Search Header Logo
tugas kelas tekhnologi pendidikan

tugas kelas tekhnologi pendidikan

Assessment

Presentation

Other

University

Practice Problem

Hard

Created by

irfanoz channel

FREE Resource

6 Slides • 0 Questions

1

PENGENALAN
ILMU NAHWU

By irfanI

​TUGAS KELAS

2

para ulama dan ahli nahwu berbeda pendapat dalam memaknai nahwu. Menurut Syaikh Aḥmad al-Hāsyimi didalam kitabnya al-Qawā’id al-Asāsiyyah li al-Lugah al-‘Arabiyyah, beliau berpendapat bahwa nahwu adalah: “Kaidah-kaidah yang menjelaskan keadaan harakat akhir kata berbahasa Arab sebagai hasil dari penyusunan kata dengan kata yang lain dari segi i’rāb, binā’, dan lainnya.”

SECARA ISTILAH

kata nahwu adalah bentuk mashdar dari kata naḥā (نحا) yang memiliki berbabagai macam makna. Namun makna utamanya adalah adalah al-qaṣd (الْقَصْدُ) yang artinya adalah tujuan, arah, dan maksud. Adapun makna-makna lainnya adalah metode, jalan, bagian, kira-kira, sebagian, seperti, sisi, sekitar, dan bagaikan.

Secara bahasa,

PENGERTIAN ILMU NAHWU

3

sejarah ilmu nahwu

suatu ketika seorang ulama tabiin yaitu Abu Aswad ad Duwali mendengar ada seseorang yang salah dalam membaca At Taubah ayat 2. Orang tersebut membaca:

…اَنَّ اللّٰهَ بَرِيْۤءٌ مِّنَ الْمُشْرِكِيْنَ وَرَسُوْلِهِ…

Hal ini amatlah fatal, karena jika membaca ayat dengan lafadz di atas maka maknanya adalah:

Yang benar harusnya adalah:

…اَنَّ اللّٰهَ بَرِيْۤءٌ مِّنَ الْمُشْرِكِيْنَ وَرَسُوْلُهٗ…

Artinya: “…bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrik…”

Dari banyaknya kejadian kaum muslim yang salah dalam membaca Al Qur’an dan juga ketidakfasihan dalam berbahasa, maka Abu Aswad Ad Duwali melaporkan kejadian-kejadian ini dan memberi masukan kepada Khalifah Ali bin Abi Thalib untuk memperhatikan hal-hal ini. Sebab beliau khawatir jika hal ini terus berlanjut akan menyebabkan banyak keburukan dan bahaya besar.

Merespon laporan dan saran dari Abu Aswad, Imam ‘Ali bin Abū Ṭālib pun bergegas untuk menetapkan berbgaai kaidah dan aturan-aturan dalam berbahasa Arab. Beliau menyusun kaidah-kaidah dan hukum-hukum mengenai pembagian kalimah, bab inna wa akhawātuhāiḍāfah, dan imālah, juga kaidah tentang ta’ajjubistifhām, dan lain-lain. 

Kemudian ‘Ali bin Abū Ṭālib pun memerintahkan Abū al-Aswad al-Du’ali untuk meneruskan apa yang sudah dikerjekannya tersebut sambil berkata:

أُنْحُ هَذَا النَّحْوَ

“Ikutilah yang seperti ini!”

Dari qaul ‘Ali bin Abū Ṭālib inilah nama ilmu nahwu diambil. Lalu Abū al-Aswad al-Du’ali pun mentaati perintah dari Imam Ali dan melengkapinya dengan berbagai pembahasan lainnya hingga tersusunlah ilmu nahwu.

4

tujuan belajar ilmu nahwu

Sebagaimana yang sudah kita ketahui bersama, bahwa hampir semua buku yang membahas tentang syariat-syariat islam ditulis dengan menggunakan bahasa Arab. Hal ini sangatlah wajar karena bahasa Arab dan islam tidak bisa dipisahkan. Keduanya bagaikan anak kembar yang tak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Karenanya bagi Anda yang ingin mempelajari syariat islam, hal pertama yang mesti Anda lakukan adalah menguasai ilmu nahwu dan ilmu bahasa arab lainnya.

sebagai modal dasar dalam memahami agama islam

Sebagai seorang muslim, Anda tentu dituntut untuk mengamalkan setiap isi dan kandungan Al Qur’an. Nah, karena Al Qur’an merupakan kitab berbahasa arab, maka bagaimana mungkin Anda dapat mengamalkannya jika memahaminya saja tidak bisa. Karena itulah mempelajari ilmu nahwu sangatlah penting bagi setiap muslim, khususnya dalam memahami Al Qur’an. Meskipun tentu dengan tidak menafikan cabang ilmu bahasa arab lainnya.

untuk alat memahami al qur'an

5

  • Membebaskan Anda dari kesalahan dan ketidakfasihan dalam berbahasa

  • Mempermudah Anda dalam membaca kitab gundul

  • Menghindari kesalahan dalam segi susunan kalimat Arab

  • Memudahkan Anda mengambil referensi dari kitab gundul salafi kuno

  • Menjaga keaslian sumber ajaran islam

Ada banyak sekali kelebihan dan manfaat yang bisa Anda dapatkan ketika mempelajari ilmu nahwu. Diantara kelebihannya adalah

kelebihan belajar ilmu nahwu

6

Ali bin Abi Tholib

Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu akan menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) sedangkan harta terhukum. Kalau harta itu akan berkurang apabila dibelanjakan, tapi ilmu akan bertambah apabila dibelanjakan

PENGENALAN
ILMU NAHWU

By irfanI

​TUGAS KELAS

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 6

SLIDE