
ke khasan agama di indonesia
Presentation
•
Religious Studies
•
11th Grade
•
Practice Problem
•
Hard
ROBERTA RITA
FREE Resource
21 Slides • 0 Questions
1
Kekhasan agama - agama di Indonesia
2
Aliran Kristen non Katolik ada sejak perpecahan Gereja Katolik timur dan Gereja katolik Barat pada tahun 1054. Perpecahan besar yang lain terjadi pada Abad Pertengahan, yang ditandai dengan hadirnya beberapa tokoh yang memulai aliran aliran baru seperti Martin Luther, Peter Waldo, Yohanes Hus, dan Jean Calvin. Ada
beberapa kelompok Kristen non katolik di indonesia, yaitu Gereja kristen jawa, Gereja kristen sumatra bagian selatan, Gereja kristen tionghoa, Gereja kristen lutheran dan gereja protestan. Ada beberapa unsur pokok yang di hayati oleh agama kristen non katolik ini, yitu Sola Scriptura, Sola Gratia ,sola fide, non transubstantiatio dan imamat umum
Kekhasan Agama Kristen non Katolik
3
Islam ( bahasa Arab) berarti penyerahan diri sepenunya kepada Allah, masuk ke dalam suasana damai, sejahtera , dan hubungan serasi, baik antar sesama manusia maupun antara manusia dengan Allah. Islam merupakan agama monoteis dengan tekanan yang amat kuat pada Allah yang Mahabesar ( Allahu akbar) menjadi seruan yang kerap digunakan dimana mana ). Agama islam dimulai sejak pewahyuan kepada Nabi Mummad saw pada tahun 600- an di Gua Hira. Allah mewahyukan suatu sistem iman yang lengkap dengan perantaraan malaikat Jibril. Perkembangan islam di Indonesia dapat di gambarkan sebagai berikut :
Abad 7-8 mulai masul lewat pedagang MuslimArab
Abad 13 mulai berkembang melalui kerajaan - kerajaan
Abad 20 mulai mendirikan lembaga lembaga bernafaskan agama seperti Nadhlatul Ulama dan Muhhammadiyah
Kekhasan Agama Islam
4
Islam merupakan agama dengan pemeluk terbanyak di indonesia . Secara Umum, islam dapat dibedakan menjadi 2 aliran besar, yaitu Islam Puritan dan Islam kultural .- Islam Puritan adalah aliran yang ingin menerpkan ajaran Islam secara murni tanpa mengakomodasi budaya setempat, sedangkan IsIam Kultural adalah aliran yang ingin menerapkan ajaran islam dengan mengako,odasi budaya setempat. Dua aliran besar itu mewarnai kehidupan masyarakat Islam di Indonesia. Islam memiliki beberapa unsur pokok, antara lain adalah enam rukun imam islam dan lima pilar kehidupan islam. Enam rukun iman terdiri dari syahadat, percaya kepada malaikat, percaya pada Kitab Suci, percaya pada Rasul, percaya pada hari kiamat dan percaya pada takdir Ilahi. sedangkan lima pilar kehhidupan terdiri dari Syaadat, sholat ( menurut lima waktu ) , saum (puasa di bulan ramadhan), Zakat ( berderma), dan haji ( naik haji ke mekah).Tujuan hidup manusia menurut agama islam adalah mencari ridha ilahi dan hidup dengan cara yang membuat Allah berkenan sehingga mendatangkan pahala. Ukuran dalam hidup dikategorikan dengan " Halal" dan " haram . Kitab Suci yang digunakan adalah Al Quran. seluruh penganut taat pada apa yang tertulis dalam Al Quran atau Hadits Nabi. Upacaranya dipimpin oleh ulama. hari raya yang dimiliki antara lain Idul Fitri , Idul Adha, Maulid Nabi dan tahun baru yaitu 1 Muharam.
5
Kekhasan Agama Hindu
Hindu sering dianggap sebagai agama tertua di dunia. Beberapa pendapat menyebutkan bahwa agama ini awalnya dikenal dengan Sanatana Dharma yang berarti " hukum abadi " atau " jalan keabadian " . Agama ini diduga muncul sekitar tahun 4.000 SM di lembah Hindustan, india. Perkembangan Hindu di Indonesia dapat digambarkan sebagai berikut :
- sebelum th 1000 Masuk ke Bali dan berintegrasi ke dalam kebudayaan dan agama bali asli
- Tahun 1400 an sesudah jaman Majapahit, Hindu berkembang di bali
- Tahun 1930 an mengalami transformasi agama di Bali
- Tahun 1959 Diakui sebagai agama resmi dan didirikan Dewan Agama hindu Bali.
- Tahun 1993 Perubahan nama Parisandha Hindu Dharma menjadi Parisadhha Hindhu dharma Indonesia
unsur pokok penghayatan agama hindu muncul di dalam ibadat, khususnya upacara harian yang dilaksanakan di tempat tempat dan saat saat yang sangat berkaitan dengan ritme hidup menusia harian,seperti di sekitar rumah tinggal,sumber-sumber air, persawahan, pada waktu matahari terbit dan terbenam,serta waktu-waktu penting lainnya. Tujuan hidup manusia adalah moksha,yaitu pembebasandari lingkaran reinkarnasi yang tak habis-habisnya. Ada empat jalan mencapaimoksha,yaitu Karma-marga,Jnana-marga,Bhakti-marga dan Raja-marga
6
Penjelasan mengenai jalan-jalan tersebut dapat dipaparkan sebagai berikut:
-Kurun Waktu Peristiwa Tahun 660 Berkembang pesat pada zaman kerajaan Sriwijaya diSumatra Selatan
-Tahun 800-anBerkembang pesat pada masa dinasti Syailendra diPulau Jawa.Borobudur merupakan monumen terbesardi dunia
-Tahun 1955 Didirikan Sangha Suci Indonesia
-Tahun 1979 Dibentuklah Perwakilan Umat Budha Indonesia(WALUBI)
Karma-marga :Penyucian diri melalui askese badani dengan karya, yoga, tapa, ketaatan-ketaatan pada aturan kasta tanpa pamrih.
Jnana-marga :Penyucian diri melalui akses budi dengan cara memperdalam pengetahuanserta hening cipta dalam meditasi untuk makin menyadari kesatuan denganBrahman.
Bhakti-marga :Penyucian diri melalui kepatuhan dan penyerahan diri seutuhnya menujucinta kasih Tuhan.
Raja-marga :Penyucian diri melalui pengekangan diri dan pengendalian diri dan pengendalian pikiran melalui tapa, brata, yoga dan samadhi.
Kitab Suci yang dipakai adalah Veda. Isi tulisan Kitab Suci Veda beraneka ragam,tetapi bagian yang terbesar berupa doa dan himne, juga ajaran mengenai Allah(Brahman), dewa-dewa, alam, dan manusia.Ada empat kasta dalam masyarakat, yaitu Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra.Upacara dipimpin oleh pedanda (sulinggih). Hari Raya yang dimiliki AgamaHindu antara lain adalah Nyepi, Galungan, Kuningan, Saraswati,Pagerwesi,danMelasti.
7
Kekhasan Agama Budha
Agama ini diajarkan oleh Gautama Sidharta Cakyamuni (554-478 SM). lamengalami kerinduan dalam bidang kerohanian dan terus bertanya tentang kehidupan sampai melihat kenyataan adanya penderitaan, penyakit, kemiskinan,dan kematian. Situasi penderitaan itu sangat bertolak belakang dengan kemewahan istana yang dinikmatinya. Ia pun meninggalkan kemewahan dan mengundurkan diri untuk bertapa di hutan di bawah pohon bodhi. Berkatpemusatan cipta dan pikiran, dia memperoleh pencerahan dan penerangan(bodhi). Sebagai budha (seorang yang memperoleh pencerahan), diamengkhotbahkan jalan baru tersebut. Ajaran Sang Budha berguna untukmemperoleh kebebasan dari lingkungan hukum karmasamsara (lingkaranreinkarnasi yang ditentukan oleh perbuatan atau karma masing-masing orangselama hidupnya).Aliran yang berkembang adalah aliran Mahayana. Dalam aliran ini, Diri Budhadiberi kedudukan transenden dan disembah sebagai dewa yang dimintai perantaraannya.
8
Proses perkembangan Budha di Indonesia dapat digambarkan sebagai berikut:
Inti ajaran agama Budha mengenai hidup manusia tercantum dalam Catur AryaSatyaatau Empat Kebenaran Mulia, yaitu: Dhuka-satya, Samudaya Satya, Nirodha-Satya dan Marga-Satya.Ajaran tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : -Dhuka-satya :segala bentuk kehidupan adalahpenderitaan,
-Samudaya Satya : sebab penderitaan adalah keinginan dan nafsu yang dimiliki manusia.
-Nirodha-Satya : penderitaan itu dapat dilenyapkan dan orang mencapai nir-vana dengan membuang segala keinginan atau nafsu.
-Marga-Satya: jalan untuk mencapai pelenyapan penderitaan sehingga dapatmasuk nirvana adalah delapan jalan utama (asta-arya-marga) yaitu keyakinanyang benar, pikiran yang benar, perkataan yang benar, perbuatan yang benar,penghidupan yang benar, daya upaya yang benar, perhatian yang benar,.dan semedi yang benar.
9
Tujuan hidup manusia adalah mencapai pencerahan dan mengalami Nir-vana. Dengan usaha sendiri, seseorang dapat bebas dari karma-samsara danhal ini tidak ditentukan oleh kedudukannya dalam kasta.
Dalam hukum karma-samsara, manusia terikat oleh perbuatannya (karma)pada roda kehidupannya (cakra). Dari lahir hingga kematiannya, manusiaberpindah-pindah tempat pada berbagai alam dan ruang, yakni kamaloka (alamindera dan nafsu),rupaloka (alam tanggapan), dan arupaloka (alam bebas darikeinginan, nafsu, dan pikiran). Dengan menjalani Marga-Satya, orang dapatmencapai penerangan tertinggi (bodhi), yakni jika jiwa, batin, atau diri manusiasecara sempurna dibebaskan dari segala ikatan ketiga ilusi besar tentangadanya roh, diri, dan dunia, karena ketiga-tiganya sebenarnya adalah maya atau ilusi belaka.
10
Dalam hukum karma-samsara, manusia terikat oleh perbuatannya (karma)pada roda kehidupannya (cakra). Dari lahir hingga kematiannya, manusiaberpindah-pindah tempat pada berbagai alam dan ruang, yakni kamaloka (alamindera dan nafsu),rupaloka (alam tanggapan), dan arupaloka (alam bebas darikeinginan, nafsu, dan pikiran). Dengan menjalani Marga-Satya, orang dapatmencapai penerangan tertinggi (bodhi), yakni jika jiwa, batin, atau diri manusiasecara sempurna dibebaskan dari segala ikatan ketiga ilusi besar tentangadanya roh, diri, dan dunia, karena ketiga-tiganya sebenarnya adalah maya atauilusi belaka.
11
Dengan demikian, orang mencapai kebahagiaan (suka), keamanan(bahaya), dan kedamaian (shanty) yang olehnya ketiga ilusi besar tadi, digantidengan tiga kebenaran, yakni tanpa diri (anatman), tiada apa-apa (anitya), dankekosongan sempurna (sunya). Inilah yang dinamakan nirvana,kelenyapan diriyang total. Inilah jati segala-galanya dan merupakan kebahagiaan sempurna.Borobudur merupakan gambaran kehidupan umat Budha.Lingkaran dengandelapan sudut mata angin menjadi kenampakan Borobudur. Tingkat-tingkatperjalanan kehidupan manusia digambarkan dalam susunan dan patung Budha.Dengan menjalani Marga Satya, orang dapat mencapai penerangan tertinggi.Kitab Suci yang dipakai adalah Tripitaka.
12
Seluruh penganut terikat pada limalarangan yang disebut Pancasila (larangan membunuh, mencuri, berdusta, mabukdan cabul). Upacara dipimpin oleh bhiksu atau bhiksuni. Hari Raya yang dimilikiadalah Waisak yang memperingati 3 peristiwa Sang Budha, yaitu kelahiranPangeran Sidharta di Taman Lumbini; pencapaian penerangan sempurna olehSidharta Gautama di bawah pohon bodhi dan wafatnya Budha Gautama diKusinara. Hari raya Waisak dirayakan secara meriah dan di pusatkan darikompleks candi Mendut dan berakhir di candi Borobudur.
13
Kekhasan Agama Konghucu
Khong hucu adalah nabi dan pendiri agama konghucu lahir di kota Tsow dinegeri Lu di dataran Cina.Konghucu tumbuh menjadi seorang yangjujur,hidupsederhana, dan suka memberi nasihat orang lain. la dikenal sebagai guru danpemimpin yang bijaksana. Ajaran-ajaran Khonghucu terus dipelihara olehpengikutnya dan dihayati secara pribadi sebagai jalan hidup.Khonghucu sangat mementingkan ajaran moral. Jika setiap orang dapatmengusahakankeharmonisan dengan sesama,dengan alam,dandengan Tuhanmaka akan tercipta perdamaian Allah. Tujuan hidup yang dicita-citakan dalamKhonghucu adalah henjadi seorang Kuncu (manusia budiman).Seorang Kuncuadalah orang yang memiliki moralitas tinggi yang mendekati moralitas SangNabi(Khonghucu).Agama Khonghucu sangatmenghormati arwahleluhur.Tuhan Yang Maha Esa disebut Tuhan.Imlek adalah hariraya umat Khonghucu. lmlek merupakan hari pergantian tahunatau tahun baru Cina atau Tinkok.DiIndone-sia harirayaini ditetapkan sebagaihari liburnasional,sejak masa pemerintahan presiden Àbdulrahman Wahid (Gus Dur)dan Megawati Soekarmo Putri.
14
Kekhasan Agama Asli dan Aliran Kepercayaan
Agama asli dipeluk oleh orang yang hidup dalam suku tertentu dan memuatkepercayaan adanyakesatuan dunia dengan alamgaib.Ada dua ciri atau unisurpokok agama asli:Pertama, upacara berkaitan dengan berbagai peristiwahidup (panen padi, membuat rumah, kelahiran, kematian, perkawinan,pemberkatan desa,dan lain sebagainya). Kedua,kepercayaan akan roh-rohyang ada di gunung, sungai dan pepohonan. Ada dua tujuan upacara:1) Untuk mencegah bahaya dan kesusahan.2) Untuk menıdapatkan belas kasihan dewata
15
Dalam upacara berlaku prinsip "do ut des-saya melakukan agar engkau memberi. "Sementara itu dalam aliran kepercayaan,kepercayaan kepada TuhanYang Maha Esa mementingkan sikap batin dan berkisar pada ilham dari dirisendiri. Sikap batin ini meningkatkan keutuhan diri manusia yang berpusat padakeyakinan serta hati nurani. Aliran kepercayaan biasanya dihayati dalamkemandirian. Pertemuan-pertemuan diarahkan pertama-tama kepadapembinaan hati dengan dua tujuan, yaitu:meneguhkan tekad dan kewaspadaanbatin serta menghaluskan budi pekerti dalam tata pergaulan. Peribadatanmerupakan tempat untuk berbagipengalaman budi luhur,bukan suatu kebaktianlahiriah, maka tidak ada tempat khusus atau petugas ibadat
16
SIKAP GEREJA TERHADAP AGAMA DAN KEPERCAYAAN LAIN
17
Pada prinsipnya, Gereja ingin membangun persaudaraan dengan semuaorang, tanpa kecuali dan tanpa syarat. Ajaran yang dapat dijadikan dasar bagiumat Katolik untuk melakukan dialog dan kerjasama dengan umat beragamadan berkepercayaan lain dinyatakan dalam Mrk 12:28-34 dan Yoh 17:18-19.Ajaran cinta kasih menjadi dasar dari hubungan dengan orang lain. Kita diajak
mencintai Allah dan sesama manusia. Mengasihi sesama dilakukan dengan memberi kesempatan kepada setiap manusia untuk menjalani kehidupan,termasuk dalam hal menghayati agama dan kepercayaannya. Semua agama merupakan jalan menuju Allah. Allah tidak memberikan kebenaran-Nya hanyadalam satu agama saja. Yesus Kristus mengutus Gereja untuk hidup di tengah dunia. Yesus tidak mengutus murid-murid-Nya untuk menarik diri dari dunia, tetapi la mengutus murid-murid-Nya ke dalam dunia.
18
Mereka diutus ke dalam duniauntuk bersarma-sama membangun dunia dengan orang lain yang mungkin tidak sepaham dan sealiran dengan mereka. Agar tugas perutusan berbuah baik,Gereja perlu menjadi utusan yang kontekstual, artinya Gereja perlu memperhatikan konteks kehidupan sosial, budaya, tradisi keagamaan,dan kehidupan masyarakat setempat. Gereja dipanggil untuk menggali keutamaan-keutamaan yang ada dalam masyarakat setempat sehingga semakin banyak orang dihantarkan untuk mengalami dan mengenal kemurahan serta kebaikan Allah.Bersama dengan saudara-saudari yang beragama Kristen Non Katolik,secara khusus Gereja selalu meńgajak untuk menjalin dialog dan kerjasama demi kesatuan umat Kristen. Konsili Vatikan II dalam 'Dekritnya tentang Ekumenisme'menyatakan sebagai berikut: “Sekarang ini, atas dorongan rahmat Roh Kudus,di cukup banyak daerah berlangsunglah banyak usaha berupa doa, pewartaan,dan kegiatan untuk menuju ke arah kepenuhan kesatuan yang dikehendaki oleh Yesus Kristus.
19
Maka Konsili suci mengundang segenap umat Katolik, untukmengenali tanda-tanda zaman, dan secara aktif berperanserta dalam kegiatan ekumenis." Yang dimaksudkan dengan 'Gerakan Ekumenis' ialah kegiatan-kegiatandan usaha-usaha, yang menanggapi bermacam-macam kebutuhan Gereja danberbagai situasi yang diadakan dan ditujukan untuk mendukung kesatuan umatKristen, misalnya: mau berdialog dan bekerjasama dengan saudara-saudari yangKristen.Sementara itu, dalam persaudaraan dengan saudara-saudari lslam, KonsiliVatikan II mendorong agar melupakan peristiwa yang sudah berlalu, dan dengan tulus hati melatih diri untuk saling memahami; bersama-sama membela sertamengembangkan keadilan sosial bagi semua orang, menghormati nilai-nilaimoral maupun perdamaian dan kebebasan (NA 3)
20
Dalam membangun kebersamaan dan persaudaraan dengan umatberagama yang lain, Gereja Katolik “tidak menolak apa pun, yang dalam agama-agama itu serba benar dan suci. Dengan sikap hormat yang tulus, Gerejamerenungkan cara-cara bertindak dan hidup, kaidah-kaidah serta ajaran-ajaran,yang memang dalam banyak hal berbeda dari apa yang diyakini dan diajarkannyasendiri, tetapi tidak jarang toh memantulkan sinar Kebenaran, yang menerangisemua orang. Namun Gereja tiada hentinya mewartakan dan wajib mewartakanKristus, yakni “jalan, kebenaran, dan hidup” (lih. Yoh 14: 6); dalam Dia manusiamenemukan kepenuhan hidup keagamaan, “dalam Dia pula Allah mendamaikansegala sesuatu dengan diri-Nya" (NA 2)
21
Oleh karena itu, Gereja “mendorong para putranya supaya dengan bijaksanadan penuh kasih, melalui dialog dan kerja sama dengan para penganut agama-agama lain, sambil memberi kesaksian tentang iman serta peri-hidup Kristiani,mengakui, memelihara, dan mengembangkan harta kekayaan rohani dan moralserta nilai-nilai sosio-budaya yang terdapat pada mereka."(NA2).Ajaran tersebutmenyatakan bahwa Gereja Katolik tidak menolak agama-agama danmenghormati ajaran mereka, namun Gereja tidak menyamakan semua agama.Meskipun menghormati, Gereja tetap mempunyai tugas untuk mewartakan Kristuskepada dunia.
Kekhasan agama - agama di Indonesia
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 21
SLIDE
Similar Resources on Wayground
14 questions
Perkenalan dan Pembukaan
Presentation
•
11th Grade
16 questions
Bahasa Indonesia
Presentation
•
11th Grade
17 questions
MENGHINDARI KENAKALAN REMAJA, PAI KLS XI KUMER
Presentation
•
11th Grade
15 questions
ROTASI
Presentation
•
11th Grade
17 questions
Bulan Ramadhan yang Indah
Presentation
•
11th Grade
16 questions
BAHASA MELAYU ( IMBUHAN )
Presentation
•
11th - 12th Grade
17 questions
Ketentuan Pernikahan dalam Islam
Presentation
•
11th Grade
17 questions
ASESMEN JABARIYAH QADARIYAH
Presentation
•
11th Grade
Popular Resources on Wayground
10 questions
5.P.1.3 Distance/Time Graphs
Quiz
•
5th Grade
10 questions
Fire Drill
Quiz
•
2nd - 5th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
22 questions
School Wide Vocab Group 1 Master
Quiz
•
6th - 8th Grade
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Inferences
Quiz
•
4th Grade
12 questions
What makes Nebraska's government unique?
Quiz
•
4th - 5th Grade
Discover more resources for Religious Studies
18 questions
Informative or Argumentative essay
Quiz
•
5th Grade - University
20 questions
Career
Quiz
•
9th - 12th Grade
20 questions
Consumer Skills
Quiz
•
9th - 12th Grade
25 questions
Early Cold War Quizziz
Quiz
•
11th Grade
20 questions
Food Chains and Food Webs
Quiz
•
7th - 12th Grade
10 questions
Geography of East Asia
Interactive video
•
7th - 12th Grade
20 questions
AEST Ag. Associates/Systems
Quiz
•
9th - 12th Grade
20 questions
Banking
Quiz
•
9th - 12th Grade