Search Header Logo
UNSUR INTRINSIK CERITA

UNSUR INTRINSIK CERITA

Assessment

Presentation

World Languages

6th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Tari Gaul

Used 4+ times

FREE Resource

21 Slides • 0 Questions

1

media

UNSUR INTRINSIK

CERITA

2

media

Pengertian

Unsur

intrinsik

cerita

adalah

unsur

yang

membangun

sebuah

karya

sastra

dari

dalam

karya

sastra

itu

sendiri

.

3

media

Macam

-

macam unsur intrinsik

Tema

Amanat

Latar/Setting

Sudut Pandang

Tokoh dan Penokohan

Alur

Gaya bahasa

4

media

Tema

Adalah permasalahan utama yang menjiwai seluruh

cerita/karangan. Tema dapat ditemukan dengan

mengidentifikasi konflik yang terdapat dalam cerita

tersebut. Tema biasanya dirumuskan dalam

kalimat/pernyataan yang singkat & padat.

Misalnya :

Tema : percintaan, kehidupan sosial, lingkungan

hidup, agama, dsb.

5

media

Amanat

Adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang

kepada pembaca.

Amanat dalam cerita bisa berupa nasihat, anjuran,

atau larangan untuk melakukan/tidak melakukan

sesuatu. Yang jelas, amanat dalam sebuah cerita

pasti bersifat positif.

Misalnya :

Hendaknya kita selalu berbakti kepada orang tua.

Janganlah kita senang berbohong.

6

media

Latar/Setting

Adalah segala keterangan mengenai waktu, ruang,

dan suasana terjadinya lakuan/peristiwa dalam

cerita.

Latar terbagi menjadi tiga yaitu :

Latar waktu

Latar tempat

Latar suasana

7

media

Sudut Pandang

Adalah posisi pengarang dalam ceritanya. Bisa jadi

ia menjadi tokoh dalam ceritanya tersebut

(pengarang berada di dalam cerita).

Namun, bisa juga dia hanya menjadi pencerita saja

(pengarang berada di luar cerita).

Sudut pandang dibagi menjadi dua yaitu :

Sudut pandang orang pertama

Sudut pandang orang ketiga

Sudut pandang campuran

8

media

Sudut pandang orang pertama

Pada sudut pandang orang pertama, posisi

pengarang berada di dalam cerita. Ia terlibat dalam

cerita dan menjadi salah satu tokoh dalam cerita

(bisa tokoh utama atau tokoh pembantu).

Salah satu ciri sudut pandang orang pertama

adalah penggunaan kata ganti ‘aku’ dalam cerita.

Oleh karena itu, sudut pandang orang pertama

sering disebut juga

sudut pandang akuan

.

9

media

Sudut

Pandang orang

pertama

terbagi

lagi

menjadi

dua

yaitu

:

Sudut

Pandang orang

pertama

pelaku

utama

(

Tokoh

aku

menjadi

tokoh

utama

dalam

cerita

.

Sudut

Pandang orang

pertama

pelaku

sampingan

(

Tokoh

aku

hanya

berperan

sebagai

tokoh

pendamping

/

pembantu

saja

.

10

media

Sudut pandang orang ketiga

Pada sudut pandang orang ketiga, pengarang

berada di luar cerita. Artinya dia tidak terlibat

dalam cerita. Pengarang berposisi tak

ubahnya seperti dalang atau pencerita saja.

Ciri utama sudut pandang orang ketiga

adalah penggunaan kata ganti ‘dia’ atau

‘nama

-

nama tokoh’. Oleh sebab itu, sudut

pandang ini disebut pula

sudut pandang

diaan

.

11

media

Sudut

Pandang orang

ketiga

terbagi

menjadi

dua

yaitu

:

Sudut

Pandang orang

ketiga

serba

tahu

(

pengarang

mengetahui

segala

tingkah

laku

,

perilaku

,

keadaan

lahir

dan

batin

tokoh

cerita

).

Sudut

Pandang orang

ketiga

terarah

(

pengarang

hanya

sebatas

mengetahui

kondisi

lahiriah

dari

para

tokohnya

).

12

media

Tokoh

Adalah individu rekaan yang mengalami peristiwa atau

berkelakuan (memiliki sifat/watak) di dalam berbagai

peristiwa dalam cerita.

Berdasarkan peranannya dalam cerita, tokoh

dibedakan menjadi tiga yaitu tokoh utama, tokoh

pembantu, dan figuran.

Sedangkan berdasarkan wataknya, tokoh dibagi

menjadi tiga yaitu tokoh protagonis (tokoh baik),

tokoh antagonis (tokoh jahat), dan tokoh tritagonis

(tokoh penengah)

13

media

Penokohan

Adalah cara pengarang dalam

menyajikan/menggambarkan watak tokoh

dan penciptaan citra tokoh.

Penokohan secara umum dibedakan menjadi

dua yaitu :

Penokohan secara langsung (analitik)

Penokohan secara tidak langsung

(dramatik)

14

media

Penokohan langsung

Artinya pengarang secara langsung

menjelaskan watak/citra dari tokoh tersebut

dengan kata

-

kata.

Misalnya bahwa tokoh A adalah orang yang

cerewet dan suka mengadu domba.

Atau bahwa fisik tokoh B adalah cantik,

rambutnya hitam tergerai, dsb.

15

media

Penokohan tidak langsung

Artinya penggambaran `watak/citra tokoh dilakukan

secara tersamar.

Pada penokohan jenis ini, pembaca bisa menyimpulkan

watak seorang tokoh dari :

pikiran tokoh

dialog/ucapan tokoh

tingkah laku/tindakan tokoh

lingkungan sekitar tokoh

reaksi/tanggapan dari tokoh lain

keadaan fisik tokoh

16

media

Alur/Plot

Adalah rangkaian/jalinan antar peristiwa/

lakuan dalam cerita.

Sebuah cerita sebenarnya terdiri dari berbagai

peristiwa yang memiliki hubungan sebab

-

akibat.

Misalnya karena ada peristiwa 1 (pacarnya lari)

maka akibatnya terjadilah peristiwa 2 (tokoh A

frustasi). Jalinan itu yang dinamakan alur/plot.

17

media

Jenis

-

jenis alur

Alur maju (alur lurus)

Rangkaian peristiwanya bergerak maju dari awal

ke akhir (kronologis)

Alur mundur (alur flashback)

Rangkaian peristiwanya bergerak mundur dari

akhir ke awal (set back)

Alur campuran (maju

-

mundur)

Rangkaian peristiwa bergerak secara acak.

18

media

Pola / Tahapan Alur

19

media

Gaya Bahasa Pengarang

Adalah cara pengarang mengungkapkan ceritanya

melalui bahasa yang digunakan.

Setiap pengarang memiliki gaya masing

-

masing.

Ahmad Tohari, misalnya, dia banyak menggunakan

kalimat

-

kalimat yang indah dan kuat untuk

mendeskripsikan latar dalam ceritanya.

Kuntowijoyo banyak menggunakan idiom

-

idiom

Jawa dalam ceritanya.

20

media

Ada pertanyaan ?

21

media

Jika tidak ada, baguus !

Sekarang giliranmu

untuk mengerjakan

tugas.

media

UNSUR INTRINSIK

CERITA

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 21

SLIDE