
Punarbhara
Presentation
•
Religious Studies
•
10th Grade
•
Practice Problem
•
Hard
Ni Damayanti
Used 3+ times
FREE Resource
21 Slides • 0 Questions
1
AJARAN PUNARBHAWA
SEBAGAI WAHANA
MEMPERBAIKI KUALITAS
DIRI
NI PUTU EKA DAMAYANTI, S.Pd., M.Pd
2
DAFTAR
ISI
A
PENGERTIAN
PUNARBHAWA
1
B
HAKIKAT
PUNARBHAWA
2
C
NILAI NILAI AJARAN
PUNARBHAWA
3
D
CARA
MENGHUBUNGKAN
AJARAN PUNARBHAWA
DENGAN KARMAPHALA
4
E
IMPLIKASI PENERAPAN
AJARAN PUNARBHAWA
TERHADAP KUALITAS
DIRI
5
3
WEDA MENGAJARKAN BAHWA SEMUA MANUSIA PADA HAKIKATNYA MEMILIKI KESADARAN YANG
DISEBUT DENGAN JIWATMAN
PUNARBHAWA = KELAHIRAN YANG BERULANG ULANG
KARMAPHALA = HASIL DARI PERBUATAN
MANUSIA MEMILIKI TUJUAN UTK MENYATU DENGAN BRAHMAN (MOKSA)
HUKUM KARMAPHALA MENENTUKAN KEHIDUPAN MANUSIA
KEHIDUPAN INI SANGAT RAHASIA
“KEINGINAN DAN KEMARAHAN’’ YANG MENJADI PENYEBAB KELAHIRAN KEMBALI
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
PEMAHAMAN
BERMAKNA
4
DANA PUNIA
KARMAPHALA
ATTENTION
HORMA & BHAKTI
PADA GURU
YAJNA
APAKAH YANG KALIAN KETAHUI TENTANG PUNARBHAWA ?
MENURUT KALIAN, ADAKAH HUBUNGANNYA DENGAN KARMAPHALA?
APAKAH HUKUM KARMAPHALA DAN PUNARBHAWA MEMILIKI KAITAN DALAM KEHIDUPAN
KALIAN ?
5
Berdasarkan bahasa Sanskerta, punarbhawa terbentuk dari
dua kata, yaitu Punar artinya lagi dan bhawa artinya menjelma.
Dengan demikian, punarbhawa berarti kelahiran yang terulang
ke dunia yang disebabkan oleh karma dan wasana dari
kehidupan seseorang tersebut. Kejadian tersebut sangat
rahasiakarena yang bersangkutan atau orang yang terlahir
tersebuttidak mampu mengetahui, siapa sebenarnya dirinya
A. PENGERTIAN
PUNARBHAWA
6
Rahasia kelahiran yang berulang-ulang
ke dunia disebabkan oleh karma wasana
dari suatu kehidupan yang lain, sebelum
seseorang mengetahui hakikat sang diri.
Pengetahuan tersebut diuraikan pada
bhagawadgita sebagai berikut.
Janma Karma ca me divyam evaṁ yo vetti
tatvataḥ, tyaktvā deham purnarjanma naiti
mām eti so rjuna.
Terjemahannya:
Ia yang mengetahui sebenarnya kelahiran
suci dan karya-Ku, ia tidak lahir lagi, jika
meninggalkan badannya, ia datang
padaku, O Arjuna. (Bhagawadgita. IV. 9).
7
)
)
)
)
)
)
)
)
)
Uraian sloka tersebut menjelaskan bahwa manusia tetap memiliki tujuan untuk mencapai
kesempurnaan menyatu dengan Hyang WidhiWasa. Kelahiran tersebut merupakan kesempatan
untuk meningkatkan kesempurnaan hidup. Selain itu guna mengatasi kesengsaraan dan suka
duka dengan cara terus berusaha meningkatkan kualitas diri demi mencapai kesempurnaan
agar bisa melepaskan diri dari keterikatan duniawi yang selanjutnya menyatu dengan Hyang
Widhi Wasa dengan selalu berkarma yang baik. Karena karma dan phala menjadi satu
bagian yang tidak pernah terpisah.
Di dalam Weda disebutkan Karma phala ngaran ika palaning gawe hala hayu. Terjemahanya,
karma phala adalah akibat phala dari baik buruk suatu perbuatanatau karma (Slokantara 68).
Hukum karma ini sesungguhnya sangat berpengaruh terhadap baik buruknya segala makhluk
sesuai dengan perbuatan baik dan perbuatan buruk yang dilakukan semasa hidup. Hukum
karma dapat menentukan seseorang hidup bahagiaatau menderita. Jadi, setiap orang berbuat
baik (subha karma), pasti akan menerima hasil dari perbuatan baiknya,demikian pula
sebaliknya (Tim Penyusun, 2012).
) ) ) ) ) ) ) ) )
8
)
)
)
)
)
)
)
)
)
2. HAKIKAT
PUNARBHAWA
01
Icchā dveṣasamutthena dvandvamohena bhārata, Sarvabhūtāni
saṁmohaṁsarge yānti parantapa. Terjemahannya:
Semua makhluklahir dalam keadaantertipu, o Bharata,disebabkan oleh
kedua sifat yang timbul dari keinginan dan kemarahan, o penakluk
musuh. (Bhagawadgita. VII.27)
02
Berdasarkan isi sloka tersebut, dijelaskan bahwa terdapat dua sifat, yaitu “keinginan dan
kemarahan” yang menjadi penyebab kelahiran kembali. Akan tetapi, bagi mereka yang mampu
mengendalikan kedua sifat tersebut dan tekun melakukan pemujaan dengan penuh keyakinan,
maka kualitas diri akan semakinmeningkat.
BHAGAWADGITA VII.27BHAGAWADGITA VII.27
) ) ) ) ) ) ) ) )
BHAGAWADGITA VII.28BHAGAWADGITA VII.28
Yesam tv antugatam papam jananam punyaKarmanam, Te
dvandvamoha nirmukta bhajantemam drdha
vratah.Terjemahannya:Akan tetapi, bagi mereka yang salah,
yang dosanya sudah bebas dari tipuan kedua sifat tadi,
menyembah Aku dengan penuh ketekunan dan keyakinan.
(Bhagawadgita. VII.28)
9
)
)
)
)
)
)
)
)
)
) ) ) ) ) ) )
) ) ) ) ) ) ) ) )
PANCA MAYA KOSA
Manusia memiliki lima lapisan badan yang wajib
diketahui dalam upaya meningkatkan kualitas
diri melalui panca maya kosa, yaitu
1.annamaya kosa, terbuat dari makanan dan
minuman;
2.pranamaya kosa, terbuat dari prana atau
energi;
3.manomaya kosa, terbuatdari alam pikiran;
4.wijnanamaya kosa, terbuatdari pengetahuan;
dan
5.anandamaya kosa, terbuat dari rasa
kebahagiaan.
Dalam pengetahuan panca maya
kosa dijelaskan bahwa dalam lapisan-
lapisan badan inilah karma wasana
yang menyebabkan punarbhawa.
Dengan demikian, punarbhawa
merupakan kelahiran badan astral
atau badan (bukan kelahiranatman),
karena atman memiliki sifat-sifat
istimewa dan tidak pernah lahir.
10
)
)
)
)
)
)
)
)
)
Berikan analisis kalian tentang cara
meningkatkan kualitas diri melalui unsur-unsur
panca mayakosa pada ajaran punarbhawa!
.
TUGAS 1 : MARI
MENGANALISIS
) ) ) ) ) ) ) ) )
11
)
)
)
)
)
)
)
)
)
Penyebab terjadinya kelahiran karena dipengaruhi oleh karma wasana sebelumnya. Tiga
macam Karmaphala yang mempengaruhi karma wasana sebagai berikut:
1)Sancita karmaphala, yaitu karma yang lalu, namun baru dapat di nikmati buahnya pada
kelahirannya yang sekarang.
2)Prarabda karmahpala, yaitukarma yang dilakukan sekarangdan buahnya diterimasekarang
juga.
3)Kriyamana karmaphala, yaitu perbuatan yang tidak sempat dinikmatisekarang. Namun
akan diterima pada kehidupan yang akan datang.
Oleh karena itu, sudah seharusnya setiap orang berbuat yang baik, berpikir yang baik, dan
berkata yang baik. Hasilnya pasti baik sesuai dengan hukum karmaphala tersebut.
.
3. NILAI NILAI AJARAN
PUNARBHAWA
) ) ) ) ) ) ) ) )
12
)
)
)
)
)
)
)
)
)
Adapun manfaatdan nilai yang akan diperolehdari penghayatan terhadap hukum Karma pada
ajaran punarbhawa adalahsebagai berikut:
1.disiplin untuk selaluberpikir yang bersihdan suci (manacika parisudha);
2.disiplin untukselalu berkata yang baik, sopan, dan benar(wacika parisudha);
3.disiplinuntuk selaluberbuat yangjujur, baik, dan benar (kayika parisudha);
4.melahirkan kesabaran, ketenangan, dan ketabahan;
5.keyakinan diri terhadap setiapperbuatan;
6.pengendaliandiri yang ketat;
7.selalu bersyukur; dan
8.kebijaksanaan;
.
) ) ) ) ) ) ) ) )
13
)
)
)
)
)
)
)
)
)
Ajaran karmaphala dan punarbhawa menjadi dasar keyakinan
masyarakat Hindu dalam melaksanakan kehidupan spiritualnya
maupun kehidupan bermasyarakat. Pada kehidupan spiritual
manusia akan selalu mendekatkan dirinya dengan Hyang Widhi Wasa
untuk senantiasa melaksanakan ajaran agama. Pada kehidupan
bermasyarakat, manusia akan selalu menjaga hubungan baiknya
dengan orang lain agar tetap rukun, saling menghargai, menjaga
semangat gotong royong, dan menerapkan nilai-nilai
moderasiberagama.
4. CARA MRNGHUBUNGKAN
AJARAN PUNARBHAWA DENGAN
KARMAPHALA
) ) ) ) ) ) ) ) )
14
)
)
)
)
)
)
)
)
)
4. HUB.KARMAPHLA
DG PUNARBHAWA
San rajaih Karmadogairyati, sihawaratam
narah wacikaih, paksimrgatam manasair
antyajatitam. Terjemahannya:
Sebagai akibat daripada dosanya yang
dilakukan oleh badan, seseorang akan
menjadi benda tak bernyawa kelak
dikelahirannya, kemudian akibat dosa
yang dibuat oleh kata-kata akan menjadi
burung atau binatang buas, dan sebagai
akibat dosa yang dibuatnya oleh pikiran
ia akan lahir ke kelahiranyang rendah.
Manawadharmasastra
XII. 9
Dewatwamsatwika yanti,
manusyatyvam ca rajasah, tiryah
twam tamasa nityam ityessa
triwidhagatih.
Terjemahannya:
Mereka yang memiliki sifat-sifat
satwam akan mencapai alam dewata,
mereka yang memiliki sifat-sifat rajah
mencapai alam manusia dan mereka
yang memilikisifat-sifat tamah akan
terbenam pada sifat-sifat binatang,
itulah tiga jenis perbuatan.
Manawadharmasastra
XlI. 40
Matangnya haywa juga wwang
manastapa an tan paribhawa, si dadi
wwang ta pwa kagongakna ri ambek
apayapan paramadurlabha ikang si
janma manusa ngaranya, yadiapi candala
yonituwi. Terjemahannya: Oleh karena itu,
janganlahsekali-kali bersedih;
sekalipunhidupmu tidak makmur;
dilahirkan menjadi manusia itu, hendaklah
menjadikan kamu berbesar hati, sebab
amat sukar untuk dapat dilahirkan
menjadi manusia, meskipun kelahiran hina
sekalipun.
Sarasamuscaya 1. 3
) ) ) ) ) ) ) ) )
15
)
)
)
)
)
)
)
)
)
Iyam hi yonih prathama yaam prapya jagatipate, atmanam
sakyate tratum Karmabhihcubhalaksanaih.
Apan iking dadi wwang, utama juga ya, niinitaning mangkana,
wenang ya tumulungawaknya sangkeng
sangsara,makasadhanang qubhaKarma, hinganing
kotamaning dadi wwang ika. Terjemahannya: Menjelma
menjadimanusia adalah hal yang sangatutama, karena ia
dapat menolongdirinya dari kesengsaraan dengan jalan
berbuat baik.
.
SARASAMUSCAYA 4
) ) ) ) ) ) ) ) )
16
)
)
)
)
)
)
)
)
)
Kesempatan lahir sebagai manusia merupakan
saat yang baik untuk berkarma, karena semua
pahala itu akan datangpada waktunya. Liku-liku
karma dari beberapa kehidupansangat sulit
diketahuicara kerjanya, karena ada di luar batas
pikiran manusia.Walaupun demikian, karma itu
tidak lupa. Ia akan datang bila saatnya telah tiba
pada orang yang melakukannya.
) ) ) ) ) ) ) ) )
17
)
)
)
)
)
)
)
)
)
Demikianlah hubungan karmaphala dengan
punarbhawa itu sangat erat, di mana kedua aspek
ini memberikan motivasi kepada semua
oranguntuk meningkatkan kualitas hidupnya
menuju kesempurnaan, yaitu menyatunya atman
dengan Brahman atau moksa.
.
) ) ) ) ) ) ) ) )
18
)
)
)
)
)
)
)
)
)
Sarasamuscaya 1.3 menjelaskan bahwa,“Janganlah sekali-kali
bersedih; sekalipun hidupmu tidak makmur; dilahirkan menjadi
manusia itu, hendaklah menjadikan kamu berbesar hati, sebab amat
sukar untuk
dapat dilahirkan menjadimanusia, meskipun kelahiran hina sekalipun.”
Apa makna yang dapat kalianceritakan kepada temandan guru
tentangisi penjelasan Sarasamuscaya 1.3 di atas!
1.Tuliskan dalam bentuk ceritasederhana pada lembarkerja siswa!
2.Secara bergantian berceritalah dengan temankalian didepan kelas!
.
TUGAS 2 :
) ) ) ) ) ) ) ) )
19
)
)
)
)
)
)
)
)
)
) ) ) ) ) ) )
Parāśara
Dharmaśastra, XII. 75
Sarasamuccaya
sloka 4
) ) ) ) ) ) ) ) )
5. IMPLIKASI PENERAPAN AJARAN
PUNARBHAWA TERHADAP KUALITAS DIRI
Yatha dhyayanaKarmani dharmasatram
idam tatha, Adhyetavyam prayatnema
niyama svarga
gainina.”Terjemahannya;“Penghayatan
dharmaśastra ini, seperti pembelajaran
kitab suci Veda, sama wajibnya bagi
mereka yang mengharapkan tempat
kediaman di surga (setelah meninggal).”
“Iyam hi yonih prathama yaam prapya jagatipate,
atmanam sakyatetratum Karmabhih
cubhalaksanaih.”
“Apan iking dadi wwang, utama juga ya, niinitaning
mangkana, wenang ya tumulungawaknya sangkeng
sangsara,makasadhanang qubhaKarma, hinganing
kotamaning dadi
wwangika.”Terjemahannya:“Menjelma menjadi
manusia adalah hal yang sangat utama, karena ia
dapat menolong dirinya dari kesengsaraan dengan
jalan berbuat baik.”
20
Berdasarkan sloka di atas, dapat dijelaskan bahwa hanya
manusialah yang dapat menyelamatkan dirinya dari
kesengsaraan ini karena hanya manusia yang diciptakan dengan
memiliki pikiran yang digunakan untuk memikirkan
segalaperbuatan yang dilakukannya dan memilikirkan
segalaakibat yang dapat ditimbulkan dari perbuatan itu (hukum
karma). Kelahiran kembali dijadikan sebagai peluang untuk
berbuat baik dalam memperbaiki karma buruk pada kehidupan
sebelumnya. Dengan demikian, setiap orang memiliki
kesempatan untuk memperbaiki kualitas karma dari kehidupan
yang terdahulu atau karma dalam kehidupan yang sekarang.
Olehkarena itu, hendaknyaseseorang selalu berbuat baik.
21
)
)
)
)
)
)
)
)
)
) ) ) ) ) ) ) ) )
Thank You
Thank YouThank You
PENDIDIKAN AGAMA HINDU
DAN BUDI PEKERTI
AJARAN PUNARBHAWA
SEBAGAI WAHANA
MEMPERBAIKI KUALITAS
DIRI
NI PUTU EKA DAMAYANTI, S.Pd., M.Pd
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 21
SLIDE
Similar Resources on Wayground
18 questions
Teks Anekdot
Presentation
•
10th Grade
18 questions
Masa Praaksara Indonesia
Presentation
•
10th Grade
18 questions
Keruangan dan Konektivitas antar Ruang dan Waktu
Presentation
•
10th Grade
18 questions
Menutup Aurat
Presentation
•
10th Grade
18 questions
Menghindari Sifat Tercela (Tugas Shortcourse)
Presentation
•
10th Grade
18 questions
Pemerintahan Islam masa Khulafaurrasyidin
Presentation
•
10th Grade
19 questions
Pelajaran Agama
Presentation
•
10th Grade
14 questions
Dakwah Nabi Muhammad SAW periode Mekkah
Presentation
•
10th Grade
Popular Resources on Wayground
19 questions
Naming Polygons
Quiz
•
3rd Grade
10 questions
Prime Factorization
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Math Review
Quiz
•
3rd Grade
15 questions
Fast food
Quiz
•
7th Grade
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Inferences
Quiz
•
4th Grade
19 questions
Classifying Quadrilaterals
Quiz
•
3rd Grade