Search Header Logo
Materi 6: Hubungan Antar Kalimat dan Paragraf

Materi 6: Hubungan Antar Kalimat dan Paragraf

Assessment

Presentation

World Languages

12th Grade

Practice Problem

Medium

Created by

IRVAN PAKSI EKANANTO

Used 3+ times

FREE Resource

17 Slides • 13 Questions

1

​Menjelaskan Hubungan Makna Antarkalimat dan/atau Antar paragraf dalam Teks

By IRVAN PAKSI EKANANTO

2

Pengertian Umum

Hubungan makna antarkalimat dan antarparagraf adalah keterpaduan makna antara satu kalimat atau paragraf dengan kalimat atau paragraf lain yang membentuk kesatuan ide yang logis, runut, dan utuh dalam teks.

Di jenjang SMA, kemampuan ini tidak hanya sekadar mengenali jenis hubungan, tetapi juga menganalisis bagaimana keterpaduan itu dibangun melalui unsur kebahasaan dan logika berpikir penulis.
Dengan kata lain, siswa dituntut untuk memahami
kohesi (keterpautan bentuk) dan koherensi (keterpautan makna) dalam teks.

3

Tujuan Pembelajaran

  • Menilai apakah antar kalimat dalam teks memiliki hubungan makna yang logis dan padu.

  • Menganalisis alat kebahasaan (kohesi) yang digunakan untuk menghubungkan ide.

  • Menjelaskan alur logika antar paragraf (koherensi).

  • Menentukan kalimat atau paragraf yang tidak relevan dalam sebuah teks.

  • Mengevaluasi keefektifan hubungan gagasan dalam teks argumentatif, eksposisi, dan deskriptif.

4

Kohesi dan Koherensi

a. Kohesi

Kohesi adalah keterpautan bentuk antar bagian teks yang ditunjukkan melalui alat kebahasaan tertentu.
Kohesi terbagi menjadi dua:

(1) Kohesi Gramatikal

Hubungan bentuk yang tampak pada tata bahasa atau struktur kalimat, seperti:

  • Konjungsi (kata penghubung): karena, tetapi, sehingga, meskipun, oleh karena itu.

  • Referensi (kata ganti): dia, mereka, ini, itu, tersebut.

  • Substitusi (penggantian kata): misalnya “yang pertama” diganti “yang ini.”

  • Elipsis (penghilangan unsur): misalnya “Sari membeli buku, Rani (membeli) pensil.”

  • Repetisi (pengulangan kata untuk penekanan): “Belajar, belajar, dan terus belajar.”

(2) Kohesi Leksikal

Hubungan bentuk yang dibangun melalui pemilihan kata atau makna.
Misalnya: sinonim, antonim, kolokasi (kemunculan kata yang sering berpasangan), dan hiponim (hubungan umum-khusus).

Contoh:
Ibu menyiapkan sayur di dapur. Aroma masakannya tercium sampai ke ruang tamu.
→ Kohesi leksikal antara
sayur dan masakan.

5

Kohesi dan Koherensi

b. Koherensi

Koherensi adalah keterpaduan makna atau logika antar kalimat dan paragraf.
Teks dikatakan koheren jika gagasan di dalamnya saling mendukung dan memiliki hubungan yang konsisten.

Jenis hubungan koherensi meliputi:

  • Sebab–akibat: satu gagasan menyebabkan gagasan lain.

  • Pertentangan: dua gagasan berlawanan arah.

  • Penjelasan: gagasan kedua memperinci atau memberi contoh.

  • Perbandingan: dua gagasan dibandingkan untuk menemukan kesamaan atau perbedaan.

  • Kesimpulan: gagasan terakhir menegaskan hasil pemikiran sebelumnya.

  • Peralihan: gagasan penghubung menuju ide baru.

Contoh:
Banyak pelajar yang menggunakan internet untuk belajar. Namun, tidak semua informasi di internet dapat dipercaya. Oleh karena itu, siswa perlu memiliki kemampuan literasi digital.
→ Hubungan
kontras → sebab → akibat.

6

Ciri Teks yang Kohesif dan Koheren

  1. Ide antar kalimat/paragraf saling berkaitan dan tidak bertentangan.

  2. Menggunakan konjungsi dan kata ganti dengan tepat.

  3. Tidak ada kalimat atau paragraf yang keluar dari topik utama.

  4. Menggunakan kalimat transisi (penanda peralihan) dengan jelas.

  5. Setiap paragraf mengembangkan satu ide pokok yang mendukung tema besar teks.

7

Langkah Menganalisis Hubungan Makna Antarkalimat dan Antarparagraf

  1. Identifikasi ide pokok di setiap kalimat atau paragraf.

  2. Temukan kata atau frasa penghubung (konjungsi, kata rujukan, repetisi, dll).

  3. Tentukan jenis hubungan logisnya: sebab–akibat, pertentangan, penjelasan, perbandingan, atau kesimpulan.

  4. Periksa koherensi makna: apakah ide satu mendukung ide lainnya.

  5. Evaluasi keterpaduan teks: apakah ada kalimat/paragraf yang menyimpang dari topik.

8

Contoh Analisis (Antarkalimat)

(1) Media sosial memudahkan manusia untuk berkomunikasi.
(2) Namun, jika digunakan berlebihan, media sosial dapat menurunkan produktivitas seseorang.

Analisis:

  • Konjungsi “namun” menunjukkan hubungan pertentangan.

  • Secara logika, kalimat kedua memberikan kontras terhadap dampak positif di kalimat pertama.
    → Hubungan:
    pertentangan ide dalam satu topik yang sama.

9

Contoh Analisis (Antarparagraf)

Paragraf 1:
Pendidikan karakter menjadi hal penting dalam membentuk kepribadian siswa.

Paragraf 2:
Namun, dalam praktiknya, banyak sekolah masih menekankan pencapaian akademik dibandingkan pembentukan karakter.

Analisis:
Hubungan antarparagraf:
pertentangan argumentatif.
Fungsi paragraf kedua adalah
mengontraskan idealisme (teori) dengan realita (praktik di lapangan).

10

Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari

  1. Menggunakan kata penghubung yang tidak sesuai makna.

  2. Mengulang ide yang sama di dua kalimat berbeda tanpa fungsi baru.

  3. Menyisipkan kalimat atau paragraf yang keluar dari topik.

  4. Tidak menggunakan kata rujukan yang jelas, sehingga makna kalimat rancu.

  5. Tidak menyusun ide berdasarkan urutan logis (kronologis atau kausal).

11

Contoh Soal Latihan Analisis (Model TKA SMA)

(1) Banyak orang tua yang khawatir terhadap dampak negatif media sosial.
(2) Namun, media sosial juga dapat menjadi sarana pendidikan yang efektif bila digunakan dengan bijak.
(3) Oleh sebab itu, perlu adanya pendampingan dari orang tua saat anak menggunakan media sosial.

Pertanyaan:
Hubungan makna antar kalimat pada teks tersebut adalah …

A. Pertentangan – Penegasan – Kesimpulan
B. Penjelasan – Perbandingan – Sebab
C. Sebab – Akibat – Tujuan
D. Pertentangan – Sebab – Akibat

Jawaban: A
Pembahasan:

  • Kalimat (1) dan (2): hubungan pertentangan antara kekhawatiran dan peluang positif.

  • Kalimat (3): penegasan dan kesimpulan berupa solusi logis.

12

Jenis-Jenis Hubungan Makna Antarkalimat

a. Hubungan Sebab–Akibat: Menunjukkan bahwa satu kalimat menjadi penyebab, dan kalimat lain menjadi akibat dari peristiwa tersebut.
Kata penanda: karena, sebab, akibatnya, oleh karena itu, sehingga, maka.

Contoh:
Hujan turun sejak pagi. Akibatnya, kegiatan upacara dibatalkan.
→ Kalimat pertama sebab, kalimat kedua akibat.


b. Hubungan Penjelasan (Rinci / Elaborasi): Kalimat kedua memperjelas, menambah rincian, atau memberi contoh terhadap kalimat pertama.
Kata penanda: misalnya, contohnya, yaitu, antara lain, dengan demikian.

Contoh:
Sekolah kami memiliki banyak kegiatan sosial. Salah satunya adalah bakti sosial ke panti asuhan.


c. Hubungan Pertentangan (Kontras): Menunjukkan dua ide yang berlawanan.
Kata penanda: tetapi, namun, sedangkan, walaupun, meskipun demikian.

Contoh:
Rina rajin belajar, tetapi nilai ulangannya belum memuaskan.
d. Hubungan Perbandingan

Menunjukkan kesamaan atau perbedaan sifat dua hal.
Kata penanda: seperti, layaknya, sama halnya dengan, berbeda dengan, sebagaimana.

Contoh:
Cara kerja komputer sama halnya dengan otak manusia, keduanya memproses informasi.

13

lANJUTAN . . . .

e. Hubungan Penegasan (Kesimpulan / Ringkasan)

Kalimat kedua menegaskan atau menyimpulkan isi kalimat sebelumnya.
Kata penanda: jadi, dengan demikian, oleh sebab itu, singkatnya, intinya.

Contoh:
Semua siswa mengikuti lomba kebersihan dengan semangat. Dengan demikian, kelas menjadi bersih dan indah.


f. Hubungan Tujuan

Menjelaskan maksud atau tujuan dari kalimat sebelumnya.
Kata penanda: agar, supaya, untuk, dengan maksud, demi.

Contoh:
Rafi belajar dengan tekun agar dapat membahagiakan orang tuanya.


g. Hubungan Waktu / Kronologis

Menunjukkan urutan kejadian atau waktu.
Kata penanda: kemudian, setelah itu, sebelum, selanjutnya, akhirnya.

Contoh:
Setelah mengerjakan tugas, Dira beristirahat sejenak sebelum belajar lagi.


h. Hubungan Sebab–Tujuan Ganda (Kompleks)

Kadang dua kalimat memiliki hubungan ganda — sebab-akibat sekaligus tujuan.
Contoh:
Andi menabung setiap minggu agar bisa membeli sepeda impiannya.
→ Kalimat sebab (menabung) sekaligus tujuan (membeli sepeda).

14

Hubungan Makna Antarparagraf

Selain antar kalimat, hubungan makna juga bisa terjadi antar paragraf dalam satu teks. Hubungan ini membuat ide utama tiap paragraf tersusun secara logis.

Jenis hubungan antarparagraf:

  • Lanjutan: paragraf berikutnya melanjutkan ide sebelumnya.

  • Penjelas: paragraf berikut memberi rincian dari ide utama sebelumnya.

  • Pertentangan: paragraf berikut menampilkan pandangan berbeda.

  • Kesimpulan: paragraf terakhir merangkum isi paragraf sebelumnya.

  • Peralihan (transisi): paragraf menjadi jembatan antara dua gagasan besar.

Contoh:

  • Paragraf 1: membahas pentingnya menjaga kebersihan sekolah.

  • Paragraf 2: menjelaskan cara-cara menjaga kebersihan sekolah.
    → Hubungan:
    penjelasan/lanjutan.

15

Ciri-Ciri Kalimat atau Paragraf yang Padu

  1. Antar kalimat saling berhubungan secara logis.

  2. Tidak ada kalimat yang keluar dari topik utama.

  3. Penggunaan konjungsi tepat sesuai hubungan makna.

  4. Kalimat transisi membantu pembaca mengikuti alur.

  5. Tidak ada pengulangan ide yang tidak perlu.

16

Langkah Menentukan Hubungan Makna dalam Teks

  1. Baca seluruh teks atau paragraf dengan cermat.

  2. Tentukan ide utama dari kalimat atau paragraf pertama.

  3. Amati kata penghubung atau penanda hubungan.

  4. Lihat arah logika kalimat berikutnya: apakah menjelaskan, menentang, menyimpulkan, dsb.

  5. Tarik kesimpulan jenis hubungan yang terjadi.

  6. Pastikan hubungan itu padu dan tidak bertentangan dengan konteks teks.

17

Contoh Analisis Singkat

Kegiatan gotong royong di sekolah membantu siswa belajar bekerja sama.
Dengan bekerja bersama, pekerjaan menjadi lebih cepat selesai.

Analisis:
Kalimat kedua menjelaskan
manfaat dari ide utama, jadi hubungan maknanya adalah penjelasan (elaboratif).


Kalimat penutup untuk dipakai di kelas:

“Kalimat yang baik bukan hanya berdiri sendiri, tapi saling berpegangan. Kalau satu kalimat lepas dari yang lain, maknanya juga ikut jatuh.”

18

Multiple Choice

(Eksposisi – Koherensi Sebab–Akibat dan Penegasan)

(1) Perubahan iklim membuat cuaca menjadi tidak menentu.
(2) Akibatnya, produksi pertanian di beberapa daerah menurun drastis.
(3) Oleh karena itu, petani perlu menyesuaikan pola tanam agar hasil tetap optimal.

Pertanyaan:
Hubungan makna antar kalimat pada teks tersebut adalah …

1

Sebab – Akibat – Solusi

2


Penjelasan – Perbandingan – Penegasan

3

Pertentangan – Akibat – Kesimpulan

4

Sebab – Akibat – Penegasan

19

Multiple Choice

(Argumentasi – Pertentangan Argumentatif)

(1) Banyak orang menganggap membaca karya sastra hanyalah kegiatan hiburan.
(2) Namun, karya sastra sesungguhnya memiliki fungsi edukatif karena memuat nilai-nilai kehidupan.
(3) Oleh sebab itu, apresiasi terhadap sastra seharusnya ditanamkan sejak dini di sekolah.

Pertanyaan:
Hubungan makna antar kalimat tersebut adalah …

1

Penjelasan – Sebab – Akibat

2

Pertentangan – Penegasan – Kesimpulan

3

Sebab – Akibat – Tujuan

4

Pertentangan – Sebab – Akibat

20

Multiple Choice

Teks:
Perubahan iklim global telah menyebabkan cuaca menjadi sulit diprediksi. Akibatnya, banyak petani mengalami gagal panen karena pola hujan tidak menentu. Kondisi ini juga berdampak pada naiknya harga pangan di pasaran. Oleh sebab itu, pemerintah harus mencari strategi untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

Pertanyaan:
Hubungan makna antarkalimat pada teks tersebut secara berturut-turut adalah...

1

Sebab – Akibat – Penegasan – Kesimpulan

2

Sebab – Akibat – Akibat – Solusi

3

Penjelasan – Pertentangan – Kesimpulan – Penegasan

4

Sebab – Penjelasan – Akibat – Kesimpulan

21

Multiple Choice

Teks:
Banyak siswa menganggap pelajaran sastra tidak penting karena jarang keluar dalam ujian. Namun, sastra justru membantu siswa memahami nilai-nilai kemanusiaan dan memperluas empati sosial. Bahkan, melalui membaca karya sastra, siswa dapat belajar menafsirkan perasaan dan sudut pandang orang lain. Dengan demikian, sastra memiliki peran penting dalam pembentukan karakter.

Pertanyaan:
Hubungan makna antarkalimat pada teks tersebut adalah...

1

Pertentangan – Penjelasan – Penegasan – Kesimpulan

2

Penegasan – Perbandingan – Kesimpulan – Tujuan

3

Sebab – Akibat – Perbandingan – Penegasan

4

Pertentangan – Sebab – Akibat – Kesimpulan

22

Multiple Choice

Teks:
Kegiatan membaca buku dapat meningkatkan daya pikir kritis seseorang. Saat membaca, otak dipaksa menganalisis alur, memahami ide, dan menilai logika penulis. Proses ini menumbuhkan kemampuan berpikir sistematis dan reflektif. Oleh karena itu, kebiasaan membaca perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda memiliki kemampuan berpikir yang tajam.

Pertanyaan:
Hubungan makna antarkalimat pada teks tersebut secara berturut-turut adalah...

1

Penjelasan – Penegasan – Kesimpulan – Akibat

2

Penjelasan – Penjelasan – Penegasan – Kesimpulan

3

Penjelasan – Sebab – Akibat – Tujuan

4

Sebab – Akibat – Kesimpulan – Penegasan

23

Multiple Choice

Teks:
Metode pembelajaran daring memberi kebebasan bagi siswa untuk belajar kapan saja. Berbeda dengan metode tatap muka yang mengharuskan siswa hadir di kelas pada waktu tertentu. Namun, kebebasan itu kadang membuat siswa kurang disiplin dan sulit mengatur waktu belajar. Oleh sebab itu, diperlukan pendampingan agar pembelajaran daring tetap efektif.

Pertanyaan:
Hubungan makna antarkalimat pada teks tersebut adalah...

1

Perbandingan – Pertentangan – Penegasan – Kesimpulan

2

Penjelasan – Perbandingan – Pertentangan – Kesimpulan

3

Perbandingan – Sebab – Akibat – Penegasan

4

Pertentangan – Perbandingan – Akibat – Kesimpulan

24

Multiple Choice

Teks:
Kemacetan di kota besar tidak hanya disebabkan oleh jumlah kendaraan yang terus meningkat, tetapi juga oleh rendahnya kesadaran masyarakat terhadap penggunaan transportasi umum. Akibat kemacetan, polusi udara meningkat dan waktu tempuh menjadi lebih lama. Dengan demikian, kesadaran untuk beralih ke transportasi umum harus terus digalakkan demi mengurangi dampak lingkungan.

Pertanyaan:
Hubungan makna antarkalimat pada teks tersebut adalah...

1

Sebab – Akibat – Kesimpulan

2

Penjelasan – Pertentangan – Tujuan

3

Sebab – Tujuan – Penegasan

4

Akibat – Sebab – Kesimpulan

25

Multiple Choice

Menentukan Kalimat yang Tidak Padu

Teks:
(1) Perkembangan teknologi membawa dampak besar bagi dunia pendidikan.
(2) Siswa kini dapat belajar melalui video pembelajaran, forum daring, dan sumber digital lainnya.
(3) Teknologi juga membantu guru menciptakan pembelajaran interaktif.
(4) Oleh karena itu, banyak siswa lebih senang bermain gim dibandingkan membaca buku.

Pertanyaan:
Kalimat yang tidak padu dengan paragraf di atas adalah...

1

1

2

2

3

3

4

4

26

Multiple Choice

Menilai Hubungan Antarparagraf

Teks Paragraf 1:
Membaca buku merupakan kegiatan yang dapat memperluas wawasan seseorang. Buku menyajikan berbagai informasi yang membuat pembaca memahami dunia secara lebih luas.

Teks Paragraf 2:
Namun, kebiasaan membaca di kalangan remaja saat ini menurun drastis. Banyak remaja lebih memilih menghabiskan waktu di media sosial daripada membuka buku.

Pertanyaan:
Hubungan makna antara paragraf pertama dan kedua adalah...

1

Paragraf kedua memperjelas isi paragraf pertama.

2

Paragraf kedua berisi contoh dari paragraf pertama.

3

Paragraf kedua berisi pertentangan terhadap paragraf pertama.

4

Paragraf kedua menyimpulkan isi paragraf pertama.

27

Multiple Choice

Menentukan Fungsi Paragraf Kedua

Teks Paragraf 1:
Pendidikan karakter menjadi kunci dalam membentuk generasi yang berakhlak dan bertanggung jawab. Melalui pendidikan karakter, siswa belajar mengenali nilai moral dan menerapkannya dalam kehidupan.

Teks Paragraf 2:
Salah satu contoh penerapan pendidikan karakter adalah kegiatan bakti sosial di sekolah. Melalui kegiatan itu, siswa belajar berempati, peduli terhadap sesama, dan memahami arti kebersamaan.

Pertanyaan:
Fungsi paragraf kedua terhadap paragraf pertama adalah...

1

Menyimpulkan isi paragraf pertama

2

Menjelaskan contoh dari paragraf pertama

3

Menyajikan pertentangan dari paragraf pertama

4

Menyatakan akibat dari paragraf pertama

28

Multiple Choice

Menilai Hubungan Ide Utama dan Penjelas

Teks:
(1) Menjaga kebersihan lingkungan sekolah adalah tanggung jawab seluruh warga sekolah.
(2) Lingkungan yang bersih membuat suasana belajar menjadi nyaman dan sehat.
(3) Selain itu, lingkungan yang tertata rapi mencerminkan kedisiplinan para siswanya.
(4) Karena itu, sekolah seharusnya memperbanyak penghijauan agar udara menjadi sejuk.

Pertanyaan:
Hubungan antara kalimat (1), (2), (3), dan (4) secara berturut-turut adalah...

1

Ide utama – Penjelas – Penjelas – Kesimpulan

2

Penjelas – Ide utama – Penegasan – Kesimpulan

3

Sebab – Akibat – Penjelas – Tujuan

4

Ide utama – Pertentangan – Perbandingan – Kesimpulan

29

Multiple Choice

Menilai Hubungan Logis yang Hilang

Teks:
(1) Kegiatan menulis dapat membantu seseorang mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
(2) Melalui menulis, seseorang dilatih menyusun ide secara sistematis.
(3) Selain itu, kegiatan menulis membantu seseorang menyampaikan gagasan dengan bahasa yang baik.
(4) .........................................................
(5) Oleh karena itu, menulis sebaiknya dibiasakan sejak remaja.

Pertanyaan:
Kalimat manakah yang paling tepat untuk melengkapi bagian rumpang agar hubungan makna antar kalimat tetap logis?

1

Banyak orang tidak menyukai kegiatan menulis karena dianggap membosankan.

2

Kegiatan menulis memang memerlukan latihan dan ketekunan.

3

Menulis tidak hanya sekadar menyalin kata, tetapi juga mengolah pikiran secara mendalam.

4

Seseorang yang malas menulis akan kehilangan kemampuan berbahasa.

30

Multiple Choice

Hubungan Perbandingan dan Kesimpulan

Teks:
Kegiatan berolahraga di pagi hari memiliki manfaat lebih baik dibandingkan malam hari. Saat pagi, udara masih segar dan kadar oksigen lebih tinggi. Selain itu, olahraga pagi membantu tubuh beradaptasi dengan aktivitas harian. Dengan demikian, berolahraga pagi lebih disarankan untuk menjaga kebugaran tubuh.

Pertanyaan:
Hubungan makna antarkalimat pada teks tersebut adalah...

1

Perbandingan – Penjelasan – Penegasan – Kesimpulan

2

Sebab – Akibat – Perbandingan – Kesimpulan

3

Perbandingan – Penjelasan – Penjelasan – Kesimpulan

4

Penjelasan – Pertentangan – Kesimpulan – Penegasan

​Menjelaskan Hubungan Makna Antarkalimat dan/atau Antar paragraf dalam Teks

By IRVAN PAKSI EKANANTO

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 30

SLIDE