Search Header Logo
Ulasan

Ulasan

Assessment

Presentation

Moral Science

9th Grade

Practice Problem

Easy

Created by

Tri Setya Damayanti

Used 3+ times

FREE Resource

24 Slides • 25 Questions

1

By Tri Setya Damayanti

media

​Tradisi Agama Buddha di Indonesia

2

Sejarah Tradisi Agama Buddha

Buddha Tidak Pernah Membagi Ajarannya Sejak awal, Sang Buddha tidak pernah membagi ajarannya menjadi beberapa aliran. Perbedaan muncul setelah Buddha parinibbana (wafat).

3

​Konsili Pertama (3 bulan setelah Buddha Parinibana)

media
  • Setelah Buddha Wafat , Bhikkhu Subhadda, seorang murid baru (berpengetahuan dangkal), berkata bahwa tidak perlu bersedih setelah Buddha wafat, tidak ada yang mengekang, para bhikkhu bebas membuat aturan sendiri.

  • Supaya para Bikkhu tidak terhasut oleh Bikkhu Subbhada diadakan Konsili Pertama di Rajagaha yang dipimpin oleh Bhikkhu Mahākassapa.

    Tujuannya adalah mengulang Dhamma dan Vnaya (menjaga kemurnian ajaran Sang Buddha).

  • Bikkhu Upali Mengulang Peraturan sanggha (Vinaya) , Bhikkhu Ananda mengulang (Dhamma)

4

  • Sekitar 100 tahun kemudian diadakan Konsili KedCa di Vesali.

    Terjadi perbedaan pendapat dengan suku vaji tentang aturan kebhikkhuan (Vinaya).

  • Akibatnya, Sangha terpecah menjadi dua kelompok besar:

    Sthaviravāda → ingin mempertahankan aturan lama.

    Mahāsāṅghika → ingin menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

    Inilah awal munculnya berbagai aliran dan tradisi Buddhis.

    k V

Konsili Kedua dan Awal Perpecahan

5

Multiple Choice

Mengapa perpecahan dalam ajaran Buddha baru terjadi setelah Buddha parinibbana?

1

Karena para bhikkhu ingin membentuk agama baru

2

Karena tidak ada lagi bimbingan langsung dari Sang Buddha

3

Karena ajaran Buddha belum sempurna

4

Karena kerajaan Rajagaha memerintahkannya

6

Multiple Choice

Tujuan utama diadakannya Konsili Pertama di Rajagaha adalah...

1

Menentukan siapa penerus Sang Buddha

2

Menambah aturan baru bagi Sangha

3

Mengulang Dhamma dan Vnaya (menjaga kemurnian ajaran Sang Buddha)

4

Menyebarkan ajaran Buddha ke berbagai neger1

7

Multiple Choice

Jika Bhikkhu Subhadda dibiarkan memengaruhi para bhikkhu setelah Buddha wafat, apa yang kemungkinan akan terjadi?

1

Ajaran Buddha tetap murni

2

Muncul banyak aturan baru yang menyimpang

3

Sangha menjadi lebih bersatu

4

Tidak ada konsili yang perlu dilakukan

8

  • Dari perbedaan itu, seiring penyebaran ajaran Buddha ke berbagai negara, muncul tiga tradisi utama:

    Theravāda → berkembang di Sri Lanka, Thailand, Myanmar, Kamboja, Laos.

    Mahāyāna → berkembang di Tiongkok, Korea, Jepang.

    Vajrayāna (Tantrayāna) → berkembang di Tibet, Nepal, dan Mongolia.

  • Meskipun berbeda cara praktik dan penekanan ajaran, semuanya tetap berlandaskan Dhamma dan Vinaya.

    5. Inti Ajaran Tetap Sama Semua tradisi tetap berpijak pada Empat Kebenaran Mulia dan Jalan Tengah sebagai ajaran pokok Sang Buddha

Munculnya Tradisi-Tradisi Buddhis

9

Di Indonesia, agama Buddha berkembang dalam beberapa tradisi atau mazhab.

Semua tetap berdasarkan ajaran Sang Buddha, hanya berbeda cara praktik, penekanan ajaran, dan latar budaya.

Tradisi Buddhis di Indonesia

10

Multiple Choice

Jika ajaran Buddha tidak menyebar ke berbagai negara, kemungkinan besar apa yang tidak akan terjadi?

1

Munculnya berbaga1 tradisi

2

Adanya adaptasi ajaran dengan budaya lokal

3

Persatuan ajaran secara mutlak di seluruh dunia

4

Munculnya berbagai bentuk seni dan budaya Buddhis

11

Multiple Choice

Dalam konteks Indonesia, apa makna dari pernyataan “semua tradisi tetap berdasarkan ajaran Sang Buddha”?

1

Tidak boleh ada tradisi lokal yang berkembang

2

Semua ajaran di Indonesia harus seragam

3

Perbedaan tidak mengubah inti ajaran yang sama

4

Ajaran Buddha disesuaikan dengan kepercayaan lain

12

Multiple Choice

Apa nilai moral yang dapat diambil dari keberagaman tradisi Buddhis di dunia?

1

Setiap perbedaan adalah bukti kebenaran satu pihak

2

Keberagaman adalah penghalang untuk bersatu

3

Perbedaan dapat menjadi kekayaan asalkan berpijak pada Dhamma

4

Hanya satu tradisi yang benar-benar murni

13

media
media
media

Ciri khas:

Menekankan pada ajaran asli Sang Buddha seperti tercantum dalam Tipiṭaka Pali.

Fokus pada praktik moral, meditasi, dan pencapaian arahant.

Perwakilan di Indonesia:

Sangha Theravāda Indonesia (STI).

Theravāda

Ciri khas:

Menekankan cita-cita Bodhisattva — mencapai pencerahan demi semua makhluk.

Banyak menggunakan sūtra

Perwakilan di Indonesia:

Sangha Mahāyāna Indonesia (SMI).

Mahayana

Ciri khas:

Menggunakan mantra, mudrā, dan mandala dalam praktiknya.

Menekankan penyatuan kebijaksanaan dan welas asih melalui simbol dan meditasi khusus.

Perwakilan di Indonesia:

Sangha Vajrayāna Indonesia (SVI).

Tantrayāna (Vajrayāna)

14

media
media

Asal: Jepang.

Termasuk dalam tradisi: Mahāyāna (aliran Nichiren Buddhism).

Ciri khas:

Mengajarkan pengucapan mantra “Nam Myōhō Renge Kyō” dari Sūtra Teratai.

Menekankan kekuatan batin dan perubahan diri melalui keyakinan dan latihan.

Nichiren (Nichiren Shōshū / Sōka Gakkai)

Asal dan Sifat:

Tradisi Buddhayāna muncul di Indonesia sebagai gerakan pemersatu Buddhis Indonesia.

Mencoba menggabungkan unsur Theravāda, Mahāyāna, dan Vajrayāna agar umat tidak terpisah-pisah.

Perwakilan:

Sangha Agung Indonesia (SAGIN).

​​Buddhayāna

15

Tridharma

Asal: Perpaduan antara ajaran Buddha, Konghucu, dan Tao.

Ciri khas:

Biasanya dianut oleh masyarakat keturunan Tionghoa.

Tempat ibadah disebut kelenteng, dan di dalamnya terdapat penghormatan kepada tiga ajaran.

Catatan:

Secara resmi Tridharma tidak termasuk dalam organisasi Sangha Agama Buddha di Indonesia, tetapi tetap memiliki pengikut yang menghormati ajaran Buddha.

media

16

Multiple Choice

Seorang siswa melihat biksu mengenakan jubah oranye sedang bermeditasi dengan khidmat. Ia membaca bahwa tradisi ini menekankan ajaran asli Sang Buddha dalam Tipitaka.

➡ Berdasarkan ciri tersebut, aliran apakah yang dimaksud?

1

Mahāyāna

2

Theravāda

3

Vajrayāna

4

Buddhayāna

17

Multiple Choice

Tradisi Buddhayāna muncul sebagai gerakan pemersatu umat Buddha di Indonesia dengan menggabungkan unsur Theravāda, Mahāyāna, dan Vajrayāna.

➡ Mengapa pendekatan Buddhayāna ini penting bagi kehidupan beragama di Indonesia?

1

Karena memudahkan perbedaan antaragama dihapus

2

Karena mencerminkan nilai persatuan dan toleransi antartradisi Buddha

3

Karena menolak ajaran luar negeri

4

Karena hanya diikuti oleh umat tertentu

18

Multiple Choice

Jika seorang siswa Buddhis ingin memperdalam meditasi berdasarkan ajaran asli Sang Buddha dan mengikuti Sangha Theravāda Indonesia,

➡ nilai utama apa yang ia latih dalam kehidupan sehari-hari?

1

Kebijaksanaan, moralitas, dan konsentrasi

2

Kekayaan, kekuasaan, dan popularitas

3

Ritual dan doa tanpa makna

4

Penghormatan pada benda suci

19

Multiple Choice

Question image

Seseorang ingin menjadi umat Buddha yang terbuka terhadap semua tradisi, baik Theravāda maupun Mahāyāna.

➡ Berdasarkan gambar dan penjelasan, tradisi apakah yang paling sesuai dengan semangat tersebut?

1

Vajrayāna

2

Tridharma

3

Buddhayāna

4

Nichiren

20

media

​Para Penyokong Dhamma

By Tri Setya Damayanti

21

​Para Penyokong Dhamma

Penyokong Dhamma adalah orang-orang yang membantu pembabaran Dhamma. Para penyokong Dhamma bisa membantu pembabaran Dhamma melalui tenaga, pemikiran, maupun materi/uang.

Ada banyak sekali para penyokong Dhamma, dari zaman Buddha hingga kini.


22

Para Penyokong Dhamma Zaman Buddha

  1. Raja Bimbisara (raja Magadha)

media

  • Pernah Menawarkan separuh hartanya kepada pertapa gotama. tetapi pertapa gutama menolak dengan bijaksana.

  • pertapa gotama berjanji akan mengunjungi kerajaan Magadha ketika berhasil menjadi Buddha

  • pada akhirnya Buddha menepati janjinya dan membabarkan Dhamma kepada raja Bimbisara hingga mencapai kesucian Sotapana.

Keteladanan Raja Bimbisara

23

media

  • Ia memiliki permaisuri yang bijaksana, bernama Ratu Mallikā.

  • Pertama kali bertemu Buddha di vihara Jetavana, Kota Sāvatthī. kemudian bertanya beberapa hal tentang kebahagiaan sejati.

  • Raja Pasenadi kagum dengan jawaban Buddha dan akhirnya menjadi umat Buddha (berlindung kepada Buddha, Dhamma, dan Saṅgha). Raja dan Buddha sepantaran usianya.

  • Sering berbincang dengan Buddha dan menjadi sahabat baik beliau

Buddha menasihati bahwa ada empat hal kecil yang tidak boleh diremehkan, yaitu:

1. Kesatria muda – meskipun muda, bisa berbuat besar, baik atau jahat.

2. Ular kecil – bisa mematikan hanya dengan satu patukan.

3. Percikan api kecil – bisa menyebabkan kebakaran besar.

4. Bhikkhu muda – walau masih muda, bisa sangat unggul dalam kebajikan.

Nasihat Buddha

Para Penyokong Dhamma Zaman Buddha

Keteladanan Raja Pasenadi

  1. Rendah hati dan mau belajar

  2. Bijaksana dalam menggambil keputusan

  3. Menghormati orang dengan bijak

  4. Suka berbuat baik

  5. Terbuka terhadap nasihat

24

Open Ended

Apa saja nasihat Buddha kepada raja Pasenadi?

25

Open Ended

Apa saja ​Keteladanan raja Pasenadi?

26

Multiple Choice

Apa yang didanakan oleh raja Bimbisara kepada Buddha dan sangha?....

1

Varanasi

2

Separuh Hartanya

3

Istana Kerajaan.

4

Hutan Bambu

27

media
  • Nama aslinya adalah Sudatta.

  • Ia dikenal sangat dermawan karena suka memberi makan orang miskin.

  • Karena kebaikannya, ia dijuluki Anāthapiṇḍika, artinya “pemberi makan bagi kaum tak punya.”

  • Setelah bertemu Buddha, Anāthapiṇḍika membeli sebidang tanah mahal untuk dijadikan pertapaan (vihara). Lahan tersebut dibeli dengan emas menutupi seluruh lahan.

  • Ia membangun: Ruang pertemuan, Tempat tinggal bhikkhu,

    Jalan, gudang, kolam, dan tempat mandi. Pertapaan itu diberi nama Jetavana (Hutan Jeta)

​​3. Pedagang Anatapindika


  1. Rajin berdana dan menolong tanpa pamrih.

  2. Menjaga kebersihan dan ketertiban tempat suci.

  3. Mendukung para bhikkhu agar bisa belajar dan berlatih Dhamma dengan nyaman.

  4. Tidak hanya berdana harta, tetapi juga berdana Dhamma dengan mengundang Buddha untuk memberi ceramah di rumahnya.

Sikap dan Keteladanan

Para Penyokong Dhamma Zaman Buddha

Setiap hari ia:
1. Mengirim bubur pagi ke pertapaan.
2. Sore hari mengirim obat, jubah, dan mangkuk bagi para bhikkhu.
3. Menugaskan pelayannya untuk membersihkan Jetavana agar tetap suci dan nyaman.

28

  1. Visaka


1. Dermawan – suka berdana dan membantu tanpa pamrih.
2. Bijaksana – mampu memutuskan sesuatu dengan hati yang tenang dan bermanfaat.

3. Penuh welas asih – peduli kepada yang sakit dan kurang beruntung.

4. Tekun berbuat kebajikan – selalu mendukung kegiatan keagamaan.

5. Rendah hati dan anggun – disukai semua orang karena sikap sopan dan hormatnya

Sikap dan Keteladanan

media
media

Para Penyokong Dhamma Zaman Buddha

  • Visākhā adalah perempuan dermawan dan bijaksana pada zaman Buddha.

  • Saat ia ingin menjual kain dan perhiasannya untuk di dermakan kepada Sangha tetapi kain dan perhiasannya sangat mahal tidak ada yang mampu membeli . akhirnya ia membeli sendiri dengan uangnya

  • Dengan uang tersebut, Visākhā membangun Pubbārāma (Pertapaan Timur).

  • Selalu mengunjungi buddha , para Bikkhu dan samanera melihat apa yang di butuhkan

  • Jika ada yang sakit Ia ia melayani hingga sembuh

  • Buddha memberi gelar kepadanya: “Upāsikā yang unggul dalam menyokong.”

29

Multiple Choice

Berikut ini adalah salah satu bentuk dukungan Anāthapindika dalam menyokong Dhamma pada masa Buddha, kecuali:

1
  • membangun Pubbārāma

2

Mengirim bubur setiap pagi ke pertapaan

3

Menugaskan pelayannya untuk membersihkan Jetavana agar tetap suci dan nyaman.

4

Sore hari mengirim obat, jubah, dan mangkuk bagi para bhikkhu. .

30

  • Raja Ajatasattu awalnya dikenal sebagai seorang putra yang kejam dan dipengaruhi oleh Devadatta, seorang bhikkhu yang iri dengan kemasyhuran Buddha.

  • Ajatasattu membunuh ayahnya, Raja Bimbisara, yang merupakan pendukung Buddha, dan merebut takhta kerajaan Magadha.

  • Namun, setelah menyadari kekejamannya dan dampak dari perbuatannya, Ajatasattu mulai menyesali tindakannya. Ia kemudian menemui Buddha atas saran tabib Jivaka dan mendengarkan ajaran Dhamma. Setelah mendengar nasihat Buddha, Ajatasattu sadar dan mulai memupuk keyakinannya terhadap Triratna.


1. Berani mengakui kesalahannya
2.Mau memperbaiki diri menjadi orang baik

3. Setia pada ajaran Buddha

4. Tekun berbuat kebajikan – selalu mendukung kegiatan keagamaan.

5. Rajin Berdana dan mendukung perkembangan Dhamma (konsili pertama)

Sikap dan Keteladanan

Para Penyokong Dhamma Setelah Buddha Parinibana

​1. Raja Ajatasattu

31

media
  • Raja Asoka adalah raja besar dari India yang awalnya kejam suka berperang.

  • Setelah melihat penderitaan dalam Perang Kalinga, ia menyesal dan bertobat.

  • Ia kemudian menjadi pengikut setia ajaran Buddha dan memerintah dengan kebijaksanaan serta welas asih. (penyokong konsili ke 3)

  • Raja Asoka menyebarkan ajaran Buddha (Dhamma) ke berbagai wilayah, bahkan hingga luar India.

  • Ia membangun stupa, vihara, rumah sakit, dan tempat penanaman pohon untuk kesejahteraan semua makhluk.

  • Ia mendirikan Pilar Asoka dan juga membuat banyak prasasti batu, salah satunya di daerah Kalinga (India), berisi pesan damai dan ajaran moral


1. Anjuran berbuat kebajikan dan hidup jujur.

2. Larangan kekerasan terhadap manusia dan hewan.

3. Toleransi menghormati semua agama dan hidup rukun.

4. Menjalankan Dhamma dengan sabar, kasih, dan tanggung jawab.

5. Menebarkan cinta kasih universal bagi semua makhluk.

Isi prasasti dan pilar Asoka antara lain:

Para Penyokong Dhamma Setelah Buddha Parinibana

Sikap dan Keteladanan

1. Berani mengakui kesalahan dan mau memperbaiki diri setelah perang Kalinga.

2. Cinta damai – mengganti peperangan dengan penyebaran ajaran Dhamma.

3. Adil dan bijaksana dalam memimpin rakyatnya.

4. Peduli terhadap kesejahteraan semua makhluk – manusia maupun hewan.

5. Toleran terhadap agama lain dan mendorong hidup rukun.

6. Tekun berbuat kebajikan – membangun tempat suci dan membantu sesama.

​2. Raja Asoka

32

Multiple Choice

Siapa saja penyokong Dhamma setelah Buddha Parinibbana?

1

Raja Balaputradewa dan Raja Smaratungga.

2

Raja Ajātasattu dan Raja Ashoka

3

Anāthapiṇḍika dan Raja Bimbisara.

4

Raja Pasenadi dan Raja Ashoka.

33

Open Ended

Apa yang dapat diteladani dari raja Asoka?

34

Open Ended

Prasasti dan Pilar Asoka berisi tentang....

35

Multiple Choice

Raja Ashoka dikenal sebagai penyokong Dhamma besar setelah masa Buddha. Salah satu upayanya dalam melestarikan Dhamma adalah …

1

Memperkenalkan agama Buddha ke luar india

2

Menaklukkan kerajaan Buddha

3

Bekerjasama dengan univ Nalanda

4

Menyimpan dhamma until bangsawan

36

media
  • Berlokasi di Jawa Tengah

  • banyak di bangun candi arca buddha dan bodhisatta. ex: candi mendut, borobudur dll, sebagai manifestasi keyakinan agama buddha dalam bentuk seni, arsitektur dan toleransi beragama.

  • raja yang menggagas pembangunan candi borobudur : Raja rakai panangkaran dan Raja Smaratungga sebagai penerus membangun secara besar-besaran.

​​Kerajaan Sriwijaya (sumatra)

​​Kerajaaan Mataram kuno dinasti Syailendra

Penyokong Dhamma pada masa Kerajaan di Indonesia

37

Multiple Choice

Raja Balaputradewa dari Sriwijaya menjadi tokoh penting dalam sejarah penyebaran Buddha di Indonesia karena …

1

mendukung pendidikan buddhis Dungan carabkerjasama dengan univ nalanda di India.

2
ia tidak terlibat dalam kegiatan keagamaan di masyarakat.
3
ia hanya fokus pada pengembangan agama Hindu di Indonesia.
4
ia menolak penyebaran agama Buddha dan menghancurkan candi-candi.

38

Open Ended

Apa tujuan dibangunnya candi-candi buddhis megah di dinasti syailendra?

39

Multiple Choice

siapa yang meneruskan pembangunan candi borobudur setelah rakai panangkaran?

1

Raja semarajanna

2

Raja Smaratugga

3

Raja Balaputradewa

4

Raja Balaputwradewa

40

​Melestarikan Dhamma

By Tri Setya Damayanti

41

Melestarikan Dhamma

Melestarikan Dhamma berarti menjaga, memelihara, dan meneruskan ajaran Buddha agar tetap hidup, dipahami, dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuannya agar ajaran kebenaran tetap murni, relevan, dan menjadi pedoman hidup bagi generasi sekarang dan mendatang.

42

​Melestarikan Dhamma Saat Buddha Masih Hidup

  • Buddha langsung membabarkan Dhamma kepada bhikkhu, bhikkhuni, dan umat.

  • Dibentuk Sangha sebagai penjaga dan penyebar ajaran.

  • Para siswa Buddha (Sāriputta, Moggallāna, Ānanda) ikut menyebarkan Dhamma.

  • Umat seperti Visākhā dan Anāthapiṇḍika mendukung dengan dana dan vihara.

  • Ajaran diwariskan secara lisan dan hafalan dengan penuh ketelitian.

43

​Melestarikan Dhamma Saat Buddha Setelah Buddha Parinibbāna

44

​Melestarikan Dhamma pada masa awal modern

  • Pada abad 19–20, ajaran Buddha berkembang pesat.

  • Mulai memakai cara modern: menerjemahkan kitab, menulis buku/artikel, dan membabarkan Dhamma

  • Bhikkhu Nārada salah satu tokoh penting; beliau membabarkan Dhamma di Washington Monument (1956).

  • Dhamma mulai dikenal di Barat; banyak orang Barat belajar ke negara Buddhis lalu menyebarkannya kembali.

  • Di Asia, bhikkhu dan guru Dhamma banyak mengajar ke berbagai negara; banyak Vihara didirikan.

  • Umat dan anak-anak mulai belajar Dhamma.

    Vihara menjadi tempat belajar Dhamma sekaligus kegiatan sosial dan seni.

45

  • Ajaran Buddha disebarkan melewati media sosial, YouTube, dan aplikasi Buddhis, catatan : (memperhatikan sumber yang relevan, memastikan kontennya memberi manfaat dan tidak menyinggung siapa pun).

  • Kelas Dhamma dan meditasi online diadakan lintas daerah dan negara.

  • Guru Agama Buddha mengajarkan nilai Dhamma di sekolah dan kampus.

  • Remaja Buddhis aktif dalam kegiatan sosial dan lingkungan.

  • Umat menerapkan mindfulness, welas asih, dan kebijaksanaan dalam kehidupan modern.

  • Umat Buddha berperan dalam dialog lintas agama untuk menciptakan perdamaian.

Melestarikan Agama Buddha Pada Masa kini

46

Multiple Choice

Ajaran Buddha dibabarkan secara lisan dan hafalan dengan penuh ketelitian pada masa...

1

Masa awal pada masa awal modern

2

Masa setelah Buddha Parinibbāna.

3

Masa kini.

4

Masa Buddha masih hidup.

47

Multiple Choice

Felli dan Metta aktif membuat konten Dhamma di media sosial sebagai bentuk melestarikan Dhamma.
Tindakan apa yang harus ia perhatikan...

1

Membuat konten yang ramai ditonton meski provokatif.

2

Memastikan kontennya memberi manfaat dan tidak menyinggung siapa pun.

3

Meniru gaya bicara selebritas supaya banyak yang tertarik.

4

Menyindir pandangan agama lain.

48

Multiple Choice

  1. Bhikkhu Nārada memperkenalkan Dhamma ke Barat. Apa yang bisa dipelajari dari langkahnya?

1

Pentingnya keberanian membawa nilai kebajikan ke dunia luas.

2

Keinginan mencari ketenaran.

3

Menyesuaikan ajaran agar disukai

4

Menutup diri.

49

Multiple Choice

Mengapa pelestarian Dhamma tidak cukup hanya dengan membaca kitab?

1

Karena Dhamma hidup melalui praktik dan keteladanan.

2

Karena kitab sulit dipahami.

3

Karena tradisi berubah.

4

Karena ajaran tidak lengkap.

By Tri Setya Damayanti

media

​Tradisi Agama Buddha di Indonesia

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 49

SLIDE