Search Header Logo
contoh aston

contoh aston

Assessment

Presentation

Science

6th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Ida Hayong

FREE Resource

28 Slides • 0 Questions

1

media
media

3.1.a.6.

Demonstrasi Kontekstual

Modul 3.1

Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-

Nilai Kebajikkan Sebagai Pemimpin

Wawancara Kepala Sekolah

Florida AH, S.Pd
CGP Angkatan 10

2

media
media
media
media
media
media

Terima Kasih

Fasilitator

Pengajar Praktik

Constanta Thenu,S.Pd.,M.Pd

Andrianus Leki, S.Pd

Teman-Teman CGP A.10

3

media

Tujuan
Pembelajaran

CGP dapat melakukan suatu analisis atas
penerapan proses pengambilan
keputusan berdasarkan pengetahuan
yang telah dipelajarinya tentang berbagai
paradigma, prinsip, pengambilan dan
pengujian keputusan di sekolah asal
masing-masing dan di
sekolah/lingkungan lain.

4

media

Nara Sumber :
Wawancara 1

Stefanus Manek, S.Pd.,Gr
Kepala Sekolah SDI Knabu

5

media

Data diperoleh dari semua
pertanyaan sebelumnya

Salah satu kasus dilema etika dalam pengambilan keputusan yang pernah
dihadapi oleh Bapak Stefanus, selaku kepala sekolah adalah saat periode
kenaikan kelas akan berlangsung. la dihadapkan dengan permasalahan dimana
banyak siswa yang nilainya tidak mencapai KKM sementara jika nilai tersebut
ditulis apa adanya di rapor maka dikhawatirkan dapat berdampak pada karir
pendidikan murid tersebut di masa yang akan datang serta akan banyak murid
yang tidak memenuhi syarat untuk naik kelas. Akhirnya saya mengambil
keputusan agar guru-guru mengadakan remedial atau pengayaan sebelum
menginput nilai rapor sehingga para murid bisa memperbaiki nilainya dan
dapat memenuhi syarat kenaikan kelas. Saya juga meminta guru menganalisis
hasil belajar murid dan faktor penyebab rendahnya nilai mereka

Pengalaman Dilema Etika saat akan mengambil
keputusan

6

media
media
media
media
media
media

Dokumentasi

7

media

Hasil

Wawancara

Selama ini, bagaimana Anda
dapat mengidentifikasi kasus-

kasus yang merupakan

dilema etika atau bujukan

moral?

Bila suatu kasus yang saya alami
memiliki dua pilihan yang sama-
sama benar saat akan membuat

keputusan, maka saya

mengidentifikasi kasus tersebut
sebagai dilema etika. Namun jika
saya dihadapkan dengan situasi

yang membuat saya harus

memilih antara benar atau salah,

8

media

Selama ini, bagaimana
Anda menjalankan
pengambilan keputusan di
sekolah Anda, terutama
untuk kasus-kasus di
mana ada dua kepentingan
yang sama-sama benar
atau sama-sama
mengandung nilai
kebajikan?

Bila suatu kasus yang saya alami
memiliki dua pilihan yang sama-
sama benar, maka sebelum
mengambil keputusan, saya akan
mempertimbangkan kepentingan
orang banyak, memprioritaskan
kebutuhan murid, memikirkan
dampak dari keputusan yang saya
ambil baik jangka pendek maupun
jangka panjang, serta memikirkan
hasil akhir yang akan didapat dari
sebuah keputusan tersebut. Selain
itu, saya juga mengajak guru- guru
untuk bermusyawarah dan
memberi masukan-masukan.

9

media

Langkah-langkah atau prosedur
seperti apa yang biasa Anda lakukan
selama ini?

Sebelum membuat keputusan biasanya saya menerapkan beberapa prosedur:

* Menelaah kasus yang terjadi secara rinci misalnya wktu kejadian, pihak yang

terlibat, alasan, dan lain-lain.

* Selanjutnya saya mengidentifikasi apakah ada aspek pelanggaran hukum

atau pelanggaran aturan dalam situasi tersebut.

*Kemudian saya akan membuat keputusan berdasarkan nilai-nilai

kemanusiaan, kepedulian, dan keadilan. Bila memungkinkan saya akan

mempertimbangkan solusi lainnya yang tidak merugikan kedua pihak jika

dalam situasi tertentu ada dua pihak yang sama-sama benar.

• Dan yang terakhir saya akan merefleksikan keputusan tersebut pada posisi

saya yang harus menerima keputusan.

10

media

Pada kasus dilema etika,

menurut saya ada beberapa

hal yang efektif dalam

membuat keputusan, yaitu
melakukan pengujian benar

atau salah dan pengujian benar
lawan benar. Biasanya setelah
melakukan pengujian tersebut,

saya bisa lebih mudah

menetapkan prinsip dalam

membuat keputusan.

Hal-hal apa saja
yang selama ini

Anda anggap efektif
dalam pengambilan

keputusan pada

kasus-kasus dilema

etika?

11

media

Hal-hal apa saja yang
selama ini merupakan

tantangan dalam

pengambilan

keputusan pada

kasus-kasus dilema

etika?

Selama ini yang menjadi tantangan

dalam cara saya mengambil

keputusan pada kasus-kasus dilema
etika adalah bagaimana memberikan
pengertian kepada pihak yang merasa

tidak puas terhadap keputusan yang
saya buat. Sebagian orang cenderung

memberikan kritikan pedas dan

menjudge bahwa saya tidak tegas

saat mengambil keputusan

berdasarkan rasa kepedulian dan

kasih sayang padahal saya

mempertimbangkan kebaikan

bersama dan masa depan murid.

Namun hal ini wajar terjadi dan masih

bisa saya atasi.

12

media

Apakah Anda memiliki
sebuah tatakala atau
jadwal tertentu dalam
sebuah penyelesaian kasus
dilema etika, apakah Anda
langsung menyelesaikan di
tempat, atau memiliki
sebuah jadwal untuk
menyelesaikannya, bentuk
atau prosedur seperti apa
yang Anda jalankan?

Biasanya, jika situasi yang saya
hadapi adalah dilema etika, saya
tidak serta merta langsung
mengambil keputusan di tempat.
Saya terlebih dahulu menelaah kasus
tersebut secara rinci dengan
mengumpulkan fakta, pihak yang
terlibat, dan informasi lainnya yang
saya butuhkan untuk mengambil
keputusan. Selain itu saya juga akan
melakukan musyawarah bersama
guru- guru untuk mendapatkan
masukan. Kemudian saya akan
mengambil menerapkan waktu untuk
berpikir dengan matang. Setelah itu
barulah saya membuat keputusan.

13

media

Terkadang ada kalanya saya

membutuhkan pendapat dari orang

lain dalam membuat keputusan.
Biasanya yang membantu saya

adalah orang-orang yang
mempunyai pengalaman

dibidangnya. Misalnya pada kasus
yang berkenaan dengan murid, ada

wakil kesiswaan yang membantu
saya, dan lain sebangainya. Hal ini
tentunya dapat mempermnudah

saya dalam mengambil keputusan.

Adakah seseorang
atau faktor-faktor
apa yang selama ini
mempermudah atau

membantu Anda

dalam pengambilan

keputusan dalam

kasus-kasus dilema

etika?

14

media

Ada banyak hal yang saya pelajari

dari berbagai pengalaman saya

dalam mengambil keputusan.

Saya mempelajari bahwa dalam
kasus dilema etika memang tidak
ada keputusan yang betul-betul
sempurna. Suatu keputusan pasti

memiliki kekurangan maupun
kelebihannya masing-masing.

Maka untuk membuat keputusan
hendaknya kita memiliki prinsip

yang didasari nilai-nilai kebajikan

yang luhur.

Dari semua hal yang
telah disampaikan,
pembelajaran apa
yang dapat Anda

petik dari pengalaman

Anda mengambil
keputusan dilema

etika?

15

media

Wawancara 2

Nara Sumber :
Paulus Halek Nahak, S.Pd
Kepala Sekolah SMPN Satap Knabu

16

media

Salah satu kasus yang pernah saya hadapi dan

menyebabkan dilema etika dalam mengambil

keputusan yaitu terkait dengan kedisiplinan guru.
Ada seorang guru yang sering meninggalkan tugas
dengan alasan merawat istrinya yang sedang sakit
sehingga menimbulkan tumpukan pekerjaan beliau
yang tak kunjung selesai dan siswanya terbengkalai.

Di satu sisi saya dituntut guru-guru lain untuk

mengambil tindakan yang tegas namun di sisi lain

saya juga kasihan terhadap kondisi beliau yang

merupakan perantau dan tidak punya kerabat untuk

merawat istrinya. Anaknya juga masih kecil.

Pengalaman Dilema Etika saat akan mengambil keputusan

17

media
media
media
media

Untuk mengidentifikasi suatu kasus kedalam
kategori dilema etika atau bujukan moral,
saya menelaah kasus tersebut jika terdapat
dua pilihan keputusan yang sama-sama
benar maka termasuk kedalam dilema etika.
Namun jika pilihan keputusannya antara
benar atau salah maka merupakan bujukan
moral.

Selama ini, bagaimana Anda dapat mengidentifikasi kasus-kasus yang
merupakan dilema etika atau bujukan moral?

18

media
media
media

Jika merujuk pada kasus dilema etika yang saya sebutkan tadi,
memang terdapat dua kepentingan yang sama-sama benar, yakni
jika saya mengambil keputusan untuk menegakkan keadilan dengan
cara yang tegas maka akan tercipta kedisiplinan bagi guru yang
bersangkutan namun di sisi lain, saya juga perlu melihat sisi
kemanusiaan dengan memberi keringanan kepada guru tersebut
agar ia dapat merawat istrinya yang sakit. Kedua pilihan tersebut
soma- sama baik. Maka dalam hal ini, saya akan menggunakan
prinsip berpikir berbasis rasa kepedulian dimana saya akan
meminta guru-guru lain turut serta membantu menghandle
siswanya selama ia merawat istrinya yang sedang sakit.

Selama ini, bagaimana Anda menjalankan pengambilan keputusan di sekolah
Anda, terutama untuk kasus-kasus di mana ada dua kepentingan yang sama-
sama benar atau sama-sama mengandung nilai kebajikan?

19

media

Selama ini, jika saya ingin membuat keputusan, langkah pertama ynag
saya lakukan adalah mencermati terlebih dahulu situasi yang terjadi,
mempertimbangkan dampak dari keputusan yang akan saya buat, dan
kemudian mengambil keputusan. Misalnya dalam kasus tadi, saya akan
memanggil guru tersebut dan memintanya menjelaskan secara rinci
tentang faktor yang menyebabkan ia kurang disiplin. Kemudian saya
akan melakukan sesi coaching agar ia bisa menemukan solusinya.
Selanjutnya, saya akan memantau tindak lanjut dari penyelesaian
masalah yang ia lakukan. Langkah terakhir adalah merefleksikan
keputusan yang saya buat.

Langkah-langkah atau prosedur seperti apa yang

biasa Anda lakukan selama ini?

20

media

Adapun hal-hal yang saya anggap efektif dalam pengambilan keputusan

pada kasus-kssus dilema etika antara lain:

mengumpulkan fakta

* menguji benar dan salaah, atau benar lawan benar

mencari alternatif atau solusi lain yang mungkin bisa dilakukan

* melakukan refleksi

Hal-hal apa saja yang selama ini Anda anggap efektif
dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema

etika?

21

media

Hal-hal apa saja yang selama ini merupakan tantangan dalam
pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?

Tentunya dalam setiap pengambilan keputusan tidak terlepas dari
tantangan yang akan dihadapi. Salah satunya yaitu tidak semua orang
akan menyukai keputusan yang kita buat. Hal ini terkadang membuat
kita merasa bahwa keputusan kita kurang tepat atau tidak bijak.
Namun, kembali lagi pada hakikatnya bahwa tidak semua orang memiliki
mindset yang sama seperti kita dan kita tidak dapat memaksakan
pemikiran orang lain agar sejalan dengan pemikiran kita.

22

media
media
media
media

Apakah Anda memiliki sebuah tatakala atau jadwal tertentu dalam
sebuah penyelesaian kasus dilema etika, apakah Anda langsung
menyelesaikan di tempat, atau memiliki sebuah jadwal untuk
menyelesaikannya, bentuk atau prosedur seperti apa yang Anda
jalankan?

Saya tidak memiliki jadwal khusus untuk mengelola
pengambilan keputusan. Untuk kasuk-kasus
sederhana yang menurut saya perlu cepat
diselesaikan, maka saya akan langsung membuat
keputusan. Namun dalam kasus-kasus yang memiliki
efek jangka panjang. biasanya saya tidak langsung
menyelesaikannya di tempat, saya akan
mendiskusikannya terlebih dahulu bersama guru-guru
dan mempertimbangkan dampak atau hasil akhir,
lalu membuat keputusan.

23

media

Saya tidak memiliki jadwal khusus untuk mengelola pengambilan keputusan.
Untuk kasuk-kasus sederhana yang menurut saya perlu cepat diselesaikan,
maka saya akan langsung membuat keputusan. Namun dalam kasus-kasus
yang memiliki efek jangka panjang. biasanya saya tidak langsung
menyelesaikannya di tempat, saya akan mendiskusikannya terlebih dahulu
bersama guru-guru dan mempertimbangkan dampak atau hasil akhir, lalu
membuat keputusan.

Adakah seseorang atau faktor-faktor apa yang selama ini
mempermudah atau membantu Anda dalam pengambilan

keputusan dalam kasus-kasus dilema etika?

24

media
media
media
media

Dari semua hal yang telah disampaikan, pembelajaran apa yang
dapat Anda petik dari pengalaman Anda mengambil keputusan

dilema etika?

Dari beberapa kasus yang saya hadapi terkait dengan
pengambilan keputusan, saya mendapat banyak
pengalaman yang mengajarkan saya tentang rasa
empati dan rasa peduli, tidak mengambil keputusan
sepihak, berpikir sebelum memutuskan, serta pentingnya
menerapkan prinsip berbasis nilai-nilai kebajikan dan
memprioritaskan kepentingan murid.

25

media

ANALISIS DAN REFLEKSI

Hal menarik yang muncul saat wawancara adalah kedua kepala sekolah memiliki
cara dan prosedur gana dalam pengambilan keputusan karena berpatokan pada
nilai-nilai kebajikan.

Masing-masing kepala sekolah telah menerapkan beberapa prosedur dari 9 langkah
(meskipun belum lengkap) dalam pengambilan keputusan terkait dengan kasus
dilema etika. Terdapat kesamaan dalam pengambilan keputusan oleh kedua kepala
sekolah tersebut yaitu menggunakkan paradigma keadilan lawan rasa kasihan dan
menerapkan prinsip berpikir berbasis Marpauli

26

media

ANALISIS DAN REFLEKSI

Rencana kedepan bagi para pemimpin ialah harus menerapkan prosedur khusus yang dapat
memudahkan dalam mengambil keputusan terkait dilema etika. Untuk mengukur keefektivan suatu
keputusan diperlukan adanya pengujian melalui 9 langkah pengambilan keputusan yaitu:
1. Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan
2. Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini,
3. Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini.
4. Pengujian benar atau salah
5. Pengujian Paradigma Benar lawan Benar.
6. Melakukan Prinsip Resolusi
7. Investigasi Opsi Trilema
8. Buat Keputusan
9. Lihat putusan dan Refleksikan

27

media

ANALISIS DAN REFLEKSI

Rencana penerapan saya di masa yang akan datang adalah apabila saya
dihadapkan dengan situasi dilema etika, maka saya akan menerapkan 9 langkah
dalam pengambilan keputusan dengan memprioritaskan kebutuhan murid dan
berpegang teguh pada nilai-nilai kebajikan.

Saya akan terus melatih kecakapan saya dalam membuat keputusan dengan
memperbanyak praktik dimulai dari ruang lingkup terdekat yaitu di lingkungan kelas
maupun sekolah.

28

media

TERIMA
KASIH

media
media

3.1.a.6.

Demonstrasi Kontekstual

Modul 3.1

Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-

Nilai Kebajikkan Sebagai Pemimpin

Wawancara Kepala Sekolah

Florida AH, S.Pd
CGP Angkatan 10

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 28

SLIDE