

Asesmen
Presentation
•
Professional Development
•
University
•
Practice Problem
•
Hard
Shofiyatuz M.Pd
FREE Resource
5 Slides • 0 Questions
1
PAUD4503/MODUL 1
1.7
E. KOMPONEN SISTEM ASESMEN
Asesmen memiliki 3 komponen yang saling berkaitan. Komponen
pertama adalah mengumpulkan dan mencatat/merekam informasi tentang
perkembangan dan belajar anak. Sebagai contoh misalnya dengan
mengumpulkan dan mencatat apa yang diketahui dan apa yang dilakukan
anak. Informasi ini dapat diperoleh dari pengamatan, komunikasi,
wawancara, portofolio, proyek, tes, check list, hasil gambar/tulisan anak,
foto, maupun rekaman suara. Komponen kedua adalah menginterpretasi dan
mengevaluasi semua informasi yang diperoleh. Hal ini bermanfaat dalam
membuat semacam keputusan atau penilaian tentang perkembangan
anak,misalnya apakah anak berada dalam tahap berkembang, atau telah
mencapai standar perkembangan tertentu.
Secara umum, ada 2 pendekatan dalam melihat asesmen, yaitu sebagai
berikut.
1. Otentik Asesmen
Otentik asesmen disebut juga dengan asesmen kelas, asesmen alternatif,
atau asesmen berdasarkan performansi (performance-based assessment).
Asesmen tipe ini terjadi sepanjang kegiatan anak di kelas. Informasi
diperoleh dari berbagai cara, terutama dari observasi/pengamatan pendidik
selama anak melakukan kegiatan yang bermakna, dengan waktu yang
berbeda-beda dan kegiatan yang berbeda pula.
2. Formal Asesmen
Komponen sistem asesmen terdiri dari (1) tes standar dan (2) strategi
asesmen informal.
a. Tes standar
Tes standar dirancang untuk mengukur karakteristik individual.
Pelaksanaan tes dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. Ada
berbagai macam tujuan tes, di antaranya adalah untuk mengukur
kemampuan, prestasi, minat, dan karakteristik kepribadian. Hasil tes dapat
digunakan untuk merencanakan tugas selanjutnya, untuk mempelajari
perbedaan antar individu dan kelompok, serta untuk kegiatan bimbingan dan
konseling.
2
1.8
Evaluasi Perkembangan Anak Usia Dini
Kemampuan adalah tingkat pengetahuan ataupun keterampilan anak
dalam bidang tertentu. Ada tiga macam tes kemampuan psikologis yaitu tes
inteligensi (Intelligence test), tes prestasi (achievement test) dan tes bakat
(aptitude test). Tes ini digunakan untuk mengukur kemampuan motorik,
bahasa, sosial, dan kognitif anak. Prestasi anak yang diukur, berkaitan
dengan sejauh mana seorang anak memahami informasi ataupun
keterampilan tertentu.
Ada berbagai macam tes standar untuk anak usia dini yang merupakan
tes psikologis, yaitu sebagai berikut.
1) Tes untuk usia bayi dan batita
Ada banyak tes psikologis yang dirancang untuk anak usia batita.
Penyusunan tes tersebut tentu saja cukup sulit berkaitan dengan usia
anak yang masih sangat dini. Dengan demikian reliabilitas dan
validitasnya pun masih dipertanyakan. Prosedurnya pun relatif sulit
dilakukan, dan juga memerlukan kompetensi yang tinggi dalam
menginterpretasi hasil tes-nya.
2) Tes untuk anak usia pra sekolah
(a) Hannah/Gardner Presechool LanguageTest (usia 3-5, 5 tahun;
fokus pada tugas perkembangan visual, auditory, motorik dan
konsep), contohnya sebagai berikut.
(1) Memasangkan kartu yang sama (dari 5 kartu).
(2) Menunjukkan bagian wajah yang hilang.
(3) Meminta anak berdiri dengan satu kaki.
(4) Memberi instruksi: ambil bola dalam boks, pantulkan ke lantai,
dan berikan kepada ibu guru.
(5) Menunjukkan boks yang kosong.
(6) Memilih mana yang di atas, mana yang di bawah.
(b) Carolina Development Profile (usia 2-5 tahun, mengukur
perkembangan motorik perceptual, penalaran, dan bahasa),
contohnya penilaian untuk melihat apakah anak sudah/belum dapat
melakukan hal berikut.
(1) Membalik halaman buku satu demi satu dengan kontrol cukup
baik.
3
PAUD4503/MODUL 1
1.9
(2) Menunjukkan model membuat menara 6-8 kotak dan meminta
anak melakukannya.
(3) Membuka bungkus permen/wafer dan lain-lain tanpa bantuan.
(c) IOWA Test of Preschool Development (usia 2-5 tahun, tes prestasi
pra sekolah, mengukur kesiapan bahasa, visual motor, memori, dan
konsep), contoh sebagai berikut.
(1) Menunjukkan objek yang diinstruksikan guru.
(2) Menceritakan secara singkat tentang gambar.
(3) Membuang plastik ke tempat sampah.
(4) Mencontoh garis lurus.
(5) Meletakkan pegs dalam pegsboard.
(6) Mengulang kembali benda yang baru ditunjukkan guru.
(7) Mengulang kembali sekelompok benda yang disebutkan guru.
(8) Menunjuk benda yang berwarna tertentu.
(9) Mencari bentuk benda yang serupa.
(10) Meletakkan suatu benda dekat boneka, jauh dari boneka.
(d) Minnesota Child Development Inventory, usia 1 sampai 6 tahun,
mengukur perkembangan anak pra sekolah), dengan contoh sebagai
berikut.
(1) Motorik
kasar:
termasuk
kekuatan,
keseimbangan
dan
koordinasi.
(2) Motorik halus: keterampilan visual motor, koordinasi mata
tangan.
(3) Bahasa ekspresif: komunikasi, bahasa tubuh, vokal.
(4) Pemahaman-konseptual: pemahaman bahasa sampai formulasi
bahasa.
(5) Pemahaman situasi: pemahaman tentang lingkungan melalui
observasi, membedakan, meniru dan perilaku.
(6) Self help: termasuk makan, berpakaian dan ke kamar kecil.
(7) Personal-sosial:
inisiatif,
kemandirian,
interaksi
sosial,
perhatian/empati pada teman.
(e) Pre Kindergarten Scale (3-5 tahun, skala rating observer,
mengukur keterampilan kognitif, kontrol diri, kemandirian, dan
hubungan sosial), contoh berikut ini.
4
1.10
Evaluasi Perkembangan Anak Usia Dini
(1) Keterampilan personal (ketika berinteraksi dengan guru).
- Anak selalu mengekspresikan diri secara utuh.
- Anak biasanya mengekspresikan diri.
- Mengekspresikan diri tidak secara utuh.
- Hanya menggunakan bahasa tubuh.
- Belum terobservasi
(2) Hubungan dengan teman sebaya.
- Memimpin kelompok.
- Secara aktif mengikuti kelompok.
- Mengikuti kelompok setelah berargumen.
- Mengamati kelompok tanpa ikut terlibat.
- Belum terobservasi.
(3) Perilaku personal (ketika anak menumpahkan sesuatu).
- Hampir selalu membereskan tanpa diinstruksi.
- Kadang-kadang perlu diinstruksi.
- Membereskan setelah diinstruksi.
- Tidak membereskan walaupun sudah diinstruksi.
- Belum terobservasi.
(4) Keterampilan kognitif (ketika diberi instruksi).
- Sangat sedikit kesulitan mengikuti instruksi.
- Agak kesulitan tetapi tidak membutuhkan bantuan.
- Kesulitan dalam mengikuti instruksi dan membutuhkan
bantuan.
- Kesulitan dan tidak menyelesaikan tugas sekalipun
dibantu.
- Belum terobservasi.
b. Strategi Asesmen Informal
Strategi asesmen informal mencakup berbagai cara seperti berikut.
1) Observasi
Observasi adalah metode informal yang paling sering digunakan
dalam mengakses kemajuan perkembangan anak. Ada berbagai
macam jenis observasi, antara lain adalah observasi naturalistik
(contoh: catatan anekdot dan running record) dan observasi
terstruktur (contoh: event sampling dan time sampling).
2) Pengukuran yang dirancang guru.
3) Check list perkembangan.
5
PAUD4503/MODUL 1
1.11
4) Skala rating.
5) Rubrik.
6) Performansi dan asesmen portofolio.
7) Asesmen berdasarkan teknologi.
Berbagai cara pengukuran tersebut akan kita perdalam di Kegiatan Belajar 2.
1) Carilah dari berbagai referensi tentang kasus perkembangan anak yang
melibatkan multidisipliner!
2) Tuliskan pengalaman Anda tentang pelaksanaan prinsip asesmen anak
usia dini di TPA, KB ataupun TK!
3) Diskusikan kelebihan dan kekurangan menggunakan berbagai cara
dalam melakukan asesmen pada anak usia dini!
Petunjuk Jawaban Latihan
Untuk dapat mengerjakan latihan tersebut, Anda harus sudah memahami
aspek-aspek dan indikator yang terdapat dalam setiap bidang pengembangan
yang terdapat pada mata kuliah semester 1 sampai dengan semester 3. Jika
Anda lupa, bukalah kembali modul-modul tersebut.
1. Asesmen merupakan proses mendokumentasi keterampilan dan
perkembangan anak. Asesmen mengukur level perkembangan anak
dan memberikan indikasi tahap perkembangan anak selanjutnya.
Asesmen bukanlah sekedar mengukur, mengurutkan ranking
ataupun mengelompokkan anak dalam kategori tertentu. Ada empat
proses dalam asesmen yaitu sebagai berikut.
a. Menentukan kebutuhan anak dan menentukan tujuan asesmen.
b. Mengumpulkan kualitatif dan kuantitatif data dengan metode
yang tepat.
LATIHAN
Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,
kerjakanlah latihan berikut!
RANGKUMAN
PAUD4503/MODUL 1
1.7
E. KOMPONEN SISTEM ASESMEN
Asesmen memiliki 3 komponen yang saling berkaitan. Komponen
pertama adalah mengumpulkan dan mencatat/merekam informasi tentang
perkembangan dan belajar anak. Sebagai contoh misalnya dengan
mengumpulkan dan mencatat apa yang diketahui dan apa yang dilakukan
anak. Informasi ini dapat diperoleh dari pengamatan, komunikasi,
wawancara, portofolio, proyek, tes, check list, hasil gambar/tulisan anak,
foto, maupun rekaman suara. Komponen kedua adalah menginterpretasi dan
mengevaluasi semua informasi yang diperoleh. Hal ini bermanfaat dalam
membuat semacam keputusan atau penilaian tentang perkembangan
anak,misalnya apakah anak berada dalam tahap berkembang, atau telah
mencapai standar perkembangan tertentu.
Secara umum, ada 2 pendekatan dalam melihat asesmen, yaitu sebagai
berikut.
1. Otentik Asesmen
Otentik asesmen disebut juga dengan asesmen kelas, asesmen alternatif,
atau asesmen berdasarkan performansi (performance-based assessment).
Asesmen tipe ini terjadi sepanjang kegiatan anak di kelas. Informasi
diperoleh dari berbagai cara, terutama dari observasi/pengamatan pendidik
selama anak melakukan kegiatan yang bermakna, dengan waktu yang
berbeda-beda dan kegiatan yang berbeda pula.
2. Formal Asesmen
Komponen sistem asesmen terdiri dari (1) tes standar dan (2) strategi
asesmen informal.
a. Tes standar
Tes standar dirancang untuk mengukur karakteristik individual.
Pelaksanaan tes dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. Ada
berbagai macam tujuan tes, di antaranya adalah untuk mengukur
kemampuan, prestasi, minat, dan karakteristik kepribadian. Hasil tes dapat
digunakan untuk merencanakan tugas selanjutnya, untuk mempelajari
perbedaan antar individu dan kelompok, serta untuk kegiatan bimbingan dan
konseling.
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 5
SLIDE
Similar Resources on Wayground
2 questions
Pengimbasan Gemini
Presentation
•
KG - University
3 questions
Actividad refuerzo
Presentation
•
KG - University
3 questions
Physikologi Analisa Logis 2022
Presentation
•
University
6 questions
W13 Risk 2024
Presentation
•
Professional Development
4 questions
Andragogy dan Heutagogy
Presentation
•
University
6 questions
Dana Kas Kecil
Presentation
•
University
4 questions
Refleksi Metode Drills dan Simulations Nawang dan Husna Baru
Presentation
•
University
7 questions
Psi Kepribadian
Presentation
•
University
Popular Resources on Wayground
20 questions
"What is the question asking??" Grades 3-5
Quiz
•
1st - 5th Grade
20 questions
“What is the question asking??” Grades 6-8
Quiz
•
6th - 8th Grade
10 questions
Fire Safety Quiz
Quiz
•
12th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
34 questions
STAAR Review 6th - 8th grade Reading Part 1
Quiz
•
6th - 8th Grade
20 questions
“What is the question asking??” English I-II
Quiz
•
9th - 12th Grade
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade
47 questions
8th Grade Reading STAAR Ultimate Review!
Quiz
•
8th Grade
Discover more resources for Professional Development
15 questions
LGBTQ Trivia
Quiz
•
University
36 questions
8th Grade US History STAAR Review
Quiz
•
KG - University
25 questions
5th Grade Science STAAR Review
Quiz
•
KG - University
16 questions
Parallel, Perpendicular, and Intersecting Lines
Quiz
•
KG - Professional Dev...
20 questions
5_Review_TEACHER
Quiz
•
University
10 questions
Applications of Quadratic Functions
Quiz
•
10th Grade - University
10 questions
Add & Subtract Mixed Numbers with Like Denominators
Quiz
•
KG - University
20 questions
Block Buster Movies
Quiz
•
10th Grade - Professi...