Search Header Logo
penjelajahan samudra

penjelajahan samudra

Assessment

Presentation

Social Studies

8th Grade

Practice Problem

Easy

Created by

Muhammad Ridwan

Used 10+ times

FREE Resource

19 Slides • 4 Questions

1

media
media
media
media
media
media
media

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Tujuan

Pembelajaran

Pertanyaan

Pemantik

Uraian

Materi

Video

Pembelajaran

Soal

Latihan

Kuis/

Asesmen

HOME

Media Pembelajaran Interaktif
Ilmu Pengetahuan Sosial

untuk SMP/MTs Kelas VIII

Penjelajahan Samudra, Kolonialisme, dan

Imperialisme di Indonesia

2

media
media
media
media
media

Bab

3

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Peserta didik diharapkan mampu:
1. menjelaskan hubungan antara kondisi geografis dengann

munculnya kolonialisme dan imperialism di Indonesia;

2. menganalisis pengaruh kolonialisme dan imperialism di

Indonesia;

3. menguraikan proses perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih

kemerdekaan;

4. menganalisis upaya pemerataan pembangunan ekonomi di

Indonesia; dan

5. mendesain aktivitas penyelesaian konflik dan upaya

meningkatkan integrasi sosial.

Tujuan Pembelajaran

HOME

3

media
media
media
media
media
media

Perhatikan gambar berikut.

Berdasarkan gambar tersebut, jawablah
pertanyaan berikut.
1. Bagaimana pengaruh kondisi geografis

wilayah Indonesia terhadap penjelajahan
samudra?

2. Mengapa wilayah Nusantara dipilih bangsa

Eropa sebagai koloni atau wilayah jajahan?

3. Bagaimana pengaruh kolonialisme dan

imperialisme bangsa asing di Indonesia?

4. Bagaimana upaya pemerataan

pembangunan setelah kemerdekaan
Indonesia?

5. Apa hubungan antara konflik sosial dengan

integrasi sosial?

Pertanyaan Pemantik

HOME

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

4

media
media
media
media
media
media
media

HOME

Uraian Materi

Penjelajahan Samudra, Kolonialisme, dan

Imperialisme di Indonesia

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

5

Video Response

Sebutkan 3 nama tokoh-tokoh terkenal yang pernah melakukan penjelajah samudra

video
Open Video Recorder

6

media
media
media
media
media

1. Pengaruh Kondisi Geografis terhadap Penjelajahan
Samudra

2. Faktor-faktor Pendorong Penjelajahan
Samudra

Rempah-rempah yang dicari bangsa-bangsa Eropa banyak ditermukan di Kepulauan Nusantara.
Kepulauan Nusantara merupakan jalur pelayaran yang menghubungkan dunia barat dan timur. Hal tersebut
karena Nusantara terletak di antara Benua Asia dan Benua Australia serta Samudra Hindia dan Samudra
Pasifik. Kondisi geografis inilah yang memengaruhi penjelajahan samudra ke Nusantara.

Faktor yang menjadi latar belakang kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia antara lain sebagai berikut.
a. Kekayaan alam. Kekayaan alam terutama rempah-rempah menjadi alasan utama bangsa-bangsa Eropa

datang ke Nusantara. Rempah-rempah merupakan komoditas yang sangat laku di pasaran Eropa.

b. Motivasi 3G. Motivasi 3G, yaitu mendapatkan kekayaan (Gold), meraih kejayaan (Glory), dan

menyebarkan ajaran agama (Gospel). Hal-hal tersebut mendorong terjadinya imperialisme kuno, yaknni
melakukan penguasaan daerah baru untuk mendapatkan 3G.

c. Revolusi Industri. Terjadinya revolusi industri mendorong bangsa-bangsa Eropa melakukan imperialisme

modern untuk kepentingan ekonomi, seperti mendapatkan wilayah untuk memasarkan produk,
mendapatkan wilayah penghasil bahan mentah dan penanaman modal.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

7

Reorder

Question image

faktor pendukung penjelajahan samudera oleh bangsa barat salah satunya adalah motivasi 3 G. Susunlah dengan benar motivasi 3G berikut?

gospel

glory

gold

1
2
3

8

media
media

Bangsa Inggris

Kedatangan bangsa Inggris ke Indonesia dirintis oleh Francis Drake dan Thomas
Cavendish dengan mengikuti jalur yang dilalui Magellan. Ia singgah di Maluku,
Sulawesi, serta Jawa dan berhasil membawa rempah-rempah kembali ke Inggris.
Kongsi Dagang Inggris, sejak awal abad ke-17 telah mendirikan kantor-kanntor
dagangnya di Banten, Aceh, Makassar, dan Maluku. Namun, tahun 1682,
Belanda berhasil mengusir Inggris dan merebut perdagangan lada.

Bangsa Belanda

3. Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Kolonialisme dan
Imperialisme Eropa
a. Kedatangan Bangsa Eropa di Indonesia

Ekspedisi Belanda yang pertama berusaha mencapai Indonesia pada
tahun 1595 dipimpin oleh Cornelis de Houtman. Dengan melalui Selat
Sunda, hingga tiba di Banten tetapi ditola oleh rakyat Banten, Ekspedisi
berikutnya dipimpin oleh Jacob Corneliszoon van Neck berhasiil mencapai
Kepulauan Maluku dan membawa rempah-rempah. Berbagai armada
Belanda kemudian datang secara bergantian. Pada tahun 1602, dibentuk
VOC dengan memberikan hak-hak istimewa atau hak oktroi.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Kedatangan bangsa Inggris ke Indonesia dirintis oleh Francis Drake dan Thomas
Cavendish dengan mengikuti jalur yang dilalui Magellan. Ia singgah di Maluku,
Sulawesi, serta Jawa dan berhasil membawa rempah-rempah kembali ke Inggris.
Kongsi Dagang Inggris, sejak awal abad ke-17 telah mendirikan kantor-kanntor
dagangnya di Banten, Aceh, Makassar, dan Maluku. Namun, tahun 1682,
Belanda berhasil mengusir Inggris dan merebut perdagangan lada.

9

media
media
media
media

3. Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Kolonialisme dan
Imperialisme Eropa
b. Pengaruh Kedatangan Bangsa Eropa terhadap Masyarakat Indonesia
Bangsa-bangsa Eropa mulai melakukan berbagai cara untuk memperoleh hak monopoli perdagangan di
Indonesia. Hal tersebut dilakukan dengan menetapkan kebijakan-kebijakan pada masa kolonialisme dan
imperialisme di Indonesia.

Perkembangan industri Eropa memengaruhi meningkatnya kebutuhan akan rempah-rempah. Oleh karena itu,
serikat-serikat dagang Eropa memonopoli perdagangan di suatu wilayah untuk memastikan kestabilann
pasokan bahan baku dan harga.

• Bangsa Portugis menjalin kerja sama dengan Kerajaan Ternate untuk memperoleh hak istimewa

memonopoli perdagangan rempah-rempah di Maluku.

• Bangsa Inggris melalui serikat dagang East India Company (EIC) menjalin kerja sama perdagangan

dengan beberapa kerajaan, tetapi gagal dan kalah bersaingndengan armada dagang Belanda.

• Bangsa Belanda melalui serikat dagang VOC menguasai perdagangan rempah-rempah di Maluku dan

memonopoli lada di Banten.

Pengaruh praktik monopoli terhadap masyarakat Indonesia adalah petani tidak mendapatkan keuntungan

yang tinggi, adanya pembatasan jumlah produksi sehingga hasil produksi tidak maksimal, terjadi campur
tangan dalam pembuatan kebijakan yang menguntungkan bangsa Eropa.

Monopoli Perdagangan

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

10

media

3. Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Kolonialisme dan
Imperialisme Eropa
b. Pengaruh Kedatangan Bangsa Eropa terhadap Masyarakat Indonesia

Pemerintah kolonial mengerahkan tenaga rakyat Indonesia melakukan kerja paksa untuk
membangun jalan raya dari Anger (Banten) hingga ke Panarukan (Jawa Timur), membangun
pabrik senjata di Semarang dan Surabaya, serta membangun pangkalan laut di Merak dan
Surabaya.
Dampak sistem kerja paksa terhadap masyarakat Indonesia adalah timbulnya kemiskinan dan
kemelaratan dan menyebabkan banyak rakyat meninggal dunia.

Sistem Kerja Paksa

Penetapan sistem tanam paksa mewajibkan masyarakat menanam tanaman komersial
komoditas ekspor, seperti kopi dan tebu. Hasil produksi wajib dijual kepada pemerintah Hindia
Belanda dengan harga yang telah ditentukan. Pengaruh praktik sistem tanam paksa terhadap
masyarakat Indonesia adalah petani lokal mulai mengenal tanaman komoditas ekspor dan
sistem upah, hasil produksi pertanian masyarakat berkurang, muncul fenomena kemiskinan dan
kelaparan di berbagai daerah.

Sistem Tanam Paksa

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

11

Draw

Gambarkan ekspresi perasaan kalian setelah mengikuti pembelajaran hari ini

12

media
media
media

Aspek pendidikan menimbulkan berbagai perubahan,
yaitu:

• pendirian lembaga penndidikan model Barat,
• terbukanya peluang pendidikan lebih besar bagi

masyarakat pribumi, dan

• munculnya kaum terpelajar.

3. Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Kolonialisme dan
Imperialisme Eropa
c. Pengaruh Masyarakat Indonesia akibat Kolonialisme dan Imperialisme
Bangsa Eropa

Aspek geografis menimbulkan berbagai
perubahan,yaitu:

• pemanfaatan jalur laut untuk kegiatan dagang,
• pembangunan sarana dan prasarana

perdagangan,

• pembangunan perkebunan komoditas ekspor, dan
• pengenalan program transmigrasi.

1

Aspek politik menyebabkan terjadinya perubahan
dalam hal kekuasaan penguasa lokal terhadap
wilayahnya terbatas secara hukum dan terjadinya
pembentukan struktur organisasi birokrasi.

2

Aspek ekonomi menimbulkan berbagai perubahan,
yaitu:

• makin beragamnya aktivitas ekonomi,
• pengenalan sistem upah, kontrak kerja, dan pajak,
• pengenalan sistem perkebunan besar,
• pembangunan fasilitas pendukung pertanian dan

perkebunan, dan

• penanaman modal asing.

3

Aspek sosial budaya menyebabkan terjadinya perubahan
dalam munculnya kelompok masyarakat berdasarkan
golongan, terjadinya akulturasi budaya, dan lunturnya
tradisi kerajaan lokal.

4

5

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

13

media
media
media
media
media

Perlawanan terhadap Bangsa Portugis

Perlawanan bangsa Indonesia terhadap kolonialisme atau
penjajahan bangsa Portugis dilakukan oleh beberapa kerajaan di
Nusantara. Perlawanan tersebut antara lain dilakukan oleh
Kesultanan Ternate, Kesultanan Demak, dan Kesultanan Aceh.

3. Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Kolonialisme dan
Imperialisme Eropa
d. Perlawanan Bangsa Indonesia terhadap Kolonialisme dan Imperialisme

Perlawanan terhadap Bangsa Belanda

Perlawanan pada Masa VOC
Dalam melaksanakan kegiatannya, VOC menerapkan kebijakan-kebijakan
yang menimbulkan kesengsaraan bagi rakyat di Nusantara. Hal tersbeut
memicu perlawanan rakyat, di antaranya oleh Kesultanan Mataram dan
Kesultanan Gowa-Tallo.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

14

Audio Response

Perlawanan terhadap kolonialisme dan imprealisme melahirkan pergolakan di beberapa daerah di Nusantara. Salah satu perlawanan juga muncul dari kerajaan Gowa-Tallo. sebutkan nama Raja Kerajaan Gowa Tallo yang di gelar dengan Ayam jantan dari Timur

audio
Open Audio Recorder

15

media
media
media

3. Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Kolonialisme dan
Imperialisme Eropa
d. Perlawanan Bangsa Indonesia terhadap Kolonialisme dan Imperialisme

Perlawanan terhadap Bangsa Belanda

Perlawanan pada Masa Pemerintahan Hindia Belanda
1. Perlawanan Rakyat Aceh

Perlawanan rakyat Aceh dikenal dengan nama Perang Aceh, berlangsung selama 40 tahun. Perang Aceh berawal dari
keinginan pemerintah Hindia Belanda untuk menguasai wilayah kekuasaan Kesultanan Aceh. Pemerintah Hindia
Belanda menyerang Kesultanan Aceh secara terbuka pada 5 April 1873 dengan 3.000 tentara tetapi gagal. Pada bulan
November di tahun yang sama, Belanda kembali menyerang dengan kekuatan 13.000 tentara. Belanda mengira
bahwa Kesultanan Aceh berhasil ditaklukkan. Namun, rakyat Aceh terus melanjutkan perlawanannya yang dilakukan
dengan taktik gerilya. Meskipun Perang Aceh dianggap berakhir pada tahun 1912, perlawanan bersenjata rakyat Aceh
terhadap pemerintah Hindia Belanda terus berlangsung hingga tahun 1942.

2. Perlawanan Rakyat Sumatra Utara

Perlawanan rakyat Sumatra Utara terhadap pemerintah Hindia Belanda salah satunya terjadi di Tapanulid selama
kurang lebih 29 tahun. Pemerintah Hindia Belanda berusaha memperluas wilayah kekuasaannya setelah menguasai
Sumatra bagian Timur dan Aceh. Pasukan Belanda yang berkedudukan di Tarutung diserang oleh pasukan Si
Singamangaraja XII yang bermakas di Bakkara. Dalam penyerangan itu, pasukan Belanda dipimpin oleh Hans
Christoffel. Pada 17 Juni 1907, Si Singamangaraja XII yang memusatkan pertahanan terakhir di Dairi gugur karena
ditembak oleh Belanda.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

16

media
media
media

Perlawanan terhadap Bangsa
Belanda
Perlawanan pada Masa Pemerintahan Hindia Belanda
1. Perlawanan Rakyat Sumatra Barat

Perlawanan yang terjadi di Sumatra Barat berawal dari tindakan pemerintah kolonial Belanda yang memanfaatkan
konflik antara Kaum Padri dan Kaum Adat. Pemerintah kolonial Belanda memberi bantuan kepada kaum Adat dalam
menghadapi Kaum Padri. Kaum Adat yang menyadari bahwa mereka dimanfaatkan oleh pemerintah kolonial Belanda
akhirnya bersatu dengan Kaum Padri untuk menghadapi pemerintah kolonial Belanda. Perlawanan Kaum Padri yang
dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol berhasil memukul mundur pasukan Belanda dan membalas serangan ke berbagai
pos pertahanan Belanda. Pada Oktober 1837, Tuanku Imam Bonjol ditangkap saat menghadiri undangan perundingan
dari Belanda.

1. Perlawanan Rakyat Sumatra Selatan

Di Sumatra Selatan, pendudukan Belanda juga mendapat perlawanan dari Kesultanan Palembang. Perlawanan
rakyat Palembang dipimpin oleh Sultan Mahmud Badaruddin II saat pemerintah Hindia Belanda mengirimkan
ekspedisi ke Palembang pada tahun 1818. Ekspedisi pasukan Belanda tersebut berhasil dipukul mundur oleh rakyat
Palembang pada Juli 1819 dikenal sebagai Perang Menteng dan pada Oktober 1819. Namun, dalam serangan Juni
1821, Sultan Mahmud Badaruddin II berhasil ditangkap dan kemudian dibuang ke Ternate. Secara politis, Kesultanan
Palembang dihapus keberadaannya pada tahun 1824 oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

17

media
media
media
media
media
media

Perlawanan terhadap Bangsa
Belanda
Perlawanan pada Masa Pemerintahan Hindia Belanda
1. Perlawanan Rakyat Jawa

Perlawanan rakyat Jawa dipimpin oleh Pangeran Diponegoro yang dilatarbelakangi campur tangan
pemerintah Hindia Belanda terhadap urusan pemerintah Kesultanan Yogyakarta. Pemerintah Hindia
Belanda juga memasang patok-patok batas pembangunan jalan melewati tanah milik Pangeran
Diponegoro. Pada pertempuran awal, Pangeran Diponegoro memperoleh kemenangan tetapi
perlawanan tersebut berakhir setelah pemerintah kolonial Belanda menggunakan tipu muslihat dengan
melakukan perundingan oleh Jenderal De Kock. Pangeran Diponegoro ditangkap dan diasingkan ke
Manado.

1. Perlawanan Rakyat Bali

Latar belakang terjadinya perlawanan di Bali, yaitu sehubungan dengan adanya hak tawan karang
yang dimiliki raja-raja Bali. Pada tahun 1844, Raja Buleleng merampas kapal Belanda yang karam di
wilayah perairannya yang mengakibatkan pemerintah Belanda tidak terima. Ketegangan yang terjadi
tersebut menimbulkan perang, Belanda menyerang Buleleng dan berhasil merebut istana Buleleng.
Pada tahun 1849, Belanda melancarkan serangan besar-besaran terhadap kerajaan-kerajaan di Bali.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

18

media
media
media
media
media
media

Perlawanan terhadap Bangsa
Belanda
Perlawanan pada Masa Pemerintahan Hindia Belanda
1. Perlawanan Rakyat Kalimantan

Perlawanan rakyat Kesultanan Banjar disebabkan campur tangan Belanda dalam pengangkatan
Pangeran Tamjidillah menjadi seorang sultan. Perlawanan terhadap Belanda dipimpin oleh Pangeran
Antasari dengan mengepung benteng Belanda di Pengaron. Selain itu, Pangeran Hidayatullah juga
bergerilya melawan Belanda. Perlawanan terus berlanjut yang dipimpin oleh beberapa tokoh, seperti
Gusti Mas Said dengan siasat perang gerilya.

1. Perlawanan Rakyat Sulawesi Selatan

Ketika Gubernur Jenderal van der Capellen ingin memperbarui Perjanjian Bongaya, kerajaan-kerajaan
di Sulawesi, terutama Kerajaan Bone menentang keras usaha tersebut. Pada tahun 1824, Kerajaan
Suppa mempersiapkan sekitar 4.000 pasukan untuk menghadapi Belanda. Pasukan Kerajaan Bone
juga melakukan serangan kepada pos-pos Belanda di Pangkajene dan La’bakkang. Namun, tahun
1825 Kerajaan Bone dapat ditaklukkan.
1. Perlawanan Rakyat Maluku

Perlawanan rakyat Maluku terjadi di Pulau Saparua dibawah pimpinan Thomas Matulessy (Pattimura)
dengan menghancurkan Benteng Duurstede. Perlawanan rakyat Saparua menjalar ke Ambon, Seram,
dan pulau-pulau lainnya. Perlawanan selanjutnya digantikan oleh Martha Christina Tiahahu. Akibat
pemberontakan ini, pemerintah Belanda menerapkan kebijakan ketat dan pemberlakuan kembali
monopoli rempah-rempah oleh pemerintah Hindia Belanda.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

19

media
media
media
media
media
media

3. Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Pendudukan Jepang di
Indonesia
a. Kedatangan Bangsa Jepang ke Indonesia

Perkembangan modernisasi dan industri membuat Jepang
membutuhkan daerah atau negara lain sebagai pemasok bahan
baku industri dan pasar bagi produk hasil industri. Jepang memulai
imperialisme di Asia dengan menginvasi beberapa wilayah dan
mengarah ke daerah-daerah di Asia Tenggara dan Pasifik yang
kaya sumber daya alam, terutama Indonesia.
Jepang mendarat di Indonesia melalui Maluku pada Januari 1941.
Selanjutnya, mereka masuk ke Tarakan dan menguasai Kalimantan,
lalu menuju ke pusat-pusat kekuasaan Belanda di Sumatra,
Sulawesi, dan Jawa. Pasukan Belanda tidak mampu menahan laju
invasi pasukan Jepang sehingga menyerah tanpa syarat kepada
pasukan Jepang. Awalnya, kedatangan Jepang disambut baik oleh
bangsa Indonesia karena Jepang dapat menarik simpati rakyat
Indonesia.

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

20

media
media
media
media
media

3. Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Pendudukan Jepang di
Indonesia
b. Perubahan Masyarakat Indonesia Akibat Pendudukan Jepang

Aspek

budaya.

Dalam

bidang

kebudayaan,

Jepang

mendirikan pusat kebudayaan bernama Keimin Bunkei
Shisodo. Karya-karya para seniman dijaga agar tidak
menyimpang dan dijadikan alat propaganda Jepang.
Penduduk juga diwajibkan mengikuti kebiasaan-kebiasaan
Jyang dilakukan Jepang.

Aspek geografi. Jepang berhasil memonopoli seluruh
hasil pertanian dan mengawasi langsung pengelolaan
perkebunan dengan mengutamakan perkebunan karet
dan kina. Pemerintah Jepang juga melaksanakan
program perpindahan penduduk untuk tenaga kerja
romusa.

1

Aspek politik. Jepang membagi tiga daerah pemerintahan
militer, yaitu:

• Daerah bagian tengah, meliputi Jawa dan Madura di

bawah angkatan darat.

• Daerah bagian barat, meliputi Sumatra di bawah

angkatan darat.

• Daerah bagian Timur, meliputi Kalimantan, Sulawesi,

Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua di bawah
angkatan laut.
Aspek ekonomi. Pemerintahan Jepang menyita aset-aset
ekonomi

peninggalan

Hindia

Belanda,

berupa

perkebunan, pabrik, dan bank. Jepang juga menerapkan
sistem autarki di setiap wilayah ekonomi.

Aspek sosial. Kehidupan sosial pada masa pendudukan
Jepang mengalami kemunduran sebagai dampak eksploitasi
sumber daya alam dan manusia. Masyarakat yang menjadi
romusa mengalami perlakuan yang tidak manusiawi.

2

3

3

4

Aspek pendidikan. Sistem pengajaran dan struktur kurikulum
ditujukan untuk kepentingan Perang Asia Timur Raya.
Semua pelajar diwajibkan menghormati adat kebiasaan
Jepang dan melakukan latihan jasmani serta kemiliteran.

5

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

HOME

21

media
media
media
media

Video Pembelajaran

HOME

22

media
media
media

Soal Latihan

HOME

23

media
media
media

Kuis/Asesmen

HOME

media
media
media
media
media
media
media

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Tujuan

Pembelajaran

Pertanyaan

Pemantik

Uraian

Materi

Video

Pembelajaran

Soal

Latihan

Kuis/

Asesmen

HOME

Media Pembelajaran Interaktif
Ilmu Pengetahuan Sosial

untuk SMP/MTs Kelas VIII

Penjelajahan Samudra, Kolonialisme, dan

Imperialisme di Indonesia

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 23

SLIDE