Search Header Logo
apa itu KTI

apa itu KTI

Assessment

Presentation

Other

Professional Development

Practice Problem

Hard

Created by

Mamat Liputo

FREE Resource

26 Slides • 2 Questions

1

media
media
media
media
media
media
media

Disampaikan pada workshop Penyusunan Karya Tulis Ilmiah dan Kaderisasi Kelompok Ilmiah

Remaja SMA Negeri 4 Gorontalo

Oleh
Mamat Liputo
SMAN 3 Gorontalo

2

Multiple Choice

Apa itu karya tulis Ilmiah?

1

tulisan yang berisi tentang fenomena yang ditulis berdasarkan kenyataan

2

tulisan yang berisi tentang fenomena yang ditulis berdasarkan pandangan peneliti

3

tulisan yang berisi tentang fenomena yang ditulis berdasarkan imajinasi

4

tulisan yang berisi tentang fenomena yang ditulis berdasarkan pandangan orang lain

3

media
media
media
media
media

apa itu karya tulis ilmiah?

KTI adalah tulisan yang berisi tentang fenomena yang ditulis berdasarkan kenyataan. Informasi dalam karya ilmiah terdiri atas fakta, data, serta solusi yang coba dipecahkan melalui suatu kajian

4

Multiple Select

Yang bukan merupakan tujuan penulisan Karya Tulis Ilmiah adalah....

1

Mendapatkan informasi

2

Melakukan penelitian

3

Sebagai Landasan Teoritis

4

Menyampaikan Informasi

5

media
media
media
media
media
media

menyampaikan informasi terkait hasil penelitian atau penemuan di bidang tertentu kepada masyarakat luas

Tujuan Karya IlmiahTujuan Karya Ilmiah

Menyampaikan Informasi

6

media
media
media

Karya ilmiah seringkali menciptakan landasan teoritis yang dapat digunakan oleh peneliti atau akademisi lainnya, untuk pengambilan keputusan, perumusan masalah, hingga mengembangkan penelitian lama agar menjadi penelitian baru yang lebih matang secara konsep dan pemikiran

Sebagai Landasan TEORETIS

7

media
media
media

MANFAAT KARYAMANFAAT KARYA

ILMIAHILMIAH

Karya ilmiah berisi ide atau gagasan mengenai suatu

fenomena yang diteliti. Penelitian dalam karya

ilmiah, tentunya dapat menjadi dasar bagi penelitian

berkelanjutan untuk menciptakan hasil yang lebih
baik dalam bidang terbut. Nah, hasil penelitiannya,
bisa menjadi sumber ilmu pengetahuan baru, serta
bahan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan

lainnya

Penyumbang Ilmu Pengetahuan

8

media

Karya ilmiah itu sifatnya publik ya, gais. Jadi, bisa diakses

oleh masyarakat. Sehingga, lewat karya ilmiah ini, kita

dapat memberdayakan masyarakat dengan pengetahuan
ilmiah. Hal ini dapat meningkatkan kesadaran, pemahaman,

dan kontribusi masyarakat dalam isu-isu penting.

Pemberdayaan masyarakatPemberdayaan masyarakat

9

media
media
media

Selain itu, karya ilmiah juga sering dijadikan
sumber pembelajaran di institusi pendidikan,
loh. Siswa dapat memanfaatkan karya ilmiah
untuk memahami konsep-konsep yang lebih

kompleks hingga mengembangkan

keterampilan mereka di bidang ilmiah

Peningkatan Kualitas

pendidikan

Peningkatan Kualitas

pendidikan

10

media
media
media
media
media
media
media
media
media

Inovasi dan Perkembangan

Teknologi

Penemuan atau ide baru dalam karya

ilmiah, yang berkaitan dengan
teknologi, dapat memberikan

kontribusi dalam mengembangkan
teknologi yang lebih maju. Dengan

begitu, ini bisa membantu
memecahkan masalah, atau

meningkatkan efisiensi dalam berbagai

bidang

11

media
media
media
media
media
media
media
media
media

Mengembangkan Daya

Berpikir

Ketika membuat karya ilmiah mengenai
suatu topik atau fenomena, kita akan
mengembangkan kemampuan berpikir
terhadap isu yang berkaitan dengan
topik yang dibahas. Dengan begitu,

karya ilmiah juga bisa dijadikan bahan
untuk melatih ide, kreatifitas, tingkat

pemahaman atau daya tangkap

12

media
media
media
media
media
media

susunan teks dalam karya tulis ilmiah disusun

secara ilmiah dan teratur

Ciri-Ciri Karya IlmiahCiri-Ciri Karya Ilmiah

sistematis

13

media
media
media

Isi dari karya tulis ilmiah dan

dapat dipahami dan

dibenarkan dengan akal sehat

logislogis

14

media
media
media

Pernyataan yang ada dalam karya tulis

didasarkan pada pandangan umum

bukan pandangan pribadi penulis atau

peneliti

OBJEKTIF

15

media
media
media
media
media

FAKTUALFAKTUAL

Kebenaran karya tulis ilmiah didasarkan pada
kenyataan yang sesungguhnya, tidak imajinatif

16

media
media
media
media
media
media

Sistematika penulisan karya ilmiah yang pertama,

dimulai dari halaman judul. Judul karya ilmiah dibuat
berdasarkan topik yang akan dibahas. Pembuatan
judul dapat ditulis semenarik mungkin, namun tetap
efektif dan menggunakan kata-kata sesuai KBBI dan

PUEBI

Struktur Karya IlmiahStruktur Karya Ilmiah

Judul

17

media
media
media
media
media
media
media
media
media

Mengembangkan Daya

Berpikir

Selanjutnya, yaitu abstrak. Apa itu abstrak? Nah,

abstrak adalah ringkasan dari keseluruhan isi
yang dibahas dalam karya ilmiah. Tujuannya,
agar pembaca dapat membaca sekilas terkait

isi, maksud, dan tujuan karya ilmiah secara

ringkas. Abstrak umumnya dibuat kurang lebih

hanya 250 kata dan menggunakan bahasa

yang efektif serta informatif.

18

media
media
media

Struktur karya ilmiah berikutnya, ialah pendahuluan. Pendahuluan ini,

terbagi menjadi 4 sub bab, di antaranya:
PendahuluanPendahuluan

a. Latar Belakang Masalah
Berisi penjelasan teoritis dan faktual dari masalah yang akan dibahas. Latar belakang masalah ini dijelaskan
secara singkat, jelas, dan logis.
b. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam karya ilmiah berisi pertanyaan-pertanyaan dari masalah penelitian. Kamu bisa
membuat rumusan masalah berdasarkan latar belakang masalah itu sendiri.
c. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian berisi penjelasan mengenai tujuan yang ingin dicapai dari penelitian tersebut.

d. Manfaat Penelitian
Sementara itu, manfaat penelitian berisi penjelasan mengenai manfaat, atau kontribusi apa aja yang akan
dihasilkan dari hasil penelitian. Manfaat penelitian, biasanya diperuntukkan untuk perkembangan ilmu
pengetahuan, bidang, atau masyarakat yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti.

19

media

Bagian ini akan memuat 2 hal, yaitu:

a. Landasan Teori

Berisi konsep yang menjadi dasar penelitian. Sehingga, karya

ilmiah dapat disusun secara sistematis dan kredibel.

Kerangka Teori

b. Hipotesis Penelitian

Hipotesis penelitian berisi kesimpulan sementara berdasarkan

kerangka pemikiran atau landasan teori yang digunakan oleh

peneliti.

20

media

Nah, setelah itu, kita bisa menentukan metode penelitian yang mau kita

gunakan. Metode penelitian sendiri dapat diartikan sebagai langkah-langkah

yang digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan hasil yang valid.

METODE PENELITIAN

Di bagian ini, kamu bisa menjelaskan jenis metode penelitian yang dipilih,

konsep dan variabel penelitian, populasi dan sampel penelitian, teori

pengumpulan data, hingga melakukan analisis/pengujian data.

21

media

Pembahasan Penelitian

kita bisa menjalankan proses penelitian

menggunakan bahan-bahan dan langkah-langkah
yang sudah kita tentukan sebelumnya. Nah, proses

penelitian tersebut, bisa kita jelaskan di bagian
pembahasan penelitian. Tentunya, kamu harus

menjelaskan secara runut, rinci, dan jujur ya, tanpa

ada hasil atau proses yang direkayasa.

22

media

Setelah menjelaskan mengenai hasil penelitian, selanjutnya,

kamu bisa mengungkapkan kesimpulan dan saran dari

penelitian tersebut. Kesimpulan ini, bertujuan agar para

pembaca dapat mendapatkan informasi dari masalah yang

diteliti. Sementara saran, bisa berupa pesan-pesan dari

penulis/peneliti. Saran ini ditujukan untuk peneliti lain yang

hendak melakukan penelitian di bidang yang sama.

PENUTUP

23

media

Nah, jangan lupa masukkan segala sumber referensi penelitian

kamu dalam daftar pustaka. Dalam menuliskan daftar

pustaka, biasanya akan menggunakan format yang telah

ditentukan. Mulai dari tata cara penulisan nama, judul tulisan,

nama penerbit, identitas buku/jurnal, hingga waktu terbit.

Melalui daftar pustaka ini, karya ilmiah yang kamu buat, akan

semakin kredibel.

DAFTAR PUSTAKA

24

media

Sistematika karya ilmiah yang terakhir adalah lampiran. Isinya

berupa lampiran data yang diperoleh dalam proses analisis saat

melakukan penelitian

LAMPIRAN

25

media
media
media

KAIDAH KEBAHASAAN

1. Menggunakan Kata Impersonal

Karya ilmiah ditandai dengan pemilihan kata yang bersifat impersonal. Maksudnya,

kata ganti yang digunakan dalam karya ilmiah harus bersifat umum, misalnya penulis
atau peneliti. Hal ini berbeda dengan jenis teks lain yang sifatnya non-ilmiah, seperti
novel atau cerpen, yang pengarangnya bisa menggunakan kata ganti aku, kamu, atau

dia.
2. Menggunakan Kata Baku

Pemilihan kata dalam karya ilmiah haruslah baku, sesuai KBBI. Tujuannya agar kata yang digunakan sifatnya tidak

rancu dan tidak terpengaruh oleh bahasa lain

3. Menggunakan Kalimat Efektif

Dalam menyusun karya ilmiah, hindari penggunaan kata atau frasa yang berulang tanpa alasan yang jelas. Pastikan

kalimat yang dibuat sudah efektif, sehingga tidak bertele-tele dan membuat bingung pembaca

4. Menggunakan Bahasa Denotatif

Bahasa denotatif adalah bahasa yang memiliki arti dan makna sebenarnya. Jadi, makna yang terkandung dalam kata-
katanya harus diungkapkan secara eksplisit, untuk mencegah timbulnya pemberian makna lain. Sehingga, pembaca

mampu memahami karya ilmiah kamu dengan mudah.

5. Hindari Menggunakan Opini Pribadi

Karya ilmiah sebaiknya tidak mencantumkan pendapat atau sentimen pribadi dari penulis. Hindari juga memberikan

penilaian dan komentar yang tidak relevan dengan isi karya ilmiah

26

media
media

CONTOH

KECERDASAN JAMAK PADA MANUSIA
(Kajian Teoritis tentang Kecerdasan Jamak yang Dimiliki Manusia)
Ayu N.

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas segala rahmat-Nya makalah in dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa penulis juga mengucapkan terima kasih atas bantuan darl pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangsih baik dalam bentuk materi maupun pikiran.
Harapan penulis, semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca agar di lain kesempatan dapat memperbaiki makalah ini agar menjadi lebih baik lagi. Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman penulis, penulis yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini.
Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca untuk perbaikan makalah ini.
Jakarta, November 2019
Penulis

DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tuan Penulisan
1.4 Manfaat Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Kecerdasan
2.2 jenis-jenis Kecerdasan
2.3 Penerapan Teori Kecerdasan Jamak dalam Pendidikan
2.4 Kecerdasan Ganda dan Perubahan Paradigmatik Pembelajaran
2.5 Keunggulan dan Kelemahan Kecerdasan Jamak
BAB I PENUTUP
3.1 Simpulan
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Manusia diciptakan unik. Inilah yang sejak lama dalam ilmu pendidikan dikenal dengan konsep perbedaan individual. Oleh karena itu, sistem klasikal sebenarnya tidak sesuai dengan konsep perbedaan individual karena sistem klasikal menganggap semua siswa yang ada dalam suatu kelas dipandang homogen.
Kondisi in lebih diperparah lag dengan penggunaan metode ceramah dalam proses belajar mengajar. Adanya metode ceramah, materi yang diajarkan sama, prasyarat kemampuan yang dimiliki siswa dianggap sama, tugas-tugas yang diberikan Kepada siswa juga sama, dan media dan alat peraga yang digunakan juga sama.
Akhirnya, hasil akhir pengetahuan, sikap, dan keterampilan atau yang disebut sebagai tujuan instruksional yang diharapkan juga sama, Bahkan tes hasil belajar yang digunakan untuk mengukur kompetensi siswa juga sama. Itulah karakteristik sistem klasikal dalam proses pembelajaran. Pelaksanaan sistem itulah yang kemudian memperoleh kritik dari banyak
pakar yang berpihak kepada sistem pendidikan individual, Salah satunya adalah Howard Gardner, seorang profesor ilmu saraf (neurology), dari Universitas Harvard pada tahun 1984 (Suparlan, 2004:1 98).
Kontribusi Gardner yang sangat besar dalam ilmu pendidikan dan ilmu pengetahuan pada umumnya adalah teori tentang kecerdasan ganda, sebagaimana tertuang dalam bukunya bertajuk Frame of Mind: The Theory of Multiple Intelligence yang menyebutkan tujuh tipe kecerdasan manusia, yakni sebagai berikut.

Linguistic intelligence atau kecerdasan linguistik (bahasa).1.

Musical intelligence atau kecerdasan musikal2.

Logical-mathematical intelligence tau kecerdasan3.

Visual/spatial intelligence atau kecerdasan visual/spasial4.

Body/kinesthetic intelligence atau kecerdasan5.

Ragawi/kinestetik6.

Intrapersonal intelligence atau kecerdasan intrapersonal7.


Metode pembelajaran Multiple intelligences merupakan salah satu metode alternatif untuk mencairkan kebuntuan proses pembelajaran baik di sektor formal maupun informal. Multiple Intelligences pada awalnya merupakan Kerangka berpikir sebagai pengembangan dari konsep kecerdasan IQ (Intelligence Quotient).
1.2 Rumusan Masalah

Apa pengertian kecerdasan jarak?1.

Apa saja macam-macam kecerdasan jamak tersebut?2.

Bagaimana penerapan teori kecerdasan jamak dalam pendidikan?3.

Apa saja keunggulan dan kelemahan kecerdasan jamak?4.


1.3 Tujuan Penulisan

Agar mengetahui pengertian kecerdasan.1.

Mengetahui Macam-macam kecerdasan.2.

Mengetahui penerapan multi kecerdasan dalam pembelajaran.3.


1.4 Manfaat Penulisan

Menambah pengetahuan dan wawasan pembaca tentang kecerdasan jamak yang dimiliki manusia.1.

Menambah pengetahuan dan wawasan pembaca tentang kecerdasan musik manusia.2.

Mengetahui aplikasi kecerdasan jamak dalam bidang pendidikan.3.


BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Teori Multiple Intelligences tidak saja dapat diukur oleh kemampuan matematika, logika, dan bahasa sebagaimana konsep kecerdasan klasik, melainkan setidaknya ada delapan kecerdasan manusia yang dapat dikembangkan, Ke delapan jenis kecerdasan tersebut adalah kecerdasan linguistik, kecerdasan matematis-logis, kecerdasan visual-spasial, kecerdasan
kinestetik, kecerdasan musik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal dan kecerdasan naturalis.
Teori Multiple Intelligences pada perkembangannya tidak saja merubah paradigma berfikir tentang kecerdasan tetapi juga menjelma menjadi metode pembelajaran yang inovatif dan kreatif sehingga proses pembelajaran dapat menyenangkan dan tidak monoton.
3.2 Saran
Penyusun menyadari bahwa dalam makalah ini masih terdapat kesalahan dan jauh dan kesempurnaan. Penyusun akan memperbaiki makalah in dengan berpedoman pada banyak sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Maka dari itu, penyusun mengharapkan kritik dan saran mengenai penyajian makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Armstrong, T. 2002. Sekolah Para juara: Menerapkan Multiple Intelligences di Dunia Pendidikan, Bandung: Kaifa.
Budiningsih, C. Asri. 2005. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Campbell, L, et al. 1996. Teaching and Learning through Multiple intelligences, Massachusetts: Allyn and Bacon.
Dalton, J. 1990. Creative Thinking and Cooperative Talk in Small Group, Australia: Thomas Nelson.
Dryden,G.S. 1999. Revolusi Cara Belajar: Keajaiban Pikiran. Bandung: Kaifa,
Fadli. 2010. Teori Kecerdasan Ganda.
Dalamhttp://fadlibae.wordpress.com/2010/03/24/teori-kecerdasan-ganda, diakses pada 1 November 2019.
Meier, Dave. 2000. The Accelerated Learning Mandbook: A Creative Guide to Designing and Delivering Faster, More Effective Training Programs. Massachusetts: Allyn and Bacon.

27

media
media
media
media

Pelestarian lingkungan sangat penting untuk menjaga

keseimbangan ekosistem, kesehatan manusia, dan
keberlanjutan sumber daya alam. Lingkungan yang
sehat mendukung kehidupan, menyediakan udara

bersih, air bersih, dan tanah subur.

Bab 3

Penutup

Bab 3

Penutup

28

media
media
media
media
media
media

TerimaTerima
KasihKasih

media
media
media
media
media
media
media

Disampaikan pada workshop Penyusunan Karya Tulis Ilmiah dan Kaderisasi Kelompok Ilmiah

Remaja SMA Negeri 4 Gorontalo

Oleh
Mamat Liputo
SMAN 3 Gorontalo

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 28

SLIDE