Search Header Logo
Belum Berjudul

Belum Berjudul

Assessment

Presentation

Social Studies

2nd Grade

Practice Problem

Hard

Created by

FENTI INAYATI

FREE Resource

41 Slides • 0 Questions

1

Discover new features in Lessons!
Finish all phases of “I-do ; We-do ; You-do” with Quizizz

media
media
media
media

​You can also create lessons directly on Google Slides using “Quizizz Extension”.
Read more about it here

2

media

PERNIKAHAN BERKAH DAN SAMAWA

Oleh : Dr.Fenti Inayati,M.Ag

(Disampaikan dalam pengajian menjelang pernikahan Haifa

Fauziyyah Aini putri dari Bp H. Dedeng Sehabudin & Ibu Hj Atit
Lasmiati )

A.

Pernikahan dalam Islam

Islam Menganjurkan Nikah
Penghargaan Islam terhadap ikatan pernikahan besar sekali, Allah

menyebutkan sebagai ikatan yang kuat. Allah Subhanahu wa Ta’ala
berfirman :

اًقاَثْيِ م ْمُكْنِم َنْذَخَاَّو ٍضْعَب ىٰلِا ْمُكُضْعَب ىٰضْفَا ْدَقَو ٗهَنْوُذُخْأَت َفْيَكَو

اًظْيِلَغ۝٢١

3

media

Bagaimana kamu akan mengambilnya (kembali), padahal kamu

telah menggauli satu sama lain (sebagai suami istri) dan mereka pun
(istri-istrimu) telah membuat perjanjian yang kuat (ikatan pernikahan)
denganmu? [An Nisaa/4: 21].


Pernikahan sebagai mitsaqan ghalidzon, maksudnya pernikahan

sebagai perjanjian yang amat kokoh dan agung bukan perjanjian yang
bisa dimain-mainkan, ini merupakan janji yang telah dibuat oleh Allah
secara khusus dengan pada Rosul Ulul AzmiNya, dan juga janji yang
dibuat oleh Allah dengan mengangkat bukit Thursina sebagai ancaman
kepada bani Israel yang kufur kepadaNya. Oleh sebab itu, dalam
mengucapkan akad ijab Kabul semua pihak baik calon suami-istri dan
juga wali harus benar benar memikirkan konsekuensinya dan
mempersiapkan diri sebaik mungkin baik dari segi kemampuan lahirian

4

media

dan juga batiniah agar pernikahan bisa menjadi media untuk dekat
dengan sang pencipta bukan malah sebaliknya menjadi hamba yang
paling dibenciNya.


Sampai-sampai ikatan itu ditetapkan sebanding dengan separuh

agama. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

َمْكَتْسا ِدَقَف ُ،دْبَعلْا َجَّوَزَت اَذِإ يِقَب اَمْيِف َالله ِقَّتَيْلَف ،ِنْيِ دلا َفْصِن َل


“Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari

agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara
yang separuhnya lagi“

5

media

bahwa

di antara

keutamaan

menikah

adalah

untuk

menyempurnakan separuh agama dan kita tinggal menjaga diri dari
separuhnya lagi. Kenapa bisa dikatakan demikian? Para ulama jelaskan
bahwa yang umumnya merusak agama seseorang adalah kemaluan dan
perutnya. Kemaluan yang mengantarkan pada zina, sedangkan perut
bersifat serakah. Nikah berarti membentengi diri dari salah satunya,
yaitu zina dengan kemaluan. Itu berarti dengan menikah separuh agama
seorang pemuda telah terjaga, dan sisanya, ia tinggal menjaga lisannya.


Al Mula ‘Ali Al Qori rahimahullah dalam Mirqotul Mafatih

Syarh Misykatul Mashobih berkata bahwa sabda Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam “bertakwalah pada separuh yang lainnya”, maksudnya
adalah bertakwalah pada sisa dari perkara agamanya. Di sini dijadikan

6

media

menikah sebagai separuhnya, ini menunjukkan dorongan yang sangat
untuk menikah.


Al Ghozali rahimahullah (sebagaimana dinukil dalam kitab

Mirqotul Mafatih) berkata, “Umumnya yang merusak agama seseorang
ada dua hal yaitu kemaluan dan perutnya. Menikah berarti telah
menjaga diri dari salah satunya. Dengan nikah berarti seseorang
membentengi diri dari godaan syaithon, membentengi diri dari syahwat
(yang menggejolak) dan lebih menundukkan pandangan.”


Islam Tidak Menyukai Membujang
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk

menikah dan melarang keras kepada orang yang tidak mau menikah.

7

media

،ُهَل ْمُكاَقْتَأَو َِِّلِلّ ْمُكاَشْخَلأَ يِ نإ ِاللهَو اَمَأ ؟ اَذَكَو اَذَك ْمُتْلُق َنْيِذَّلا ُمُتْنَأ
ْنَع َبِغَر ْنَمَف ،َءاَسِ نلا ُجَّوَزَتَأَو ُدُقْرَأَو ىِلَصُأَو ُرِطْفُأَو ُمْوُصَأ يِ نِكَلَو

َّنُسيِ نِم َسْيَلَف يِت.


“Benarkah kalian telah berkata begini dan begitu? Sungguh demi

Allah, sesungguhnya akulah yang paling takut dan taqwa kepada Allah
diantara kalian, akan tetapi aku berpuasa dan aku berbuka, aku shalat
dan aku juga tidur dan aku juga menikahi wanita. Maka barangsiapa
yang tidak menyukai sunnahku, maka ia tidak termasuk golonganku“

8

media

Jangan khawatir, Allah yang akan mencukupkan rizki

Dari segi finansial sebenarnya sudah cukup, namun selalu

timbul was-was jika ingin menikah. Was-was yang muncul, “Apa bisa
rizki saya mencukupi kebutuhan anak istri?” Jika seperti itu, maka
renungkanlah ayat berikut ini,

اوُنوُكَي نِإ ْمُكِئآَمِإَو ْمُكِداَبِع ْنِم َنيِحِلاَّصلاَو ْمُكنِم ىَماَيَلأْا اوُحِكنَأَو

ُي َءآَرَقُف ٌميِلَع ٌعِساَو ُاللهَو ِهِلْضَف نِم ُالله ُمِهِنْغ


“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu,

dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu
yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika

9

media

mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya.
Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS.
An Nuur: 32). Nikah adalah suatu ketaatan. Dan tidak mungkin Allah
membiarkan hamba-Nya sengsara ketika mereka ingin berbuat
kebaikan semisal menikah.


Di antara tafsiran Surat An Nur ayat 32 di atas adalah: jika kalian

itu miskin maka Allah yang akan mencukupi rizki kalian. Boleh jadi
Allah mencukupinya dengan memberi sifat qona’ah (selalu merasa
cukup) dan boleh jadi pula Allah mengumpulkan dua rizki sekaligus
(Lihat An Nukat wal ‘Uyun). Jika miskin saja, Allah akan cukupi
rizkinya. Bagaimana lagi jika yang bujang sudah berkecukupan dan
kaya?

10

media


Dari ayat di atas, Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata,

اكنلا يف ىنغلا اوسمتلا ح


“Carilah kaya (hidup berkecukupan) dengan menikah.” (Lihat

Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim mengenai tafsir ayat di atas).


Disebutkan pula dalam hadits bahwa Allah akan senantiasa

menolong orang yang ingin menjaga kesucian dirinya lewat menikah.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang tiga golongan yang pasti
mendapat pertolongan Allah. Di antaranya,

11

media

َفاَفَعْلا ُديِرُي يِذَّلا ُحِكاَّنلاَو


“… seorang yang menikah karena ingin menjaga kesuciannya.”

(HR. An Nasai no. 3218, At Tirmidzi no. 1655. Syaikh Al Albani
mengatakan bahwa hadits ini hasan). Ahmad bin Syu’aib Al Khurasani
An Nasai membawakan hadits tersebut dalam Bab “Pertolongan Allah
bagi orang yang nikah yang ingin menjaga kesucian dirinya”. Jika Allah
telah menjanjikan demikian, itu berarti pasti. Maka mengapa mesti
ragu?


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menguatkan janji Allah

Subhanahu wa Ta’ala itu dengan sabdanya :

12

media

يِذَّلا ُبَتاَكُمْلاَو ،ِالله ِلْيِبَس يِف ُدِهاَجُمْلا ْمُهُنْوَع ِالله ىَلَع ٌّقَح ٌةَثَلاَث

َءاَدَلاا ُدْيِرُي َفاَفَعْلا ُدْيِرُي يِذَّلا ُحِكاَّنلا َو


“Ada tiga golongan manusia yang berhak mendapat pertolongan

Allah. Yaitu, mujahid fi sabilillah, budak yang menebus dirinya supaya
merdeka, dan orang yang menikah karena ingin memelihara
kehormatannya“

Tujuan Pernikahan
Di antara tujuan menikah dan berkeluarga adalah untuk

mendapatkan SAMAWA, keluarga yang sakinah, mawaddah wa
rahmah. Allah Ta’ala berfirman,

13

media

َو اَهْيَلِإ اوُنُكْسَتِل اًجاَوْزَأ ْمُكِسُفْنَأ ْنِم ْمُكَل َقَلَخ ْنَأ ِهِتاَيآ ْنِمَو َلَعَج

َنوُرَّكَفَتَي ٍمْوَقِل ٍتاَيَلَ َكِلَٰذ يِف َّنِإ ۚ ًةَمْحَرَو ًةَّدَوَم ْمُكَنْيَب


“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan

untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan
merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih
dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar
terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar-Ruum: 21)


B.

Meraih Sakinah,Mawaddah, dan rahmah dalam

Pernikahan.

1.

sakinah terambil dari akar kata sakana yang berarti diam

atau tenangnya sesuatu setelah bergejolak. Itulah sebabnya mengapa

14

media

pisau dinamai sikkin karena ia adalah alat yang menjadikan binatang
yang disembelih tenang, tidak bergerak, setelah tadinya ia meronta.
Sakinah --karena perkawinan-- adalah ketenangan yang dinamis dan
aktif, tidak seperti kematian binatang.

Sakinah bermakna ketenangan yang diperoleh setelah gelisah

atau goncang.Sakinah tampak pada kecerahan raut muka yang disertai
dengan kelapangan dada, budi bahasa yang halus, dan tindakan yang
tepat (tidak emosional). Pernikahan hakikatnya bersama pasangan
menabung dan membangun “Tenang”.


sakinah adalah konsep keluarga bahagia yang memperoleh

ketenangan

setelah

adanya

gejolak

atau

konflik

maupun

kesalahpahaman dalam keluarga, yang kemudian dapat diselesaikan
dengan baik oleh kedua pasangan. Keluarga yang tenang bukan

15

media

keluarga tanpa masalah, melainkan keluarga yang mampu keluar di
masalah agar dapat mencapai ketenangan tersebut. Menurut Islam
keluarga sakinah adalah keluarga tenang dan penuh kasih sayang untuk
dapat melahirkan mawaddah dan rahmah. Tali pengikat keluarga
dikatakan sakinah adalah adanya mawaddah dan rahmah.


2.

Mawaddah bermakna kelapangan dan kekosongan,

yakni kelapangan dada dan kekosongan jiwa dari kehendak buruk.
Mawaddah ditafsirkan sebagai mahabbah,yaitu ketertarikan terhadap
lawan jenis karena penampilan yang menawan baik fisik maupun non
fisik.Mawaddah akan selalu tumbuh jika tiap pasangan selalu
menunjukan penampilan yang menarik atau disukai pasangannya.
Seperti isteri yang selalu berpenampilan menarik dan mengembangkan
keterampilan menyajikan masakan lezat bagi suaminya, dan atau suami

16

media

yang selalu melindungi,berperilaku lembut, sering membantu dan
menolong isterinya. Dipastikan dapat mengembangkan mawaddah.
Sehingga Pernikahan Hakikatnya adalah Bunga-bunga Mahabbah/cinta
beterbaran di setiap ruang hati yang berpasangan.


Mawaddah menurut M. Quraish Shihab bukan sekedar cinta,

mawaddah adalah “Cinta Plus” yang sejati. Bukan sekedar cinta yang
ketika hatinya kesal, cintanya menjadi pudar. Tetapi yang hatinya telah
bersemai mawaddah, tidak akan mudah memutuskan hubungan begitu
saja. Ini disebabkan hatinya begitu lapang dan kosong dari keburukan.


3.

Rahmah bermakna memberikan kasih sayang kepada

yang lemah atau yang membutuhkan. Rahmah pun berarti
menyukai,hanya rasa sukanya tidak berdasarkan penampilan baik fisik

17

media

maupun non fisik. Seiring berjalannya waktu dinamika dalam
pernikahan akan terjadi. Riak-riak konflik, kelemahan pasangan yang
satu demi satu nampak. Belum lagi dengan perubahan perubahan alami,
mungkin kondisi isteri sudah tidak cantik lagi ataupun suami sudah
tidak gagah lagi, maka sikap rahmah/kasih sayang. tetap harus
dikedepankan dalam diri suami atau isteri. Oleh karenanya sikap
Rahmah ini akan tumbuh apabila setiap persoalan dikembalikan kepada
Allah dan RasulNya. Sepasang suami Isteri hendaknya senantiasa
taqorrub dan beribadah kepada Allah SWT.


M. Quraish Shihab memberikan pengertian rahmah sebagai

kondisi psikologis yang muncul di dalam hati akibat menyaksikan
ketidakberdayaan, sehingga mendorong yang bersangkutan melakukan
pemberdayaan. Maka masing-masing suami isteri akan sungguh

18

media

sungguh, bahkan bersusah payah demi mendatangkan kebaikan bagi
pasangannya serta menolak segala sesuatu yang mengganggu dan
mengeruhkannya.


Berdasarkan teori sistem bahwa keluarga terdiri dari unsur-unsur

yang saling berhubungan satu sama lain sebagai suatu kesatuan, maka
jika diibaratkan tubuh, apabila salah satu anggota merasa sakit, maka
anggota tubuh yang lain juga akan merasakan sakit. Begitupun dengan
sebuah hubungan, seseorang akan ikut merasakan kepedihan yang
dirasakan oleh pasangannya. Maka, penulis meyakini bahwa dengan
adanya rahmah, keluarga akan menjadi tentram dan saling pengertian,
sebab dengan saling mengerti, tidak akan saling menyalahkan, dan
saling memahami bahwa manusia tidak ada yang sempurna, maka harus
saling melengkapi kekurangan yang dimiliki oleh yang lain

19

media


Peran dan fungsi Sakinah
Peran dan fungsi Sakinah antara lain :
1.

Meningkatkan Keimanan

“ Dialah yang telah menurunkan ketenangan/Sakinah ke dalam

hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan
mereka ( yang telah ada).. ْمِهِناَميِإ َعَم اًناَميِإ اوُداَدْزَيِل ,QS AlFath (48) : 4.

2. Pasangan yang rumah tangganya sakinah Nampak dari

ibadahnya yang lebih khusyu dan rajin (peningkatan keimanan , ibadah
dan amal soleh).

3. Benteng Penyelamat terhadap gangguan. “ Senjata” untuk

melawan segala musuh dan serangan. Persoalan yang muncul justru
akan mengokohkan ikatan dan semakin menggenggam erat pasangan
untuk bisa melewatinya dengan selamat. Karena pernikahan sejatinya

20

media

menemukan patner berjuang menuju ridha Allah dan Surga Allah swt
dalam suka dan Duka. Suka disyukuri dan Duka disabari.


Ikhtiar menjadi Wanita solehah
Berbusana dengan Memenuhi Syarat Pakaian yang Syar’i
Allah Ta’ala berfirman,

َو َّنُكِتوُيُب يِف َنْرَقَو ىَلوُْلأا ِةَّيِلِهاَجْلا َجُّرَبَت َنْجَّرَبَت َلا


“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu

ber-tabarruj seperti orang-orang jahiliyyah pertama.” (QS. Al Ahzab :
33).

21

media

Betah Tinggal di Rumah
Di antara yang diteladankan oleh para wanita salaf yang

shalihah adalah betah berada di rumah dan bersungguh-sungguh
menghindari laki-laki serta tidak keluar rumah kecuali ada kebutuhan
yang mendesak. Hal ini dengan tujuan untuk menyelamatkan
masyarakat dari godaan wanita yang merupakan godaan terbesar bagi
laki-laki.


Allah Ta’ala berfirman,

ىَلوُْلأا ِةَّيِلِهاَجْلا َجُّرَبَت َنْجَّرَبَت َلاَو َّنُكِتوُيُب يِف َنْرَقَو

22

media

“Dan tinggallah kalian di dalam rumah-rumah kalian dan

janganlah kalian berdandan sebagaimana dandan ala jahiliah
terdahulu” (QS Al Ahzab: 33).

Wanita Terbaik Memiliki Sifat Malu
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ٍرْيَخِب َّلاِإ ىِتْأَي َلا ُءاَيَحْلا


“Rasa malu tidaklah mendatangkan kecuali kebaikan.” (HR.

Bukhari no. 6117 dan Muslim no. 37, dari ‘Imron bin Hushain.)

Wanita Terbaik Memiliki Sifat Taat dan Menyenangkan

Hati Suami

23

media

Istri yang taat pada suami, senang dipandang dan tidak

membangkang yang membuat suami benci, itulah sifat wanita terbaik.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,

ٌرْيَخ ِءاَسِ نلا ُّيَأ َمَّلَسَو ِهْيَلَع َُّاللَّ ىَّلَص َِّاللَّ ِلوُسَرِل َليِق يِتَّلا َلاَق

ُهَرْكَي اَمِب اَهِلاَمَو اَهِسْفَن يِف ُهُفِلاَخُت َلاَو َرَمَأ اَذِإ ُهُعيِطُتَو َرَظَن اَذِإ ُهُّرُسَت


Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa

sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu
yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika
diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya
sehingga membuat suami benci” (HR. An-Nasai no. 3231 dan Ahmad
2: 251. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

24

media


Menjaga Kehormatan, Anak dan Harta Suami
Allah Ta’ala berfirman,

ُ َّاللَّ َظِفَح اَمِب ِبْيَغْلِل ٌتاَظِفاَح ٌتاَتِناَق ُتاَحِلاَّصلاَف


“Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah

lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada” (QS. An Nisa’: 34).


Ath Thobari mengatakan dalam kitab tafsirnya (6: 692), “Wanita

tersebut menjaga dirinya ketika tidak ada suaminya, juga ia menjaga
kemaluan dan harta suami. Di samping itu, ia wajib menjaga hak
Allah dan hak selain itu.”

25

media


Wanita Terbaik Memiliki Sifat Bersyukur dengan

Pemberian Suami

Seorang istri harus pandai-pandai berterima kasih kepada

suaminya atas semua yang telah diberikan suaminya kepadanya. Bila
tidak, si istri akan berhadapan dengan ancaman neraka Allah Ta’ala.


Seselesainya dari shalat Kusuf (shalat Gerhana), Nabi

shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda menceritakan surga dan neraka
yang diperlihatkan kepada beliau ketika shalat,

َو ُّطَق اًرَظْنَم ِمْوَيْلاَك َرَأ ْمَلَف َراَّنلا ُتْيَأَرَو اَهِلْهَأ َرَثْكَأ ُتْيَأَر

:َلاَق ؟ِللهاِب َنْرُفْكَي :َلْيِق .َّنِهِرْفُكِب :َلاَق ؟ِالله َلْوُسَر اَي َمِل :اوُلاَق .َءاَسِ نلا

26

media

،َرْهَّدلا َّنُهاَدْحِإ َىلِإ َتْنَسْحَََََأ ْوَل ،َناَسْحِلإْا َنْرُفْكَيَو َرْيِشَعْلا َنْرُفْكَي

ًئْيَش َكْنِم ْتَأَر َّمُث ُّطَق اًرْيَخ َكْنِم ُتْيَأَر اَم :ْتَلاَق ا


Menurut Al Qur’an dan Al Hadits yang shahih, diantara ciri-ciri

wanita yang shalihah ialah :


1.

Ta’at kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan ta’at

kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

2.

Ta’at kepada suami dan menjaga kehormatannya di saat

suami ada atau tidak ada, serta menjaga harta suaminya.

3.

Menjaga shalat yang lima waktu tepat pada waktunya.

4.

Melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan.

5.

Banyak shadaqah dengan seizin suaminya.

27

media

6.

Memakai jilbab yang menutup seluruh auratnya dan

tidak untuk pamer kecantikan (tabarruj) seperti wanita jahiliyah (Al
Ahzab/33:33).

7.

Tidak berbincang-bincang dan berdua-duaan dengan

laki-laki yang bukan mahramnya, karena yang ketiganya adalah syetan.

8.

Tidak menerima tamu yang tidak disukai oleh suaminya.

9.

Ta’at kepada kedua orang tua dalam kebaikan

10.Berbuat baik kepada tetangganya sesuai dengan syari’at.

11.Mendidik anak-anaknya dengan pendidikan Islami.


Ikhtiar Membina Pernikahan penuh Berkah dan Samawa.
Setelah akad terucap kita akan mempersembahkan doa “

Baarakallohu laka wabaaraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fii khoiir”

28

media

Semoga Allah memberkahimudan selalu melimpahkan berkah atasmu
dan semoa Ia mempersatukanmu dalam kebaikan.

Makna berkah adalah Ziyaadatul Khoir /bertambahnya Kebaikan

diatas kebaikan yang sudah ada. Berkah dalam lapang atau sempit,
dalam senang atau sulit.

Oleh karenanya merawat pernikahan bisa ananda upayakan

dengan

1.

Terus meluruskan niat, apa yang karena Dunia akan

fana, dan apa yang karena Allah akan abadi.

2.

Teladani rumah tangga Rasululloh, karena kita butuh

referensi terbaik, model terahsan,

3.

Luangkan waktu untuk terus menimba ilmu terlebih

ilmu tafakuh fiddin. Karena setiap fase pernikahan ada tantangannya.
Dan Ilmu akan mejaga dan menyelamatkan.

29

media

4.

Saling

menghiasi,saling

melindungi

dan

saling

menutupi.

5.

Kesetaraan atau kemitraan, pernikahan bukan siapa

yang lebih tinggi, bukan mencari menang kalah. Pasangan kita setara
dan mitra teragung.

6.

Terus saling bantu meningkatkan kesholehan dan

ketaatan. Saling mendoakan.

7.

Menunaikan hak dan kewajiban.

Sebagai suami, suami sebagai Qowwam pembinan keluarga

,bertanggung jawab penuh atas keselamatan diri dan keluarganya serta
memperlakukan isterinya dengan ma’ruf, bersikap lembut, menjaga
perasaan isteri (tidak melukai, tidak kasar dan tidak menyakiti) baik
dengan ucapan maupun tindakan.

30

media

Sebagai Isteri, adalah Robbaitul bait memposisikan diri

sebagai perhiasan terbaik (shalehah) bagi suaminya. Taat kepada Allah
dan suami, menjaga dan memelihara diri baik saat dekat dengan suami
mapun saat berjauhan, menahan diri dari hal-hal yang tidak patut
dimunculkan demi menjaga ketentraman rumah tangga.

Sebagai anak, setelah menikah dan berumahtangga kewajiban

untuk senantiasa hormat dan berbuat baik kepada ke dua orang tua tidak
berkurang bahkan harus meningkat. Hormat dan berbuat baik terhadap
orang tua adalah pengokoh keberkahan dalam rumah tangga. Allah
ridho bila orang tua ridho. Oleh karenanya berbakti kepada orangtua
selain bernilai ibadah melaksanakan perintah Allah juga sebagai bakti
atas segala pengorbanannya dan perjuangannya yang luar biasa dalam
merawat,mendidik dan membimbing ananda bahkan hingga di titik ini.

31

media

Sebesar apapun balas budi terhadap kebaikan orang tua tak akan
mampu membayar pengorbanan dan perjuangan mereka.

Setelah menikah orang tua akan bertambah yakni mertua.Hormat

dan berbuat baik terhadap mertua harus sama seperti hormat kepada
orang tua sendiri. Muliakan keduanya karena mertua adalah seseorang
yang sangat dimuliakan oleh pasanga ananda. Ananda akan sangat
berbahagia manakala pasangan ananda memuliakan orangtua ananda
begitu juga sebaliknya.

Percayalah ini adalah ungkapan para salafus shalihin bahwa

kebahagiaan dan cinta kasih akan dikucurkan Allah swt kepada rumah
tangga jika ananda dan pasangan senantiasa memuliakan orangtua dan
juga mertua kalian.

32

media

Jangan Mengucapkan Ucapan Selamat Ala Kaum Jahiliyah.

Kaum jahiliyah selalu menggunakan kata-kata Birafa’ Wal

Banin, ketika mengucapkan selamat kepada kedua mempelai. Ucapan
Birafa’ Wal Banin (semoga mempelai murah rezeki dan banyak anak)
dilarang oleh Islam.

Dari Al-Hasan, bahwa ‘Aqil bin Abi Thalib nikah dengan seorang

wanita dari Jasyam. Para tamu mengucapkan selamat dengan ucapan
jahiliyah : Birafa’ Wal Banin. ‘Aqil bin Abi Thalib melarang mereka
seraya berkata : “Janganlah kalian ucapkan demikian !. Karena
Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam melarang ucapan demikian”.
Para tamu bertanya :”Lalu apa yang harus kami ucapkan, wahai Abu
Zaid ?”. ‘Aqil menjelaskan : “Ucapkanlah : Barakallahu lakum wa
Baraka

‘Alaiykum”

(Mudah-mudahan

Allah

memberi

kalian

33

media

keberkahan dan melimpahkan atas kalian keberkahan). Demikianlah
ucapan yang diperintahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam”.
[Hadits Shahih Riwayat Ibnu Abi Syaibah, Darimi 2:134, Nasa’i, Ibnu
Majah, Ahmad 3:451, dan lain-lain].


Do’a yang biasa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ucapkan

kepada seorang mempelai ialah, do’a yang diriwayatkan dari Abu
Hurairah:

َناَسْنِلإا َأَّفَر اَذِإ َناَك ملسو هيلع الله ىلص َّيِبَّنلا َّنَأ ،َةَرْيَرُه يِبَأ ْنَع

َق َجَّوَزَت اَذِإ َلا “ ٍرْيَخ يِف اَمُكَنْيَب َعَمَجَو َكْيَلَع َكَراَبَو َكَل َُّاللَّ َكَراَب

34

media

“Dari Abu Hurairah, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa

sallam jika mengucapkan selamat kepada seorang mempelai, beliau
mengucapkan do’a : (Baarakallahu laka wabaraka ‘alaiyka wa jama’a
baiynakuma fii khoir) Mudah-mudahan Allah memberimu keberkahan,
Mudah-mudahan Allah mencurahkan keberkahan atasmu dan mudah-
mudahan Dia mempersatukan kamu berdua dalam kebaikan”. [Hadits
Shahih Riwayat Ahmad 2:38, Tirmidzi, Darimi 2:134, Hakim 2:183,
Ibnu Majah dan Baihaqi 7:148]

.
Hati hati bisikan iblis

Di dalam Shahiih Muslim dari Shahabat Jabir bin ‘Abdillah

Radhiyallaahu ‘anhuma, ia berkata, “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi
wa sallam bersabda.

35

media

َس ُثَعْبَي َّمُث ِءاَمْلا ىَلَع ُهَشْرَع ُعَضَي َسْيِلْبِإ َّنِإ ُهْنِم ْمُهاَنْدَأَف ُهاَياَر

اَم ُلْوُقَيَف اَذَكَو اَذَك ُتْلَعَف ُلْوُقَيَف ْمُهُدَحَأ ُءْيِجَي ًةَنْتِف ْمُهُمَظْعَأ ًةَلِزْنَم
ُهَنْيَب ُتْقَّرَف ىَّتَح ُهُتْكَرَت اَم ُلْوُقَيَف ْمُهُدَحَأ ُءْيِجَي َّمُث َلاَق اًئْيَش َتْعَنَص

َق ِهِتَأَرْما َنْيَبَو َتْنَأ َمْعِن ُلْوُقَيَو ُهْنِم ِهْيِنْدُيَف َلا


‘Sesungguhnya iblis meletakkan singgasananya di atas lautan.

Kemudian ia mengirimkan balatentaranya. Tentara yang paling dekat
kedudukannya dengan iblis adalah yang menimbulkan fitnah paling
besar kepada manusia. Seorang dari mereka datang dan berkata, ‘Aku
telah lakukan ini dan itu.’ Iblis menjawab, ‘Engkau belum melakukan
apa-apa.’’ Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan, ‘Lalu
datanglah seorang dari mereka dan berkata, ‘Tidaklah aku

36

media

meninggalkannya sehingga aku telah berhasil memisahkan ia (suami)
dan isterinya.’’ Beliau melanjutkan, ‘Lalu iblis mendekatkan
kedudukannya. Iblis berkata, ‘Sebaik-baik pekerjaan adalah yang telah
engkau lakukan



cara menciptakan rumah laksana surga

cara menciptakan rumah laksana surga, di antaranya Menjadikan

agama sebagai fondasi, bahwa rumah sarana kita beribadah dan berdo’a
kepada Allah SWT; Saling berbagi peran antara Suami, Istri dan anak-
anak, serta selalu berkomunikasi dengan baik; Selalu pupuk rasa cinta
dan kasih sayang dalam keluarga; Didik anak dengan Pola Asuh yang
baik dan perlihatkan keteladanan dan Jika ada konflik , atau beda

37

media

pendapat, segera dikomunikasikan dengan baik dan bijaksana, tidak
dalam kondisi marah.


NASIHAT UNTUK ISTERI
Wahai para isteri !!
1. Apakah menyulitkanmu, jika engkau menemui suamimu ketika

dia masuk ke rumahmu dengan wajah yang cerah sambil tersenyum
manis?!!

2. Berhiaslah untuk suamimu dan raihlah pahala di sisi Allah

Subhanahu wa Ta’ala, sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai
keindahan, gunakanlah wangi-wangian! Bercelaklah! Berpakaianlah
dengan busana terindah yang kau miliki untuk menyambut kedatangan
suamimu. Ingat, janganlah sekali-kali engkau bermuka muram dan
cemberut di hadapannya.

38

media

3. Jadilah engkau seorang isteri yang memiliki sifat lapang dada,

tenang dan selalu ingat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam
segala keadaan.

4. Didiklah anak-anakmu dengan baik, penuhilah rumahmu

dengan tasbih, takbir, tahmid dan tahlil serta perbanyaklah membaca Al
Qur’an, khususnya surat Al Baqarah, karena surat tersebut dapat
mengusir syetan

5. Bangunkanlah suamimu untuk mengerjakan shalat malam,

anjurkanlah dia untuk berpuasa sunnah dan ingatkanlah dia kembali
tentang keutamaan berinfak, serta janganlah melarangnya untuk
bersilaturahim.

6. Perbanyaklah istighfar untuk dirimu, suamimu, orang tuamu,

dan semua kaum muslimin, dan berdo’alah selalu agar diberikan
keturunan yang shalih dan memperoleh kebaikan dunia dan akhirat, dan

39

media

ketahuilah

bahwasannya

Rabb-mu

Maha

Mendengar

do’a.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

ْمُكَل ْبِجَتْسَأ يِنْوُعدا ْمُكُّبَر َلاَقَو


“Dan Rabb kalian berfirman: ”Berdo’alah kepadaKu, niscaya

Aku akan mengabulkan untuk kalian”. [Al Mu’min/40:60][


Alhamdulillah



40

media

UNGKAPAN MAAF, TERIMAKASIH DAN PERMOHONAN

IJIN DAN DOA KEPADA ORANGTUA .


Papa dan Mama yang Ananda hormati dan cintai. Ananda sangat

bersyukur serta berterimakasih kepada Allah SWT karena telah terlahir
sebagai putri dari Papa dan Mama. Selama ini Ananda telah
mendapatkan limpahan perhatian, kasih sayang dan cinta kasih pada
Ananda yang tidak henti. Dari semenjak ananda dalam kandungan
hingga ananda dewasa saat ini.


Ananda menghaturkan permohonan maaf atas segala kesalahan

dan kekhilafan yang telah Ananda lakukan, baik berupa kata-kata
maupun perbuatan yang menyakiti hati Papa dan Mama. Pada
kesempatan ini, izinkan Ananda memohon restu untuk dinikahkan

41

media

dengan lelaki yang telah Ananda pilih yang bernama Malki Muhamad
Abdillah . Lelaki ini yang akan mengambil alih tanggungjawab dari
mama dan papa, lelaki ini yang akan menemani perjalanan panjang
hidup ananda kelak, seorang lelaki yang bisa insya Allah menjadi imam
dan qowwam terbaik, yang bijaksana dan yang akan mencurahkan
kasih dan sayang

Ananda memohon doa dan restu dari Papa dan Mama, semoga

kehidupan rumah tangga nantinya akan senantiasa diliputi keberkahan,
ketenangan . Senantiasa dikucuri Ridho dan Rohmat dari Allah Swt.

Discover new features in Lessons!
Finish all phases of “I-do ; We-do ; You-do” with Quizizz

media
media
media
media

​You can also create lessons directly on Google Slides using “Quizizz Extension”.
Read more about it here

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 41

SLIDE