
penjelajahan samudra
Presentation
•
Social Studies
•
8th Grade
•
Practice Problem
•
Easy
Muhammad Ridwan
Used 10+ times
FREE Resource
19 Slides • 4 Questions
1
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Tujuan
Pembelajaran
Pertanyaan
Pemantik
Uraian
Materi
Video
Pembelajaran
Soal
Latihan
Kuis/
Asesmen
HOME
Media Pembelajaran Interaktif
Ilmu Pengetahuan Sosial
untuk SMP/MTs Kelas VIII
Penjelajahan Samudra, Kolonialisme, dan
Imperialisme di Indonesia
2
Bab
3
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Peserta didik diharapkan mampu:
1. menjelaskan hubungan antara kondisi geografis dengann
munculnya kolonialisme dan imperialism di Indonesia;
2. menganalisis pengaruh kolonialisme dan imperialism di
Indonesia;
3. menguraikan proses perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih
kemerdekaan;
4. menganalisis upaya pemerataan pembangunan ekonomi di
Indonesia; dan
5. mendesain aktivitas penyelesaian konflik dan upaya
meningkatkan integrasi sosial.
Tujuan Pembelajaran
HOME
3
Perhatikan gambar berikut.
Berdasarkan gambar tersebut, jawablah
pertanyaan berikut.
1. Bagaimana pengaruh kondisi geografis
wilayah Indonesia terhadap penjelajahan
samudra?
2. Mengapa wilayah Nusantara dipilih bangsa
Eropa sebagai koloni atau wilayah jajahan?
3. Bagaimana pengaruh kolonialisme dan
imperialisme bangsa asing di Indonesia?
4. Bagaimana upaya pemerataan
pembangunan setelah kemerdekaan
Indonesia?
5. Apa hubungan antara konflik sosial dengan
integrasi sosial?
Pertanyaan Pemantik
HOME
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
4
HOME
Uraian Materi
Penjelajahan Samudra, Kolonialisme, dan
Imperialisme di Indonesia
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
5
Video Response
Sebutkan 3 nama tokoh-tokoh terkenal yang pernah melakukan penjelajah samudra

6
1. Pengaruh Kondisi Geografis terhadap Penjelajahan
Samudra
2. Faktor-faktor Pendorong Penjelajahan
Samudra
Rempah-rempah yang dicari bangsa-bangsa Eropa banyak ditermukan di Kepulauan Nusantara.
Kepulauan Nusantara merupakan jalur pelayaran yang menghubungkan dunia barat dan timur. Hal tersebut
karena Nusantara terletak di antara Benua Asia dan Benua Australia serta Samudra Hindia dan Samudra
Pasifik. Kondisi geografis inilah yang memengaruhi penjelajahan samudra ke Nusantara.
Faktor yang menjadi latar belakang kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia antara lain sebagai berikut.
a. Kekayaan alam. Kekayaan alam terutama rempah-rempah menjadi alasan utama bangsa-bangsa Eropa
datang ke Nusantara. Rempah-rempah merupakan komoditas yang sangat laku di pasaran Eropa.
b. Motivasi 3G. Motivasi 3G, yaitu mendapatkan kekayaan (Gold), meraih kejayaan (Glory), dan
menyebarkan ajaran agama (Gospel). Hal-hal tersebut mendorong terjadinya imperialisme kuno, yaknni
melakukan penguasaan daerah baru untuk mendapatkan 3G.
c. Revolusi Industri. Terjadinya revolusi industri mendorong bangsa-bangsa Eropa melakukan imperialisme
modern untuk kepentingan ekonomi, seperti mendapatkan wilayah untuk memasarkan produk,
mendapatkan wilayah penghasil bahan mentah dan penanaman modal.
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
7
Reorder
faktor pendukung penjelajahan samudera oleh bangsa barat salah satunya adalah motivasi 3 G. Susunlah dengan benar motivasi 3G berikut?
gospel
glory
gold
8
Bangsa Inggris
Kedatangan bangsa Inggris ke Indonesia dirintis oleh Francis Drake dan Thomas
Cavendish dengan mengikuti jalur yang dilalui Magellan. Ia singgah di Maluku,
Sulawesi, serta Jawa dan berhasil membawa rempah-rempah kembali ke Inggris.
Kongsi Dagang Inggris, sejak awal abad ke-17 telah mendirikan kantor-kanntor
dagangnya di Banten, Aceh, Makassar, dan Maluku. Namun, tahun 1682,
Belanda berhasil mengusir Inggris dan merebut perdagangan lada.
Bangsa Belanda
3. Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Kolonialisme dan
Imperialisme Eropa
a. Kedatangan Bangsa Eropa di Indonesia
Ekspedisi Belanda yang pertama berusaha mencapai Indonesia pada
tahun 1595 dipimpin oleh Cornelis de Houtman. Dengan melalui Selat
Sunda, hingga tiba di Banten tetapi ditola oleh rakyat Banten, Ekspedisi
berikutnya dipimpin oleh Jacob Corneliszoon van Neck berhasiil mencapai
Kepulauan Maluku dan membawa rempah-rempah. Berbagai armada
Belanda kemudian datang secara bergantian. Pada tahun 1602, dibentuk
VOC dengan memberikan hak-hak istimewa atau hak oktroi.
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Kedatangan bangsa Inggris ke Indonesia dirintis oleh Francis Drake dan Thomas
Cavendish dengan mengikuti jalur yang dilalui Magellan. Ia singgah di Maluku,
Sulawesi, serta Jawa dan berhasil membawa rempah-rempah kembali ke Inggris.
Kongsi Dagang Inggris, sejak awal abad ke-17 telah mendirikan kantor-kanntor
dagangnya di Banten, Aceh, Makassar, dan Maluku. Namun, tahun 1682,
Belanda berhasil mengusir Inggris dan merebut perdagangan lada.
9
3. Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Kolonialisme dan
Imperialisme Eropa
b. Pengaruh Kedatangan Bangsa Eropa terhadap Masyarakat Indonesia
Bangsa-bangsa Eropa mulai melakukan berbagai cara untuk memperoleh hak monopoli perdagangan di
Indonesia. Hal tersebut dilakukan dengan menetapkan kebijakan-kebijakan pada masa kolonialisme dan
imperialisme di Indonesia.
Perkembangan industri Eropa memengaruhi meningkatnya kebutuhan akan rempah-rempah. Oleh karena itu,
serikat-serikat dagang Eropa memonopoli perdagangan di suatu wilayah untuk memastikan kestabilann
pasokan bahan baku dan harga.
• Bangsa Portugis menjalin kerja sama dengan Kerajaan Ternate untuk memperoleh hak istimewa
memonopoli perdagangan rempah-rempah di Maluku.
• Bangsa Inggris melalui serikat dagang East India Company (EIC) menjalin kerja sama perdagangan
dengan beberapa kerajaan, tetapi gagal dan kalah bersaingndengan armada dagang Belanda.
• Bangsa Belanda melalui serikat dagang VOC menguasai perdagangan rempah-rempah di Maluku dan
memonopoli lada di Banten.
Pengaruh praktik monopoli terhadap masyarakat Indonesia adalah petani tidak mendapatkan keuntungan
yang tinggi, adanya pembatasan jumlah produksi sehingga hasil produksi tidak maksimal, terjadi campur
tangan dalam pembuatan kebijakan yang menguntungkan bangsa Eropa.
Monopoli Perdagangan
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
10
3. Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Kolonialisme dan
Imperialisme Eropa
b. Pengaruh Kedatangan Bangsa Eropa terhadap Masyarakat Indonesia
Pemerintah kolonial mengerahkan tenaga rakyat Indonesia melakukan kerja paksa untuk
membangun jalan raya dari Anger (Banten) hingga ke Panarukan (Jawa Timur), membangun
pabrik senjata di Semarang dan Surabaya, serta membangun pangkalan laut di Merak dan
Surabaya.
Dampak sistem kerja paksa terhadap masyarakat Indonesia adalah timbulnya kemiskinan dan
kemelaratan dan menyebabkan banyak rakyat meninggal dunia.
Sistem Kerja Paksa
Penetapan sistem tanam paksa mewajibkan masyarakat menanam tanaman komersial
komoditas ekspor, seperti kopi dan tebu. Hasil produksi wajib dijual kepada pemerintah Hindia
Belanda dengan harga yang telah ditentukan. Pengaruh praktik sistem tanam paksa terhadap
masyarakat Indonesia adalah petani lokal mulai mengenal tanaman komoditas ekspor dan
sistem upah, hasil produksi pertanian masyarakat berkurang, muncul fenomena kemiskinan dan
kelaparan di berbagai daerah.
Sistem Tanam Paksa
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
11
Draw
Gambarkan ekspresi perasaan kalian setelah mengikuti pembelajaran hari ini
12
Aspek pendidikan menimbulkan berbagai perubahan,
yaitu:
• pendirian lembaga penndidikan model Barat,
• terbukanya peluang pendidikan lebih besar bagi
masyarakat pribumi, dan
• munculnya kaum terpelajar.
3. Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Kolonialisme dan
Imperialisme Eropa
c. Pengaruh Masyarakat Indonesia akibat Kolonialisme dan Imperialisme
Bangsa Eropa
Aspek geografis menimbulkan berbagai
perubahan,yaitu:
• pemanfaatan jalur laut untuk kegiatan dagang,
• pembangunan sarana dan prasarana
perdagangan,
• pembangunan perkebunan komoditas ekspor, dan
• pengenalan program transmigrasi.
1
Aspek politik menyebabkan terjadinya perubahan
dalam hal kekuasaan penguasa lokal terhadap
wilayahnya terbatas secara hukum dan terjadinya
pembentukan struktur organisasi birokrasi.
2
Aspek ekonomi menimbulkan berbagai perubahan,
yaitu:
• makin beragamnya aktivitas ekonomi,
• pengenalan sistem upah, kontrak kerja, dan pajak,
• pengenalan sistem perkebunan besar,
• pembangunan fasilitas pendukung pertanian dan
perkebunan, dan
• penanaman modal asing.
3
Aspek sosial budaya menyebabkan terjadinya perubahan
dalam munculnya kelompok masyarakat berdasarkan
golongan, terjadinya akulturasi budaya, dan lunturnya
tradisi kerajaan lokal.
4
5
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
13
Perlawanan terhadap Bangsa Portugis
Perlawanan bangsa Indonesia terhadap kolonialisme atau
penjajahan bangsa Portugis dilakukan oleh beberapa kerajaan di
Nusantara. Perlawanan tersebut antara lain dilakukan oleh
Kesultanan Ternate, Kesultanan Demak, dan Kesultanan Aceh.
3. Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Kolonialisme dan
Imperialisme Eropa
d. Perlawanan Bangsa Indonesia terhadap Kolonialisme dan Imperialisme
Perlawanan terhadap Bangsa Belanda
Perlawanan pada Masa VOC
Dalam melaksanakan kegiatannya, VOC menerapkan kebijakan-kebijakan
yang menimbulkan kesengsaraan bagi rakyat di Nusantara. Hal tersbeut
memicu perlawanan rakyat, di antaranya oleh Kesultanan Mataram dan
Kesultanan Gowa-Tallo.
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
14
Audio Response
Perlawanan terhadap kolonialisme dan imprealisme melahirkan pergolakan di beberapa daerah di Nusantara. Salah satu perlawanan juga muncul dari kerajaan Gowa-Tallo. sebutkan nama Raja Kerajaan Gowa Tallo yang di gelar dengan Ayam jantan dari Timur

15
3. Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Kolonialisme dan
Imperialisme Eropa
d. Perlawanan Bangsa Indonesia terhadap Kolonialisme dan Imperialisme
Perlawanan terhadap Bangsa Belanda
Perlawanan pada Masa Pemerintahan Hindia Belanda
1. Perlawanan Rakyat Aceh
Perlawanan rakyat Aceh dikenal dengan nama Perang Aceh, berlangsung selama 40 tahun. Perang Aceh berawal dari
keinginan pemerintah Hindia Belanda untuk menguasai wilayah kekuasaan Kesultanan Aceh. Pemerintah Hindia
Belanda menyerang Kesultanan Aceh secara terbuka pada 5 April 1873 dengan 3.000 tentara tetapi gagal. Pada bulan
November di tahun yang sama, Belanda kembali menyerang dengan kekuatan 13.000 tentara. Belanda mengira
bahwa Kesultanan Aceh berhasil ditaklukkan. Namun, rakyat Aceh terus melanjutkan perlawanannya yang dilakukan
dengan taktik gerilya. Meskipun Perang Aceh dianggap berakhir pada tahun 1912, perlawanan bersenjata rakyat Aceh
terhadap pemerintah Hindia Belanda terus berlangsung hingga tahun 1942.
2. Perlawanan Rakyat Sumatra Utara
Perlawanan rakyat Sumatra Utara terhadap pemerintah Hindia Belanda salah satunya terjadi di Tapanulid selama
kurang lebih 29 tahun. Pemerintah Hindia Belanda berusaha memperluas wilayah kekuasaannya setelah menguasai
Sumatra bagian Timur dan Aceh. Pasukan Belanda yang berkedudukan di Tarutung diserang oleh pasukan Si
Singamangaraja XII yang bermakas di Bakkara. Dalam penyerangan itu, pasukan Belanda dipimpin oleh Hans
Christoffel. Pada 17 Juni 1907, Si Singamangaraja XII yang memusatkan pertahanan terakhir di Dairi gugur karena
ditembak oleh Belanda.
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
16
Perlawanan terhadap Bangsa
Belanda
Perlawanan pada Masa Pemerintahan Hindia Belanda
1. Perlawanan Rakyat Sumatra Barat
Perlawanan yang terjadi di Sumatra Barat berawal dari tindakan pemerintah kolonial Belanda yang memanfaatkan
konflik antara Kaum Padri dan Kaum Adat. Pemerintah kolonial Belanda memberi bantuan kepada kaum Adat dalam
menghadapi Kaum Padri. Kaum Adat yang menyadari bahwa mereka dimanfaatkan oleh pemerintah kolonial Belanda
akhirnya bersatu dengan Kaum Padri untuk menghadapi pemerintah kolonial Belanda. Perlawanan Kaum Padri yang
dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol berhasil memukul mundur pasukan Belanda dan membalas serangan ke berbagai
pos pertahanan Belanda. Pada Oktober 1837, Tuanku Imam Bonjol ditangkap saat menghadiri undangan perundingan
dari Belanda.
1. Perlawanan Rakyat Sumatra Selatan
Di Sumatra Selatan, pendudukan Belanda juga mendapat perlawanan dari Kesultanan Palembang. Perlawanan
rakyat Palembang dipimpin oleh Sultan Mahmud Badaruddin II saat pemerintah Hindia Belanda mengirimkan
ekspedisi ke Palembang pada tahun 1818. Ekspedisi pasukan Belanda tersebut berhasil dipukul mundur oleh rakyat
Palembang pada Juli 1819 dikenal sebagai Perang Menteng dan pada Oktober 1819. Namun, dalam serangan Juni
1821, Sultan Mahmud Badaruddin II berhasil ditangkap dan kemudian dibuang ke Ternate. Secara politis, Kesultanan
Palembang dihapus keberadaannya pada tahun 1824 oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda.
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
17
Perlawanan terhadap Bangsa
Belanda
Perlawanan pada Masa Pemerintahan Hindia Belanda
1. Perlawanan Rakyat Jawa
Perlawanan rakyat Jawa dipimpin oleh Pangeran Diponegoro yang dilatarbelakangi campur tangan
pemerintah Hindia Belanda terhadap urusan pemerintah Kesultanan Yogyakarta. Pemerintah Hindia
Belanda juga memasang patok-patok batas pembangunan jalan melewati tanah milik Pangeran
Diponegoro. Pada pertempuran awal, Pangeran Diponegoro memperoleh kemenangan tetapi
perlawanan tersebut berakhir setelah pemerintah kolonial Belanda menggunakan tipu muslihat dengan
melakukan perundingan oleh Jenderal De Kock. Pangeran Diponegoro ditangkap dan diasingkan ke
Manado.
1. Perlawanan Rakyat Bali
Latar belakang terjadinya perlawanan di Bali, yaitu sehubungan dengan adanya hak tawan karang
yang dimiliki raja-raja Bali. Pada tahun 1844, Raja Buleleng merampas kapal Belanda yang karam di
wilayah perairannya yang mengakibatkan pemerintah Belanda tidak terima. Ketegangan yang terjadi
tersebut menimbulkan perang, Belanda menyerang Buleleng dan berhasil merebut istana Buleleng.
Pada tahun 1849, Belanda melancarkan serangan besar-besaran terhadap kerajaan-kerajaan di Bali.
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
18
Perlawanan terhadap Bangsa
Belanda
Perlawanan pada Masa Pemerintahan Hindia Belanda
1. Perlawanan Rakyat Kalimantan
Perlawanan rakyat Kesultanan Banjar disebabkan campur tangan Belanda dalam pengangkatan
Pangeran Tamjidillah menjadi seorang sultan. Perlawanan terhadap Belanda dipimpin oleh Pangeran
Antasari dengan mengepung benteng Belanda di Pengaron. Selain itu, Pangeran Hidayatullah juga
bergerilya melawan Belanda. Perlawanan terus berlanjut yang dipimpin oleh beberapa tokoh, seperti
Gusti Mas Said dengan siasat perang gerilya.
1. Perlawanan Rakyat Sulawesi Selatan
Ketika Gubernur Jenderal van der Capellen ingin memperbarui Perjanjian Bongaya, kerajaan-kerajaan
di Sulawesi, terutama Kerajaan Bone menentang keras usaha tersebut. Pada tahun 1824, Kerajaan
Suppa mempersiapkan sekitar 4.000 pasukan untuk menghadapi Belanda. Pasukan Kerajaan Bone
juga melakukan serangan kepada pos-pos Belanda di Pangkajene dan La’bakkang. Namun, tahun
1825 Kerajaan Bone dapat ditaklukkan.
1. Perlawanan Rakyat Maluku
Perlawanan rakyat Maluku terjadi di Pulau Saparua dibawah pimpinan Thomas Matulessy (Pattimura)
dengan menghancurkan Benteng Duurstede. Perlawanan rakyat Saparua menjalar ke Ambon, Seram,
dan pulau-pulau lainnya. Perlawanan selanjutnya digantikan oleh Martha Christina Tiahahu. Akibat
pemberontakan ini, pemerintah Belanda menerapkan kebijakan ketat dan pemberlakuan kembali
monopoli rempah-rempah oleh pemerintah Hindia Belanda.
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
19
3. Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Pendudukan Jepang di
Indonesia
a. Kedatangan Bangsa Jepang ke Indonesia
Perkembangan modernisasi dan industri membuat Jepang
membutuhkan daerah atau negara lain sebagai pemasok bahan
baku industri dan pasar bagi produk hasil industri. Jepang memulai
imperialisme di Asia dengan menginvasi beberapa wilayah dan
mengarah ke daerah-daerah di Asia Tenggara dan Pasifik yang
kaya sumber daya alam, terutama Indonesia.
Jepang mendarat di Indonesia melalui Maluku pada Januari 1941.
Selanjutnya, mereka masuk ke Tarakan dan menguasai Kalimantan,
lalu menuju ke pusat-pusat kekuasaan Belanda di Sumatra,
Sulawesi, dan Jawa. Pasukan Belanda tidak mampu menahan laju
invasi pasukan Jepang sehingga menyerah tanpa syarat kepada
pasukan Jepang. Awalnya, kedatangan Jepang disambut baik oleh
bangsa Indonesia karena Jepang dapat menarik simpati rakyat
Indonesia.
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
20
3. Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Pendudukan Jepang di
Indonesia
b. Perubahan Masyarakat Indonesia Akibat Pendudukan Jepang
Aspek
budaya.
Dalam
bidang
kebudayaan,
Jepang
mendirikan pusat kebudayaan bernama Keimin Bunkei
Shisodo. Karya-karya para seniman dijaga agar tidak
menyimpang dan dijadikan alat propaganda Jepang.
Penduduk juga diwajibkan mengikuti kebiasaan-kebiasaan
Jyang dilakukan Jepang.
Aspek geografi. Jepang berhasil memonopoli seluruh
hasil pertanian dan mengawasi langsung pengelolaan
perkebunan dengan mengutamakan perkebunan karet
dan kina. Pemerintah Jepang juga melaksanakan
program perpindahan penduduk untuk tenaga kerja
romusa.
1
Aspek politik. Jepang membagi tiga daerah pemerintahan
militer, yaitu:
• Daerah bagian tengah, meliputi Jawa dan Madura di
bawah angkatan darat.
• Daerah bagian barat, meliputi Sumatra di bawah
angkatan darat.
• Daerah bagian Timur, meliputi Kalimantan, Sulawesi,
Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua di bawah
angkatan laut.
Aspek ekonomi. Pemerintahan Jepang menyita aset-aset
ekonomi
peninggalan
Hindia
Belanda,
berupa
perkebunan, pabrik, dan bank. Jepang juga menerapkan
sistem autarki di setiap wilayah ekonomi.
Aspek sosial. Kehidupan sosial pada masa pendudukan
Jepang mengalami kemunduran sebagai dampak eksploitasi
sumber daya alam dan manusia. Masyarakat yang menjadi
romusa mengalami perlakuan yang tidak manusiawi.
2
3
3
4
Aspek pendidikan. Sistem pengajaran dan struktur kurikulum
ditujukan untuk kepentingan Perang Asia Timur Raya.
Semua pelajar diwajibkan menghormati adat kebiasaan
Jepang dan melakukan latihan jasmani serta kemiliteran.
5
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
HOME
21
Video Pembelajaran
HOME
22
Soal Latihan
HOME
23
Kuis/Asesmen
HOME
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Tujuan
Pembelajaran
Pertanyaan
Pemantik
Uraian
Materi
Video
Pembelajaran
Soal
Latihan
Kuis/
Asesmen
HOME
Media Pembelajaran Interaktif
Ilmu Pengetahuan Sosial
untuk SMP/MTs Kelas VIII
Penjelajahan Samudra, Kolonialisme, dan
Imperialisme di Indonesia
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 23
SLIDE
Similar Resources on Wayground
21 questions
Sumpah Pemuda Tahun 1928 dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika
Lesson
•
8th Grade
17 questions
Keberagaman: Bhinneka Tunggal Ika
Lesson
•
7th Grade
18 questions
PLURALITAS MASYARAKAT INDONESIA
Lesson
•
8th Grade
20 questions
GREETING CARD
Lesson
•
8th Grade
19 questions
Konflik dan Integrasi
Lesson
•
8th Grade
16 questions
Pergerakan Kebangsaan
Lesson
•
8th Grade
18 questions
SDA INDONESIA
Lesson
•
8th Grade
16 questions
KONFLIK SOSIAL
Lesson
•
8th Grade
Popular Resources on Wayground
15 questions
Fractions on a Number Line
Quiz
•
3rd Grade
10 questions
Probability Practice
Quiz
•
4th Grade
15 questions
Probability on Number LIne
Quiz
•
4th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
22 questions
fractions
Quiz
•
3rd Grade
6 questions
Appropriate Chromebook Usage
Lesson
•
7th Grade
10 questions
Greek Bases tele and phon
Quiz
•
6th - 8th Grade
Discover more resources for Social Studies
20 questions
Reform Movement
Quiz
•
8th Grade
35 questions
Introduction to the Executive Branch and Implied Powers
Quiz
•
8th Grade
44 questions
8th Grade Social Studies - Staar Review 2021
Quiz
•
8th Grade
17 questions
Civil War in Texas Vocabulary Lesson
Lesson
•
6th - 8th Grade
42 questions
Units 8-10 Test Review
Quiz
•
8th Grade
10 questions
Exploring the Executive Branch and Presidential Powers
Interactive video
•
6th - 10th Grade
22 questions
8th Social Studies STAAR Released Questions - 2019 (Part 1)
Quiz
•
8th Grade
4 questions
BHM Intro
Lesson
•
2nd - 8th Grade