Search Header Logo
Upanisad  avj

Upanisad avj

Assessment

Presentation

Education

12th Grade

Practice Problem

Easy

Created by

Putu Wijayanti

Used 14+ times

FREE Resource

12 Slides • 20 Questions

1

media

UPANISAD

2

Kitab suci Weda merupakan fondasi utama ajaran Hindu yang berkembang melalui empat tahap atau zaman penting. Setiap zaman mencerminkan perubahan dalam cara manusia memandang hubungan antara diri, alam semesta, dan Tuhan. Dimulai dari penghormatan kepada dewa-dewa melalui mantra dalam Samhita, berkembang menjadi penjelasan ritual dalam Brahmana, lalu mengalami perenungan batin dalam Aranyaka, hingga akhirnya mencapai kedalaman filsafat spiritual dalam Upanishad. Keempat zaman ini tidak hanya menunjukkan evolusi keagamaan masyarakat Veda, tetapi juga menjadi dasar bagi berbagai aliran pemikiran dalam tradisi filsafat India.

3

ZAMAN WEDA

Zaman Weda adalah masa penting dalam sejarah India, saat masyarakat mulai menetap, membentuk kerajaan, dan menjalankan kehidupan berdasarkan ajaran dalam kitab Weda. Pada masa ini juga mulai terbentuk sistem kasta dan berkembangnya agama Hindu.

4

4 kelompok besar Weda Samhita

  1. Rg Weda : Berisi lebih dari 1.000 himne dalam bentuk puisi pujian kepada dewa-dewa seperti Agni, Indra, Varuna, dll.

  2. Sama Weda : Fokus pada nyanyian ritual.

    3. Yajur Weda : Berisi mantra dan doa yang digunakan dalam pelaksanaan upacara

    4. Atharwa Weda : Isinya lebih magis dan praktis: mantra untuk perlindungan, pengobatan, keberuntungan, bahkan sihir.

5

Multiple Choice

Kitab suci dalam tradisi Veda yang dikenal sebagai kumpulan mantra-mantra tertua dan terpenting, berisi lebih dari seribu himne yang dinyanyikan oleh para pendeta dalam upacara pengorbanan (yajña). Kitab ini tidak hanya menjadi sumber utama doa dan pujian kepada berbagai dewa seperti Agni, Indra, dan Varuna, tetapi juga mencerminkan pandangan awal masyarakat tentang asal-usul alam semesta, hubungan antara manusia dengan kekuatan ilahi, serta norma-norma sosial dan moral. Selain menjadi bagian inti dari ritual keagamaan, kitab ini juga dianggap sebagai warisan budaya yang sangat penting karena menyimpan bahasa Sanskerta paling kuno dan memberikan wawasan mendalam tentang kehidupan spiritual dan sosial pada zaman Veda. Kitab suci manakah yang dimaksud?

1

Sama Weda

2

Rg Weda

3

Yajur Weda

4

Atharwa Weda

6

Multiple Choice

Dalam tradisi Veda, terdapat empat kitab suci utama yang masing-masing memiliki fungsi dan isi yang berbeda. Salah satu kitab ini berisi kumpulan mantra-mantra yang terutama digunakan dalam pelaksanaan ritual dan upacara pengorbanan (yajña). Kitab ini memuat doa dan instruksi teknis yang harus diucapkan oleh para pendeta selama upacara agar ritual dapat berjalan dengan tepat dan sesuai aturan. Berbeda dengan kitab yang lebih fokus pada himne dan nyanyian pujian, kitab ini berisi formula-formula doa yang bersifat praktis dan menjadi panduan langsung bagi para Brahmana yang memimpin ritual. Kitab ini juga dibagi menjadi dua versi besar, yakni versi “Putih” dan “Hitam,” yang masing-masing memiliki perbedaan dalam tata letak dan isi.

Kitab suci manakah yang dimaksud dalam uraian tersebut?

1

Yajur Weda

2

Sama Weda

3

Atharwa Weda

4

Sama Weda

7

Multiple Choice

Dalam tradisi Weda, terdapat empat kitab suci utama yang masing-masing memiliki peran dan fungsi khusus dalam praktik keagamaan masyarakat Veda. Salah satu kitab ini dikenal terutama karena berisi kumpulan mantra-mantra yang disusun secara khusus untuk dinyanyikan dalam upacara-upacara ritual. Buku ini banyak memuat nyanyian dan melodi yang diambil dari Rigveda, tetapi diatur sedemikian rupa agar dapat dilantunkan dengan irama yang khas selama pelaksanaan yajña (pengorbanan). Karena fokusnya pada aspek musikal dan penyanyian, kitab ini dianggap sebagai sumber utama musik liturgi Veda dan sangat penting dalam menjaga kesinambungan tradisi lisan melalui nyanyian para pendeta.

Kitab suci manakah yang dimaksud dalam uraian tersebut?

1

Rg Weda

2

Sama Weda

3

Atharwa Weda

4

Yajur Weda

8

Multiple Choice

Di antara empat kitab utama dalam tradisi Veda, terdapat sebuah kitab yang memiliki ciri khas berbeda dari yang lain. Kitab ini berisi kumpulan mantra-mantra yang tidak hanya digunakan dalam ritual pengorbanan, tetapi juga berfokus pada doa-doa praktis sehari-hari, termasuk permohonan untuk kesehatan, keselamatan, keberuntungan, dan perlindungan dari roh jahat atau penyakit. Kitab ini banyak mengandung elemen magis dan kepercayaan rakyat yang mencerminkan aspek kehidupan masyarakat pada masa itu yang tidak hanya berkutat pada ritual besar, tetapi juga pada masalah-masalah keseharian dan kebutuhan spiritual pribadi. Karena isinya yang lebih “praktis” dan beragam, kitab ini sering dianggap sebagai representasi aspek kepercayaan rakyat dalam tradisi Veda.

Kitab suci manakah yang dimaksud?

1

Atharwa Weda

2

Yajur Weda

3

Sama Weda

4

Rg Weda

9

2. Zaman Brahmana

Zaman Brahmana adalah tahap kedua dalam perkembangan literatur Weda setelah zaman Samhita. Pada zaman ini, isi kitab tidak hanya berisi mantra atau himne, melainkan juga penjelasan rinci tentang tata cara pelaksanaan ritual dan makna simbolis dari setiap bagian upacara. Zaman Brahmana adalah periode ketika kitab-kitab Weda tidak hanya berisi doa dan mantra, tetapi juga penjelasan mendalam tentang bagaimana ritual harus dilakukan dan mengapa. Ini menunjukkan perkembangan kesadaran spiritual dan intelektual dalam tradisi Weda, menjadikan ritual sebagai praktik yang kaya makna dan bermakna bagi pelakunya

10

Multiple Choice

Dalam tradisi Hindu, khususnya dalam konsep Panca Yadnya, terdapat jenis pengorbanan suci yang berfokus pada penghormatan dan pengabdian kepada leluhur atau arwah para pendahulu. Yadnya ini dilakukan untuk menghormati jasa-jasa leluhur, memohon keselamatan jiwa mereka, serta menjaga hubungan spiritual antara generasi yang hidup dengan para nenek moyang. Pelaksanaan yadnya ini seringkali melibatkan ritual khusus, seperti sesaji, doa, dan upacara kematian, yang diyakini membantu leluhur memperoleh kedamaian dan berkah bagi keturunannya.

Jenis yadnya manakah yang dijelaskan dalam uraian tersebut

1

Pitra Yadnya

2

Manusa yadnya

3

Dewa Yadnya

4

Rsi Yadnya

11

Multiple Choice

Dalam tradisi Hindu dan Veda, konsep Yadnya merupakan salah satu aspek penting yang menggambarkan tindakan pengorbanan atau persembahan yang dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada Tuhan, alam, dan makhluk lain. Yadnya bukan hanya sekadar ritual fisik, melainkan juga mencerminkan sikap pengorbanan diri, kesucian hati, dan upaya menjaga keseimbangan kosmis. Dalam pelaksanaannya, yadnya bisa berupa api suci, pemberian sesaji, doa, hingga tindakan sosial yang bersifat altruistik. Melalui yadnya, manusia diajarkan untuk mengurangi ego dan memupuk rasa hormat serta kasih sayang kepada sesama dan alam.

Berdasarkan pemahaman ini, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan makna dan tujuan dari konsep yadnya?

1

Yadnya merupakan bentuk pengorbanan dan persembahan yang bertujuan menjaga keseimbangan alam dan spiritual.

2

Yadnya hanya dilakukan oleh para pendeta dan tidak terkait dengan kehidupan sehari-hari umat Hindu.

3

Yadnya adalah ajaran yang hanya ditemukan dalam kitab Upanishad dan tidak berhubungan dengan ritual.

4

Yadnya hanya berarti membakar sesaji dalam upacara ritual tanpa makna lebih dalam.

12

Multiple Choice

Wayan adalah seorang siswa kelas XI di SMA Dharma Widya. Suatu hari, ia diminta orang tuanya untuk ikut serta dalam persiapan upacara metatah (potong gigi) yang akan dilaksanakan bersama dengan kakaknya. Wayan merasa malas dan menganggap bahwa upacara tersebut hanya formalitas yang tidak perlu terlalu diikuti dengan serius. Ia lebih memilih bermain game daripada membantu membersihkan rumah dan menyiapkan perlengkapan upacara.

Saat hari H, banyak keluarga datang dari berbagai desa. Wayan melihat bagaimana semua orang terlibat dengan antusias, saling membantu, dan mengikuti upacara dengan khidmat. Setelah mendapat nasihat dari seorang sulinggih, Wayan mulai menyadari bahwa metatah bukan sekadar tradisi, tetapi sarana untuk menyucikan diri dan mempersiapkan diri menjadi manusia yang lebih dewasa dan bertanggung jawab.

1

Upacara Manusa Yadnya harus dilakukan agar keluarga dihormati masyarakat

2

Setiap upacara adat membutuhkan biaya besar dan tenaga yang banyak

3

Tradisi seperti metatah sebaiknya dilakukan saat liburan agar tidak mengganggu sekolah

4

Pentingnya memahami makna spiritual dan tanggung jawab dalam setiap upacara keagamaan

13

Multiple Choice

Made adalah seorang remaja Hindu yang aktif di sekolah dan sering ikut dalam kegiatan keagamaan di pura. Suatu hari, di desanya diadakan upacara piodalan di Pura Kahyangan Tiga. Sebagai pemuda, Made diminta ikut ngayah menata banten dan membersihkan area pura.

Namun, beberapa temannya menganggap kegiatan ngayah itu membosankan dan tidak penting. Mereka lebih memilih nongkrong di kafe sambil bermain media sosial. Made sempat tergoda, tetapi ia ingat pesan gurunya: "Dewa Yadnya bukan hanya persembahan kepada para dewa, tapi juga cara kita belajar bhakti, disiplin, dan rasa hormat kepada alam dan kekuatan ilahi."

Akhirnya, Made tetap ikut ngayah dan bahkan mengajak dua temannya yang akhirnya juga tertarik ikut terlibat.

Apa nilai utama dari Dewa Yadnya yang berhasil dipahami dan diterapkan oleh Made dalam cerita tersebut?

1

Melaksanakan upacara agar mendapat pujian dari masyarakat

2

Menggunakan kesempatan ngayah sebagai ajang mencari teman

3

Mewujudkan rasa bhakti dan tanggung jawab terhadap Ida Sang Hyang Widhi

4

Menunjukkan ketaatan terhadap orang tua agar tidak dimarahi

14

  1. Zaman Aranyaka

Zaman Aranyaka merupakan masa ketika fokus ajaran Weda bergeser dari sekadar pelaksanaan ritual ke pemahaman makna filosofis dan spiritual yang mendalam. Ini menandai awal perkembangan filsafat Hindu yang lebih esoteris dan meditasi sebagai jalan mencapai pengetahuan tertinggi.
Tujuan Zaman Aranyaka

Membantu memahami makna simbolis dari ritual Weda.

Menuntun pada pengalaman spiritual dan meditasi.

Menjadi dasar bagi lahirnya ajaran-ajaran filsafat dalam Upanishad.

15

Multiple Choice

Dalam praktik yoga dan meditasi, terdapat teknik pernapasan yang sangat penting dan sering diajarkan sebagai salah satu tahapan utama untuk mengendalikan energi dalam tubuh. Teknik ini dikenal dengan istilah Pranayama, yang berasal dari kata Sanskerta "prana" yang berarti energi atau napas kehidupan, dan "ayama" yang berarti pengendalian atau perluasan. Pranayama tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan kapasitas pernapasan, tetapi juga dipercaya dapat menenangkan pikiran, meningkatkan konsentrasi, serta menyelaraskan tubuh dan jiwa. Berbagai jenis teknik pranayama memiliki manfaat berbeda, mulai dari relaksasi hingga peningkatan vitalitas dan kesadaran spiritual.

1

Pranayama adalah teknik pengendalian napas yang berfungsi mengatur energi vital dalam tubuh.

2

Pranayama adalah latihan fisik yang fokus pada gerakan tubuh tanpa memperhatikan pernapasan.

3

Pranayama hanya dilakukan oleh pendeta dalam ritual keagamaan, tanpa manfaat untuk kesehatan.

4

Pranayama merupakan istilah untuk meditasi tanpa menggunakan teknik pernapasan khusus.

16

4. Zaman upanisad

Zaman Upanishad adalah bagian terakhir dari perkembangan kitab-kitab Weda. Setelah zaman Samhita, Brahmana, dan Aranyaka, muncul kitab-kitab Upanishad yang berisi ajaran-ajaran tentang makna hidup, jiwa, dan Tuhan. Kata "Upanishad" artinya duduk dekat guru untuk belajar ilmu penting secara langsung. Berisi ajaran tentang Brahman (Tuhan yang paling tinggi) dan Atman (jiwa atau diri sejati).

Membahas tentang kehidupan, kematian, dan cara mencapai kebebasan dari siklus kelahiran kembali (moksha).

17

Karma Phala

Karma Phala adalah konsep dalam ajaran Hindu dan Buddha yang artinya adalah hasil dari perbuatan. Kata "karma" berarti perbuatan atau tindakan, dan "phala" berarti buah atau hasil. Jadi, Karma Phala adalah akibat atau balasan yang didapat seseorang berdasarkan perbuatannya—baik atau buruk.

Ada 3 jenis karma Phala
Sancita Karma Pala
Prarabda Karma Pala
Kriyamana Karma Pala

18

Multiple Choice

Dalam ajaran Hindu, karma dianggap sebagai hukum sebab-akibat yang adil dan tak bisa dihindari. Setiap manusia tidak hanya membawa akibat dari perbuatannya di kehidupan sekarang, tetapi juga membawa hasil dari perbuatan yang pernah dilakukan di kehidupan sebelumnya. Seluruh hasil perbuatan yang terkumpul dari kehidupan lampau, namun belum dialami akibatnya, disebut sebagai karma yang “tersimpan” dan menunggu saat yang tepat untuk berbuah di kehidupan selanjutnya.

Jenis karma manakah yang dijelaskan dalam uraian tersebut?

1

Sancita Karma Phala

2

Prarabdha Karma Phala

3

Kriyamana Karma Phala

4

Prasadham

19

Multiple Choice

Dalam ajaran Hindu, terdapat sebuah hukum universal yang menyatakan bahwa setiap tindakan manusia, baik itu ucapan, pikiran, maupun perbuatan, akan membawa akibat atau konsekuensinya. Hukum ini mengajarkan bahwa tidak ada perbuatan yang sia-sia — setiap tindakan akan menghasilkan akibat, baik dalam kehidupan sekarang maupun di kehidupan mendatang. Oleh karena itu, manusia didorong untuk selalu berpikir, berkata, dan bertindak dengan benar agar mendapatkan akibat yang baik.

Konsep apakah yang menjelaskan bahwa segala sesuatu yang kita lakukan akan membawa akibat tertentu sesuai dengan kualitas perbuatan tersebut?

1

Karma

2

Reinkarnasi

3

Moksa

4

Atman

20

Multiple Choice

Dalam ajaran Hindu, kehidupan manusia tidak dianggap berakhir saat kematian. Jiwa manusia (Atman) dianggap abadi dan akan terus mengalami kelahiran kembali sampai mencapai kebebasan dari siklus kelahiran dan kematian. Proses kelahiran kembali ini terjadi karena hasil dari karma yang dilakukan dalam kehidupan sebelumnya. Jiwa akan terlahir kembali dalam bentuk dan keadaan yang sesuai dengan kualitas karmanya.

Proses kelahiran kembali jiwa seperti yang dijelaskan dalam paragraf di atas disebut...

1

Punarbhawa

2

Karmaphala

3

Moksa

4

Tri Murti

21

implementasi ajaran Upanisad dalam kehidupan sehari-hari

Upanishad adalah bagian akhir dari kitab Weda yang berisi ajaran filsafat dan spiritual. Ajarannya tidak fokus pada ritual keagamaan, tapi lebih menekankan pengetahuan, kesadaran diri, hubungan manusia dengan Tuhan, dan tujuan hidup.

Upanishad mengajarkan bahwa kebenaran sejati ada di dalam diri manusia, dan setiap orang bisa mencapainya melalui pemahaman, ketenangan batin, dan perilaku yang baik.

22

  1. Atman adalah Brahman

    Setiap manusia memiliki "percikan" Tuhan dalam dirinya. Artinya, kita semua terhubung dan sama di mata Tuhan, tidak peduli kaya atau miskin, tinggi atau pendek, pintar atau tidak.

    Penerapan dalam kehidupan sehari-hari:

    Menghormati orang lain karena semua manusia memiliki unsur ketuhanan.

    Tidak membeda-bedakan teman berdasarkan agama, suku, atau status sosial.

    Belajar mengenal diri sendiri dan potensi yang kita miliki karena kita berharga.

23

  1. Ahimsa (Tanpa Kekerasan)

Maknanya:

Ahimsa berarti tidak menyakiti makhluk lain, baik melalui pikiran, perkataan, maupun perbuatan.

Penerapan dalam kehidupan sehari-hari:

Tidak membully teman.

Tidak mengejek atau menghina orang lain.

Tidak menyakiti hewan atau merusak lingkungan.

24

Multiple Choice

Komang adalah siswa kelas X yang dikenal ramah dan suka menolong. Suatu hari, di sekolahnya ada kegiatan debat tentang etika dalam menggunakan media sosial. Dalam debat tersebut, seorang siswa mengkritik tajam temannya dan menggunakan kata-kata kasar. Komang merasa tidak nyaman melihat hal itu, karena menurutnya kritik seharusnya disampaikan dengan cara yang santun.

Setelah kegiatan selesai, Komang mengajak temannya berdiskusi dan berkata,

"Kita bisa kok menyampaikan pendapat tanpa menyakiti hati orang lain. Dalam ajaran Hindu, kita diajarkan Ahimsa — untuk tidak menyakiti makhluk lain, baik lewat pikiran, perkataan, maupun perbuatan."

Temannya pun mulai menyadari bahwa sikapnya bisa melukai orang lain, walaupun maksudnya ingin menyampaikan kebenaran. Apa penerapan prinsip Ahimsa yang paling tepat berdasarkan cerita tersebut?

1

Menghindari semua bentuk debat agar tidak terjadi konflik

2

Membiarkan teman berkata kasar karena itu bagian dari kebebasan berpendapat

3

Menyampaikan kritik dengan cara yang sopan dan tidak menyakiti

4

Menegur teman dengan keras agar ia segera sadar kesalahannya

25

Satya (Kejujuran dan Kebenaran)

🧠 Maknanya:

Kita harus hidup dalam kebenaran dan kejujuran, karena itu adalah jalan menuju kedamaian batin dan kebahagiaan sejati.

Penerapan dalam kehidupan sehari-hari:

Tidak menyontek saat ujian, walaupun tidak ada guru yang melihat.

Berkata jujur kepada orang tua dan guru.

Mengakui kesalahan dan bertanggung jawab.

26

Multiple Choice

Di sekolah, kamu melihat beberapa teman mengejek dan mempermalukan siswa lain yang berasal dari keluarga kurang mampu. Jika kamu memahami ajaran Ahimsa dalam Upanishad, sikap yang paling tepat adalah...

1

Ikut mengejek agar tidak dicemooh teman lain

2

Diam saja supaya tidak terkena masalah

3

Menegur teman-temanmu dan membantu siswa yang diejek tanpa membalas dengan kekerasan

4

Membalas ejekan tersebut dengan cara memukul teman yang mengejek

27

Multiple Choice

Saat mengerjakan tugas kelompok, kamu mengetahui bahwa salah satu anggota kelompok menyalin jawaban dari internet tanpa memahami materi. Apa tindakan yang paling tepat menurut ajaran Satya dalam Upanishad?

1

Membiarkan saja supaya kelompokmu mendapatkan nilai bagus

2

Mengingatkan anggota kelompok untuk jujur dan mengerjakan tugas dengan sendiri

3

Mengerjakan ulang tugas tanpa memberitahu anggota kelompok yang menyalin

4

Melaporkan anggota kelompok tersebut ke guru tanpa membicarakan dulu dengan dia

28

Multiple Choice

Kamu selalu membantu teman yang kesulitan belajar tanpa mengharapkan imbalan. Namun, beberapa temanmu tidak membalas kebaikanmu dan kadang bersikap acuh tak acuh. Menurut ajaran Karma dalam Upanishad, bagaimana sikap yang sebaiknya kamu lakukan?

1

Tetap membantu dengan niat baik tanpa mengharapkan balasan

2

Berhenti membantu karena merasa tidak dihargai

3

Membalas sikap acuh dengan tidak peduli terhadap teman-temanmu

4

Meminta teman-temanmu untuk membalas kebaikanmu agar adil

29

Multiple Choice

Kamu adalah seorang ketua kelas yang memiliki tanggung jawab menjaga suasana belajar yang kondusif dan menjunjung nilai kejujuran. Saat ujian tengah semester berlangsung, kamu menyadari ada beberapa teman yang menggunakan catatan kecil yang seharusnya tidak boleh dibawa ke ruang ujian.

Menurut prinsip ajaran Satya, tindakan yang paling tepat untukmu adalah...

1

Menggunakan catatan kecil juga supaya kamu tidak tertinggal dalam ujian.

2

Membiarkan temanmu memakai catatan agar mereka tidak kecewa dan nilai ujian mereka bagus.

3

Memberitahukan guru pengawas agar tindakan tidak jujur tersebut dihentikan dan suasana ujian tetap adil untuk semua.

4

Membiarkan semuanya terjadi karena kamu tidak ingin dianggap pengkhianat oleh teman sekelas.

30

Multiple Choice

Suatu hari, ibumu menitipkan uang untuk membayar iuran sekolah. Namun, kamu secara tidak sengaja menggunakan sebagian uang itu untuk membeli keperluan pribadi karena lupa bahwa uang itu bukan milikmu.

Jika kamu ingin menerapkan ajaran Satya, apa yang paling seharusnya kamu lakukan?

1

Menghindari pembicaraan dengan ibumu sampai ia lupa tentang uang tersebut.

2

Mengakui kesalahan kepada ibumu dan menjelaskan dengan jujur serta berusaha mengganti uang tersebut.

3

Meminta uang tambahan dari ayahmu tanpa memberitahu alasan sebenarnya.

4

Menyalahkan teman atau orang lain agar kamu tidak dimarahi.

31

Multiple Choice

Di sekolahmu, kamu melihat seorang teman baru yang sering diejek oleh teman-teman lain karena cara bicaranya yang berbeda dan penampilannya yang sederhana. Ia terlihat sedih dan mulai menarik diri dari pergaulan.

Jika kamu menghayati makna Tat Twam Asi, maka tindakan yang paling tepat kamu lakukan adalah..

1

Menyarankan teman itu untuk pindah sekolah agar tidak menjadi bahan ejekan lagi.

2

Mengikuti ejekan itu karena kamu tidak ingin terlihat berbeda dari kelompokmu.

3

Mengajak teman itu berbicara dan berteman dengannya, serta mengingatkan teman-teman lain untuk menghentikan perundungan.

4

Diam saja karena takut kamu akan ikut diejek oleh teman-teman lain.

32

Multiple Choice

Setiap hari setelah istirahat, halaman sekolah sering penuh dengan sampah makanan dan plastik meskipun sudah ada tempat sampah. Kamu bukan petugas kebersihan atau piket saat itu, tapi kamu merasa terganggu melihat kondisi tersebut.

Sikap terbaik yang mencerminkan implementasi nilai kebaikan dalam situasi ini adalah...

1

Membiarkan saja karena bukan tanggung jawabmu.

2

Meminta guru untuk menambah petugas kebersihan sekolah.

3

Mengajak temanmu untuk ikut membersihkan dan memberi contoh, walau bukan giliran piket.

4

Menyindir teman-temanmu di media sosial agar mereka sadar.

media

UPANISAD

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 32

SLIDE