

Perlawanan Terhadap VOC
Presentation
•
History
•
11th Grade
•
Practice Problem
•
Hard
Cut Anggraini
Used 1+ times
FREE Resource
65 Slides • 0 Questions
1
Bagian 2
Perlawanan terhadap VOC
2
Pada awalnya, hubungan antara Kesultanan Mataram dan VOC
berjalan baik.
Mataram bahkan mengizinkan VOC mendirikan benteng (loji)
sebagai kantor perwakilan dagang di daerah Jepara.
01
Perlawanan Kesultanan Mataram
3
Ada beberapa hal yang melatarbelakangi Kesultanan
Mataram melakukan perlawanan terhadap VOC.
VOC melakukan monopoli perdagangan yang merugikan
pedagang pribumi.
4
VOC dianggap menghambat Sultan Agung
mempersatukan tanah Jawa di bawah
Kesultanan Mataram.
5
Sultan Agung menyerang Batavia sebanyak dua kali, yaitu
tahun 1628 dan 1629.
Tokoh lain dalam penyerangan ini adalah Tumenggung Baureksa,
Sura Agul-Agul, Dipati Ukur, dan Dipati Mandurareja.
6
Serangan pertama pada 1628 gagal. Tidak kurang dari 1.000 prajurit Mataram gugur.Serangan kedua berlangsung pada Agustus–Oktober tahun 1629.
7
Kalah dari segi persenjataan.
8
Kurangnya persediaan makanan karena lumbung-
lumbung persediaan makanan dimusnahkan oleh VOC.
9
Wabah penyakit yang menyerang pasukan Mataram.
10
Perlawanan Mataram mulai melemah pascamangkatnya
Sultan Agung tahun 1645.
Bahkan, pada masa pemerintahan Sultan Amangkurat I,
Kesultanan Mataram memilih bekerja sama dengan VOC.
11
02
Perlawanan Kesultanan Banten
Latar belakang:
Persaingan dagang dengan VOC di Batavia.
Rongrongan VOC terhadap politik Kesultanan
Banten.
Tokoh yang memimpin perlawanan terhadap VOC
adalah Sultan Ageng Tirtayasa (1651—1682).
Perlawanan
Sultan
Ageng
mengalami
kegagalan
setelah putranya, Sultan Haji, lebih memilih bekerja
sama dengan VOC.
Perlawanan rakyat Banten masih terus berlanjut
dipimpin oleh Kiai Tapa dan Ratu Bagus.
12
03
Perlawanan Rakyat Makassar
Latar belakang perlawanan adalah
kebijakan monopoli dagang VOC,
terutama rempah-rempah.
13
Pada mulanya, hubungan antara VOC dan Makassar
berjalan baik.
Akan tetapi, beberapa kebijakan VOC membuat hubungan itu
menjadi retak.
14
Tokoh yang memimpin perlawanan terhadap VOC adalah
Sultan Hasanuddin.
Ia dikenal juga dengan julukan “Ayam Jantan dari Timur”.
15
Belanda memberikan julukan “Ayam
Jantan dari Timur” karena sikap gigih
dan pantang menyerahnya menolak
keberadaan VOC di Makassar.
16
Perlawanan diawali dengan perlucutan dan perampasan
terhadap armada VOC di Maluku oleh pasukan Hasanuddin.
17
Tindakan ini memicu Perang Makassar yang berlangsung antara
tahun 1666–1669.
18
Dalam menghadapi perlawanan rakyat
Makassar, VOC menggunakan strategi
divide et impera.
Salah satunya adalah
Raja Bone, Aru Palaka.
19
Perjanjian Bongaya
1)
Makassar mengakui monopoli perdagangan VOC.
2)
Pedagang-pedagang Barat, kecuali VOC, harus
meninggalkan wilayah kekuasaan Makassar.
3)
Makassar diwajibkan untuk membayar kerugian perang
(sebesar 250.000 ringgit).
4)
VOC membangun benteng-benteng di Makassar.
5)
Makassar harus mengakui kedaulatan Kesultanan Bone.
20
Bagian 3
Perlawanan terhadap Belanda
21
01
Perlawanan Perlawanan Pattimura
22
Perlawanan rakyat di Maluku menandai
perlawanan pertama rakyat Indonesia
setelah Belanda berkuasa lagi di Hindia
Belanda.
23
Berkuasanya kembali
Belanda pada tahun 1817
mendapat tantangan
keras dari rakyat Maluku.
Hal ini disebabkan keresahan-
keresahan baik dalam bidang
politik, ekonomi, maupun
sosial akibat kebijakan VOC.
24
1. Menyediakan
bahan-bahan
untuk perbaikan
kapal Belanda.
25
Menyediakan
bahan-bahan
untuk perbaikan
kapal Belanda.
2. Adanya wajib militer bagi pemuda Ambon untuk menjadi
serdadu Belanda di Jawa.
26
Di bawah pimpinan Thomas
Matulessy atau Pattimura, rakyat
Maluku bangkit mengangkat senjata.
Pertama-tama menghancurkan perahu-perahu milik Belanda
yang ada di pelabuhan.
Pasukan Pattimura selanjutnya mengepung dan menduduki
Benteng Duurstede di Pulau Sapana.
27
Perlawanan terhadap Belanda tidak hanya terjadi di Saparua,
tetapi meluas ke wilayah lainnya, seperti Haruku dan Ambon.
28
Dalam perlawanannya, Pattimura antara lain dibantu oleh
Kapitan Paulus Tiahahu dan putrinya, Christina Martha Tiahahu.
29
Pada November 1817,
pasukan Pattimura
semakin terdesak.
Ia pun ditangkap
Belanda, dan sebulan
kemudian dijatuhi
hukuman mati.
30
02
Perlawanan Pangeran Diponegoro
Selama lima tahun memberontak, perlawanan
Pangeran Diponegoro telah membuat Belanda
kesulitan dan membuat kas Belanda terkuras.
Ada beberapa hal yang melatar belakangi
perlawanan Pangeran Diponegoro, yaitu
sebagai berikut.
31
1. Campur tangan pemerintah kolonial Belanda
terhadap urusan pemerintahan Kesultanan Yogyakarta.
2. Para pejabat kesultanan diperlakukan sebagai
bawahan pemerintah kolonial Belanda.
32
3. Penetapan
berbagai pajak oleh
pemerintah kolonial
Belanda yang
membuat rakyat
menderita.
33
4. Pemasangan patok-patok
batas pembangunan jalan
yang melewati tanah Pangeran
Diponegoro tanpa seizinnya di
Tegalrejo.
34
Dalam perlawanannya, Pangeran Diponegoro dibantu oleh
Pangeran Mangkubumi, Sentot Alibasyah, Kyai Mojo, dan
Nyi Ageng Serang.
Perlawanan Pangeran Diponegoro yang berpusat di Selarong
terus meluas hingga seluruh wilayah Kesultanan Yogyakarta
dan pantai utara Jawa Tengah.
35
Pemerintah kolonial Belanda meminta bantuan pasukan dari
Sumatra Barat dan menggunakan taktik bentengstelsel.
36
Taktik bentengstelsel adalah
Belanda membangun benteng
pertahanan di setiap daerah
yang berhasil diduduki.
37
Pemerintah kolonial Belanda menggunakan
tipu muslihatnya dengan mengajak
Pangeran Diponegoro berunding.
Ketika Pangeran Diponegoro datang, ia ditangkap dan
kemudian diasingkan ke Manado pada 1830. Pangeran Diponegoro wafat pada 8 Januari 1855.
38
03
Perlawanan Kesultanan Palembang
Latar belakang:
Keinginan
Belanda
untuk
menguasai
Palembang
yang
menimbulkan ancaman bagi Kesultanan Palembang.
Perlawanan Sultan Badaruddin terhadap Inggris berakhir setelah
adanya Konvensi London 1814.
Pada 1818, Sultan Badaruddin ditangkap Belanda dan diasingkan ke
Ternate.
Sultan Badaruddin memimpin perlawanan terhadap pemerintah
kolonial Belanda dengan menyerang benteng-benteng pertahanan
Belanda.
Akibat Perjanjian Tuntang 1811, kedudukan Belanda digantikan oleh
Inggris. Sultan Badaruddin terus melakukan perlawanan terhadap
Inggris.
39
04
Perlawanan Imam Bonjol (Perang Padri)
Perang Padri berlangsung di Sumatra Barat dan
sekitarnya dari tahun 1803 hingga 1838.
Perang Padri termasuk perang besar yang
membuat Belanda kewalahan.
40
Perang Padri bermula dari konflik internal masyarakat
Minangkabau antara golongan adat dan golongan ulama.
Kaum Padri menganggap kaum adat masih melakukan
hal-hal yang dilarang dalam agama Islam.
Kaum padri berniat untuk memperbaiki kondisi tersebut.
41
dengan memberi bantuan kepada kaum adat dalam
menghadapi kaum padri.
Ternyata, pemerintah kolonial Belanda memanfaatkan
konflik tersebut.
42
Pada akhirnya, kaum adat
menyadari bahwa pemerintah
kolonial Belanda hanya
memanfaatkan konflik
tersebut.
43
Tuanku Imam Bonjol berhasil merangkul
kaum adat dalam sebuah perjanjian damai,
yaitu Plakat Puncak Pato.
Tuanku Imam Bonjol menjadi pemimpin
perlawanan masyarakat Minangkabau
terhadap pemerintah kolonial Belanda.
44
Dalam menghadapi perlawanan yang lebih besar ini,
Belanda menerapkan beberapa strategi.
Memotong garis bantuan ekonomi gerakan pasukan
Imam Bonjol.
Menguasai pesisir barat dan pesisir timur yang
merupakan pintu gerbang perdagangan Minangkabau.
45
Strategi itu didukung dengan strategi bentengstelsel.
Benteng Fort de Kock di Bukittinggi adalah salah satu
benteng yang dibangun Belanda.
Dalam rangka mempersempit gerak maju pasukan
Imam Bonjol.
46
Pemerintah kolonial Belanda juga mendapat bantuan
pasukan tambahan dari Jawa.
47
Pada 1833, pemerintah kolonial
mengeluarkan Plakat Panjang.
Namun, plakat ini tidak menyurutkan
perlawanan rakyat Minangkabau.
Perlawanan pun terus berlanjut.
48
Benteng Bonjol dikepung dan diserang dari
segala arah selama enam bulan.
49
Pada 17 Agustus 1837, Benteng Bonjol secara
keseluruhan dapat ditaklukkan.
Namun, Tuanku Imam Bonjol beserta beberapa pengikutnya
berhasil keluar dari Benteng Bonjol menuju Marapak.
50
Pada akhirnya, Belanda mengajak
berunding Imam Bonjol.
Perundingan hanya menjadi tipu
daya Belanda untuk menangkap
Imam Bonjol dan mengasingkannya.
Pada 1839, Imam Bonjol meninggal
dalam pengasingannya di Manado.
51
Latar belakang:
Keinginan Belanda untuk menjadikan wilayah Aceh sebagai
bagian dari Pax Neerlandica.
Perang Aceh bermula ketika Sultan Mahmud menolak permintaan
Belanda agar Aceh mengakui kekuasaan Belanda di daerah
tersebut. Sultan Mahmud wafat karena kolera. Ia digantikan oleh
Tuanku Muhammad Daud Syah dengan gelar Sultan Ibrahim
Mansyur Syah (1875-1907).
Meskipun terjadi pergantian pemimpin, perlawanan rakyat Aceh tetap
berlangsung
dengan
sengit.
Hal
inimembuat
Belanda
harus
menerapkan strategi baru, yaitu memblokade pelabuhanpelabuhan
Aceh dalam rangka mematikan sumber ekonomi dan pendapatan
kesultanan.
05
Perang Aceh
52
Belanda
menerima
saran
Snouck
Hurgronje
dengan
mengadu
domba
kaum
bangsawan
(uleebalang) dengan kaum ulama.
Perjuangan
rakyat
Aceh
sangat
sulit
untuk
ditaklukkan hingga akhirnya berkonsultasi dengan
orientalis Belanda Snouck Hurgronje (1857-1936).
Pada
1903,
pasukan
Marsose
yang
bertugas
menghancurkan kantong pertahanan rakyat Aceh
dengan cepat menewaskan Teuku Umar.
Perlawanan rakyat terus dilanjutkan oleh istrinya,
Cut Nyak Dien. Pada 1905,
Cut
Nyak Dien
ditangkap dan diasingkan ke Sumedang.
53
Latar belakang:
Sikap Belanda yang menginginkan wilayah Tapanuli menjadi bagian
dari wilayah kekuasaannya.
Penyebaran agama Nasrani oleh para zending juga menimbulkan
perlawanan penduduk setempat.
Pada 1907, Belanda kembali melakukan serangan dan menangkap anggota
keluarga Sisingamangaraja XII.
Pada 1894, Belanda melakukan serangan ke pusat pemerintahan Kerajaan
Batak di Bakkara. Sisingamangaraja XII berhasil lolos dan melarikan diri ke
Dairi Pakpak.
Sisingamangaraja XII tidak menyerah dan terus melanjutkan perjuangannya.
Pada 17 Juni 1907, Sisingamangaraja XII tewas dalam pertempuran di Hutan Simsim.
06
Perlawanan Sisingamangaraja XII
54
07
Perlawanan Kerajaan-Kerajaan di Bali
55
Latar belakang munculnya
perlawanan rakyat Bali adalah
adanya hak tawan karang.
56
Hak tawan karang adalah hak yang dimiliki kerajaan-kerajaan Bali
untuk merampas seluruh muatan yang karam di perairan Bali.
57
Belanda menawarkan perjanjian agar raja-raja Bali mau
menghapus hak tawan karang.
Kerajaan Karangasem dan Buleleng tetap melakukan
perlawanan terhadap Belanda.
58
dengan merampas kapal Belanda pada tahun 1844.
I Gusti Ngurah Made Karangasem dan I Gusti Ketut
Jelantik membalas tipu daya Belanda
59
Belanda kembali melakukan serangan
terhadap Bali pada tahun 1849 dan
menyerang Benteng Jagaraga.
I Gusti Ngurah Made Karangasem dan
Patih Ketut Jelantik berusaha
mempertahankan Benteng Jagaraga.
60
Pada 15 April 1849, Belanda berhasil menguasai
Benteng Jagaraga.
I Gusti Ngurah Made Karangasem dan Patih Ketut
Jelantik menyingkir ke Karangasem.
Namun, akhirnya ditangkap dan terbunuh di sana.
61
Latar belakang:
Monopoli perdagangan Belanda di Kalimantan yang sangat merugikan
pedagang pribumi.
Beban pajak dan kewajiban rodi terhadap rakyat yang memberatkan.
Intervensi Belanda terhadap urusan internal Kerajaan Banjar.
Keinginan Belanda menguasai Kalimantan yang kaya akan hasil
tambang.
Pada 28 April 1962, terjadi Pertempuran Pangrangon yang dianggap sebagai
awal Perang Banjarmasin.
Pangeran Hidayatullah ditangkap dan diasingkan ke Bogor pada 1862.
Tokohnya:
Pangeran Antasari (Panembahan Amiruddin Kalifatillah Mukminin)
Pangeran Hidayatullah
Pada 1962, Pangeran Antasari wafat karena sakit yang dideritanya.
08
Perlawanan Kesultanan Banjar
62
Bagian 4
Dampak Penjajahan Bangsa
Eropa
63
Dampak Penjajahan Bangsa Eropa
Beberapa pengaruh kolonialisme:
a. Bidang politik:
Jabatan pemerintah pusat dipegang oleh bangsa Eropa, sedangkan bangsa
pribumi hanya dapat menempati jabatan kecil.
b. Bidang hukum:
Penggunaan istilah-istilah hukum berbahasa Belanda masih dapat kita
temukan dalam hukum Indonesia, misalnya onslag untuk istilah lepas dari
segala tuntutan hukum.
c. Bidang ekonomi:
Pemerintah kolonial telah menetapkan kebijakan sistem tanam paksa, sewa
tanah, ekonomi uang, dan kerja kontrak.
64
d. Bidang sosial:
Pengaruh kolonialisme dalam bidang sosial dapat kita temui dalam bidang
pendidikan, gaya hidup, dan bahasa.
Hingga saat ini, penggunaan kosa kata Belanda atau Portugis ada yang
diserap dalam bahasa Indonesia, seperti bahasa Belanda bekleding
(bengkel) dan bahasa Portugis manteiga (mentega).
e.
Bidang budaya:
Dalam bidang arsitektur, terdapat gaya arsitektur indis (indische), yakni
bangunan dengan perpaduan gaya asli Indonesia dan kolonial Belanda.
Dampak Penjajahan Bangsa Eropa
65
Sumber gambar:
freepik.com
shutterstock.com
pixabay.com
wikimedia.org
Bagian 2
Perlawanan terhadap VOC
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 65
SLIDE
Similar Resources on Wayground
59 questions
PELUANG KEJADIAN MAJEMUK
Presentation
•
12th Grade
64 questions
SISTEM REPRODUKSI MANUSIA
Presentation
•
11th Grade
56 questions
transport membran
Presentation
•
11th Grade
61 questions
IPAS BAB 6 Interaksi sosial
Presentation
•
10th Grade
58 questions
Materi 6 Review Kelas XI Fluida Statis dan Dinamis
Presentation
•
12th Grade
64 questions
Peradaban Awal Dunia
Presentation
•
11th Grade
61 questions
İSTANBUL'UN FETHİ
Presentation
•
10th Grade
Popular Resources on Wayground
11 questions
Hallway & Bathroom Expectations
Quiz
•
6th - 8th Grade
10 questions
HCS SCI 03 Summer School Assessment 2
Quiz
•
3rd Grade
11 questions
Home Scope
Quiz
•
7th - 8th Grade
12 questions
2026 TAP Technology in the Classroom
Presentation
•
Professional Development
15 questions
HCS SCI 05 Summer School Assessment 2 Review
Quiz
•
5th Grade
15 questions
HCS SCI 04 Summer School Review 2
Quiz
•
4th Grade
59 questions
Geometry Unit 3 Review
Quiz
•
9th - 12th Grade
14 questions
FAST ELA READING SMAPLE TEST MATERIALS
Passage
•
3rd Grade