Search Header Logo
PPT tugas mandiri impor pdf

PPT tugas mandiri impor pdf

Assessment

Presentation

Science

4th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Nikolaus Ja

FREE Resource

4 Slides • 1 Question

1

media

TUGAS MANDIRI

Studi Kasus

Pada saat rapat penentuan kenaikan kelas bulan Juli lalu, Glen, siswa kelas V SDI Danga ditemukan

malas sekolah selama lebih dari 1 bulan oleh wali kelasnya, setelah ditelusuri ternyata penyebabnya diaapaaa

merasa tidak diperhatikan oleh orang tuanya, karena ibunya meninggal dunia dan ayahnya menikah lagi.

Glen merasa diterlantarkan, ia tinggal bersama neneknya, dia merasa terpukul karena dulu dia sangat

dimanja sekali oleh ibunya & sekarang ditinggalkan oleh kedua orang tuanya. Wali kelasnya dilema antara

kasihan karena dia membutuhkan perhatian dan psikologi nya terganggu sehingga dia bersikap pendiam.

namun disisi lain guru-guru sudah kesel karena siswa tersebut jarang masuk kelas, dan mengulangi hal

yang sama karena ketika kenaikan kelas IV pun ia naik bersyarat. Sebagai wali kelas, ibu Rini memohon

kepada guru-guru & kepala sekolah untuk memberikan ia kesempatan lagi, karena jika ia tidak naik kelas,

mentalnya pasti akan lebih terganggu lagi.

Glen pun berprestasi di bidang olahraga sepak bola hingga mengharumkan nama sekolah di tingkat

kabupaten. Namun pada akhirnya, dikembalikan lagi kepada peraturan yang ada, bahwa siswa tersebut

sudah tidak memenuhi syarat kehadiran kelas, yg kurang dari 70%, sehingga banyak nilai yang dibawah

KKM. Sekolah telah menetapkan standar kenaikan kelas harus di atas 80%. Dan berdasarkan hasil rapat

dewan guru tersebut dengan berbagai pertimbangan yang ada, Glen dinyatakan naik kelas lagi dengan

catatan Glen harus rajin lagi sekolah di kelas berikutnya dan memperbaiki nilainya.

PERTANYAAN:

1.Apa nilai-nilai yang saling bertentangan dalam studi kasus tersebut?

2.Siapa yang terlibat dalam situasi tersebut ?

3.Apa fakta-fakta yang relevan dengan situasi tersebut ?

4.Mari kita lakukan pengujian benar atau salah terhadap situasi tersebut.

oApakah ada aspek pelanggaran hukum dalam situasi tersebut? (Uji legal)

oApakah ada pelanggaran peraturan/kode etik profesi dalam kasus tersebut? (Uji regulasi)

oBerdasarkan perasaan dan intuisi Anda, apakah ada yang salah dalam situasi ini? (Uji

intuisi)

oApa yang anda rasakan bila keputusan Anda dipublikasikan di media cetak/elektronik

maupun viral di media sosial? Apakah anda merasa nyaman? (Uji Publikasi)

oKira-kira, apa keputusan yang akan diambil oleh panutan/idola Anda dalam situasi ini?

5.Jika situasinya adalah situasi dilema etika, paradigma mana yang terjadi pada situasi tersebut?

6.Dari 3 prinsip penyelesaian dilema, prinsip mana yang akan dipakai?

7.Apakah ada sebuah penyelesaian yang kreatif dan tidak terpikir sebelumnya untuk

menyelesaikan masalah ini (Investigasi Opsi Trilemma)?

8.Apa keputusan yang akan Anda ambil?

9.Coba lihat lagi keputusan Anda dan refleksikan.

2

media

REFLEKSI

1.Jenis Kegiatan atau program apakah yang dideskripsikan tersebut (Apakah intrakurikuler, ko-

kurikuler, atau ekstrakurikuler)?

2.Dalam setiap situasi, identifikasilah dibagian mana dan bagaimana guru mencoba

sudahkan anda

3.Dalam setiap situasi yang digambarkan di atas, apa dimensi Profil Pelajar Pancasila yang

dikembangkan? Jelaskan jawaban Anda!

Kasus 1:

Nomor 1.

Program Kebun Cahaya di TK Cahaya. Jenis Kegiatan atau Program: program ko-kurikuler. Hal ini karena
program tersebut berlangsung di luar jam pelajaran formal yang bertujuan untuk memperkaya pengalaman
belajar murid di luar kelas dan memberikan kesempatan kepada murid untuk mengembangkan minat dan
bakat mereka.

Dalam kasus ini, Pak Segar menunjukkan beberapa contoh bagaimana dia mempertimbangkan suara,
pilihan, dan kepemilikan murid untuk mendorong tumbuhnya kepemimpinan murid:

Nomor 2.

Suara: Pak Segar mendengarkan ide dan pendapat murid tentang apa yang ingin mereka lihat di halaman
bermain sekolah.

Pilihan: Pak Segar memberikan pilihan kepada murid untuk memilih jenis tanaman yang ingin mereka
tanam di kebun.

Kepemilikan: Pak Segar memberikan tanggung jawab kepada murid untuk merawat kebun mereka

Nomor 3.

Program Kebun Cahaya membantu mengembangkan beberapa dimensi Profil Pelajar Pancasila, antara
lain:

Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia: Murid belajar tentang nilai-nilai
religius dan moral seperti tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Berkebinekaan global: Murid belajar tentang pentingnya menghargai perbedaan dan bekerja sama dengan
orang lain dari berbagai latar belakang.

Gotong royong: Murid belajar tentang pentingnya bekerja sama dan saling membantu untuk mencapai
tujuan bersama.

Mandiri: Murid belajar tentang pentingnya bertanggung jawab atas tugas mereka sendiri dan mengambil
inisiatif.

Bernalar kritis: Murid belajar tentang pentingnya memecahkan masalah dan membuat keputusan
berdasarkan informasi yang akurat.

Kreatif: Murid belajar tentang pentingnya mengekspresikan diri mereka secara kreatif dan menemukan
solusi inovatif untuk masalah.

Kesimpulan: Program Kebun Cahaya adalah contoh yang baik dari program ko-kurikuler yang dapat
membantu mengembangkan kepemimpinan murid dan Profil Pelajar Pancasila. Program ini memberikan
kesempatan kepada murid untuk belajar tentang berbagai nilai penting seperti tanggung jawab, kerja sama,
dan kepedulian terhadap lingkungan.

3

Word Cloud

sudahkah anda memahaminya

4

media

JAWABAN:

1.Nilai yang bertentangan adalah “Rasa keadilan lawan rasa kasihan”Nilai keadilan terhadap semua

siswa yang rajin sekolah dan mematuhi peraturan sekolah. Nilai rasa kasihan / empati terhadap

kondisi sulit siswa yang melibatkan masalah keluarga.

2.Siapa yang terlibat dalam situasi tersebut ?

Siswa yang malas dan merasa ditinggalkan. bernama Glen, wali kelas Bu Rini, Guru-guru dan

kepala sekolah. Nenek yang merawat Glen.

3.Apa fakta-fakta yang relevan dengan situasi tersebut ?

Siswa jarang masuk kelas karena masalah psikologis dan kehilangan kasih sayang orang tua.

Siswa naik kelas bersyarat pada tahun sebelumnya. Glen berprestasi di bidang olahraga. Guru-

guru dan kepala sekolah memiliki kebijakan ketat terkait kehadiran siswa. Kriteria kenaikan kelas

4. Pengujian Benar atau Salah:

Masalah kemanusiaan siswa lebih diutamakan dalam pengambilan keputusan walaupun

mengesampingkan peraturan sekolah terkait kriteria kenaikan kelas

Uji Legal

Tidak terdapat aspek pelanggaran hukum dalam kasus ini. Keputusan yang diambil sepenuhnya

berada dalam ranah kebijakan dalam rapat dewan guru.

Uji Regulasi

Terlihat ada pelanggaran kode etik profesi. Guru-guru dan kepala sekolah tidak mendasarkan

keputusan bersama terkait kriteria kenaikan kelas.

Uji Intuisi

Intuisi menunjukkan bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam situasi ini,terutama terkait

kebutuhan empati dan pemahaman terhadap kondisi sulit siswa. Intuisi mendorong untuk

mempertimbangkan faktor psikologis dan keadaan khusus siswa.

Uji Publikasi

Jika keputusan tersebut dipublikasikan di media cetak/elektronik atau viral dimedia sosial, dapat

muncul respons yang beragam dari masyarakat. Beberapa mungkin mendukung keputusan

tersebut sebagai rasa empati akan keadaan siswa, sementara yang lain bisa saja mengkritiknya

karena kurangnya konsisten terhadap kriteria kenaikan kelas.

Keputusan Panutan/Idola

Keputusan panutan atau idola dalam situasi ini akan lebih memberikan penekanan pada nilai

empati dan pemahaman terhadap kondisi sulit siswa.Mereka mungkin akan mencari solusi yang

seimbang antara mematuhi aturan dan memberikan perhatian khusus pada kasus ini.

5.Jika situasinya adalah situasi dilema etika, paradigma mana yang terjadi pada situasi tersebut?

Paradigma yang terjadi dalam kasus ini adalah rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy )

6.Dari 3 prinsip penyelesaian dilema, prinsip mana yang akan dipakai?

Prinsip yang dipakai dalam penyelesaian dilema ini adalah Berpikir Berbasis Rasa Peduli.

7.Apakah ada sebuah penyelesaian yang kreatif dan tidak terpikir sebelumnya untuk menyelesaikan masalah ini

(Investigasi Opsi Trilemma )?

Mungkin diperlukan solusi kreatif seperti rencana pemulihan khusus untuk membantu siswa

mengejar ketinggalan akademisnya. Dalam pengambilan keputusan ini sudah didiskusikan antara

guru-guru dan kepala sekolah secara langsung, melalui hasil musyawarah pada saat rapat

kenaikan kelas.

5

media

8.Apa keputusan yang akan Anda ambil ?

Keputusan yang diambil adalah Glen tetap naik kelas, karena mempertimbangkan faktor

psikologi dan keadaan sosial anak tersebut. Selain itu anak ini juga berprestasi dalam bidang non

akademik.

Tetapi dengan catatan setelah rapat kenaikan kelas, wali kelas segera memanggil Glen dan nenek

dari anak tersebut untuk diberikan peneguhan, pencerahan serta motivasi yang lebih kepada anak

agar di kelas selanjutnya Glen kembali rajin sekolah dan memperbaiki nilai-nilainya yang

tertinggal dengan teman-temannya.

9.Coba lihat lagi keputusan Anda dan refleksikan.

Keputusan yang diambil sudah dianggap benar, dan terbukti pada awal semester I tahun

pelajaran 2024/2025 ini, anak Glen sudah mulai rajin datang ke sekolah.

media

TUGAS MANDIRI

Studi Kasus

Pada saat rapat penentuan kenaikan kelas bulan Juli lalu, Glen, siswa kelas V SDI Danga ditemukan

malas sekolah selama lebih dari 1 bulan oleh wali kelasnya, setelah ditelusuri ternyata penyebabnya diaapaaa

merasa tidak diperhatikan oleh orang tuanya, karena ibunya meninggal dunia dan ayahnya menikah lagi.

Glen merasa diterlantarkan, ia tinggal bersama neneknya, dia merasa terpukul karena dulu dia sangat

dimanja sekali oleh ibunya & sekarang ditinggalkan oleh kedua orang tuanya. Wali kelasnya dilema antara

kasihan karena dia membutuhkan perhatian dan psikologi nya terganggu sehingga dia bersikap pendiam.

namun disisi lain guru-guru sudah kesel karena siswa tersebut jarang masuk kelas, dan mengulangi hal

yang sama karena ketika kenaikan kelas IV pun ia naik bersyarat. Sebagai wali kelas, ibu Rini memohon

kepada guru-guru & kepala sekolah untuk memberikan ia kesempatan lagi, karena jika ia tidak naik kelas,

mentalnya pasti akan lebih terganggu lagi.

Glen pun berprestasi di bidang olahraga sepak bola hingga mengharumkan nama sekolah di tingkat

kabupaten. Namun pada akhirnya, dikembalikan lagi kepada peraturan yang ada, bahwa siswa tersebut

sudah tidak memenuhi syarat kehadiran kelas, yg kurang dari 70%, sehingga banyak nilai yang dibawah

KKM. Sekolah telah menetapkan standar kenaikan kelas harus di atas 80%. Dan berdasarkan hasil rapat

dewan guru tersebut dengan berbagai pertimbangan yang ada, Glen dinyatakan naik kelas lagi dengan

catatan Glen harus rajin lagi sekolah di kelas berikutnya dan memperbaiki nilainya.

PERTANYAAN:

1.Apa nilai-nilai yang saling bertentangan dalam studi kasus tersebut?

2.Siapa yang terlibat dalam situasi tersebut ?

3.Apa fakta-fakta yang relevan dengan situasi tersebut ?

4.Mari kita lakukan pengujian benar atau salah terhadap situasi tersebut.

oApakah ada aspek pelanggaran hukum dalam situasi tersebut? (Uji legal)

oApakah ada pelanggaran peraturan/kode etik profesi dalam kasus tersebut? (Uji regulasi)

oBerdasarkan perasaan dan intuisi Anda, apakah ada yang salah dalam situasi ini? (Uji

intuisi)

oApa yang anda rasakan bila keputusan Anda dipublikasikan di media cetak/elektronik

maupun viral di media sosial? Apakah anda merasa nyaman? (Uji Publikasi)

oKira-kira, apa keputusan yang akan diambil oleh panutan/idola Anda dalam situasi ini?

5.Jika situasinya adalah situasi dilema etika, paradigma mana yang terjadi pada situasi tersebut?

6.Dari 3 prinsip penyelesaian dilema, prinsip mana yang akan dipakai?

7.Apakah ada sebuah penyelesaian yang kreatif dan tidak terpikir sebelumnya untuk

menyelesaikan masalah ini (Investigasi Opsi Trilemma)?

8.Apa keputusan yang akan Anda ambil?

9.Coba lihat lagi keputusan Anda dan refleksikan.

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 5

SLIDE