Search Header Logo
Belum Berjudul

Belum Berjudul

Assessment

Presentation

Geography

10th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Muhammad At-tamimy

FREE Resource

11 Slides • 1 Question

1

Open Ended

Bagaimana cara menganalisis lokasi yang sesuai untuk pusat perbelanjaan dengan menggunakan analisis pada sistem SiG

2

media
media

Kelompok 03/ 2023A

Pemetaan,
Penginderaan
Jauh, dan SIG

3

media
media
media
media
media

ANGGOTA KELOMPOK

Galih Bayu

23040274007

Nayla Salsabila

23040274061

Muhammad Syahdan

23040274170

Farida Mumtaz

23040274194

4

media

Isi Presentasi

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

Pengertian Peta

Komponen Peta

Jenis dan
Fungsi Peta

Proyeksi Peta

Penginderaan
Jauh

Jenis Citra
Penginderaan Jauh

Interpretasi Citra

Definisi SIG

Komponen SIG

Subsistem SIG

5

media
media

Peta adalah gambaran konvensional dari permukaan bumi yang diperkecil
sesuai kenampakkannya dari atas. Peta umumnya digambarkan dalam
bidang datar dan dilengkapi dengan skala, orientasi, dan simbol-simbol.
Dengan kata lain, peta adalah gambaran permukaan bumi yang diperkecil
sesuai dengan skala. Supaya dapat dipahami oleh pengguna atau pembaca,
peta harus diberi tulisan dan simbol-simbol.

Komponen Peta

Pengertian Peta

a.

a. Judul Peta
b. Garis Tepi
c. Orientasi
d. Skala Peta
e. Legenda atau Keterangan Peta

f. Garis Lintang dan Garis Bujur
g. Simbol Peta
h. Lettering
i. warna Peta
j. Sumber Data dan Tahun Pembuatan

6

media

View Products

Jenis Peta dan Fungsi Peta

Fungsi

1. Menunjukkan posisi atau lokasi relatif
(letak suatu tempat dalam hubungannya
dengan tempat lain) di permukaan bumi,
2. Memperlihatkan atau menggambarkan
bentuk-bentuk permukaan bumi (misalnya
bentuk benua, atau gunung) sehingga
dimensi dapat terlihat dalam peta,
3. Menyajikan data tentang potensi suatu
daerah, misalnya : Peta potensi rawan banjir,
Peta potensi kekeringan, Peta Potensi Air,
Peta Potensi Ikan
4. Memperlihatkan ukuran, karena melalui
peta dapat diukur luas daerah dan jarak-
jarak di atas permukaan bumi.

A. Jenis Peta Berdasarkan Skala
Peta jenis-jenisnya dibagi berdasarkan skalanya menjadi empat
kategori utama: Peta Kadaster, Peta Besar, Peta Sedang, dan
Peta Kecil.
Peta Kadaster: Skala 1:100 – 1:5.000, untuk menunjukkan
sertifikat tanah.
Peta Besar: Skala 1:5.000 – 1:250.000, untuk menggambarkan
wilayah sempit seperti kabupaten.
Peta Sedang: Skala 1:250.000 – 1:500.000, untuk
menggambarkan wilayah yang lebih luas seperti provinsi.
Peta Kecil: Skala 1:500.000 – 1:1.000.000, untuk
menggambarkan wilayah yang luas seperti negara atau dunia.
B. Jenis Peta Berdasarkan Isi
1.Peta Umum
Peta umum adalah peta yang memberikan gambaran
permukaan bumi secara umum, seperti bentuk morfologi,
sungai, gunung, permukiman, jalan, dan unsur-unsur geografis
lainnya.
2.Peta Khusus atau Peta Tematik
Peta khusus atau peta tematik adalah peta yang memberikan
gambaran yang bersifat khusus atau peta yang memiliki tema
tertentu. Contohnya peta tata guna lahan, peta persebaran
penduduk,

7

media

Peta merupakan penggambaran bentuk muka bumi dalam bentuk bidang datar, meski Bumi sendiri
berbentuk elipsoid. Peran proyeksi peta sangat penting untuk menggambarkannya di bidang datar
tanpa menyebabkan distorsi yang signifikan. Proyeksi peta berfungsi untuk mengurangi distorsi yang
terjadi saat menggambar bentuk elipsoid ke bidang datar, seperti tidak sama luas, bentuk, dan arah.
Berdasarkan bidang proyeksi, jenis proyeksi peta dibagi menjadi tiga:

Proyeksi Azimuthal, menggunakan bidang datar dan ideal untuk kutub;1.

Proyeksi Kerucut, menggunakan bidang kerucut dan cocok untuk lintang tengah;2.

Proyeksi Silinder, menggunakan bidang silinder dan optimal untuk ekuator atau khatulistiwa.3.

Selanjutnya, berdasarkan posisi sumbu simetri, ada:

Proyeksi Normal (Polair), ketika sumbu simetri berimpit dengan sumbu Bumi;1.

Proyeksi Transversal (Ekuatorial), ketika tegak lurus terhadap sumbu Bumi;2.

Proyeksi Miring (Obliq), ketika membentuk sudut terhadap sumbu Bumi.3.

Terakhir, berdasarkan kedudukan bidang proyekti terhadap Bumi, ada:

Proyeksi Tangen (Menyinggung), ketika posisi bidang proyeksi bersinggungan dengan permukaan
Bumi;

1.

Proyeksi Sekan (Memotong), ketika posisi bidang proyeksi berpotongan dengan permukaan Bumi.2.

Proyeksi Peta

8

media
media

Proses ini melibatkan beberapa
komponen penting, termasuk
sumber tenaga (baik alami dari
matahari atau buatan), atmosfer
yang mempengaruhi gelombang
elektromagnetik, objek yang
menjadi target penginderaan,
sensor yang menerima data, wahana
yang mengangkut alat pemantau,
dan analisis data yang dapat
dilakukan secara manual atau
digital.

Penginderaan Jauh

Pengindraan jauh, atau remote
sensing, adalah teknik untuk
memperoleh informasi tentang
objek dan fenomena di Bumi tanpa
kontak langsung, menggunakan
alat seperti pesawat terbang atau
satelit.

Citra Foto adalah gambaran yang dihasilkan dengan
menggunakan kamera sebagai sensor dan wahana
berada di udara ketika melakukan perekaman.

Citra Non Foto adalah hasil pengindraan jauh yang tidak
menggunakan sensor kamera, tetapi sumber sensor,
gelombang elektromagnetik, dan wahana

Dapat diambil kesimpulan perbedaan antara citra foto
dan non foto, sebagai berikut:

Jenis -JenisPenginderaan Jauh

9

media

View Products

interpretasi citra dapat didefinisikan sebagai kegiatan mengkaji dan menganalisis data visual yang
diperoleh dari penginderaan jauh untuk mengenali dan memahami karakteristik objek yang
tergambar
a. Tahapan Interpretasi Citra

Deteksi: Mengamati dan menentukan keberadaan objek dalam citra. Pada tahap ini, unsur
yang paling diperhatikan adalah rona dan warna.
Identifikasi: Menggunakan ciri-ciri spektral, spasial, dan temporal untuk mengenali objek yang
telah terdeteksi. Unsur-unsur seperti bentuk, ukuran, dan tekstur sangat penting pada tahap
ini.
Analisis: Melakukan analisis lebih mendalam tentang objek yang teridentifikasi. Ini termasuk
klasifikasi dan deduksi berdasarkan informasi yang diperoleh.

b. Unsur-Unsur Interpretasi Citra
Proses ini melibatkan pengamatan terhadap berbagai unsur yang ada dalam citra, seperti rona,
warna, bentuk, ukuran, tekstur, pola, bayangan, situs, dan asosiasi.
c. Metode Interpretasi

Manual: Menggunakan kemampuan visual untuk menafsirkan unsur-unsur dalam citra. Ini
sering kali melibatkan pengalaman dan pengetahuan lokal.
Digital: Memanfaatkan perangkat lunak untuk menganalisis piksel dalam citra. Teknik ini
memungkinkan klasifikasi otomatis berdasarkan kriteria tertentu

Interpretasi Citra

10

media
media

Sistem Informasi Geografis merupakan bagian dari Geografi Teknik (Technical
Geography) berbasis komputer yang digunakan untuk menyimpan dan
memanipulasi data- data keruangan (spasial) untuk kebutuhan atau
kepentingan tertentu. Sistem informasi geografis dalam bahasa Inggris lebih
dikenal Geographic Information System (GIS), yaitu suatu sistem informasi yang
digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memanggil kembali, mengolah,
menganalisis, dan menghasilkan data bereferensi geografis atau data
geospasial.

Fungsi sisitem informasi geografis

System informasi geografis (SIG) untuk memasukkan, mempeross, memanipulsi,
mengolah, menganalisis, dan menyajikan data spasial atau keruangan.

Definisi Sistem Informasi Geografis

11

media

SIG mampu menganalisi dan menyajikan data geospasial
suatu wilayah di permukaan bumi secraa cepat dan tepat,
contohnya perencanan tata ruang wilayah akan mudah di
lakukan menggunakan teknologi SIG.
a. Subsistem masukan (input)
subsuitem

masukan

berpera

untuk

mengambil,

mengumpulkan, dan mengubah data menjadi bentuk digital
yang dapat diterima dan digunakan dlam SIG.
b. Subsistem menajeman data
proses yang di butuhkan antara lain pengarsipan data dan
pemodelan. Data data yang di butuhkan, sepetipeta rupa
bumi, peta penggunaan lahan, peta topografi, peta jenis
data, data kependudukan, dan data administrasi
c. manipulasi dan data analis
analis spasial merupakan suatu Teknik atau proses yang
melibatkan

sejumlah

hitungan

dan

evaluasi

logika

sisitematis yang di lakukan dalam rangka mencar atau
menemukan

potensis

hubungan

atau

pola-pola

yang

terdapat di antara unsur-unsur geografis

Komponen Sistem
Informasi Geografis

a. Data sisitem informasi geografis
1. data spasial merupakan data yang memiliki
referensi spasia tau koordinat geografis, yaitu
posisi terhadap garis lintang dan garis bujur. Data
spasial dapat berasal dari peta analog, data
pengidraan jauh(foto udara dan foto citra), data
hasil pengukuran lapangan,terdapat dua jenis
penyajian data spasial, yaitu data rester dan data
vector.
2.Data atribut merupakan data yang menyimpan
informasi tentang nilai atau besaran dari data
spasial. Data atribut berasal dari perhitungan
statistic, sensus, dan catatan lapangan.
b. Sisitem Komputer
Perangkat keras ( hadware)
Perangkat lunak (software)

Subsistem Sistem
Informasi Geografis

12

media
media

TERIMAKASIH

Scandinavian design

Bagaimana cara menganalisis lokasi yang sesuai untuk pusat perbelanjaan dengan menggunakan analisis pada sistem SiG

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 12

OPEN ENDED