

OBSERVASI KELAS XI ATPH
Presentation
•
Education
•
11th Grade
•
Practice Problem
•
Hard
Rosa Gultom
FREE Resource
19 Slides • 0 Questions
1
ROSA MESTIKA GULTOM, S.P
PERLAKUAN BENIH DAN PENANAMAN TANAMAN PANGAN
KACANG KEDELAI DAN PADI
2
3
Pengertian Agribisnis Tanaman Pangan
Agribisnis tanaman pangan adalah kegiatan bisnis yang terkait dengan produksi, pengolahan, distribusi, dan pemasaran hasil pertanian tanaman pangan. Tanaman pangan meliputi komoditas seperti padi, jagung, kedelai, gandum, singkong, dan lainnya yang menjadi sumber utama pangan manusia.
Pertumbuhan dan Produksi tanaman dapat ditentukan oleh Proses Fisiologi yang berlangsung didalamnya. Proses fisiologi tersebut bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor iklim seperti Suhu, air (hujan), radiasi surya, serta kelembaban. Dengan demikian maka hasil dari produksi tanaman merupakan konversi energi, air, dan hara didalam tanah kedalam produk akhir yang bernilai ekonomi
4
Jenis tanaman pangan dikelompokkan menjadi 4, yaitu Serealia, Biji-bijian, Umbi-umbian, dan jenis tanaman pangan alternatif lainnya.
Serealia
Serealia adalah jenis tanaman biji-bijian yang bijinya digunakan sebagai bahan pangan pokok karena kaya akan karbohidrat. Serealia juga dikenal sebagai sumber energi utama dalam diet manusia.
Contoh Tanaman Serealia: Padi (Oryza sativa), Jagung (Zea mays), Gandum (Triticum spp.), Barley (Hordeum vulgare), Sorghum (Sorghum bicolor), dan Oat (Avena sativa).
Kandungan Utama: Karbohidrat, protein, serat, vitamin B, dan mineral seperti zat besi dan magnesium.
Kegunaan: Biasanya diolah menjadi makanan pokok, seperti beras dari padi, roti dari gandum, atau tortilla dari jagung
Biji-bijian
Tanaman biji-bijian atau sering disebut pulses adalah tanaman yang memiliki biji yang kaya akan protein dan serat. Berbeda dari serealia, tanaman ini sering dijadikan sumber protein nabati.
Contoh Tanaman Biji-bijian: Kacang kedelai (Glycine max), Kacang hijau (Vigna radiata), Kacang tanah (Arachis hypogaea), Kacang merah (Phaseolus vulgaris), dan Kacang panjang (Vigna unguiculata).
Kandungan Utama: Protein, serat, vitamin B, dan mineral seperti zat besi dan kalsium.
Kegunaan: Selain sebagai bahan pangan, biji-bijian digunakan dalam industri makanan dan minuman seperti tahu, tempe, susu kedelai, dan makanan ringan..
5
6
Umbi-umbian
Umbi-umbian adalah tanaman yang memiliki bagian yang bisa dimakan pada umbi (batang, akar, atau rizoma) dan kaya akan karbohidrat. Umbi-umbian sering digunakan sebagai pengganti serealia di beberapa daerah.
Contoh Tanaman Umbi-umbian: Singkong (Manihot esculenta), Ubi jalar (Ipomoea batatas), Talas (Colocasia esculenta), Kentang (Solanum tuberosum), dan Ganyong (Canna edulis).
Kandungan Utama: Karbohidrat, serat, serta vitamin C dan beberapa vitamin B.
Kegunaan: Umbi-umbian bisa dimakan langsung setelah diolah atau dijadikan bahan baku tepung dan produk olahan lainnya.Jenis Tanaman Pangan Alternatif Lainnya
Tanaman pangan alternatif adalah jenis tanaman yang tidak masuk dalam tiga kelompok utama di atas namun tetap bisa digunakan sebagai sumber pangan. Tanaman ini biasanya digunakan untuk variasi diet dan berpotensi sebagai sumber pangan lokal.
Contoh Tanaman Pangan Alternatif: Sagu (Metroxylon sagu), Quinoa (Chenopodium quinoa), Amaranth (Amaranthus spp.), dan Hanjeli (Coix lacryma-jobi).
Kandungan Utama: Kandungan nutrisi bervariasi, namun biasanya tinggi serat, protein, dan beberapa asam amino esensial yang jarang ditemukan dalam serealia.
Kegunaan: Di beberapa daerah, tanaman alternatif ini menjadi makanan pokok (seperti sagu di Indonesia bagian timur),
7
Faktor Produksi dalam Agribisnis Tanaman Pangan
Faktor produksi dalam agribisnis tanaman pangan meliputi:
Lahan: Kualitas dan luas lahan sangat mempengaruhi produktivitas tanaman.
Benih dan Bibit: Kualitas benih/bibit akan menentukan hasil panen.
Teknologi Pertanian: Meliputi penggunaan alat dan mesin, teknik budidaya modern, serta teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi.
Tenaga Kerja: Baik tenaga kerja langsung maupun tenaga ahli yang membantu dalam manajemen.
Modal: Pembiayaan untuk keperluan investasi, operasional, dan pengembangan usaha.
8
Syarat tumbuh tanaman pangan Kacang Kedelai dan Padi
Berikut adalah syarat tumbuh untuk tanaman pangan kacang kedelai dan padi:
1. Kacang Kedelai
Kacang kedelai memerlukan kondisi tertentu untuk mencapai hasil yang optimal.
Iklim
Suhu: Suhu optimal untuk kedelai adalah 25-30°C. Suhu di bawah 21°C atau di atas 35°C dapat menghambat pertumbuhan.
Curah Hujan: Kedelai membutuhkan curah hujan sekitar 100-200 mm per bulan selama fase pertumbuhan. Namun, drainase yang baik diperlukan untuk menghindari genangan.
Kelembaban: Kacang kedelai membutuhkan kelembaban moderat. Kelembaban yang terlalu tinggi bisa meningkatkan risiko penyakit jamur.
Sinar Matahari: Sinar matahari penuh selama 8-10 jam per hari diperlukan untuk proses fotosintesis.
9
Tanah
Jenis Tanah: Kedelai tumbuh optimal di tanah lempung berpasir atau tanah liat yang gembur dengan drainase yang baik.
pH Tanah: Kedelai ideal pada tanah dengan pH 5,8–6,5, karena tingkat pH ini memungkinkan penyerapan nutrisi yang optimal.
Kesuburan: Tanah harus kaya akan unsur hara, terutama nitrogen, fosfor, dan kalium, serta kalsium dan magnesium.
Ketinggian Tempat
Kedelai cocok di dataran rendah hingga dataran tinggi (0–800 meter di atas permukaan laut).
Air dan Irigasi
Penyiraman harus cukup dan tidak berlebihan. Drainase yang baik penting agar akar tidak tergenang.
Pemeliharaan
Pemupukan dan penyiangan penting selama fase awal pertumbuhan. Pemupukan nitrogen dan fosfor juga membantu meningkatkan hasil.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Pengendalian hama seperti ulat grayak dan penyakit jamur sangat penting untuk menjaga kualitas tanaman kedelai.
10
11
2. Padi
Padi adalah tanaman yang membutuhkan kondisi lingkungan yang berbeda dari kedelai, khususnya dalam hal kebutuhan air.
Iklim
Suhu: Suhu optimal untuk padi berkisar antara 20-30°C, terutama pada tahap pembungaan. Suhu di bawah 15°C atau di atas 35°C dapat memengaruhi produksi.
Curah Hujan: Curah hujan yang ideal untuk padi sekitar 200-400 mm per bulan. Padi cocok di lahan sawah yang bisa menahan air.
Kelembaban: Kelembaban tinggi, sekitar 70-80%, sangat baik untuk padi.
Sinar Matahari: Padi memerlukan sinar matahari penuh setidaknya 7-8 jam per hari untuk pertumbuhan maksimal.
Tanah
Jenis Tanah: Padi tumbuh baik di tanah lempung atau tanah bertekstur liat yang mampu menahan air, seperti sawah.
12
pH Tanah: Tanah sawah dengan pH 5,5–7 sangat cocok untuk padi. Tanah yang terlalu asam atau basa dapat menghambat pertumbuhan. Kesuburan: Tanah yang kaya nutrisi, terutama nitrogen, fosfor, dan kalium, sangat penting untuk mendukung pertumbuhan.
Ketinggian Tempat
Padi cocok ditanam di dataran rendah hingga menengah (0–600 meter di atas permukaan laut).
Air dan Irigasi
Padi membutuhkan irigasi yang teratur, khususnya untuk varietas padi sawah. Sistem irigasi yang baik akan menjamin ketersediaan air selama siklus pertumbuhan.
Pemeliharaan
Pemupukan nitrogen, fosfor, dan kalium sangat penting untuk meningkatkan hasil. Penyiangan rutin dan kontrol hama juga penting.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Pengendalian hama seperti wereng dan penyakit seperti blas pada daun sangat penting dalam budidaya padi. Penggunaan pestisida yang bijak dan penerapan teknik budidaya yang sehat bisa membantu mengatasi masalah ini.
13
14
Perlakuan Benih Padi dan Kacang Kedelai
Perlakuan benih yang tepat pada padi dan kacang kedelai sangat penting untuk memastikan kualitas tanaman yang sehat, meningkatkan daya kecambah, dan meminimalkan risiko penyakit. Berikut adalah langkah-langkah perlakuan benih untuk kedua jenis tanaman tersebut:
1. Perlakuan Benih Padi
Perlakuan benih padi dilakukan untuk mendapatkan benih yang sehat dan berkualitas serta meningkatkan persentase perkecambahan. Berikut langkah-langkahnya:
Seleksi Benih:
Rendam benih dalam air dan buang benih yang terapung karena benih yang mengapung biasanya kosong atau kualitasnya rendah.
Perendaman dan Inkubasi:
Perendaman Awal: Rendam benih dalam air bersih selama 24 jam untuk melembutkan kulit luar benih dan mempersiapkan proses perkecambahan.
Pengeringan: Setelah direndam, tiriskan benih selama 24 jam dengan cara diangin-anginkan agar kelembaban benih merata, sehingga benih siap untuk perkecambahan.
15
Perlakuan Fungisida:
Jika dibutuhkan, benih bisa direndam dalam larutan fungisida (misalnya carbendazim atau fungisida khusus benih) sesuai dosis untuk mencegah infeksi jamur saat awal penanaman.
Perkecambahan:
Setelah proses perendaman dan inkubasi, benih biasanya akan mulai berkecambah dalam 1–2 hari. Pada tahap ini, benih siap disemai pada lahan persemaian atau ditanam langsung di lahan jika menggunakan sistem tanam langsung.
16
Perlakuan Benih Kacang Kedelai
Perlakuan benih kacang kedelai bertujuan untuk meningkatkan daya tumbuh, mencegah infeksi penyakit, dan meningkatkan produktivitas. Berikut langkah-langkahnya:
Seleksi Benih:
Pilih benih yang berkualitas, sehat, dan tidak cacat atau berlubang. Buang benih yang rusak atau berlubang karena rentan terhadap penyakit dan hama.
Perendaman Benih:
Rendam benih dalam air bersih selama 3–6 jam. Perendaman ini membantu mempercepat proses perkecambahan dan meningkatkan daya tumbuh benih.
Pengeringan: Setelah perendaman, angin-anginkan benih sebentar untuk mengurangi kelembaban berlebih sebelum perlakuan selanjutnya.
17
Inokulasi Rhizobium (Opsional):
Kacang kedelai adalah tanaman legum yang mampu bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium untuk mengikat nitrogen dari udara. Inokulasi ini bisa dilakukan dengan menambahkan inokulan Rhizobium ke benih sebelum ditanam, yang dapat meningkatkan kemampuan tanaman dalam mengikat nitrogen dan memperbaiki kesuburan tanah.
Perlakuan Fungisida:
Untuk mencegah penyakit jamur pada fase awal pertumbuhan, benih bisa diberi lapisan fungisida seperti thiram atau captan sesuai dosis yang dianjurkan.
Penanaman:
Setelah perlakuan selesai, benih siap untuk langsung ditanam pada lahan. Pastikan untuk menanam benih segera setelah perlakuan untuk menghindari penguapan dan penurunan kualitas benih.
18
Pada dasarnya Perlakuan benih ini bertujuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman padi dan kacang kedelai, nah Ananda saya disini dapat kita cermati dimana pada perlakuan benih tanaman Padi dan Kacang Kedelai merpakan tananaman yang termasuk pada tanaman pangan yang berkarbohidrat sekaligus dapat meningkatkan ketahanan terhadap hama dan penyakit.
Pemeliharaan bibit yang baik pada padi dan kacang kedelai akan meningkatkan kualitas bibit yang siap ditanam di lahan utama dan memastikan pertumbuhan yang optimal, sehingga dapat mendukung hasil panen yang lebih baik.
19
TERIMAKASIH
ROSA MESTIKA GULTOM, S.P
PERLAKUAN BENIH DAN PENANAMAN TANAMAN PANGAN
KACANG KEDELAI DAN PADI
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 19
SLIDE
Similar Resources on Wayground
11 questions
SEJARAH TINGKATAN 4 KSSM BAB 1
Presentation
•
11th Grade
12 questions
Alat Transportasi
Presentation
•
KG
14 questions
KONTRAK PERKULIAHAN
Presentation
•
KG
13 questions
Ulangan harian 1 Animasi 2D dan 3D
Presentation
•
11th Grade
14 questions
Senin Pagi Bersama Pak Mahmud
Presentation
•
11th Grade
13 questions
Workshop Sharing Praktik Baik
Presentation
•
10th Grade
13 questions
Membuat Akun Quizizz dengan ID belajar
Presentation
•
KG
13 questions
Pengenalan Network-01-DJ
Presentation
•
11th Grade
Popular Resources on Wayground
19 questions
Naming Polygons
Quiz
•
3rd Grade
10 questions
Prime Factorization
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Math Review
Quiz
•
3rd Grade
15 questions
Fast food
Quiz
•
7th Grade
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Inferences
Quiz
•
4th Grade
19 questions
Classifying Quadrilaterals
Quiz
•
3rd Grade