Search Header Logo
Tumbuhan

Tumbuhan

Assessment

Presentation

Science

4th Grade

Practice Problem

Easy

Created by

SARNIWATI MULIADI

Used 1+ times

FREE Resource

11 Slides • 1 Question

1

media

LAPORAN GURU PIKET

SMP NEGERI SATAP SIBALUTON

DINAS PENDIDIKAN KAB. TOLITOLI

PROPINSI SULAWESI TENGAH

TAHUN 2024

media

2

Poll

Apa saja bagian tubuh dari tumbuhan....?

Akar, batang, daun dan buah

putik, benang sari

klorofil, bunga,

bunga jatan dan bunga betina

3

media

PENDAHULUAN

Sebagai salah satu upaya untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan
nyaman, peran guru piket di SMP menjadi sangat vital. Guru piket memiliki tanggung jawab untuk
memastikan keamanan dan keteraturan sekolah selama jam-jam tertentu, baik itu selama kegiatan
pembelajaran maupun di luar jam pelajaran.

Keberadaan guru piket menjadi garda terdepan dalam menjaga ketertiban di lingkungan
sekolah. Dengan kewajiban untuk memonitor aktivitas siswa, mengawasi pergerakan di area sekolah,
dan merespon berbagai situasi yang mungkin timbul, guru piket memiliki peran strategis dalam
menciptakan atmosfer belajar yang kondusif.

Laporan ini disusun sebagai upaya dokumentasi dan evaluasi atas pelaksanaan tugas guru piket di
SMPN Satap Sibaluton. Melalui laporan ini, diharapkan dapat tergambar secara jelas sejauh mana
efektivitas dan kesinambungan pelaksanaan tugas guru piket dalam mencapai tujuan utama, yakni
menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan optimal siswa.

Dalam penulisan laporan ini, data yang dikumpulkan mencakup berbagai aspek seperti
kehadiran siswa, kejadian atau insiden yang terjadi, tindakan yang diambil oleh guru piket, serta
rekomendasi untuk perbaikan dan pengembangan ke depannya. Semua informasi yang terkumpul
diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif mengenai peran guru piket dalam
menjaga ketertiban sekolah.

Melalui evaluasi ini, diharapkan pula dapat ditemukan solusi dan strategi yang lebih efektif untuk
memastikan keberlanjutan dan peningkatan kualitas pelaksanaan tugas guru piket di SMP. Dengan
demikian, sekolah dapat terus menjadi tempat yang aman dan kondusif bagi siswa dalam menjalani
proses pembelajaran mereka.

Guru Piket

4

media

RINCIAN TUGAS GURU PIKET

Menjemput siswa di pagi hari di depan gerbang sekolah dan memastikan semua siswa
meninggalkan sekolah di saat jam pulang sekolah

Penjagaan Pintu dan Pintu Gerbang:
Guru piket bertanggung jawab untuk berada di pintu masuk dan pintu gerbang utama sekolah
pada jam pulang. Tugas ini mencakup memastikan bahwa siswa yang meninggalkan sekolah
melalui pintu-pintu yang telah ditentukan untuk keamanan dan keteraturan.

Menjaga Keteraturan Antrian:
Guru piket harus membantu dalam membentuk dan menjaga keteraturan antrian siswa di pintu
keluar. Hal ini bertujuan untuk mencegah kekacauan dan memastikan bahwa setiap siswa dapat
meninggalkan sekolah dengan aman.

Verifikasi Kehadiran:
Guru piket perlu memastikan bahwa semua siswa yang masuk dan meninggalkan sekolah adalah
siswa yang seharusnya, dengan melakukan verifikasi melalui seragam atau kartu identifikasi
siswa. Hal ini dapat membantu mengidentifikasi setiap siswa yang tidak seharusnya berada di
dalam area sekolah.

Penanganan Keterlambatan atau Kehilangan Siswa:
Guru piket perlu melakukan pemantauan aktif terhadap siswa yang mungkin terlambat atau
tidak ditemukan saat jam pulang. Jika ada siswa yang terlambat atau hilang, guru piket harus
segera mengambil tindakan dengan berkoordinasi dengan pihak terkait.

Komunikasi dengan Guru dan Staff Lainnya:
Komunikasi antara guru piket, guru lain, dan staf sekolah sangat penting. Informasi tentang
siswa yang perlu mendapatkan perhatian khusus, seperti siswa yang memiliki izin khusus atau
perlu ditemani, perlu disampaikan dengan jelas kepada semua pihak terkait.

Meningkatkan pelaksanaan keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kekeluargaan,
kerindangan, kesehatan, keteladanan, dan keterbukaan (9K)

Keamanan:

Memastikan bahwa seluruh pintu dan gerbang sekolah terkunci dengan baik setelah jam

belajar.

Melakukan patroli rutin di area sekolah untuk mengawasi keamanan dan mencegah

kejadian yang tidak diinginkan.

Kebersihan:

Memantau dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah, termasuk koridor, kelas, dan

area terbuka.

Mendorong siswa untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar.

Ketertiban:

Menjaga keteraturan selama jam pelajaran dan jam istirahat di area tertentu seperti kantin,

toilet, dan lapangan.

Merespons secara tegas terhadap pelanggaran ketertiban dengan memberikan sanksi yang

sesuai.

5

media

Keindahan:

Membantu dalam menjaga keindahan ruang kelas dan area umum dengan melibatkan siswa

dalam proyek-proyek seni atau penghijauan.

Menjaga taman dan area hijau sekolah agar tetap terawat dan indah.

Kekeluargaan:

Membangun hubungan yang baik dengan siswa, guru, dan staf sekolah.
Menjadi sosok yang dapat diakses dan dapat diandalkan bagi siswa yang membutuhkan

dukungan atau pembicaraan.

Kerindangan:

Memberikan dukungan emosional kepada siswa yang memerlukan bantuan.
Mengorganisir kegiatan-kegiatan yang memupuk rasa saling peduli dan empati di antara

siswa.

Kesehatan:

Memastikan fasilitas kesehatan di sekolah, seperti toilet dan tempat cuci tangan, selalu dalam

kondisi baik.

Mengawasi dan memberikan perhatian khusus terhadap siswa yang membutuhkan perawatan

kesehatan.

Keteladanan:

Menunjukkan perilaku dan etika yang baik sebagai contoh bagi siswa.
Mengingatkan siswa untuk mengikuti norma-norma etika dan perilaku yang diharapkan.

Keterbukaan:

Membuka saluran komunikasi dengan siswa, guru, dan orang tua.
Mendorong siswa untuk menyampaikan ide, saran, atau keluhan melalui forum yang telah

disediakan


Menerima dan mendata tamu sekolah
Penerimaan Tamu:

Memberikan sambutan hangat kepada setiap tamu yang datang ke sekolah.
Memastikan bahwa tamu diberi informasi yang jelas mengenai prosedur dan aturan di

sekolah.

Pemeriksaan Identitas:

Meminta dan memeriksa identitas setiap tamu, serta mencatat informasi tersebut untuk

keperluan keamanan dan dokumentasi.

Memastikan bahwa tamu memiliki alasan yang sah untuk mengunjungi sekolah

Memberikan Bantuan:

Memberikan bantuan kepada tamu dalam menemukan tujuan atau orang yang ingin mereka

temui di sekolah.

Memberikan informasi tentang fasilitas dan layanan yang tersedia di sekolah.

Mendata Kunjungan:

Mencatat data kunjungan tamu, termasuk nama, tujuan kunjungan, waktu kedatangan, dan

waktu keberangkatan.

Menggunakan sistem pencatatan atau buku tamu yang telah disediakan untuk keperluan

monitoring.

Pemberitahuan Kepada Pihak Terkait:

Memberi tahu pihak terkait, seperti kepala sekolah atau staf administrasi, mengenai

kedatangan tamu dan tujuan kunjungan mereka.

Berkoordinasi dengan staf lain jika diperlukan untuk memberikan layanan lebih lanjut kepada

tamu.

6

media

Keamanan dan Pengawasan:

Memantau aktivitas tamu di sekitar area sekolah.
Melakukan langkah-langkah keamanan seperti memberikan identifikasi tamu yang mudah

dikenali, dan memastikan bahwa tamu mengikuti prosedur keamanan yang telah ditetapkan.

Pelaporan Kepada Otoritas:

Melaporkan setiap aktivitas atau perilaku yang mencurigakan kepada pihak keamanan atau

otoritas sekolah.

Bersiap untuk memberikan keterangan atau informasi lebih lanjut jika diperlukan.

Kepedulian dan Keramahan:

Menunjukkan sikap peduli dan keramahan kepada tamu, memberikan kesan positif terhadap

pengalaman kunjungan mereka di sekolah.

Menanggapi pertanyaan atau kebutuhan tamu dengan sigap dan profesional.


Mengoordinasikan guru pengganti bagi kelas yang Gurunya berhalangan hadir
Memastikan Ketersediaan Daftar Kontak Guru Pengganti:

Menyusun dan memastikan ketersediaan daftar kontak lengkap guruguru pengganti yang

dapat dihubungi jika diperlukan.

Memeriksa Pemberitahuan Ketidakhadiran Guru.
Memeriksa pemberitahuan ketidakhadiran guru utama, baik melalui pesan, telepon, atau

catatan yang ditinggalkan di sekolah.

Menyelidiki alasan ketidakhadiran guru dan memahami lamanya waktu ketidakhadiran

Menghubungi Guru Pengganti:

Menghubungi guru pengganti yang sesuai dari daftar kontak yang telah disiapkan.
Menjelaskan alasan ketidakhadiran guru utama dan meminta ketersediaan guru pengganti.

Menyesuaikan Jadwal Penggantian:

Menyesuaikan jadwal penggantian sesuai dengan mata pelajaran dan kelas yang ditinggalkan

oleh guru utama.

Memastikan bahwa guru pengganti mampu mengajar mata pelajaran yang bersangkutan.

Memberitahu Pihak Terkait:

Memberitahu kepala sekolah atau staf administrasi mengenai penggantian guru dan

memberikan informasi yang diperlukan.

Mengkoordinasikan dengan guru pengganti untuk memastikan bahwa segala kebutuhan

administratif terpenuhi.

Menginformasikan Siswa:

Memberikan pengumuman kepada siswa mengenai perubahan guru dan memberikan petunjuk

atau informasi yang diperlukan.

Memastikan bahwa siswa tahu tempat dan jam pelajaran yang telah diubah.

Pantau Proses Penggantian:

Memantau pelaksanaan penggantian guru, termasuk memastikan bahwa guru pengganti telah

tiba tepat waktu dan dapat memberikan pengajaran dengan efektif.

Menyelenggarakan Koordinasi Lanjutan:

Jika diperlukan, menyelenggarakan koordinasi tambahan dengan guruguru pengganti untuk

memastikan semua proses pembelajaran berjalan dengan baik selama absennya guru utama.

Pelaporan dan Evaluasi:

Merekam informasi tentang penggantian guru, termasuk informasi tentang guru pengganti

yang dihubungi, waktu pelajaran yang diganti, dan evaluasi pelaksanaan penggantian.

Melaporkan ke kepala sekolah atau pimpinan lainnya mengenai proses penggantian guru.

7

media

Mencatat dan melaporkan kasus-kasus yang bersifat khusus kepada Kepala Sekolah
Pemantauan Aktivitas Siswa:

Melakukan pemantauan aktif terhadap aktivitas siswa di area sekolah selama jam pelajaran

dan di luar jam pelajaran.

Mengamati perubahan perilaku atau situasi yang dapat dianggap sebagai kasus khusus.

Pencatatan Kejadian:

Mencatat dengan cermat setiap kejadian atau perilaku yang dianggap khusus atau

memerlukan perhatian lebih.

Menyertakan informasi seperti waktu, tempat, orang-orang yang terlibat, dan saksi-saksi yang

mungkin ada.

Interaksi dengan Siswa:

Berinteraksi secara proaktif dengan siswa untuk mendapatkan informasi lebih lanjut atau

klarifikasi terkait suatu kasus.

Menjalin hubungan yang baik dengan siswa sehingga mereka merasa nyaman berbicara

tentang masalah yang mungkin mereka alami.

Berkomunikasi dengan Guru dan Staf:

Berkomunikasi dengan guru dan staf sekolah untuk mendapatkan informasi tambahan atau

pandangan mereka terkait kasus khusus.

Mengumpulkan berbagai sudut pandang untuk memahami konteks kasus dengan lebih baik.

Menyusun Laporan Rinci:

Menyusun laporan rinci mengenai setiap kasus khusus yang terjadi, termasuk deskripsi

peristiwa, langkah-langkah yang telah diambil, dan rekomendasi untuk tindakan lebih lanjut.

Menyajikan fakta secara obyektif dan tidak memihak.

Bertindak sebagai Penengah:

Jika mungkin, bertindak sebagai penengah dalam kasus-kasus konflik antar siswa atau situasi

yang memerlukan penyelesaian.

Menerapkan pendekatan yang adil dan memastikan bahwa keadilan ditegakkan.

Melaporkan Kepada Kepala Sekolah:

Melaporkan secara teratur kepada Kepala Sekolah mengenai kasus kasus khusus yang telah

dicatat.

Menyampaikan laporan secara tertulis dan memberikan update jika ada perkembangan baru.

Menyarankan Tindakan Lanjutan:

Memberikan saran kepada Kepala Sekolah terkait tindakan lanjutan yang dapat diambil untuk

menangani kasus-kasus khusus tersebut.

Memastikan bahwa solusi yang diusulkan sesuai dengan kebijakan sekolah dan aturan yang

berlaku.

Kerjasama dengan Pihak Terkait:

Berkoordinasi dengan pihak terkait seperti orang tua, konselor, atau pihak eksternal jika

diperlukan untuk menangani kasus-kasus yang kompleks.

Menjaga kerahasiaan dan privasi dalam penanganan informasi sensitif.

8

media

Membuat laporan hasil piket
PELAKSANAAN TUGAS GURU PIKET
Nama Guru Piket

: Yeti Tri Yuliana, S.Pd

Hari/Tanggal

: Kamis, 22 Februari 2024

Jam Piket

: 07.00-12.00


1.Memberi pengarahan di pagi hari dengan mengadakan apel pagi dan memastikan semua

siswa meninggalkan sekolah di saat jam pulang Sekolah.

Foto

9

media

2.Meningkatkan

pelaksanaan

keamanan,

kebersihan,

ketertiban,

keindahan,

kekeluargaan, kerindangan, kesehatan, keteladanan, dan keterbukaan (9K)


Foto

Aspek 9 K

Waktu

Kegiatan

Kebersihan

07.00-07.30 WITA

Memeriksa Kebersihan
Ruang Guru dan Kepala

Sekolah

Keamanan

07.00-12.00 WITA

Memeriksa dan Menegakkan

Aturan keamanan sekolah

Ketertiban

07.00-12.00 WITA

Memeriksa kehadiran siswa

Kesehatan

09.00-09.30 WITA

Melakukan posyandu remaja

oleh pihak puskesmas

10

media

3. Menerima dan mendata tamu sekolah

No

Waktu

Nama Tamu

Tujuan

1 08.00-10.00 WITA

Nursida, S.Pd

Kunjungan Pengawas

Sekolah

2



4. Mengoordinasikan guru pengganti bagi kelas yang Gurunya berhalangan hadir

No

Jam Pergantian

Guru Utama

Mata Pelajaran

Guru Pengganti

1 07.30-09.30 wita

Bapak Hamid

PJOK

Ibu Amanda N

2

11

media

5. Mencatat dan melaporkan kasus-kasus yang bersifat khusus kepada Kepala Sekolah

No

Waktu

Nama Siswa

Deskripsi Kasus
Tindakan

Penanganan

1

-

-

-

-


6. Membuat laporan hasil piket

12

media

TANTANGAN DAN RENCANA TINDAK LANJUT

Tantangan dalam Tugas Guru Piket di SMPN Satap Sibaluton:
Melaksanakan tugas sebagai guru piket di SMP tidak selalu berjalan mulus, mengingat sejumlah
tantangan yang dapat dihadapi. Beberapa Tantangan yang mungkin timbul termasuk:

1.Perilaku Siswa yang Bermacam-macam: Tantangan ini mencakup mengelola berbagai tipe

perilaku siswa, mulai dari pelanggaran disiplin hingga konflik antar siswa.

2.Kondisi Kesehatan Siswa: Menangani kasus kesehatan siswa, seperti cedera atau penyakit

tiba-tiba, dan memberikan bantuan pertama dengan sumber daya terbatas.

3.Kesulitan

dalam

Mengoordinasikan

Guru

Pengganti:

Menemui

kesulitan

dalam

mengoordinasikan guru pengganti saat guru utama berhalangan hadir, terutama jika perlu
diatur secara mendadak.

4.Masalah Kebersihan dan Keamanan Lingkungan Sekolah: Memastikan kebersihan dan

keamanan lingkungan sekolah, termasuk pemantauan fasilitas toilet dan pencegahan kejadian
yang dapat membahayakan siswa.

5.Penanganan Kasus Khusus: Menangani kasus khusus seperti konflik interpersonal,

pelanggaran aturan berat, atau situasi yang memerlukan penanganan khusus dan sensitif.


Rancana Tindak Lanjut:
Untuk menghadapi tantangan tersebut, berikut adalah rancana tindak lanjut yang dapat di
implementasikan:

1.Pengembangan Program Pembinaan Siswa: Menerapkan program pembinaan siswa yang

berfokus pada pengembangan nilai-nilai positif, keterampilan sosial, dan penyelesaian
konflik.

2.Pelatihan Kesehatan Darurat: Memberikan pelatihan kesehatan darurat bagi staf dan guru

piket untuk mengatasi kasus kesehatan mendadak dan memberikan pertolongan pertama.

3.Peningkatan Komunikasi dengan Guru Pengganti: Meningkatkan komunikasi dengan guru-

guru pengganti dengan menyusun jadwal cadangan dan membangun kerjasama yang efektif.

4.Program Pendidikan Kebersihan dan Keamanan: Melaksanakan program pendidikan

kebersihan dan keamanan di antara siswa, serta melibatkan mereka dalam upaya menjaga
kebersihan lingkungan sekolah.

5.Penggunaan Sistem Pelaporan Kasus Khusus: Menerapkan sistem pelaporan kasus khusus

yang efektif, termasuk formulir pelaporan dan prosedur untuk memastikan setiap kasus
ditangani dengan cepat dan profesional.

media

LAPORAN GURU PIKET

SMP NEGERI SATAP SIBALUTON

DINAS PENDIDIKAN KAB. TOLITOLI

PROPINSI SULAWESI TENGAH

TAHUN 2024

media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 12

SLIDE