Search Header Logo
Lahirnya Pergerakan Nasional di Indonesia

Lahirnya Pergerakan Nasional di Indonesia

Assessment

Presentation

History

12th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

SAHNIM SAHNIM

Used 50+ times

FREE Resource

11 Slides • 0 Questions

1

​LAHIRNYA KEBANGKITAN NASIONAL

media

2

Jenis-Jenis Pergerakan Nasional Pertama

1.Budi Utomo (1908
2.Sarekat Islam (SI) (1912)
3.Indische Partij (IP) (1912)
4.Perhimpunan Indonesia (PI) (1922)

3

media

Sejarah
Budi Utomo Oleh:Soetomo

4

media
media
media

​Ia merupakan Tokoh penggagas pendiriian Organisasi Budi Utomo

​​Dr.Wahidin Soedirihusodo

​Ia merupakan salah satu pelajar STOVIA di Jakarta yang mendirikan organisasi Budi utomo tanggal 20 Mei 1908 di Jakarta berdasarkan ide dari Dr.Wahidin

​​Soetomo

​Mereka adalah para pelajar dari sekolah kedokteran (STOVIA) yang menggagas berdirinya Budi Utomo yang diketuai oleh Soetomo

​​Pelajar STOVIA pendiri Budi Utomo

5

"Budi Utomo adalah organisasi pemuda yang menjadi awal kebangkitan Indonesia. Sejarah berdirinya Budi Utomo berawal dari gagasan dr Wahidin Soedirohusodo. Pada 1907, Wahidin mengunjungi sekolah lamanya STOVIA. Di depan para mahasiswa sekolah kedokteran itu, Wahidin menyerukan agar mereka membuat organisasi untuk mengangkat derajat bangsa.Soetomo, salah seorang mahasiswa yang mendengar ide tersebut tertarik untuk menjalankannya.
Alhasil, Soetomo dan sejumlah pemuda lain mendirikan Budi Utomo di Batavia. Budi Otomo berdiri pada 20 Mei 1908. Organisasi ini menjadi organisasi pemuda pribumi pertama di Indonesia yang programnya meliputi Kemajuan Pendidikan dan sosial Budaya
"
Budi Utomo langsung bergerak cepat dan menggelar kongres pertama di Yogyakarta pada 3-5 Oktober 1909. Sejak saat itu Budi Utomo rutin mengelar kongres. Organisasi ini berkembang dari yang hanya terbatas pada orang Jawa, meluas menjadi orang Indonesia. Berdirinya Budi Utomo memicu organisasi pergerakan lain muncul di Indonesia.
"
Pergerakan Budi Utomo berakhir pada 1935 saat bergabung dengan Persatuan Bangsa Indonesia dan membentuk Partai Indonesia Raya (Parindra). Pergerakan Budi Utomo menjadi tonggak baru kebangkitan Indonesia.
Hari lahirnya Budi Utomo pun ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap tahun.




6

media

Sejarah Sarekat Islam
Oleh:
H.Samanhudi
di Solo

7

Awal Pembentukan

Pada awalnya, Sarekat Islam adalah organisasi dagang bernama Sarekat Dagang Islam (SDI) yang didirikan oleh K.H Samanhudi pada 16 Oktober 1905.Pendirian SDI Bertujuan untuk menggalang kerja sama antara pedagang Islam pribumi. Selain itu, Samanhudi juga ingin meruntuhkan dominasi pedagang-pedagang etnis China di sektor perekonomian Indonesia.
Pada tahun 1912, H.O.S Tjokroaminoto mengubah nama organisasi SDI menjadi Sarekat Islam. Perubahan nama tersebut bertujuan agar keanggotaan organisasi tidak hanya terbatas pada golongan pedagang, namun juga terbuka bagi seluruh umat Islam di Indonesia. Yang nanti pada akhirnya merambah ke bidang POLITIK PEMERINTAHAN.
Pada tahun 1914, beberapa anggota Sarekat Islam mendapatkan pengaruh ideologi Komunis dari tokoh Indische Social Democratische Vereniging (ISDV) bernama Henk Sneevliet. Anggota-anggota Sarekat Islam seperti Semaoen, Darsono, Alimin, dan Tan Malaka berusaha mengubah perjuangan Sarekat Islam ke arah yang lebih radikal sesuai dengan semangat komunisme.
Pada akhirnya Sarekat Islam pecah menjadi dua, yaitu Sarekat Islam Merah di bawah pimpinan Semoen dan Sarekat Islam Putih di bawah pimpinan Tjokroaminoto.

8

media

Oleh:​Tiga Serangkai
di Bandung

Sejarah Indische Partij (IP)

9

Tokoh Pendiri Indische Partij

Tokoh pendiri Indische Partij dikenal dengan tiga serangkai yaitu Douwes Dekker (Danudirjo Setiabudi), Tjipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Indische Partij berdiri pada 25 Desember 1912 dan menjadi partai politik pertama di Indonesia. Latar belakang berdirnya IP ini adalah untuk melawan diskriminasi dan ketidakadilan yang dilakukan pemerintah kolonial.
Hal ini juga membuat Indische Partij bersifat radikal dan non-kooperatif karena bergerak melawan pemerintahan Belanda pada saat itu.
Bubarnya Indische Partij
Suwardi Suryaningrat sempat mengkritik keras perayaan kemerdekaan Belanda atas Perancis dalam sebuah artikel yang berjudul “Als Ik een Nederlander was” yang berarti "Andai Saya Seorang Belanda".
Tjipto Mangunkusumo kemudian menanggapinya dengan menulis tentang sarkasme yang dimuat dalam De Expres berjudul“Kracht of Vrees?” (Kekuatan atau Ketakutan). Dua tulisan itu disambung dengan kritik Douwes Dekker bertajuk “Onze Helden: Tjipto Mangoenkoesoemo en Soewardi Soerjaningrat” (Pahlawan kita: Tjipto Mangoenkoesoemo dan Soewardi Soerjaningrat).

Hal ini membuat Belanda terusik dan memutuskan untuk membekukan izin berdirinya Indische Partij serta membubarkannya pada 4 Maret 1913. Akibat tulisan tersebut ketiganya kemudian ditangkap dan dijatuhi hukuman pengasingan ke negeri Belanda.

10

media

Oleh Sutan Kasayangan

Perhimpunan Indonesia (PI)

11


Pada 1908, terbentuklah perhimpunan Hindia (Indische Vereeniging) yang merupakan organisasi perhimpunan para mahasiswa Indonesia di Belanda.

Indische Vereeniging dipelopori oleh Noto Soeroto dan Sutan Kasayangan. Mulanya Indische Vereeniging merupakan organisasi mahasiswa bersifat sosial-budaya.
Salah satu perjuangan Indische Vereeniging saat itu ialah dengan menerbitkan buletin yang diberi nama Hindia Poetra. Ide nasionalis yang dibawa oleh Suwardi mampu menumbuhkan keinginan untuk mengadakan publikasi. menjelang tahun 1922, berganti nama dengan Perhimpunan Indonesia.

Perhimpunan Indonesia aktif dalam kegiatan-kegiatan organisasi internasional menentang penjajah.Mereka menegaskan bahwa tujuan Perhimpunan Indonesia yaitu Indonesia merdeka yang akan dicapai melalui aksi bersama.




Sejarah PI (Indische Vereeniging)

/

​LAHIRNYA KEBANGKITAN NASIONAL

media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 11

SLIDE