Search Header Logo
BAB II -Munculnya Embrio Kebangsaan dan Nasionalisme Indonesia

BAB II -Munculnya Embrio Kebangsaan dan Nasionalisme Indonesia

Assessment

Presentation

History

11th Grade

Practice Problem

Easy

Created by

Nur Afiah

Used 7+ times

FREE Resource

25 Slides • 1 Question

1

​Pergerakan

Kebangsaan

Indonesia

BAB II

B. Munculnya Embrio Kebangsaan dan Nasionalisme Indonesia

2

​Embrionya sudah terbentuk di masa lalu. meliputi

pasang surutnya kejayaan kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. sejarahpernah mencatat bahwa ada beberapa kerajaan di Indonesia yang dapat menyatukan hampir seluruh wilayah Indonesia saat ini

media

3

​faktor lain yang ikut memengaruhi munculnya kesadaran kebangsaan atau nasionalisme, yakni:

  • Agama Islam sebagai agama mayoritas

  • Penjajahan/kolonialisme oleh Belanda

  • Volksraad, lembaga perwakilan rakyat Hindia Belanda yang didirikan pada tahun 1918, mempertemukan elit-elit bumiputera dari berbagai daerah dan suku bangsa

  • Terbentuk organisasi organisasi kebangsaan sebagai penanda bangkitnya kesadaran bangsa Indonesia

4

1. Organisasi Pergerakan Nasional

Awal abad ke-20 menjadi titik awal dari kemunculan organisasi

di Indonesia. Baik yang bersifat kepemudaan, organisasi keagamaan,

organisasi kedaerahan, organisasi gerakan profesi, organisasi sosial,

maupun organisasi politik. organisasi politik kebangsaan adalah

garda terdepan dari organisasi yang memperjuangkan kepentingan

kemerdekaan bangsa Indonesia. sejak politik etis diberlakukan di Hindia Belanda, antara lain Boedi Oetomo, Sarekat Islam, Indische Partij, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Gerakan Pemuda, Partai Komunis Indonesia, Taman Siswa, Partai Nasional Indonesia, Istri Sedar, Gerakan wanita, Perhimpunan Indonesia, Parindra, MIAI (Majelis Islam A’la Indonesia, dan GAPI (Gabungan Partai Indonesia)

5

a. Boedi Oetomo (BO)

Organisasi yang lahir pada 20 Mei 1908 ini didirikan oleh para pelajar

STOVIA di bawah pimpinan R. Soetomo. Organisasi yang berawal dari gagasan dr. Wahidin Soedirohusodo. Soetomo tertarik dengan ide tersebut yang kemudian

bersama sejumlah pemuda lain mendirikan Boedi Oetomo di Batavia

media

6

​BO menjadi organisasi pemuda pribumi pertama yang berjalan baik di Indonesia. Salah satu program utama organisasi

ini adalah kemajuan yang harmonis bagi Nusa Jawa dan Madura. Organisasi ini berakhir pada tahun 1935 ketika bergabung dengan Parindra. Partai Indonesia Raya', Parindra) adalah nama yang digunakan oleh dua partai politik di Indonesia.

media

​Dr. Soetomo, Ketua Parindra, bersama keluarganya ( c.  1937 )

7

b. Sarekat Islam

Rekso Roemekso merupakan organisasi didirikan oleh Haji Samanhudi di Solo pada 16 Oktober 1905. Organisasi ini kemudian berganti nama menjadi Sarekat Dagang Islam (SDI). Tujuan didirikannya SDI adalah untuk menggalang kerja sama antara pedagang Islam demi memajukan kesejahteraan pedagang Islam bumi putera

media

8

media

9

media

​Samanhudi menggandeng Haji

Omar Said Tjokroaminoto yang kemudian diubah namanya menjadi

Sarekat Islam (SI) dengan alasan agar organisasi ini tidak terfokus

pada pedagang.

media

​SI bercita-cita untuk menentang ketidakadilan

terhadap rakyat bumiputera dengan ciri kerohanian yang tetap demokratis dan militan. SI disebut sebagai “gerakan nasionalis-demokratis-ekonomis”

10

c. Indische Partij (IP)

Indische Partij adalah wadah perjuangan pertama yang berwujud

partai politik berideologi nasionalisme yang berdiri pada 25 Desember 1912 di Bandung. organisasi ini adalah partai yang keanggotaannya terbuka untuk semua orang di Hindia Belanda dengan program perjuangan mengusung nasionalisme Hindia.

media

11

media

Tokoh utama IP adalah Douwes Dekker (Danudirja Setiabudi), Tjipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat. Douwes Dekker seorang Indo, adalah penentang kebijakan diskriminasi rasial dalam masyarakat kolonial.

media

Kritik terhadap kehidupan kolonial telah dilayangkan sejak awal abad ke-20 oleh Tjipto Mangunkusumo. Ideologi IP adalah nasionalisme dengan tujuan mencapai kemerdekaan tanah air Hindia dari pemerintah kolonial.

media

12

​Bagi mereka tanah Hindia adalah rumah bagi semua kelompok yang ada seperti bumiputera, Indo, Tionghoa, dan sebagainya. Nama IP semakin dikenal ketika terlibat dalam Komite Bumiputera yang menentang diadakannya perayaan 100 tahun kemerdekaan Belanda atas Prancis.Tujuan dibentuknya Komite Bumiputera adalah memperjuangkan kebebasan berpendapat serta adanya majelis permusyawaratan yang menyuarakan kepentingan rakyat Hindia

media

13

2. Perang Dunia I dan Pengaruhnya di Indonesia

14

Perang Dunia I (PD I) yang berlangsung pada 1914-1918 menandai konflik besar pertama berskala internasional di abad 20. PD I dimulai

dari pembunuhan terhadap pewaris mahkota Austria-Hungaria, yakni Archduke Franz Ferdinand beserta istrinya yang bernama Archduchess

Sophie pada 28 Juni 1914 di Sarajevo oleh kelompok teroris Serbia.

Akibatnya berlanjut pada meletusnya perang di beberapa front selama

empat tahun berikutnya. Kejadian tersebut memunculkan reaksi perlawanan dari Austria - Hungaria yang dibantu Jerman untuk mengumumkan perang terhadap Serbia yang dibantu Rusia pada 28 Juli 1914. Kemenangan awalnya

diraih oleh Jerman, Austria, dan Hungaria dari Blok Sentral. Namun

Blok Sekutu yang terdiri atas Rusia, Prancis dan Britania Raya terus

menyerang Blok Sentral. Hingga pada tahun 1917 Amerika Serikat

memihak Blok Sekutu setelah Italia bergabung lebih dahulu.

15

media

16

​PD I berakhir setelah keluar Perjanjian Versailles pada 1918.Blok Sentral akhirnya mengalami kekalahan dan ini menjadi pemicu Revolusi Rusia dan dasar kebangkitan Nazi selanjutnya. Dampak yang diakibatkan oleh peristiwa besar tersebut antara lain adalah pertama, kepopuleran paham demokrasi dan nasionalisme yang meruntuhkan

eksistensi sistem aristokrasi kerajaan

17

​3. Kongres Sumpah Pemuda dan Kongres Perempuan

​a. Kongres Sumpah Pemuda
untuk menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan datang pada kegiatan Kongres Pemuda I pada 30 April sampai 2 Mei 1926 yang dihadiri berbagai organisasi pemuda seperti Tri Koro Darmo, Jong Sumatra, Jong Java, Jong Minahasa, Jong Islameten Bond, Jong Celebes, Perkumpulan Pemuda Betawi.

media

18

​Akhirnya disepakati istilah untuk bahasa persatuan adalah bahasa Indonesia pada Kongres Pemuda berikutnya. Butuh proses sosialisasi dan konsolidasi untuk menyepakati penggunaan bahasa persatuan pada Kongres Pemuda 2.

rapat kongres diadakan di tiga tempat berbeda.

Rapat pertama kongres dilakukan di Gedung Katholikee Jongelingen Bond (Gedung Pemuda Katholik), Lapangan Banteng, Batavia.

Rapat kedua diadakan pada 28 Oktober 1928 bertempat di Gedung Oost-Java Bioscoop. Rapat ini membahas persoalan pendidikan.

19

Pada hari terakhir, sebelum kongres ditutup,

Wage Rudolf Supratman memperdengarkan instrumen lagu “Indonesia Raya”
kepada peserta kongres.

20

b. Kongres Perempuan

21

media
media

22

​Kegiatan bersama organisasi perempuan yang paling menonjol adalah Kongres Perempuan menjadi permulaan bersatunya organisasi perempuan di tanah air. Pada 22-25 Desember 1928 bertempat di Gedung Ndalem Joyodipuran, Yogyakarta, Kongres Perempuan pertama diadakan. Tercatat peserta kongres berjumlah 600 orang dari 30 organisasi perempuan yang menghadiri kongres tersebut

23

​Pada 22-25 Desember 1928 bertempat di Gedung Ndalem Joyodipuran, Yogyakarta, Kongres Perempuan pertama diadakan.

Tercatat peserta kongres berjumlah 600 orang dari 30 organisasi perempuan yang menghadiri kongres tersebut. Perhimpunan organisasi perempuan ini menekankan pada

pentingnya persatuan untuk mencegah perpecahan di kalangan

organisasi perempuan dengan alasan apapun termasuk urusan agama. Hal lain yang diperdebatkan adalah penghapusan poligami yang diusung oleh organisasi-organisasi perempuan nasional dan Kristen (Wieringa, 2010).

24

​Kongres yang berjalan selama empat hari tersebut menghasilkan

keputusan dan rekomendasi sebagai berikut:
1) disepakatinya pembentukan federasi organisasi-organisasi perempuan Indonesia,Persatoean Perempoean Indonesia (PPI) setahun kemudian. PPIkemudian berubah nama menjadi Perserikatan Perhimpoenan IsteriIndonesia (PPII),
2) PPII menerbitkan surat kabar secara mandiri

3) mencegah pernikahan anak-anak,

25

​4) mendirikan Studie fonds,

5) memperkuat pendidikan kepanduan putri,

6) mengirimkan mosikepada pemerintah yang isinya mendesak agar pemerintah memberikanmemperhatikan dan dukungan dana kepada janda dan anak-anak,menolak pencabutan tunjangan pensiun dan memperbanyak pendiriansekolah-sekolah putri.

26

Match

Cocok

kh samanhudi

Raden Oemar Said

Douwes Dekker (Danudirja Setiabudi)

Tjipto Mangunkusumo

Suwardi Suryaningrat

​Pergerakan

Kebangsaan

Indonesia

BAB II

B. Munculnya Embrio Kebangsaan dan Nasionalisme Indonesia

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 26

SLIDE