Search Header Logo
HIKAYAT kelas X

HIKAYAT kelas X

Assessment

Presentation

World Languages

10th Grade

Practice Problem

Medium

Created by

NI ARTINI

Used 23+ times

FREE Resource

13 Slides • 11 Questions

1

HIKAYAT

media

2

Pengertian Hikayat

  1. Menurut KBBI, hikayat adalah karya sastra lama Melayu berbentuk prosa yang berisi cerita, undang-undang, dan silsilah bersifat rekaan, keagamaan, historis, biografis, atau gabungan sifat-sifat itu. Biasanya, hikayat dibaca untuk perlipur lara, membangkitkan semangat juang, atau sekadar untuk meramaikan pesta.
    2. Hikayat adalah jenis karya sastra lama yang berbentuk prosa. Hikayat biasanya mengandung nilai-nilai moral dan sering kali disampaikan secara lisan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

3

Multiple Choice

Apa yang dimaksud dengan Hikayat?

1

cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang di dalam masyarakat.

2

jenis karya sastra berbentuk prosa dan bersifat fiktif yang menceritakan/menggambarkan suatu kisah yang dialami oleh suatu tokoh secara ringkas.

3

bentuk karya sastra yang terikat oleh irama, rima dan penyusun bait dan baris dengan pemilihan kata yang indah.

4

suatu bentuk karya sastra prosa, terutama dalam Bahasa Melayu lama yang berisikan tentang cerita, kisah, dan dongeng.

4

media

5

media

6

Anonim

Hikayat bersifat anonim, maksudnya adalah tidak diketahui secara jelas nama pencerita atau pengarang dari hikayat tersebut. Hal ini disebabkan karena tidak ada nama penulis yang jelas dalam hikayat tersebut.erita yang ditulis dalam hikayat pun disampaikan dari satu orang ke orang lain secara lisan.

Kemustahilan

Teks hikayat banyak mengandung kemustahilan, baik dari segi bahasa maupun dari segi cerita. Kemustahilan berarti hal yang tidak logis atau tidak dapat diterima nalar. Contohnya seperti bayi lahir disertai pedang dan panah. Contoh lainnya, yaitu seorang putri yang keluar dari gendang.

Edukatif

Walaupun bersifat mustahil, hikayat biasanya mengandung amanat baik yang dapat dijadikan pembelajaran bagi para pembacanya. Hikayat biasanya menanamkan unsur-unsur edukatif untuk melakukan kebaikan, tenggang rasa terhadap sesama, saling menghargai, dan nilai-nilai kehidupan lainnya.

7

Istanasentris

Hikayat seringkali bersifat istanasentris yaitu bertema dan berlatar kerajaan. Tokoh-tokoh yang diceritakan dalam hikayat biasanya adalah raja, anak raja, atau prajurit. Selain itu, latar tempat yang digunakan adalah suatu negeri yang dipimpin oleh raja, atau istana dalam suatu kerajaan.

Kesaktian

Tokoh dalam hikayat seringkali diceritakan memiliki kesaktian tertentu. Contohnya yaitu tokoh Garuda yang memiliki kemampuan merusak kerajaan dikalahkan oleh Syah Peri. Lalu, contoh lainnya yaitu Raksasa yang memberi sarung kesaktian untuk mengubah wujud.

Arkais

Hikayat bersifat arkais yaitu menggunakan bahasa yang sudah lampau. Bahasa yang digunakan dalam hikayat sudah jarang dipakai atau tidak lazim digunakan dalam komunikasi masa kini. Contohnya, seperti hatta, titah, upeti, dan bejana.

Statis

Penggambaran dan penulisan kisah dalam hikayat tidak memiliki banyak perbedaan dengan hikayat lain atau hikayat dari negara lain. Unsur, kisah, dan segala hal dalam hikayat memiliki kemiripan antara satu dengan lainnya. Dengan begitu, hikayat menjadi salah satu karya sastra yang statis atau tetap.

8

Multiple Choice

Hikayat adalah salah satu jenis cerita rakyat yang disajikan dengan menonjolkan unsurpenceritaan berciri....

1

cerita yang dibuat-buat oleh pengarangnya

2

kepandaian dan kecerdasan tokoh-tokohnya

3

kesaktian dan keunggulan ceritanya

4

kemustahilan dan kesaktian tokoh-tokohnya

9

Multiple Choice

Maka kata baginda kepada istrinya, "Ya Adinda nyawa Abang, marilah Tuan kita mandi ke dalam kolam ini karena panas sangat tubuh Kakanda rasanya." Maka kata Tuan Putri, "Nantilah Kakanda dahulu karena kita ini baharu datang dari lelah berjalan, kalau-kalau menjadi penyakit kita karena tempat ini tempat segala dewa-dewa dan mambang peri."

1. Kemustahilan yang terdapat dalam kutipan teks hikayat tersebut adalah ...

1

Berjalan-jalan sampai ke puncak gunung.

2

Mata ikan terbuat dari zamrud.

3

Suami istri mandi di kolam bersama-sama.

4

Air yang jernih di puncak gunung seperti air tawar.

10

Multiple Choice

Bacalah kutipan teks hikayat berikut.

Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu.

Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.

Karakteristik teks hikayat yang terdapat pada penggalan teks hikayat di atas adalah ...

1

kemustahilan

2

kesaktian

3

anonim

4

istanasentris

11

Multiple Choice

Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.

Kata arkais yang berwarna merah pada penggalan hikayat di atas memiliki makna...

1

diusir

2

diminta

3

diperintah

4

diizinkan

5

diharapkan

12

Struktur Hikayat

Struktur hikayat terbagi menjadi 5 bagian, yakni abstraksi, orientasi, komplikasi, revolusi, dan koda. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Abstraksi

Abstraksi merupakan gambaran besar dari cerita. Bagian inilah yang akan dikembangkan lagi menjadi beberapa macam peristiwa.

2. Orientasi

Selanjutnya, bagian orientasi berkaitan dengan beberapa aspek, seperti aspek tempat/latar, waktu, dan suasana. Orientasi membantu cerita hikayat agar mudah dipahami pembaca dan menarik.

3. Komplikasi

Komplikasi merupakan urutan kejadian yang mengarah pada puncak masalah. Pada bagian ini, karakter dalam cerita hikayat akan menghadapi konflik.

4. Resolusi

Sementara resolusi, merupakan penyelesaian dari konflik yang dialami tokoh/karakter dalam cerita hikayat.

5. Koda

Struktur teks hikayat yang terakhir adalah koda. Bagian ini berisi amanat atau pesan yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca. Lewat koda, pembaca bisa menyimpulkan nilai-nilai yang terkandung dalam hikayat.

13

media

14

Nilai Budaya

Nilai budaya merupakan nilai yang berkaitan dengan adat istiadat atau kebiasaan di suatu wilayah tertentu. Karena hikayat berasal dari Melayu, kita bisa banyak belajar mengenai kebudayaan Melayu dengan membaca hikayat.

Nilai Sosial

Nilai sosial merupakan nilai yang berkaitan dengan relasi antarmanusia. Melalui hikayat, kita bisa banyak belajar mengenai nilai-nilai sosial yang dapat melatih kita menjadi manusia yang dapat bersosial dengan sesama manusia lainnya dengan baik.

Nilai Agama

Nilai agama merupakan nilai yang berkaitan dengan kepercayaan tokoh akan keberadaan Tuhan. Hikayat banyak mengajarkan nilai-nilai keagamaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan untuk mempertebal iman.

Nilai Moral

Nilai moral merupakan nilai yang berkaitan dengan akhlak atau sikap baik dan buruk manusia. Hikayat banyak mengandung nilai moral yang dapat dijadikan cerminan untuk bersikap dalam kehidupan sehari-hari.

15

Bentuk-Bentuk Hikayat

Cerita rakyat

Hikayat ini digambarkan dengan jenaka. Biasanya, hikayat cerita rakyat bercerita tentang asal usul suatu tempat atau benda. Contohnya, yaitu “Hikayat Rhang Manyang”.

2. Roman

Hikayat roman berisi tentang kisah cinta dan kisah rumah tangga, misalnya “Hikayat Putroe Gambak Meuh”.

3. Epos

Seperti namanya, hikayat epos berkisah tentang kepahlawanan seseorang. Salah satu contoh epos yang terkenal, yaitu “Hikayat Ramayana”.

4. Tambeh

Hikayat tambeh bercerita tentang pedoman hidup. Maka dari itu, kisahnya seringkali mengandung amanat yang bisa dipetik pembacanya. Contohnya, seperti “Hikayat Tambek Tujoh Blah”.

5. Chara

Chara merupakan bentuk hikayat yang berfokus pada seseorang tokoh terpuji. Bentuk hikayat ini juga termasuk dalam jenis hikayat biografi. Salah satu contohnya, yaitu “Hikayat Indera Bangsawan”.


16

Jenis-Jenis Hikayat

Aspek Historis

Sebagian besar hikayat sering ditemukan dalam bahasa Melayu klasik, tetapi ada beberapa hikayat yang juga ditulis dalam bahasa lain. Nah, hal ini terjadi karena hikayat yang berasal dari beberapa negara dengan bahasa, latar belakang agama, dan sejarah yang berbeda.

Maka dari itu, apabila dilihat dari aspek historis, jenis hikayat dibagi lagi menjadi beberapa kelompok, di antaranya:

1. Melayu

Hikayat Melayu pada umumnya kental akan unsur agama Islam. Contoh dari hikayat Melayu, yaitu “Hikayat Hang Tuah”, “Hikayat Indera Bangsawan”, “Hikayat Malim Demam”, dan “Hikayat Si Miskin”.

2. India 

Ciri khas hikayat India yaitu memiliki unsur keagamaan, yaitu agama Hindu. Kisah utama dalam hikayat Hindu, yaitu cerita “Sri Rama” dan “Mattabbhroto”. Nah, seiring berjalannya waktu, dua kisah tersebut berkembang menjadi hikayat lainnya, seperti “Hikayat Pandawa Lima”, “Hikayat Perang Pandawa”, dan “Hikayat Bayan Budiman”.

3. Arab-Persia

Mayoritas agama yang dianut di Arab dan Persia adalah agama Islam. Maka dari itu, hikayat-hikayat yang muncul juga bertema Islam dan mengandung nilai-nilai keislaman. Beberapa contohnya, yaitu “Hikayat 1001 Malam”, “Hikayat Bachtiar”, dan “Hikayat Amir Hamzah”.

4. Jawa

Hikayat-hikayat Jawa memiliki kemiripan sifat, tokoh, dan alur seperti hikayat yang ada di India dan Arab. Hal ini karena budaya Jawa dipengaruhi oleh agama Islam dan Hindu. Percampuran budaya yang berbeda ini akhirnya melahirkan budaya baru. Beberapa contoh hikayat Jawa, yaitu “Hikayat Panji Semirang”, “Hikayat Cekel Weneng Pati”, dan “Hikayat Indera Jaya” yang diambil dari cerita Alingdarma.

 

17

Aspek Isi

Sementara itu, apabila dilihat dari aspek isi ceritanya, jenis hikayat dibagi ke dalam lima kelompok, yaitu:

1. Sejarah

Hikayat ini sering kali berkisah tentang tokoh atau kejadian bersejarah. Walaupun berkisah tentang sejarah, hikayat tetap bersifat fiksi atau khayalan sang pujangga. Kisah dalam hikayat ini biasanya dikaitkan dengan kisah-kisah sejarah yang pernah terjadi dalam suatu masa.

Selain itu, bisa juga latar belakang peristiwa disesuaikan dengan kejadian yang terjadi dalam sejarah. Contohnya, seperti “Hikayat Patani”, “Hikayat Hang Tuah”, dan “Hikayat Raja-Raja Pasai”.

2. Biografi 

Hikayat biografi biasanya hanya fokus pada seorang tokoh. Tokoh yang diangkat ini bisa diambil dari tokoh nyata maupun fiksi. Meskipun begitu, kisahnya menceritakan tentang kehidupan tokoh tersebut. Contohnya, seperti “Hikayat Abdullah” dan “Hikayat Indera Bangsawan”.

3. Agama 

Jenis hikayat ini menceritakan tentang tokoh agama, peristiwa dalam keagamaan, maupun nilai-nilai hidup yang diajarkan dalam suatu agama. Contohnya, seperti “Hikayat Indera Putera”, “Hikayat Si Miskin”, “Hikayat 1001 Malam”, dan “Hikayat Bayan Budiman”.

4. Peristiwa

Hikayat peristiwa menceritakan tentang sebuah peristiwa besar yang pernah terjadi tapi dengan penggambaran yang didramatisasi dengan keajaiban-keajaiban dan mukjizat. Contohnya, seperti “Hikayat Raja-Raja Pasai” dan “Hikayat Tanjung Lesung”.

5. Cerita

Hikayat ini menekankan pada kisah yang diangkat, terutama tentang romansa percintaan. Biasanya, hikayat ini juga disertai dengan latar belakang sejarah. Contohnya, seperti “Hikayat Malin Kundang” dan “Hikayat Roro Jonggrang”.

18

Contoh Hikayat

  • Hikayat Abu Nawas

  • Hikayat Banjar

  • Hikayat Iskandar Zulkarnain

  • Hikayat Nakhoda Muda

  • Hikayat Kalila dan Daminah

  • Hikayat Panji Semirang

  • Hikayat Panca Tanderan

  • Hikayat Putri Kemuning

  • Hikayat Antu Ayek

  • Hikayat Tiga Pengembara Lapar

  • Hikayat Shinta dan Raja Kalanggan

  • Hikayat Jaya Lengkara

  • Hikayat Jaka Tarub

  • Hikayat Perkara Si Bungkuk dan Si Panjang

  • Hikayat Seorang Kakek dan Seekor Ular

  • Hikayat Patani

19

Multiple Choice

Amanat yang terkandung dalam kutipan berikut adalah...

Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"

1


Setiap manusia pasti akan meninggal dunia, sekalipun seorang raja.

2

Sebaiknya seorang raja memiliki keturunan agar ada yang meneruskan kekuasaannya.

3

Dalam sebuah musyawarah hendaknya meminta pendapat semua anggota yang hadir.

4

Segala sesuatu harus diputuskan secara musyawarah mufakat.

20

Multiple Choice

Ketika Leyla memutuskan untuk mengungsi, meninggalkan kampong halamannya, perih yang melilit perutnya kian menjadi-jadi. Terlampau perihnya, hingga seluruh pandangannya terasa buram. Leyla seperti melihat ribuan kunang-kunang berlesatan mengitari kepalanya. Selanjutnya, ia menyebut kunang-kunang itu sebagai sang maut. Sang maut yang selalu menguntitnya dan sewaktu-waktu siap mengantarnya menyusul almarhum suaminya.

Konjungsi “ketika” dalam teks di atas menyatakan?

1

Urutan waktu

2


Urutan peristiwa

3

Hubungan peristiwa

4

Hubungan waktu

21

Multiple Choice

Berikut ini yang bukan merupakan contoh hikayat adalah

1

Sri Rama

2

Indra Bangsawan

3

Si Miskin

4

Laskar pelangi

22

Multiple Choice

Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"

Isi kutipan tersebut menceritakan tentang...

1

Masyarakat sedang berduka atas kematian rajanya.

2

Para menteri dan orang besar melakukan musyawarah pemilihan raja.

3

Seorang raja telah meninggal dan tidak memiliki anak.

4

Hak orang berpendapat untuk memecahkan masalah dalam suatu musyawarah.

23

Multiple Choice

Perhatikan penggalan hikayat berikut !

Maka anakanda yang mulia baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.

Kata arkais yang bercetak miring dititahkan pada penggalan hikayat tersebut memiliki makna ...

1

Diperintah

2

Di usir

3

Diminta

4

Diizinkan

24

Multiple Choice

Tujuan dari menceritakan kembali isi hikayat adalah untuk….

1

Mengetahui isi hikayat

2

Menyimpulkan isi hikayat

3

Menyimpulkan nilai-nilai dalam hikayat

4

Menyimpulkan isi dan nilai-nilai dalam hikayat

HIKAYAT

media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 24

SLIDE