Search Header Logo
Bab 3 Bahasa Indonesia

Bab 3 Bahasa Indonesia

Assessment

Presentation

Education

6th Grade

Practice Problem

Easy

Created by

Okti Fajriani

Used 1+ times

FREE Resource

45 Slides • 6 Questions

1

media

B. INDONESIA
MATERI 2

2

media

Betapa hatiku takkan pilu
Telah gugur pahlawanku
Betapa hatiku tak akan sedih
Hamba ditinggal sendiri

Siapakah kini pelipur lara
Nan setia dan perwira
Siapakah kini pahlawan hati
Pembela bangsa sejati

Reff:
Telah gugur pahlawanku
Tunai sudah janji bakti
Gugur satu tumbuh seribu
Tanah air jaya sakti

Gugur bungaku di taman bakti
Di haribaan pertiwi
Harum semerbak menambahkan sari
Tanah air jaya sakti

GUGUR BUNGA

3

media
media

COBA TEBAK GAMBAR

4

Fill in the Blanks

5

media

BUKA PUASA BERSAMA

6

media
media

COBA TEBAK GAMBAR

7

Fill in the Blanks

8

media

SAKIT PERUT

9

media
media

COBA TEBAK GAMBAR

10

Fill in the Blanks

11

media

JERAWAT BATU

12

media
media

COBA TEBAK GAMBAR

13

Fill in the Blanks

14

media

LUKA DALAM

15

Poll

Pernahkah kalian membaca cerita legenda?

Ya Pernah

Tidak Pernah

16

media

LEGENDA

Legenda merupakan salah satu cerita rakyat pada zaman dahulu yang ada hubungannya dengan peristiwa sejarah.

Cerita legenda melibatkan tokoh-tokoh sejarah ataumotologis. Tidak jarang, karakter pada cerita legenda, punya kemampuan yang di luar akal manusia, sehingga sering dianggap sebagai pahlawan atau orang penting dalam masyarakat

17

Open Ended

Apa judul cerita Legenda yang pernah kalian baca?

18

media

LEGENDA

Legenda biasanya menceritakan tentang tokoh, peristiwa, atau tempat tertentu yang berisi campuran antara fakta historis (sejarah) dengan mitos

Cerita legenda bertujuan untuk menjelaskan asal-usul budaya, tempat, kerajaan, atau peristiwa heroik lainnya.

19

media

STRUKTUR CERITA LEGENDA

ORIENTASI
Bagian awal cerita yang berisi pengenalan tokoh dan latar.

KOMPLIKASI
Bagian cerita yang memuat konflik/permasalahan yang dialami
antartokoh sampai menuju klimaks (puncak permasalahan).

RESOLUSI
Bagian cerita yang memuat penyelesaian masalah dari permasalahan yang terjadi.

KODA
Bagian pesan moral atau amanat cerita.

20

media

UNSUR INTRINSIK CERITA LEGENDA

1.Tokoh

Peran yang ada dalam cerita

2. Watak Tokoh

Sifat yang mempengaruhi
pikiran dan tingkah laku.

3. Latar

Keterangan waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa.

4. Tema

Gagasan utama yang
disampaikan dalam cerita.

5. Amanat

Pesan moral cerita

21

media

UNSUR INTRINSIK CERITA LEGENDA

6. Alur

Proses terjadinya cerita

Alur maju
Alur mundur
Alur campuran

7. Sudut Pandang

Cara yang dipakai pengarang
dalam bercerita.

Sudut pandang orang
pertama
Sudut pandang orang
ketiga

22

media

CIRI-CIRI LEGENDA

Tokoh dalam cerita memiliki kesaktian,

Terdapat unsur keajaiban dalam cerita,

Dihubungkan dengan hal-hal gaib

Terdapat unsur sejarah dan ceritanya dianggap benar

Memiliki amanat

23

media

CONTOH LEGENDA DI INDONESIA

Legenda Lutung Kasarung yang berasal dari Jawa Barat

Legenda Malin Kundang yang berasal dari Padang, Sumatera Barat

Legenda Gunung Merapi yang berasal dari Jawa Tengah dan Yogyakarta

Legenda Bawang Merah dan Bawang Putih yang berasal dari Riau

Legenda Roro Jonggrang yang berasal dari Jawa Tengah dan Yogyakarta

Legenda Sangkuriang yang berasal dari Jawa Barat

24

media

MANFAAT CERITA LEGENDA

Melestarikan dan mengabadikan cerita-cerita

tradisional yang dianggap penting bagi suatu masyarakat

Mengajarkan nilai-nilai moral dan etika kepada generasi muda

Meningkatkan rasa identitas dan kebanggaan terhadap

warisan budaya suatu masyarakat

Menghibur dan memperkaya khazanah sastra suatu

budaya

25

media

MEMBUAT PETA KONSEP

Buatlah peta konsep atau bentuk lainnya
terkait materi “Legenda” di bukumu!

1.

Lalu cobalah kalian kerjakan quizizz untuk
mereview materi di bab ini!

2.

Setelah selesai mari kita refleksikan
pemahaman kita di materi ini!

3.

26

media
media
media

GAYA BAHASA
MAJAS

27

media

TAHUKAH KALIAN?

Apa itu

Denotatif?

Apa itu

Konotatif?

Apa itu
Kiasan?

28

media
media

COBA PERHATIKAN!

Kalimat 1 :
Bu Okti begitu berat hati melihat seorang penjual pisang di ujung
jalan KPAD.

Kalimat 2 :
Bu Okti begitu tidak tega melihat seorang penjual pisang di ujung
jalan KPAD.

29

media

JADI ADA YANG DAPAT MENYIMPULKAN?

Denotatif : Makna yang sebenarnya
Konotatif : Makna kiasan (bukan arti kata sebenarnya)

30

media
media

Majas adalah salah satu bentuk gaya bahasa untuk
mendapatkan suasana dalam sebuah kalimat agar

semakin hidup. Mudahnya, bisa kita pahami bahwa majas

itu menjadi ungkapan yang dapat menghidupkan suatu

kalimat. Majas melakukan penyimpangan dari makna dari

suatu kata yang biasa digunakan.

APA ITU MAJAS?

31

media
media

MANFAAT DARI PENGGUNAAN MAJAS

Membangun sebuah kesenangan

1.

Menciptakan sebuah imajinasi

2.

Mendekatkan Pembaca dengan Pengarang

3.

Esensial (terkesan berbeda dan bermakna)

4.

Meningkatkan Daya Tarik Pembaca Terhadap Karya Sastra

5.

Menciptakan Sugestif (menciptakan efek informasi yang padat,
kaya, menarik dan efektif bagi para pembaca)

6.

32

media
media
media

Majas perbandingan,
Majas sindiran,
Majas penegasan, dan
Majas pertentangan.

JENIS-JENIS MAJAS

33

media
media
media

alegori
personifikasi,
metafora,
metonimia,
asosiasi,
hiperbola,

MAJAS PERBANDINGAN

simile,
antonomasia,
pars pro toto,
totem pro parte, dan
eufimisme.

34

media
media

Majas perbandingan adalah majas
yang membandingkan atau
menyandingkan antara satu objek
dengan objek lainnya.

MAJAS PERBANDINGAN

35

media
media

Mengungkapkan sesuatu dengan

perbandingan langsung atas dasar sifat

yang sama atau hampir sama.

MAJAS METAFORA

Karena rajin membantu, dia dianggap

anak emas oleh orang tuanya.

Contoh:

36

media
media

Majas asosiasi digunakan untuk membandingkan

perasaan atau emosi dengan suatu objek, simbol, atau
situasi yang berbeda. Membandingkan dua objek yang

berbeda tapi dianggap sama, menggunakan kata

pembanding ‘bagaikan,’ ‘bak,’ atau ‘seperti.’

MAJAS ASOSIASI (PERUMPAMAAN)

Matanya indah seperti bintang kejora.

Contoh:

Suara hujan mengingatkanku pada kesegaran dan

ketenangan.

37

media

MAJAS PERSONIFIKASI

Majas yang membandingkan antara manusia dengan benda mati,

seolah-olah benda tersebut memiliki sifat layaknya manusia.

Contoh:

Pohon nyiur melambai-lambai tertiup angin.

Deburan ombak memecah karang.

38

media

MAJAS HIPERBOLA

Majas yang menggunakan ungkapan yang berlebihan dan tidak
masuk akal atau menyampaikan sesuatu dengan gaya melebih-

lebihkan.

Contoh:

Dentuman itu menggelegar membelah angkasa.

Ayah bekerja keras membanting tulang demi

memenuhi kebutuhan keluarganya.

39

media
media

PERHATIKAN KALIMAT BERIKUT!

40

media

PERHATIKAN KALIMAT BERIKUT!

“Udin, Siti mohon maaf karena lupa membawa

bukumu. Buku yang dipinjam kemarin,” ucap Siti.

“Tidak apa-apa Siti. Tetapi besok jangan

lupa, ya!” jawab Udin.

41

media

PERHATIKAN KALIMAT BERIKUT!

Siti berkata kepada Udin, bahwa dia meminta maaf

karena lupa membawa bukunya yang dipinjam

kemarin.

Udin menjawab bahwa dia tidak mengapa
jika Siti tidak membawa bukunya, asalkan

besok Siti tidak lupa.

42

media
media

Menurutmu adakah

perbedaannya?

43

media

DEFINISI

Kalimat yang langsung

diucapkan oleh

pembicara atau pelaku.

KALIMAT

LANGSUNG

KALIMAT

TIDAK

LANGSUNG

Kalimat yang tidak

langsung diucapkan oleh
pembicara atau pelaku

44

media

CIRI-CIRI

KALIMAT LANGSUNG

KALIMAT TIDAK LANGSUNG

Menggunakan tanda petik
dua (“…”)
Sebelum tanda petik dua,
dipisahkan dengan tanda
koma (,)
Huruf pertama di awal
petikan menggunakan
huruf kapital

Tidak menggunakan tanda
petik dua
Menggunakan kata hubung
bahwa, agar, untuk, dan
untuk pertanyaan
menggunakan kata apakah
serta mengenai.

45

media

No.

Kalimat Langsung

Kalimat Tidak Langsung

1.
Pak Adit mengatakan, “Tikus merupakan

hama yang berbahaya.”

Pak Adit mengatakan bahwa tikus
merupakan hama yang berbahaya.

2.
Diana berkata, “Saya akan pergi ke kampus

besok.”

Diana berkata bahwa dia akan pergi ke

kampus keesokan harinya

3.
Ibu berkata, “Jangan lupa untuk mengunci

pintu rumah.”

Ibu berkata agar saya tidak lupa untuk

menutup pintu rumah

4.
Ayyubi bertanya, “Apakah kamu sudah

makan?”
Ayyubi bertanya apakah saya sudah makan.

46

media

CONTOH KALIMAT

Lani

berkata,

“Kunang

kunang di hutan ini cantik
sekali.”

“Apakah

kamu

sudah

lapar?”

tanya

Ibu

kepadaku.

Lani mengatakan bahwa
kunang-kunang di hutan ini
cantik sekali.

Ibu bertanya apakah aku
sudah lapar.

KALIMAT LANGSUNG
KALIMAT TIDAK

LANGSUNG

47

media
media

CONTOH TUGAS

48

media

FAKTA DAN OPINI

FAKTA

Hal, keadaan, atau

peristiwa yang merupakan

kenyataan atau benar-
benar ada dan terjadi,
serta bersifat objektif.

CIRI-CIRI FAKTA

Data akurat
Bersifat objektif
Telah benar-benar
terjadi

OPINI

Suatu sikap atau pendapat seseorang mengenai

sebuah keadaan yang pernah ataupun belum terjadi.

Opini sangat dipengaruhi perasaan, pemikiran,

perspektif, keinginan sikap, pengalaman, pemahaman,

dan keyakinan setiap individu.

CIRI-CIRI OPINI

Mengandung pendapat pribadi atau individu
Bersifat subjektif
Memiliki kata-kata yang sifatnya relatif

49

media

PERBEDAAN FAKTA DAN OPINI DARI SIFATNYA

DALAM KALIMAT

KALIMAT FAKTA

Dapat dibuktikan kebenarannya.
Berisi data yang bersifat kuantitatif (berupa
angka) dan kualitatif (berupa pernyataan)
Mempunyai data yang akurat baik waktu,
tanggal, tempat, dan peristiwa
Dikumpulkan dari narasumber terpercaya
Bersifat objektif, yakni data sebenarnya
dan dilengkapi dengan gambar objek
Dapat menjawab rumus pernyataan 5W+H
Menyatakan kejadian yang sedang atau
telah dan pernah terjadi
Informasi berasal dari kejadian yang
sebenarnya

CIRI-CIRI OPINI

Tidak dapat dibuktikan kebenarannya
Bersifat subjektif dan biasanya disertai
pendapat, saran, dan uraian yang menjelaskan
Tidak memiliki narasumber
Berisi pendapat tentang peristiwa yang terjadi
Menunjukkan peristiwa yang belum pasti terjadi
atau terjadi dikemudian hari
Merupakan pemikiran atau pendapat individu
atau kelompok
Informasi yang disampaikan belum ada
pembuktiannya
Ditandai kata bisa jadi, sepertinya, mungkin,
seharusnya, sebaiknya.

50

media

MENULIS LAPORAN HASIL PENGAMATAN

Manfaat Teks Laporan Hasil Pengamatan

Teks laporan hasil pengamatan berfungsi memberitahukan sesuatu berdasarkan hasil yang
diamatinya
Laporan yang baik ialah laporan yang terperinci sesuai fakta hasil pengamatan, dan mudah
dipahami oleh pembaca. Dalam penyusunan laporan harus dijelaskan secara runtut dengan
bahasa yang mudah dipahami. Dengan demikian, laporan berguna memberikan gambaran pada
orang lain tentang sesuatu yang diamati.

Struktur Teks Laporan Hasil

Pengamatan

Nama pembuat laporan
Lokasi pengamatan
Waktu pengamatan
Objek pengamatan
Hasil pengamatan

Cara menuliskan teks laporan

Menuliskan judul teks laporan hasil pengamatan
Menuliskan tujuan pengamatan
Menuliskan hasil pengamatan sesuai dengan data dan fakta
yang diperoleh
Melengkapi laporan hasil pengamatan dengan gambar (jika
diperlukan)
Membuat kesimpulan hasil pengamatan

51

media

TERIMA KASIHTERIMA KASIH

media

B. INDONESIA
MATERI 2

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 51

SLIDE