Search Header Logo
Belum Berjudul

Belum Berjudul

Assessment

Presentation

•

Social Studies

•

12th Grade

•

Practice Problem

•

Hard

Created by

Eva Elvianti

FREE Resource

6 Slides • 0 Questions

1

media

MATERI AJAR

SOSIOLOGI XII

Materi

: Globalisasi dan Masyarakat Digital

Sub Materi Pokok: Globalisasi dan Masyarakat Digital

Topik

:

1.Konsep globalisasi

2.Transformasi global

3.Dampak globalisasi

Tujuan pembelajaran 1

:

ï‚·Menjelaskan pengaruh globalisasi bagi kehidupan masyarakat melalui pengamatan

kasus di lingkungan sekitar.

Profil pelajara Pancasila

Bergotong royong, bernalar kritis, dan kreatif

Uraian Materi:

Konsep Globalisasi

MenurutLukeMartelldalambukunyaTheSociologyofGlobalization,

globalisasi dimulai sejak periode pramodern, yaitu awal mula peradaban atau
disebut globalisasi awal. Ditemukannya Jalur Sutra (dari Eropa ke Asia)
sebagai jalur perdagangan internasional sebenarnya menunjukkan bahwa
zaman dahulu telah terjadi globalisasi. Akan tetapi, perdagangan pada masa itu
masih mengandalkan jalur darat. Hingga akhirnya perdagangan jalur
rempah berhasil menghubungkan Timur dan Barat menggunakan jalur laut.

Perdagangan global juga berkembang pada era penemuan (akhir Abad

XV). Penjelajah Eropa menghubungkan Barat dan Timur melalui Benua
Amerika. Pada awalnya Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris menemukan
daerah baru. Daerah baru tersebut dijadikan sebagai jajahan untuk
menunjang ekonomi mereka. Pada era tersebut, globalisasi dinilai belum
lepas landas oleh sebagian ahli karena lebih menekankan pada kolonialisme.

Globalisasi makin berkembang pada masa modern awal tepatnya

abad XVI. Masa praindustri hingga terjadi Revolusi Industri mendorong
kegiatan perdagangan bangsa-bangsa Eropa seperti Spanyol, Portugis,
Inggris, dan Belanda mengalami kemajuan pesat. Pada masa ini muncul

2

media

kapitalisme. Paham ini turut memengaruhi terjadinya penjelajahan samudra
untuk mencari tanah jajahan dan daerah pemasaran hasil industri.

Sebagian berpendapat era globalisasi awal justru lahir pada masa Revolusi

Industri sekitar Abad XVIII, yaitu ketika Inggris mengembangkan mesin uap di
berbagai sektor. Mesin kapal dan kereta api memungkinkan perpindahan
barang sejauh ribuan mil. Sementara itu, industrialisasi Inggris mampu
menghasilkan produk yang diminati secara global.

Arus globalisasi mulai berkurang sekitar tahun 1990-an akibat perang

dingin hingga runtuhnya tembok pemisah Timur dan Barat di Jerman,
serta bubarnya Uni Soviet. Globalisasi menjadi kekuatan yang nyata melalui
organisasi dunia seperti World Trade Organization (WTO). WTO mendorong
negara-negara di seluruh dunia masuk dalam perjanjian perdagangan bebas.

Perubahan sosial mencakup berbagai aspek, termasuk modernisasi dan

globalisasi. Adapun faktor utama yang memengaruhi dua proses tersebut adalah
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan pengetahuan
dan teknologi mendorong terjadinya modernisasi. Modernisasi mempercepat
perkembangan

peradaban

manusia,terutamamelaluiRevolusiIndustri.Modernisasimempercepat

arus

globalisasi. Globalisasi juga mendorong pemerataan kemajuan ilmu
pengetahuan, teknologi, dan ekonomi di seluruh dunia.

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa globalisasi

terjadi ketika masyarakat mampu melakukan interaksi, komunikasi, dan
pertukaran secara

masif

tanpa

mengenal batas

wilayah.

Globalisasi

menunjukkan dunia tanpa batas (borderlessworld). Artinya, masyarakat di
seluruh dunia saling terhubung satu dengan lainnya. Masyarakat di suatu negara
dapat mengaksesinformasi negara lain tanpa harus datang secara langsung ke
negara tersebut. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh pesatnya perkembangan
teknologi akibat arus globalisasi.

Beberapa pendapat para ahli mengenai globalisasi sebagai berikut.

a.Mauro Guillen berpendapat bahwa globalisasi adalah pertukaran arus

barang, jasa, uang, orang, informasi, dan budaya ke seluruh dunia. Proses
tersebut mengarah pada ketergantungan yang lebih besar dan kesadaran
bersama masyarakat di seluruh dunia (Tischler, 2011).

b.George

Ritzer

mendefinisikan globalisasi sebagai

proses

transplanet

(transplanetary process) atau serangkaian proses peningkatan likuiditas
dan arus multiarah yang berkembang dari orang, objek, tempat, dan
informasi serta

struktur

(Monaghan, 2011;

Ritzer, 2010). Likuiditas

menunjukkan kondisi

yang

awalnya terbatas kini

makin

mudah

bergerak/berpindah dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

c.Douglas Kellner mengemukakan bahwa globalisasi berhubungan erat

dengan seperangkat relasi sosial, aliran komoditas, kapital, teknologi, ide-ide,

3

media

bentuk-bentuk kultural, dan penduduk yang melewati batas-batas nasional
melalui jaringan masyarakat global (Ritzer dan Goodman, 2008).

Transformasi Global

Arus globalisasi ditandai dengan intensitas tingginya pertukaran barang,

jasa, serta perpindahan penduduk antarnegara. Hal tersebut menunjukkan
bahwa aktivitas ekonomi sangat berperan terhadap proses globalisasi.
Secara umum terdapat dua klasifikasi kondisi negara, yaitu negara maju dan
negara berkembang.

Negara maju memiliki tingkat ekonomi dan kesejahteraan tinggi. Sementara

itu, negara berkembang memiliki tingkat ekonomi dan kesejahteraan
masyarakat relatif rendah. Meskipun demikian, negara maju dan
berkembang tetap saling membutuhkan. Menurut Immanuel Wallerstein,
kondisi

tersebut

disebut

dengan

dependensi (dependency) atau

ketergantungan. Dependensi dibedakan dalam tiga zona, yaitu pusat (core),
semi pinggiran (semi peripheral), dan pinggiran (peripheral) (Chirot dan Hall,
1982; Ritzer dan Goodman, 2008). Negara semi pinggiran dan pinggiran
tersebut pada umumnya adalah negara berkembang.

Negara berkembang umumnya memiliki ketergantungan terhadap negara

maju dalam bidang IPTEK, tenaga ahli, serta modal/investasi. Negara
berkembang berperan sebagai penyuplai sumber daya alam dan penyedia
tenaga kerja murah. Negara berkembang juga terbuka dengan investasi
asing. Ketergantungan antara negara maju dan berkembang terkadang
tidak selalu sebanding. Sebagai contoh, investasi asing dan industrialisasi
perusahaan multinasional di negara berkembang dipercaya dapat menyerap
tenaga kerja tinggi serta mendorong peningkatan perekonomian negara. Pada
kenyataannya sebagian pekerja justru diberi upah relatif murah sesuai dengan
standar yang berlaku di negaranya. Selain itu, produk yang mereka hasilkan
tersebut akan diekspor dan dipasarkan di negeri sendiri. Standar harga yang
digunakan pun lebih tinggi karena disesuaikan standar harga pasar
nternasional. Kondisi tersebut menunjukkan keuntungan para perusahaan
multinasional (pemilik modal/investor) akhirnya menjadi jauh lebih banyak.

Globalisasi tidak dapat dicegah ataupun dihindari. Pada era

globalisasi kehidupan masyarakat makin terhubung, saling membutuhkan, dan
memengaruhi satu sama lain. Oleh karena itu, globalisasi perlu disikapi
secara kritis dan bijak.

Dampak Globalisasi

Globalisasi tidak selalu membawa dampak positif, tetapi juga berpotensi

menimbulkan dampak negatif. Dampak globalisasi terjadi di berbagai bidang

4

media

kehidupan, yaitu bidang ekonomi, politik, sosial budaya, dan lingkungan.
Penjelasan mengenai dampak globalisasi sebagai berikut.

a. Bidang Ekonomi

Globalisasi mempermudah dan mempercepat arus pertukaran jasa,

barang, hiburan, dan perpindahan manusia. Kemudahan tersebut
mendukung laju perdagangan internasional, yaitu dalam bentuk ekspor
dan impor yang dilakukan oleh industri makro ataupun mikro. Globalisasi
mendorong interaksi ekonomi dan perdagangan serta investasi. Adapun
dampak globalisasi di bidang ekonomi sebagai berikut.

Globalisasi di bidang ekonomi berkaitan dengan investasi asing dan

industrialisasi

perusahaan

multinasional.

Sektor tersebut

mendorong

pembangunan infrastruktur, transportasi, dan kawasan industri makin
tinggi. Menjamurnya industrialisasi menyebabkan tingginya penyerapan tenaga
kerja melalui model padat karya. Selain itu, globalisasi mampu
mendorong pelaku ekonomi lokal meningkatkan produk-produk komoditas
ekspor (Lall, 2004).

Industrialisasi secara umum dikembangkan untuk meningkatkan

produktivitas dengan prinsip efisiensi yang tinggi pula. Industrialisasi
memungkinkan berkembangnya sistem kapitalisme yang ditunjukkan dengan
ketidakadilan hubunganantarapekerja dan pemilik modal. Para buruh diberi
upah minimum, sedangkan pemilik modal menginginkan hasil yang optimal.
Kondisi tersebut tidak sepadan dengan negara- negara berkembang yang
mengandalkan ekonominya pada sektor industri.

Akibat globalisasi, perdagangan tidak hanya dilakukan di tingkat lokal.

Saat ini kegiatan perdagangan dapat dilakukan lintas negara atau disebut
perdagangan bebas (free trade). Perdagangan bebas memudahkan laju
ekspor dan impor. Artinya, ada potensi perluasan pangsa pasar sehingga
banyak barang dan jasa bisa ditawarkan. Globalisasi di bidang ekonomi
juga ditandai dengan ekonomi digital, yaitu pertukaran jasa, bisnis, dan barang
secara elektronik (Budiarta et al., 2020).

Apabila tidak disikapi secara selektif, globalisasi di bidang ekonomi dapat

menyebabkan masyarakat cenderung konsumtif. Persaingan pasar yang makin
terbuka menuntut produsen dalam negeri harus bersaing dengan produk-
produk

di

pasar

global.

Terkadang,

produsen

lokalsulitbersaingkarenapasardikuasaiprodusenasing.Paraprodusen dari dalam
dan luar negeri saling berlomba untuk menghasilkan produk yang diminati
banyak masyarakat. Banyaknya barang yang ditawarkan tersebut mendorong
masyarakat bersikap konsumtif.

b. Bidang Politik

5

media

Perang Dunia I, Perang Dunia II, dan perang dingin bagi negara-negara

yang berperang memiliki latar belakang kepentingan yang berbeda, seperti
kekuasaan wilayah, ekonomi, atau ideologi. Dominasi politik dilakukan oleh
tiap-tiap pihak. Partikularisme dengan sistem blok juga memperkeruh situasi
politik dunia. Akibatnya, peperangan terjadi ketika kepentingan antarnegara
berkonflik tidak mampu diakomodasi atau mengalami jalan buntu (Krpec
dan Hodulak, 2019).

Peperangan suatu negara dengan negara lain menimbulkan dampak

besar bagi kondisi global, tidak hanya di bidang politik. Misalnya,
peperangan suatu negara dapat menghambat pemenuhan ekonomi (ekspor dan
impor), perpindahan penduduk, dan

kerusakan lingkungan. Bahkan,

peperangan juga dapat menimbulkan krisis dan inflasi terhadap negara lain.
Oleh karena itu, hubungan diplomatik dan dialog antarnegara dibutuhkan dalam
hubungan internasional untuk mencegah situasi yang tidak diinginkan tersebut.

Perang dapat diselesaikan melalui komunikasi atau diplomasi hubungan

internasional yang baik atau melalui peran organisasi internasional, seperti
Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Hubungan internasional dan situasi politik
yang baik dapat meningkatkan peluang kerja sama antarnegara. Situasi yang
aman dan kondusif juga akan membuka peluang masuknya investor asing ke
tiap-tiap negara. Dengan demikian, setiap negara akan terus berupaya
membangun sistem pemerintahan yang baik (good governance).

c.Bidang Sosial dan Budaya

Perkembangan arus informasi dan komunikasi pada era globalisasi

mengakibatkan terjadinya pertukaran budaya, baik lokal, nasional, maupun
internasional. Fenomena sosial yang menunjukkan dampak globalisasi di
bidang sosial budaya dapat kalian amati di lingkungan sekitar. Sebagai
contoh, fenomena perubahan pola kebiasaan akibat pengaruh gawai yang
kalian miliki. Dahulu pertukaran informasi dan budaya dilakukan secara fisik.
Akan tetapi, saat ini kegiatan tersebut dengan mudah dilakukan melalui media
dan teknologi komunikasi.

Dalam menghadapi globalisasi, masyarakat perlu memiliki pemikiran

terbuka, namun harus tetap mempertahankan kearifan lokal budayanya
dan 2011). Kita harus memfilter budaya asing yang masuk melalui
berbagai media dengan tetap mempertahankan nilai-nilai budaya asli
Indonesia. Kita juga harus tetap memelihara budaya Indonesia untuk masa
yang akan datang. Memelihara budaya lokal dapat kalian lakukan dengan
terus mempelajarinya melalui berbagai sumber seperti melalui media
sosial, komunitas, sanggar, atau ekstrakurikuler seni budaya di sekolah.

Saat pertukaran budaya, masyarakat terkadang belum sepenuhnya mampu

menerima perbedaan tersebut. Masyarakat akan mengalami gegar budaya
(culture shock). Ketika interaksi yang dibangun makin intensif, masyarakat
akan terbiasa sehingga gegar budaya hanya terjadi secara singkat.

6

media

Masyarakat juga dapat menerima, bersikap terbuka, dan menoleransi
keberadaan budaya baru tersebut. Bahkan, budaya berbeda dapat saling
membaur dan berakulturasi. Akan tetapi, apabila perbedaan budaya sulit
diterima karena etnosentrisme, maka pembauran sulit terjadi. Kondisi
tersebut justru akan menyebabkan ketimpangan budaya (culture lag).

d. Bidang Lingkungan

Populasi penduduk dunia yang cukup tinggi berpengaruh terhadap tingkat

konsumsi atau kebutuhan hidup sehari-hari. Guna memenuhi kebutuhan
tersebut, pembangunan dan industrialisasi di berbagai sektor dilakukan melalui
eksplorasi sumber daya alam. Sebagai contoh, terjadinya eksploitasi minyak
dan gas untuk memenuhi kebutuhan energi. Secara umum pembangunan
bertujuan memajukan kondisi masyarakat di suatu daerah atau negara.
Padahal, pembangunan juga harus mempertimbangkan aspek keberlanjutannya
(Jamaludin, 2016).

Eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan dapat menyebab- kan

kerusakan lingkungan. Dampaknya, terjadi bencana alam di tingkat lokal
bahkan global. Sebagai contoh, penambangan secara berlebihan dapat
menyebabkan bencana lokal seperti tanah longsor. Penebangan hutan dalam
skala besar juga menimbulkan pemanasan global. Dampak lainnya juga akan
dirasakan oleh masyarakat lokal. Misalnya, masyarakat yang mengandalkan
hasil alam setempat harus tergusur dan beralih ke sektor mata pencarian
lainnya.

NB:

Setelah ananda membaca materi di atas, silahkan pahami materinya dan tulislah
kesimpulan dari materi tersebut dalam buku catatan anada!

media

MATERI AJAR

SOSIOLOGI XII

Materi

: Globalisasi dan Masyarakat Digital

Sub Materi Pokok: Globalisasi dan Masyarakat Digital

Topik

:

1.Konsep globalisasi

2.Transformasi global

3.Dampak globalisasi

Tujuan pembelajaran 1

:

ï‚·Menjelaskan pengaruh globalisasi bagi kehidupan masyarakat melalui pengamatan

kasus di lingkungan sekitar.

Profil pelajara Pancasila

Bergotong royong, bernalar kritis, dan kreatif

Uraian Materi:

Konsep Globalisasi

MenurutLukeMartelldalambukunyaTheSociologyofGlobalization,

globalisasi dimulai sejak periode pramodern, yaitu awal mula peradaban atau
disebut globalisasi awal. Ditemukannya Jalur Sutra (dari Eropa ke Asia)
sebagai jalur perdagangan internasional sebenarnya menunjukkan bahwa
zaman dahulu telah terjadi globalisasi. Akan tetapi, perdagangan pada masa itu
masih mengandalkan jalur darat. Hingga akhirnya perdagangan jalur
rempah berhasil menghubungkan Timur dan Barat menggunakan jalur laut.

Perdagangan global juga berkembang pada era penemuan (akhir Abad

XV). Penjelajah Eropa menghubungkan Barat dan Timur melalui Benua
Amerika. Pada awalnya Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris menemukan
daerah baru. Daerah baru tersebut dijadikan sebagai jajahan untuk
menunjang ekonomi mereka. Pada era tersebut, globalisasi dinilai belum
lepas landas oleh sebagian ahli karena lebih menekankan pada kolonialisme.

Globalisasi makin berkembang pada masa modern awal tepatnya

abad XVI. Masa praindustri hingga terjadi Revolusi Industri mendorong
kegiatan perdagangan bangsa-bangsa Eropa seperti Spanyol, Portugis,
Inggris, dan Belanda mengalami kemajuan pesat. Pada masa ini muncul

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 6

SLIDE