Search Header Logo
BAB II

BAB II

Assessment

Presentation

History

11th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Bella Adelasari

Used 4+ times

FREE Resource

8 Slides • 0 Questions

1

media

Lembar kerja

Materi Perlawanan bangsa Indonesia Terhadap
Bangsa Eropa

Jumlah questions: 31

Estimasi pengerjaan: 18menit

Disusun oleh dyah anta

Nama

Kelas

Tanggal

1.

2.

Ciri-ciri Perlawanan Sebelum Abad XX

01

02

03

04

Perlawanannya bersifat lokal, terjadi di daerah-daerah tanpa adanya koordinasi antardaera

05

Tidak menggunakan organisasi, tetapi dilakukan secara berkelompok saja.

Dipimpin oleh tokoh masyarakat yang disegani.

Mengutamakan kekuatan senjata, namun kalah dari segi persenjataan.

Mudah dipecah belah karena kurangnya koordinasi antara pemimpin dan bawahannya.

3.

Bagian 1

Perlawan terhadap Portugis

2

media

4.

Perlawanan Rakyat Ternate

Latar belakang:

Monopoli perdagangan oleh bangsa Portugis.

Bangsa Portugis melakukan campur tangan
terhadap urusan Kerajaan Ternate dan Tidore.

Penyebaran

agama

Katolik

ditengah

masyarakat Maluku yang beragama Islam.

Tokoh perlawanan rakyat Maluku antara lain Sultan
Khairun

(1534—1570)

dananaknya,

Sultan

Baabullah (1570—1583), dari Kerajaan Ternate.

Sultan Baabullah melanjutkan perlawanan Sultan
dan berhasil mengusir bangsa Portugis dari Maluku
pada tahun 1575..

5.

Perlawanan Rakyat Demak

Latar belakang:

Monopoli bangsa Portugis di Malaka.

Kerja sama antara bangsa Portugis dan Pajajaran.

Perebutan Pelabuhan Sunda Kelapa.

Perlawanan rakyat Demak dimulai sejak masa pemerintahan Raden Patah yang mengutu
anaknya, Pati Unus, menyerang bangsa Portugis di Malaka pada tahun 1512 dan 1513
namun gagal.

Pada 22 Juni 1527, Fatahillah berhasil mengusir Portugis dari Sunda Kelapa dan mengg
nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta.

6.

Perlawanan Rakyat Aceh

Latar belakang:

Hubungan antara Kesultanan Aceh dan bangsa Eropa (VOC/Belanda
dan Inggris) yang dianggap mengancam keberadaan bangsa
Portugis di Malaka.

Sikap Kerajaan Aceh di bawah Sultan Ali Mughayat Syah (1514—
1528) yang menentang kehadiran bangsa Portugis di Malaka.

Sultan Ali Mughayat Syah berhasil mengusir bangsa Portugis dari
wilayah Aceh—yakni Daya, Pidie, dan Pasai—pada 1520-an.

Perjuangan rakyat Aceh mengusir Portugis terus berlanjut
bawah Sultan Iskandar Tsani (1636—1641).

Malaka akhirnya jatuh ke tangan VOC tahun 1641.

Sultan Iskandar Muda (1608—1636)
menyerang bangsa Portugis di Malaka
pada 1629, namun gagal.

3

media

7.

Bagian 2

Perlawan terhadap VOC

8.

Perlawanan Kesultanan Mataram

Latar belakang:

VOC melakukan monopoli perdagangan yang merugikan
pedagang pribumi.

VOC menolak mengakui kedaulatan Kesultanan Mataram
Islam di bawah Sultan Agung Hanyokrokusumo (1613—
1645).

VOC dianggap sebagai penghambat bagi Sultan Agung
dalam mewujudkan cita-citanya.

Tokoh utama perlawanan rakyat Mataram terhadap VOC adalah
Sultan Agung yang menyerang VOC di Batavia sebanyak dua k
pada tahun 1628 dan 1629 namun gagal.

Pada masa pemerintahan Sultan Amangkurat I (1645—1677),
Kerajaan Mataram justru memilih bekerja sama dengan VOC.

9.

Perlawanan Kesultanan Banten

Latar belakang:

Persaingan dagang dengan VOC di Batavia.

Rongrongan VOC terhadap politik Kesultanan Banten.

Tokoh yang memimpin perlawanan terhadap VOC adalah
Sultan Ageng Tirtayasa (1651—1682).

Perlawanan Sultan Ageng mengalami kegagalan setelah
putranya, Sultan Haji, lebih memilih bekerja sama dengan
VOC.

Perlawanan rakyat Banten masih terus berlanjut dipimpin
oleh Kiai Tapa dan Ratu Bagus.

4

media

10.

Perlawanan Rakyat Makassar

Latar belakang: Kebijakan monopoli dagang VOC,
terutama

rempah-rempah, yangmerugikan rakyat

Makassar.

Tokoh yang memimpin perlawanan terhadap VOC
adalahSultan Hasanuddin (1653—1669),

yang

dikenal juga dengan julukan “Ayam Jantan dari
Timur”. Beliau adalah raja Gowa-Tallo yang menolak
monopoli dan keberadaan VOC di Makassar.

Pada 18 November 1667, ditandatangani Perjanjian
Bongaya yang berisi sebagai berikut.
1.Kesultanan

Gowa-Tallo

mengakui

monopoli

perdagangan VOC.

2.Pedagang asing, selain Belanda, dilarang berniaga di
wilayah kekuasaan Gowa-Tallo.
3.Kesultanan Gowa-Tallo harus membayar ganti rugi
perang.
4.VOC diperbolehkan mendirikan benteng pertahanan
(Benteng Rotterdam).
5.Kesultanan Gowa-Tallo harus mengakui kedaulatan
Kerajaan Bone.

11.

Bagian 3

Perlawan terhadap Belanda

12.

Perlawanan Pattimura

Latar belakang:

Tidak ingin Belanda kembali ke Maluku. di wilayah
tersebut.

Pada

1810--1816, Hindia

Belanda, termasuk

Maluku, dikuasai oleh Inggris.

Pada tahun 1817, Belanda kembali berkuasa di
Maluku. Aturan-aturan yang menindas kembali
diberlakukan,

seperti aturan kerja paksa dan

monopoli perdagangan cengkih.

Pattimura berhasil merebut Benteng Duurstede dan
Benteng Deverdijk. Perlawanannya yang gigih membua
gubernur Ambon terpaksa meminta bantuan pasukan
dari Batavia. Setelah satu per satu anak buahnya
ditangkap dan tewas, Pattimura pun akhirnya ditangka
dan dijatuhi hukuman mati pada 1817.

5

media

13.

Perlawanan Pangeran Diponegoro

Latar belakang:

Campur tangan pemerintah kolonial Belanda terhadap urusan
pemerintahan Kesultanan Yogyakarta.

Para

pejabat

kesultanan diperlakukan sebagai bawahan

pemerintah kolonial Belanda.

Penetapan berbagai pajak oleh pemerintah kolonial Belanda-
Kesultanan Yogyakarta yang membuat rakyat menderita.

Pemasangan

patok-patok batas pembangunan jalan yang

melewati tanah Pangeran Diponegoro.

Tokoh:
Pangeran Diponegoro, Pangeran Mangkubumi, Sentot Alibasyah, Ky
Mojo, dan Nyi Ageng Serang.

14.

Perlawanan Pangeran Diponegoro

Pemerintah kolonial Belanda menggunakan taktik benteng stelsel yang berhasil mempersempit rua
gerak perlawanan Pangeran Diponegoro.

Perlawanan Pangeran Diponegoro berakhir setelah pemerintah kolonial Belanda menangkap
Diponegoro pada saat melakukan perundingan dan kemudian diasingkan ke Manado pada tahun 1

Sumber: geheugenvannederland.ni

15.Dimanakah letak terjadinya perlawanan diponegoro? Dan coba jelaskan latar belakang sebelum terjadinya perlawanan tersebut!

16.

Perlawanan Kesultanan Palembang

Latar belakang:

Keinginan

Belanda

untukmenguasai

Palembang

yang

menimbulkan ancaman bagi Kesultanan Palembang.

Perlawanan Sultan Badaruddin terhadap Inggris berakhir setelah
adanya Konvensi London 1814.

Pada 1818, Sultan Badaruddin ditangkap Belanda dan diasingkan ke
Ternate.

Sultan Badaruddin memimpin perlawanan terhadap pemerintah
kolonial Belanda dengan menyerang benteng-benteng pertahanan
Belanda.

Akibat Perjanjian Tuntang 1811, kedudukan Belanda digantikan oleh
Inggris. Sultan Badaruddin terus melakukan perlawanan terhadap
Inggris.

6

media

17.

Perlawanan Imam Bonjol

Latar belakang:

Konflik internal antara kaum padri dan kaum adat.

Pemerintah kolonial Belanda memanfaatkan konflik tersebut
dengan memberi bantuan kepada kaum adat dalam menghadapi
kaum padri.

Pada 1833, pemerintah kolonial mengeluarkan Plakat Panjang untuk
menghentikan perlawanan keduanya.

Belanda mengajak berunding Imam Bonjol yang ternyata hanya sebuah tipuan untuk menangkap Im
Bonjol. Pada 1839, Imam Bonjol meninggal dalam pengasingannya di Manado.

Pemerintah kolonial Belanda membujuk kaum adat dan kaum padri berdam
melalui Perjanjian Masang (1825).

Kaum adat dan kaum padri sebenarnya sudah memilih untuk berdamai
melalui Plakat Puncak Pato yang menyebabkan Belanda harus berhadapa
dengan keduanya.

18.

Perang Aceh

Latar belakang:

Keinginan Belanda untuk menjadikan wilayah Aceh sebagai
bagian dari Pax Neerlandica.

Perang Aceh bermula ketika Sultan Mahmud menolak permintaan
Belanda agar Aceh mengakui kekuasaan Belanda di daerah
tersebut. Sultan Mahmud wafat karena kolera. Ia digantikan oleh
Tuanku Muhammad Daud Syah dengan gelar Sultan Ibrahim
Mansyur Syah (1875-1907).

Meskipun terjadi pergantian pemimpin, perlawanan rakyat Aceh teta
berlangsung dengan sengit. Hal inimembuat

Belanda harus

menerapkan strategi baru, yaitu memblokade pelabuhanpelabuhan
Aceh dalam rangka mematikan sumber ekonomi dan pendapatan
kesultanan.

19.

Perang Aceh

Belanda menerima saran Snouck Hurgronje dengan
mengadu domba kaum bangsawan (uleebalang) dengan
kaum ulama.

Perjuangan rakyat Aceh sangat sulit untuk ditaklukkan
hingga akhirnya berkonsultasi dengan orientalis Belanda
Snouck Hurgronje (1857--1936).

Pada1903,pasukan

Marsose

yangbertugas

menghancurkan kantong pertahanan rakyat Aceh dengan
cepat menewaskan Teuku Umar.

Perlawanan rakyat terus dilanjutkan oleh istrinya, Cut Nyak
Dien. Pada 1905, Cut Nyak Dien ditangkap dan diasingkan
ke Sumedang.

7

media

20.

Perlawanan Sisingamangaraja XII

Latar belakang:

Sikap Belanda yang menginginkan wilayah Tapanuli menjadi bagian
dari wilayah kekuasaannya.

Penyebaran agama Nasrani oleh para zending juga menimbulkan
perlawanan penduduk setempat.

Pada 1907, Belanda kembali melakukan serangan dan menangkap angg
keluarga Sisingamangaraja XII.

Pada 1894, Belanda melakukan serangan ke pusat pemerintahan Keraja
Batak di Bakkara. Sisingamangaraja XII berhasil lolos dan melarikan diri
Dairi Pakpak.

Sisingamangaraja XII tidak menyerah dan terus melanjutkan perjuangannya.

Pada 17 Juni 1907, Sisingamangaraja XII tewas dalam pertempuran di Hutan Simsim.

21.

Perlawanan Kerajaan-Kerajaan di Bali

Latar belakang:

Adanya hak tawan karang yang dianggap menghambat Belanda
menguasai Bali.

Raja Buleleng I Gusti Ngurah Made Karangasem dan I Gusti Ketut Jelant
membalas tipu daya Belanda dengan merampas kapal Belanda pada tahu
1844.

Pada 15 April 1849, Belanda berhasil menguasai Benteng Jagaraga.

Kerajaan Karangasem dan Buleleng tetap melakukan perlawanan terhada
Belanda.

Tokohnya:

Raja Buleleng I Gusti Ngurah Made Karangasem

I Gusti Ketut Jelantik.

22.

Perlawanan Kesultanan Banjar

Latar belakang:

Monopoli perdagangan Belanda di Kalimantan yang sangat merugikan
pedagang pribumi.

Beban pajak dan kewajiban rodi terhadap rakyat yang memberatkan.

Intervensi Belanda terhadap urusan internal Kerajaan Banjar.

Keinginan Belanda menguasai Kalimantan yang kaya akan hasil
tambang.

Pada 28 April 1962, terjadi Pertempuran Pangrangon yang dianggap sebag
awal Perang Banjarmasin.

Pangeran Hidayatullah ditangkap dan diasingkan ke Bogor pada 1862.

Tokohnya:

Pangeran Antasari (Panembahan Amiruddin Kalifatillah Mukminin)

Pangeran Hidayatullah

Pada 1962, Pangeran Antasari wafat karena sakit yang dideritanya.

23.Portugis sebagai bangsa yang menjajah Indonesia memiliki pengaruh tersendiri bagi bangsa Indonesia, terutama Maluku. Di bawah ini yang kebudayaan

Portugis yang mempengaruhi kehidupan masyarakat Maluku dibidang religi adalah ....

a) Peninggalan berupa meriam

b) Berkembangnya aliran musik kroncong

c) berkembangnya aliran kepercayaan baru yang sama dengan bangsa

Spanyol

d) Peninggalan berupa benteng-benteng Portugis.

e) Berkembangnya agama Katolik terutama di daerah Maluku

8

media

24.Berikut ini bangsa-bangsa yang pernah menjajah Indonesia, kecuali ...

a) Italia

b) Portugis

c) Inggris

d) Belanda

e) Spanyol

25.Latarbelakang perlawanan rakyat Ternate terhadap Spanyol berhubungan dengan ...

a) Monopoli perdagangan

b) Pembunuhan pemimpin Ternate

c) Sistem tanam paksa

d) Penarikan pajak yang berlebihan

e) Sistem ekonomi Liberal

26.Perlawanan Pangeran Diponegoro dan Tuanku Imam Bondjol terbukti membuat pihak Belanda sangat kewalahan dan mengucurkan banyak biaya perang. Hal

ini dikarenakan ...

a) Terjadi wabah penyakit yang menyerang pasukan Belanda

b) Penggunaan strategi gerilya

c) Jumlah pasukan kedua tokoh tersebut sangat banyak

d) Kharisma Imam Bondjol dan Pangeran Diponegoro

e) Perlawanan terjadi pada waktu yang bersamaan

27.Tindakan yang dilakukan oleh masyarakat yang merasakan dampak dari berbagai kebijakan kolonialis Belanda di Nusantara antara lain …

a) Menyusun strategi agar tidak merasakan kebijakan Belanda

b) Mengerahan sepenuhnya masaka kepada penguasa daerah

c) Selalu tunduk pada penguasa baik lokal maupun kolonial

d) Mempererat hubungan antara pemerintah kolonial denga rakyat melalui

pajak

e) Melakukan perlawanan dipimpin oleh para raja/sultan

28.Salah satu penyebab perlawanan rakyat Aceh terhadap Portugis pada abad XIV adalah perebutan wilayah Malaka. Wilayah Malaka diperebutkan karena ….

a) Penguasa Malaka tidak menarik pajak bagi kapal-kapal yang melintas dan

bersandar di pelabuhannya

b) Malaka sebagai bandar perdagangan rempah baru yang menggantikan

peran Konstantinopel di Eropa

c) Malaka menjadi wilayah netral yang tidak dikuasai oleh pihak manapun

d) Banyak kapal asing bersandar di Malaka untuk menawarkan komoditas

perdagangan

e) Kedudukan Malaka sangat penting dalam perdagangan dunia yang

berdampak pada keuntungan politik dan ekonomi

29.Sebab khusus terjadinya Perang Diponegoro adalah …

a) Patok-patok jalan didirikan tanpa seizin Diponegoro

b) Patok-patok jalan ditaruh di atas makam para leluhur Diponegoro

c) Makam leluhur Diponegoro dipindahkan tanpa sepengetahuan Diponegoro

d) Tempat tinggal Diponegoro dihancurkan untuk pembangunan jalan

e) Jalan yang dibangun pemerintah Belanda melewati kediaman Diponegoro

30.Strategi Belanda yang paling berhasil dalam menghadapi perlawanan dari penguasa lokal Nusantara yaitu dengan melakukan politik …

a) Pecah belah

b) Etis

c) Gerilya

d) Stelsel

e) Balas budi

31.Setelah Malaka dikuasai Portugis, Aceh berkembang menjadi salah satu pelabuhan dagang dan transit di Nusantara. Aceh menjalin hubungan politik dan

perdagangan dengan Inggris, VOC, dan Turki. Namun, Aceh tidak memiliki hubungan yang baik dengan Portugis. Aceh melakukan berbagai tindakan untuk

melawan Portugis, misalnya memblokade kegiatan perdagangan lada dan timah dengan Portugis.

Berdasarkan informasi tersebut, dapat disimpulkan Bahwa latar belakang konflik antara Aceh dan Portugis adalah …

a) Portugis berusaha menguasai perdagangan lada

b) Portugis mendirikan benteng pertahanan di wilayah Aceh

c) Aceh menjalin hubungan dagang dengan VOC, kongsi dagang pesaing

Portugis di Eropa

d) Perbedaan agama antara masyarakat Aceh dan Portugis

e) Portugis adalah ancaman bagi Aceh dalam bidang ekonomi

media

Lembar kerja

Materi Perlawanan bangsa Indonesia Terhadap
Bangsa Eropa

Jumlah questions: 31

Estimasi pengerjaan: 18menit

Disusun oleh dyah anta

Nama

Kelas

Tanggal

1.

2.

Ciri-ciri Perlawanan Sebelum Abad XX

01

02

03

04

Perlawanannya bersifat lokal, terjadi di daerah-daerah tanpa adanya koordinasi antardaera

05

Tidak menggunakan organisasi, tetapi dilakukan secara berkelompok saja.

Dipimpin oleh tokoh masyarakat yang disegani.

Mengutamakan kekuatan senjata, namun kalah dari segi persenjataan.

Mudah dipecah belah karena kurangnya koordinasi antara pemimpin dan bawahannya.

3.

Bagian 1

Perlawan terhadap Portugis

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 8

SLIDE