Search Header Logo
PERAN INDONESIA DALAM PERDAMAIAN DUNIA

PERAN INDONESIA DALAM PERDAMAIAN DUNIA

Assessment

Presentation

History

12th Grade

Practice Problem

Easy

Created by

Juli Suwirtana Putra

Used 1+ times

FREE Resource

27 Slides • 10 Questions

1

​PERAN AKTIF INDONESIA DALAM PERDAMAIAN DUNIA

By Juli Suwirtana Putra

2

  1. Konferensi Asia Afrika

  2. Gerakan Non Blok

  3. ASEAN

  4. Misi Garuda (Kontingen Garuda)

  5. Deklarasi Djuanda

  6. OKI (ORGANISASI KONFERENSI ISLAM)

  7. JIM (JAKARTA INFORMAL MEETING)

CONTENT LIST

media

​Museum Konferensi Asia Afrika di Bandung

3

media
  1. Indonesia menganut politik luar negeri yang dikenal dengan “politik bebas-aktif”.

  2. Konferensi Asia-Afrika atau dikenal pula dengan Konferensi Bandung.

  3. Dimulai dengan Konferensi Bogor. Konferensi ini yang menghasilkan beberapa keputusan, yaitu:

    • Mengadakan KAA di Bandung pada bulan April 1955.

    • Menetapkan kelima negara peserta Konferensi Bogor sebagai negara-negara sponsor

    • Menetapkan 25 negara-negara Asia Afrika yang akan diundang.

Konferensi Asia Afrika (KAA)

4

Multiple Choice

Kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas-aktif diwujudkan melalui peran aktif dalam menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika (KAA). Langkah awal yang menjadi dasar terselenggaranya KAA adalah...

1

Penentuan 25 negara Asia-Afrika sebagai peserta

2

Penetapan Indonesia sebagai tuan rumah KAA

3

Diselenggarakannya Konferensi Colombo

4

Diselenggarakannya Konferensi Bogor

5

Penandatanganan Deklarasi Dasa Sila Bandung

5

media
  1. Konferensi Asia Afrika berlangsung pada tanggal 18 – 24 April 1955 dan dihadiri oleh 29 negara dengan 5 negara sebagai sponsor KAA.

  2. Terdapat empat tujuan pokok KAA yaitu :

  • Memajukan Kerja Sama dan Solidaritas antar bangsa-bangsa di Asia dan Afrika.

  • Membahas Masalah-Masalah Sosial, Ekonomi, dan Budaya bersama yang dihadapi oleh negara-negara peserta.

  • Memperjuangkan Kepentingan Bersama bangsa-bangsa Asia-Afrika, khususnya dalam melawan kolonialisme dan rasialisme (seperti yang terjadi di Afrika Selatan pada masa apartheid).

  • Berkontribusi pada Perdamaian dan Kerja Sama Dunia dengan menjadi kekuatan moral yang tidak memihak blok Barat maupun Timur (menjadi bagian dari Gerakan Non-Blok).



Konferensi Asia Afrika (KAA)

​KAA sedang berlangsung di Bandung

6

Multiple Choice

Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955 merupakan momen bersejarah yang melahirkan semangat solidaritas dan kerja sama negara-negara di kawasan. Berdasarkan tujuan pokok penyelenggaraannya, upaya KAA untuk "memperjuangkan kepentingan bersama bangsa-bangsa Asia-Afrika, khususnya dalam melawan kolonialisme dan rasialisme" secara langsung merupakan bentuk perlawanan terhadap politik yang diterapkan oleh negara...

1

Indonesia pada masa Orde Baru

2

Vietnam Selatan selama periode perang

3

Uni Soviet di Eropa Timur

4

Afrika Selatan pada masa apartheid

5

Jepang selama Perang Dunia II

7

  1. Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta asas-asas yang termuat di dalam piagam PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa)

  2. Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa

  3. Mengakui persamaan semua suku bangsa dan persamaan semua bangsa, besar maupun kecil

  4. Tidak melakukan intervensi atau campur tangan dalam soalan-soalan dalam negeri negara lain

  5. Menghormati hak-hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri secara sendirian ataupun kolektif yang sesuai dengan Piagam PBB

  6. Tidak menggunakan peraturan-peraturan dari pertahanan kolektif untuk bertindak bagi kepentingan khusus dari salah satu negara besar dan tidak melakukannya terhadap negara lain

  7. Tidak melakukan tindakan-tindakan ataupun ancaman agresi maupun penggunaan kekerasan terhadap integritas wilayah maupun kemerdekaan politik suatu negara

  8. Menyelesaikan segala perselisihan internasional dengan jalan damai, seperti perundingan, persetujuan, arbitrasi, ataupun cara damai lainnya, menurut pilihan pihak-pihak yang bersangkutan sesuai dengan Piagam PBB

  9. Memajukan kepentingan bersama dan kerjasama

  10. Menghormati hukum dan kewajiban–kewajiban internasional

HASIL KAA = DASASILA BANDUNG

8

Multiple Choice

Prinsip-prinsip yang dihasilkan dalam Konferensi Asia-Afrika (KAA) tahun 1955 dan dikenal sebagai Dasasila Bandung menjadi landasan moral dan politik bagi negara-negara yang baru merdeka. Prinsip-prinsip ini sangat menekankan pada penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas territorial. Berikut ini yang merupakan isi dari Dasasila Bandung adalah...

1

Setiap negara berhak untuk melakukan intervensi kemanusiaan jika terjadi pelanggaran HAM di negara lain.

2

Setiap negara harus memilih salah satu blok kekuatan besar (Blok Barat atau Blok Timur) untuk menjamin keamanannya.

3

Penyelesaian sengketa internasional harus dilakukan melalui jalur diplomasi dan cara-cara damai sesuai Piagam PBB.

4

Kedaulatan suatu negara dapat dibatasi jika dinilai menghambat kepentingan ekonomi negara-negara besar.

5

Penggunaan kekuatan militer dibenarkan untuk menyebarkan ideologi dan bentuk pemerintahan suatu negara.

9

  1. Suatu organisasi internasional yang terdiri lebih dari 100 negara-negara yang menganggap dirinya tidak beraliansi dengan kekuatan besar apapun.

  2. Pembentukan GNB ini diprakarsai oleh Presiden Soekarno (Indonesia), Presiden Gamal Abdul Nasser (Republik Persatuan Arab-Mesir), PM Pandith Jawaharlal Nehru (India), Presiden Joseph Broz Tito (Yugoslavia), dan Presiden Kwame Nkrumah (Ghana).

  3. GNB resmi didirikan pada 1 September 1961 di kota Beogard, Yugoslavia.

  4. Konferensi Tingkat Tinggi I (KTT I) yang dimulai dari 1-6 September 1961. Konferensi ini dihadiri oleh 25 kepala negara dan 3 kepala pemerintahan sebagai peninjau. Kepala negara yang menghadiri KTT I yaitu Afghanistan, Aljazair, Arab Saudi, Burma, Kamboja, Sri Lanka, Kongo, Kuba, Cyprus, Ethiopia, Ghana, Guinea, India, Indonesia, Irak, Lebanon, Mali, Maroko, Nepal, Somalia, Sudan, Tunisia, RPA, Yaman, dan Yugoslavia, sedangkan Negara peninjau yang hadir Bolivia, Brasil, dan Ekuador.

GERAKAN NON BLOK (GNB) / Non Aligned Movement/NAM)

media

10

Multiple Choice

Gerakan Non-Blok (GNB) merupakan organisasi internasional yang memiliki peran signifikan dalam percaturan politik global. Berdasarkan informasi di atas, pernyataan mana yang TIDAK BENAR mengenai pendirian GNB?

A.
B.
C.
D.
E.

1

GNK didirikan atas prakarsa pemimpin dari benua Asia dan Afrika.

2

Yugoslavia, sebuah negara Eropa, menjadi salah satu tempat dan pemrakarsa pendirian GNB.

3

KTT I GNB dihadiri oleh lebih dari 20 negara anggota dan beberapa negara peninjau.

4

Semua negara pendiri dan anggota awal GNB berasal dari benua Asia dan Afrika.

5

GNB secara resmi berdiri pada tahun 1961 melalui konferensi tingkat tinggi.

11

  1. Sebagai salah satu negara penggagas KAA yang merupakan cikal bakal digagasnya Gerakan Nonblok

  2. Sebagai salah satu negara pengundang pada KTT GNB yang pertama. Hal ini karena Indonesia merupakan salah satu pendiri GNB dan berperan besar dalam mengundang mengajak negara lain untuk bergabung dalam KTT.

  3. Menjadi ketua dan penyelenggara KTT GNB yang ke X yang berlangsung pada 1-7 September 1992 di Jakarta dan Bogor. Indonesia turut pula menjadi perintis dibukanya kembali dialog utara-selatan, yaitu dialog yang memperkuat hubungan antara negara berkembang (selatan) terhadap negara maju (utara).

peran indonesia dalam gerakan non blok (gnb)

media

12

Multiple Choice

Peran Indonesia dalam Gerakan Non-Blok (GNB) sangat signifikan sejak awal berdirinya. Berikut ini yang bukan merupakan peran Indonesia dalam GNB adalah...

1

Menggagas Konferensi Asia Afrika yang menjadi cikal bakal lahirnya GNB.

2

Menjadi salah satu negara pengundang dalam Konferensi Tingkat Tinggi pertama GNB.

3

Memelopori dibukanya kembali dialog dan kerja sama antara negara-negara Blok Barat dan Blok Timur.

4

Menjadi tuan rumah dan ketua dalam KTT GNB X yang diselenggarakan di Jakarta dan Bogor tahun 1992.

5

Berperan sebagai perintis dialog Utara-Selatan untuk memperkuat hubungan antara negara berkembang dan negara maju.

13

Tujuan dibentuknya Gerakan Non Blok (GNB)

  1. Memelihara perdamaian dan keamanan internasional.

  2. Mengusahakan tercapainya pelucutan senjata secara umum dan menyeluruh dibawah pengawasan internasional efektif.

  3. Mengusahakan agar PBB berfungsi secara efektif.

  4. Mengusahakan terwujudnya tata ekonomi dunia baru

  5. Mengusahakan kerjasama di segala bidang dalam rangka menwujudkan pembangunan ekonomi dan sosial.

14

Multiple Choice

Salah satu tujuan fundamental Gerakan Non-Blok (GNB) adalah "Mengusahakan agar PBB berfungsi secara efektif." Dalam konteks Perang Dingin, upaya ini paling tepat dimaknai sebagai...

1

Desakan kepada PBB untuk mengambil alih semua kendali keamanan global dari negara-negara adidaya.

2

Upaya untuk mencegah PBB didominasi dan menjadi alat bagi salah satu blok, baik Blok Barat maupun Blok Timur.

3

Keinginan untuk membubarkan Pakta Warsawa dan NATO karena dianggap sebagai ancaman perdamaian.

4

Sikap netral yang berarti mendukung semua keputusan yang dikeluarkan oleh Dewan Keamanan PBB.

5

Usaha untuk memindahkan markas besar PBB dari New York ke sebuah negara netral.

15

ASEAN

  1. Association of Southeast Asian Nations yang mana berarti merupakan nama untuk negara-negara yang berada di Asia Tenggara.

  2. 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand, ditandatanganilah Deklarasi ASEAN dengan sebutan Deklarasi Bangkok. Pada awalnya, hanya lima negara yang tergabung, namun akhirnya bertambah jumlah anggota ASEAN menjadi sepuluh negara.

media

16

Multiple Choice

Pada tanggal 8 Agustus 1967, lima negara pendiri ASEAN menandatangani Deklarasi Bangkok. Negara manakah di bawah ini yang BUKAN merupakan salah satu dari lima negara pendiri ASEAN tersebut?

1

Indonesia

2

Malaysia

3

Filipina

4

Singapura

5

Vietnam

17

  1. ASEAN dibentuk untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan sosial, serta budaya di Asia Tenggara melalui usaha bersama dengan semangat yang setara dan kemitraan.

  2. ASEAN dibentuk untuk memajukan perdamaian serta stabilitas regional di kawasan Asia Tenggara dengan menghormati supremasi hukum serta patuh pada prinsip PBB.

  3. ASEAN dibentuk untuk memajukan kerjasama, rasa saling membantu dalam konteks Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Politik, Ekonomi, Sosial, dan Budaya.

  4. ASEAN dibentuk untuk mempererat hubungan internasional dan regional antar negara di Asia Tenggara

  5. ASEAN dibentuk untuk menyelenggarakan usaha-usaha dalam membantu penelitian masalah di Asia Tenggara dengan menyediakan fasilitas pelatihan, penelitian, teknis, dan administrasi.

  6. ASEAN dibentuk untuk memperkuat perdagangan internasional negara-negara Asia Tenggara sehingga terjadi kolaborasi secara lebih efektif untuk memanfaatkan pertanian, industri, perdagangan, serta fasilitas-fasilitas yang menunjang

TUJUAN & MAKSUD DIBENTUKNYA ASEAN

18

Multiple Choice

Berdasarkan tujuan pendiriannya, ASEAN pada hakikatnya merupakan suatu wadah kerja sama regional yang bertujuan untuk...

1

Meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara eksklusif bagi negara-negara pendiri.

2

Menjadi aliansi militer untuk menghadapi ancaman dari kawasan lain.

3

Memajukan perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan komprehensif di kawasan Asia Tenggara.

4

Menggantikan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menyelesaikan konflik regional.

5

Fokus utama pada integrasi politik membentuk satu negara kesatuan.

19

PERAN INDONESIA DALAM ORGANISASI ASEAN

  1. Indonesia ditunjuk oleh ASEAN untuk mewujudkan perdamaian di kawasan Asia Tenggara, misalnya perdamaian konflik di Kamboja dan Vietnam.

  2. Pada tahun 1988 sampai 1989, Indonesia menjadi tuan rumah Jakarta Informal Meeting (JIM) untuk menyelesaikan konflik antara Kamboja dan Vietnam.

  3. Indonesia juga dipercaya untuk menyelenggarakan KTT ASEAN pertama yang sukses diselenggarakan di Bali pada 23-24 Februari 1976.

media

20

Multiple Choice

Peran aktif Indonesia dalam ASEAN merupakan wujud dari pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif. Berdasarkan pernyataan di atas, contoh konkret peran Indonesia sebagai negara pemimpin (leadership) dalam kawasan ASEAN adalah....

1

Membentuk pakta pertahanan militer bersama untuk menangkal ancaman dari luar kawasan.

2

Menjadi tuan rumah Jakarta Informal Meeting (JIM) untuk menyelesaikan konflik Kamboja-Vietnam.

3

Menyediakan bantuan finansial langsung kepada pihak-pihak yang berkonflik.

4

Menerapkan sanksi ekonomi terhadap Vietnam agar menarik diri dari Kamboja.

5

Bertindak sebagai penengah atas permintaan langsung dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

21

media
  1. Kontingen Garuda adalah pasukan penjaga perdamaian yang anggotanya diambil dari militer Indonesia yang bertugas dibawah naungan Perserikatan Bangsa- bangsa.

  2. Negara-negara yang pernah menjadi tujuan dalam misi Kontingen Garuda adalah Negara-negara di Timur Tengah seperti Mesir, Libanon, Palestina, Irak. Negara Asean seperti Filipina, Kamboja, dan Vietnam. Juga Negara Eropa Timur seperti Georgia dan Bosnia

KONTINGEN GARUDA

22

Multiple Choice

Kontingen Garuda sebagai wujud implementasi politik luar negeri Indonesia telah ditugaskan di berbagai kawasan konflik. Berdasarkan pernyataan di atas, kawasan mana sajakah yang BELUM menjadi tujuan penugasan Kontingen Garuda?

1

Kawasan Timur Tengah

2

Kawasan Asia Tenggara (ASEAN)

3

Kawasan Eropa Timur

4

Kawasan Afrika Sub-Sahara

5

Kawasan Semenanjung Indochina

23

media
  1. Kontingen Garuda I, dikirim pada 8 Januari 1957 ke Mesir

  2. Kontingen Garuda II, dikirim ke Kongo pada 1960

  3. Kontingen Garuda III, dikirim ke Kongo pada 1962

  4. Kontingen Garuda IV, dikirim ke Vietnam pada 1973

  5. Kontingen Garuda V, dikirim ke Vietnam pada 1973

  6. Kontingen Garuda VI, dikirim ke Timur Tengah pada 1973 Kontingen Garuda VII, dikirim ke Vietnam pada 1974

  7. Kontingen Garuda VIII, dikirim dalam rangka misi perdamaian PBB di Timur Tengah pasca-Perang Yom Kippur antara Mesir dan Israel

  8. Kontingen Garuda IX, dikirim ke Iran dan Irak pada 1988 Kontingen Garuda X, dikirim ke Namibia pada 1989

Peran Aktif Indonesia mengirimkan Kontingen Garuda

24

media
  1. Kontingen Garuda XXI, mengikuti misi perdamaian PBB di Liberia (UNMIL)

  2. Kontingen Garuda XXII, mengikuti misi perdamaian PBB di Sudan (UNMIS)

  3. Kontingen Garuda XXIII, mengikuti misi perdamaian PBB di Lebanon (UNFIL)

  4. Kontingen Garuda XXIV, mengikuti misi perdamaian PBB di Nepal (UNMIN)

  5. Kontingen Garuda XXV, penambahan pasukan dalam misi perdamaian di Lebanon Selatan Kontingen Garuda XXVI, penambahan pasukan

  6. Kontingen Garuda XXIIII bersama dengan UNFIL, sekaligus dalam rangka memperbesar peran serta Indonesia dalam pemeliharaan perdamaian di Lebanon Selatan

  7. Kontingen Garuda XXVII, mengikuti misi perdamaian PBB di Darfur (UNAMID) dalam satgas Milobs

Peran Aktif Indonesia mengirimkan Kontingen Garuda

25

media
  1. Kontingen Garuda XI, dikirim ke Irak dan Kuwait pada 1992

  2. Kontingen Garuda XII, dikirim ke Kamboja pada 1992

  3. Kontingen Garuda XIII, dikirim ke Somalia pada 1992

  4. Kontingen Garuda XIV, dikirim ke Bosnia dan Herzegovina pada 1993

  5. Kontingen Garuda XV, dikirim ke Georgia pada 1994

  6. Kontingen Garuda XVI, dikirim ke Mozambik pada 1994

  7. Kontingen Garuda XVII, dikirim ke Filipina pada 1994

  8. Kontingen Garuda XVIII, dikirim ke Tajikistan pada November 1997

  9. Kontingen Garuda XIX, dikirim ke Sierra Leone pada 1992-2002

  10. Kontingen Garuda XX, dikirim ke Bungo, Kongo pada 6 September 2003 dan bertugas selama satu tahun

Peran Aktif Indonesia mengirimkan Kontingen Garuda

26

media
  1. Kontingen Garuda XXVIII, mengikuti misi perdamaian PBB di Lebanon (UNFIL)

  2. Kontingen Garuda XXIX, memberikan dukungan kesehatan kepada personel UNIFIL

  3. Kontingen Garuda XXXI, mengikuti misi perdamaian PBB di Lebanon (UNFIL)

  4. Kontingen Garuda XXX, mengikuti misi perdamaian PBB di Lebanon (UNFIL)

Peran Aktif Indonesia mengirimkan Kontingen Garuda

27

  • Deklarasi ini digagas oleh Perdana Menteri Indonesia, Djuanda Kartawidjaja pada 13 Desember 1957

Penggagas Deklarasi Djuanda

  • Indonesia memiliki kedaulatan penuh atas wilayah darat, laut dan udaranya.

Kedaulatan Penuh

Deklarasi Djuanda

media

28

DEKLARASI DJUANDA

  • Isi Deklarasi Djuanda bahwa Indonesia menyatakan sebagai negara kepulauan yang mempunyai corak tersendiri

  • Bahwa sejak dahulu kala kepulauan nusantara ini sudah merupakan satu kesatuan

  • Ketentuan ordonansi 1939 tentang Ordonansi, dapat memecah belah keutuhan wilayah Indonesia

29

TUJUAN DEKLARASI DJUANDA

  • Untuk mewujudkan bentuk wilayah Kesatuan Republik Indonesia yang utuh dan bulat

  • Untuk menentukan batas-batas wilayah NKRI, sesuai dengan asas negara Kepulauan

  • Untuk mengatur lalu lintas damai pelayaran yang lebih menjamin keamanan dan keselamatan NKRI

30

Isi Pokok Deklarasi Djuanda

"Bahwa segala perairan di sekitar, di antara dan yang menghubungkan pulau-pulau atau bagian pulau-pulau yang termasuk daratan Negara Republik Indonesia, dengan tidak memandang luas atau lebarnya, adalah bagian-bagian yang wajar dari wilayah daratan Negara Republik Indonesia dan dengan demikian merupakan bagian dari perairan pedalaman atau perairan nasional yang berada di bawah kedaulatan mutlak Negara Republik Indonesia."

"Penetapan garis batas laut teritorial selebar 12 mil yang diukur dari garis yang menghubungkan titik-titik terluar pada pulau-pulau Negara Republik Indonesia."

31

-Deklarasi Djuanda

"Bahwa segala perairan di sekitar, di antara dan yang menghubungkan pulau-pulau atau bagian pulau-pulau yang termasuk daratan Negara Republik Indonesia, dengan tidak memandang luas atau lebarnya, adalah bagian-bagian yang wajar dari wilayah daratan Negara Republik Indonesia dan dengan demikian merupakan bagian dari perairan pedalaman atau perairan nasional yang berada di bawah kedaulatan mutlak Negara Republik Indonesia."

"Penetapan garis batas laut teritorial selebar 12 mil yang diukur dari garis yang menghubungkan titik-titik terluar pada pulau-pulau Negara Republik Indonesia."

32

OKI (ORGANISASI KONFERENSI ISLAM)

  • Pembentukan OKI dilatarbelakangi oleh pembakaran Masjid Al-Aqsa oleh Israel pada tanggal 21 Agustus 1969.

  • Pemrakarsa dari Organisasi ini yaitu Raja Faisal dari Arab Saudi dan Raja Hasan II dari Maroko.

media

33

PERAN INDONESIA DALAM OKI
(ORGANISASI KONFERENSI ISLAM)

  • ikut upaya penyelesaian konflik antara Pemerintah Philipina dengan Moro National Liberation Front (MNLF)

  • Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina dengan ibukota di Yerusalem dukungan tersebut dibuktikan dengan hubungan diplomatik dengan Palestina pada 19 Oktober 1989

  • Indonesia juga memperjuangkan tentang penyelesaian masalah isu Islam fobia.

media

34

TUJUAN OKI
(ORGANISASI KONFERENSI ISLAM)

  • meningkatkan solidaritas Islam di antara negara anggota,

  • melindungi tempat tempat suci,

  • membantu perjuangan pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat

  • memperkuat kerjasama dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, serta IPTEK.

media

35

JIM (JAKARTA INFORMAL MEETING)

  1. Jakarta Informal Meerting merupakan upaya bangsa Indonesia dalam ikut serta dalam menjaga perdamaian dunia terutama di kawasan Asia Tenggara.

  2. Pemrakarsa JIM yaitu Menteri Luar Negeri Indonesia, Ali Alatas.

  3. JIM merupakan upaya untuk menyelesaikan konflik Kamboja.

media

36

HASIL DARI JIM
(JAKARTA INFORMAL MEETING)

  1. Penarikan pasukan Vietnam dari Kamboja paling lambat tanggal 30 Desember 1989

  2. Akan dibentuk pemerintahan yang mengikutsertakan keempat kelompok yang bertikai di Kamboja

media

​Dubes RI untuk Kamboja Sudirman Haseng dan PM Hun Sen bertemu di Peace Palace Phnom Penh,

37

PELAKSANAAN JIM

  1. JIM I dilaksanakan di Bogor pada tanggal 25-28 Juli 1988 dan JIM II di Jakarta tanggal 19-21 Februari 1989.

  2. JIM dihadiri oleh 6 Menlu ASEAN, Menlu Vietnam dan kelompok yang bertikai di Kamboja

media

​Dubes RI untuk Kamboja Sudirman Haseng dan PM Hun Sen bertemu di Peace Palace Phnom Penh,

​PERAN AKTIF INDONESIA DALAM PERDAMAIAN DUNIA

By Juli Suwirtana Putra

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 37

SLIDE