Search Header Logo
TKA A SMA

TKA A SMA

Assessment

Presentation

•

World Languages

•

12th Grade

•

Practice Problem

•

Medium

Created by

Muhammad Fadely

Used 3+ times

FREE Resource

2 Slides • 20 Questions

1

​ide pokok, informasi tersirat dan tersurat

By Muhammad Fadely

2

Multiple Choice

Perhatikan teks berikut untuk menjawab soal nomor 1-5!

 

          Real food adalah jenis makanan yang memiliki tiga ciri utama, yaitu tidak melalui banyak proses pengolahan, bebas dari bahan kimia tambahan, serta kaya akan zat gizi. Konsep ini mengedepankan makanan yang dimasak secara minimal, seperti dikukus atau dipanggang, tanpa tambahan berlebihan seperti gula, garam, atau pengawet sintetis. Pola makan berbasis real food menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang menolak konsumsi makanan instan dan ultraproses yang umumnya rendah nilai gizi.

          Karena menggunakan bahan segar, utuh, dan minim proses, konsumsi real food memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Beberapa contoh real food yang mudah ditemukan di pasar tradisional atau supermarket antara lain buah-buahan segar seperti pisang, apel, dan pepaya; sumber protein alami seperti telur, ikan segar, dan tahu/tempe; biji-bijian utuh seperti beras merah, oat, dan jagung; serta kacang-kacangan dan biji-bijian seperti kacang tanah dan biji chia. Selain itu, produk susu tanpa tambahan gula, rempah-rempah segar, serta minyak alami seperti minyak kelapa dan zaitun juga termasuk dalam kelompok ini.

          Untuk menjaga kualitas dan kandungan gizinya, sebaiknya real food dimasak sendiri agar proses pengolahannya lebih terkontrol. Namun, tidak selalu harus dimasak sendiri. Anda juga bisa mengonsumsi real food dari warteg atau katering, asalkan memilih menu yang minim pengolahan dan tidak mengandung banyak bahan tambahan. Dengan pilihan yang tepat, konsumsi real food tetap bisa praktis sekaligus menyehatkan. (Sumber: Hellosehat)

 

Berikut adalah soal pilihan ganda HOTS tentang gagasan utama berdasarkan teks "Real Food" secara umum (tanpa kutipan tambahan). Soal ini menguji kemampuan berpikir tingkat tinggi, khususnya menyimpulkan ide pokok dari keseluruhan teks.

1.    Setelah membaca teks tentang konsep real food, manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan gagasan utama teks tersebut?

1

Real food adalah makanan yang lebih enak jika diolah sendiri dibanding dibeli di luar

2

Real food merupakan alternatif makanan bagi mereka yang tidak menyukai makanan instan

3

Real food adalah jenis makanan yang harus dihindari jika memiliki keterbatasan waktu memasak

4

Real food merupakan pola makan sehat yang menekankan konsumsi makanan segar, alami, dan minim proses

5

Real food adalah pilihan makanan yang paling cocok untuk vegetarian dan pelaku diet ketat

3

IDE POKOK/GAGASAN UTAMA/POKOK PIKIRAN/PIKIRAN UTAMA

​Inti dari kalimat utama (di awal atau akhir)
Pernyataan paling umum

Contoh: Siti anak yang cantik

Ide pokok: Siti cantik, Siti menawan, Siti Jelita

4

Multiple Choice

Perhatikan teks berikut untuk menjawab soal nomor 1-5!

 

          Real food adalah jenis makanan yang memiliki tiga ciri utama, yaitu tidak melalui banyak proses pengolahan, bebas dari bahan kimia tambahan, serta kaya akan zat gizi. Konsep ini mengedepankan makanan yang dimasak secara minimal, seperti dikukus atau dipanggang, tanpa tambahan berlebihan seperti gula, garam, atau pengawet sintetis. Pola makan berbasis real food menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang menolak konsumsi makanan instan dan ultraproses yang umumnya rendah nilai gizi.

          Karena menggunakan bahan segar, utuh, dan minim proses, konsumsi real food memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Beberapa contoh real food yang mudah ditemukan di pasar tradisional atau supermarket antara lain buah-buahan segar seperti pisang, apel, dan pepaya; sumber protein alami seperti telur, ikan segar, dan tahu/tempe; biji-bijian utuh seperti beras merah, oat, dan jagung; serta kacang-kacangan dan biji-bijian seperti kacang tanah dan biji chia. Selain itu, produk susu tanpa tambahan gula, rempah-rempah segar, serta minyak alami seperti minyak kelapa dan zaitun juga termasuk dalam kelompok ini.

          Untuk menjaga kualitas dan kandungan gizinya, sebaiknya real food dimasak sendiri agar proses pengolahannya lebih terkontrol. Namun, tidak selalu harus dimasak sendiri. Anda juga bisa mengonsumsi real food dari warteg atau katering, asalkan memilih menu yang minim pengolahan dan tidak mengandung banyak bahan tambahan. Dengan pilihan yang tepat, konsumsi real food tetap bisa praktis sekaligus menyehatkan. (Sumber: Hellosehat)

 

Berikut adalah soal pilihan ganda HOTS tentang gagasan utama berdasarkan teks "Real Food" secara umum (tanpa kutipan tambahan). Soal ini menguji kemampuan berpikir tingkat tinggi, khususnya menyimpulkan ide pokok dari keseluruhan teks.

2. Rina memutuskan untuk menerapkan pola makan sehat selama satu bulan. Ia mulai mengganti camilan keripik dan permen dengan kacang tanah rebus dan buah pepaya. Untuk makan siang, ia membawa bekal berupa nasi merah, sayur bening, dan tahu kukus. Namun, sesekali ia masih membeli jus kemasan di minimarket.

 

Apa yang sebaiknya Rina lakukan agar pola makannya benar-benar sesuai prinsip real food?

1

Mengganti tahu kukus dengan daging olahan rendah lemak agar kebutuhan protein lebih optimal

2

Menghindari nasi merah karena indeks glikemiknya lebih tinggi daripada singkong rebus

3

Membuat jus sendiri dari buah segar dan menyimpannya dalam botol plastik agar lebih praktis

4

Mengonsumsi smoothies buah instan yang diberi label "organik" dan "tanpa gula tambahan"

5

Membuat jus sendiri dari buah segar tanpa tambahan gula dan menyimpannya dalam botol

5

Multiple Choice

Perhatikan teks berikut untuk menjawab soal nomor 1-5!

 

          Real food adalah jenis makanan yang memiliki tiga ciri utama, yaitu tidak melalui banyak proses pengolahan, bebas dari bahan kimia tambahan, serta kaya akan zat gizi. Konsep ini mengedepankan makanan yang dimasak secara minimal, seperti dikukus atau dipanggang, tanpa tambahan berlebihan seperti gula, garam, atau pengawet sintetis. Pola makan berbasis real food menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang menolak konsumsi makanan instan dan ultraproses yang umumnya rendah nilai gizi.

          Karena menggunakan bahan segar, utuh, dan minim proses, konsumsi real food memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Beberapa contoh real food yang mudah ditemukan di pasar tradisional atau supermarket antara lain buah-buahan segar seperti pisang, apel, dan pepaya; sumber protein alami seperti telur, ikan segar, dan tahu/tempe; biji-bijian utuh seperti beras merah, oat, dan jagung; serta kacang-kacangan dan biji-bijian seperti kacang tanah dan biji chia. Selain itu, produk susu tanpa tambahan gula, rempah-rempah segar, serta minyak alami seperti minyak kelapa dan zaitun juga termasuk dalam kelompok ini.

          Untuk menjaga kualitas dan kandungan gizinya, sebaiknya real food dimasak sendiri agar proses pengolahannya lebih terkontrol. Namun, tidak selalu harus dimasak sendiri. Anda juga bisa mengonsumsi real food dari warteg atau katering, asalkan memilih menu yang minim pengolahan dan tidak mengandung banyak bahan tambahan. Dengan pilihan yang tepat, konsumsi real food tetap bisa praktis sekaligus menyehatkan. (Sumber: Hellosehat)

3. Jika seseorang terbiasa mengonsumsi makanan instan seperti mi instan dan nugget beku, lalu beralih ke pola makan real food, perubahan utama apa yang paling mungkin terjadi?

1

Ia akan mulai mengonsumsi makanan alami, tetapi harus membeli dari tempat khusus yang menjual bahan organik

2

I

a mulai mengonsumsi makanan segar, rendah proses, dan tanpa bahan tambahan

3

Ia hanya boleh makan makanan mentah agar tetap alami dan tidak rusak nutrisinya

4

Ia harus menghindari semua makanan berlemak, termasuk daging dan minyak

5

Ia mungkin merasa real food membosankan karena tidak mengandung penyedap atau bahan tambahan rasa

6

Multiple Choice

Perhatikan teks berikut untuk menjawab soal nomor 1-5!

 

          Real food adalah jenis makanan yang memiliki tiga ciri utama, yaitu tidak melalui banyak proses pengolahan, bebas dari bahan kimia tambahan, serta kaya akan zat gizi. Konsep ini mengedepankan makanan yang dimasak secara minimal, seperti dikukus atau dipanggang, tanpa tambahan berlebihan seperti gula, garam, atau pengawet sintetis. Pola makan berbasis real food menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang menolak konsumsi makanan instan dan ultraproses yang umumnya rendah nilai gizi.

          Karena menggunakan bahan segar, utuh, dan minim proses, konsumsi real food memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Beberapa contoh real food yang mudah ditemukan di pasar tradisional atau supermarket antara lain buah-buahan segar seperti pisang, apel, dan pepaya; sumber protein alami seperti telur, ikan segar, dan tahu/tempe; biji-bijian utuh seperti beras merah, oat, dan jagung; serta kacang-kacangan dan biji-bijian seperti kacang tanah dan biji chia. Selain itu, produk susu tanpa tambahan gula, rempah-rempah segar, serta minyak alami seperti minyak kelapa dan zaitun juga termasuk dalam kelompok ini.

          Untuk menjaga kualitas dan kandungan gizinya, sebaiknya real food dimasak sendiri agar proses pengolahannya lebih terkontrol. Namun, tidak selalu harus dimasak sendiri. Anda juga bisa mengonsumsi real food dari warteg atau katering, asalkan memilih menu yang minim pengolahan dan tidak mengandung banyak bahan tambahan. Dengan pilihan yang tepat, konsumsi real food tetap bisa praktis sekaligus menyehatkan. (Sumber: Hellosehat)

4. Bagaimana sebaiknya seseorang menyesuaikan pola makan real food jika ia memiliki waktu terbatas untuk memasak?

1

Mengandalkan makanan siap saji yang diklaim sehat dan rendah kalori

2

Menghindari semua makanan dari luar dan hanya mengonsumsi buah mentah setiap hari

3

Menggantikan makanan utama dengan suplemen tinggi protein dan serat setiap kali terburu-buru

4

Memilih menu dari katering atau warung yang menggunakan bahan segar dan minim pengolahan

5

  Mengandalkan makanan dalam kemasan seperti sayur beku dan makanan kaleng yang praktis

7

Multiple Select

Perhatikan teks berikut untuk menjawab soal nomor 1-5! (dua jawaban)

 

          Real food adalah jenis makanan yang memiliki tiga ciri utama, yaitu tidak melalui banyak proses pengolahan, bebas dari bahan kimia tambahan, serta kaya akan zat gizi. Konsep ini mengedepankan makanan yang dimasak secara minimal, seperti dikukus atau dipanggang, tanpa tambahan berlebihan seperti gula, garam, atau pengawet sintetis. Pola makan berbasis real food menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang menolak konsumsi makanan instan dan ultraproses yang umumnya rendah nilai gizi.

          Karena menggunakan bahan segar, utuh, dan minim proses, konsumsi real food memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Beberapa contoh real food yang mudah ditemukan di pasar tradisional atau supermarket antara lain buah-buahan segar seperti pisang, apel, dan pepaya; sumber protein alami seperti telur, ikan segar, dan tahu/tempe; biji-bijian utuh seperti beras merah, oat, dan jagung; serta kacang-kacangan dan biji-bijian seperti kacang tanah dan biji chia. Selain itu, produk susu tanpa tambahan gula, rempah-rempah segar, serta minyak alami seperti minyak kelapa dan zaitun juga termasuk dalam kelompok ini.

          Untuk menjaga kualitas dan kandungan gizinya, sebaiknya real food dimasak sendiri agar proses pengolahannya lebih terkontrol. Namun, tidak selalu harus dimasak sendiri. Anda juga bisa mengonsumsi real food dari warteg atau katering, asalkan memilih menu yang minim pengolahan dan tidak mengandung banyak bahan tambahan. Dengan pilihan yang tepat, konsumsi real food tetap bisa praktis sekaligus menyehatkan. (Sumber: Hellosehat)

5. Mengapa konsep real food dinilai lebih menyehatkan dibandingkan dengan makanan ultraproses?

1

Real food mengandung lebih banyak vitamin dan mineral alami

2

       Proses pengolahan pada real food menjaga keutuhan nutrisi

3

       Makanan ultraproses biasanya lebih enak dan mengenyangkan

4

       Real food tidak mengandung pengawet atau pemanis buatan

5

       Makanan ultraproses mengandung zat tambahan yang berisiko

8

Multiple Choice

Perhatikan teks berikut untuk menjawab soal nomor 6-10!

 

          Morning person adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang lebih aktif, energik, dan bersemangat di pagi hari. Mereka juga dikenal dengan sebutan early bird. Orang-orang dalam kategori ini umumnya memiliki kebiasaan bangun pagi dan langsung melakukan aktivitas produktif, seperti berolahraga, membaca, atau menyelesaikan pekerjaan.

          Secara umum, morning person memiliki beberapa karakteristik yang khas. Pertama, mereka cenderung memiliki rutinitas yang teratur di pagi hari. Mereka bangun lebih awal dan memanfaatkan waktu tersebut untuk melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat. Kedua, mereka merasakan lonjakan energi dan semangat yang tinggi saat matahari terbit, berbeda dengan night person yang lebih aktif di malam hari. Ketiga, banyak orang pagi yang memanfaatkan waktu tersebut untuk berolahraga, yang berkontribusi positif pada kesehatan fisik dan mental mereka.

          Ciri-ciri morning person lainnya adalah tidur lebih awal di malam hari, merasa paling bertenaga di pagi hari, dan menganggap waktu terbaik untuk beraktivitas adalah sebelum siang. Dengan memahami istilah ini, kita bisa lebih menghargai perbedaan dalam kebiasaan tidur dan pola produktivitas setiap individu. Tidak semua orang bekerja dengan ritme yang sama, dan memahami hal ini dapat membantu membangun hubungan sosial maupun kerja yang lebih sehat dan toleran. (Sumber: RRI)

6. Mengapa penting memahami perbedaan antara morning person dan night person?

1

Agar kita dapat menyesuaikan pola tidur dengan orang-orang di sekitar

2

Supaya kita tahu siapa yang memiliki kebiasaan hidup yang lebih baik

3

Untuk menciptakan kerja sama dan relasi yang lebih seimbang dan sehat

4

Supaya kita bisa mengajak orang lain menjadi lebih disiplin seperti morning person

5

Agar semua orang bisa memiliki kebiasaan bangun pagi dan lebih produktif

9

Multiple Choice

Perhatikan teks berikut untuk menjawab soal nomor 6-10!

 

          Morning person adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang lebih aktif, energik, dan bersemangat di pagi hari. Mereka juga dikenal dengan sebutan early bird. Orang-orang dalam kategori ini umumnya memiliki kebiasaan bangun pagi dan langsung melakukan aktivitas produktif, seperti berolahraga, membaca, atau menyelesaikan pekerjaan.

          Secara umum, morning person memiliki beberapa karakteristik yang khas. Pertama, mereka cenderung memiliki rutinitas yang teratur di pagi hari. Mereka bangun lebih awal dan memanfaatkan waktu tersebut untuk melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat. Kedua, mereka merasakan lonjakan energi dan semangat yang tinggi saat matahari terbit, berbeda dengan night person yang lebih aktif di malam hari. Ketiga, banyak orang pagi yang memanfaatkan waktu tersebut untuk berolahraga, yang berkontribusi positif pada kesehatan fisik dan mental mereka.

          Ciri-ciri morning person lainnya adalah tidur lebih awal di malam hari, merasa paling bertenaga di pagi hari, dan menganggap waktu terbaik untuk beraktivitas adalah sebelum siang. Dengan memahami istilah ini, kita bisa lebih menghargai perbedaan dalam kebiasaan tidur dan pola produktivitas setiap individu. Tidak semua orang bekerja dengan ritme yang sama, dan memahami hal ini dapat membantu membangun hubungan sosial maupun kerja yang lebih sehat dan toleran. (Sumber: RRI)

7. Bayu sering bangun pukul 05.00 pagi, berolahraga, dan langsung mengerjakan tugas sebelum sekolah. Ia pun tidur pukul 21.00 malam karena merasa lelah saat larut malam. Berdasarkan teks, Bayu termasuk tipe orang …

1

Night person karena lebih banyak menyelesaikan tugas dibanding beristirahat

2

Morning person karena memiliki kebiasaan aktif dan produktif sejak pagi

3

Tidak termasuk keduanya karena pola hidupnya terbentuk karena tekanan

4

Tipe netral karena masih melakukan aktivitas di malam hari meskipun terbatas

5

Tipe biasa karena pola harianya mengikuti jam umum sekolah dan keluarga

 

10

Multiple Choice

Perhatikan teks berikut untuk menjawab soal nomor 6-10!

 

          Morning person adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang lebih aktif, energik, dan bersemangat di pagi hari. Mereka juga dikenal dengan sebutan early bird. Orang-orang dalam kategori ini umumnya memiliki kebiasaan bangun pagi dan langsung melakukan aktivitas produktif, seperti berolahraga, membaca, atau menyelesaikan pekerjaan.

          Secara umum, morning person memiliki beberapa karakteristik yang khas. Pertama, mereka cenderung memiliki rutinitas yang teratur di pagi hari. Mereka bangun lebih awal dan memanfaatkan waktu tersebut untuk melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat. Kedua, mereka merasakan lonjakan energi dan semangat yang tinggi saat matahari terbit, berbeda dengan night person yang lebih aktif di malam hari. Ketiga, banyak orang pagi yang memanfaatkan waktu tersebut untuk berolahraga, yang berkontribusi positif pada kesehatan fisik dan mental mereka.

          Ciri-ciri morning person lainnya adalah tidur lebih awal di malam hari, merasa paling bertenaga di pagi hari, dan menganggap waktu terbaik untuk beraktivitas adalah sebelum siang. Dengan memahami istilah ini, kita bisa lebih menghargai perbedaan dalam kebiasaan tidur dan pola produktivitas setiap individu. Tidak semua orang bekerja dengan ritme yang sama, dan memahami hal ini dapat membantu membangun hubungan sosial maupun kerja yang lebih sehat dan toleran. (Sumber: RRI)

8. Jika seorang manajer mengetahui bahwa anggota timnya terdiri dari morning person dan night person, apa strategi terbaik agar produktivitas tim tetap maksimal?

1

Memberikan keleluasaan waktu kerja agar menyesuaikan ritme produktif masing-masing

2

Mengatur waktu pertemuan malam hari agar semua bisa hadir setelah aktivitas utama

3

   Menyesuaikan jam kerja tim menjadi pagi hari agar lebih terstruktur

4

Mengatur sistem kerja agar semua terbiasa bangun pagi dan tidur lebih awal

5

Menyamakan waktu kerja agar tidak menimbulkan kecemburuan antar rekan tim

 

11

Multiple Select

Perhatikan teks berikut untuk menjawab soal nomor 6-10! (3 jawaban)

 

          Morning person adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang lebih aktif, energik, dan bersemangat di pagi hari. Mereka juga dikenal dengan sebutan early bird. Orang-orang dalam kategori ini umumnya memiliki kebiasaan bangun pagi dan langsung melakukan aktivitas produktif, seperti berolahraga, membaca, atau menyelesaikan pekerjaan.

          Secara umum, morning person memiliki beberapa karakteristik yang khas. Pertama, mereka cenderung memiliki rutinitas yang teratur di pagi hari. Mereka bangun lebih awal dan memanfaatkan waktu tersebut untuk melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat. Kedua, mereka merasakan lonjakan energi dan semangat yang tinggi saat matahari terbit, berbeda dengan night person yang lebih aktif di malam hari. Ketiga, banyak orang pagi yang memanfaatkan waktu tersebut untuk berolahraga, yang berkontribusi positif pada kesehatan fisik dan mental mereka.

          Ciri-ciri morning person lainnya adalah tidur lebih awal di malam hari, merasa paling bertenaga di pagi hari, dan menganggap waktu terbaik untuk beraktivitas adalah sebelum siang. Dengan memahami istilah ini, kita bisa lebih menghargai perbedaan dalam kebiasaan tidur dan pola produktivitas setiap individu. Tidak semua orang bekerja dengan ritme yang sama, dan memahami hal ini dapat membantu membangun hubungan sosial maupun kerja yang lebih sehat dan toleran. (Sumber: RRI)

9. Berdasarkan teks, manakah pernyataan yang menunjukkan pemahaman mengenai karakteristik dan implikasi menjadi morning person?

1

       Morning person kemungkinan memiliki pola tidur yang konsisten dan disiplin

2

       Aktivitas pagi hari dapat mencerminkan kemampuan seseorang dalam manajemen waktu

3

       Morning person umumnya lebih kompetitif dalam dunia kerja karena bangun lebih pagi

4

       Kebiasaan bangun pagi menunjukkan bahwa seseorang tidak bisa bekerja di malam hari

5

       Energi pagi yang tinggi bisa dihubungkan dengan kondisi mental yang lebih stabil

12

Multiple Choice

Perhatikan teks berikut untuk menjawab soal nomor 6-10!

 

          Morning person adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang lebih aktif, energik, dan bersemangat di pagi hari. Mereka juga dikenal dengan sebutan early bird. Orang-orang dalam kategori ini umumnya memiliki kebiasaan bangun pagi dan langsung melakukan aktivitas produktif, seperti berolahraga, membaca, atau menyelesaikan pekerjaan.

          Secara umum, morning person memiliki beberapa karakteristik yang khas. Pertama, mereka cenderung memiliki rutinitas yang teratur di pagi hari. Mereka bangun lebih awal dan memanfaatkan waktu tersebut untuk melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat. Kedua, mereka merasakan lonjakan energi dan semangat yang tinggi saat matahari terbit, berbeda dengan night person yang lebih aktif di malam hari. Ketiga, banyak orang pagi yang memanfaatkan waktu tersebut untuk berolahraga, yang berkontribusi positif pada kesehatan fisik dan mental mereka.

          Ciri-ciri morning person lainnya adalah tidur lebih awal di malam hari, merasa paling bertenaga di pagi hari, dan menganggap waktu terbaik untuk beraktivitas adalah sebelum siang. Dengan memahami istilah ini, kita bisa lebih menghargai perbedaan dalam kebiasaan tidur dan pola produktivitas setiap individu. Tidak semua orang bekerja dengan ritme yang sama, dan memahami hal ini dapat membantu membangun hubungan sosial maupun kerja yang lebih sehat dan toleran. (Sumber: RRI)

10. Jika seseorang mengalami kesulitan menjalani rutinitas pagi hari, maka simpulan yang bisa diambil dari teks adalah …

1

Ia mungkin memiliki ritme biologis yang berbeda

2

Ia tidak akan pernah menjadi pribadi yang sehat

3

Ia termasuk dalam morning person yang tertunda

4

Ia harus dipaksa bangun pagi agar bisa berubah

5

Ia lebih cocok bekerja di pagi hari meski tidak suka

 

13

Multiple Choice

Perhatikan teks berikut untuk menjawab soal nomor 11-15!

 

          Belakangan ini, media sosial diramaikan dengan tren pelari yang memamerkan jarak tempuh mereka lewat aplikasi Strava. Aplikasi ini memang tengah naik daun di kalangan pelari, pesepeda, hingga penggemar olahraga lainnya. Sejak pandemi COVID-19, Strava tak sekadar jadi alat pencatat olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup aktif dan eksis. Melalui Strava, orang bisa membagikan aktivitas fisik mereka, membangun citra diri sebagai sosok sehat dan konsisten, bahkan terhubung dengan komunitas yang punya semangat serupa.

          Namun, lebih dari itu, Strava kini juga bisa dilihat sebagai “panggung sosial digital”. Menurut Yelly Elanda, dosen Sosiologi di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Strava telah berkembang menjadi ruang simbolik, tempat orang mencari pengakuan, menunjukkan identitas, bahkan bersaing secara sosial. Di tengah budaya digital seperti sekarang, pencapaian fisik seperti jarak lari atau kecepatan bukan hanya soal kesehatan, tapi juga soal status. Tak heran, ada yang sampai memanipulasi GPS, menyewa “joki digital”, atau mengejar tampilan unggahan yang estetik demi mempertahankan citra sebagai pelari keren.

          Fenomena seperti FOMO (takut ketinggalan tren) dan joki Strava memperlihatkan bagaimana aktivitas fisik bisa berubah makna di era digital. Lari tak lagi sekadar soal tubuh dan kesehatan, tapi soal pencitraan dan pengakuan di dunia maya. Tubuh jadi data yang dilihat, dinilai, bahkan “dijual” demi konten dan likes. Di sinilah kita melihat pergeseran besar: dari olahraga untuk diri sendiri menjadi olahraga demi tampil mengesankan di hadapan penonton digital. (Sumber: RRI)

11. Apa dampak sosial dari penggunaan Strava sebagai “ruang simbolik”, seperti yang dijelaskan oleh Yelly Elanda?

1

Strava mendorong orang saling bekerja sama untuk meningkatkan performa olahraga

2

Orang menggunakan olahraga sebagai cara untuk menunjukkan citra diri di media sosial

3

Banyak pengguna Strava berhenti berlari dan memilih olahraga yang sedang tren

4

Strava hanya dipakai untuk mencatat hasil olahraga yang bisa diukur secara medis

5

Aplikasi olahraga sekarang lebih digunakan oleh pelatih profesional dan atlet

 

14

Multiple Select

Perhatikan teks berikut untuk menjawab soal nomor 11-15! (3 jawaban)

 

          Belakangan ini, media sosial diramaikan dengan tren pelari yang memamerkan jarak tempuh mereka lewat aplikasi Strava. Aplikasi ini memang tengah naik daun di kalangan pelari, pesepeda, hingga penggemar olahraga lainnya. Sejak pandemi COVID-19, Strava tak sekadar jadi alat pencatat olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup aktif dan eksis. Melalui Strava, orang bisa membagikan aktivitas fisik mereka, membangun citra diri sebagai sosok sehat dan konsisten, bahkan terhubung dengan komunitas yang punya semangat serupa.

          Namun, lebih dari itu, Strava kini juga bisa dilihat sebagai “panggung sosial digital”. Menurut Yelly Elanda, dosen Sosiologi di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Strava telah berkembang menjadi ruang simbolik, tempat orang mencari pengakuan, menunjukkan identitas, bahkan bersaing secara sosial. Di tengah budaya digital seperti sekarang, pencapaian fisik seperti jarak lari atau kecepatan bukan hanya soal kesehatan, tapi juga soal status. Tak heran, ada yang sampai memanipulasi GPS, menyewa “joki digital”, atau mengejar tampilan unggahan yang estetik demi mempertahankan citra sebagai pelari keren.

          Fenomena seperti FOMO (takut ketinggalan tren) dan joki Strava memperlihatkan bagaimana aktivitas fisik bisa berubah makna di era digital. Lari tak lagi sekadar soal tubuh dan kesehatan, tapi soal pencitraan dan pengakuan di dunia maya. Tubuh jadi data yang dilihat, dinilai, bahkan “dijual” demi konten dan likes. Di sinilah kita melihat pergeseran besar: dari olahraga untuk diri sendiri menjadi olahraga demi tampil mengesankan di hadapan penonton digital. (Sumber: RRI)

12. Apa akibat dari menjadikan Strava sebagai “panggung sosial digital”?

1

       Aktivitas fisik berubah fungsi menjadi ajang membangun identitas sosial

2

       Komunitas pengguna Strava semakin terikat oleh etika berolahraga yang sehat

3

       Pengguna terdorong memanipulasi catatan olahraga demi pengakuan digital

4

       Motivasi berolahraga sebagian orang bergeser menjadi demi tampilan unggahan

5

       Aplikasi olahraga digunakan untuk menghilangkan tekanan sosial dari media digital

15

Multiple Choice

Perhatikan teks berikut untuk menjawab soal nomor 11-15!

 

          Belakangan ini, media sosial diramaikan dengan tren pelari yang memamerkan jarak tempuh mereka lewat aplikasi Strava. Aplikasi ini memang tengah naik daun di kalangan pelari, pesepeda, hingga penggemar olahraga lainnya. Sejak pandemi COVID-19, Strava tak sekadar jadi alat pencatat olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup aktif dan eksis. Melalui Strava, orang bisa membagikan aktivitas fisik mereka, membangun citra diri sebagai sosok sehat dan konsisten, bahkan terhubung dengan komunitas yang punya semangat serupa.

          Namun, lebih dari itu, Strava kini juga bisa dilihat sebagai “panggung sosial digital”. Menurut Yelly Elanda, dosen Sosiologi di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Strava telah berkembang menjadi ruang simbolik, tempat orang mencari pengakuan, menunjukkan identitas, bahkan bersaing secara sosial. Di tengah budaya digital seperti sekarang, pencapaian fisik seperti jarak lari atau kecepatan bukan hanya soal kesehatan, tapi juga soal status. Tak heran, ada yang sampai memanipulasi GPS, menyewa “joki digital”, atau mengejar tampilan unggahan yang estetik demi mempertahankan citra sebagai pelari keren.

          Fenomena seperti FOMO (takut ketinggalan tren) dan joki Strava memperlihatkan bagaimana aktivitas fisik bisa berubah makna di era digital. Lari tak lagi sekadar soal tubuh dan kesehatan, tapi soal pencitraan dan pengakuan di dunia maya. Tubuh jadi data yang dilihat, dinilai, bahkan “dijual” demi konten dan likes. Di sinilah kita melihat pergeseran besar: dari olahraga untuk diri sendiri menjadi olahraga demi tampil mengesankan di hadapan penonton digital. (Sumber: RRI)

13. Apa makna dari kalimat: “Tubuh jadi data yang dilihat, dinilai, bahkan ‘dijual’ demi konten dan likes”?

1

Aktivitas fisik dicatat dan ditampilkan sebagai konten untuk mendapatkan pengakuan di media sosial.

2

Data tubuh pengguna dijadikan aset oleh perusahaan untuk dipasarkan kepada pihak ketiga.

3

Olahraga kini dilakukan agar tubuh terlihat ideal dan menarik di dunia digital.

4

Informasi tubuh diubah menjadi konten digital yang bisa menarik perhatian dan status sosial.

5

Banyak orang tanpa sadar memberikan datanya untuk dikumpulkan oleh aplikasi olahraga.

16

Multiple Choice

Perhatikan teks berikut untuk menjawab soal nomor 11-15!

 

          Belakangan ini, media sosial diramaikan dengan tren pelari yang memamerkan jarak tempuh mereka lewat aplikasi Strava. Aplikasi ini memang tengah naik daun di kalangan pelari, pesepeda, hingga penggemar olahraga lainnya. Sejak pandemi COVID-19, Strava tak sekadar jadi alat pencatat olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup aktif dan eksis. Melalui Strava, orang bisa membagikan aktivitas fisik mereka, membangun citra diri sebagai sosok sehat dan konsisten, bahkan terhubung dengan komunitas yang punya semangat serupa.

          Namun, lebih dari itu, Strava kini juga bisa dilihat sebagai “panggung sosial digital”. Menurut Yelly Elanda, dosen Sosiologi di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Strava telah berkembang menjadi ruang simbolik, tempat orang mencari pengakuan, menunjukkan identitas, bahkan bersaing secara sosial. Di tengah budaya digital seperti sekarang, pencapaian fisik seperti jarak lari atau kecepatan bukan hanya soal kesehatan, tapi juga soal status. Tak heran, ada yang sampai memanipulasi GPS, menyewa “joki digital”, atau mengejar tampilan unggahan yang estetik demi mempertahankan citra sebagai pelari keren.

          Fenomena seperti FOMO (takut ketinggalan tren) dan joki Strava memperlihatkan bagaimana aktivitas fisik bisa berubah makna di era digital. Lari tak lagi sekadar soal tubuh dan kesehatan, tapi soal pencitraan dan pengakuan di dunia maya. Tubuh jadi data yang dilihat, dinilai, bahkan “dijual” demi konten dan likes. Di sinilah kita melihat pergeseran besar: dari olahraga untuk diri sendiri menjadi olahraga demi tampil mengesankan di hadapan penonton digital. (Sumber: RRI)

14. Farhan merasa tertantang saat melihat temannya terus membagikan capaian lari yang impresif. Ia pun tergoda memanipulasi catatan GPS di Strava agar terlihat lebih unggul. Ia berpikir, toh tidak ada yang tahu. Tapi suatu hari, ia tertangkap oleh komunitas digital karena jejak larinya tidak masuk akal.

 

Apa pelajaran yang bisa diambil dari kisah Farhan dalam penggunaan aplikasi digital seperti Strava?

1

Dalam persaingan digital, tampil unggul lebih penting daripada kejujuran

2

Memalsukan data digital tidak akan menimbulkan masalah jika dilakukan diam-diam

3

Memanipulasi hasil olahraga demi pencitraan bisa merusak kepercayaan orang lain

4

Hasil dari aplikasi seperti Strava bisa diedit untuk menunjukkan usaha pengguna

5

Data yang terlihat hebat lebih dihargai daripada data asli yang apa adanya

 

17

Multiple Choice

Perhatikan teks berikut untuk menjawab soal nomor 11-15!

 

          Belakangan ini, media sosial diramaikan dengan tren pelari yang memamerkan jarak tempuh mereka lewat aplikasi Strava. Aplikasi ini memang tengah naik daun di kalangan pelari, pesepeda, hingga penggemar olahraga lainnya. Sejak pandemi COVID-19, Strava tak sekadar jadi alat pencatat olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup aktif dan eksis. Melalui Strava, orang bisa membagikan aktivitas fisik mereka, membangun citra diri sebagai sosok sehat dan konsisten, bahkan terhubung dengan komunitas yang punya semangat serupa.

          Namun, lebih dari itu, Strava kini juga bisa dilihat sebagai “panggung sosial digital”. Menurut Yelly Elanda, dosen Sosiologi di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Strava telah berkembang menjadi ruang simbolik, tempat orang mencari pengakuan, menunjukkan identitas, bahkan bersaing secara sosial. Di tengah budaya digital seperti sekarang, pencapaian fisik seperti jarak lari atau kecepatan bukan hanya soal kesehatan, tapi juga soal status. Tak heran, ada yang sampai memanipulasi GPS, menyewa “joki digital”, atau mengejar tampilan unggahan yang estetik demi mempertahankan citra sebagai pelari keren.

          Fenomena seperti FOMO (takut ketinggalan tren) dan joki Strava memperlihatkan bagaimana aktivitas fisik bisa berubah makna di era digital. Lari tak lagi sekadar soal tubuh dan kesehatan, tapi soal pencitraan dan pengakuan di dunia maya. Tubuh jadi data yang dilihat, dinilai, bahkan “dijual” demi konten dan likes. Di sinilah kita melihat pergeseran besar: dari olahraga untuk diri sendiri menjadi olahraga demi tampil mengesankan di hadapan penonton digital. (Sumber: RRI)

15. Pak Rudi adalah guru olahraga yang memperhatikan tren di kalangan siswanya. Banyak siswa mulai lari pagi demi bisa mengunggah hasilnya ke Strava. Mereka saling memberi komentar, pujian, bahkan membandingkan capaian masing-masing. Pak Rudi khawatir motivasi siswa bukan lagi soal olahraga, tapi soal eksistensi digital.

 

Apa simpulan yang paling tepat dari fenomena yang diamati Pak Rudi?

1

Media sosial bisa memotivasi siswa untuk meningkatkan performa olahraga secara sehat

2

Aplikasi seperti Strava mendorong siswa membentuk komunitas aktif dan saling mendukung

3

Siswa lebih disiplin berolahraga karena ingin menampilkan hasil terbaik di media sosial

4

Aplikasi olahraga digital cocok digunakan untuk mengukur kemampuan fisik secara objektif

5

Motivasi berolahraga bisa bergeser dari tujuan kesehatan menjadi ajang pencitraan di dunia digital

18

Multiple Select

Perhatikan cerita berikut untuk menjawab soal nomor 16-20!

 

          Di depan kompleks perumahan, aku selalu bertemu dengannya. Seorang lelaki duduk di dekat pohon mangga tepi jalan. Sorot wajahnya tajam, berbanding terbalik dengan guratan wajah tua yang sendu, seakan lelah dengan kehidupan. Dia bukan pengemis, menurutku. Dia tidak pernah meminta-minta pada pejalan kaki yang lewat-lalang. Maka aku menyebutnya Pak Tua.

          Seminggu penuh aku selalu melewati tempat dia bernaung. Entah dia selalu diam di sana atau berpindah tempat. Rasa penasaranku semakin besar. Apalagi melihat kakinya yang tidak utuh disebelahnya.

          Suatu hari aku menghentikan motor dan berjalan menemuinya. Awalnya dia tampak terkejut dan melihat saksama. Setelah itu dia tersenyum. Aku juga tersenyum. Dia menyuruhku duduk di situ, di atas selembar koran luluh. Lalu ia mendongeng kisah masa lalunya.

          "Aku tahu kamu. Selalu lewat dan memperhatikanku. Entah apa yang kamu pikirkan tentang aku. Aku hanya pendatang di kota ini, dulu. Sekarang kau bisa lihat, aku seperti apa. Aku bukan pengemis, tak pernah aku meminta-minta. Warung makan itu, di depan sana, tempatku mencari makanan yang dibuang. Musim hujan tempatku mendapatkan air untuk minum. Dulu aku tidak seperti ini. Kehidupanku jauh lebih baik," ujarnya.

          la terdiam sebentar.

          Dia seperti peramal. Tahu apa yang ada dalam pikiranku. Aku makin kagum pada pribadinya. Dia, Pak Tua, yang tegar dan sepertinya berwawasan luas. Itu terlihat dari caranya berbicara lugas dan tegas.

          la melanjutkan kisahnya. "Aku dulu aktivis budaya. Datang ke sini untuk mempelajari adat dan budaya Blora yang kaya. Awalnya aku tidak tahu Blora itu kota apa dan di mana. Seorang teman, sesama aktivisme, memberiku gambar-gambar Kebudayaan Blora, seperti tayuban, barongan, wayang krucil, sampai suku Samin. Dari situlah rasa penasaranku muncul. Aku ingin mendalami semua di Blora. Ada sesuatu yang menarikku untuk menyetujui hal itu." bentuknya dia aktivisme, sama seperti aku. Benar dugaanku, dia berwawasan luas. Mungkin dongengnya dapat memberiku inspirasi. Aku pun setia mendengar kisahnya. (Pak Tua dan Dongeng Masa Lalunya karya Rio Dwi Cahyono)

16. Berdasarkan cerita, sikap dan watak apa saja yang ditunjukkan oleh tokoh Aku terhadap Pak Tua?

1

       Kurang peduli terhadap orang asing yang tidak dikenal secara pribadi

2

       Cenderung menilai seseorang dari tampilan fisiknya yang mencolok

3

       Memiliki rasa ingin tahu terhadap sosok yang terlihat diam dan berbeda

4

       Peka terhadap keberadaan orang-orang yang sering ia temui di jalan

5

       Mampu menghargai pengalaman hidup orang lain melalui keterbukaan sikap

19

Multiple Choice

Perhatikan cerita berikut untuk menjawab soal nomor 16-20!

 

          Di depan kompleks perumahan, aku selalu bertemu dengannya. Seorang lelaki duduk di dekat pohon mangga tepi jalan. Sorot wajahnya tajam, berbanding terbalik dengan guratan wajah tua yang sendu, seakan lelah dengan kehidupan. Dia bukan pengemis, menurutku. Dia tidak pernah meminta-minta pada pejalan kaki yang lewat-lalang. Maka aku menyebutnya Pak Tua.

          Seminggu penuh aku selalu melewati tempat dia bernaung. Entah dia selalu diam di sana atau berpindah tempat. Rasa penasaranku semakin besar. Apalagi melihat kakinya yang tidak utuh disebelahnya.

          Suatu hari aku menghentikan motor dan berjalan menemuinya. Awalnya dia tampak terkejut dan melihat saksama. Setelah itu dia tersenyum. Aku juga tersenyum. Dia menyuruhku duduk di situ, di atas selembar koran luluh. Lalu ia mendongeng kisah masa lalunya.

          "Aku tahu kamu. Selalu lewat dan memperhatikanku. Entah apa yang kamu pikirkan tentang aku. Aku hanya pendatang di kota ini, dulu. Sekarang kau bisa lihat, aku seperti apa. Aku bukan pengemis, tak pernah aku meminta-minta. Warung makan itu, di depan sana, tempatku mencari makanan yang dibuang. Musim hujan tempatku mendapatkan air untuk minum. Dulu aku tidak seperti ini. Kehidupanku jauh lebih baik," ujarnya.

          la terdiam sebentar.

          Dia seperti peramal. Tahu apa yang ada dalam pikiranku. Aku makin kagum pada pribadinya. Dia, Pak Tua, yang tegar dan sepertinya berwawasan luas. Itu terlihat dari caranya berbicara lugas dan tegas.

          la melanjutkan kisahnya. "Aku dulu aktivis budaya. Datang ke sini untuk mempelajari adat dan budaya Blora yang kaya. Awalnya aku tidak tahu Blora itu kota apa dan di mana. Seorang teman, sesama aktivisme, memberiku gambar-gambar Kebudayaan Blora, seperti tayuban, barongan, wayang krucil, sampai suku Samin. Dari situlah rasa penasaranku muncul. Aku ingin mendalami semua di Blora. Ada sesuatu yang menarikku untuk menyetujui hal itu." bentuknya dia aktivisme, sama seperti aku. Benar dugaanku, dia berwawasan luas. Mungkin dongengnya dapat memberiku inspirasi. Aku pun setia mendengar kisahnya. (Pak Tua dan Dongeng Masa Lalunya karya Rio Dwi Cahyono)

17. Apa fungsi kisah masa lalu Pak Tua dalam teks tersebut?

1

Menjelaskan latar belakang kehidupan Pak Tua sebelum tinggal di jalanan

2

Mengajak pembaca memahami kisah seseorang sebelum menilai dari luar

3

Menekankan pentingnya peran budaya daerah dalam kehidupan masyarakat

4

Menyampaikan bahwa Blora menyimpan kekayaan budaya yang unik

5

Menginspirasi pembaca untuk menekuni dunia budaya seperti yang dilakukan Pak Tua

20

Multiple Select

Perhatikan cerita berikut untuk menjawab soal nomor 16-20! (3 jawaban)

 

          Di depan kompleks perumahan, aku selalu bertemu dengannya. Seorang lelaki duduk di dekat pohon mangga tepi jalan. Sorot wajahnya tajam, berbanding terbalik dengan guratan wajah tua yang sendu, seakan lelah dengan kehidupan. Dia bukan pengemis, menurutku. Dia tidak pernah meminta-minta pada pejalan kaki yang lewat-lalang. Maka aku menyebutnya Pak Tua.

          Seminggu penuh aku selalu melewati tempat dia bernaung. Entah dia selalu diam di sana atau berpindah tempat. Rasa penasaranku semakin besar. Apalagi melihat kakinya yang tidak utuh disebelahnya.

          Suatu hari aku menghentikan motor dan berjalan menemuinya. Awalnya dia tampak terkejut dan melihat saksama. Setelah itu dia tersenyum. Aku juga tersenyum. Dia menyuruhku duduk di situ, di atas selembar koran luluh. Lalu ia mendongeng kisah masa lalunya.

          "Aku tahu kamu. Selalu lewat dan memperhatikanku. Entah apa yang kamu pikirkan tentang aku. Aku hanya pendatang di kota ini, dulu. Sekarang kau bisa lihat, aku seperti apa. Aku bukan pengemis, tak pernah aku meminta-minta. Warung makan itu, di depan sana, tempatku mencari makanan yang dibuang. Musim hujan tempatku mendapatkan air untuk minum. Dulu aku tidak seperti ini. Kehidupanku jauh lebih baik," ujarnya.

          la terdiam sebentar.

          Dia seperti peramal. Tahu apa yang ada dalam pikiranku. Aku makin kagum pada pribadinya. Dia, Pak Tua, yang tegar dan sepertinya berwawasan luas. Itu terlihat dari caranya berbicara lugas dan tegas.

          la melanjutkan kisahnya. "Aku dulu aktivis budaya. Datang ke sini untuk mempelajari adat dan budaya Blora yang kaya. Awalnya aku tidak tahu Blora itu kota apa dan di mana. Seorang teman, sesama aktivisme, memberiku gambar-gambar Kebudayaan Blora, seperti tayuban, barongan, wayang krucil, sampai suku Samin. Dari situlah rasa penasaranku muncul. Aku ingin mendalami semua di Blora. Ada sesuatu yang menarikku untuk menyetujui hal itu." bentuknya dia aktivisme, sama seperti aku. Benar dugaanku, dia berwawasan luas. Mungkin dongengnya dapat memberiku inspirasi. Aku pun setia mendengar kisahnya. (Pak Tua dan Dongeng Masa Lalunya karya Rio Dwi Cahyono)

18. Apa saja yang menjadi alasan tokoh Aku akhirnya memberanikan diri berbicara langsung dengan Pak Tua?

1

       Ia sering melihat Pak Tua di tempat yang sama dan merasa makin penasaran

2

       Ia ingin lebih mengenal sosok Pak Tua yang selalu tampak diam dan penuh tanda tanya

3

       Ia merasa tidak tega karena melihat kondisi tubuh Pak Tua yang tidak sempurna

4

       Ia terdorong untuk mengetahui latar belakang Pak Tua yang tampaknya menyimpan banyak kisah

5

       Ia kagum sejak awal terhadap sikap dan cara bicara Pak Tua yang tegas dan berwibawa

 

21

Multiple Choice

Perhatikan cerita berikut untuk menjawab soal nomor 16-20!

 

          Di depan kompleks perumahan, aku selalu bertemu dengannya. Seorang lelaki duduk di dekat pohon mangga tepi jalan. Sorot wajahnya tajam, berbanding terbalik dengan guratan wajah tua yang sendu, seakan lelah dengan kehidupan. Dia bukan pengemis, menurutku. Dia tidak pernah meminta-minta pada pejalan kaki yang lewat-lalang. Maka aku menyebutnya Pak Tua.

          Seminggu penuh aku selalu melewati tempat dia bernaung. Entah dia selalu diam di sana atau berpindah tempat. Rasa penasaranku semakin besar. Apalagi melihat kakinya yang tidak utuh disebelahnya.

          Suatu hari aku menghentikan motor dan berjalan menemuinya. Awalnya dia tampak terkejut dan melihat saksama. Setelah itu dia tersenyum. Aku juga tersenyum. Dia menyuruhku duduk di situ, di atas selembar koran luluh. Lalu ia mendongeng kisah masa lalunya.

          "Aku tahu kamu. Selalu lewat dan memperhatikanku. Entah apa yang kamu pikirkan tentang aku. Aku hanya pendatang di kota ini, dulu. Sekarang kau bisa lihat, aku seperti apa. Aku bukan pengemis, tak pernah aku meminta-minta. Warung makan itu, di depan sana, tempatku mencari makanan yang dibuang. Musim hujan tempatku mendapatkan air untuk minum. Dulu aku tidak seperti ini. Kehidupanku jauh lebih baik," ujarnya.

          la terdiam sebentar.

          Dia seperti peramal. Tahu apa yang ada dalam pikiranku. Aku makin kagum pada pribadinya. Dia, Pak Tua, yang tegar dan sepertinya berwawasan luas. Itu terlihat dari caranya berbicara lugas dan tegas.

          la melanjutkan kisahnya. "Aku dulu aktivis budaya. Datang ke sini untuk mempelajari adat dan budaya Blora yang kaya. Awalnya aku tidak tahu Blora itu kota apa dan di mana. Seorang teman, sesama aktivisme, memberiku gambar-gambar Kebudayaan Blora, seperti tayuban, barongan, wayang krucil, sampai suku Samin. Dari situlah rasa penasaranku muncul. Aku ingin mendalami semua di Blora. Ada sesuatu yang menarikku untuk menyetujui hal itu." bentuknya dia aktivisme, sama seperti aku. Benar dugaanku, dia berwawasan luas. Mungkin dongengnya dapat memberiku inspirasi. Aku pun setia mendengar kisahnya. (Pak Tua dan Dongeng Masa Lalunya karya Rio Dwi Cahyono)

19. Apa makna tersirat dari kalimat, “Sekarang kau bisa lihat, aku seperti apa” dalam konteks paragraf tersebut?

1

Pak Tua ingin menunjukkan bahwa hidupnya sekarang patut dikasihani

2

Pak Tua ingin menegaskan bahwa ia pernah hidup dalam kejayaan

3

Pak Tua sedang mengungkapkan rasa kecewa terhadap takdir hidupnya

4

Pak Tua menggambarkan kerasnya perjuangan sebagai pendatang di kota baru

5

Pak Tua menyadari kenyataan pahit yang ia jalani saat ini tanpa menuntut simpati

 

22

Multiple Choice

Perhatikan cerita berikut untuk menjawab soal nomor 16-20!

 

          Di depan kompleks perumahan, aku selalu bertemu dengannya. Seorang lelaki duduk di dekat pohon mangga tepi jalan. Sorot wajahnya tajam, berbanding terbalik dengan guratan wajah tua yang sendu, seakan lelah dengan kehidupan. Dia bukan pengemis, menurutku. Dia tidak pernah meminta-minta pada pejalan kaki yang lewat-lalang. Maka aku menyebutnya Pak Tua.

          Seminggu penuh aku selalu melewati tempat dia bernaung. Entah dia selalu diam di sana atau berpindah tempat. Rasa penasaranku semakin besar. Apalagi melihat kakinya yang tidak utuh disebelahnya.

          Suatu hari aku menghentikan motor dan berjalan menemuinya. Awalnya dia tampak terkejut dan melihat saksama. Setelah itu dia tersenyum. Aku juga tersenyum. Dia menyuruhku duduk di situ, di atas selembar koran luluh. Lalu ia mendongeng kisah masa lalunya.

          "Aku tahu kamu. Selalu lewat dan memperhatikanku. Entah apa yang kamu pikirkan tentang aku. Aku hanya pendatang di kota ini, dulu. Sekarang kau bisa lihat, aku seperti apa. Aku bukan pengemis, tak pernah aku meminta-minta. Warung makan itu, di depan sana, tempatku mencari makanan yang dibuang. Musim hujan tempatku mendapatkan air untuk minum. Dulu aku tidak seperti ini. Kehidupanku jauh lebih baik," ujarnya.

          la terdiam sebentar.

          Dia seperti peramal. Tahu apa yang ada dalam pikiranku. Aku makin kagum pada pribadinya. Dia, Pak Tua, yang tegar dan sepertinya berwawasan luas. Itu terlihat dari caranya berbicara lugas dan tegas.

          la melanjutkan kisahnya. "Aku dulu aktivis budaya. Datang ke sini untuk mempelajari adat dan budaya Blora yang kaya. Awalnya aku tidak tahu Blora itu kota apa dan di mana. Seorang teman, sesama aktivisme, memberiku gambar-gambar Kebudayaan Blora, seperti tayuban, barongan, wayang krucil, sampai suku Samin. Dari situlah rasa penasaranku muncul. Aku ingin mendalami semua di Blora. Ada sesuatu yang menarikku untuk menyetujui hal itu." bentuknya dia aktivisme, sama seperti aku. Benar dugaanku, dia berwawasan luas. Mungkin dongengnya dapat memberiku inspirasi. Aku pun setia mendengar kisahnya. (Pak Tua dan Dongeng Masa Lalunya karya Rio Dwi Cahyono)

20. Mengapa tokoh Aku merasa kagum kepada Pak Tua, meskipun ia hidup di jalanan?

1

Karena Pak Tua ternyata pernah hidup sejahtera dan menyimpan banyak hal berharga

2

Karena Pak Tua memiliki kemampuan membaca isi pikiran orang yang ditemuinya

3

Karena penulis menyadari bahwa dugaannya selama ini ternyata tidak sepenuhnya benar

4

Karena Pak Tua memiliki latar belakang yang kuat dan wawasan yang luas tentang kehidupan

5

Karena Pak Tua mengetahui dengan detail setiap aspek budaya lokal yang ia pelajari

 

pattern-tertiary
​ide pokok, informasi tersirat dan tersurat

By Muhammad Fadely

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 22

SLIDE