
PERAN INDONESIA DALAM PERDAMAIAN DUNIA
Presentation
•
History
•
12th Grade
•
Practice Problem
•
Easy
Juli Suwirtana Putra
Used 1+ times
FREE Resource
27 Slides • 10 Questions
1
PERAN AKTIF INDONESIA DALAM PERDAMAIAN DUNIA
By Juli Suwirtana Putra
2
Konferensi Asia Afrika
Gerakan Non Blok
ASEAN
Misi Garuda (Kontingen Garuda)
Deklarasi Djuanda
OKI (ORGANISASI KONFERENSI ISLAM)
JIM (JAKARTA INFORMAL MEETING)
CONTENT LIST
Museum Konferensi Asia Afrika di Bandung
3
Indonesia menganut politik luar negeri yang dikenal dengan “politik bebas-aktif”.
Konferensi Asia-Afrika atau dikenal pula dengan Konferensi Bandung.
Dimulai dengan Konferensi Bogor. Konferensi ini yang menghasilkan beberapa keputusan, yaitu:
Mengadakan KAA di Bandung pada bulan April 1955.
Menetapkan kelima negara peserta Konferensi Bogor sebagai negara-negara sponsor
Menetapkan 25 negara-negara Asia Afrika yang akan diundang.
Konferensi Asia Afrika (KAA)
4
Multiple Choice
Kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas-aktif diwujudkan melalui peran aktif dalam menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika (KAA). Langkah awal yang menjadi dasar terselenggaranya KAA adalah...
Penentuan 25 negara Asia-Afrika sebagai peserta
Penetapan Indonesia sebagai tuan rumah KAA
Diselenggarakannya Konferensi Colombo
Diselenggarakannya Konferensi Bogor
Penandatanganan Deklarasi Dasa Sila Bandung
5
Konferensi Asia Afrika berlangsung pada tanggal 18 – 24 April 1955 dan dihadiri oleh 29 negara dengan 5 negara sebagai sponsor KAA.
Terdapat empat tujuan pokok KAA yaitu :
Memajukan Kerja Sama dan Solidaritas antar bangsa-bangsa di Asia dan Afrika.
Membahas Masalah-Masalah Sosial, Ekonomi, dan Budaya bersama yang dihadapi oleh negara-negara peserta.
Memperjuangkan Kepentingan Bersama bangsa-bangsa Asia-Afrika, khususnya dalam melawan kolonialisme dan rasialisme (seperti yang terjadi di Afrika Selatan pada masa apartheid).
Berkontribusi pada Perdamaian dan Kerja Sama Dunia dengan menjadi kekuatan moral yang tidak memihak blok Barat maupun Timur (menjadi bagian dari Gerakan Non-Blok).
Konferensi Asia Afrika (KAA)
KAA sedang berlangsung di Bandung
6
Multiple Choice
Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955 merupakan momen bersejarah yang melahirkan semangat solidaritas dan kerja sama negara-negara di kawasan. Berdasarkan tujuan pokok penyelenggaraannya, upaya KAA untuk "memperjuangkan kepentingan bersama bangsa-bangsa Asia-Afrika, khususnya dalam melawan kolonialisme dan rasialisme" secara langsung merupakan bentuk perlawanan terhadap politik yang diterapkan oleh negara...
Indonesia pada masa Orde Baru
Vietnam Selatan selama periode perang
Uni Soviet di Eropa Timur
Afrika Selatan pada masa apartheid
Jepang selama Perang Dunia II
7
Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta asas-asas yang termuat di dalam piagam PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa)
Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa
Mengakui persamaan semua suku bangsa dan persamaan semua bangsa, besar maupun kecil
Tidak melakukan intervensi atau campur tangan dalam soalan-soalan dalam negeri negara lain
Menghormati hak-hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri secara sendirian ataupun kolektif yang sesuai dengan Piagam PBB
Tidak menggunakan peraturan-peraturan dari pertahanan kolektif untuk bertindak bagi kepentingan khusus dari salah satu negara besar dan tidak melakukannya terhadap negara lain
Tidak melakukan tindakan-tindakan ataupun ancaman agresi maupun penggunaan kekerasan terhadap integritas wilayah maupun kemerdekaan politik suatu negara
Menyelesaikan segala perselisihan internasional dengan jalan damai, seperti perundingan, persetujuan, arbitrasi, ataupun cara damai lainnya, menurut pilihan pihak-pihak yang bersangkutan sesuai dengan Piagam PBB
Memajukan kepentingan bersama dan kerjasama
Menghormati hukum dan kewajiban–kewajiban internasional
HASIL KAA = DASASILA BANDUNG
8
Multiple Choice
Prinsip-prinsip yang dihasilkan dalam Konferensi Asia-Afrika (KAA) tahun 1955 dan dikenal sebagai Dasasila Bandung menjadi landasan moral dan politik bagi negara-negara yang baru merdeka. Prinsip-prinsip ini sangat menekankan pada penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas territorial. Berikut ini yang merupakan isi dari Dasasila Bandung adalah...
Setiap negara berhak untuk melakukan intervensi kemanusiaan jika terjadi pelanggaran HAM di negara lain.
Setiap negara harus memilih salah satu blok kekuatan besar (Blok Barat atau Blok Timur) untuk menjamin keamanannya.
Penyelesaian sengketa internasional harus dilakukan melalui jalur diplomasi dan cara-cara damai sesuai Piagam PBB.
Kedaulatan suatu negara dapat dibatasi jika dinilai menghambat kepentingan ekonomi negara-negara besar.
Penggunaan kekuatan militer dibenarkan untuk menyebarkan ideologi dan bentuk pemerintahan suatu negara.
9
Suatu organisasi internasional yang terdiri lebih dari 100 negara-negara yang menganggap dirinya tidak beraliansi dengan kekuatan besar apapun.
Pembentukan GNB ini diprakarsai oleh Presiden Soekarno (Indonesia), Presiden Gamal Abdul Nasser (Republik Persatuan Arab-Mesir), PM Pandith Jawaharlal Nehru (India), Presiden Joseph Broz Tito (Yugoslavia), dan Presiden Kwame Nkrumah (Ghana).
GNB resmi didirikan pada 1 September 1961 di kota Beogard, Yugoslavia.
Konferensi Tingkat Tinggi I (KTT I) yang dimulai dari 1-6 September 1961. Konferensi ini dihadiri oleh 25 kepala negara dan 3 kepala pemerintahan sebagai peninjau. Kepala negara yang menghadiri KTT I yaitu Afghanistan, Aljazair, Arab Saudi, Burma, Kamboja, Sri Lanka, Kongo, Kuba, Cyprus, Ethiopia, Ghana, Guinea, India, Indonesia, Irak, Lebanon, Mali, Maroko, Nepal, Somalia, Sudan, Tunisia, RPA, Yaman, dan Yugoslavia, sedangkan Negara peninjau yang hadir Bolivia, Brasil, dan Ekuador.
GERAKAN NON BLOK (GNB) / Non Aligned Movement/NAM)
10
Multiple Choice
Gerakan Non-Blok (GNB) merupakan organisasi internasional yang memiliki peran signifikan dalam percaturan politik global. Berdasarkan informasi di atas, pernyataan mana yang TIDAK BENAR mengenai pendirian GNB?
A.
B.
C.
D.
E.
GNK didirikan atas prakarsa pemimpin dari benua Asia dan Afrika.
Yugoslavia, sebuah negara Eropa, menjadi salah satu tempat dan pemrakarsa pendirian GNB.
KTT I GNB dihadiri oleh lebih dari 20 negara anggota dan beberapa negara peninjau.
Semua negara pendiri dan anggota awal GNB berasal dari benua Asia dan Afrika.
GNB secara resmi berdiri pada tahun 1961 melalui konferensi tingkat tinggi.
11
Sebagai salah satu negara penggagas KAA yang merupakan cikal bakal digagasnya Gerakan Nonblok
Sebagai salah satu negara pengundang pada KTT GNB yang pertama. Hal ini karena Indonesia merupakan salah satu pendiri GNB dan berperan besar dalam mengundang mengajak negara lain untuk bergabung dalam KTT.
Menjadi ketua dan penyelenggara KTT GNB yang ke X yang berlangsung pada 1-7 September 1992 di Jakarta dan Bogor. Indonesia turut pula menjadi perintis dibukanya kembali dialog utara-selatan, yaitu dialog yang memperkuat hubungan antara negara berkembang (selatan) terhadap negara maju (utara).
peran indonesia dalam gerakan non blok (gnb)
12
Multiple Choice
Peran Indonesia dalam Gerakan Non-Blok (GNB) sangat signifikan sejak awal berdirinya. Berikut ini yang bukan merupakan peran Indonesia dalam GNB adalah...
Menggagas Konferensi Asia Afrika yang menjadi cikal bakal lahirnya GNB.
Menjadi salah satu negara pengundang dalam Konferensi Tingkat Tinggi pertama GNB.
Memelopori dibukanya kembali dialog dan kerja sama antara negara-negara Blok Barat dan Blok Timur.
Menjadi tuan rumah dan ketua dalam KTT GNB X yang diselenggarakan di Jakarta dan Bogor tahun 1992.
Berperan sebagai perintis dialog Utara-Selatan untuk memperkuat hubungan antara negara berkembang dan negara maju.
13
Tujuan dibentuknya Gerakan Non Blok (GNB)
Memelihara perdamaian dan keamanan internasional.
Mengusahakan tercapainya pelucutan senjata secara umum dan menyeluruh dibawah pengawasan internasional efektif.
Mengusahakan agar PBB berfungsi secara efektif.
Mengusahakan terwujudnya tata ekonomi dunia baru
Mengusahakan kerjasama di segala bidang dalam rangka menwujudkan pembangunan ekonomi dan sosial.
14
Multiple Choice
Salah satu tujuan fundamental Gerakan Non-Blok (GNB) adalah "Mengusahakan agar PBB berfungsi secara efektif." Dalam konteks Perang Dingin, upaya ini paling tepat dimaknai sebagai...
Desakan kepada PBB untuk mengambil alih semua kendali keamanan global dari negara-negara adidaya.
Upaya untuk mencegah PBB didominasi dan menjadi alat bagi salah satu blok, baik Blok Barat maupun Blok Timur.
Keinginan untuk membubarkan Pakta Warsawa dan NATO karena dianggap sebagai ancaman perdamaian.
Sikap netral yang berarti mendukung semua keputusan yang dikeluarkan oleh Dewan Keamanan PBB.
Usaha untuk memindahkan markas besar PBB dari New York ke sebuah negara netral.
15
ASEAN
Association of Southeast Asian Nations yang mana berarti merupakan nama untuk negara-negara yang berada di Asia Tenggara.
8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand, ditandatanganilah Deklarasi ASEAN dengan sebutan Deklarasi Bangkok. Pada awalnya, hanya lima negara yang tergabung, namun akhirnya bertambah jumlah anggota ASEAN menjadi sepuluh negara.
16
Multiple Choice
Pada tanggal 8 Agustus 1967, lima negara pendiri ASEAN menandatangani Deklarasi Bangkok. Negara manakah di bawah ini yang BUKAN merupakan salah satu dari lima negara pendiri ASEAN tersebut?
Indonesia
Malaysia
Filipina
Singapura
Vietnam
17
ASEAN dibentuk untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan sosial, serta budaya di Asia Tenggara melalui usaha bersama dengan semangat yang setara dan kemitraan.
ASEAN dibentuk untuk memajukan perdamaian serta stabilitas regional di kawasan Asia Tenggara dengan menghormati supremasi hukum serta patuh pada prinsip PBB.
ASEAN dibentuk untuk memajukan kerjasama, rasa saling membantu dalam konteks Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Politik, Ekonomi, Sosial, dan Budaya.
ASEAN dibentuk untuk mempererat hubungan internasional dan regional antar negara di Asia Tenggara
ASEAN dibentuk untuk menyelenggarakan usaha-usaha dalam membantu penelitian masalah di Asia Tenggara dengan menyediakan fasilitas pelatihan, penelitian, teknis, dan administrasi.
ASEAN dibentuk untuk memperkuat perdagangan internasional negara-negara Asia Tenggara sehingga terjadi kolaborasi secara lebih efektif untuk memanfaatkan pertanian, industri, perdagangan, serta fasilitas-fasilitas yang menunjang
TUJUAN & MAKSUD DIBENTUKNYA ASEAN
18
Multiple Choice
Berdasarkan tujuan pendiriannya, ASEAN pada hakikatnya merupakan suatu wadah kerja sama regional yang bertujuan untuk...
Meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara eksklusif bagi negara-negara pendiri.
Menjadi aliansi militer untuk menghadapi ancaman dari kawasan lain.
Memajukan perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan komprehensif di kawasan Asia Tenggara.
Menggantikan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menyelesaikan konflik regional.
Fokus utama pada integrasi politik membentuk satu negara kesatuan.
19
PERAN INDONESIA DALAM ORGANISASI ASEAN
Indonesia ditunjuk oleh ASEAN untuk mewujudkan perdamaian di kawasan Asia Tenggara, misalnya perdamaian konflik di Kamboja dan Vietnam.
Pada tahun 1988 sampai 1989, Indonesia menjadi tuan rumah Jakarta Informal Meeting (JIM) untuk menyelesaikan konflik antara Kamboja dan Vietnam.
Indonesia juga dipercaya untuk menyelenggarakan KTT ASEAN pertama yang sukses diselenggarakan di Bali pada 23-24 Februari 1976.
20
Multiple Choice
Peran aktif Indonesia dalam ASEAN merupakan wujud dari pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif. Berdasarkan pernyataan di atas, contoh konkret peran Indonesia sebagai negara pemimpin (leadership) dalam kawasan ASEAN adalah....
Membentuk pakta pertahanan militer bersama untuk menangkal ancaman dari luar kawasan.
Menjadi tuan rumah Jakarta Informal Meeting (JIM) untuk menyelesaikan konflik Kamboja-Vietnam.
Menyediakan bantuan finansial langsung kepada pihak-pihak yang berkonflik.
Menerapkan sanksi ekonomi terhadap Vietnam agar menarik diri dari Kamboja.
Bertindak sebagai penengah atas permintaan langsung dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
21
Kontingen Garuda adalah pasukan penjaga perdamaian yang anggotanya diambil dari militer Indonesia yang bertugas dibawah naungan Perserikatan Bangsa- bangsa.
Negara-negara yang pernah menjadi tujuan dalam misi Kontingen Garuda adalah Negara-negara di Timur Tengah seperti Mesir, Libanon, Palestina, Irak. Negara Asean seperti Filipina, Kamboja, dan Vietnam. Juga Negara Eropa Timur seperti Georgia dan Bosnia
KONTINGEN GARUDA
22
Multiple Choice
Kontingen Garuda sebagai wujud implementasi politik luar negeri Indonesia telah ditugaskan di berbagai kawasan konflik. Berdasarkan pernyataan di atas, kawasan mana sajakah yang BELUM menjadi tujuan penugasan Kontingen Garuda?
Kawasan Timur Tengah
Kawasan Asia Tenggara (ASEAN)
Kawasan Eropa Timur
Kawasan Afrika Sub-Sahara
Kawasan Semenanjung Indochina
23
Kontingen Garuda I, dikirim pada 8 Januari 1957 ke Mesir
Kontingen Garuda II, dikirim ke Kongo pada 1960
Kontingen Garuda III, dikirim ke Kongo pada 1962
Kontingen Garuda IV, dikirim ke Vietnam pada 1973
Kontingen Garuda V, dikirim ke Vietnam pada 1973
Kontingen Garuda VI, dikirim ke Timur Tengah pada 1973 Kontingen Garuda VII, dikirim ke Vietnam pada 1974
Kontingen Garuda VIII, dikirim dalam rangka misi perdamaian PBB di Timur Tengah pasca-Perang Yom Kippur antara Mesir dan Israel
Kontingen Garuda IX, dikirim ke Iran dan Irak pada 1988 Kontingen Garuda X, dikirim ke Namibia pada 1989
Peran Aktif Indonesia mengirimkan Kontingen Garuda
24
Kontingen Garuda XXI, mengikuti misi perdamaian PBB di Liberia (UNMIL)
Kontingen Garuda XXII, mengikuti misi perdamaian PBB di Sudan (UNMIS)
Kontingen Garuda XXIII, mengikuti misi perdamaian PBB di Lebanon (UNFIL)
Kontingen Garuda XXIV, mengikuti misi perdamaian PBB di Nepal (UNMIN)
Kontingen Garuda XXV, penambahan pasukan dalam misi perdamaian di Lebanon Selatan Kontingen Garuda XXVI, penambahan pasukan
Kontingen Garuda XXIIII bersama dengan UNFIL, sekaligus dalam rangka memperbesar peran serta Indonesia dalam pemeliharaan perdamaian di Lebanon Selatan
Kontingen Garuda XXVII, mengikuti misi perdamaian PBB di Darfur (UNAMID) dalam satgas Milobs
Peran Aktif Indonesia mengirimkan Kontingen Garuda
25
Kontingen Garuda XI, dikirim ke Irak dan Kuwait pada 1992
Kontingen Garuda XII, dikirim ke Kamboja pada 1992
Kontingen Garuda XIII, dikirim ke Somalia pada 1992
Kontingen Garuda XIV, dikirim ke Bosnia dan Herzegovina pada 1993
Kontingen Garuda XV, dikirim ke Georgia pada 1994
Kontingen Garuda XVI, dikirim ke Mozambik pada 1994
Kontingen Garuda XVII, dikirim ke Filipina pada 1994
Kontingen Garuda XVIII, dikirim ke Tajikistan pada November 1997
Kontingen Garuda XIX, dikirim ke Sierra Leone pada 1992-2002
Kontingen Garuda XX, dikirim ke Bungo, Kongo pada 6 September 2003 dan bertugas selama satu tahun
Peran Aktif Indonesia mengirimkan Kontingen Garuda
26
Kontingen Garuda XXVIII, mengikuti misi perdamaian PBB di Lebanon (UNFIL)
Kontingen Garuda XXIX, memberikan dukungan kesehatan kepada personel UNIFIL
Kontingen Garuda XXXI, mengikuti misi perdamaian PBB di Lebanon (UNFIL)
Kontingen Garuda XXX, mengikuti misi perdamaian PBB di Lebanon (UNFIL)
Peran Aktif Indonesia mengirimkan Kontingen Garuda
27
Deklarasi ini digagas oleh Perdana Menteri Indonesia, Djuanda Kartawidjaja pada 13 Desember 1957
Penggagas Deklarasi Djuanda
Indonesia memiliki kedaulatan penuh atas wilayah darat, laut dan udaranya.
Kedaulatan Penuh
Deklarasi Djuanda
28
DEKLARASI DJUANDA
Isi Deklarasi Djuanda bahwa Indonesia menyatakan sebagai negara kepulauan yang mempunyai corak tersendiri
Bahwa sejak dahulu kala kepulauan nusantara ini sudah merupakan satu kesatuan
Ketentuan ordonansi 1939 tentang Ordonansi, dapat memecah belah keutuhan wilayah Indonesia
29
TUJUAN DEKLARASI DJUANDA
Untuk mewujudkan bentuk wilayah Kesatuan Republik Indonesia yang utuh dan bulat
Untuk menentukan batas-batas wilayah NKRI, sesuai dengan asas negara Kepulauan
Untuk mengatur lalu lintas damai pelayaran yang lebih menjamin keamanan dan keselamatan NKRI
30
Isi Pokok Deklarasi Djuanda
"Bahwa segala perairan di sekitar, di antara dan yang menghubungkan pulau-pulau atau bagian pulau-pulau yang termasuk daratan Negara Republik Indonesia, dengan tidak memandang luas atau lebarnya, adalah bagian-bagian yang wajar dari wilayah daratan Negara Republik Indonesia dan dengan demikian merupakan bagian dari perairan pedalaman atau perairan nasional yang berada di bawah kedaulatan mutlak Negara Republik Indonesia."
"Penetapan garis batas laut teritorial selebar 12 mil yang diukur dari garis yang menghubungkan titik-titik terluar pada pulau-pulau Negara Republik Indonesia."
31
-Deklarasi Djuanda
"Bahwa segala perairan di sekitar, di antara dan yang menghubungkan pulau-pulau atau bagian pulau-pulau yang termasuk daratan Negara Republik Indonesia, dengan tidak memandang luas atau lebarnya, adalah bagian-bagian yang wajar dari wilayah daratan Negara Republik Indonesia dan dengan demikian merupakan bagian dari perairan pedalaman atau perairan nasional yang berada di bawah kedaulatan mutlak Negara Republik Indonesia."
"Penetapan garis batas laut teritorial selebar 12 mil yang diukur dari garis yang menghubungkan titik-titik terluar pada pulau-pulau Negara Republik Indonesia."
32
OKI (ORGANISASI KONFERENSI ISLAM)
Pembentukan OKI dilatarbelakangi oleh pembakaran Masjid Al-Aqsa oleh Israel pada tanggal 21 Agustus 1969.
Pemrakarsa dari Organisasi ini yaitu Raja Faisal dari Arab Saudi dan Raja Hasan II dari Maroko.
33
PERAN INDONESIA DALAM OKI
(ORGANISASI KONFERENSI ISLAM)
ikut upaya penyelesaian konflik antara Pemerintah Philipina dengan Moro National Liberation Front (MNLF)
Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina dengan ibukota di Yerusalem dukungan tersebut dibuktikan dengan hubungan diplomatik dengan Palestina pada 19 Oktober 1989
Indonesia juga memperjuangkan tentang penyelesaian masalah isu Islam fobia.
34
TUJUAN OKI
(ORGANISASI KONFERENSI ISLAM)
meningkatkan solidaritas Islam di antara negara anggota,
melindungi tempat tempat suci,
membantu perjuangan pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat
memperkuat kerjasama dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, serta IPTEK.
35
JIM (JAKARTA INFORMAL MEETING)
Jakarta Informal Meerting merupakan upaya bangsa Indonesia dalam ikut serta dalam menjaga perdamaian dunia terutama di kawasan Asia Tenggara.
Pemrakarsa JIM yaitu Menteri Luar Negeri Indonesia, Ali Alatas.
JIM merupakan upaya untuk menyelesaikan konflik Kamboja.
36
HASIL DARI JIM
(JAKARTA INFORMAL MEETING)
Penarikan pasukan Vietnam dari Kamboja paling lambat tanggal 30 Desember 1989
Akan dibentuk pemerintahan yang mengikutsertakan keempat kelompok yang bertikai di Kamboja
Dubes RI untuk Kamboja Sudirman Haseng dan PM Hun Sen bertemu di Peace Palace Phnom Penh,
37
PELAKSANAAN JIM
JIM I dilaksanakan di Bogor pada tanggal 25-28 Juli 1988 dan JIM II di Jakarta tanggal 19-21 Februari 1989.
JIM dihadiri oleh 6 Menlu ASEAN, Menlu Vietnam dan kelompok yang bertikai di Kamboja
Dubes RI untuk Kamboja Sudirman Haseng dan PM Hun Sen bertemu di Peace Palace Phnom Penh,
PERAN AKTIF INDONESIA DALAM PERDAMAIAN DUNIA
By Juli Suwirtana Putra
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 37
SLIDE
Similar Resources on Wayground
25 questions
DEMOKRASI TERPIMPIN
Lesson
•
12th Grade
34 questions
Perjuangan Fisik dan Diplomasi
Lesson
•
11th Grade
32 questions
Sel Volta dalam Kehidupan Sehari-hari
Lesson
•
12th Grade
30 questions
Participle Clauses
Lesson
•
12th Grade
33 questions
WAWASAN NUSANTARA
Lesson
•
12th Grade
33 questions
perang dingin
Lesson
•
11th - 12th Grade
36 questions
Mengevaluasi peran dan nilai-nilai perjuangan tokoh nasional
Lesson
•
12th Grade
27 questions
Tinjauan Bab 10
Lesson
•
12th Grade
Popular Resources on Wayground
15 questions
Fractions on a Number Line
Quiz
•
3rd Grade
14 questions
Boundaries & Healthy Relationships
Lesson
•
6th - 8th Grade
13 questions
SMS Cafeteria Expectations Quiz
Quiz
•
6th - 8th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
12 questions
SMS Restroom Expectations Quiz
Quiz
•
6th - 8th Grade
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade
10 questions
Pi Day Trivia!
Quiz
•
6th - 9th Grade
Discover more resources for History
7 questions
History of St. Patrick's Day for Kids | Bedtime History
Interactive video
•
1st - 12th Grade
31 questions
Third Quarter 2023 Review
Quiz
•
12th Grade
49 questions
AP Psychology - Social Psychology Review
Quiz
•
9th - 12th Grade
14 questions
The Cold War
Quiz
•
KG - University
25 questions
Protestant Reformation
Quiz
•
9th - 12th Grade
8 questions
South African Apartheid
Interactive video
•
9th - 12th Grade
25 questions
Ancient China
Quiz
•
KG - University
5 questions
TED-ED: The history of chocolate - Deanna Pucciarelli
Interactive video
•
KG - University