

SISTEM RANGKA
Presentation
•
Biology
•
11th Grade
•
Practice Problem
•
Medium
Murtiana K. Lasibey
Used 3+ times
FREE Resource
36 Slides • 17 Questions
1
SISTEM RANGKA
2
PENGERTIAN
Sistem gerak adalah sistem organ pada manusia yang berperan dalam pergerakan tubuh yang terdiri dari alat gerak aktif dan alat gerak pasif.
Alat gerak aktif manusia ialah otot-otot yang menempel pada tulang dan rangka manusia
alat gerak pasif pada manusia ialah sekumpulan tulang-tulang yang membentuk rangka
3
RANGKA MANUSIA
Fungsi Rangka
Alat gerak pasif
Memberikan bentuk tubuh
Menahan dan menegakkan tubuh
Tempat melekatnya otot
Melindungi organ vital seperti otak, jantung, dan paru-paru
Tempat pembentukan sel darah pada sumsum tulang
Tempat penyimpanan kalsium dan fosfor
4
Tulang gelang bahu
Tulang gelang panggul
Tulang anggota gerak
Rangka Apendikular
Tulang tengkorak
Tulang belakang
Tulang rusuk dan dada
Rangka Aksial
Berdasarkan letaknya, tulang penyusun rangka tubuh manusia dikelompokkan menjadi dua macam
5
Rangka Aksial
6
Tulang tengkorak dibagi atas dua bagian, yaitu tulang tengkorak bagian
kepala dan tulang tengkorak bagian muka (wajah)
Tulang tengkorak
7
Tulang tengkorak bagian muka terdiri atas:
2 tulang rahang atas
2 tulang rahang bawah
2 tulang pipi
2 tulang mata
2 tulang hidung
2 tulang langit-langit
1 tulang pangkal lidah
Tulang-tulang tengkorak bagian muka menyatu dan tidak dapat digerakan, kecuali tulang rahang bawah
Tulang tengkorak bagian kepala terdiri atas 10 buah tulang yaitu:
1 tulang tengkorak belakang
1 tulang dahi
2 tulang ubun-ubun
2 tulang pelipis
2 tulang tapis
2 tulang baji
Tulang tengkorak bagian kepala merupakan hubungan tulang yang tidak dapat digerakkan
8
9
Multiple Choice
Berapa jumlah tulang tengkorak bagian kepala
9
10
11
12
10
Match
Jodohkan berikut ini
otot-otot yang menempel pada tulang dan rangka manusia
sekumpulan tulang-tulang yang membentuk rangka
Rangka yang terdapat didalam tubuh
disebut dengan rangka
organ pada manusia yang berperan dalam pergerakan
tubuh yang terdiri dari alat gerak aktif dan alat gerak pasif
Alat gerak aktif
Alat gerak pasif
endoskeleton
Sistem rangka
Alat gerak aktif
Alat gerak pasif
endoskeleton
Sistem rangka
11
Multiple Choice
Jumlah tulang ubun-ubun
1
2
3
4
12
Fungsi tulang belakang adalah:
Menyangga tulang tengkorak
Menyokong tubuh
Menjaga kesetabilan tubuh
Tempat melekatnya tulang-tulang rusuk
Tulang belakang terdiri atas 33 ruas yang terbagi atas:
7 ruas tulang leher
12 ruas tulang punggung
5 ruas tulang pinggang
5 ruas tulang kelangkang yang menyatu
4 ruas tulang ekor yang menyatu
Tulang belakang
13
Tulang rusuk terdiri dari 3 jenis tulang, yaitu:
7 pasang tulang rusuk sejati.
3 pasang tulang rusuk palsu.
2 pasang tulang rusuk melayang
Tulang Rusuk
Tulang dada merupakan tempat melekatnya tulang rusuk bagian depan. Tulang dada terdiri atas 3 bagian
Bagian hulu (tungkai)
Bagian badan (bagian tengah)
Bagian taju pedang (terbuat dari tulang rawan)
Tulang dada
Tulang dada dan rusuk
14
15
Multiple Choice
yang bukan fungsi tulang belakang
Menyokong tubuh
Menjaga kesetabilan tubuh
Tempat melekatnya tulang rusuk bagian depan
Menyangga tulang tengkorak
16
Match
Jodohkan berikut ini
Jumlah ruas tulang belakang
Jumlah ruas tulang punggung
Jumlah ruang tulang pinggang
Jumlah pasang tulang rusuk sejati
Jumlah pasang tulang rusuk palsu
33
12
5
7
3
33
12
5
7
3
17
Multiple Choice
3 bagian tulang dada
Sejati, palsu,
melayang
Hulu, badan, taju pedang
Leher, punggung, pinggang
Hulu,badan, ekor
18
Rangka Apendikular
19
Tulang gelang bahu terdiri atas:
2 tulang belikat
2 tulang selangka yang melakat pada tulang dada
Tulang gelang bahu
20
Tulang gelang panggul terdiri atas 3 jenis tulang yang berkaitan erat sehingga membentuk suatu lingkaran yang berlubang. Ketiga tulang tersebut adalah:
- 2 tulang pinggul (tulang usus)
- 2 tulang duduk
- 2 tulang kemaluan
Tulang gelang panggul
21
Tulang Anggota Gerak
Tulang anggota gerak dibedakan atas 2 kelompok, yaitu sepasang tulang anggota gerak bagian atas (lengan atau tangan) dan sepasang tulang anggota gerak bagian
bawah (kaki atau tungkai).
22
Fungsi utama tulang anggota gerak bagian atas adalah untuk melakukan berbagai aktivitas. Tulang anggota gerak bagian atas (lengan atau tangan) terdiri atas:
- 2 tulang lengan atas
- 2 tulang pengumpil
- 2 tulang hasta
- 16 atau (2 x 8) ruas pergelangan tangan
- 10 atau (2 x 5) tulang telapak tangan
- 28 atau (2 x 14) tulang jari tangan.
Tulang anggota gerak bagian atas (lengan atau tangan)
Fungsi utama tulang anggota gerak bagian bawah adalah untuk menopang berat tubuh dan mengatur gerak tubuh ketika berjalan. Tulang anggota
gerak bagian bawah (kaki atau tungkai) terdiri atas:
- 2 tulang paha
- 2 tulang tempurung lutut
- 2 tulang kering
- 2 tulang betis
- 14 atau (2 x 7) tulang pergelangan kaki
- 10 atau (2 x 5) tulang telapak kaki
- 28 atau (2 x 14) tulang jari kaki
Tulang anggota gerak bagian bawah (kaki atau tungkai)
23
Multiple Choice
Yang tidak termasuk tulang gelang panggul
tulang duduk
tulang kemaluan
tulang pinggul (tulang usus)
Tulang belikat
24
Match
Jodohkan berikut ini
Jumlah ruas pergelangan tangan
Jumlah tulang belikat
Jumlah ruas telapak tangan
Jumlah ruas tulang jari tangan
16
2
10
28
16
2
10
28
25
Multiple Choice
2 tulang gelang bahu
Kemaluan dan panggul
Selangka dan belikat
Pengumpil dan hasta
Paha dan kering
26
Jenis Tulang
27
Tulang rawan bersifat lentur, tersusun atas sel sel tulang rawan (kondrosit) yang mensekresikan matriks (kondrin) berupa hialin atau kolagen. Pada tulang rawan mengandung sedikit zat kapur, itulah sebabnya tulang rawan bersifat lentur
Tulang rawan
28
Tulang Keras
Pembentukan tulang keras berawal dari kartilago (berasal dari mesenkim). Tulang keras tersusun dari jaringan tulang keras, yang terdiri dari sel-sel tulang (osteosit) yang membentuk lingkaran. Di tengah-tengah sel tulang terdapat saluran Havers. Di dalam saluran Havers terdapat pembuluh kapiler yang berfungsi untuk mengangkut sari makanan dan oksigen pada sel tulang. Pada tulang keras banyak mengandung zat kapur (kalsium) dan sedikit mengandung zat perekat. Matriks akan mengeluarkan kapur dan fosfor yang menyebabkan
tulang menjadi keras. Proses pengerasan tulang disebut penulangan atau osifikasi. Jenis osifikasi adalah desmal dan kondral. Kondral meliputi perikondral dan enkondral. Desmal merupakan penulangan pada tulang keras, sedangkan kondral adalah penulangan pada tulang rawan
Sel-sel tulang keras yang telah mati akan membentuk rongga bekas sel tulang yang disebut lakuna. Setiap lakuna dapat berhubungan satu sama lainnya melalui saluran-saluran kecil yang disebut kanalikuli. Tulang keras terdapat pada seluruh tulang anggota gerak. Lapisan luarnya keras (tulang kompak) dan mengelilingi rongga yang disebut rongga sumsum. Jadi, tulang tidak rapat, tetapi berongga di tengahnya. Seandainya semua tulang rapat tanpa rongga, tubuh kita sangat berat dan akan sulit digerakkan
29
Tulang rawan
Tulang Keras
30
Bentuk tulang
31
Tulang pipih
Tulang pipih berbentuk pipih atau tipis, contohnya adalah tulang rusuk, tulang belikat, tulang dada. dan tulang tengkorak. Di dalamnya berisi sumsum merah, tempat pembuatan sel darah merah dan sel darah putih. Tulang pipih memiliki dua lapisan tulang kompakta yang disebut lamina eksterna dan interna osiskrani yang dipisahkan oleh satu lapisan tulang spongiosa yang disebut diploe.Tulang pendek
Tulang pendek berbentuk kubus atau pendek tidak beraturan, contohnya ruasruas tulang belakang, pangkal lengan, pergelangan tangan, pergelangan kaki dan pangkal kaki. Di dalamnya berisi sumsum merah, tempat pembuatan sel darah merah dan sel darah putih.Tulang ini memiliki inti tulang spongiosa yang dikelilingi tulang kompakta. Bentuk pendek dan bulat
32
Tulang pipa
Tulang pipa terdiri atas epifisis (bagian ujung tulang yang membesar seperti bongkol) dan diafisis (bagian tengah tulang di antara dua epifisis). Di antara diafisis dan epifisis terdapat tulang rawan berbentuk lempengan atau cakram epifisis. Jika cakra epifisis masih aktif, maka tulang pipa masih dapat memanjang. Cakra epifisis tidak aktif lagi sekitar umur 20 tahun.Tulang tak berbentuk
Tulang tak berbentuk memiliki bentuk yang tidak teratur. Tulang ini tidak memiliki bentuk, seperti pipa, pendek, atau pipih. Contoh tulang tak berbentuk, yaitu wajah dan tulang belakang
33
Bentuk tulang
Perbedaan Tulang Pipa, Tulang Pendek, dan Tulang Pipih
34
Multiple Choice
Tulang rawan hialin terdapat pada
permukaan persendian
dan trakea
hidung dan
daun telinga
ruas-ruas
tulang belakang, lutut, tendon
ligament
35
Match
Jodohkan berikut ini
berbentuk pipih atau tipis
berbentuk kubus atau pendek tidak beraturan
bagian ujung tulang yang membesar seperti
bongkol) dan diafisis (bagian tengah tulang di antara dua epifisis).
memiliki bentuk yang tidak teratur
Tulang pipih
Tulang Pendek
Tulang pipa
Tulang tak berbentuk
Tulang pipih
Tulang Pendek
Tulang pipa
Tulang tak berbentuk
36
Multiple Choice
Tulang pendek terdapat pada
Tulang Telapak tangan
dada dan rusuk
Tulang lengan
Tulang dahi
37
Oksifikasi
38
Osifikasi (proses pembentukan tulang) adalah proses dimana sel-sel mesenkim dan kartilago diubah menjadi tulang selama perkembangan. Awal pembentukan rangka berupa tulang rawan, pada manusia terbentuk secara sempurna pada akhir bulan kedua atau awal bulan ketiga pembentukan embrio. Pembentukan tulang ini bertahap dari dalam ke luar. Sel-sel osteoblas juga menempati jaringan pengikat yang ada di sekeliling rongga. Sel-sel tulang ini mengelilingi saluran haversi yang berisi pembuluh darah kapiler arteri, vena, dan serabut saraf membentuk satu sistem yang disebut sistem havers. Pembuluh darah sistem havers mengangkut zat fosfor dan kalsium menuju matriks sehingga matriks tulang menjadi keras. Kekerasan tulang diperoleh dari kekompakan sel-sel penyusun tulang. Apabila matriks tulang berongga, maka akan membentuk tulang spons, contohnya tulang pipih. Sedangkan, jika matriks tulang menjadi padat dan rapat, maka akan terbentuk tulang keras atau tulang kompak, contohnya tulang pipa berbentuk tabung dengan kedua ujung membulat. Rongga sumsum tulang dan rongga tulang spongiosa mengandung sumsum tulang kuning (terdiri atas sel lemak) dan sumsum tulang merah (tempat pembentukan sel darah merah)
39
Penulangan diawali dari tulang rawan yang banyak mengandung osteoblas. Bagian yang paling banyak mengandung osteoblas adalah epifisis dan diafisis.
Tulang rawan yang telah dihasilkan memiliki rongga yang akan terisiosteoblas.
Kemudian osteosit dibentuk ke arah luar, atau berbentuk konsentris (saluran Havers).
Di sekitar osteosit, dibentuk matriks tulang dari senyawa protein yang mengandung kalsium dan fosfor.
Pembentukan pusat osifikasi sekunder muncul pada setiap epifisis. Osifikasisekunder ini menyebabkan pemanjangan tulang
Proses Oksifikasi
40
Fill in the Blanks
41
Hubungan antar tulang
42
Hubungan antartulang di dalam tubuh disebut artikulasi. Agar artikulasi dapat bergerak, diperlukan struktur khusus yang disebut sendi. Terbentuknya sendi dimulai dari kartilago di daerah sendi. Mula-mula kartilago akan membesar lalu kedua ujungnya akan diliputi jaringan ikat. Kemudian kedua ujung kartilago membentuk sel-sel tulang, keduanya diselaputi oleh selaput sendi (membran sinovial) yang liat dan menghasilkan minyak pelumas tulang yang disebut cairan sinovial
43
Di dalam sistem rangka manusia, terdapat tiga jenis hubungan antartulang
Sinartrosis
Sinartrosis adalah hubungan hubungan antartulang yang direkatkan oleh suatu jaringan ikat yang mengalami osifikasi sehingga tidak memungkinkan adanya gerakan.Amfiartrosis
Amfiartosis adalah hubungan antartulang yang dihubungkan oleh kartilago sehingga memungkinkan terjadinya sedikit gerakan.Diartrosis.
Diartrosis adalah hubungan antartulang yang memungkinkan terjadinya gerakan tulang secara lebih bebas
44
Sendi engsel merupakan hubungan antara bonggol tulang yang masuk ke dalam mangkuk tulang yang tidak terlalu dalam dan adanya bagian pengganjal. Pada sendi engsel, gerakannya satu arah seperti gerak engsel pintu. Contohnya sendi pada siku, lutut, mata kaki, dan ruas antarjari
Sendi Engsel
45
Pada sendi putar, ujung tulang yang satu dapat mengitari ujung tulang yang lain. Bentuk seperti ini memungkinkan gerakan rotasi dengan satu poros. Contohnya sendi antara tulang hasta dan tulang pengumpil dan sendi antara tulang atlas dengan tulang tengkorak. Pada sendi putar, ujung tulang yang satu dapat mengitari ujung tulang yang lain.
Bentuk seperti ini memungkinkan gerakan rotasi dengan satu poros. Contohnya sendi antara tulang hasta dan tulang pengumpil dan sendi antara tulang atlas dengan tulang tengkorak
Sendi Putar
46
Sendi pelana merupakan hubungan antartulang yang memungkinkan terjadinya gerakan dua arah. Contohnya adalah sendi antara tulang telapak tangan dengan pergelangan tangan dan dengan ruas jari tangan
Sendi Pelana
47
Pada sendi peluru, kedua ujung tulang berbentuk lekuk dan bongkol. Bentuk ini memungkinkan gerakan bebas ke segala arah. Misalnya sendi antara tulang gelang bahu dan lengan atas, antara tulang gelang panggul dan paha.
Sendi peluru
48
Pada sendi ini, kedua ujung tulang agak rata sehingga menimbulkan gerakan menggeser. Contohnya sendi antartulang pergelangan tangan dan antartulang pergelangan kaki. Pada sendi ini, kedua ujung tulang agak rata sehingga menimbulkan gerakan menggeser. Contohnya sendi antartulang pergelangan tangan dan antartulang pergelangan kaki
Sendi geser
49
Sendi kondiloid terjadi di antara dua tulang yang permukaannya berbentuk oval. Berupa gerak ke samping dan gerak maju mundur, tetapi tidak mengitari poros. Contohnya sendi pada tulang pergelangan tangan
Sendi kondoloid
50
Match
Jodohkan berikut ini
hubungan hubungan antartulang yang direkatkan oleh
suatu jaringan ikat yang mengalami osifikasi sehingga tidak memungkinkan
adanya gerakan
hubungan antartulang yang dihubungkan oleh kartilago
sehingga memungkinkan terjadinya sedikit gerakan
hubungan antartulang yang memungkinkan terjadinya
gerakan tulang secara lebih bebas
Sinartrosis
Amfiartrosis
Diartrosis
Sinartrosis
Amfiartrosis
Diartrosis
51
Multiple Choice
terjadi di antara dua tulang yang permukaannya berbentuk
oval
Sendi putar
Sendi geser
Sendi Kondoloid
Sendi engsel
52
Match
Jodohkan berikut ini
kedua ujung tulang agak rata sehingga menimbulkan gerakan
menggeser
terjadi di antara dua tulang yang permukaannya berbentuk oval
kedua ujung tulang berbentuk lekuk dan bongkol
hubungan antartulang yang memungkinkan
terjadinya gerakan dua arah
ujung tulang yang satu dapat mengitari ujung tulang yang
lain
Sendi geser
Sendi kondoloid
Sendi peluru
Sendi pelana
Sendi putar
Sendi geser
Sendi kondoloid
Sendi peluru
Sendi pelana
Sendi putar
53
Multiple Choice
yang merupakan sendi pelana
SISTEM RANGKA
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 53
SLIDE
Similar Resources on Wayground
51 questions
HUBUNGAN INTERNASIONAL LANJUTAN
Presentation
•
11th Grade
51 questions
penerimaan APBN dan APBD
Presentation
•
11th Grade
45 questions
Evolution -
Presentation
•
9th - 12th Grade
51 questions
Topic 3
Presentation
•
University
51 questions
SISTEM PENCERNAAN 3
Presentation
•
11th Grade
49 questions
Virus
Presentation
•
10th - 12th Grade
45 questions
BAB Perubahan Lingkungan; Pencemaran Lingkungan
Presentation
•
10th Grade
45 questions
Kedudukan Titik, Garis, dan Lingkaran terhadap Lingkaran
Presentation
•
11th Grade
Popular Resources on Wayground
20 questions
STAAR Review Quiz #3
Quiz
•
8th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
6 questions
Marshmallow Farm Quiz
Quiz
•
2nd - 5th Grade
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Inferences
Quiz
•
4th Grade
19 questions
Classifying Quadrilaterals
Quiz
•
3rd Grade
12 questions
What makes Nebraska's government unique?
Quiz
•
4th - 5th Grade
Discover more resources for Biology
20 questions
Food Chains and Food Webs
Quiz
•
7th - 12th Grade
16 questions
AP Biology: Unit 2 Review (CED)
Quiz
•
9th - 12th Grade
43 questions
Human Body Systems
Quiz
•
9th - 12th Grade
20 questions
BIOLOGY EOC REVIEW: Biomolecules
Quiz
•
9th - 12th Grade
12 questions
NEW Genetics Vocab Quiz
Quiz
•
9th - 12th Grade
7 questions
BR Day 3 STAAR Review
Quiz
•
9th - 12th Grade
60 questions
Unit 8: Ecological Concepts
Quiz
•
9th - 12th Grade
30 questions
Evolution Review
Quiz
•
9th - 12th Grade