Search Header Logo
Pengantar Akuntansi

Pengantar Akuntansi

Assessment

Presentation

•

Other

•

University

•

Practice Problem

•

Hard

Created by

Dina Maryani

FREE Resource

12 Slides • 0 Questions

1

media

Lakukan rekonsiliasi antara catatan buku besar dengan laporan bank secara berkala. Ini akan membantu
mendeteksi kesalahan lebih awal dan memastikan catatan tetap akurat.

3. Latih Tim Akuntansi

Pastikan bahwa tim akuntansi atau orang yang bertanggung jawab atas pencatatan keuangan memiliki
pengetahuan yang memadai tentang sistem double entry. Pelatihan yang tepat dapat meningkatkan
akurasi pencatatan dan mengurangi risiko kesalahan.

4. Audit Internal Secara Rutin

Lakukan audit internal secara berkala untuk memastikan bahwa sistem double entry diterapkan dengan
benar. Audit internal dapat membantu mengidentifikasi masalah sebelum menjadi lebih besar.

5. Tetapkan Kebijakan Keuangan yang Jelas

Tentukan kebijakan keuangan yang jelas terkait pencatatan transaksi dan pastikan bahwa semua anggota
tim mengikuti kebijakan ini. Ini akan membantu memastikan bahwa semua transaksi dicatat dengan cara
yang konsisten dan sesuai dengan prinsip double entry.

Kesimpulan

Sistem pencatatan akuntansi double entry lebih dari sekadar metode pencatatan; ia merupakan jantung
dari pengelolaan keuangan yang sehat. Dengan memastikan bahwa setiap transaksi memengaruhi
minimal dua akun, sistem ini membantu bisnis menjaga keseimbangan keuangan, menghindari
kesalahan, dan menyediakan data yang akurat untuk pengambilan keputusan strategis. Penerapan
double entry tidak hanya memperkuat integritas laporan keuangan, tetapi juga meningkatkan efisiensi
operasional, mendukung kepatuhan hukum, dan membangun kepercayaan pemangku kepentingan.
Dengan memanfaatkan tips dan langkah-langkah yang telah diuraikan, bisnis apa pun, baik kecil maupun
besar, dapat memaksimalkan potensi sistem double entry untuk mencapai keberlanjutan dan kesuksesan
jangka panjang.

2

media

Sistem double entry memainkan peran penting dalam menjaga keakuratan catatan keuangan
perusahaan. Tanpa sistem ini, sangat sulit untuk memantau arus keuangan, memastikan keseimbangan
antara aset dan kewajiban, serta mengidentifikasi kesalahan pencatatan. Berikut adalah beberapa alasan
mengapa sistem double entry sangat penting untuk bisnis:

1. Memastikan Akurasi Keuangan

Dengan pencatatan double entry, setiap transaksi dicatat dua kali, sehingga lebih mudah untuk
memverifikasi keakuratan catatan keuangan. Jika terdapat kesalahan pada salah satu entri, neraca
keuangan akan langsung menunjukkan ketidakseimbangan, yang memungkinkan akuntan untuk segera
mendeteksi dan memperbaikinya.

2. Mendukung Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik

Data keuangan yang akurat sangat penting untuk pengambilan keputusan yang tepat. Dengan sistem
double entry, perusahaan dapat dengan mudah mengakses informasi tentang kondisi keuangan mereka
secara real-time, memungkinkan manajemen untuk membuat keputusan bisnis yang lebih baik dan
strategis.

3. Mengurangi Risiko Penipuan dan Kesalahan

Karena setiap transaksi dicatat dalam dua akun, lebih sulit bagi karyawan atau pihak luar untuk
melakukan penipuan atau mengubah catatan keuangan tanpa meninggalkan jejak. Ini membuat sistem
double entry menjadi alat yang efektif dalam menjaga integritas keuangan perusahaan.

4. Mendukung Pembuatan Laporan Keuangan yang Akurat

Sistem double entry adalah dasar dari laporan keuangan seperti neraca, laporan laba rugi, dan laporan
arus kas. Dengan menggunakan sistem ini, laporan keuangan dapat dibuat dengan lebih akurat dan
dapat diandalkan oleh investor, kreditur, dan pemangku kepentingan lainnya.

5. Memenuhi Persyaratan Hukum dan Pajak

Banyak negara mengharuskan perusahaan untuk menggunakan sistem double entry dalam pembukuan
mereka, terutama untuk perusahaan menengah dan besar. Ini karena sistem ini memberikan
transparansi yang lebih besar dan memudahkan auditor dan otoritas pajak dalam memeriksa catatan
keuangan.

Contoh 1: Pembelian Barang secara Tunai

Sebuah perusahaan membeli barang persediaan senilai Rp10.000.000 secara tunai. Dalam hal ini, dua
akun yang terpengaruh adalah Persediaan (aset) dan Kas (aset). Karena perusahaan membeli barang,
akun persediaan akan bertambah (didebit), sementara kas akan berkurang (dikredit).

•Debit: Persediaan Rp10.000.000

•Kredit: Kas Rp10.000.000

3

media

Sistem pencatatan akuntansi double entry atau sistem pencatatan berpasangan adalah

metode pencatatan keuangan di mana setiap transaksi dicatat dalam dua akun yang

berbeda, yaitu debit dan kredit. Konsep dasarnya adalah bahwa setiap transaksi

memiliki dampak ganda pada akun keuangan, sehingga selalu ada keseimbangan antara

debit dan kredit.

Kelebihan Sistem Single Entry

1.Sederhana: Tidak memerlukan pengetahuan mendalam tentang akuntansi,

sehingga cocok untuk bisnis kecil.

2.Biaya Rendah: Tidak perlu menggunakan perangkat lunak akuntansi yang rumit

atau mahal.

3.Mudah Dipahami: Pencatatan mudah dilakukan tanpa harus memahami aturan

akuntansi yang kompleks.

Kekurangan Sistem Single Entry

1.Tidak Akurat: Karena hanya mencatat satu sisi dari transaksi, metode ini lebih

rentan terhadap kesalahan dan manipulasi.

2.Kurang Mendalam: Tidak bisa memberikan gambaran lengkap tentang posisi

keuangan perusahaan.

3.Tidak Memenuhi Standar Akuntansi: Tidak cocok untuk bisnis yang perlu

mematuhi standar akuntansi umum atau laporan keuangan yang diaudit.

Dalam sistem double entry, setiap transaksi mempengaruhi minimal dua akun:

•Debit: menunjukkan peningkatan aset atau pengurangan kewajiban.

4

media

Contoh 2: Penjualan Barang secara Kredit

Perusahaan menjual barang senilai Rp15.000.000 kepada pelanggan secara kredit. Dalam kasus ini, dua
akun yang terpengaruh adalah Piutang Usaha (aset) dan Penjualan (pendapatan). Karena penjualan
dilakukan secara kredit, piutang usaha akan bertambah (didebit), dan penjualan akan dicatat sebagai
kredit.

•Debit: Piutang Usaha Rp15.000.000

•Kredit: Penjualan Rp15.000.000

Contoh 3: Pembayaran Gaji Karyawan

Perusahaan membayar gaji karyawan senilai Rp5.000.000. Dalam transaksi ini, dua akun yang
terpengaruh adalah Beban Gaji (beban) dan Kas (aset). Karena perusahaan mengeluarkan uang untuk
membayar gaji, beban gaji akan bertambah (didebit) dan kas akan berkurang (dikredit).

•Debit: Beban Gaji Rp5.000.000

•Kredit: Kas Rp5.000.000

Langkah-Langkah Membuat Pencatatan Akuntansi Double Entry

Untuk menerapkan sistem pencatatan double entry dalam bisnis Anda, ada beberapa langkah yang perlu
diikuti. Berikut adalah langkah-langkah dasar dalam membuat pencatatan akuntansi double entry:

1. Identifikasi Transaksi

Langkah pertama adalah mengidentifikasi transaksi yang terjadi dalam bisnis. Apakah transaksi tersebut
melibatkan penjualan, pembelian, pembayaran, atau penerimaan kas? Setiap transaksi perlu
diidentifikasi dengan benar sebelum dicatat.

2. Tentukan Akun yang Terpengaruh

Setelah transaksi diidentifikasi, langkah berikutnya adalah menentukan akun mana yang akan
terpengaruh oleh transaksi tersebut. Apakah transaksi tersebut akan memengaruhi akun aset, kewajiban,
ekuitas, pendapatan, atau beban?

3. Tentukan Apakah Debit atau Kredit

Untuk setiap transaksi, tentukan apakah akun yang terpengaruh harus didebit atau dikredit. Ingat bahwa
dalam sistem double entry, debit dan kredit harus selalu seimbang.

4. Catat Transaksi di Buku Besar

Setelah menentukan akun dan pengaruhnya, transaksi harus dicatat dalam buku besar. Pastikan bahwa
jumlah debit sama dengan jumlah kredit untuk menjaga keseimbangan buku besar.

5. Buat Laporan Keuangan

5

media

•Kredit: menunjukkan pengurangan aset atau peningkatan kewajiban.

Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan membeli barang menggunakan uang tunai,

maka akun persediaan akan bertambah (didebit) dan akun kas akan berkurang

(dikredit).

Prinsip-Prinsip Utama Sistem Double Entry:

1.Persamaan Akuntansi: Aset = Liabilitas + Ekuitas. Setiap transaksi harus menjaga

keseimbangan ini.

2.Setiap transaksi memiliki dua sisi: Debit dan Kredit. Jumlah pada sisi debit harus

sama dengan jumlah pada sisi kredit untuk menjaga keseimbangan dalam buku

besar.

3.Akun yang terpengaruh: Setiap transaksi keuangan akan memengaruhi

setidaknya dua akun keuangan dalam pembukuan.

Mengapa Sistem Double Entry Penting untuk Bisnis?

Sistem double entry memainkan peran penting dalam menjaga keakuratan catatan

keuangan perusahaan. Tanpa sistem ini, sangat sulit untuk memantau arus keuangan,

memastikan keseimbangan antara aset dan kewajiban, serta mengidentifikasi kesalahan

pencatatan. Berikut adalah beberapa alasan mengapa sistem double entry sangat penting

untuk bisnis:

1. Memastikan Akurasi Keuangan

Dengan pencatatan double entry, setiap transaksi dicatat dua kali, sehingga lebih mudah

untuk memverifikasi keakuratan catatan keuangan. Jika terdapat kesalahan pada salah

6

media

satu entri, neraca keuangan akan langsung menunjukkan ketidakseimbangan, yang

memungkinkan akuntan untuk segera mendeteksi dan memperbaikinya.

2. Mendukung Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik

Data keuangan yang akurat sangat penting untuk pengambilan keputusan yang tepat.

Dengan sistem double entry, perusahaan dapat dengan mudah mengakses informasi

tentang kondisi keuangan mereka secara real-time, memungkinkan manajemen untuk

membuat keputusan bisnis yang lebih baik dan strategis.

3. Mengurangi Risiko Penipuan dan Kesalahan

Karena setiap transaksi dicatat dalam dua akun, lebih sulit bagi karyawan atau pihak

luar untuk melakukan penipuan atau mengubah catatan keuangan tanpa meninggalkan

jejak. Ini membuat sistem double entry menjadi alat yang efektif dalam menjaga

integritas keuangan perusahaan.

4. Mendukung Pembuatan Laporan Keuangan yang Akurat

Sistem double entry adalah dasar dari laporan keuangan seperti neraca, laporan laba

rugi, dan laporan arus kas. Dengan menggunakan sistem ini, laporan keuangan dapat

dibuat dengan lebih akurat dan dapat diandalkan oleh investor, kreditur, dan pemangku

kepentingan lainnya.

5. Memenuhi Persyaratan Hukum dan Pajak

Banyak negara mengharuskan perusahaan untuk menggunakan sistem double entry

dalam pembukuan mereka, terutama untuk perusahaan menengah dan besar. Ini karena

sistem ini memberikan transparansi yang lebih besar dan memudahkan auditor dan

otoritas pajak dalam memeriksa catatan keuangan.

7

media

Contoh 1: Pembelian Barang secara Tunai

Sebuah perusahaan membeli barang persediaan senilai Rp10.000.000 secara tunai.

Dalam hal ini, dua akun yang terpengaruh adalah Persediaan (aset) dan Kas (aset).

Karena perusahaan membeli barang, akun persediaan akan bertambah (didebit),

sementara kas akan berkurang (dikredit).

•Debit: Persediaan Rp10.000.000

•Kredit: Kas Rp10.000.000

Contoh 2: Penjualan Barang secara Kredit

Perusahaan menjual barang senilai Rp15.000.000 kepada pelanggan secara kredit.

Dalam

kasus

ini, dua

akun

yang

terpengaruh

adalah Piutang

Usaha (aset)

dan Penjualan (pendapatan). Karena penjualan dilakukan secara kredit, piutang usaha

akan bertambah (didebit), dan penjualan akan dicatat sebagai kredit.

•Debit: Piutang Usaha Rp15.000.000

•Kredit: Penjualan Rp15.000.000

Contoh 3: Pembayaran Gaji Karyawan

Perusahaan membayar gaji karyawan senilai Rp5.000.000. Dalam transaksi ini, dua akun

yang terpengaruh adalah Beban Gaji (beban) dan Kas (aset). Karena perusahaan

mengeluarkan uang untuk membayar gaji, beban gaji akan bertambah (didebit) dan kas

akan berkurang (dikredit).

8

media

•Debit: Beban Gaji Rp5.000.000

•Kredit: Kas Rp5.000.000

Langkah-Langkah Membuat Pencatatan Akuntansi Double Entry

Untuk menerapkan sistem pencatatan double entry dalam bisnis Anda, ada beberapa

langkah yang perlu diikuti. Berikut adalah langkah-langkah dasar dalam membuat

pencatatan akuntansi double entry:

1. Identifikasi Transaksi

Langkah pertama adalah mengidentifikasi transaksi yang terjadi dalam bisnis. Apakah

transaksi tersebut melibatkan penjualan, pembelian, pembayaran, atau penerimaan kas?

Setiap transaksi perlu diidentifikasi dengan benar sebelum dicatat.

2. Tentukan Akun yang Terpengaruh

Setelah transaksi diidentifikasi, langkah berikutnya adalah menentukan akun mana yang

akan terpengaruh oleh transaksi tersebut. Apakah transaksi tersebut akan memengaruhi

akun aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, atau beban?

3. Tentukan Apakah Debit atau Kredit

Untuk setiap transaksi, tentukan apakah akun yang terpengaruh harus didebit atau

dikredit. Ingat bahwa dalam sistem double entry, debit dan kredit harus selalu seimbang.

4. Catat Transaksi di Buku Besar

9

media

Setelah menentukan akun dan pengaruhnya, transaksi harus dicatat dalam buku besar.

Pastikan bahwa jumlah debit sama dengan jumlah kredit untuk menjaga keseimbangan

buku besar.

5. Buat Laporan Keuangan

Setelah transaksi dicatat di buku besar, informasi ini dapat digunakan untuk membuat

laporan keuangan seperti neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, bisnis dapat mencatat transaksi keuangan

dengan lebih akurat dan terorganisir, sehingga memudahkan proses audit dan analisis

keuangan.

Apa Itu Sistem Pencatatan Akuntansi Triple Entry?

Sementara sistem double entry mencatat transaksi dengan melibatkan dua akun,

sistem triple entry menambahkan lapisan keamanan dan transparansi dengan mencatat

transaksi pada tiga akun. Inovasi ini diperkenalkan sebagai bagian dari perkembangan

teknologi blockchain dan akuntansi terdesentralisasi.

Pada dasarnya, sistem triple entry berfungsi dengan menambahkan satu buku besar

(ledger) publik yang mencatat setiap transaksi antara pihak-pihak yang terlibat. Dengan

adanya buku besar ketiga ini, setiap transaksi tidak hanya dicatat oleh dua pihak yang

bertransaksi (misalnya pembeli dan penjual), tetapi juga divalidasi oleh sistem yang

netral (misalnya, jaringan blockchain).

Kelebihan Sistem Triple Entry

1.Keamanan Lebih Tinggi: Karena melibatkan sistem verifikasi independen,

kesalahan atau manipulasi data lebih sulit terjadi.

10

media

2.Transparansi: Setiap pihak yang bertransaksi dapat memverifikasi catatan

transaksi mereka di buku besar publik.

3.Cocok untuk Blockchain: Sistem ini sejalan dengan perkembangan teknologi

blockchain dan digunakan dalam konteks kripto dan keuangan terdesentralisasi.

Kekurangan Sistem Triple Entry

1.Kompleksitas Teknis: Memerlukan pemahaman teknologi yang lebih dalam,

khususnya terkait dengan blockchain.

2.Tidak Sesuai untuk Semua Bisnis: Bisnis yang tidak menggunakan teknologi

blockchain atau transaksi kripto mungkin tidak memerlukan sistem ini.

3.Biaya Implementasi: Dapat lebih mahal dan sulit diimplementasikan pada bisnis

yang belum siap untuk berinvestasi dalam teknologi ini.

Tips Menggunakan Sistem Double Entry untuk Meningkatkan Akurasi Keuangan

Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu bisnis dalam memanfaatkan sistem

double entry untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi pengelolaan keuangan:

1. Gunakan Perangkat Lunak Akuntansi

Menggunakan perangkat lunak akuntansi seperti Ukirama dapat membantu otomatisasi

proses pencatatan double entry, sehingga mengurangi kesalahan manual dan

meningkatkan efisiensi.

2. Lakukan Rekonsiliasi Secara Berkala

Lakukan rekonsiliasi antara catatan buku besar dengan laporan bank secara berkala. Ini

akan membantu mendeteksi kesalahan lebih awal dan memastikan catatan tetap akurat.

11

media

3. Latih Tim Akuntansi

Pastikan bahwa tim akuntansi atau orang yang bertanggung jawab atas pencatatan

keuangan memiliki pengetahuan yang memadai tentang sistem double entry. Pelatihan

yang tepat dapat meningkatkan akurasi pencatatan dan mengurangi risiko kesalahan.

4. Audit Internal Secara Rutin

Lakukan audit internal secara berkala untuk memastikan bahwa sistem double entry

diterapkan dengan benar. Audit internal dapat membantu mengidentifikasi masalah

sebelum menjadi lebih besar.

5. Tetapkan Kebijakan Keuangan yang Jelas

Tentukan kebijakan keuangan yang jelas terkait pencatatan transaksi dan pastikan

bahwa semua anggota tim mengikuti kebijakan ini. Ini akan membantu memastikan

bahwa semua transaksi dicatat dengan cara yang konsisten dan sesuai dengan prinsip

double entry.

Kesimpulan

Sistem pencatatan akuntansi double entry lebih dari sekadar metode pencatatan; ia

merupakan jantung dari pengelolaan keuangan yang sehat. Dengan memastikan bahwa

setiap transaksi memengaruhi minimal dua akun, sistem ini membantu bisnis menjaga

keseimbangan keuangan, menghindari kesalahan, dan menyediakan data yang akurat

untuk pengambilan keputusan strategis. Penerapan double entry tidak hanya

memperkuat integritas laporan keuangan, tetapi juga meningkatkan efisiensi

operasional, mendukung kepatuhan hukum, dan membangun kepercayaan pemangku

kepentingan. Dengan memanfaatkan tips dan langkah-langkah yang telah diuraikan,

12

media

bisnis apa pun, baik kecil maupun besar, dapat memaksimalkan potensi sistem double

entry untuk mencapai keberlanjutan dan kesuksesan jangka panjang.

media

Lakukan rekonsiliasi antara catatan buku besar dengan laporan bank secara berkala. Ini akan membantu
mendeteksi kesalahan lebih awal dan memastikan catatan tetap akurat.

3. Latih Tim Akuntansi

Pastikan bahwa tim akuntansi atau orang yang bertanggung jawab atas pencatatan keuangan memiliki
pengetahuan yang memadai tentang sistem double entry. Pelatihan yang tepat dapat meningkatkan
akurasi pencatatan dan mengurangi risiko kesalahan.

4. Audit Internal Secara Rutin

Lakukan audit internal secara berkala untuk memastikan bahwa sistem double entry diterapkan dengan
benar. Audit internal dapat membantu mengidentifikasi masalah sebelum menjadi lebih besar.

5. Tetapkan Kebijakan Keuangan yang Jelas

Tentukan kebijakan keuangan yang jelas terkait pencatatan transaksi dan pastikan bahwa semua anggota
tim mengikuti kebijakan ini. Ini akan membantu memastikan bahwa semua transaksi dicatat dengan cara
yang konsisten dan sesuai dengan prinsip double entry.

Kesimpulan

Sistem pencatatan akuntansi double entry lebih dari sekadar metode pencatatan; ia merupakan jantung
dari pengelolaan keuangan yang sehat. Dengan memastikan bahwa setiap transaksi memengaruhi
minimal dua akun, sistem ini membantu bisnis menjaga keseimbangan keuangan, menghindari
kesalahan, dan menyediakan data yang akurat untuk pengambilan keputusan strategis. Penerapan
double entry tidak hanya memperkuat integritas laporan keuangan, tetapi juga meningkatkan efisiensi
operasional, mendukung kepatuhan hukum, dan membangun kepercayaan pemangku kepentingan.
Dengan memanfaatkan tips dan langkah-langkah yang telah diuraikan, bisnis apa pun, baik kecil maupun
besar, dapat memaksimalkan potensi sistem double entry untuk mencapai keberlanjutan dan kesuksesan
jangka panjang.

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 12

SLIDE