Search Header Logo
UAS P3KIMIA

UAS P3KIMIA

Assessment

Presentation

Chemistry

10th Grade

Hard

Created by

Aurelia alicia

Used 1+ times

FREE Resource

10 Slides • 0 Questions

1

sistem periodik unsur

by Aurelia Alicia Mau Durus

media

2

Nama Penyusun : Aurelia Alicia Mau Durus

Institusi : SMAN 2 TASIFETO BARAT

Tahun Pelajaran : 2025

Jenjang Sekolah : SMA

Mata Pelajaran : Kimia

Kelas / Fase : X / E

Topik Pembelajaran : Mengetahui pengertian, sejarah singkat, struktur, bilangan kuantum dan orbital, klasifikasi unsur, serta fungsi sistem periodik dan unsur transisi.

Semester : Genap

Alokasi Waktu : 3 x 45 menit (1 Pertemuan)

3

 

A.   Capaian Pembelajaran

 

Peserta didik mampu memahami konsep, struktur, dan klasifikasi sistem periodik unsur, menjelaskan bilangan kuantum serta bentuk orbital, menganalisis sifat periodik unsur, dan mengevaluasi fungsi sistem periodik termasuk karakteristik unsur transisi dan transisi dalam.

B. Tujuan Pembelajaran

 

1.   Peserta didik dapat menjelaskan pengertian dan sejarah perkembangan sistem periodik unsur.

2.   Peserta didik dapat mengidentifikasi struktur sistem periodik, termasuk periode, golongan, dan blok s, p, d, f.

3.   Peserta didik dapat menjelaskan bilangan kuantum dan bentuk orbital (s, p, d, f) dalam sistem periodik.

4.   Peserta didik dapat mengklasifikasikan unsur menjadi logam, nonlogam, dan metaloid serta memahami sifat periodiknya.

5.   Peserta didik dapat menjelaskan fungsi sistem periodik dan mengenali unsur transisi serta unsur transisi dalam (lantanida dan aktinida).

4

  1. PENGERTIAN DAN SEJARAH PERKEMBANGAN SISTEM PERIODIK UNSUR

  • Pengertian:

               Sistem periodik unsur adalah susunan unsur-unsur kimia dalam bentuk tabel yang disusun berdasarkan kenaikan nomor atom serta kemiripan sifat fisika dan kimia. Sistem ini memudahkan pemahaman terhadap hubungan antarunsur, karena unsur-unsur yang memiliki sifat serupa dikelompokkan dalam kolom (golongan) yang sama, sedangkan baris (periode) menunjukkan tingkat energi atau jumlah kulit elektron. Dalam sistem periodik modern, unsur dibagi ke dalam blok s, p, d, dan f sesuai konfigurasi elektronnya.

  • Sejarah Perkembangan Sistem Periodik Unsur :

1.     Johann Wolfgang Dobereiner (1817):
Dobereiner adalah orang pertama menemukan hubungan antara sifat unsur dengan massa atom relatifnya. Unsu-unsur dikelompokkan berdasarkan kemiripan sifat-sifatnya. Setiap kelompok terdiri atas tiga unsur, sehingga disebut triade. Di dalam triade, unsur ke-2 mempunyai sifat-sifat yang berada di antara unsur ke-1 dan ke-3 dan memiliki massa atom sama dengan massa rata-rata unsur ke-1 dan ke-3.

2.     John Newlands (1864):
Triade Debereiner mendorong John Alexander Reina Newlands untuk melanjutkan upaya pengelompokan unsur-unsur berdasarkan kenaikan massa atom dan keterkaitannya dengan sifat unsur.Menurut Newlands, jika unsur-unsur diurutkan letaknya sesuai dengan kenaikan massa atom relatifnya, maka sifat unsur akan terulang pada tiap unsur kedelapan. Keteraturan ini sesuai dengan pengulangan not lagu (oktaf) sehingga disebut Hukum Oktaf (law of octaves).

5

media

3. Dmitri Mendeleev (1869):
Dmitri Ivanovich Mendeleev pada tahun 1869 melakukan pengamatan 63 unsur yang sudah dikenal dan mendapatkan hasil bahwa sifat unsur merupakan fungsi periodik dari massa atom relatifnya. Sifat tertentu akan berulang secara periodik apabila unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya. Mendeleev selanjutnya menempatkan unsur-unsur dengan kemiripan sifat pada satu lajur vertikal yang disebut golongan. Unsur-unsur juga disusun berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya dan ditempatkan dalam satu lajur yang disebut periode.

4. Henry Moseley (1913):
Pada tahun 1913, Henry Moseley, seorang fisikawan asal Inggris, melakukan penelitian menggunakan sinar-X untuk mempelajari unsur-unsur kimia. Dari hasil eksperimen tersebut, Moseley menemukan bahwa sifat-sifat unsur tidak ditentukan oleh massa atom, seperti yang sebelumnya dikemukakan oleh Mendeleev, melainkan oleh nomor atom (jumlah proton) dalam inti atom.

  1. SRUKTUR DAN KONSEP DASAR SISTEM PERIODIK

6

1. Periode:
Merupakan baris horizontal dalam tabel periodik (ada 7 periode). Menunjukkan jumlah kulit elektron dalam suatu atom.

Golongan :
Merupakan kolom vertikal (ada 18 golongan). Menunjukkan jumlah elektron valensi. Unsur dalam satu golongan memiliki sifat kimia yang mirip.

2. Blok Dalam Tabel Periodik

  • Blok s: Golongan IA dan IIA (dan helium)

  • Blok p: Golongan IIIA sampai VIIIA

  • Blok d: Golongan B (unsur transisi)

  • Blok f: Lantanida dan aktinida (unsur transisi dalam


3. Konfigurasi Elektron:
Pengisian elektron mengikuti aturan Aufbau, larangan Pauli, dan aturan Hund.


4. Bilangan Kuantum:

  • n (utama): tingkat energi

  • l (azimut): bentuk orbital (0 = s, 1 = p, 2 = d, 3 = f)

  • m (magnetik): orientasi orbital

  • s (spin): arah putaran elektron (+½ atau −½)
    Bentuk Orbital:

  • Orbital s: berbentuk bola

  • Orbital p: berbentuk seperti dumbel

  • Orbital d & f: bentuknya kompleks dan bercabang

7

  1. KLASIFIKASI UNSUR

Logam:
Logam biasanya berupa padatan yang berkilau dengan konduktivitas tinggi dan dapat membentuk alloy dengan bentuk logam lainnya untuk membentuk senyawa ion berupa garam dengan nonlogam atau selain gas mulia. Berikut ini karakteristik logam pada tabel periodik.

Nonlogam:
Nonlogam biasanya berbentuk gas berwarna atau tidak berwarna yang bisa membentuk senyawa dengan bentuk non logam lainnya secara kovalen.

  Metaloid:

Metaloid biasanya bersifat diantara logam dan nonlogam ataupun campuran dari kedua unsurnya.

8

  1. SIFAT PERIODIK UNSUR

a) Jari-jari Atom
Jari-jari atom adalah jarak dari inti ke elektron terluar. Dalam satu golongan, jari-jari bertambah dari atas ke bawah karena jumlah kulit elektron bertambah. Dalam satu periode, jari-jari mengecil dari kiri ke kanan karena muatan inti meningkat dan menarik elektron lebih kuat.

b) Energi Ionisasi
Energi ionisasi adalah energi yang dibutuhkan untuk melepaskan satu elektron dari atom netral. Nilainya menurun dari atas ke bawah dalam golongan karena gaya tarik inti melemah. Sebaliknya, energi ionisasi meningkat dari kiri ke kanan dalam periode karena gaya tarik inti semakin kuat.

c) Elektronegativitas
Elektronegativitas adalah kecenderungan atom menarik elektron dalam ikatan. Nilainya meningkat dari bawah ke atas dalam golongan dan dari kiri ke kanan dalam periode karena ukuran atom mengecil dan muatan inti bertambah.

d) Sifat Logam
Sifat logam menunjukkan kemampuan melepaskan elektron. Sifat ini meningkat dari atas ke bawah dalam golongan karena elektron lebih mudah lepas. Sebaliknya, sifat logam menurun dari kiri ke kanan dalam periode karena gaya tarik inti terhadap elektron makin kuat.

9

  1. FUNGSI SISTEM PERIODIK DAN UNSUR KHUSUS

  Fungsi Sistem Periodik:

  • Mempermudah analisis sifat unsur berdasarkan letaknya.

  • Menentukan konfigurasi elektron dengan melihat posisi unsur (golongan dan periode).

  • Memprediksi jenis ikatan yang terbentuk antar unsur (ionik, kovalen, logam).

  •  Memprediksi reaktivitas unsur terhadap unsur lain.

Unsur Transisi (Golongan B, Blok d):
Unsur transisi adalah unsur-unsur yang terdapat pada blok di sistem periodik, yaitu golongan 3 sampai 12. Unsur ini di tandai dengan pengisian elektron pada orbital d yang belum penuh, baik dalam keadaan atom netral maupun ionnya.

Unsur Transisi Dalam (Blok f):
Unsur transisi dalam adalah unsur-unsur yang termasuk dalam blok f, yaitu pengisian elektron terjadi pada orbital f. Terdiri dari dua deret:

Lantanida (Z = 57–71) → mengisi orbital 4f.

Aktinida (Z = 89–103) → mengisi orbital 5f.

10

thank you

sistem periodik unsur

by Aurelia Alicia Mau Durus

media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 10

SLIDE