Search Header Logo
BAB I KELAS XII

BAB I KELAS XII

Assessment

Presentation

Religious Studies

12th Grade

Practice Problem

Medium

Created by

SOLEH MUDDIN

Used 2+ times

FREE Resource

12 Slides • 11 Questions

1

Kajian Q.S. Al-Baqarah/2: 155-156 dan Hadis tentang Musibah

media

Oleh
Soleh Ngulu Muddin, S.Pd

2

A. Q.S. Al-Baqarah/2: 155-156 tentang Musibah

Menurut Imam Al-Maraghi saat menafsirkan Q.S. Al-Baqarah/2: 155-156, Allah Swt. akan menguji hamba-Nya melalui berbagai musibah, seperti kelaparan, bencana alam, atau penyakit. Musibah ini terjadi atas kehendak Allah Swt. dan tidak dapat dihindari. Bagi orang yang benar beriman, musibah berfungsi untuk membersihkan jiwa. Allah Swt. juga telah menjelaskan sikap yang tepat dalam menghadapi musibah melalui ayat Q.S Al-Baqarah: 155-156.

3

Multiple Choice

Menurut ringkasan tafsir Imam Al-Maraghi, manakah pernyataan berikut yang paling tepat mengenai sifat musibah yang menimpa seorang hamba?

1

Musibah dapat dihindari sepenuhnya asalkan hamba tersebut telah beribadah dengan sangat tekun dan menjauhi segala larangan.

2

Musibah datang sepenuhnya atas izin dan kehendak Allah Swt., sehingga tidak ada seorang pun yang dapat menghalangi kedatangannya.

3

Musibah hanya akan menimpa hamba yang imannya lemah sebagai bentuk hukuman dan teguran atas kelalaiannya dalam beribadah.

4

Multiple Choice

Apa perbedaan utama fungsi musibah bagi seseorang yang memiliki "kesempurnaan iman" dibandingkan dengan anggapan umum tentang musibah sebagai hukuman atau azab?

1

Musibah bagi orang beriman adalah alat untuk pembersihan jiwa, sedangkan musibah secara umum menunjukkan kekuasaan Allah Swt. atas segala makhluk-Nya.

2

Musibah bagi orang beriman berfungsi sebagai peringatan untuk kembali bertaubat, sedangkan bagi yang lain berfungsi sebagai hukuman langsung.

3

Musibah bagi orang beriman tidak akan berbentuk kelaparan atau bencana alam, melainkan hanya berupa ujian batin yang ringan.

5

Q.S Al-Baqarah (2): 155-156

وَلَـنَبۡلُوَنَّكُمۡ بِشَىۡءٍ مِّنَ الۡخَـوۡفِ وَالۡجُـوۡعِ وَنَقۡصٍ مِّنَ الۡاَمۡوَالِ وَالۡاَنۡفُسِ وَالثَّمَرٰتِؕ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيۡنَۙ‏ ١٥٥
الَّذِيۡنَ اِذَآ اَصَابَتۡهُمۡ مُّصِيۡبَةٌ  ۙ قَالُوۡٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّـآ اِلَيۡهِ رٰجِعُوۡنَؕ‏ ١٥٦

Artinya: Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar {155} (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata "Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn" 1 (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). {156}

6

Asbabun Nuzul

Ayat Q.S. Al-Baqarah/2: 155-156 tidak memiliki asbabun nuzul (sebab turun), tetapi masih berkaitan dengan ayat sebelumnya, Q.S. Al-Baqarah/2: 154, yang turun setelah kaum Muslimin gugur dalam Perang Badar.

Ayat ini diturunkan untuk meluruskan pendapat umum yang mengatakan bahwa para pejuang yang terbunuh di jalan Allah Swt. telah meninggal. Allah Swt. melarang umat Islam mengatakan para syuhada itu mati, karena sesungguhnya mereka tetap hidup di sisi-Nya, meskipun manusia tidak menyadarinya. Tujuan ayat ini adalah untuk menenangkan hati orang-orang yang beriman.

7

Multiple Choice

Bagaimana status kehidupan para syuhada yang gugur di jalan Allah Swt. menurut pesan yang disampaikan dalam Q.S. Al-Baqarah/2: 155-156?

1

Mereka hidup kembali di dunia dalam bentuk yang tidak dapat dilihat oleh manusia biasa.

2

Mereka tetap hidup di sisi Allah Swt., namun manusia di dunia tidak menyadari hakikat kehidupan tersebut.

3

Mereka mati di dunia, tetapi ruh mereka langsung ditempatkan di surga tertinggi sebagai bentuk kemuliaan.

8

Multiple Choice

Ayat Q.S. Al-Baqarah/2: 155-156 diturunkan terkait erat dengan peristiwa Perang Badar. Apa tujuan utama Allah Swt. menurunkan ayat ini setelah kaum Muslimin gugur dalam perang tersebut?

1

Menetapkan jumlah syuhada yang wajib diingat oleh kaum Muslimin di masa depan, yaitu 14 orang.

2

Menggantikan kerugian kaum Muslimin di Perang Badar dengan janji pahala yang lebih besar bagi keluarga syuhada.

3

Meluruskan anggapan umat Islam yang keliru bahwa para syuhada benar-benar telah meninggal, serta menenangkan hati orang beriman.

9

10

Penjelasan ayat

Menurut Imam Al-Qurtubi, Tujuan ujian ini adalah untuk mengetahui dan membuktikan siapa di antara umat Islam yang berjuang dan bersabar, sehingga berhak menerima pahala kebaikan. Bagian akhir Q.S. Al-Baqarah/2: 155 mengandung makna kabar gembira berupa pahala bagi orang-orang yang bersabar menghadapi musibah. Kesabaran ini mencakup dua jenis: sabar menahan diri dari kemaksiatan dan sabar dalam ketaatan kepada Allah Swt. Setiap muslim yang melaksanakannya akan mendapat rida dari Allah Swt.

11

isi dan kandungan QS al-baqarah: 155-156


Musibah dari Allah Swt. adalah hal yang pasti dialami setiap hamba. Musibah, meskipun dirasa buruk dalam pandangan manusia (seperti disebut dalam Q.S. Al-Baqarah/2: 155), ditujukan untuk menguji tingkat kesabaran manusia.

Kunci dalam menghadapi musibah adalah kesabaran. Indikator kesabaran ini salah satunya ditunjukkan dengan mengucapkan istirja'. Istirja' adalah kepasrahan dan mengakui kepemilikan Allah Swt. dan menyadari semua akan kembali kepada-Nya.

Bagi orang yang sabar, Allah Swt. akan memberikan ampunan, rahmat, dan pengganti yang lebih baik atas musibah yang dialami.

12

Multiple Choice

Menurut tafsir Imam Al-Qurtubi dan konteks Q.S. Al-Baqarah/2: 155, apa tujuan utama Allah Swt. menurunkan musibah dan ujian kepada hamba-Nya?

1

Untuk membuktikan dan mengetahui siapa di antara umat Islam yang gigih berjuang dan teguh bersabar sehingga layak mendapat balasan kebaikan.

2

Untuk menghukum hamba yang lalai dan segera menyadarkan mereka agar bertaubat.

3

Untuk menunjukkan kekuasaan mutlak-Nya bahwa Dia berhak menimpakan musibah kepada siapa pun tanpa pengecualian.

13

Multiple Choice

Musibah dari Allah Swt. dikunci dengan kesabaran yang terbagi menjadi dua jenis. Kedua jenis kesabaran tersebut, yang pelaksanaannya akan mendatangkan rida Allah Swt., adalah:

1

Sabar menghadapi kesulitan ekonomi dan sabar ketika ditinggalkan oleh orang yang dicintai.

2

Sabar menerima takdir buruk dan sabar tidak menceritakan musibah yang dialami kepada siapa pun.

3

Sabar menahan diri dari kemaksiatan dan sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah Swt.

4

14

Multiple Choice

Kunci utama dalam menghadapi musibah adalah kesabaran, yang salah satu indikatornya ditunjukkan melalui ucapan Istirja' (innalillahi wa innailaihi rajiun). Apa makna hakiki dari ucapan Istirja' yang berfungsi sebagai bentuk kepasrahan hamba?

1

Pengakuan bahwa manusia pasti akan meninggal dunia setelah mengalami musibah berat.

2

Pengakuan mutlak atas kepemilikan Allah Swt. terhadap segala sesuatu dan kesadaran bahwa semua akan kembali kepada-Nya.

3

Bentuk syukur atas nikmat yang tersisa dan memohon ampunan atas dosa yang lalu.

4

15

Hadist tentang Musibah

عَنِ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَا مِنْ مُصِيبَةٍ تُصِيبُ الْمُسْلِمَ إِلَّا كَفَّرَ اللهُ بِهَا عَنْهُ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا ( رواه البخاري)
Artinya: "Dari Az-Zuhri, dia berkata: Urwah bin Az-Zubair mengabarkan kepadaku, bahwa Aisyah R.A., istri Nabi Muhammad Saw. berkata: Rasulullah Saw. bersabda: "Tidaklah suatu musibah yang menimpa seorang muslim melainkan Allah Swt. akan menghapus (dosa orang itu) dengannya, bahkan duri yang menyakitinya sekalipun." (H.R. Bukhari)

16

Isi dan Kandungan Hadis tentang Musibah

  1. Musibah dan cobaan adalah takdir Allah Swt. yang wajib disikapi dengan sabar.

  2. Orang yang tidak menerima musibah sebagai takdir akan sulit menjalani ketetapan Allah dan diliputi kesedihan.

  3. Allah Swt. akan memberikan balasan kepada muslim yang tertimpa musibah, yaitu diampuni dosa-dosanya.

  4. Musibah tidak hanya peristiwa besar, tetapi juga peristiwa kecil, seperti tertusuk duri.

17

Sikap dan Perilaku Mencerminkan Hadist

  1. Meyakini adanya hikmah dan kebaikan di balik setiap musibah.

  2. Berbaik sangka kepada Allah Swt. karena musibah yang menimpa berarti dosa yang terhapus.

  3. Merespons semua jenis musibah (besar maupun kecil) dengan sabar untuk mendapatkan hikmahnya.

  4. Senantiasa ber-istirja' (mengembalikan semua urusan kepada Allah Swt.) saat ditimpa musibah.

18

Multiple Choice

Menurut Hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah R.A. (H.R. Bukhari), apa balasan utama yang akan didapatkan seorang muslim dari Allah Swt. ketika ia ditimpa musibah?

1

Dijanjikan surga secara langsung tanpa hisab sebagai ganti kesabarannya.

2

Ditinggikan derajatnya di mata manusia karena ia sabar dalam menghadapi cobaan.

3

Dihapuskan atau diampuni dosa-dosanya oleh Allah Swt. sebagai kafarat atas musibah tersebut.

19

Multiple Choice

Bagaimana seharusnya sikap seorang muslim dalam merespons semua musibah, baik yang besar maupun yang kecil, berdasarkan kandungan hadis tersebut?

1

Hanya musibah besar saja (seperti kematian dan bencana) yang wajib disikapi dengan sabar, sementara yang kecil cukup diabaikan.

2

Meyakini bahwa musibah adalah takdir yang harus diterima dengan sabar, dan setiap musibah membawa hikmah serta penghapusan dosa.

3

Menghindari berburuk sangka kepada Allah Swt., tetapi hanya berlaku pada musibah yang tidak membuatnya menderita secara fisik

20

Multiple Choice

Salah satu sikap yang mencerminkan hadis ini adalah senantiasa ber-istirja' ketika ditimpa musibah. Apa makna praktis dari tindakan ber-istirja' ini?

1

Bentuk kepasrahan total dan mengembalikan semua urusan kepada Allah Swt. karena meyakini kepemilikan-Nya atas segala sesuatu.

2

Bentuk permohonan agar musibah segera dihentikan dan diganti dengan keberuntungan.

3

Janji seorang hamba untuk segera bertaubat dan tidak mengulangi dosa yang mungkin menjadi penyebab musibah.

21

Multiple Choice

Bagaimana kondisi batin seorang muslim yang menolak dan tidak dapat menerima musibah sebagai bagian dari takdir Allah Swt.?

1

Ia akan kesulitan mencari hikmah dan tidak akan mendapatkan pengganti yang lebih baik.

2

Ia akan sulit menjalani ketetapan Allah Swt. dan jiwanya akan diliputi kesedihan yang mendalam.

3

Ia akan kehilangan pahala kesabaran, tetapi dosa-dosanya tetap diampuni karena musibah sudah terjadi.

4

22

23

SEKIAN, TERIMAKASIH

Kajian Q.S. Al-Baqarah/2: 155-156 dan Hadis tentang Musibah

media

Oleh
Soleh Ngulu Muddin, S.Pd

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 23

SLIDE