Search Header Logo
Penguasaan Konstantinopel oleh Turki Utsmani dan Pelayaran Dunia

Penguasaan Konstantinopel oleh Turki Utsmani dan Pelayaran Dunia

Assessment

Presentation

History

11th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Abdul Hamid

Used 2+ times

FREE Resource

22 Slides • 0 Questions

1

media

Penguasaan Konstantinopel

oleh Turki Utsmani dan

Pelayaran Dunia

2

media

Peristiwa besar yang terjadi di Eropa seperti
dikuasainya Konstantinopel oleh Turki Utsmani
ternyata dapat memengaruhi jalannya roda sejarah
dunia termasuk Indonesia.
Konstantinopel, yang sekarang dikenal sebagai
Istanbul, adalah sebuah kota legendaris yang berdiri
di persimpangan antara Eropa dan Asia,

3

media
media

Didirikan oleh
Kaisar Romawi
Timur Konstantinus
Agung pada tahun
330 M, kota ini
dibangun di atas
bekas koloni Yunani
kuno, Bizantion

4

media
media
media

Kejayaan Asia pada Kejayaan Asia pada Abad Pertengahan

Asia menjadi kawasan termaju dan paling dinamis di dunia.

Eropa masih terbelakang dibandingkan dengan Asia pada
masa itu.

Pusat perkembangan ekonomi dan politik dunia pada abad
14-15 berada di dunia Islam, khususnya Kesultanan Turki
Utsmani.

5

media

Penaklukan Konstantinopel (1453):

● Tahun 1453, Kesultanan Utsmani berhasil menguasai

Konstantinopel yang sebelumnya merupakan wilayah
kekuasaan Kerajaan Romawi-Byzantium.

Konstantinopel (kemudian dikenal sebagai Istanbul)

menjadi rebutan karena merupakan titik penting dalam
jalur perdagangan antara Eropa dan Asia.

6

media
media

7

media

Dampak Penutupan Kota Pelabuhan Istanbul:

● Sultan Muhammad Al-Fatih menutup Istanbul bagi

pedagang Eropa.

● Harga rempah-rempah dari Timur menjadi langka dan

sangat mahal di Eropa.

● Pedagang Eropa kesulitan mendapatkan

barang-barang dari Asia, terutama rempah-rempah
yang sangat dibutuhkan.

8

media

9

media

FYI
Orang-orang Eropa
sebelumnya memiliki
ketakutan untuk
menggunakan jalur laut.
Dalam pemikiran
masyarakat Eropa pada
waktu itu, lautan dipenuhi
mitos-mitos menakutkan
dan masih dipengaruhi
pendapat bahwa bumi itu
datar.

10

media

Motivasi Pencarian Jalur Baru oleh Orang Eropa:

● Orang Eropa terdorong mencari rempah-rempah

langsung ke negeri asalnya akibat penutupan Istanbul.

● Mereka memiliki ketakutan terhadap jalur laut,

dipengaruhi oleh mitos dan keyakinan bahwa bumi itu
datar.

● Akhirnya, mereka mulai memberanikan diri menjelajahi

lautan untuk mencari jalur baru ke Asia.

11

media

FYI

Gagasan tentang Bumi bulat muncul dalam filsafat Yunani kuno
dengan Pythagoras (abad ke-6 SM). Pada awal abad ke-4 SM,
Plato menulis tentang Bumi bulat. Sekitar tahun 330 SM,
mantan muridnya, Aristoteles, telah memberikan bukti empiris
yang kuat untuk Bumi bulat.

Ini adalah mitos sejarah bahwa orang Eropa abad pertengahan
umumnya menganggap Bumi datar.Mitos ini diciptakan pada
abad ke-17 oleh Protestan untuk menentang ajaran Katolik.

12

media

udovico di Varthema, seorang mantan serdadu asal Bologna,
Italia, melakukan penjelajahan pada tahun 1502 untuk mencari
kepulauan rempah-rempah. Perjalanannya dicatat dalam jurnal
yang berjudul Itinerario de Ludouico de Varthema Bolognese,
yang diterbitkan di Roma pada tahun 1510. Dalam
perjalanannya dari Kalimantan ke Pulau Jawa pada tahun
1506, ia berlayar bersama seorang nahkoda yang kemungkinan
orang Melayu dan sudah memiliki kompas serta peta. Nahkoda
tersebut memberi informasi tentang adanya pulau di selatan
Jawa dengan siang hari yang hanya empat jam dan suhu yang
sangat dingin, yang kemungkinan merujuk pada Pulau
Australia.

13

media
media

14

media

ADA KESIMPULAN BESAR APA YA ? . .. .

15

media

Jalur Rempah Nusantara bukanlah cerita khayalan. Kekayaan
rempah Nusantara adalah hasil dari teknologi pertanian yang
paling tua di dunia. Stephen Oppenheimer (2010) menjelaskan
dalam buku yang berjudul Eden In The East bahwa dunia
pertanian yang tertata rapi di Indonesia terbukti mendahului
dunia pertanian pada masa Revolusi Neolitikum di Timur Jauh
(Rusia dan negeri sekitarnya). Budidaya ketela rambat dan
talas di Indonesia tercatat pada 15.000 dan 10.000 tahun SM
(Sebelum Masehi). Budidaya beras di Thailand tercatat berusia
6.000 sampai 7.000 tahun SM (Sebelum Masehi). Teknologi
pertanian di Asia Tenggara terbukti jauh lebih tua daripada
Tiongkok.

16

media

17

media

Oppenheimer mengumpulkan kisah 'banjir setinggi
gunung' dari Sabang sampai Merauke. Oppenheimer pun
menduga, suku-suku di pedalaman Indonesia khususnya di
Indonesia bagian timur adalah keturunan dari mereka yang
selamat pada saat Zaman Es, tanpa harus bermigrasi ke luar
Indonesia. Dalam sebagian dongeng mereka, sang kakek
moyang cukup naik ke puncak gunung yang tinggi. Beberapa
hewan memegang peranan penting dalam bencana alam itu.
Misalnya saja penduduk Alor di NTT, menurut mereka ikan
gergaji raksasa menenggelamkan benua dan
memotong-motongnya menjadi beberapa pulau kecil.

18

media
media

Masyarakat di Pulau Seram punya
dongeng nenek moyang mereka, yang
diselamatkan dari banjir oleh elang laut
yang membawa mereka ke sebuah
pulau. Masyarakat Toraja pun punya
dongeng banjir setinggi gunung dan
mereka menyelamatkan diri naik palung
tempat makan babi. Suku Dayak Ot
Danum di Barito, Kalimantan Selatan
juga punya kisah banjir yang
menenggelamkan benua kecuali dua
gunung, dan mereka menyelamatkan
diri ke gunung itu.

19

media

Suku Dayak Iban memiliki sosok Nabi Nuh versi mereka
bernama Trow yang menyelamatkan diri naik lesung
membawa hewan piaraan. Oleh karena itu, Oppenheimer
menilai kisah banjir di Nusantara adalah orisinil dan sudah
ada sebelum masuknya Islam dan Kristen ke kawasan ini.
Itu sebabnya dia berpendapat bahwa Indonesia dan
kawasan Asia Tenggara adalah benua yang tenggelam
saat banjir besar di akhir Zaman Es.

20

media

21

media

Atap bangunan rumah adat Toraja menjadi salah
satu arsitektur tradisional yang paling gampang
dikenal di tanah air. Materialnya adalah Uru, kayu
lokal seperti kayu jati dari Pulau Jawa. Selalu
menghadap arah utara dan atapnya melengkung
seperti perahu. Model atap ini dikenal dengan
nama tongkonan. Tongkonan menggambarkan
perahu yang digunakan oleh Puang Barulangi
pada saat berlayar menuju Toraja ribuan tahun
silam.

22

media

Demikian mitologi yang diceritakan oleh C.F Palimbong,
Ketua Aliansi Masyarakat Toraja Utara pada Tempo yang
dimuat di Majalah Tempo edisi 13 Desember 2010.
Barulangi dalam mitologi ini diyakini sebagai manusia
pertama ciptaan Tuhan di Toraja berasal dari daerah utara
yang bernama Pongko, karena itu rumah adat Toraja
selalu menghadap ke utara.

media

Penguasaan Konstantinopel

oleh Turki Utsmani dan

Pelayaran Dunia

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 22

SLIDE