Search Header Logo
Untitled Presentation

Untitled Presentation

Assessment

Presentation

Religious Studies

11th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Rizal Anas

Used 1+ times

FREE Resource

27 Slides • 0 Questions

1

​Menebarkan Islam Dengan Santun Melalui Khutbah, Tabligh, dan Dakwah

By Rizal Khairul Anas

2

​Khutbah

​Tabligh

​Dakwah

  • Pengertian

  • Syarat Khatib

  • Syarat dua Khutbah

  • Rukun Khutbah

  • Sunnah Khutbah

  • Adab Shalat Jumat

  • Adab Sholat Idhain

  • Praktik Khutbah

  • Pengertian

  • Dalil Naqli

  • Ketentuan Tabligh

  • Tata Cara Tabligh

  • Praktik Tabligh

  • Pengertian

  • Dalil Naqli

  • Adab Tabligh

  • Sasaran dan Tujuan Dakwah

  • Syarat dan Metode Dakwah

  • Media dan Manajemen Dakwah

3

​Khutbah

🌿 Secara Bahasa (Etimologi)

Kata khutbah (الخطبة) berasal dari bahasa Arab خطب – يخطب – خطبة yang berarti berbicara, berpidato, atau menyampaikan nasihat di depan banyak orang.
Jadi secara bahasa,
khutbah berarti ucapan atau pidato yang disampaikan kepada orang banyak dengan tujuan memberi nasihat, peringatan, atau ajakan kepada kebaikan.

📖 Secara Istilah (Terminologi)

Secara istilah menurut para ulama:

Khutbah adalah ucapan yang mengandung nasihat, ajaran agama, dan peringatan kepada jamaah yang disampaikan oleh seorang khatib dengan memenuhi syarat dan rukun tertentu sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Khutbah biasanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu seperti:

  • Shalat Jumat,

  • Shalat Idul Fitri dan Idul Adha,

  • Shalat Istisqa (minta hujan),

  • Khutbah nikah, dan sebagainya.

4

​Syarat Sah Khutbah

1. Dilaksanakan Setelah Masuk Waktu Zuhur

Khutbah Jumat harus dilakukan setelah masuk waktu Zuhur, karena shalat Jumat mengganti shalat Zuhur.

2. Dilakukan Sebelum Shalat Jumat

Khutbah harus disampaikan sebelum pelaksanaan shalat Jumat, bukan sesudahnya.

3. Khatib Harus Laki-Laki dan Muslim

  • Khatib harus beragama Islam,

  • Berakal sehat,

  • Baligh (dewasa),

  • Dan laki-laki.

5

​Syarat Sah Khutbah

4. Khatib Harus Suci dari Hadats dan Najis

Khatib wajib:

  • Berwudu,

  • Suci pakaian, badan, dan tempatnya dari najis,

5. Menyampaikan Dua Khutbah

Khutbah Jumat harus terdiri dari dua bagian (dua khutbah) dengan duduk di antara keduanya (sekadar duduk ringan).

6. Disampaikan dengan Berdiri dan Duduk di Antara Dua Khutbah

  • Khatib berdiri saat menyampaikan khutbah, jika mampu.

  • Lalu duduk sejenak di antara dua khutbah.

6

​Syarat Sah Khutbah

7. Didengar oleh Jamaah

Khutbah harus didengar oleh sebagian besar jamaah.

8. Dihadiri oleh Jamaah yang Mencukupi

Menurut jumhur ulama (mayoritas ulama), khutbah Jumat sah jika dihadiri minimal 40 orang jamaah laki-laki yang memenuhi syarat wajib Jumat (baligh, laki-laki, Muslim, berakal, dan mukim).

9. Mengandung Rukun Khutbah

Khutbah dianggap sah bila memenuhi rukun khutbah, yaitu:

  1. Memuji Allah (hamdalah) pada setiap khutbah.

  2. Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ.

  3. Berwasiat untuk bertakwa kepada Allah.

  4. Membaca ayat Al-Qur’an pada salah satu khutbah.

  5. Berdoa untuk kaum Muslimin pada khutbah kedua.

7

​Syarat Khotib

  • Islam dan berakal sehat

  • Khatib harus laki-laki

  • Baligh/dewasa

  • Memiliki pengetahuan yang luas tentang agama

  • Suci dari hadast, baik badan maupun pakaian, serta auratnya tertutup

  • Hendaknya berdiri ketika khutbah

  • Harus seorang yang bersemangat

  • Mengetahui syarat, rukun, dan sunnah khutbah

8

​Rukun Khutbah

  • Membaca Hamdalah (Pujian kepada Allah)

  • Membaca Shalawat atas Nabi Muhammad ﷺ

  • Mengucapkan persaksian atau syahadat

  • Wasiat untuk Bertakwa kepada Allah

  • Membaca Ayat Al-Qur’an

  • Mendoakan Kaum Muslimin pada Khutbah Kedua

9

​Sunnah Khutbah

  • Khatib Memberi Salam Ketika Naik Mimbar

  • Khatib Duduk Sebentar Setelah Sampai di Mimbar

  • Khutbah Dilakukan Dua Kali dan Diselingi Duduk Ringan

  • Khatib Berdiri Saat Berkhutbah

  • Menyampaikan Khutbah dengan Suara Jelas dan Jelas Maknanya

  • Khutbah Tidak Terlalu Panjang

  • Menghadap Jamaah Saat Khutbah

  • Menggunakan Mimbar

  • Membaca Ayat Al-Qur’an yang Relevan dengan Tema

  • Memakai Pakaian Terbaik dan Wangi-Wangian

10

​Adab Shalat Jumat

  • Mandi Jumat

  • Berpakaian Bersih dan Memakai Wewangian

  • Datang Lebih Awal ke Masjid

  • Shalat Sunah Tahiyyatul Masjid

  • Diam dan Mendengarkan Khutbah

  • Tidak Melangkahi Jamaah yang Sudah Duduk

  • Meluruskan dan Merapatkan Shaf

  • Berdzikir dan Berdoa Setelah Shalat

11

​Tabligh

🌿 1. Secara Bahasa (Etimologi)

Kata “tabligh” (تَبْلِيغ) berasal dari bahasa Arab: بَلَّغَ – يُبَلِّغُ – تَبْلِيغًا yang berarti “menyampaikan” atau “mengantarkan sesuatu sampai kepada orang lain.”

🟢 Jadi, tabligh secara bahasa artinya adalah:

“Menyampaikan pesan atau berita kepada orang lain.”

🌸 2. Secara Istilah (Terminologi)

Secara istilah dalam ajaran Islam, tabligh berarti:

“Menyampaikan ajaran Islam kepada orang lain sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah dan dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ, dengan cara yang bijaksana dan penuh hikmah.”

📖 Berdasarkan firman Allah SWT:

“Wahai Rasul, sampaikanlah (baligh) apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu...”
(QS. Al-Māidah: 67)

Ayat ini menunjukkan bahwa tabligh adalah kewajiban para nabi dan umat Islam untuk menyampaikan kebenaran tanpa menambah atau mengurangi isi ajaran.

12

​Dalil Tabligh

​1. QS. Al-Ahzab ayat 39

الَّذِينَ يُبَلِّغُونَ رِسَالَاتِ اللَّهِ وَيَخْشَوْنَهُ وَلَا يَخْشَوْنَ أَحَدًا إِلَّا اللَّهَ

Artinya:
“(Yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah Allah dan mereka takut hanya kepada-Nya, serta tidak takut kepada siapa pun selain Allah.”
(QS. Al-Ahzab: 39)

​2. Hadis Riwayat al-Bukhari

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

Artinya:
“Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat.” (HR. Bukhari)

13

​Ketentuan Tabligh

  • Isi Tabligh Harus Benar dan Bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah

  • Niat Tabligh Harus Ikhlas Karena Allah

  • Menyampaikan dengan Hikmah dan Lemah Lembut

  • Memberi Teladan yang Baik

  • Menyampaikan Sesuai Kemampuan dan Ilmu

  • Sasaran Tabligh Bersifat Menyeluruh

  • Tidak Memaksa dalam Tabligh

14

​Strategi Tabligh

📖 Dasar dari strategi tabligh terdapat dalam firman Allah SWT:

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang terbaik.” (QS. An-Nahl: 125)

  • Dengan Hikmah (Kebijaksanaan)

    Hikmah berarti menyampaikan ajaran Islam dengan pemahaman yang mendalam, bijaksana, dan sesuai situasi.

  • Dengan Mau‘izhah Hasanah (Nasihat yang Baik)

    Mau‘izhah hasanah berarti memberikan nasihat yang menyentuh hati, bukan sekadar menyampaikan hukum.

  • Dengan Mujadalah Billati Hiya Ahsan (Perdebatan dengan Cara Terbaik)

    Mujadalah artinya berdialog atau berdiskusi dengan cara yang sopan dan ilmiah, bukan saling menjatuhkan.

15

​Tahapan Praktik Tabligh

1. Tahap Persiapan (Takhthith)

Tahapan pertama adalah mempersiapkan segala hal sebelum tabligh dilakukan.
2. Tahap Pelaksanaan (Tanfidz)

Tahapan kedua adalah menyampaikan tabligh secara langsung.
3. Tahap Evaluasi (Taqyim)

Setelah tabligh dilaksanakan, perlu dilakukan evaluasi atau penilaian untuk mengetahui keberhasilannya.
4. Tahap Tindak Lanjut (Mutaba‘ah)

Tahapan terakhir adalah melanjutkan hasil tabligh agar tidak berhenti pada satu kali kegiatan saja.

16

​Dakwah

🌿 1. Secara Bahasa (Etimologi)

Kata “dakwah” (الدَّعْوَة) berasal dari bahasa Arab دعا – يدعو – دعوةً (da‘a – yad‘ū – da‘watan) yang berarti: "mengajak, menyeru, atau memanggil.”

Jadi, secara bahasa, dakwah artinya adalah ajakan atau seruan kepada sesuatu.

🌸 2. Secara Istilah (Terminologi)

Secara istilah, dakwah berarti:

“Mengajak manusia dengan cara yang bijaksana untuk beriman kepada Allah, menaati ajaran-Nya, dan menjauhi segala yang dilarang-Nya, agar memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat.”

Dengan kata lain, dakwah adalah usaha menyampaikan ajaran Islam kepada orang lain agar mereka mengenal, memahami, dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

17

​Dalil Perintah Berdakwah

QS. Āli ‘Imrān [3]: 104

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Artinya:
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”

🟢 Makna:
Ayat ini menegaskan bahwa
dakwah adalah kewajiban sosial umat Islam, untuk membentuk masyarakat yang berakhlak dan beriman.

18

​Adab Berdakwah

  • Ikhlas karena Allah SWT

  • Berilmu dan Memahami Materi

  • Bersikap Lembut dan Bijaksana

  • Menjadi Teladan yang Baik (Uswah Hasanah)

  • Tidak Memaksakan Kehendak

  • Menggunakan Bahasa yang Baik dan Sopan

  • Menyesuaikan dengan Kondisi Mad‘u (Pendengar)

  • Tidak Menjelekkan Pihak Lain

  • Berdoa agar Diberi Petunjuk dan Keberkahan

19

​Sasaran dan Tujuan Dakwah

Pengertian Sasaran Dakwah

Sasaran dakwah adalah orang atau kelompok yang menjadi tujuan ajakan dakwah, yaitu mereka yang menerima pesan dakwah dari seorang da‘i (pendakwah). Allah SWT berfirman:

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik..." (QS. An-Naḥl [16]: 125)

🟢 Makna:
Ayat ini menunjukkan bahwa semua manusia berhak menerima dakwah — tanpa membeda-bedakan suku, status, atau golongan.

20

​Sasaran dan Tujuan Dakwah

Secara umum, sasaran dakwah dibagi menjadi tiga kelompok utama:

1️⃣ Muslim yang taat (Mukmin yang saleh)

Tujuannya adalah meningkatkan keimanan dan ketakwaan, agar semakin mantap dalam beribadah dan berakhlak mulia.
📌 Contoh: kajian pengajian rutin, majelis taklim, atau halaqah ilmu.

2️⃣ Muslim yang lalai atau kurang taat

Sasaran ini adalah orang Islam yang masih sering meninggalkan kewajiban, atau melakukan kemaksiatan.
Tujuan dakwah untuk
mengajak kembali ke jalan Allah dengan penuh kasih sayang dan nasihat yang lembut.
📌 Contoh: ceramah motivasi hijrah, pembinaan remaja, dakwah sosial.

3️⃣ Non-Muslim

Tujuan dakwah kepada mereka adalah mengenalkan ajaran Islam yang benar, bukan memaksa untuk masuk Islam, tetapi menunjukkan kebenaran dan keindahan Islam.
📌 Contoh: dialog lintas agama, kegiatan sosial lintas iman, dakwah melalui keteladanan.

21

​Sasaran dan Tujuan Dakwah

Sasaran Berdasarkan Kelompok Sosial

Selain berdasarkan tingkat keimanan, sasaran dakwah juga bisa dikelompokkan berdasarkan tingkat sosial dan budaya, seperti:

  • Anak-anak (melalui pendidikan Islam dasar),

  • Remaja (melalui kegiatan rohis atau kajian muda-mudi),

  • Orang tua (melalui pengajian masyarakat),

  • Tokoh masyarakat, pemimpin, atau pejabat,

  • Masyarakat umum melalui media massa dan digital.

🟢 Makna:
Setiap kelompok membutuhkan pendekatan dakwah yang
berbeda sesuai karakter dan kebutuhannya.

22

​Sasaran dan Tujuan Dakwah

Tujuan Utama Dakwah

1️⃣ Mengajak manusia beriman kepada Allah SWT

Menegakkan tauhid sebagai dasar utama kehidupan.
📖
“Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu...” (QS. An-Naḥl: 125)

2️⃣ Membentuk pribadi muslim yang berakhlak mulia

Dakwah tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menumbuhkan akhlak yang baik.

3️⃣ Menegakkan amar ma’ruf nahi munkar

Mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.
📖
“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar.” (QS. Āli ‘Imrān [3]: 110)

4️⃣ Mewujudkan masyarakat Islam yang adil, damai, dan berkeadaban

Dakwah bukan hanya urusan individu, tetapi juga untuk membangun masyarakat yang taat, jujur, dan saling menghormati.

5️⃣ Menebarkan rahmat dan kasih sayang kepada seluruh manusia

“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiyā [21]: 107)

23

​Metode Dakwah

​1️⃣ Metode Bil Hikmah (بِالْحِكْمَةِ)
“Dengan hikmah” berarti menyampaikan dakwah dengan kebijaksanaan, pemahaman yang mendalam, dan cara yang tepat sesuai situasi dan kondisi.
2️⃣ Metode Al-Mau‘izhah Al-Hasanah (الْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ)
“Nasihat yang baik” yaitu menyampaikan dakwah dengan kata-kata lembut, nasihat menyentuh hati, dan penuh kasih sayang.
3️⃣ Metode Mujādalah Billatī Hiya Aḥsan (الَّتِيْ هِيَ أَحْسَنُ)
“Berbantahan dengan cara yang paling baik” — yakni menyampaikan kebenaran melalui dialog atau debat ilmiah yang sopan dan beradab.

24

​Metode Dakwah

4️⃣ Metode Dakwah Lainnya (Menurut Praktik Rasulullah dan Ulama)

Selain tiga metode utama di atas, ada beberapa metode pelengkap:

a. Bil Lisan (melalui ucapan)

  • Ceramah, khutbah, tausiyah, atau dialog.

b. Bil Qalam (melalui tulisan)

  • Buku, artikel, majalah, atau media sosial.

c. Bil Hal (melalui perbuatan)

  • Menunjukkan ajaran Islam lewat teladan nyata dan tindakan sosial.
    📌 Contoh: membantu fakir miskin, menjaga kebersihan, atau sopan dalam bergaul.

d. Bil I‘lam (melalui media dan teknologi)

  • Menggunakan media modern seperti video, podcast, YouTube, atau TikTok dakwah.

25

​Media Dakwah

1️⃣ Media Lisan (Al-Lisān)

Yaitu menyampaikan dakwah melalui ucapan langsung.

📌 Bentuknya:

  • Ceramah, khutbah, pengajian, tausiyah

  • Diskusi, dialog, seminar, kajian keagamaan

2️⃣ Media Tulisan (Al-Qalam)

Dakwah disampaikan melalui tulisan atau karya tulis.

📌 Bentuknya:

  • Buku, artikel, majalah, buletin, brosur, pamflet

  • Tulisan di blog atau media sosial

3️⃣ Media Perbuatan (Bil Hal)

Dakwah yang dilakukan melalui teladan dan tindakan nyata.

📌 Bentuknya:

  • Menolong sesama, bersikap jujur, disiplin, ramah

  • Kegiatan sosial: bakti masyarakat, santunan, gotong royong

26

​Media Dakwah

4️⃣ Media Visual dan Audio-Visual

Media modern yang menggunakan gambar, suara, atau video untuk menyampaikan pesan dakwah.

📌 Bentuknya:

  • Televisi, radio, film, video YouTube, TikTok, podcast, Instagram dakwah

5️⃣ Media Elektronik dan Digital

Dakwah melalui teknologi informasi dan komunikasi modern.

📌 Bentuknya:

  • Website Islam, aplikasi dakwah, media sosial (Facebook, Instagram, TikTok, X/Twitter)

  • Grup dakwah di WhatsApp, Telegram, Zoom kajian online

6️⃣ Media Seni dan Budaya

Menggunakan kesenian, budaya, dan kreativitas untuk menyampaikan nilai-nilai Islam.

📌 Bentuknya:

  • Nasyid, drama islami, puisi religi, kaligrafi, film pendek dakwah

27

Di jalan dakwah aku melangkah,
Meski duri sering menusuk langkah,
Bukan pujian yang aku pinta,
Hanya ridha Allah yang ku damba.

Tak semua telinga mau mendengar,
Tak semua hati mau menerima,
Namun ku yakin setiap kata benar,
Akan menembus jiwa yang lama tertidur lena.

Cahaya dakwah tak pernah padam,
Walau fitnah datang bertubi-tubi,
Karena ku tahu, setiap perjuangan,
Pasti berbuah indah di sisi Ilahi.

Wahai jiwa, jangan pernah lelah,
Teruslah menyeru dalam sabar dan tabah,
Sampaikan walau satu ayat,
Sebab dari satu ayat bisa lahir sejuta hidayah.

​Menebarkan Islam Dengan Santun Melalui Khutbah, Tabligh, dan Dakwah

By Rizal Khairul Anas

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 27

SLIDE