Search Header Logo
Aplikasi Biokimia dalam Praktik Kebidanan

Aplikasi Biokimia dalam Praktik Kebidanan

Assessment

Presentation

Other

University

Practice Problem

Easy

Created by

Dewi Hikmah Marisda

Used 2+ times

FREE Resource

8 Slides • 10 Questions

1

media

2

media

3

Multiple Choice

Selama trimester II, terjadi “physiological insulin resistance” pada ibu hamil. Dari sudut pandang biokimia, apa manfaat adaptasi ini bagi janin?

1

Mengurangi glukosa plasma sehingga mencegah makrosomia

2

Meningkatkan glukosa maternal yang tersedia untuk transport transplasenta

3

Memacu ketogenesis agar janin memperoleh badan keton sebagai energi utama

4

Menurunkan konsentrasi asam amino maternal untuk mempercepat laktasi dini

5

Memperlambat lipolisis maternal sehingga cadangan lemak terjaga

4

Multiple Choice

Seorang ibu hamil trimester III mengalami peningkatan lipolisis. Analisis kritis: hormon mana yang paling berperan dan apa tujuan biokimianya?

1

Progesteron – merangsang pembentukan trigliserida plasenta

2

hCG – meningkatkan konsumsi glukosa ibu

3

hPL – menyediakan asam lemak bebas bagi ibu, menghemat glukosa untuk janin

4

Insulin – meningkatkan sintesis glikogen janin

5

Oksitosin – mempercepat oksidasi lemak untuk termoregulasi janin

5

media

6

Multiple Choice

Perbandingan estrogen : progesteron meningkat tajam menjelang partus. Implikasi biokimia terpentingnya?

1

Penurunan ekspresi reseptor oksitosin → kontraksi terhambat

2

Peningkatan prostaglandin synthase → serviks matang & kontraksi diperkuat

3

Penghambatan relaksin → ligamen pelvis menegang

4

Penurunan Ca²⁺ intraseluler otot polos → kontraksi melemah

5

Supresi GnRH → mencegah ovulasi berikutnya

7

Multiple Choice

Dalam mekanisme umpan balik positif persalinan, apa pemicu utama lonjakan oksitosin maternal?

1

Distensi serviks yang mengaktifkan refleks neuroendokrin hipotalamus

2

Kadar estrogen menurun mendadak

3

Penurunan tekanan plasenta

4

Hiperkarbia janin yang memicu asidosis

5

Peningkatan progesteron maternal yang merangsang hipofisis

8

media

9

Multiple Choice

Tes toleransi glukosa oral 75 g dianjurkan pada minggu 24-28. Jika hasil glukosa 2 jam post-load 170 mg/dL, interpretasi kritisnya?

1

Normal; hormon kehamilan memang menaikkan glukosa

2

GDM (Gestational Diabetes Mellitus) – risiko makrosomia & preeklampsia ↑

3

Hipoglikemia relatif; perlu suplemen karbohidrat

4

Indikasi insufisiensi plasenta; perlunya induksi dini

5

Bukti anemia defisiensi besi yang tidak terkompensasi

10

Multiple Choice

Pemeriksaan serum AFP (α-fetoprotein) tinggi pada usia kehamilan 17 minggu. Apa interpretasi biokimia paling logis?

1

Kemungkinan defek tuba neural janin atau dinding abdomen terbuka

2

Sindrom Down (trisomi 21)

3

Hipertiroidisme maternal

4

Kadar estrogen janin rendah

5

Insufisiensi korpus luteum

11

media

12

Multiple Choice

Nilai lecithin : sphingomyelin (L:S) ratio ≥2,0 pada cairan amnion menandakan:

1

Imaturitas paru janin – perlu profilaksis surfaktan

2

Matang fungsi surfaktan paru – risiko RDS rendah

3

Dehidrasi janin – memerlukan amnio-infusion

4

Asidosis metabolik janin

5

Hipoproteinemia janin

13

Multiple Choice

Analisis darah tali pusat menunjukkan pH 7,05 dan laktat tinggi. Apa interpretasi kritisnya?

1

Kondisi normal; laktat tinggi karena metabolisme janin aktif

2

Asidosis perinatal → risiko encephalopathy; perlunya resusitasi segera

3

Hiperventilasi janin akibat distres respirasi

4

Kebocoran darah ibu ke janin

5

Hiperfosfatemia janin yang wajar

14

media

15

Multiple Choice

Menyusui eksklusif memunculkan metode kontrasepsi alami (lactational amenorrhea). Mekanisme biokimianya?

1

Oksitosin menekan LH hipofisis

2

Prolaktin menghambat GnRH hipotalamus → LH/FSH ↓

3

Estrogen post-partum meningkat → endometrium tidak stabil

4

Kortisol maternal menekan sekresi estrogen

5

Kisspeptin meningkat → mengaktifkan folikulogenesis

16

Multiple Choice

Ibu postpartum mengalami stres berat → ASI sulit keluar meski produksi cukup. Analisis biokimia:

1

Adrenalin menghambat refleks let-down oksitosin sehingga ejeksi susu terblokir

2

Prolaktin turun drastis sehingga sintesis laktosa hilang

3

Kortisol merangsang produksi serotonin di alveolus memblokir susu

4

Glukagon meningkat → konsumsi glukosa payudara ↓

5

Estradiol melonjak, menguatkan kontraksi duktus laktiferus

17

media

18

media
media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 18

SLIDE