

Perubahan Perilaku Keruangan sebagai Dampak Revolusi Industri
Presentation
•
Geography
•
12th Grade
•
Medium
Ahmad Idrus
Used 3+ times
FREE Resource
11 Slides • 30 Questions
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
Multiple Choice
Transformasi dari masyarakat industri menuju Masyarakat 5.0 menyebabkan perubahan signifikan pada perilaku manusia dalam mendesain rumah tinggal. Salah satu bentuk perubahan tersebut adalah ...
meningkatnya ketergantungan manusia pada sistem digital yang terintegrasi dengan seluruh aktivitas rumah tangga
menurunnya penggunaan teknologi informasi karena masyarakat mulai beralih ke aktivitas manual berbasis tradisi
berkurangnya fungsi peralatan elektronik akibat pembatasan energi yang dilakukan secara terpusat oleh sistem rumah
bertambahnya kebutuhan manusia terhadap pekerja rumah tangga untuk menjalankan fungsi-fungsi dasar rumah
meningkatnya kebutuhan ruang fisik untuk menyimpan dokumen yang sebelumnya disimpan secara digital
13
Multiple Choice
Konsep rumah pintar tidak hanya menekankan kemudahan, tetapi juga memunculkan kesadaran baru akan ...
peningkatan status sosial melalui gaya hidup digital berbasis kemewahan teknologi
keberlanjutan lingkungan melalui penghematan energi dan efisiensi penggunaan sumber daya
ketergantungan penuh terhadap penyedia jasa internet dalam seluruh kegiatan rumah tangga
perubahan estetika desain yang lebih menonjolkan unsur artistik dibanding fungsionalitas
pergeseran nilai budaya lokal akibat dominasi teknologi impor dalam sistem rumah tangga
14
Multiple Choice
Smart home dengan sistem door lock berbasis fingerprint dan RFID (Radio Frequency
Identification) mencerminkan bahwa desain rumah modern kini ...
mengutamakan keamanan penghuni dengan memanfaatkan identitas digital yang terhubung pada sistem otomatis
mengurangi interaksi sosial di lingkungan rumah karena semua aktivitas dilakukan tanpa kontak manusia
meniadakan fungsi kontrol manual agar penghuni bergantung sepenuhnya pada perangkat berbasis sensor
meminimalkan nilai-nilai budaya tradisional dalam sistem keamanan karena fokusnya hanya pada teknologi
membatasi akses penghuni terhadap bagian rumah tertentu demi menjaga kestabilan sistem digital internal
15
Multiple Choice
Meningkatnya penggunaan perangkat rumah pintar di masa pandemi menunjukkan perubahan perilaku manusia yang mengarah pada ...
pengurangan fungsi teknologi karena dianggap berisiko terhadap kesehatan penghuni rumah
peningkatan konsumsi energi rumah tangga akibat pengoperasian perangkat secara otomatis
adaptasi terhadap situasi krisis kesehatan dengan meminimalkan sentuhan langsung terhadap perangkat
ketergantungan penuh terhadap jaringan sosial luar rumah untuk mengendalikan aktivitas domestik
penurunan produktivitas karena semua pekerjaan rumah tangga dilakukan oleh sistem berbasis mesin
16
Multiple Choice
Pemanfaatan panel surya yang terhubung ke sistem penyimpanan energi rumah menunjukkan bahwa perilaku masyarakat mulai bergeser dari ...
orientasi konsumtif menuju perilaku minimalis tanpa memperhatikan aspek teknologi
ketergantungan pada energi fosil menuju kesadaran baru terhadap keberlanjutan dan efisiensi energi
sistem rumah tradisional menuju sistem rumah yang berbasis kontrol manual dan estetika alami
pola hidup hemat energi menuju gaya hidup modern yang boros daya listrik untuk perangkat digital
kebiasaan bekerja di luar rumah menuju aktivitas domestik yang sepenuhnya bergantung pada otomasi
17
Multiple Choice
Penerapan smart curtain set yang dapat dikendalikan dengan perintah suara menggambarkan bahwa masyarakat modern kini mulai ...
membentuk kebiasaan efisien dalam pengaturan ruang dan waktu melalui otomatisasi aktivitas rumah
menolak perkembangan teknologi karena dianggap menghilangkan nilai-nilai tradisional rumah tangga
memperbanyak kegiatan manual agar tetap menjaga keseimbangan antara teknologi dan manusia
menurunkan ketergantungan terhadap internet karena semua sistem berjalan secara otomatis penuh
mengurangi pemanfaatan energi listrik karena sistem otomatis lebih sederhana daripada manual
18
Multiple Choice
Kemajuan menuju era Society 5.0 menuntut perubahan perilaku masyarakat dalam menggunakan transportasi. Dalam konteks ini, perilaku seperti apakah yang menunjukkan kesiapan masyarakat menghadapi transformasi moda transportasi pintar?
Penggunaan aplikasi navigasi dan transportasi daring disertai kesadaran terhadap keamanan data pribadi dan etika digital dalam mobilitas.
Ketergantungan masyarakat pada layanan transportasi daring tanpa mempertimbangkan risiko sosial ekonomi yang muncul di balik digitalisasi.
Adaptasi masyarakat terhadap transportasi pintar hanya sebatas memahami cara kerja sistem aplikasi berbasis peta digital.
Penerimaan teknologi transportasi baru secara pasif tanpa adanya upaya belajar mengenai sistem otomatis yang digunakan.
Pemanfaatan transportasi daring secara intensif dengan mengabaikan dampak sosial terhadap pekerja transportasi konvensional.
19
Multiple Choice
Kehadiran self-driving car menandai perubahan paradigma dalam moda transportasi modern. Jika dikaitkan dengan perubahan perilaku, manakah bentuk perilaku masyarakat yang paling tepat menggambarkan transisi menuju sistem transportasi ini?
Mengandalkan sepenuhnya kendaraan otomatis tanpa memahami cara kerja sistem keamanan digitalnya.
Mengembangkan sikap kritis terhadap keamanan siber, tanggung jawab penggunaan, dan kesiapan mental menghadapi otomasi mobilitas.
Menolak penggunaan kendaraan pintar karena dianggap mengurangi kesempatan kerja bagi pengemudi manusia.
Menggunakan transportasi konvensional sebagai bentuk penolakan terhadap digitalisasi sistem transportasi.
Mengabaikan pelatihan literasi digital karena sistem otomatis dianggap mampu mengendalikan segalanya.
20
Multiple Choice
Perubahan dari transportasi KRL dan MRT (Mass Rapid Transit) menuju LRT (Light Rail Transit) merupakan wujud inovasi dalam mobilitas urban. Dalam konteks perilaku, bagaimana masyarakat sebaiknya merespons transformasi ini agar manfaatnya maksimal?
Meningkatkan ketergantungan pada moda transportasi pribadi karena transportasi umum dianggap tidak fleksibel.
Menuntut layanan transportasi yang cepat tanpa memperhatikan keberlanjutan energi dan dampak lingkungan.
Berperilaku disiplin, ramah lingkungan, serta mendukung budaya transportasi umum berbasis efisiensi energi listrik.
Menggunakan transportasi umum hanya sebagai alternatif sementara ketika terjadi kemacetan lalu lintas.
Mengabaikan aturan penggunaan transportasi publik karena merasa teknologi sudah mampu mengatur sistem otomatis.
21
Multiple Choice
Fenomena transportasi daring menunjukkan perubahan besar pada perilaku mobilitas masyarakat. Namun, dampak digitalisasi ini juga membawa risiko sosial. Apa bentuk respons perilaku yang menunjukkan keseimbangan antara efisiensi dan keadilan sosial?
Mengutamakan penggunaan transportasi daring karena lebih murah dan efisien tanpa memperhatikan nasib pengemudi konvensional.
Menghindari transportasi daring agar tidak mendukung sistem ekonomi berbasis aplikasi.
Menggunakan transportasi daring dan konvensional secara bergantian tanpa memperhatikan konteks sosial di baliknya.
Mendukung kebijakan integratif yang melindungi pengemudi tradisional sambil tetap memanfaatkan efisiensi teknologi digital.
Mendorong penghapusan transportasi konvensional untuk mempercepat digitalisasi sistem transportasi nasional.
22
Multiple Choice
Perubahan menuju transportasi berbasis O2O (online to offline) mengubah cara masyarakat mengatur mobilitas harian. Perilaku baru apa yang perlu dikembangkan agar sistem ini berjalan efektif dan efisien?
Ketergantungan penuh pada layanan daring tanpa kesiapan menghadapi kondisi darurat atau gangguan jaringan.
Penggunaan aplikasi hanya sebatas alat pemesanan tanpa memahami integrasi data lintas moda transportasi.
Penolakan terhadap sistem digital karena dianggap rumit dan mengancam kemandirian pengguna.
Penggunaan transportasi daring hanya untuk kebutuhan jarak jauh tanpa memahami konsep konektivitas O2O.
Pengelolaan mobilitas berbasis literasi digital, perencanaan waktu, dan kemampuan menyesuaikan diri terhadap sistem terintegrasi daring-luring.
23
Multiple Choice
Mobil pintar (autonomous vehicle) mampu mengurangi kecelakaan akibat kesalahan manusia. Namun, perilaku pengguna tetap berperan penting. Manakah perilaku yang paling mencerminkan kesiapan manusia sebagai pengguna teknologi cerdas tersebut?
Menyerahkan seluruh kendali kepada sistem tanpa pengawasan manusia karena kepercayaan penuh terhadap kecerdasan buatan.
Menolak kendaraan pintar karena khawatir akan kehilangan kontrol selama berkendara.
Menggunakan mobil pintar tanpa memahami etika dan aturan keselamatan lalu lintas digital.
Memilih kendaraan pintar hanya karena tren modern tanpa memahami tanggung jawab hukum penggunaannya.
Menjalankan fungsi pengawasan, pemeliharaan sistem, serta memahami risiko etik dan hukum dari otomasi transportasi.
24
Multiple Choice
Transformasi menuju Masyarakat 5.0 menuntut perubahan perilaku konsumsi energi di kehidupan masyarakat. Perilaku yang paling mencerminkan semangat perubahan energi berkelanjutan pada era tersebut adalah ...
Masyarakat mulai menyesuaikan gaya hidup hemat energi karena menyadari keterbatasan cadangan minyak bumi yang terus menurun secara signifikan setiap tahun.
Masyarakat mengganti seluruh alat elektronik dengan produk berteknologi tinggi tanpa memperhatikan dampak lingkungan dari proses produksinya yang masih menghasilkan limbah karbon.
Masyarakat menunda penggunaan alat listrik besar agar pengeluaran energi lebih efisien tanpa memperhatikan sumber energi yang digunakan.
Masyarakat menunggu kebijakan pemerintah dalam menetapkan regulasi energi tanpa melakukan perubahan perilaku konsumsi secara individu.
Masyarakat memperbanyak aktivitas digital untuk mendukung efisiensi energi namun tetap bergantung penuh pada bahan bakar fosil sebagai sumber utamanya.
25
Multiple Choice
Keterkaitan antara kota cerdas dan perilaku energi masyarakat dalam konsep Society 5.0 tampak melalui ...
Pemanfaatan data energi untuk mengendalikan perilaku industri tanpa melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan terkait pola konsumsi energi secara berkelanjutan.
Integrasi data penggunaan energi rumah tangga untuk mengoptimalkan pembagian beban listrik secara efisien melalui sistem sensor pintar yang berbasis Internet of Things (IoT).
Penyediaan sumber energi alternatif oleh pemerintah pusat tanpa memperhatikan karakteristik kebutuhan energi masyarakat di tingkat lokal dan daerah terpencil.
Pembangunan pembangkit listrik besar di luar wilayah perkotaan untuk menjamin ketersediaan energi tanpa memperhatikan keberlanjutan lingkungan sekitar.
Pembatasan pemakaian listrik di kawasan industri besar untuk menurunkan emisi karbon tanpa meningkatkan kesadaran konsumsi energi warga kota.
26
Multiple Choice
Perbedaan mendasar antara pemanfaatan energi pada era Revolusi Industri 4.0 dan Masyarakat 5.0 dapat dilihat dari ...
Fokus penggunaan energi bergeser dari efisiensi mesin menuju keseimbangan antara kesejahteraan manusia, kelestarian lingkungan, dan kemajuan teknologi digital berbasis kecerdasan buatan.
Peningkatan penggunaan energi fosil untuk mempercepat laju otomatisasi dan konektivitas industri tanpa memperhatikan dampak jangka panjang terhadap lingkungan global.
Dominasi teknologi digital yang membuat sistem energi semakin bergantung pada jaringan listrik tanpa disertai upaya pengembangan sumber energi terbarukan yang memadai.
Pergerseran orientasi kebijakan energi dari peningkatan efisiensi produksi ke penurunan konsumsi energi rumah tangga tanpa memperhatikan kebutuhan sosial ekonomi masyarakat.
Perubahan sistem pasokan energi menjadi terpusat di industri besar tanpa adanya distribusi pemanfaatan energi terbarukan bagi sektor masyarakat umum.
27
Multiple Choice
Prediksi ketidakseimbangan antara produksi minyak bumi dan kebutuhan konsumsi energi nasional menunjukkan urgensi perubahan perilaku masyarakat. Langkah paling sesuai dengan prinsip Society 5.0 adalah ...
Melakukan eksplorasi sumber minyak baru di kawasan laut dalam untuk mempertahankan stabilitas ekonomi tanpa mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan hidup di masa depan.
Mendorong transformasi energi fosil menjadi energi listrik agar mendukung industrialisasi tanpa memperhatikan kesiapan masyarakat dalam mengelola energi secara bijak.
Mengandalkan bantuan energi impor dari negara lain dengan tujuan menjaga keseimbangan pasokan energi tanpa perubahan perilaku konsumsi di tingkat domestik.
Mengedukasi masyarakat agar memahami pentingnya energi terbarukan dan mengubah pola konsumsi menjadi lebih efisien melalui inovasi teknologi digital.
Meningkatkan subsidi energi bagi industri besar agar tetap produktif meskipun sumber energi nasional semakin terbatas dan menurun kualitasnya.
28
Multiple Choice
Dalam pembangunan kota cerdas, perilaku energi warga menjadi indikator penting keberhasilan Society 5.0. Perilaku yang paling mencerminkan paradigma tersebut adalah ...
Warga menggunakan kendaraan listrik namun mengabaikan pengelolaan limbah baterai yang berpotensi mencemari lingkungan sekitar secara berkelanjutan.
Warga menggunakan perangkat elektronik berdaya besar untuk mempercepat aktivitas digital tanpa memperhatikan efisiensi konsumsi energi di rumah tangga.
Warga bergantung penuh pada kebijakan pusat tanpa melakukan inovasi lokal dalam menghemat dan memproduksi energi secara mandiri di lingkungannya.
Warga berfokus pada pembangunan gedung hemat energi tanpa memperhatikan keterlibatan sosial dalam penerapan teknologi cerdas di komunitasnya.
Warga berkolaborasi dengan pemerintah membangun sistem energi berbasis sensor pintar untuk mengatur konsumsi energi secara adaptif sesuai kebutuhan aktual.
29
Multiple Choice
Energi terbarukan menjadi solusi utama dalam Masyarakat 5.0 karena ...
Sumber energi ini dapat diperbarui secara alami, lebih aman, serta mendukung kesejahteraan manusia melalui sistem teknologi yang ramah lingkungan dan terintegrasi digital.
Sumber energi ini hanya digunakan untuk sektor industri besar yang memiliki kemampuan investasi tinggi dalam teknologi energi mutakhir berbasis komputerisasi.
Sumber energi ini dapat menghasilkan keuntungan ekonomi jangka pendek karena biaya produksi yang rendah tanpa mempertimbangkan nilai keberlanjutan sosial masyarakat.
Sumber energi ini menurunkan keterlibatan manusia dalam proses produksi energi karena semua sistem dijalankan secara otomatis menggunakan robot dan sensor cerdas.
Sumber energi ini mendorong efisiensi teknologi tinggi tanpa membutuhkan perubahan perilaku konsumsi energi di kalangan masyarakat secara menyeluruh.
30
Multiple Choice
Transformasi perilaku masyarakat dalam kegiatan ekonomi pada era Masyarakat 5.0 menunjukkan pergeseran dari aktivitas berbasis fisik menuju aktivitas berbasis data. Fenomena ini paling tepat menggambarkan perubahan perilaku yang ditandai oleh ...
ketergantungan manusia terhadap sistem AI yang mampu mengintegrasikan data sensor ruang fisik dan maya untuk efisiensi kegiatan ekonomi
penguatan peran manusia dalam memanfaatkan layanan cloud tanpa mengubah struktur aktivitas sosial ekonomi secara signifikan
dominasi kegiatan ekonomi tradisional yang tetap mempertahankan pola interaksi langsung antarindividu dalam ruang fisik
penurunan ketergantungan terhadap perangkat digital karena peningkatan kualitas tenaga kerja manusia dalam sektor primer
hilangnya kebutuhan manusia akan pengambilan keputusan karena semua fungsi telah digantikan sepenuhnya oleh robot industri
31
Multiple Choice
Penerapan smart management pada perusahaan kecil dan menengah (UKM) dalam era Masyarakat 5.0 mencerminkan perubahan perilaku ekonomi yang mengarah pada ...
peningkatan aktivitas produksi manual yang menyesuaikan kebutuhan lokal berbasis komunitas kecil
pemanfaatan layanan berbasis cloud untuk mempercepat proses bisnis dengan biaya investasi yang efisien
penekanan aktivitas ekspor-impor untuk memperluas jaringan usaha tradisional dalam sistem globalisasi
penguatan transaksi tunai untuk menjaga kestabilan ekonomi lokal agar tidak terdampak digitalisasi
peningkatan keterlibatan tenaga kerja manusia tanpa memperhatikan otomatisasi dan data analitik
32
Multiple Choice
Perubahan perilaku sosial-ekonomi dalam sektor pertanian yang memanfaatkan AI–big data menggambarkan paradigma baru yang menekankan ...
dominasi pengalaman petani tradisional dalam menentukan pola tanam tanpa mempertimbangkan data iklim dan pasar
kolaborasi antara data digital dan intuisi manusia untuk meningkatkan efisiensi dan prediksi hasil pertanian
kolaborasi adaptif antara sistem otomatis AI dan kebijakan pertanian berkelanjutan yang memperhatikan keseimbangan sosial-lingkungan
pergeseran fokus pertanian dari produksi massal menuju konsumsi lokal tanpa intervensi teknologi modern
peningkatan jumlah petani manual karena teknologi AI dianggap sulit diakses oleh masyarakat desa
33
Multiple Choice
Pemanfaatan drone dalam kegiatan ekonomi menggambarkan perubahan perilaku masyarakat yang cenderung ...
menghindari teknologi otomatis karena dianggap mengancam lapangan kerja di sektor jasa logistik
memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mengurangi peran manusia dalam pengawasan dan distribusi barang
menolak integrasi data karena tingginya risiko keamanan informasi di sektor transportasi dan properti
menyesuaikan diri terhadap inovasi digital untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan ketepatan layanan ekonomi
menekankan kembali nilai-nilai manualitas agar proses produksi tetap berbasis tenaga kerja manusia
34
Multiple Choice
Dalam konteks perubahan perilaku ekonomi digital, pemanfaatan AI untuk analisis perilaku konsumen paling berpengaruh terhadap ...
pengambilan keputusan berbasis intuisi tanpa mempertimbangkan data pasar dan tren digital
penurunan efektivitas prediksi pasar karena sistem digital cenderung tidak akurat terhadap perilaku manusia
pembatasan kegiatan promosi untuk menjaga kestabilan harga dan keseimbangan pasar tradisional
pengurangan data konsumen agar perusahaan tidak tergantung pada sistem kecerdasan buatan
peningkatan strategi pemasaran adaptif yang mampu menyesuaikan preferensi konsumen secara real time
35
Multiple Choice
Perubahan perilaku masyarakat dalam bidang sosial ekonomi di era Masyarakat 5.0 juga tercermin dari ...
meningkatnya kesenjangan sosial karena hanya kelompok elite yang dapat mengakses teknologi digital
hilangnya peran masyarakat lokal karena seluruh keputusan dikendalikan oleh sistem berbasis cloud
penurunan partisipasi masyarakat dalam aktivitas ekonomi digital akibat otomasi yang meluas
dominasi sistem maya yang sepenuhnya menggantikan interaksi sosial di ruang fisik tanpa nilai kemanusiaan
meningkatnya kolaborasi antara manusia dan teknologi untuk menciptakan nilai sosial-ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan
36
Multiple Choice
Integrasi teknologi dalam mitigasi bencana pada Masyarakat 5.0 menekankan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Dalam konteks ini, perubahan perilaku yang paling mencerminkan semangat Masyarakat 5.0 adalah ...
Masyarakat mengandalkan instansi pemerintah dalam semua proses evakuasi karena data bencana sudah dikelola secara nasional.
Individu lebih menunggu laporan resmi dibandingkan memanfaatkan media sosial untuk melaporkan kondisi bencana.
Warga secara mandiri mengunggah informasi kondisi sekitar melalui platform daring seperti PetaBencana.id untuk membantu pengambilan keputusan cepat.
Pemerintah pusat menjadi satu-satunya sumber informasi yang menentukan rute evakuasi saat bencana terjadi.
Penggunaan teknologi hanya difokuskan pada tahap tanggap darurat tanpa melibatkan masyarakat dalam tahap mitigasi dan pemulihan.
37
Multiple Choice
Pemanfaatan big data dalam mitigasi bencana di Indonesia seperti DIBI dan PetaBencana.id menunjukkan adanya perubahan perilaku pemerintah dan masyarakat. Perubahan paling strategis yang terjadi adalah ...
Pemerintah dan masyarakat berkolaborasi dalam pertukaran data, mempercepat respons, dan meningkatkan akurasi mitigasi berbasis lokasi.
Penggunaan big data sebatas dokumentasi administratif agar setiap bencana dapat dilaporkan dengan lebih rapi dan terarsip.
Masyarakat menjadi pengamat pasif terhadap informasi big data tanpa memahami fungsinya dalam evakuasi bencana.
Pemerintah mengurangi anggaran mitigasi karena percaya data big data dapat bekerja otomatis tanpa pengawasan manusia.
Peta digital digunakan hanya sebagai sarana pameran teknologi tanpa dampak langsung terhadap penyelamatan manusia.
38
Multiple Choice
Ketika terjadi gempa besar di Jepang, analisis data GPS dan kendaraan digunakan untuk memahami perilaku evakuasi masyarakat. Dalam konteks ini, pelajaran yang paling relevan bagi Indonesia adalah ...
Meningkatkan pembangunan fisik infrastruktur tanpa perlu melibatkan data perilaku manusia dalam sistem mitigasi.
Mengandalkan big data untuk memperkirakan korban tanpa melibatkan masyarakat dalam pelaporan lapangan.
Mengembangkan sistem mitigasi berbasis integrasi data transportasi dan mobilitas masyarakat untuk mempercepat proses evakuasi.
Mengutamakan penggunaan drone hanya untuk pengambilan gambar kerusakan pascabencana.
Menjadikan pemerintah daerah sebagai satu-satunya sumber evaluasi perilaku masyarakat pascabencana.
39
Multiple Choice
Dalam konsep Masyarakat 5.0, teknologi seperti drone, robot penyelamat, dan kendaraan otonom digunakan untuk mempercepat penanganan bencana. Namun, tantangan utama dari penerapannya di Indonesia adalah ...
Kurangnya koordinasi antarinstansi yang menyebabkan tumpang tindih data, rendahnya integrasi, dan keterlambatan dalam respons bencana.
Ketiadaan sumber daya manusia yang mampu menggunakan teknologi dasar seperti ponsel dan media sosial.
Terlalu banyaknya data masyarakat yang sudah otomatis terintegrasi, sehingga pengawasan manual tidak lagi diperlukan.
Minimnya partisipasi swasta karena seluruh sistem mitigasi hanya diatur oleh pemerintah pusat.
Besarnya dana riset dan pengembangan teknologi yang telah sepenuhnya dibiayai oleh investor asing.
40
Multiple Choice
Penerapan PetaBencana.id yang mengubah media sosial menjadi sistem pelaporan banjir menunjukkan pergeseran besar dalam perilaku masyarakat. Dampak sosial paling signifikan dari fenomena ini adalah ...
Masyarakat menjadi lebih kritis terhadap pemerintah karena informasi bencana tersebar luas tanpa kontrol.
Kolaborasi warga meningkat karena informasi dikumpulkan secara real time untuk membantu penyelamatan sesama.
Warga mengabaikan data resmi pemerintah dan lebih mempercayai kabar viral di media sosial.
Partisipasi warga menurun karena terlalu banyak aplikasi yang digunakan dalam mitigasi bencana.
Informasi banjir menjadi tertutup karena masyarakat tidak diperbolehkan menyebarkan data sendiri.
41
Multiple Choice
Dengan meningkatnya ketergantungan pada big data dan AI dalam mitigasi bencana, muncul kekhawatiran tentang keamanan data. Perilaku mitigatif yang paling tepat untuk menghadapi risiko ini adalah ...
Menolak seluruh sistem berbasis AI agar data masyarakat tidak pernah disalahgunakan oleh pihak lain.
Mengandalkan penyedia platform luar negeri karena dianggap memiliki teknologi yang lebih aman dan stabil.
Membatasi akses masyarakat terhadap informasi bencana demi menjaga keamanan sistem digital.
Menyimpan semua data secara manual agar tidak terhubung dengan jaringan digital global.
Mengembangkan sistem keamanan siber nasional yang transparan dan melibatkan komunitas pengguna untuk memantau privasi data.
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 41
SLIDE
Similar Resources on Wayground
34 questions
Kedudukan dan Fungsi Pancasila bagi Bangsa dan Negara Indonesia
Presentation
•
University
33 questions
Dinamika Penduduk
Presentation
•
11th Grade
35 questions
Organografia. Rădăcina.
Presentation
•
KG
39 questions
BENCANA ALAM
Presentation
•
11th Grade
38 questions
UTS_LILIS SRIMAYA_H0421510_Gas dan Termodinamika(12.17-12.26)
Presentation
•
12th Grade
39 questions
Meteoroid, Asteriod dan Komet
Presentation
•
12th Grade
31 questions
ANABOLISME
Presentation
•
12th Grade
35 questions
INDEKS KEBAHAGIAAN
Presentation
•
12th Grade
Popular Resources on Wayground
5 questions
A Home on the Shore
Quiz
•
3rd Grade
28 questions
US History Regents Review
Quiz
•
11th Grade
6 questions
A Horse Tale
Quiz
•
3rd Grade
20 questions
Math Review
Quiz
•
3rd Grade
10 questions
Juneteenth History and Significance
Interactive video
•
5th - 8th Grade
20 questions
Dividing Fractions
Quiz
•
5th Grade
55 questions
A Long Walk to Water Final Review
Quiz
•
6th - 8th Grade
10 questions
Equation Word Problems
Quiz
•
7th Grade