeteria Expectations Quiz
Quiz
•
6th - 8th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
12 questions
SMS Restroom Expectations Quiz
Quiz
•
6th - 8th Grade
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade
10 questions
Pi Day Trivia!
Quiz
•
6th - 9th Grade