Search Header Logo
Literasi Numerasi

Literasi Numerasi

Assessment

Presentation

Professional Development

Professional Development

Practice Problem

Easy

Created by

Faryanti Faryanti

Used 3+ times

FREE Resource

71 Slides • 7 Questions

1

media

2

media

Assalamualaikum, Wr. Wb

3

media

4

media

​Mari... Buat Kesepakatan :

5

media

Mari kita bermain

media

6

Word Cloud

Bagaimana kabar Bapak Ibu hari ini?

7

Draw

Gambarkan perasaan Bapak Ibu hai ini!

8

Poll

Siapkah Bapak Ibu untuk pembelajaran hari ini?

Belum siap

Siap

Sangat siap

9

Multiple Select

Apa pendapat Bapak Ibu tentang Literasi dan Numerasi? (Pilih beberapa jawaban yang benar)

1

Merupakan tanggung jawab mutlak bagi guru Bahasa Indonesia dan Matematika

2

Harus dikembangkan oleh semua guru mata pelajaran di satuan pendidikan.

3

Dilaksanakan dalam pembelajaran dengan menggunakan media dan cara yang beragam.

4

Merupakan keterampilan dasar yang wajib dimiliki oleh setiap peserta didik.

5

Pelaksanaan di satuan pendidikan merupakan tanggung jawab kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua dan komite sekolah.

10

Categorize

Options (12)

Membuat sudut baca yang nyaman

Membentuk book club

Kegiatan membaca bergiliran.

Membuat jurnal harian

Membuat cerita pendek

Membuat laporan hasil percobaan

Diskusi kelompok

Debat

Presentasi

Menyimak cerita audio

Menonton film dokumenter

Menyimak presentasi

Kelompokkan aktivitas pembelajaran berikut sesuai dengan kategori lietarsi masing-masing!

Aktivitas membaca
Akivitas menulis
Aktivitas berbicara
Aktivitas mendengarkan

11

Match

Jodohkan mata pelajaran berikut ini dengan akivitas literasi yang dapat diterapkan!

Biologi

Sejarah

Seni Budaya

Matematika

Geografi

Membuat laporan percobaan.

Membuat peta konsep jalur masuknya Islam

Membuat analisis karya 3 dimensi

Menganalisis grafik

Membuat esai kerusakan lingkungan hidup

12

Multiple Choice

Berikut ini pernyataan yang tidak benar terkait dengan numerasi adalah ....

1

Kemampuan berpikir menggunakan konsep. prosedur, fakta dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan

2

Kemampuan menggunakan berbagai macam angka dan simbolsimbol yang terkait dengan matematika dasar untuk memecahkan masalah praktis dlam bebagai macam koneks kehidupan sehari-hari.

3

Kemampuan menganalsiis informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk (grafik. tabel, bagan dsb) lalu menggunakan interpretasi hasil analsiis tersebut untuk memprediksi dan mengambil keputusan.

4

Kemampuan untuk mengakses, menggunakan, menginterpretasikan, dan mengkomunikasikan informasi matematika dan ide-ide, untuk terlibat dalam dan mengelola tuntutan matematika dari berbagai situasi kehidupan

5

Kemampuan dalam mengakses, memahami, dan menggunakan informasi secara cerdas melalui berbagai aktivitas, seperti membaca, menulis, dan berbicara

13

media

14

media

15

media

16

media

17

media

18

media

Miskonsepsi tentang Literasi dan Numerasi:

1.
Numerasi adalah bahasa matematika.
2.
Numerasi hanya berhubungan dengan proses berhitung.
3. Literasi dan
Numerasi menjadi tanggung jawab guru Bahasa Indonesia dan Matematika.
4.
Dibutuhkan mata pelajaran khusus untuk belajar numerasi.
5. Literasi dan
Numerasi identik dengan soal cerita.

19

media

​Mengapa perlu penguatan Literasi dan Numerasi?

20

media

21

media

22

media

23

media

24

media

25

media

26

media

27

media

28

media

29

media

30

media

31

media

32

media

33

media

34

media

35

media

36

media

​Bagaimana menguatkan Literasi dan Numerasi dalam pembelajaran?

37

media

38

media

39

media

40

media

41

media

42

media

43

media

Salah satu peran asesmen diagnosis di adalah untuk memitigasi ketimpangan belajar dan membantu guru memetakan strategi pembelajaran. Asesmen diagnosis tidak hanya mengukur pencapaian kompetensi siswa selama belajar di masa pandemi, namun juga kondisi psikososial siswa ketika belajar di rumah.
Asesmen diagnosis bisa berupa kognitif dan nonkognitif.

Asesmen diagnosis kognitif untuk mengidentifikasi capaian kompetensi siswa sehingga guru dapat memetakan dan mengidentifikasi siswa yang perlu mendapatkan remedial atau pengayaan. Dalam merencanakan asesmen diagnosis kognitif, guru mengidentifikasi capaian yang akan diukur di awal tahun/ awal semester/ awal pembelajaran.

44

media

Asesmen diagnosis nonkognitif berfungsi untuk memetakan kesejahteraan emosional dan psikologi siswa agar mendapatkan penanganan yang tepat.


Dalam melakukan asesmen nonkognitif, guru perlu menyesuaikan jenis pertanyaan asesmen dengan kemampuan pemahaman siswa, serta metode asesmen (wawancara, menggambar, atau menulis karangan) dengan kemampuan membaca dan menulis siswa.

45

media

46

media

47

media

48

media

49

media

50

media

51

media

52

media

Asesmen as learning adalah proses penilaian yang melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan belajar. Penilaian ini menjadi bagian integral dari proses pembelajaran itu sendiri, bukan hanya sebagai alat evaluasi akhir. Contoh asesment as learning antara lain jurnal refleksi, peer asessment dan self-asessment.

Tujuan dilakukannya asesment ini adalah untuk:

  • Membantu siswa memahami konsep yang sedang dipelajari.

  • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk merefleksikan pembelajaran mereka.

  • Mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah.

53

media

Asesmen for learning adalah penilaian yang dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung dengan tujuan memberikan umpan balik kepada guru dan siswa. Hasil penilaian ini digunakan untuk memperbaiki proses pembelajaran.
Contoh asessment for learning antara lain kuis, tugas individu atau keompok dan observasi.

Tujuan dilakukan asesmen ini adalah untuk :

  • Mengidentifikasi kesalahpahaman siswa.

  • Menyesuaikan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa.

  • Memotivasi siswa untuk terus belajar.

54

media

Assessment of learning adalah penilaian yang dilakukan setelah proses pembelajaran selesai. Penilaian ini bertujuan untuk mengukur pencapaian siswa terhadap tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Contoh asessment of learning adalah penilaian akhir semester, projek akhir dan potofolio.
Tujuan dilakukannya asesmen ini adalah untuk:

  • Menentukan tingkat keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran.

  • Memberikan nilai atau rapor kepada siswa.

  • Menyampaikan informasi kepada orang tua atau pihak terkait mengenai perkembangan siswa.

55

media

56

media

Mengapa Numerasi penting untuk diintegrasikan dalam semua mata pelajaran?

57

media

  • Literasi sebagai keterampilan dasar: Literasi menjadi pintu gerbang ilmu pengetahuan dan dasar untuk pembelajaran sepanjang hayat.

  • Literasi memperdalam pemahaman materi pelajaran: Melalui pemecahan masalah yang melibatkan angka, siswa dilatih untuk berpikir secara logis dan sistematis.

  • Literasi meningkatkan keterampilan berkomunikasi: Melalui membaca dan menulis, siswa dapat mengekspresikan ide dan perasaan mereka dengan lebih baik dan memungkinkan siswa untuk berinteraksi dengan orang lain secara efektif, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.

  • Literasi menyiapkan siswa untuk dunia kerja: Literasi adalah salah satu keterampilan abad 21 yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja, seperti komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah.

58

media

  • Memperkuat pemahaman konsep: Numerasi membantu siswa memahami konsep-konsep abstrak dalam berbagai mata pelajaran secara lebih mendalam.

  • Meningkatkan kemampuan berpikir kritis: Melalui pemecahan masalah yang melibatkan angka, siswa dilatih untuk berpikir secara logis dan sistematis.

  • Menyiapkan siswa untuk kehidupan nyata: Kemampuan numerasi sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam pekerjaan maupun dalam mengambil keputusan.

  • Siswa akan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif tentang dunia di sekitar mereka dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

59

media

60

media

61

media

62

media

63

media

64

media

65

media
  • Contoh Kegiatan Pembelajaran yang Mengintegrasikan Literasi:

    • Matematika: Membaca soal cerita, menganalisis grafik, dan menuliskan langkah-langkah penyelesaian masalah.

    • IPA: Membaca artikel ilmiah, melakukan eksperimen, dan menulis laporan hasil percobaan.

    • IPS: Menganalisis data sejarah, membuat peta konsep, dan menulis esai tentang suatu peristiwa sejarah.

    • Bahasa: Membaca berbagai jenis teks (puisi, novel, artikel), menulis karangan, dan berpidato.

    • Seni: Menganalisis karya seni, menulis kritik seni, dan membuat portofolio karya seni.

66

media

Contoh Kegiatan Pembelajaran yang Mengintegrasikan dan Numerasi:

  • Fisika: Siswa melakukan percobaan untuk menentukan kalor jenis suatu benda dan kemudian menganalisis data yang diperoleh untuk menghitung kalor jenis tersebut.

  • Ekonomi: Siswa membuat presentasi tentang pertumbuhan ekonomi suatu negara dengan menggunakan grafik dan tabel data.

  • Bahasa Indonesia: Siswa menganalisis puisi karya sastrawan terkenal dan menghitung persentase penggunaan kata-kata tertentu.

  • Seni Budaya: Siswa membuat karya seni abstrak dengan memperhatikan komposisi warna dan bentuk geometri.

  • PJOK: Siswa membuat grafik yang menunjukkan perkembangan catatan waktu lari mereka selama satu semester.

67

media

68

media

Bagaimana membat soal yang dapat mengukur kemampuan Literasi dan Numerasi?

69

media

Langkah-langkah membuat soal untuk mengukur kemampuan literasi numerasi peserta didik:

  1. Tentukan Kompetensi yang Ingin Diukur:

    • Literasi: Memahami teks, menyimpulkan ide pokok, membuat inferensi, menganalisis struktur teks, dan mengevaluasi informasi.

    • Numerasi: Melakukan operasi hitung, memecahkan masalah, menganalisis data, dan membuat model matematika.

70

media
  1. Pilih jenis soal yang sesuai dan bervariasi:

  • Pilihan ganda: Untuk mengukur pemahaman dasar dan kemampuan memilih jawaban yang benar.

  • Essay: Untuk mengukur kemampuan berpikir kritis, menganalisis, dan menyusun argumen.

  • Benar Salah

  • Menjodohkan

  • Uraian singkat: Untuk mengukur kemampuan menjelaskan konsep dengan singkat dan jelas.

  • Soal pemecahan masalah: Untuk mengukur kemampuan menerapkan konsep dalam situasi nyata.

71

media

3. Buat Soal yang Relevan dengan Kehidupan Sehari-hari:

  • Gunakan konteks yang familiar bagi siswa, seperti situasi di rumah, sekolah, atau lingkungan sekitar.

  • Hubungkan soal dengan materi pelajaran yang sedang dipelajari.

5. Variasikan Tingkat Kesulitan:

  • Sesuaikan tingkat kesulitan soal dengan kemampuan siswa.

  • Mulai dari soal yang mudah untuk membangun kepercayaan diri, kemudian tingkatkan secara bertahap.

​4. Pilih jenis stimulus yang sesuai : Teks fiksi, non fiksi visual (gambar, grafik, diagram, tabel)

72

media

5. Perhatikan Bahasa yang Digunakan:

  • Gunakan bahasa yang jelas, sederhana, dan mudah dipahami.

  • Hindari penggunaan kata-kata yang ambigu atau membingungkan.

​6. Uji Coba Soal:

  • Sebelum diberikan kepada siswa, ujicobakan soal kepada beberapa orang untuk memastikan soal dapat dipahami dengan baik.

  • Perbaiki jika ada soal yang terlalu sulit, terlalu mudah, atau membingungkan.

73

media

Tips Tambahan:

  • Gunakan gambar atau diagram: Visualisasi dapat membantu siswa memahami soal dengan lebih baik.

  • Berikan konteks yang menarik: Buat soal yang menantang dan menyenangkan bagi siswa.

  • Gunakan berbagai sumber: Ambil soal dari buku teks, internet, atau sumber lain yang relevan.

  • Kerjasama dengan guru lain: Diskusikan dengan guru mata pelajaran lain untuk membuat soal yang terintegrasi.

74

media

75

media

76

media

​Referensi:
Penguatan Literasi dan Numerasi, Dirjen Dikpauddasmen Kemdikbud, 2021

77

media

​Mari Refleksikan Pembelajaran Hari ini

media

78

media
media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 78

SLIDE

Discover more resources for Professional Development