Search Header Logo
PENGAMBILAN DAN PENGAJUAN KEPUTUSAN

PENGAMBILAN DAN PENGAJUAN KEPUTUSAN

Assessment

Presentation

Mathematics

1st Grade

Practice Problem

Hard

Created by

ade adriani

FREE Resource

5 Slides • 1 Question

1

media

Konsep Pengambilan dan Pengujian Keputusan

Untuk memandu kita dalam mengambil keputusan dan menguji keputusan yang akan

diambil dalam situasi dilema etika ataupun bujukan moral yang membingungkan, ada

9 langkah yang dapat Anda lakukan. Anda dapat memilih salah satu dari kasus-kasus

yang telah dibahas sebelumnya di modul ini untuk Anda gunakan sebagai contoh.

1.Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan

Mengapa langkah ini penting untuk Anda lakukan? Pertama, alih-alih langsung

mengambil keputusan tanpa menilainya dengan lebih seksama, penting bagi

kita untuk mengidentifikasi masalah yang sedang kita hadapi. Kedua, penting

bagi kita untuk memastikan bahwa masalah yang kita hadapi memang betul-

betul berhubungan dengan aspek moral, bukan sekedar masalah yang

berhubungan dengan sopan santun dan norma sosial.

Tidak mudah untuk bisa mengenali hal ini. Kalau kita terlalu berlebihan, kita

bisa terjebak dalam situasi seolah-olah kita terlalu mendewakan aspek moral,

sehingga kita akan mempermasalahkan kesalahan-kesalahan kecil. Sebaliknya

bila kita terlalu permisif, maka kita bisa menjadi apatis dan tidak bisa mengenali

aspek-aspek permasalahan etika dalam masalah yang sedang kita hadapi.

2.Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini.

Bila kita telah mengenali bahwa ada masalah moral di situasi yang sedang kita

hadapi, pertanyaannya adalah dilema siapakah ini? Bukan berarti kalau

permasalahan tersebut bukan dilema kita, maka kita menjadi tidak peduli.

Karena kalau permasalahan ini sudah menyangkut aspek moral, kita semua

seharusnya merasa terpanggil.

3.Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini.

Proses pengambilan keputusan yang baik membutuhkan data yang lengkap dan

detail; apa yang terjadi di awal situasi tersebut, bagaimana hal itu terkuak, apa

yang akhirnya terjadi, siapa berkata apa pada siapa, kapan mereka

2

media

mengatakannya. Data-data tersebut penting karena dilema etika tidak bersifat

teoritis, namun ada faktor-faktor pendorong dan penarik yang mempengaruhi

situasi tersebut, sehingga data yang detail akan menjelaskan alasan seseorang

melakukan sesuatu dan bisa juga mencerminkan kepribadian seseorang dalam

situasi tersebut. Kita juga harus bisa menganalisis hal-hal apa saja yang

potensial yang bisa terjadi di waktu yang akan datang.

4.Pengujian benar atau salah

a.Uji Legal

Pertanyaan penting di uji legal ini adalah apakah ada aspek pelanggaran hukum

dalam situasi itu? Bila jawabannya adalah iya, maka situasi yang ada bukanlah

antara benar lawan benar (dilema etika), namun antara benar lawan salah

(bujukan moral). Keputusan yang harus diambil dalam situasi adalah pilihan

antara mematuhi hukum atau tidak, dan keputusan ini bukan keputusan yang

berhubungan dengan moral.

b.Uji Regulasi/Standar Profesional

Bila situasi yang dihadapi adalah dilema etika, dan tidak ada aspek pelanggaran

hukum di dalamnya, mari kita uji, apakah ada pelanggaran peraturan atau kode

etik di dalamnya. Konflik yang terjadi pada seorang wartawan yang harus

melindungi sumber beritanya, seorang agen real estate yang tahu bahwa

seorang calon pembeli potensial sebelumnya telah dihubungi oleh koleganya?

Anda tidak bisa dihukum karena melanggar kode etik profesi Anda, tapi Anda

akan kehilangan respek sehubungan dengan profesi Anda.

c.Uji Intuisi

Langkah ini mengandalkan tingkatan perasaan dan intuisi Anda dalam

merasakan apakah ada yang salah dengan situasi ini. Apakah tindakan ini

mengandung hal-hal yang akan membuat Anda merasa dicurigai. Uji intuisi ini

akan mempertanyakan apakah tindakan ini sejalan atau berlawanan dengan

nilai-nilai yang Anda yakini. Walaupun mungkin Anda tidak bisa dengan jelas

dan langsung menunjuk permasalahannya ada di mana. Langkah ini, untuk

banyak orang, sangat umum dan bisa diandalkan untuk melihat dilema etika

3

media

yang melibatkan dua nilai yang sama-sama benar.

d.Uji Publikasi

Apa yang Anda akan rasakan bila keputusan ini dipublikasikan di media cetak

maupun elektronik dan menjadi viral di media sosial. Sesuatu yang Anda

anggap merupakan ranah pribadi Anda tiba-tiba menjadi konsumsi publik?

Coba Anda bayangkan bila hal itu terjadi. Bila Anda merasa tidak nyaman

kemungkinan besar Anda sedang menghadapi benar situasi benar lawan salah

atau bujukan moral.

e.Uji Panutan/Idola

Dalam langkah ini, Anda akan membayangkan apa yang akan dilakukan oleh

seseorang yang merupakan panutan Anda, misalnya ibu Anda. Tentunya di sini

fokusnya bukanlah pada ibu Anda, namun keputusan apa yang kira-kira akan

beliau ambil, karena beliau adalah orang yang menyayangi Anda dan orang

yang sangat berarti bagi Anda.

Yang perlu dicatat dari kelima uji keputusan tadi, ada tiga uji yang sejalan

dengan prinsip pengambilan keputusan yaitu:

Uji Intuisi berhubungan dengan berpikir berbasis peraturan (Rule-Based

Thinking) yang tidak bertanya tentang konsekuensi tapi bertanya tentang

prinsip-prinsip yang mendalam.

Uji publikasi, sebaliknya, berhubungan dengan berpikir berbasis hasil akhir

(Ends-Based Thinking) yang mementingkan hasil akhir.

Uji Panutan/Idola berhubungan dengan prinsip berpikir berbasis rasa peduli

(Care-Based Thinking), dimana ini berhubungan dengan golden rule yang

meminta Anda meletakkan diri Anda pada posisi orang lain.

Bila situasi dilema etika yang Anda hadapi, gagal di salah satu uji keputusan

tersebut atau bahkan lebih dari satu, maka sebaiknya jangan mengambil resiko

membuat keputusan yang membahayakan atau merugikan diri Anda karena

situasi yang Anda hadapi bukanlah situasi moral dilema, namun bujukan moral

4

media

yaitu benar atau salah.

5.Pengujian Paradigma Benar lawan Benar.

Dari keempat paradigma berikut ini, paradigma mana yang terjadi di situasi

yang sedang Anda hadapi ini?

-Individu lawan kelompok (individual vs community)

-Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)

-Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)

-Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)

Pentingnya mengidentifikasi paradigma ini, bukan hanya mengelompokkan

permasalahan, namun membawa penajaman bahwa situasi yang Anda hadapi

betul-betul mempertentangkan antara dua nilai-nilai inti kebajikan yang sama-

sama penting.

6.Melakukan Prinsip Resolusi

Dari 3 prinsip penyelesaian dilema, mana yang akan dipakai?

Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)

Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking)

Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)

7.Investigasi Opsi Trilema

Dalam mengambil keputusan, seringkali ada 2 pilihan yang bisa kita pilih.

Terkadang kita perlu mencari opsi di luar dari 2 pilihan yang sudah ada. Kita

bisa bertanya pada diri kita, apakah ada cara untuk berkompromi dalam situasi

ini. Terkadang akan muncul sebuah penyelesaian yang kreatif dan tidak

terpikir sebelumnya yang bisa saja muncul di tengah-tengah kebingungan

menyelesaikan masalah. Itulah yang dinamakan investigasi opsi trilema.

8.Buat Keputusan

5

Open Ended

URAIKAN KEMBALI MATERI DI ATAS VERSI ANDA.

6

media

Akhirnya kita akan sampai pada titik di mana kita harus membuat keputusan

yang membutuhkan keberanian secara moral untuk melakukannya.

9.Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan

Ketika keputusan sudah diambil. Lihat kembali proses pengambilan keputusan

dan ambil pelajarannya untuk dijadikan acuan bagi kasus-kasus selanjutnya.

Perlu kita ingat bahwa 9 langkah pengambilan keputusan ini adalah panduan, bukan

sebuah metode yang kaku dalam penerapannya. Pengambilan keputusan ini juga

merupakan keterampilan yang harus diasah agar semakin baik. Semakin sering kita

berlatih menggunakannya, kita akan semakin terampil dalam pengambilan keputusan.

Hal yang penting dalam pengambilan keputusan adalah sikap yang bertanggung jawab

dan mendasarkan keputusan pada nilai-nilai kebajikan universal.

Artikel disarikan dari Buku “How Good People Make Tough Choices: Resolving the

Dilemmas of Ethical Living, Rushworth M.Kidder, 1995, USA: HarperCollins Publishers

pattern-tertiary
media

Konsep Pengambilan dan Pengujian Keputusan

Untuk memandu kita dalam mengambil keputusan dan menguji keputusan yang akan

diambil dalam situasi dilema etika ataupun bujukan moral yang membingungkan, ada

9 langkah yang dapat Anda lakukan. Anda dapat memilih salah satu dari kasus-kasus

yang telah dibahas sebelumnya di modul ini untuk Anda gunakan sebagai contoh.

1.Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan

Mengapa langkah ini penting untuk Anda lakukan? Pertama, alih-alih langsung

mengambil keputusan tanpa menilainya dengan lebih seksama, penting bagi

kita untuk mengidentifikasi masalah yang sedang kita hadapi. Kedua, penting

bagi kita untuk memastikan bahwa masalah yang kita hadapi memang betul-

betul berhubungan dengan aspek moral, bukan sekedar masalah yang

berhubungan dengan sopan santun dan norma sosial.

Tidak mudah untuk bisa mengenali hal ini. Kalau kita terlalu berlebihan, kita

bisa terjebak dalam situasi seolah-olah kita terlalu mendewakan aspek moral,

sehingga kita akan mempermasalahkan kesalahan-kesalahan kecil. Sebaliknya

bila kita terlalu permisif, maka kita bisa menjadi apatis dan tidak bisa mengenali

aspek-aspek permasalahan etika dalam masalah yang sedang kita hadapi.

2.Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini.

Bila kita telah mengenali bahwa ada masalah moral di situasi yang sedang kita

hadapi, pertanyaannya adalah dilema siapakah ini? Bukan berarti kalau

permasalahan tersebut bukan dilema kita, maka kita menjadi tidak peduli.

Karena kalau permasalahan ini sudah menyangkut aspek moral, kita semua

seharusnya merasa terpanggil.

3.Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini.

Proses pengambilan keputusan yang baik membutuhkan data yang lengkap dan

detail; apa yang terjadi di awal situasi tersebut, bagaimana hal itu terkuak, apa

yang akhirnya terjadi, siapa berkata apa pada siapa, kapan mereka

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 6

SLIDE