Search Header Logo
Untitled Lesson

Untitled Lesson

Assessment

Presentation

English

KG

Practice Problem

Hard

Created by

ROSANDA ANDA

FREE Resource

63 Slides • 0 Questions

1

media

2

media

Daftar Isi

Kata Pengantar ......................................................................

Daftar Isi ................................................................................

Gempabumi ..........................................................................

Tsunami .................................................................................

Gunungapi .............................................................................

Bencana Banjir .......................................................................

Tanah Longsor .......................................................................

Angin Puting Beliung .............................................................

Gelombang Pasang ................................................................

Kebakaran Lahan dan Hutan ..................................................

Kekeringan ............................................................................

Kecelakaan Transportasi ........................................................

Kegagalan Teknologi ..............................................................

Kerusuhan Sosial ...................................................................

Kecelakaan Industri ................................................................

Teroris ...................................................................................

Nomor Penting ......................................................................

i

iii

1

7

11

17

21

27

31

35

37

41

45

49

53

59

63

iii

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

3

media

4

media

Gempabumi

1

Apa itu GEMPABUMI

Gempabumi merupakan gejala alamiah yang berupa

gerakan goncangan atau getaran tanah yang ditimbulkan
oleh adanya sumber-sumber getaran tanah akibat terjadinya
patahan atau sesar akibat aktivitas tektonik, letusan
gunungapi akibat aktivitas vulkanik, hantaman benda langit
(misalnya meteor dan asteroid), dan/atau ledakan bom
akibat ulah manusia.

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

5

media

Gempabumi

2

SIAP Sebelum Terjadi Gempabumi

Mengetahui sosialisasi tentang gempabumi,

mempelajari penyebab gempa.

Membuat konstruksi rumah tahan gempa.

Memperhatikan sistem peringatan dini dan membuat

sistem peringatan dini mandiri, seperti mengikat

benda-benda yang tergantung dengan kuat.

Melaksanakan dan mengikuti simulasi.

Mengetahui dimana informasi gempa bisa

didapatkan yaitu: BMKG, TV, Radio, ORARI, dll.

Menyiapkan “tas siaga bencana”

Penyebab Terjadinya Gempabumi

Proses tektonik akibat pergerakan kulit/lempeng

bumi.

Aktivitas sesar di permukaan bumi.

Pergerakan geomorfologi secara lokal, contohnya

terjadi runtuhan tanah.

Aktivitas gunungapi.

Ledakan nuklir.

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

6

media

Di sekolah

Berlindunglah di bawah kolong meja, jika gempa mereda
keluarlah berurutan carilah tempat lapang, jangan berdiri dekat
gedung, tiang dan pohon.

Di luar rumah

Di daerah perkantoran atau kawasan industri, bahaya bisa
muncul dari jatuhnya kaca-kaca dan papan-papan reklame.

Di gedung, mall, bioskop, dan lantai dasar mall

Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan.
Ikuti semua petunjuk dari petugas atau satpam.

Di gunung/pantai

Ada kemungkinan longsor terjadi dari atas gunung. Menjauhlah
langsung ke tempat aman. Di pesisir pantai, bahayanya datang
dari tsunami. Jika Anda merasakan getaran dan tanda-tanda
tsunami tampak, cepatlah mengungsi ke dataran yang tinggi.

Gempabumi

Ketika Terjadi Gempabumi

3

Di dalam rumah

Getaran akan terasa beberapa saat.
Masuklah ke bawah meja untuk
melindungi tubuh dari jatuhan benda-
benda. Jika tidak memiliki meja, lindungi
kepala dengan bantal. Jika sedang
menyalakan kompor, maka matikan
segera untuk mencegah terjadinya
kebakaran.

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

7

media

Gempabumi

Di dalam mobil

Saat terjadi

gempabumi

besar jauhi persimpangan,
pinggirkan mobil di kiri jalan
dan berhentilah. Hentikan
mobil di tempat terbuka.
Ikuti instruksi dari radio
mobil. Jika harus mengungsi
maka

keluarlah

dengan

segera dari mobil.

4

Di kereta api

Berpeganganlah dengan erat pada tiang sehingga
tidak akan terjatuh seandainya kereta berhenti secara
mendadak.

Di dalam lift

Jangan menggunakan lift
saat terjadi gempabumi
atau kebakaran. Jika
terjebak dalam lift,
hubungi manajer gedung
dengan menggunakan
interphone jika tersedia.

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

8

media

Gempabumi

Setelah terjadi gempabumi

Periksa kondisi keluarga dan sekitar.

Jauhi bangunan yang sudah retak - retak dan tidak

aman.

Laporkan kejadian kerugian, korban orang hilang.

Membersihkan puing - puing dan kerusakan yang

terjadi.

Gotong royong dengan masyarakat dan aparat sekitar

untuk kembali memperbaiki rumah atau kerusakan

sarana dan prasarana yang ada di sekitar wilayah

bencana.

Bangun kembali bangunan yang sudah rusak dengan

kontruksi bangunan tahan gempa.

Obati trauma yang terjadi khususnya pada anak-

anak, wanita dan manula.

Selalu waspada akan terjadinya gempa susulan.

Beri pertolongan, dapat diramalkan banyak orang

akan cedera saat terjadi gempabumi besar.

Bersiaplah memberikan pertolongan pertama kepada

orang-orang yang berada di sekitar Anda.

Dengarkan informasi, saat gempabumi besar terjadi,

masyarakat terpukul kejiwaannya. Untuk mencegah

kepanikan, bersikaplah tenang dan bertindak sesuai

dengan informasi yang benar. Peroleh informasi yag

benar dari pihak yang berwenang atau polisi. Jangan

bertindak karena informasi yang belum jelas.

5

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

9

media

Gempabumi

Dampak/Bahaya Ikutan Gempabumi:

6

Kejadian gempabumi dapat menimbulkan bahaya ikutan lain
yang terkadang lebih banyak membawa korban, dibandingkan
dengan dampak akibat gempabumi itu sendiri:
tsunami.

bangunan roboh.

kebakaran.

tanah longsor.

runtuhan batuan.

rekahan tanah.

kecelakaan industri, seperti di Fukushima, Jepang.

banjir, akibat runtuhnya bendungan maupun tanggul.

penahan lainnya.

SAAT GEMPA

Tetap tenang, cari tempat aman
untuk berlindung
- Di bawah meja
- Pada sudut ruangan
- Hindari dekat kaca
Berlindung hingga gempa selesai

PASCA GEMPA

Keluar dari gedung
- Tetap tenang dan berhati - hati
- Lindungi kepala
- Tidak menggunakan Lift
Berkumpul di titik/lokasi kumpul
yang telah ditentukan

SEBELUM GEMPA

Sadar Bencana
- Tahu resiko lingkungan
- Tahu apa yang harus dilakukan
jika terjadi gempa

SAAT GEMPA

Tetap tenang, cari tempat aman
untuk berlindung
- Di bawah meja
- Pada sudut ruangan
- Hindari dekat kaca
Berlindung hingga gempa selesai

PASCA GEMPA

Keluar dari gedung
- Tetap tenang dan berhati - hati
- Lindungi kepala
- Tidak menggunakan Lift
Berkumpul di titik/lokasi kumpul
yang telah ditentukan

SEBELUM GEMPA

Sadar Bencana
- Tahu resiko lingkungan
- Tahu apa yang harus dilakukan
jika terjadi gempa

SAAT GEMPA

Tetap tenang, cari tempat aman
untuk berlindung
- Di bawah meja
- Pada sudut ruangan
- Hindari dekat kaca
Berlindung hingga gempa selesai

PASCA GEMPA

Keluar dari gedung
- Tetap tenang dan berhati - hati
- Lindungi kepala
- Tidak menggunakan Lift
Berkumpul di titik/lokasi kumpul
yang telah ditentukan

SEBELUM GEMPA

Sadar Bencana
- Tahu resiko lingkungan
- Tahu apa yang harus dilakukan
jika terjadi gempa

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

10

media

Tsunami

Asal kata TSUNAMI

Kata tsunami berasal dari bahasa Jepang, “tsu” berarti

pelabuhan dan “name” berarti gelombang sehingga secara
umum diartikan sebagai gelombang/ombak yang besar di
pelabuhan.

Tsunami dapat diartikan sebagai gelombang laut yang

disebabkan oleh gempabumi dengan pusat di bawah laut,
letusan gunungapi bawah laut, longsor di bawah laut, dan
atau hantaman meteor di laut.

7

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

11

media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Penyebab Terjadinya Tsunami

Tanda-Tanda Tsunami

Gempabumi yang berpusat di laut, diikuti dengan

dislokasi/perpindahan masa tanah/batuan yang

sangat besar dibawah air (laut/danau).

Longsor di bawah laut.

Letusan gunungapi di bawah laut / gunungapi pulau.

Hantaman meteor di laut.

Pada umumnya di Indonesia didahului dengan

gempabumi besar dan susut laut.

Terdapat selang waktu antara waktu terjadinya

gempabumi sebagai sumber tsunami dengan waktu

tiba tsunami di pantai.

Gelombang air laut datang secara mendadak dan

berulang dengan energi yang sangat kuat.

Di Indonesia tsunami terjadi dalam waktu kurang

dari 40 menit setelah gempabumi besar di bawah

laut.

Sumber: Pendidikan Siaga Gempabumi dan Tsunami

Tsunami

8

12

media
media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Tsunami

Strategi Mitigasi dan Upaya Pengurangan Risiko

Pembangunan Sistem Peringatan Dini Tsunami.

Pembangunan tempat evakuasi (shelter) di sekitar

daerah pemukiman, pembangunan tembok penahan

tsunami pada garis pantai yang berisiko,

penanaman mangrove serta tanaman lainnya di

sepanjang garis pantai untuk meredam gaya air

tsunami.

Meningkatkan pengetahuan masyarakat lokal

khususnya yang tinggal di pinggir pantai tentang

tsunami dan cara-cara penyelamatan diri terhadap

bahaya tsunami.

Melaporkan secepatnya jika mengetahui tanda-

tanda akan terjadinyan tsunami kepada petugas

yang berwenang : Kepala Desa, Polisi, Stasiun Radio,

SATLAK PB maupun institusi terkait.

9

Gempabumi yang Menyebabkan Tsunami

Berpusat di laut.

Kekuatan gempa (magnitudo) lebih besar dari 6,8 SR.

Kedalaman pusat gempa tidak lebih dari 70 km.

(merupakan gempabumi dangkal).

Pola patahan adalah sesar naik/

turun.

13

media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Tsunami

Ketika Terjadi Tsunami

Jika berada di sekitar pantai, terasa ada guncangan

gempabumi, air laut dekat pantai surut secara tiba-

tiba, segeralah lari menuju ke tempat yang tinggi

(perbukitan atau bangunan tinggi)

sambil memberitahukan teman-teman yang lain.

Jika sedang berada di dalam perahu/kapal di

tengah laut serta mendengar berita dari pantai

telah terjadi tsunami, jangan mendekat ke pantai.

Arahkan perahu ke laut. Jika gelombang pertama

telah datang dan surut kembali, jangan segera turun

ke daerah yang rendah. Biasanya gelombang

berikutnya akan menerjang. Jika gelombang telah

benar-benar mereda, lakukan pertolongan pertama

pada korban.

Sebesar apapun
bahaya tsunami,

gelombang ini tidak
datang setiap saat”.

10

14

media
media
media

Gunungapi

Letusan gunungapi merupakan bagian dari aktivitas

vulkanik yang dikenal dengan istilah “erupsi”. Hampir semua
kegiatan gunungapi berkaitan dengan zona kegempaan
aktif sebab berhubungan dengan batas lempeng. Pada
batas lempeng inilah terjadi perubahan tekanan dan suhu
yang sangat tinggi sehingga mampu melelehkan material
sekitarnya yang merupakan cairan pijar (magma). Magma
akan mengintrusi batuan atau tanah di sekitarnya melalui
rekahan-rekahan mendekati permukaan bumi.

Letusan GUNUNGAPI

11

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

15

media
media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Gunungapi

1. Aliran Lava
Lava adalah magma yang meleler ke permukaan

bumi melalui rekahan, suhunya >10000c dan dapat

merusak segala bentuk infrastruktur.

2. Awan Panas
Awan panas adalah aliran material vulkanik panas

yang terdiri atas batuan berat, ringan (berongga)

larva massif dan butiran klastik yang pergerakannya

dipengaruhi gravitasi dan cenderung mengalir melalui

lembah.

3. Gas Beracun
Gas beracun adalah gas vulkanik yang dapat

mematikan seketika apabila terhirup dalam tubuh.

Gas tersebut antara lain: CO2, SO2, Rn, H2S, HCl,

HF, H2SO4. Gas tersebut biasanya tidak berwarna

dan tidak berbau.

4. Lahar Letusan
Lahar letusan terjadi pada gunung berapi yang

mempunyai danau kawah, terjadi bersamaan saat

letusan. Air bercampur material lepas gunung berapi

mengalir dan bentuk banjir lahar.

Bahaya yang Timbul Akibat Gunungapi

12

16

media
media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Gunungapi

Strategi Mitigasi dan Upaya Pengurangan Risiko

13

1. Pemantauan, aktivitas gunungapi dipantau selama 24
jam menggunakan alat pencatat gempa (seismograf).

Data harian hasil pemantauan dilaporkan ke kantor

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

(PVMBG) di Bandung dengan menggunakan radio

komunikasi SSB. Petugas Pos Pengamatan Gunungapi

menyampaikan laporan bulanan ke pemda setempat.

2. Tanggap Darurat, tindakan yang dilakukan ketika
terjadi peningkatan aktivitas gunungapi antara lain

mengevaluasi laporan dan data (PVMBG), membentuk

tim Tanggap Darurat, mengirimkan tim ke lokasi, dan

melakukan pemeriksaan secara terpadu.

3. Peta Kawasan Rawan Bencana Gunungapi menjelaskan
jenis dan sifat bahaya gunungapi, daerah rawan bencana,

arah penyelamatan diri, lokasi pengungsian, dan pos

penanggulangan bencana.

4. Penyelidikan gunungapi menggunakan metoda
berbagai ilmu kebumian.

5. Sosialisasi kepada Pemerintah Daerah serta masyarakat,
terutama yang tinggal di sekitar gunungapi. Bentuk

sosialisasi dapat berupa pengiriman informasi kepada

Pemda dan penyuluhan langsung kepada masyarakat.

17

media
media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Gunungapi

Status Gunungapi

AWAS
Menandakan gunung berapi yang segera atau sedang meletus.
Letusan pembukaan dimulai dengan abu dan asap, berpeluang
terjadi dalam waktu 24 jam. Wilayah yang terancam bahaya
direkomendasikan untuk dikosongkan.

SIAGA
Menandakan gunung berapi yang sedang bergerak ke arah
letusan atau menimbulkan bencana. Peningkatan intensif
kegiatan seismik, data menunjukkan bahwa aktivitas dapat
segera berlanjut ke letusan atau menuju pada keadaan yang
dapat menimbulkan bencana, letusan dapat terjadi dalam
waktu 2 minggu. Sosialisasi di wilayah terancam.

WASPADA
Ada aktivitas apa pun bentuknya, terdapat kenaikan aktivitas
di atas level normal. Peningkatan aktivitas seismik dan
kejadian vulkanis lainnya. Sedikit perubahan aktivitas yang
diakibatkan oleh aktivitas magma, tektonik dan hidrotermal.

NORMAL
Tidak ada gejala aktivitas tekanan magma. Level aktivitas
dasar, pengamatan rutin, survei dan penyelidikan

14

18

media
media
media
media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Gunungapi

Ketika Terjadi Letusan Gunungapi

Ditempat terbuka, lindungi diri dari abu letusan gunungapi.


Jangan memakai lensa kontak.

Pakai masker atau kain untuk menutup mulut dan hidung.

Kenakan pakaian yang

melindungi tubuh

seperti, baju lengan

panjang, celana

panjang, dan topi.

Hindari daerah

rawan bencana seperti

lereng gunung,

lembah dan daerah

aliran lahar.

15

19

media
media
media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

16

Gunungapi

Jauhi wilayah yang terkena hujan abu.

Hindari mengendarai mobil di daerah yang terkena

hujan abu vulkanik sebab bisa merusak mesin

kendaraan seperti rem, persneling hingga pengapian.

Bersihkan atap dari timbunan debu vulkanik, karena

beratnya bisa merobohkan dan merusak atap

bangunan.

Setelah Terjadi Letusan Gunungapi

20

media
media
media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Banjir

Bencana Banjir adalah bencana yang paling sering melanda
Indonesia. Curah hujan diatas normal dan adanya pasang
naik air laut merupakan penyebab utama terjadinya banjir.
Selain itu faktor ulah manusia juga berperan penting seperti
penggunaan lahan yang tidak tepat, pembuangan sampah ke
dalam sungai, pembangunan pemukiman di daerah dataran
banjir dan sebagainya.

Adapun banjir terbagi menjadi 3 kategori:
Banjir (genangan)

Banjir bandang

Banjir rob, akibat naiknya permukaan air laut.

BANJIR

17

21

media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Banjir

Permukaan tanah lebih rendah dibandingkan muka

air laut.

Terletak pada suatu cekungan yang dikelilingi

perbukitan dengan pengaliran air keluar sempit.

Curah hujan tinggi.

Banyak pemukiman yang dibangun pada dataran

sepanjang sungai.

Aliran sungai tidak lancar akibat banyaknya sampah.

Kurangnya tutupan patahan di daerah hulu sungai.

Hindari berjalan di dekat

saluran air untuk

menghindari terseret

arus banjir.


Matikan aliran listrik di

dalam rumah atau

hubungi PLN untuk

mematikan aliran listrik

di wilayah yang

terkena bencana.

Penyebab Banjir

Ketika Terjadi Banjir

18

22

media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Banjir

Mengungsi ke daerah aman atau posko banjir sedini

mungkin saat genangan air masih memungkinkan

untuk dilewati.

Segera amankan

barang-barang

berharga ke tempat

yang lebih tinggi.

Jika air terus

meninggi hubungi

instansi yang terkait

dengan penanggulangan

bencana seperti

Kantor Kepala Desa,

Lurah ataupun Camat.

19

23

media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Banjir

Kegiatan Setelah Terjadi Banjir

Mitigasi dan Upaya Pengurangan Risiko Bencana

Secepatnya membersihkan rumah, gunakan

antiseptik untuk membunuh kuman penyakit.

Cari dan siapkan air bersih untuk menghindari

terjangkitnya penyakit diare.

Penataan daerah aliran sungai secara terpadu dan

sesuai fungsi lahan.

Tidak membangun rumah dan pemukiman di bantaran

sungai serta di daerah banjir.

Pemasangan pompa untuk daerah yang lebih rendah

dari pemukiman laut.

Program penghijauan daerah hulu sungai harus selalu

dilaksanakan serta mengurangi aktifitas di bagian

sungai rawan banjir.

Dampak Banjir

Merusak sarana-prasarana termasuk perumahan,

gedung, jalur transportasi putus, peralatan rumah

tangga rusak/hilang.

Menimbulkan penyakit diare, infeksi saluran

pernafasan.

Dapat menimbulkan erosi bahkan longsor.

Pencemaran lingkungan.

20

24

media
media
media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Tanah Longsor

TANAH LONGSOR

Selama ini bencana dianggap sesuatu yang bersifat

alamiah, mendadak dan tidak bisa dicegah. Akibatnya ketika
terjadi bencana banyak masyarakat yang tidak siap sehingga
mengakibatkan kerusakan besar bahkan kematian.
Salah satunya bencana tanah longsor yang dapat

mengubur manusia, ternak, rumah, lahan pertanian dan
apapun yang ada di lokasi tanah longsor.
Longsoran merupakan salah satu jenis gerakan massa

tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya,
menuruni atau keluar lereng akibat dari terganggunya
kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng tersebut.
Tanah longsor terjadi karena ada gangguan kestabilan pada
tanah/batuan penyusun lereng. Penyebab longsoran dapat
dibedakan menjadi penyebab yang berupa :

21

25

media
media

Tanah Longsor

Penyebab Tanah Longsor

Faktor Pengontrol Gangguan Kestabilan Lereng

Gangguan kestabilan lereng ini dikontrol oleh kondisi

morfologi (terutama kemiringan lereng), kondisi batuan
ataupun tanah penyusun lereng dan kondisi hidrologi atau tata
air pada lereng. Meskipun suatu lereng rentan atau berpotensi
untuk longsor, karena kondisi kemiringan lereng, batuan/
tanah dan tata airnya, namun lereng tersebut belum akan
longsor atau terganggu kestabilannya tanpa dipicu oleh proses
pemicu.

Proses Pemicu Longsoran dapat berupa :

Peningkatan kandungan air dalam lereng.

Getaran pada lereng akibat gempabumi ataupun

ledakan, penggalian, getaran alat/kendaraan.

Gempabumi pada tanah pasir dengan kandungan air

sering mengakibatkan liquefaction.

Peningkatan beban yang melampaui daya dukung

tanah atau kuat geser tanah.

Pemotongan kaki lereng secara sembarangan yang

mengakibatkan lereng kehilangan gaya penyangga.

22

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

26

media
media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Tanah Longsor

Tanda-tanda Utama Terjadi Tanah Longsor

Daerah Rawan Tanah Longsor

Munculnya retakan vertikal pada tebing.

Munculnya air tanah secara tiba-tiba.

Air sumur di sekitar tebing menjadi keruh.

Adanya longsoran batu-batu kecil.

Daerah dengan sejarah longsor. Tebing yang tidak

ditumbuhi pohon (gersang).

Daerah tempat mengalirnya air hujan. Daerah

dengan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun.

23

27

media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Mitigasi dan Upaya Pengurangan Risiko Bencana

Hindarkan daerah rawan bencana untuk

pembangunan pemukiman dan fasilitas utama lainnya

Mengurangi tingkat keterjalan lereng permukaan

maupun air tanah. (Fungsi drainase adalah untuk

menjauhkan air dari lereng, menghindari air meresap

ke dalam lereng atau menguras air ke dalam lereng

ke luar lereng. Jadi drainase harus dijaga agar

jangan sampai tersumbat atau meresapkan air ke

dalam tanah).

Pembuatan bangunan penahan, jangkar (anchor) dan

pilling

Tanah Longsor

24

28

media
media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Tanah Longsor

Terasering dengan sistem drainase yang tepat

(drainase pada teras - teras dijaga jangan sampai

menjadi jalan meresapkan air ke dalam tanah.

Penghijauan dengan tanaman yang sistem

perakarannya dalam dan jarak tanam yang tepat

(khusus untuk lereng curam, dengan kemiringan lebih

dari 40 derajat atau sekitar 80% sebaiknya tanaman

tidak terlalu rapat serta diseling-selingi dengan

tanaman yang lebih pendek dan ringan, di bagian

dasar ditanam rumput).

Mendirikan bangunan dengan fondasi yang kuat.

Melakukan pemadatan tanah di sekitar perumahan.

Pengenalan daerah rawan longsor.

Pembuatan tanggul penahan untuk runtuhan batuan

(rock fall).

Penutupan rekahan di atas lereng untuk mencegah

air masuk secara cepat ke dalam tanah.

Pondasi tiang pancang sangat disarankan untuk

menghindari bahaya liquefaction (infeksi cairan).

Utilitas yang ada di dalam tanah harus bersifat

fleksibel.

Dalam beberapa kasus relokasi sangat disarankan.

Mitigasi dan Upaya Pengurangan Risiko Bencana

25

29

media
media
media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Tanah Longsor

Mitigasi dan Upaya Pengurangan Risiko Bencana

Menanami kawasan yang gersang dengan tanaman

yang memiliki akar kuat, banyak dan dalam seperti

nangka, durian, pete, kaliandra dan sebagainya.

Tidak mendirikan bangunan permanen di daerah

tebing dan tanah yang tidak stabil (tanah gerak).

Membuat selokan yang kuat untuk mengalirkan air

hujan.

Waspada ketika curah hujan tinggi.

Jangan menggunduli hutan dan menebang pohon

sembarangan.

26

30

media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Angin Puting Beliung

ANGIN PUTING BELIUNG

Angin puting beliung adalah angin kencang atau bisa

juga disebut badai besar yang sangat kuat dengan pusaran
angin dengan kecepatan 120 km/jam atau lebih. Angin
puting beliung bergerak mengaduk laut di bawahnya dan
menyebabkan gelombang besar yang sangat kuat.

27

31

media
media
media
media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Angin Puting Beliung

Tanda-tanda terjadi angin puting beliung

Penanganan saat terjadi angin puting beliung

Terlihat gumpalan awan gelap, besar dan tinggi.

Petir dan guruh terlihat dari kejauhan.

Terdengar suara gemuruh dari kejauhan.

Bawa masuk barang-barang ke dalam rumah, agar

tidak terbawa angin.

Tutup jendela dan pintu lalu kunci.

Matikan semua aliran listrik dan peralatan

elektronik.

Ketika angin puting beliung terbentuk, uap air terangkat

dari lautan dan membentuk dinding awan yang tebal. Angin
kencang yang berputar di sekitar daerah yang tenang, bersih
dari awan, dan bertekanan rendah, disebut mata angin
puting beliung.

28

32

media
media
media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Angin Puting Beliung

Jika terasa petir akan menyambar, segera

membungkuk, duduk dan peluk lutut ke dada.

Jangan tiarap di atas tanah.

Hindari bangunan yang tinggi, tiang listrik, papan

reklame, dan sebagainya.

Segera masuk ke dalam rumah atau bangunan yang

kokoh.

29

33

media
media
media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Angin Puting Beliung

Penanganan Setelah Terjadi Angin Puting Beliung

Pastikan tidak ada anggota keluarga yang cedera.

Bila jatuh korban, segera berikan pertolongan

darurat.

Laporkan segera kepada yang berwenang jika ada

kerusakan yang berhubungan dengan listrik, gas, dan

kerusakan lainnya.

Jika dalam perjalanan, teruskan kembali dengan

berhati-hati.

30

34

media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Gelombang Pasang

GELOMBANG PASANG

Gelombang pasang adalah gelombang air laut yang

melebihi batas normal, dan dapat menimbulkan bahaya
di laut maupun di darat terutama daerah pinggir pantai.
Umumnya gelombang pasang terjadi karena adanya angin
kencang/puting beliung, perubahan cuaca yang sangat
cepat, dan karena ada pengaruh dari gravitasi bulan maupun
matahari. Kecepatan gelombang pasang sekitar 10-100 Km/
jam.
Gelombang

pasang

di laut akan menyebabkan

tersapunya daerah pinggir pantai yang disebut dengan
abrasi.

31

35

media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Gelombang Pasang

Karekteristik Terjadinya Gelombang Pasang

Angin kencang.


Terjadinya badai di tengah laut dan menyebabkan

terjadinya gelombang pasang di pinggir pantai.


Perubahan cuaca yang tiba-tiba menjadi gelap.

Dampak Gelombang Pasang

Kerusakan sarana dan prasarana, termasuk

perumahan, infrastruktur transportasi, pelabuhan.


Kerugian ekonomi, karena nelayan tidak dapat

melaut, dan kerusakan infrastruktur jalan

menyebabkan akses dari/ke daerah tersebut

menjadi terputus.

32

36

media
media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Gelombang Pasang

Pemberitahuan dini kepada masyarakat dari hasil

prakiraan cuaca melalui radio dan alat komunikasi.

Bila sedang berlayar di tengah laut, usahakan

menghindari daerah laut yang sedang dilanda cuaca

buruk.


Membuat/merencanakan pengungsian apabila terjadi

gelombang pasang di pinggir pantai.


Membuat infrastruktur pemecah ombak untuk

mengurangi energi gelombang yang datang terutama

di daerah pantai yang bergelombang besar.


Saat gelombang pasang terjadi, jauhi pantai dan

berlarilah ke dataran yang lebih tinggi.

Ketika Terjadi Gelombang Pasang

33

37

media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Gelombang Pasang

Mitigasi dan Upaya Pengurangan Risiko Bencana

Peningkatan kewaspadaaan dan kesiapsiagaan

terhadap bahaya gelombang pasang.

Pembangunan tembok penahan air pasang pada garis

pantai yang berisiko.

Penanaman mangrove serta tanaman lainnya

sepanjang garis pantai untuk meredam gelombang

pasang.

Pembangunan tempat-tempat evakuasi yang aman

di sekitar daerah pemukiman yang cukup tinggi dan

mudah dilalui.

Peningkatan pengetahuan masyarakat lokal khususnya

yang tinggal di pinggir pantai tentang pengenalan

tanda-tanda gelombang pasang cara-cara

penyelamatan diri terhadap bahaya gelombang

pasang.

Pembangunan rumah yang tahan terhadap bahaya

gelombang pasang.

Melaporkan secepatnya jika mengetahui tanda-tanda

akan terjadinya gelombang pasang kepada petugas

yang berwenang : Kepala Desa, Polisi, Stasiun Radio,

SATLAK PB maupun institusi terkait.

Melengkapi diri dengan alat komunikasi.

34

38

media
media
media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Kebakaran Lahan dan Hutan

KEBAKARAN LAHAN DAN HUTAN

Kebakaran lahan dan hutan adalah keadaan di mana

lahan dan hutan dilanda api sehingga mengakibatkan

kerusakan lahan dan hutan serta hasil-hasilnya dan

menimbulkan kerugian.
35

39

media
media
media
media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Kebakaran Lahan dan Hutan

1. Bila melihat kebakaran lahan dan hutan, segera

laporkan kepada Ketua RT dan/atau pemuka masyarakat

supaya mengusahakan pemadaman api.

2. Bila api terus menjalar, segera laporkan kepada Posko

Kebakaran Terdekat.

3. Bila terjadi kebakaran gunakan peralatan yang dapat

mematikan api secara cepat dan tepat.

4. Tidak membuang puntung rokok sembarangan.

5. Matikan api setelah kegiatan berkemah selesai.

6. Gunakan masker bila udara telah berasap, berikan

bantuan kepada saudara-saudara kita yang menderita.

Mitigasi dan Upaya Pengurangan Risiko Bencana

BAGI WARGA

BAGI PELADANG

1. Hindari sejauh mungkin praktek penyiapan

lahan pertanian dengan pembakaran. Apabila

pembakaran terpaksa harus dilakukan,

usahakan bergiliran dan harus dipantau.

2. Bahan yang dibakar harus sekering mungkin

dan minta pimpinan masyarakat untuk mengatur

giliran pembakaran tersebut.

36

40

media
media
media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Kekeringan

KEKERINGAN

Kekeringan adalah ketersediaan air yang jauh di bawah

kebutuhan air, baik untuk kebutuhan hidup, pertanian,
kegiatan ekonomi, dan lingkungan.

37

41

media
media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Kekeringan

Klasifikasi Kekeringan

Dampak Kekeringan

Kekeringan alamiah:
1. Kekeringan meteorologis, dikarenakan curah hujan
yang kurang.

2. Kekeringan hidrologis, kekurangan pasokan air
permukaan dan air tanah.

3. Kekeringan pertanian, kekurangan kandungan air
di dalam tanah sehingga tidak mampu memenuhi
kebutuhan tanaman tertentu pada periode waktu
tertentu pada wilayah yang luas.

4. Kekeringan sosial ekonomi.

Kekeringan antropogenik, disebabkan karena
ketidakpatuhan pada aturan.
1. Kebutuhan air lebih besar dari pasokan yang
direncanakan.

2. Kerusakan kawasan tangkapan air, sumber air, akibat
perbuatan manusia.

Banjir bandang, pepohonan mati, tanah menjadi

gundul, yang pada musim hujan akan menjadi

mudah tererosi dan banjir.

Urbanisasi, akibat hilangnya bahan pangan karena

tanaman pangan dan ternak mati, petani kehilangan

mata pencaharian.

Kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan menjadi

rentan penyakit.

38

42

media
media
media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Kekeringan

1. Menurunnya tingkat curah hujan di bawah normal dalam

satu musim. Pengukuran kekeringan Meteorologis

merupakan indikasi pertama adanya bencana kekeringan.

2. Kemudian terjadi kekurangan pasokan air permukaan dan

air tanah. Kekeringan ini diukur berdasarkan elevasi muka

air sungai, waduk, danau dan air tanah.

3. Kekeringan pada lahan pertanian ditandai dengan

kekurangan lengas tanah (kandungan air di dalam tanah).

GEJALA TERJADINYA KEKERINGAN

39

43

media
media
media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Kekeringan

1. Penyusunan peraturan Pemerintah tentang
pengaturan sistem pengiriman data iklim dari daerah

ke pusat pengolahan data.

2. Penyusunan PERDA untuk menetapkan skala prioritas

penggunaan air dengan memperhatikan historical right dan
azas keadilan.

3. Pembentukan pokja dan posko kekeringan pada tingkat

pusat dan daerah.

4. Penyediaan anggaran khusus untuk pengembangan/

perbaikan jaringan pengamatan iklim pada daerah-daerah
rawan kekeringan.

5. Pengembangan/perbaikan jaringan pengamatan iklim pada

daerah-daerah rawan kekeringan.

6. Memberikan sistem reward dan punishment bagi

masyarakat yang melakukan upaya konservasi dan
rehabilitasi sumber daya air dan hutan/lahan.

Mitigasi dan Upaya Pengurangan Risiko Bencana

40

44

media
media
media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Kecelakaan Transportasi

Kecelakaan

(accident)

adalah

peristiwa

hukum

pengangkutan berupa kejadian atau musibah, yang tidak
dikehendaki oleh pihak-pihak, terjadi sebelum, dalam
waktu atau sesudah penyelenggaraan pengangkutan karena
perbuatan manusia atau kerusakan alat pengangkutan
sehingga menimbulkan kerugian material, fisik, jiwa, atau
hilangnya mata pencaharian bagi pihak penumpang, bukan
penumpang, pemilik barang, atau pihak pengangkut.
Kecelakaan transportasi adalah peristiwa atau kejadian

pengoperasian sarana transportasi yang mengakibatkan
kerusakan sarana transportasi, seperti korban jiwa dan/
atau kerugian harta benda.

KECELAKAAN TRANSPORTASI

41

45

media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Kecelakaan Transportasi

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kecelakaan

Faktor Manusia
Faktor manusia merupakan faktor yang paling dominan

dalam kecelakaan. Hampir semua kejadian kecelakaan
didahului dengan pelanggaran rambu-rambu lalu lintas.
Pelanggaran dapat terjadi karena sengaja melanggar,
ketidaktahuan terhadap arti aturan yang berlaku ataupun
tidak melihat ketentuan yang diberlakukan atau pula pura-
pura tidak tahu.

Faktor Kendaraan
Faktor kendaraan yang paling sering adalah kelalaian

perawatan yang dilakukan terhadap kendaraan.
Untuk mengurangi faktor kendaraan perawatan dan
perbaikan kendaraan diperlukan,
di samping itu adanya kewajiban
untuk melakukan
pengujian kendaraan
bermotor secara
reguler.

42

46

media
media
media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Kecelakaan Transportasi

Faktor Jalan dan Lainnya
Faktor jalan terkait dengan kecepatan rencana jalan,

geometrik jalan, pagar pengaman di daerah pegunungan,
ada tidaknya median jalan, jarak pandang dan kondisi
permukaan jalan. Jalan yang rusak/berlobang sangat
membahayakan pemakai jalan terutama bagi pemakai
sepeda dan sepeda terbang.

Faktor Cuaca
Hari hujan juga memengaruhi unjuk kerja kendaraan

seperti jarak pengereman menjadi lebih jauh, jalan
menjadi lebih licin, jarak pandang juga terpengaruh karena
penghapus kaca tidak bisa bekerja secara sempurna atau
lebatnya hujan mengakibatkan jarak pandang menjadi
lebih pendek. Asap dan kabut juga bisa mengganggu jarak
pandang, terutama di daerah pegunungan.

43

47

media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Kecelakaan Transportasi

Mitigasi dan Upaya Pengurangan Risiko Bencana

Hati - hati dalam berkendara, baik di darat, laut

maupun udara.

Cek kondisi mesin saat akan melakukan perjalanan,

agar dapat terhindar dari kecelakaan transportasi

yang disebabkan oleh kondisi mesin kendaraan

yang tidak layak jalan.

Patuhi peraturan lalu lintas yang berlaku di jalan,

baik di darat, laut maupun udara.

Jaga kondisi tubuh dan mental pengemudi agar

dapat mengemudi dengan benar.

Persiapkan perjalanan sebaik mungkin, sehingga

dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan

transportasi.

44

48

media
media
media
media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Kegagalan Teknologi

KEGAGALAN TEKNOLOGI

Kegagalan Teknologi adalah semua kejadian bencana

yang diakibatkan oleh kesalahan desain, pengoperasian,
kelalaian dan kesengajaan manusia dalam penggunaan
teknologi dan/atau industri.

45

49

media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Kegagalan Teknologi

Penyebab Kegagalan Teknologi

Kebakaran.

Kegagalan/kesalahan desain keselamatan pabrik

teknologi.

Kesalahan prosedur pengoperasian pabrik/

teknologi.

Kerusakan komponen.

Kebocoran reaktor nuklir.

Kecelakaan transportasi (darat, laut, udara).

46

50

media
media
media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Kegagalan Teknologi

Mitigasi dan Upaya Pengurangan Risiko Bencana

Kurangi pemakaian bahan-bahan kimia yang

berbahaya mudah terbakar.

Tingkatkan ketahanan terhadap kebakaran dengan

menggunakan material bangunan ataupun peralatan

yang tahan api.

Bangun daerah penyangga atau penghalang api serta

penyebaran asap/pengurai asap.

Tingkatkan fungsi sistem deteksi dan peringatan

dini.

Perencanaan kesiapsiagaan dalam peningkatan

kemampuan pemadaman kebakaran dan

penanggulangan asap, tanggap darurat dan evakuasi

bagi pegawai serta penduduk di sekitar.

Sosialisasikan rencana penyelamatan kepada pegawai

dan masyarakat sekitarnya bekerjasama dengan

instansi terkait.

Kurangi Bahan Kimia

Berbahaya

47

51

media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Kegagalan Teknologi

Tingkatkan kemampuan pertahanan sipil dan otoritas

kedaruratan.

Batasi dan kurangi kapasitas penampungan bahan

bahan kimia yang berbahaya dan mudah terbakar.

Tingkatkan standar keselamatan di pabrik dan

desain peralatan.

Antisipasi kemungkinan bahaya dalam desain pabrik.

Buat prosedur operasi penyelamatan jika terjadi

kecelakaan teknologi.

Pindahkan bahan/material yang berbahaya dan

beracun.

PINDAHKAN

MATERIAL

BERBAHAYA DAN

BERACUN

Mitigasi dan Upaya Pengurangan Risiko Bencana

48

52

media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Kerusuhan Sosial

KERUSUHAN SOSIAL

Kerusuhan atau Konflik Sosial adalah suatu kondisi

dimana terjadi huru-hara/kerusuhan atau perang atau
keadaan yang tidak aman di suatu daerah tertentu yang
melibatkan lapisan masyarakat, golongan, suku, ataupun
organisasi tertentu.

49

53

media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Kerusuhan Sosial

Indonesia sebagai negara kesatuan pada dasarnya dapat

mengandung potensi kerawanan akibat keanekaragaman
suku bangsa, bahasa, agama, ras dan etnis golongan, hal
tersebut merupakan faktor yang berpengaruh terhadap potensi
timbulnya konflik. Dengan semakin marak dan meluasnya
konflik akhir-akhir ini, merupakan suatu pertanda menurunnya
rasa nasionalisme di dalam masyarakat.

Kondisi seperti ini dapat terlihat dengan meningkatnya

konflik yang bernuansa SARA, serta munculya gerakan-
gerakan yang ingin memisahkan diri dari NKRI akibat dari
ketidakpuasan dan perbedaan kepentingan. Apabila kondisi
ini tidak dikelola dengan baik akhirnya akan berdampak pada
disintegrasi bangsa. Permasalahan ini sangat kompleks sebagai
akibat akumulasi permasalahan ideologi, politik, ekonomi,
sosial budaya dan keamanan yang saling tumpang tindih,
apabila tidak cepat dilakukan tindakan-tindakan bijaksana
untuk menanggulangi sampai pada akar permasalahannya
maka akan menjadi problem yang berkepanjangan.

50

54

media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Kerusuhan Sosial

Mitigasi dan Upaya Pengurangan Risiko Bencana

Hindari kumpulan kelompok yang sedang melakukan

kegiatan demo, karena kegiatan tersebut akan

memicu terjadinya kerusuhan.

Apabila melihat terjadinya kerusuhan sosial atau

tindak kekerasan antar kelompok segera hubungi

pihak yang berwajib (Kepolisian).

51

55

media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Kerusuhan Sosial

Saling menghargai antara demonstran dan aparat

keamanan, agar tercipta situasi yang kondusif dan

menghindari terjadinya kerusuhan sosial.

52

56

media
media
media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Kecelakaan Industri

KECELAKAAN INDUSTRI

Kecelakaan industri adalah kejadian kecelakaan yang

terjadi di tempat kerja khususnya di lingkungan industri dan
kecelakaan ini belum tentu kecelakaan akibat kerja, karena
untuk sampai ke diagnose Kecelakaan Akibat Kerja harus
melalui prosedur investigasi. Di dalam terjadinya kecelakaan
industri (studi kasus 3) tidak ada unsur kesengajaan apalagi
direncanakan, sehingga bila ada unsur sabotase atau tindakan
kriminal merupakan hal yang di luar makna dari kecelakaan
industri.

53

57

media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Kecelakaan Industri

Klasifikasi

Klasifikasi menurut jenis kecelakaan :
Terjatuh, terdiri dari 2 jenis yaitu jatuh dari

ketinggian, jatuh tanpa beda ketinggian.

Tertimpa benda jatuh.

Kontak/terkena benda berbahaya, misalnya zat kimia

berbahaya, dengan benda panas.

Terperangkap di ruang tertutup.

Terjepit.

Klasifikasi menurut penyebabnya :
Mesin.

Alat angkut dan alat angkat.

Bejana tekan (Boiler), Diagram kebakaran, Peralatan

lainnya : Alat kerja dan perlengkapannya. Instalasi

listrik, Instalasi Pendingin.

Bahan kimia/radiasi.

Lingkungan kerja.

Klasifikasi menurut sifat, luka dan kelainan :
Patah tulang.

Dislokasi.

Memar.

Klasifikasi menurut letak kelainan di tubuh :
Kepala.

Leher.

Badan.

Anggota badan.

54

58

media
media
media
media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Kecelakaan Industri

SAAT Terjadi Kecelakaan Industri

Penyelamatan awal saat kegiatan mulai, informasi

tentang macam kecelakaan dan jumlah korban

harus segera diketahui.

Tim medis di lapangan harus melaporkan pada

pimpinan penanggulangan kecelakaan. Harus

berhati-hati ketika memasuki daerah berbahaya

(hazaedous area) meskipun sudah dibersihkan.

Evakuasi korban yang sulit dari lokasi rawan

merupakan tanggung jawab petugas khusus yang

berpengalaman atau terlatih misalnya dari

kepolisian, Tim SAR.

55

59

media
media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Kecelakaan Industri

SETELAH Kecelakaan Industri

Baik pasien maupun petugas penyelamat, sering secara

psikologis tertekan stressor kecelakaan tersebut. Hal ini
akan membaik setelah beberapa hari, beberapa minggu atau
bulan.
Perawatan lanjutan termasuk konsultasi dan acara

wawancara setelah tugas selesai. Dukungan dari anggota
keluarga, teman dan pekerja sosial yang dapat membesarkan
hati sangat diperlukan.
Pada pengusutan dan penyelidikan saat setelah

kecelakaan, Dokter bersama petugas keselamatan lainnya
membantu

mengindentifikasi

penyebab

kecelakaan

tersebut, dari faktor manusia atau masalah kesehatan dan
keselamatan kerja.
Kelemahan pada kesehatan dan keselamatan kerja

serta kurangnya kesiapsiagaan, keduanya memudahkan
terjadinya kecelakaan industri bahkan mungkin berkembang
menjadi bencana industri.

57

60

media
media
media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

Teroris

TERORIS

Aksi teror/sabotase

adalah

semua

tindakan

yang

menyebabkan keresahan masyarakat, kerusakan bangunan,
dan mengancam atau membahayakan jiwa seseorang/
banyak orang oleh seseorang/golongan tertentu yang tidak
bertanggungjawab.

59

61

media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

JAUHKANBENCANADARI MASYARAKAT

HIDUP HARMONIS DENGAN BENCANA

MENDORONGDANMENGEMBANGKAN

KEARIFANLOKAL

JAUHKANMASYARAKAT DARIBENCANA

62

62

media
media

TANGGAP TANGKAS TANGGUH Menghadapi Bencana

63

media
media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 63

SLIDE